Anda di halaman 1dari 14

SATUAN ACARA PEMBELAJARAN

( SAP)

Tanda-Tanda Masa Pubertas

Disusun oleh :

SANTA MARIA PANGARIBUAN


220110100115

Fakultas Ilmu Keperawatan


Universitas Padjajaran
2013
SATUAN ACARA PEMBELAJARAN

(SAP)

MATERI : Perawatan Hipertensi

SUBMATERI: Menyikapi Hipertensi

JUDUL : Perawatan Hipertensi

SASARAN : Keluarga Tn. Agus

HARI/ TANGGAL :

WAKTU : 09.00 10.00 WIB

TEMPAT : Rumah Tn. Agus Jl. Raya Jatinangor

PEMATERI : Santa Maria Pangaribuan

TUJUAN INSTITUSIONAL (TI) :

Terbentuknya Keluarga Tn. Agus Sonjaya yang sehat dan mampu berkembang sesuai dengan
masanya.

TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM (TIU) :

Setelah diberikan penyuluhan, sasaran memahami tentang cara perawatan dan pencegahan
penyakit hipertensi.

KARAKTERISTIK PESERTA :

Peserta adalah Keluarga Tn. Agus Sonjaya khususnya ibu Ati Sumiati yang
mengalami Hipertensi akibat pola hidup yang tidak sehat.

ANALISIS TUGAS :

Know

Definisi hipertensi
Faktor penyebab hipertensi
Tanda dan gejala hipertensi
Pencegahan dan perawatan hipertensi
Do

Menunjukkan tanda-tanda Hipertensi


Bertanya jika ada hal yang tidak dimengerti
Menjawab pertanyaan yang diajukan

Show

Memperlihatkan antusiasme ketika diberikan penyuluhan


Menunjukkan rasa keingintahuan tentang materi penyuluhan dengan bertanya

TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS (TIK) :

Setelah mengikuti kegiatan penyuluhan ini, diharapkan peserta didik :

a. Menyebutkan pengertian hipertensi


b. Menyebutkan 4 dari 8 penyebab hipertensi
c. Menyebutkan 5 dari 10 tanda dan gejala hipertensi
d. Menyebutkan pencegahan dan perawatan hipertensi
e. Menyebutkan jenis makanan untuk hipertensi

POKOK BAHASAN

Menyikapi Hipertensi

SUB POKOK BAHASAN

A. Definisi hipertensi
B. Penyebab hipertensi Tanda-Tanda Pubertas
C. tanda dan gejala hipertensi
D. Pencegahan dan perawatan hipertensi

MATERI PENYULUHAN

(Dilampirkan)

ALOKASI WAKTU

Rencana Waktu : 30 menit


a. Apersepsi/Set : 3 menit
b. Brainstorming : 3 menit
c. Uraian Materi : 15 menit
d. Tanya Jawab : 5 menit
e. Penutup (Closure) : 4 menit

STRATEGI INSTRUKSIONAL
Menggunakan media pengajaran untuk memperjelas uraian materi dan mempermudah
pemahaman pada peserta.
Menjelasakan materi-materi pengajaran.
Melakukan brainstorming dengan mengadakan permainan.
Memberikan kesempatan bertanya kepada peserta (dalam hal ini Keluarga Tn. Agus
Sonjaya)
Megadakan tanya jawab untuk mengetahui sejauh mana pemahaman keluarga

METODE PENGAJARAN

Ceramah
Tanya Jawab

KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR

TAHAP KEGIATAN KEGIATAN METODE MEDIA


PENDIDIK KELUARGA
PRA -Menyiapkan Flip Chart
sarana dan
perlengkapan
-Set ruangan.
-Menyiapkan
daftar hadir.

