Anda di halaman 1dari 133

Panduan Penyusunan

Kegiatan Penataan Kampung Nelayan/Tepi Air,Kumuh Perotaan Dan


Peningkatan Kawasan Pariwisata
TA.2016
DAFTAR
ISTILAH
RAB : Rencana Anggaran Biaya
RDTR : Rencana Detail Tata Ruang
RKM : Rencana Kerja Masyarakat
RKP : Rencana Kawasan Permukiman
RP2KPKP : Rencana Pencegahan dan Peningkatan Kualitas Permukiman Kumuh Perkotaan
RP2KP : Rencana Pembangunan dan Pengembangan Kawasan Permukiman
RP3KP : Rencana Pembangunan dan Pengembangan Perumahan dan Kawasan
Permukiman
RPI2JM : Rencana Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah
RPJMN : Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional RPJMD
: Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah
RPJP : Rencana Pembangunan Jangka Panjang
RPKPP : Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas
RTRW : Rencana Tata Ruang Wilayah
SDGs : Sustainable Development Goals
SIAP : Slum Improvement Action Plan
SKS : Survey Kampung Sendiri
SPAM : Sistem Pengelolaan Air Minum
SPM : Standar Pelayanan Minimal
SPMK : Surat Perintah Mulai Kerja
SPPIP : Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan
TAP : Tenaga Ahli Pendamping
TPS : Tempat Pengolahan Sampah TPS
3R : Tempat Pengolahan Sampah 3R
TPST : Tempat Pengolahan Sampah Terpadu
DAFTAR
ISI

KATA PENGANTAR ........................................................................................................................... i


DAFTAR SINGKATAN ..................................................................................................................... iii
DAFTAR ISI ....................................................................................................................................... v
DATAR TABEL ...................................................................................................................................... vii
DAFTAR GAMBAR ..................................................................................................................... ix

BAB 1 PENDAHULUAN .............................................................................................................. 1-1


2.1. LATAR BELAKANG ................................................................................................................. 1-1

2.2. MAKSUD, TUJUAN, DAN SASARAN .......................................................................................... 1-2

1.2.1 MAKSUD. ................................................................................................................. 1-3


1.2.2 TUJUAN .............................................................................................................. . 1-3
1.2.3 SASARAN ................................................................................................................. .1-3
2.3. MANFAAT PANDUAN ................................................................................................................... 1-3

2.4. SISTEMATIKA PANDUAN ............................................................................................................ 1-3

BAB 2 TINJAUAN LANDASAN HUKUM & DASAR PENYUSUNAN ........................................ 2-1

3.1. LANDASAN HUKUM .................................................................................................................... 2-1

3.2. MAKSUD, TUJUAN, DAN SASARAN .......................................................................................... 2-2


2. 2.1. Amanat Undang Undang No. 1 Tahun 2011 Tentang Perumahan dan
Kawasan Permukiman . ............................................................................................ 2-3

2. 2.2. Amanat Undang Undang No. 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan


Daerah ............................................................................................................... . 2-3

2. 2.3. Permen PU No.1/PRT/M?2014 SPM Bidang PU dan Penataan Ruang ................. 2-8
2. 2.4. PP No. 50 Tahun 2011 Tentang RIPKN Tahun 2910-2025 .................................... . 2-12 .
3.3. PEMAHAMAN KEGIAAN STRATEGI ........................................................................................ 1-21

BAB 3 KEGIATAN NELAYAN/TEPI AIR, KUMUH & KAWASAN WISATA .............................. 3-1

3.1. RUANG LINGKUP KEGIATAN ................................................................................................... 3-1

3.2. PROSES DAN PROSEDUR PELAKSANAAN KEGIATAN .......................................................... 3-4


BAGIAN
PENDAHULUAN
1
1.1 PENDAHULUAN
Permasalahan permukiman kumuh menjadi salah satu isu utama pembangunan perkotaan
yang cukup menjadi polemik, karena upaya penanganan yang sebenarnya dari waktu ke waktu
sudah dilakukan berbanding lurus dengan terus berkembangnya kawasan kumuh dan munculnya
kawasan-kawasan kumuh baru. Secara khusus dampak permukiman kumuh juga akan
menimbulkan paradigma buruk terhadap penyelenggaraan pemerintah, dengan memberikan
dampak citra negatif akan ketidakberdayaan dan ketidakmampuan pemerintah dalam pengaturan
pelayanan kehidupan hidup dan penghidupan warganya. Dilain sisi dibidang tatanan sosial
budaya kemasyarakatan, komunitas yang bermukim di lingkungan permukiman kumuh secara
ekonomi pada umumnya termasuk golongan masyarakat berpenghasilan rendah,
Pencegahan dan peningkatan kualitas permukiman kumuh telah diamanatkan UU No.1 tahun
2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman, Selain itu, penanganan permukiman kumuh
sudah secara jelas ditargetkan pada RPJMN 2015-2019, dimana target besarnya adalah
terciptanya kota bebas kumuh di tahun 2019. Proses penanganan kumuh telah dimulai tahun 2015
dan target nol persen harus dicapai pada 2019, sehingga waktu penyelesaian tinggal 4 (empat)
tahun dengan ragam persoalan yang belum sepenuhnya terdeteksi. Langkah awal dalam
mengejar target kota bebas kumuh 2019 sebenarnya telah dimulai oleh Kementerian Pekerjaam
Umum melalui Ditjen Cipta Karya sejak tahun 2014 dengan menyusun road map penanganan
kumuh serta pemutakhiran data kumuh yang dilaksanakan secara kolaboratif dengan
kementerian/lembaga yang terkait serta pemerintah daerah di seluruh Indonesia.

RPJMN 2015-2019 dan renstra Kementerian PUPR mengamanatkan kota bebas kumuh di tahun 2019.
Berbagai upaya dilakukan untuk mencapai target tersebut, diantaranya mengupayakan percepatan
langkah dengan pengkayaan ragam penanganan. Direktorat Pengembangan Kawasan Permukiman
menempatkan pencapaian target diatas menjadi bagian dari output maupun outcome penyelenggaraan
kawasan permukiman, terutama pada kawasan permukiman khusus. Salah satunya dengan menata
permukiman nelayan/tepi air menjadi layak huni dan berkelanjutan, melaksanakan peningkatan
kualitas permukiman kumuh pada kota-kota prioritas dan proses percepatan penghunian
Rusunawa.

Satuan Kerja Pengembangan Kawasan Permukiman Strategis menjadi bagian dari pelaksana
percepatan pencapaian menuju 0% kumuh atau kota tanpa kumuh, dimana dalam penugasannya
mendapatkan penekanan dalam rangkaian kegiatan dengan fungsi strategis. Satuan Kerja ini
dinamakan strategis dikarenakan program atau kegiatan yang akan dilaksanakan merupakan arahan
langsung atau direktif dari Presiden, dan pelaksanaan kegiatan yang bersifat urgent/mendesak. Hal

Panduan Penyusunan
1-1 PENATAAN KAWASAN NELAYAN/TEPI AIR,KUMUH PERKOTAAN & KAWASAN WISATA
inilah yang memberikan perbedaan fungsi dan peran dibanding Satuan Kerja Provinsi ataupun Satker
Pengembangan Kawasan lainnya. Jadi tidak hanya sekedar dipandang dari sisi banyak tidaknya biaya
atau budget kegiatan.

Keberadaan Satuan Kerja Pengembangan Kawasan Permukiman Strategis ini akan tetap membawa
warna sejalan dengan alur atau koridor Direktorat Pengembangan Kawasan Permukiman dengan
melaksanakan peningkatan kualitas permukiman kumuh pada kota-kota prioritas dengan permasalahan
kumuh yang cukup kompleks; penataan kualitas permukiman kampung nelayan/tepi air pada (11)
sebelas lokasi yang telah ditetapkan sebagai kawasan prioritas yang akan diselesaikan pada tahun
2019, dan percepatan penghunian Rusunawa, termasuk di dalamnya adalah perkuatan kepada
Pemerintah Daerah. Berkenaan dengan hal tersebutlah kehadiran Bapak-bapak dan Ibu-ibu sekalian di
sini adalah dalam rangka mewujudkan pelibatan Pemerintah Daerah agar lebih intensif pada kegiatan
Pengembangan Kawasan Permukiman yang bersifat strategis ini.

Direktorat Pengembangan Kawasan Permukiman, Ditjen Cipta Karya melalui Subdit Perkotaan
Khusus memberikan fasilitasi berupa Pendampingan dalam Penataan Permukiman Kampung
Nelayan/tepi air, Peningkatan Kualitas Permukiman Kumuh Perkotaan dan Wisata , sebagaimana
dimaksud di Kabupaten/Kota sebagai bentuk percepatan yang dilakukan Satuan Kerja
Pengembangan Kawasan Permukiman Strategis dilakukan melalui:
1. Keterkaitan infrastruktur terhadap system penyelenggaraan infrastruktur pada kawasan
permukiman kumuh perkotaan dan kampung nelayan/tepi air. Keterkaitan ini sejalan dengan
penyelenggaraan permukiman yang layak huni dan berkelanjutan.
2. Penataan yang dilakukan secara berjenjang untuk masing-masing komponen infrastruktur.
3. Implementasi dilakukan dalam system penanganan skala layanan (system scale delivery) mulai
dari skala lingkungan (neighborhood-wide), skala kawasan (area-wide) hingga skala kota (city-
wide).

1.2 MAKSUD, TUJUAN DAN SASARAN


1.2.1. MAKSUD

Panduan Penyusunan Penataan Permukiman Kampung Nelayan/tepi air, Peningkatan Kualitas


Permukiman Kumuh Perkotaan dan Wisata ini disusun dengan maksud untuk memberikan
panduan teknis bagi pemangku kepentingan dalam penyusunan Penataan Permukiman
Kampung Nelayan/tepi air, Peningkatan Kualitas Permukiman Kumuh Perkotaan dan Wisata di
kabupaten/kota.