Kegiatan -Memberi salam Menyimak Ceramah


Membuka dan melakukan
perkenalan.
-Menjelaskan Menyimak
tujuan
pembelajaran.
-Menjelaskan Menyimak
cakupan materi
yang akan
dibahas.
Uraian Brainstorming! Permainan Kata Game Power point (Laptop,
Materi Menggali Infocus)
pemahaman
Keluarga tentang Flipchart
Hipertensi.
Melalui Model Peraga
permainan.
-Menyimpulkan Menyimak Ceramah
pendapat peserta
tentang masa
pubertas.
-Menjelaskan Menyimak Ceramah
tentang masa
pubertas :
1.Definisi masa
pubertas.
2. Faktor yang
mempengaruhi
pubertas
3. Tanda-tanda
masa pubertas
4.Bahaya pada
masa pubertas.
5. Cara
menghadapi masa
pubertas.
Tanya - Mengundang Bertanya Tanya
Jawab pertanyaan atau Jawab
komentar
peserta didik.
- Menjawab
pertanyaan atau Menyimak
komentar
peserta didik
dengan singkat
dan jelas.
Kegiatan Menutup
penutup pertemuan
- Menyimpulkan Menyimak
materi
pengajaran
secara singkat.
- Memberikan Mengajukan Evaluasi
doorprize. Pertanyaan
- Menutup
pertemuan

MEDIA PENGAJARAN
Poster
Lembar Balik Flipchart
Model Peraga
Power Point
Leaflet

SARANA

Ruangan

Infocus

Wireless

EVALUASI

Teknik evaluasi yang digunakan yaitu dengan memberikan doorprize. Untuk mendapatkan
doorprize tersebut peserta didik harus menjawab pertanyaan yang diajukan pemateri.
Pertanyaan masih berkaitan dengan materi yang disampaikan.
SUMBER MATERI

Akhmadi. 2008. http://www.rajawana.com/arsip-artikel/15-pendidikan-umum/89-


pubertas.html [diakses 14 Maret 2009]

Gabriel, Nungky. 2008. Apa yang Terjadi dalam Masa Adolessensi atau Masa Remaja.
http://planet-remaja.blogspot.com/2008/01/apa-yang-terjadi-dalam-masa-
adolessensi.html [diakses 14 Maret 2009]

Hurlock, Elizabeth B. Psikologi Perkembangan: Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang


Kehidupan. Jakarta : Erlangga

Santoso, Agus. 2008. Menghadapi Masa Pubertas Kaum Remaja (online). http://planet-
remaja.blogspot.com/2008/01/menghadapi-masa-pubertas-kaum-remaja.html [ diakses
14 Maret 2009]

_____________2008. Kiat Mengatasi Masa Pubertas Pada Anak.


http://abuqonitah.multiply.com/journal/item/17/KIAT_MENGATASI_MASA_PUBE
RTAS_PADA_ANAK [diakses 14 Maret 2009]

_____________. Pubertas Girls Secret.


http://www.geocities.com/girlreproductive/bodychangesIndo.htm [diakses 14 Maret
2009]
MATERI PENGAJARAN

A. Definisi Pubertas
Pubertas diartikan sebagai periode dalam rentang perkembangan ketika anak-anak
berubah dari aseksual menjadi makhluk seksual (dari masa kanak-kanak menjadi remaja).
Masa puber ini adalah suatu tahap dalam perkembangan dimana terjadi kematangan alat-
alat seksual dan tercapai kemampuan reproduksi disertai dengan perubahan-perubahan
dalam pertumbuhan somatik dan perspektif psikologis.(Root, 74).
Kata pubertas berasal dari kata latin yang berarti usia kedewasaan . Kata ini lebih
menunjuk pada perubahan fisik daripada perubahan perilaku yang terjadi pada saat
menjadi matang dan untuk memberikan keturunan. Masa pubertas ini adalah periode yang
unik dan khusus yang ditandai oleh perubahan-perubahan perkembangan tertentu yang
tidak terjadi dalam tahap-tahap lain dalam rentang kehidupan.
Sigmund Freud (psikoanalis) mengungkapkan, masa pubertas sebagai periode "The
Genital Stage'. Pada periode ini, dikarakteristikan sebagai muncul energi baru yang
mendongkrak stabilitas diri tekanan seksual masa kanak-kanak. Kemudian dengan fokus
pandangan baru yang lebih dinamis, sehingga dapat merubah pandangan seorang individu
akan tubuh dan melihat perbedaan gender lebih ke arah ketertarikan seksual.
Kriteria yang sering digunakan untuk menentukkan timbulnya massa pubertas adalah
haid pada wanita dan mimpi basah pada pria. Pada wanita masa pubertas terjadi sekitar
usia 11-18 tahun sedangkan pada pria sedikit lebih lambat, yaitu 13-18 tahun dan periode
masa pubertas ini akan berakhir sekitar umur 17-18 tahun.

B. Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan pubertas antara lain:


Etnis/ suku
Setiap etnis berbeda, sebagai contoh kelompok Asia berbeda dengan ras kaukasoid

Sosial
tingkat social mempengaruhi perilaku sehingga mempercepat timbulnya pubertas

Psikologis
Psikologis yang tertekan akan menghambat pubertas

Nutrisi
Nutrisi yang banyak mengandung hormone seperti makanan siap saji juga akan mempercepat
pubertas

Fisik
Aktifitas fisik berlebihan juga menghambat pubertas

Penyakit kronis.
Penyakit kronis dapat merangsang system endokrin sehingga menyebabkan timbulnya pubertas
dini.

C. Tanda-Tanda pada Masa Pubertas


Pada masa pubertas, seseorang akan mengalami perkembangan yang cukup pesat.
Perkembangan itu terjadi dalam perubahan tubuh dan perubahan dalam pertumbuhan
mental( sikap dan perilaku).
Perubahan fisik pada masa puber
Selama pertumbuhan masa puber, terjadi empat perubahan fisik penting;
perubahan ukuran tubuh, perubahan proporsi tubuh, perkembangan cirri-ciri seks
primer, dan perkembangan ciri-ciri seks sekunder.
Perubahan Ukuran Tubuh
Perubahan fisik yang terjadi pada masa puber adalah perubahan ukuran tubuh
dalam tinggi dan berat badan. Tubuh akan menjadi semakin tingi dalam waktu
yang singkat. Pada saat akhir masa pubertas, anak laki-laki akan lebih tinggi
daripada anak perempuan.
Perubahan berat tidak hanya disebabkan karena lemak, tetapi juga karena otot
dan tulang bertambah besar. Pada anak perempuan pertambahan berat paling besar
terjadi pada saat sebelum dan sesudah haid. Sedangkan pada laki-laki terjadi
setahun atau dua tahun setelah anak perempuan.

Perubahan Proporsi Tubuh


Pada masa pubertas, daerah-daerah tubuh tertentu yang tadinya kecil akan
membesar karena adanya proses kematangan. Pinggul akan lebih berisi dan badan
akan menjadi lebih ramping. Tungkai kaki dan lengan pun akan semakin
bertambah besar. Anak yang cepat matang akan berbeda pertumbuhannya daripada
anak-anak yang lambat matangnya.

Ciri-Ciri Seks Primer


Pada masa puber akan terjadi pertumbuhan dan perkembangan ciri-ciri seks
primer, yaitu organ organ seks. Pada pria akan terjadi pertumbuhan dan
perkembangan yang pesat pada testis yang terletak dalam scrotum. Setelah
pertumbuhan testis barulah diikuti dengan pertumbuhan penis. Yang mula-mula
meningkat adalah panjangnya baru kemudian besarnya. Jika fungsi organ-organ
reproduksi pria sudah matang, biasanya terjadi mimpi basah (anak laki-laki
bermimpi tentang seksual yang menggairahkan).
Pada wanita pertanda dimulainya masa pubertas adalah pada saat wanita
mengalami haid pertama. Menstruasi ini terjadi karena sel telur yang diproduksi
ovarium tidak dibuahi atau difertilisasi oleh sel sperma (yang dikeluarkan oleh
alat reproduksi laki-laki) di dalam uterus . Jika sel telur dibuahi, maka sel tersebut
akan berkembang dan tumbuh menjadi bayi. Untuk menyiapkan adanya bayi,
jaringan pembuluh darah (endometrium) berkembang di dinding rahim. Jika sel
telur tidak bertemu dengan sel sperma, maka endometrium tidak diperlukan lagi
oleh tubuh. Jaringan tersebut menjadi luruh seperti cairan darah kental dan
mengalir keluar melalui vagina. Mens terjadi selama 3-7 hari dan siklusnya (masa
ke mens berikutnya) tidak sama untuk setiap perempuan. Umumnya satu siklus
adalah 21-35 hari.