1.2.2. TUJUAN

Disusunnya Penyusunan Penataan Permukiman Kampung Nelayan/tepi air, Peningkatan Kualitas


Permukiman Kumuh Perkotaan dan Wisata memiliki tujuan:
Memberikan pemahaman dasar mengenai Perencanaan Permukiman Kampung Nelayan/tepi
air, Peningkatan Kualitas Permukiman Kumuh Perkotaan dan Wisata ;
Memberikan acuan teknis mengenai penyelenggaraan Penataan Permukiman Kampung
Nelayan/tepi air, Peningkatan Kualitas Permukiman Kumuh Perkotaan dan Wisata baik
secara proses maupun substansi; dan
Panduan Penyusunan
1-2 PENATAAN KAWASAN NELAYAN/TEPI AIR,KUMUH PERKOTAAN & KAWASAN WISATA
Memberikan acuan teknis baku mutu dari produk Perencanaan Permukiman Kampung
Nelayan/tepi air, Peningkatan Kualitas Permukiman Kumuh Perkotaan dan Wisata yang
dihasilkan.

1.2.3. SASARAN

Sasaran disusunnya Panduan Penataan Permukiman Kampung Nelayan/tepi air, Peningkatan


Kualitas Permukiman Kumuh Perkotaan dan Wisata ini antara lain:
tersedianya landasan memahami konsepsi Penataan Permukiman Kampung Nelayan/tepi air,
Peningkatan Kualitas Permukiman Kumuh Perkotaan dan Wisata ;
tersedianya acuan teknis bagi penyelenggaraan Penataan Permukiman Kampung Nelayan/tepi
air, Peningkatan Kualitas Permukiman Kumuh Perkotaan dan Wisata ;
tercapainya standar baku mutu dari produk Perencanaan Permukiman Kampung Nelayan/tepi
air, Peningkatan Kualitas Permukiman Kumuh Perkotaan dan Wisata yang dihasilkan.

1.3 MANFAAT PANDUAN

Panduan Penyusunan Kegiatan Penataan Permukiman Kampung Nelayan/tepi air, Peningkatan


Kualitas Permukiman Kumuh Perkotaan ini diharapkan dapat bermanfaat bagi:
Direktorat Jenderal Cipta Karya, Kementerian Pekerjaan Umum sebagai acuan dalam
rangka melaksanakan tugas pembinaan melalui fasilitasi kegiatan Penyusunan Kegiatan
Penataan Permukiman Kampung Nelayan/tepi air, Peningkatan Kualitas Permukiman
Kumuh Perkotaan dan Kawasan Wisata :
Satuan Kerja Pengembangan Kawasan Permukiman Strategis dan Tim Teknis
sebagai acuan dalam mengarahkan dan melakukan monitoring evaluasi terhadap
pelaksanaan proses dan pencapaian hasil Kegiatan Penataan Permukiman Kampung
Nelayan/tepi air, Peningkatan Kualitas Permukiman Kumuh Perkotaan , Kawasan Wisata
yang disusun;
Tenaga Ahli Perencana/Pendamping sebagai acuan dalam memberikan pendampingan
perencanaan dan mengarahkan pada proses pelaksanaan kegiatan yang seharusnya.

1.4 SISTEMATIKA PANDUAN

Untuk memudahkan dalam memahami proses dan substansi Penataan Permukiman Kampung
Nelayan/tepi air, Peningkatan Kualitas Permukiman Kumuh Perkotaan dan Kawasan Wisata ,
maka Panduan Penyusunan ini dibagi kedalam 3 (tiga) bagian, yaitu:

BAGIAN I Bagian ini menjelaskan mengenai latar belakang,


Pendahuluan maksud, tujuan dan sasaran, serta manfaat dari
Panduan Perencanaan Permukiman Kampung
Nelayan/tepi air, Peningkatan Kualitas Permukiman
Kumuh Perkotaan dan Kawasan Wisata
BAGIAN II Bagian ini membahas mengenai landasan hukum
Tinjauan Landasan Hukum Penataan Permukiman Kampung Nelayan/tepi air,
Kegiatan
Panduan Penyusunan
1-3 PENATAAN KAWASAN NELAYAN/TEPI AIR,KUMUH PERKOTAAN & KAWASAN WISATA
Peningkatan Kualitas Permukiman Kumuh Perkotaan
dan Wisata , permasalahan kawasan permukiman
kumuh perkotaan dan kebutuhan penanganannya, serta
penanganan permasalahan kawasan permukiman
kumuh perkotaan melalui Perencanaan
BAGIAN III Bagian ini merupakan inti dari Buku Panduan
Kegiatan Penyusunan Penyusunan ini yang menjelaskan ruang lingkup
Perencanaan Kegiatan
kegiatan penyusunan, proses dan prosedur Penataan
Permukiman Kampung Nelayan/tepi air, Peningkatan
Kualitas Permukiman Kumuh Perkotaan dan Kawasan
Wisata , serta keluaran yang dihasilkan.