Ciri-Ciri Seks Sekunder


Adanya perkembangan seks sekunder ini membedakan antara pria dan wanita.
Dengan berkembangya periode ini, penampilan anak laki-laki dan anak
perempuan semakin berbeda.

PRIA WANITA
Rambut Menstruasi Pertama
Rambut kemaluan timbul sekitar Menstruasi pertama menjadi hal yang
setahun setelah testis dan penis mulai penting bagi seorang wanita dan perlu
membesar. Tumbuh juga rambut ketiak mendapatkan perhatian khusus, karena
dan rambut di wajah. hal ini menandai awal kedewasaan
biologis seorang wanita.
Kulit
Menjadi lebih kasar, tidak jernih, Pinggul
warnanya pucat dan pori-pori meluas. Menjadi bertambah lebar dan bulat
sebagai akibat membesarnya tulang
Kelenjar pinggul dan berkembangnya lemak
Kelenjar lemak semakin membesar dan
bawah kulit.
menjadi lebih aktif, dapat menimbulkan
jerawat. Kelenjar keringat di keyiak Payudara
mulai berfungsi dan keringat bertambah Putting susu membesar dan menonjol,
banyak. dan dengan berkembangya kelenjar
susu, payudara menjadi lebih besar dan
Otot bulat.
Bertambah besar dan kuat, member
bentuk pada lengan, tungkai kaki, dan Rambut
bahu. Rambut kemaluan timbul setelah
pinggul dan payudara mulai
Suara berkembang. Bulu ketiak dan bulu pada
Berubah setelah rambut kemaluan
kulit wajah mulai tampak setelah haid.
timbul. Mula-mula suara menjadi serak
dan kemudian tinggi suara menurun, Kulit
volumenya meningkat dan mencapai Menjadi lebih kasar, lebih tebal, agak
pada yang lebih enak. pucat, dan lobang pori-pori bertambah
besar.
Jakun
Terbentuknya jakun Kelenjar
Kelenjar lemak dan kelenjar keringat
Mimpi Basah menjadi lebih aktif. Kelenjar keringat di
Keluarnya sperma secara alamiah saat ketiak mengeluarkan banyak keringat
tidur, dan sering keluar pada saat mimpi dan baunya menusuk sebelum dan
tentang seks. selama masa haid.

Otot
Semakin besar dan kuat, terutama pada
pertengahan dan menjelang akhir masa
puber, sehingga memberikan bentuk
pada bahu, lengan, dan tungkai kaki

Suara
Menjadi lebih penuh dan lebih semakin
merdu.

Perubahan Sikap dan Perilaku dalam masa Puber


Selain terjadi perubahan fisik, terjadi juga perubahan pada psikologis anak
masa puber. Perubahan psikologis itu tampak pada perubahan sikap dan perilaku
yang dipengaruhi oleh lingkungan sekitar (Sprinthall, 1995). Pada umumnya
perubahan sikap dan perilaku yang terjadi timbul karena dipengaruhi oleh
perubahan perlakuan yang diterima subyek dari lingkungan sekitar mereka. Selain
itu perubahan tersebut juga di pengaruhi oleh perasaan yang timbul dalam diri
mereka mengenai peristiwa yang dialami saat memasuki pubertas, seperti
perasaan yang positif, negatif, ataupun gabungan dari kedua perasaan tersebut.
Perubahan yang terjadi antara lain :
- Perubahan Emosional (Emosi Labil)
Masa pubertas merupakan masa stres emosional yang timbul dari
perubahan fisik yang cepat dan luas. Hal itu dipandang sebagai
perkembangan proses psiko-sosial yang terjadi seumur hidup. Tugas psiko-
sosial remaja adalah untuk tumbuh dari orang yang tergantung menjadi
orang yang tidak tergantung, yang identitasnya memungkinkan mereka
berhubungan dengan yang lainnya dalam gaya dewasa. Emosi pada anak
masa puber cenderung lebih labil. Kehadiran problem emosional tersebut
bervariasi pada setiap remaja.
- Perubahan Seksual
Perubahan fisik yang terjadi pada masa pubertas bertanggungjawab atas
munculnya dorongan seks. Dorongan seks itu membuat anak puber mulai
menyadari ketertarikan terhadap lawan jenis. Akan tetapi, pemuasan dorongan
seks masih dipersulit dengan banyaknya tabu social sekaligus kurangnya
pengetahuan yang benar tentang seksualitas.
- Tidak Percaya Diri
Karena ada perubahan secara fisik, membuat para remaja menjadi tidak
percaya diri, terutama dalam masalah penampilan.
- Gelisah
Kadang suka timbul perasaan gelisah karena stress emosional yang
diakibatkan perubahan fisik yang cepat.
- Perasaan Ingin Bersaing
Ada rasa saling ingin menyamai dan bersaing satu sama lainnya, baik
dalam hal menarik lawan jenis, penampilan, ataupun dalam prestasi.
- Perubahan Perasaan social
Perasaan social pada masa ini semakin kuat dan mereka bergabung
dengan kelompok yang disukainya serta membuat peraturan-peraturan sendiri.

D. Bahaya Pubertas
Bahaya Fisik
Bahaya fisik utama masa puber disebabkan kesalahan fungsi kelenjar endokrin
yang mengendalikan pertumbuhan pesat dan perubahan seksual yang terjadi.
Ketidakseimbangan endokrin pada masa puber dapat mengakibatkan :
a. Kekurangan hormone pertumbuhan yang dapat menyebabkan anak menjadi
lebih kecil dari rata-rata paad waktu ia matang.
b. Kurangnya hormon gonad yang dapat menyebabkan pertumbuhan anggota
badan berlansung terlallu lama dan individu menjadi lebih besar dari rata-rata.
Selain itu juga mempengaruhi perkembangan normal organ-organ seks dan
ciri-ciri seks sekunder sehingga individu tetap kekanak-kanakan atau
mengambil cirri-ciri lawan jenis, bergantung pada kapan terjadinya gangguan
dalam siklus perkembangan.
c. Persediaan hormone gonad yang berlebihan dapat menyebabakan permulaan
masa puber kadang-kadang dimulai sedini usia lima atau enam tahun yang
dikenal dengan puberty praecox.
Bahaya Psikologis
Akibat jangka panjang bahaya psikologis pada masa puber lebih penting daripada
akibat langsungnya.
Konsep diri yang kurang baik. Anak pada masa puber cenderung memberikan
konsep diri yang buruk terhadap dirinya sendiri. Anak puber cenderung tidak
social bahkan mungkin berperilaku antisocial . Jika konsep diri yang kurang baik
terus dikembangkan, anak menarik diri, sedikit melibatkan diri dalam kegiatan
atau pembicaraan kelompok, atau menjadi agresif dan bersikap bertahan,
membalas dendam perlakuan yang tidak adil.
Kurangnya persiapan untuk menghadapi perubahan masa pubertas. Jika seorang
anak tidak diberi tahu atau secara psikologis tidak dipersiapkan tentang perubahan
fisik dan psikologis yang terjadi pada masa puber, pengalaman akan perubahan itu
dapat merupakan pengalaman traumatis. Akibatnya, anak cenderung
mengembangkan sikap yang kurang baik terhadap perubahan sikap-sikap yang
lebih cenderung menetap daripada menghilang.
Menerima tubuh yang berubah. Pada masa puber, seorang anak harus menerima
kenyataan bahwa tubuhnya berubah. Namun, pada kenyataanya hanya sedikit
anak puber yang mampu menerima kenyataan ini, sehingga sebagian dari mereka
merasa kurang puas dengan penampilan mereka sendiri.
Penyimpangan dalam pematangan seksual. Masalah penyimpangan dalam
pematangan seksual merupakan salah satu masalah yang serius selama masa
puber. Masalahnya terletak pada penyimpangan dalam usia terjadinya kematangan
seksual atau waktu yang diperlukan untuk pematangan. Karena adanya
penyimpanagn tersebut akan mempengaruhi keadaan psikologis anak. Anak akan
menjadi cemas akan kenormalannya di masa depan.