Panduan Penyusunan
1-4 PENATAAN KAWASAN NELAYAN/TEPI AIR,KUMUH PERKOTAAN & KAWASAN WISATA
BAGIAN 2
TINJAUAN LANDASAN HUKUM &
DASAR PENYUSUNAN
Penyusunan Penyusunan Perencanaan Kegiatan Penataan Permukiman Kampung Nelayan/tepi
air, Peningkatan Kualitas Permukiman Kumuh Perkotaan dan Wisata didasari atas amanat
Undang-undang No.1 tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman, sedangkan
upaya pencapaian kota bebas kumuh pada tahun 2019 sendiri diamanatkan dalam dokumen
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 dan NAWACITA .
Adapun secara teknis pencegahan dan peningkatan kualitas permukiman kumuh mengacu pada
PermenPUPR tentang Peningkatan Kualitas Perumahan dan Permukiman Kumuh serta Standar
Pelayanan Minimal (SPM) bidang Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang

2.1. LANDASAN HUKUM


2.1.1. Amanat Undang - Undang No.1 Tahun 2011 Tentang Perumahan Dan Kawasan
Permukiman
Undang-undang tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman (UU-PKP) merupakan
peraturan perundang-undangan yang memerintahkan pembentukan Peraturan Daerah terkait
dengan upaya pencegahan dan peningkatan kualitas terhadap perumahan kumuh dan
permukiman kumuh. Terdapat 2 (dua) pasal yang melandasi peraturan daerah tersebut, yaitu
pasal 94 ayat 3 dan pasal 98 ayat 3.
Pasal 94 ayat 3 mengamanatkan kepada daerah untuk melaksanakan pencegahan dan
peningkatan kualitas terhadap perumahan kumuh dan permukiman kumuh. Dalam upaya
pencegahan dan peningkatan kualitas, terdapat berbagai substansi meliputi: pengawasan dan
pengendalian serta pemberdayaan masyarakat, perencanaan, pelaksanaan peningkatan
kualitas, serta pengelolaan yang harus dirumuskan dalam suatu lingkup pengaturan.
Lebih jauh dalam Pasal 98 ayat 3 juga telah dirumuskan bahwa ketentuan lebih lanjut mengenai
penetapan lokasi dilaksanakan oleh pemerintah daerah dengan peraturan daerah. Pasal ini jelas
mengamanatkan bahwa proses serta berbagai komponen pendukung dalam penetapan lokasi
harus dimuat di dalam suatu Peraturan Daerah.
Selain kedua pasal yang menjadi acuan dalam penyusunan Peraturan Daerah, terdapat
beberapa substansi pengaturan dalam UU-PKP yang dapat perlu diacu, dimulai dari tujuan
penyelenggaraan perumaha dan kawasan permukiman hingga berbagai elemen sanksi.
Tujuan Penyelenggaraan Perumahan dan Kawasan Permukiman: Perumahan dan kawasan
permukiman adalah satu kesatuan sistem yang terdiri atas pembinaan, penyelenggaraan
perumahan, penyelenggaraan kawasan permukiman, pemeliharaan dan perbaikan, pencegahan
dan peningkatan kualitas terhadap perumahan kumuh dan permukiman kumuh, penyediaan
tanah, pendanaan dan sistem pembiayaan, serta peran masyarakat.
Panduan Penyusunan
2 -1 PENATAAN KAWASAN NELAYAN/TEPI AIR,KUMUH PERKOTAAN & KAWASAN WISATA
Pencegahan dan peningkatan kualitas terhadap perumahan kumuh dan permukiman kumuh
guna meningkatkan mutu kehidupan dan penghidupan masyarakat penghuni dilakukan untuk
mencegah tumbuh dan berkembangnya perumahan kumuh dan permukiman kumuh baru serta
untuk menjaga dan meningkatkan kualitas dan fungsi perumahan dan permukiman. Pencegahan
dan peningkatan kualitas terhadap perumahan kumuh dan permukiman kumuh wajib dilakukan
oleh Pemerintah, pemerintah daerah, dan/atau setiap orang

Mengacu pada Undang Undang No.1 Tahun 2011, upaya peningkatan kualitas permukiman
kumuh pada dasarnya meliputi 4 (empat) tahapan utama yakni pendataan, penetapan lokasi,
pelaksanaan dan pengelolaan sebagaimana yang ditunjukkan pada gambar berikut .

Gambar 2.1 Proses Peningkatan Kualitas Perumahan dan Permukiman Kumuh Menurut UU No. 1/ 2011
Selain itu, UU No.1/2011 juga mengamanatkan bahwa penyelenggaraan perumahan dan
kawasan permukiman dilakukan oleh Pemerintah dan pemerintah daerah dengan melibatkan
peran masyarakat. Terkait hal ini, masing-masing stakeholder memiliki peran, tugas dan fungsi
sesuai dengan kapasitasnya dalam penyelenggaraan kawasan permukiman, termasuk di
dalamnya terkait upaya pencegahan dan peningkatan kualitas permukiman kumuh, sebagaimana
yang dapat dilihat pada gambar 2.2.