E. Menghadapi Masa Pubertas


Masa pubertas adalah masa transisi yang penuh gejolak. Pada masa ini mulai terjadi
perubahan, baik secara fisik maupun psikis. Secara fisik, organ-organ tubuh tertentu,
seperti organ reproduksi atau organ seksual dan jaringan syaraf mulai berfungsi.
Sedangkan secara psikis, mulai mengalami perkembangan emosional dengan ditandai
adanya kecenderungan terhadap lawan jenis, adanya keinginan untuk memiliki teman
khusus yang disukai, dan mulai melepaskan diri dari kendali orang tua.
Untuk melewati masa pubertas dengan baik, tentunya tidak mudah untuk dilakukan.
Pada masa ini terjadi perubahan-perubahan, baik secara fisik maupun psikis, yang jika
tidak dihadapi dengan baik akan menimbulkan berbagai penyimpangan.
Ada beberapa solusi yang dapat dilakukan untuk menghadapi masa pubertas tersebut.
1. Menanamkan rasa percaya diri
Secara umum, sebagian anak yang memasuki usia pubertas ada yang mengalami rasa
takut yang berlebihan dalam banyak sisi kehidupannya, seperti takut bertemu dengan
para tamu, takut menghadapi ujian, takut berbicara di tengah masyarakat mana pun
atau momen apa pun karena khawatir dikritik atau salah. Kelompok anak ini
mengalami krisis kurang percaya diri, merasa tidak aman dan nyaman akibat
pendidikan yang salah, terutama sikap ketergantungan pada orang lain. Terkadang
timbul hal-hal lainnya, seperti tidak mampu berbicara, malu, stres, cemas dan
sebagainya. Oleh karena itu, penanaman rasa percaya diri sangat diperlukan dalam
menghadapi masa pubertas ini.
2. Jangan malu bertanya
Pada masa puber, anak akan mengalami berbagai perubahan. Perubahan-perubahan itu
akan membuat anak puber memikirkan berbagai hal. Oleh karena itu, jika ada sesuatu
yang tidak dimengerti dan perlu ditanyakan, jangan malu untuk bertanya. Jika
memang yang ditanyakan itu bersifat pribadi, tanyakanlah pada orang yang bias
dipercaya, misalnya orang tua. Peranan orang tua memang sangat dibutuhkan ketika
anak mulai mangalami masa pubertas.
3. Menanamkan nilai-nilai agama
Tidak dipungkiri, pada masa ini anak cenderung melakukan hal-hal yang dianggap
menyimpang dari kebenaran. Mungkin bagi sebagian orang itu hal yang wajar.
Namun, jika terus dilakukan tanpa adanya suatu bimbingan yang dapat membatasi
mereka dalam melakukan suatu tindakan, ini akan sangat berbahaya. Oleh karena itu,
perlu ditanamkan nilai-nilai agama yang dapat membatasi anak-anak puber dalam
berbuat sesuatu.
4. Remaja hendaknya selalu menjaga kebersihan dan kesehatan tubuhnya, khususnya organ
reproduksinya dengan cara:

mandi 2x sehari
keramas 2-3x seminggu
rajin membersihkan muka
mengatasi BB dengan deodorant/sejenis
mengganti pakaian dalam setiap hari
makan makanan bergizi
olahraga teratur.