Gambar 2.2 Struktur Pembagian Peran Pemerintah, Pemerintah Daerah, dan Masyarakat
Panduan Penyusunan
2 -2 PENATAAN KAWASAN NELAYAN/TEPI AIR,KUMUH PERKOTAAN & KAWASAN WISATA
2.1.2. Amanat Undang - Undang No.23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah
UU No.23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah merupakan peraturan perundang-
undangan yang menjadi dasar kewenangan pembentukan Peraturan Daerah, karena mengatur
kewenangan Pemerintah Daerah dalam urusan pemerintahan konkuren, yaitu Urusan
Pemerintahan yang dibagi antara Pemerintah Pusat dan Daerah provinsi dan Daerah
kabupaten/kota. Urusan pemerintahan konkuren yang diserahkan ke Daerah menjadi dasar
pelaksanaan Otonomi Daerah.
Berdasarkan Pasal 12 ayat (1) dapat dipahami bahwa urusan terkait permukiman, yaitu bidang
pekerjaan umum dan penataan ruang sub urusan permukiman, serta bidang perumahan rakyat
dan kawasan permukiman merupakan urusan pemerintahan wajib konkuren yang menjadi
kewenangan daerah. Lebih jauh dalam Pasal 13 ayat (4) disebutkan bahwa urusan
pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah kabupaten / kota adalah urusan pemerintahan
yang lokasinya dalam daerah kabupaten / kota.
Terkait dengan urusan konkuren bidang pekerjaan umum dan penataan ruang, sub urusan
permukiman menurut pembagian kewenangan adalah sebagai berikut:
1. Pemerintah Pusat
Penetapan sistem pengembangan infrastruktur permukiman secara nasional.
Penyelenggaraan infrastruktur pada permukiman di kawasan strategis nasional

2. Pemerintah Daerah Provinsi


Penyelenggaraan infrastruktur pada permukiman di kawasan strategis Daerah provinsi.

3. Pemerintah Daerah Kabupaten / Kota


Penyelenggaraan infrastruktur pada permukiman di Daerah kabupaten/kota.
Pembangunan dan pengembangan kawasan permukiman bersifat multisektoral dan melibatkan
banyak pihak. Direktorat Jenderal Cipta Karya merupakan leading sector dalam pengembangan
dan pembangunan kawasan permukiman, namun bukan sebagai pelaku tunggal. Perlu dipahami
bahwa pencapaian target pembangunan merupakan upaya terpadu dan sinkron dari berbagai
pemangku kepentingan baik pemerintah, masyarakat maupun swasta.
Dalam penyelenggaraannya, pembangunan dan pengembangan kawasan permukiman
dilakukan secara terdesentralisasi oleh Pemerintah dan pemerintah daerah dengan melibatkan
peran masyarakat. Pemerintah (baik pusat maupun daerah) akan lebih berperan sebagai
pembina, pengarah, dan pengatur, agar terus dapat tercipta suasana yang semakin kondusif.
Antara pemerintah dengan pemerintah daerah, juga terdapat pembagian peran dalam
pengaturan, pembinaan, pelaksanaan dan pengendalian mengacu pada peraturan perundangan
yang berlaku. Disamping itu agar terjadi efisiensi dan efektivitas dalam pembangunan
perumahan dan permukiman, baik di kawasan perkotaan maupun di kawasan
perdesaan,pelaksanaannya harus dilakukan secara terpadu (baik sektornya, pembiayaannya,
maupun pelakunya) dan dilakukan berdasarkan dokumen perencanaan pembangunan dan
penataan ruang yang berlaku. Pembagian peran dan kewenangan dalam pembangunan dan
pengembangan kawasan permukiman secara luas, dapat dilihat dalam ilustrasi pada gambar
berikut ini

Panduan Penyusunan
2 -3 PENATAAN KAWASAN NELAYAN/TEPI AIR,KUMUH PERKOTAAN & KAWASAN WISATA
Gambar 2.3 Peran Antar Pemangku Kepentingan dalam Pembangunan dan Pengembangan Kawasan
Permukiman
Terkait penanganan permukiman kumuh, undang-undang ini mengamanatkan bahwa pemerintah
pusat dapat turun langsung dalam upaya pencegahan dan peningkatan kualitas permukiman
kumuh perkotaan dengan beberapa prasyarat, antara lain:
4. Kawasan permukiman kumuh berada pada lingkup Kawasan Strategis Nasional (KSN); dan
5. Kawasan permukiman kumuh memiliki luas minimal 15 Ha.
Secara rinci pembagian urusan antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah
kabupaten/kota untuk sub urusan kawasan permukiman serta perumahan dan kawasan
permukiman kumuh dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

Panduan Penyusunan
2 -4 PENATAAN KAWASAN NELAYAN/TEPI AIR,KUMUH PERKOTAAN & KAWASAN WISATA
Tabel 2.1 Pembagian Urusan Pemerintah terkait Penanganan Permukiman Kumuh

PEMERINTAH PEMERINTAH
NO. SUB URUSAN PEMERINTAH PUSAT
PROVINSI KAB/KOTA

1. Kawasan a. Penetapan sistem Penataan dan a. Penerbitan izin


Permukiman kawasan peningkatan kualitas pembangunan dan
permukiman. kawasan permukiman pengembangan
b. Penataan dan kumuh dengan luas 10 kawasan
peningkatan (sepuluh) ha sampai permukiman.
kualitas kawasan dengan di bawah 15 b. Penataan dan
permukiman kumuh (lima belas) ha. peningkatan
dengan luas 15 kualitas kawasan
(lima belas) ha atau permukiman kumuh
lebih. dengan luas di
bawah 10 (sepuluh)
ha.

2. Perumahan dan --- --- Pencegahan


Kawasan perumahan dan
Permukiman kawasan permukiman
Kumuh kumuh pada Daerah
kabupaten/kota.

Sumber: Lampiran UU No.23/2014

A. Agenda Pembangunan Nasional terkait Permukiman Kumuh

Agenda Pembangunan Nasional yang berkaitan dengan Permukiman Kumuh termasuk ke dalam
agenda keenam yaitu Meningkatkan Produktivitas Rakyat dan Daya Saing di Pasar Internasional
dengan sub agenda Membangun Infrastruktur / Prasarana Dasar. Pembangunan
Infrastruktur/Prasarana Dasar meliputi air minum, sanitasi, perumahan dan ketenagalistrikan
dengan sasaran sebagai berikut:
1) Terfasilitasinya penyediaan hunian layak untuk 18,6 juta rumah tangga berpenghasilan
rendah yakni pembangunan baru untuk 9 juta rumah tangga melalui bantuan stimulan
perumahan swadaya untuk 5,5 juta rumah tangga dan pembangunan rusunawa untuk 514.976
rumah tangga, serta peningkatan kualitas hunian sebanyak 9,6 juta rumah tangga dalam
pencapaian pengentasan kumuh 0 persen (pengurangan luasan permukiman kumuh
sebanyak 38431 Ha).
2) Tercapainya 100 persen pelayanan air minum bagi seluruh penduduk Indonesia melalui
pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di 3.099 kawasan MBR, 2.144 Ibukota
Kecamatan, 16.983 desa, 7.557 kawasan khusus, dan 28 regional; (2) Pembangunan
Penampung Air Hujan (PAH) sebanyak 381.740 unit; (3) Fasilitasi optimasi bauran sumber
daya air domestik di 27 kota metropolitan dan kota besar; (4) Fasilitasi 38 PDAM sehat di
kota metropolitan, kota besar, kota sedang dan kota kecil; (5) Fasilitasi business to
business di 315 PDAM; (6) Fasilitasi restrukturisasi utang 394 PDAM; (6) Peningkatan
jumlah PDAM Sehat menjadi 253 PDAM, penurunan jumlah PDAM kurang sehat menjadi
80 PDAM, dan penurunan jumlah PDAM sakit menjadi 14 PDAM

Panduan Penyusunan
2 -5 PENATAAN KAWASAN NELAYAN/TEPI AIR,KUMUH PERKOTAAN & KAWASAN WISATA
3) Meningkatnya akses penduduk terhadap sanitasi layak (air limbah domestik, sampah dan
drainase lingkungan) menjadi 100 persen pada tingkat kebutuhan dasar yaitu (i) untuk
sarana prasarana pengelolaan air limbah domestik dengan penambahan infrastruktur air
limbah sistem terpusat di 430 kota/kab (melayani 33,9 juta jiwa), penambahan pengolahan
air limbah komunal di 227 kota/kab (melayani 2,99 juta jiwa), serta peningkatan pengelolaan
lumpur tinja perkotaan melalui pembangunan IPLT di 409 kota/kab; (ii) untuk sarana
prasarana pengelolaan persampahan dengan pembangunan TPA sanitary landfill di 341
kota/kab, penyediaan fasilitas 3R komunal di 334 kota/kab, fasilitas 3R terpusat di 112
kota/kab; (iii) untuk sarana prasarana drainase permukiman dalam pengurangan genangan
seluas 22.500 Ha di kawasan permukiman; serta (iv) kegiatan pembinaan, fasilitasi,
pengawasan dan kampanye serta advokasi di 507 kota/kab seluruh Indonesia.
4) Meningkatnya keamanan dan keselamatan bangunan gedung di kawasan perkotaan melalui
fasilitasi peningkatan kualitas bangunan gedung dan fasilitasnya di 9 kabupaten/kota,
fasilitasi peningkatan kualitas sarana dan prasarana di 1.600 lingkungan permukiman, serta
peningkatan keswadayaan masyarakat di 55.365 kelurahan

B. Arah Kebijakan dan Strategi Pembangunan Infrastruktur dan Sarana Dasar


1) Meningkatkan akses masyarakat berpendapatan rendah terhadap hunian yang layak, aman,
dan terjangkau serta didukung oleh penyediaan prasarana, sarana, dan utilitas yang
memadai melalui strategi:
a. Peningkatan peran fasilitasi pemerintah dan pemerintah daerah dalam menyediakan
hunian baru (sewa/milik) dan peningkatan kualitas hunian. Penyediaan hunian baru
(sewa/milik) dilakukan melalui pengembangan sistem pembiayaan perumahan nasional
yang efektif dan efisien termasuk pengembangan subsidi uang muka, kredit mikro
perumahan swadaya, bantuan stimulan, memperluas program Fasilitas Likuiditas
Pembiayaan Perumahan, serta integrasi tabungan perumahan dalam sistem jaminan sosial
nasional. Sementara peningkatan kualitas hunian dilakukan melalui penyediaa n
prasarana, sarana, dan utilitas, pembangunan kampung deret, serta bantuan stimulan
dan/atau kredit mikro perbaikan rumah termasuk penanganan permukiman kumuh yang
berbasis komunitas.
b. Peningkatan tata kelola dan keterpaduan antara para pemangku kepentingan
pembangunan perumahan melalui: i) penguatan kapasitas pemerintah dan pemerintah
daerah dalam memberdayakan pasar perumahan dengan mengembangkan regulasi yang
efektif dan tidak mendistorsi pasar; ii) penguatan peran lembaga keuangan (bank/non-
bank ); serta iii) revitalisasi Perum Perumnas menjadi badan pelaksana pembangunan
perumahan sekaligus pengelola Bank Tanah untuk perumahan.
Peningkatan peran Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang terkait dengan penyediaan
perumahan untuk MBR melalui: i) peningkatan ekuitas Bank Tabungan Negara (BTN),
Perum Perumnas, dan Sarana Multigriya Finansial (SMF) melalui Penyertaan Modal
Negara (PMN); ii) mendorong BTN menjadi bank khusus perumahan, serta iii) melakukan
perpanjangan Peraturan Presiden tentang SMF terkait penyaluran pinjaman kepada
penyalur Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dengan sumber pendanaan dari pasar modal
dengan dukungan pemerintah.
c. Peningkatan efektifitas dan efisiensi manajemen lahan dan hunian di perkotaan melalui
fasilitasi penyediaan rumah susun sewa dan rumah susun milik serta pengembangan
Panduan Penyusunan
2 -6 PENATAAN KAWASAN NELAYAN/TEPI AIR,KUMUH PERKOTAAN & KAWASAN WISATA
instrumen pengelolaan lahan untuk perumahan seperti konsolidasi lahan (land
consolidation), bank tanah (land banking), serta pemanfaatan lahan milik BUMN, tanah
terlantar, dan tanah wakaf.
d. Pemanfaatan teknologi dan bahan bangunan yang aman dan murah serta pengembangan
implementasi konsep rumah tumbuh (incremental housing).
e. Penyediaan sarana air minum dan sanitasi layak yang terintegrasi dengan penyediaan dan
pengembangan perumahan. Sarana air minum dan sanitasi menjadi infrastruktur bingkai
bagi terciptanya hunian yang layak.
2) Menjamin ketahanan sumber daya air domestik melalui optimalisasi bauran sumber daya air
domestik melalui strategi:
f. Jaga Air, yakni strategi untuk mengarusutamakan pem-bangunan air minum yang
memenuhi prinsip 4K (kualitas, kuantitas, kontinuitas dan keterjangkauan) serta mening -
katkan kesadaran masyarakat akan hygiene dan sanitasi.
g. Simpan Air, yakni strategi untuk menjaga ketersediaan dan kuantitas air melalui upaya
konservasi sumber air baku air minum yakni perluasan daerah resapan air hujan,
pemanfaatan air hujan (rain water harvesting) sebagai sumber air baku air minum maupun
secondary uses pada skala rumah tangga (biopori dan penampung air hujan) dan skala
kawasan (kolam retensi), serta pengelolaan drainase berwawasan lingkungan.
h. Hemat Air, yakni strategi untuk mengoptimalkan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM)
yang telah ada melalui pengurangan kebocoran air hingga 20 persen, pemanfaatan idle
capacity; dan pengelolaan kebutuhan air di tingkat penyelenggara dan skala kota.
i. Daur Ulang Air, yakni strategi untuk memanfaatkan air yang telah terpakai melalui
pemakaiaan air tingkat kedua (secondary water uses) dan daur ulang air yang telah
dipergunakan (water reclaiming).
3) Penyediaan infrastruktur produktif melalui penerapan manajemen aset baik di perencanaan,
penganggaran, dan investasi termasuk untuk pemeliharaan dan pembaharuan infrastruktur
yang sudah terbangun melalui strategi :
a. Penerapan tarif atau iuran bagi seluruh sarana dan prasarana air minum dan sanitasi
terbangun yang menuju prinsip tarif pemulihan biaya penuh (full cost recovery)/memenuhi
kebutuhan untuk Biaya Pokok Produksi (BPP). Pemberian subsidi dari pemerintah bagi
penyelenggara air minum dan sanitasi juga dilakukan sebagai langkah jika terjadi
kekurangan pendapatan dalam rangka pemenuhan full cost recovery.
b. Pengaturan kontrak berbasis kinerja baik perancangan, pembangunan, pengoperasian, dan
pemeliharaan aset infrastruktur.
c. Rehabilitasi dan optimalisasi sarana dan prasarana air minum dan sanitasi yang ada saat
d. ini dan peningkatan pemenuhan pelayanan sarana sanitasi komunal.
4) Penyelenggaraan sinergi air minum dan sanitasi yang dilakukan di tingkat nasional, provinsi,
kabupaten/kota, dan masyarakat melalui strategi:
a. Peningkatan kualitas Rencana Induk-Sistem Penyediaan Air Minum (RI-SPAM) yang
didasari dengan neraca keseimbangan air domestik kota/kabupaten dan telah
mengintegrasikan pengelolaan sanitasi sebagai upaya pengamanan air minum;
b. Upaya peningkatan promosi hygiene dan sanitasi yang terintegrasi dengan penyediaan
sarana dan prasarana air minum dan sanitasi;
c. Implementasi Strategi Sanitasi Kota/Kabupaten (SSK) yang berkualitas melalui
pengarusutamaan SSK dalam proses perencanaan dan penganggaran formal;
Panduan Penyusunan
2 -7 PENATAAN KAWASAN NELAYAN/TEPI AIR,KUMUH PERKOTAAN & KAWASAN WISATA
d. Peningkatan peran, kapasitas, serta kualitas kinerja Pemerintah Daerah di sektor air
e. minum dan sanitasi.
f. Advokasi kepada para pemangku kepentingan di sektor air minum dan sanitasi, baik
eksekutif maupun legislatif serta media.
5) Peningkatan efektifitas dan efisiensi pendanaan infrastruktur air minum dan sanitasi melalui
sinergi dan koordinasi antar pelaku program dan kegiatan mulai tahap perencanaan sampai
implementasi baik secara vertikal maupun horizontal melalui strategi:
Pelaksanaan sanitasi sekolah dan pesantren, sinergi pengembangan air minum dan
sanitasi dengan kegiatan-kegiatan pelestarian lingkungan hidup dan upaya-upaya mitigasi
dan adaptasi perubahan iklim serta integrasi pembangunan perumahan dan penyediaan
kawasan permukiman dengan pembangunan air minum dan sanitasi.
Pelaksanaan pelayanan dasar berbasis regional dalam rangka mengatasi kendala
ketersediaan sumber air baku air minum dan lahan serta dalam rangka mendukung
konektivitas antar wilayah yang mendukung perkembangan dan pertumbuhan ekonomi.
Sinergi pendanaan air minum dan sanitasi dilaksanakan melalui (i) pemanfaatan alokasi dana
pendidikan untuk penyediaan sarana dan prasarana air minum dan sanitasi di sekolah; (ii)
pemanfaatan alokasi dana kesehatan baik untuk upaya preventif penyakit dan promosi
hygiene dan sanitasi serta pemanfaatan jaminan kesehatan masyarakat; (iii) penyediaan air
minum dan sanitasi melalui Anggaran Dasar Desa (ADD) serta (iv) sinergi penyediaan air
minum dan sanitasi dengan Dana Alokasi Khusus (DAK), Dekonsentrasi dan Tugas
Pembantuan (TP) untuk bidang kesehatan, lingkungan hidup, perumahan, dan pembangunan
desa tertinggal.

2.1.3. Permen PU No.1/PRT/M/2014 Standart Pelayanan Minimal Bidang Pekerjaan Umum


dan Penataan Ruang
Berdasarkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No.1 tahun 2014 tentang standar pelayanan
minimal bidang pekerjaan umum dan penataan ruang, diamanatkan bahwa pencegahan dan
peningkatan kualitas permukiman kumuh menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah
dan pemerintah daerah, dimana dalam hal ini pemerintah daerah bertanggung jawab atas
penurunan kawasan permukiman kumuh sebanyak 10%. Beberapa ketentuan SPM bidang
keciptakaryaan yang terkait dengan upaya pencegahan dan peningkatan kualitas permukiman
kumuh dapat dijelaskan pada tabel-tabel di bawah ini

Panduan Penyusunan
2 -8 PENATAAN KAWASAN NELAYAN/TEPI AIR,KUMUH PERKOTAAN & KAWASAN WISATA
Tabel 2.3 Standar Minimal Pelayanan Bidang Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang sub bidang Keciptakaryaan
Target
No Jenis Pelayanan Dasar Sasaran Indikator Satuan Cara Mengukur
Tahun 2019
1 2 3 4 5 6 7
SPM Provinsi
1 Penyediaan jalan untuk Meningkatnya kualitas persentase tingkat kondisi jalan % 60 Pengukuran kondisi jalan untuk memperole
melayani kebutuhan layanan jalan Provinsi provinsi baik dan sedang. IRI dapat dilakukan menggunakan:
masyarakat 1. Alat (Naasra/ Romdas/
Roughometer)
2. Metode visual dengan cara menaksir ni
Condition Index (RCI) yang kemudian diko
ke nilai International Roughness Index
(IRI) yang dilakukan pada kondisi tertentu)*

2 Penyediaan jalan untuk Tersedianya konektivitas persentase terhubungnya pusat- % 100 Pusat-pusat kegiatan dan pusat produksi s
melayani kebutuhan wilayah Provinsi pusat kegiatan dan pusat produksi yang tercantum pada RTRW Provinsi telah
masyarakat (konektivitas) di wilayah terhubung oleh jaringan jalan
provinsi

1 Penyediaan jalan untuk Meningkatnya kualitas persentase tingkat kondisi jalan % 60 Pengukuran kondisi jalan untuk memperole
melayani kebutuhan layanan jalan Kab/Kota kabupaten/kota baik dan sedang. dapat dilakukan menggunakan:
masyarakat alat (Naasra/Romdas/Roughometer) -
visual dengan cara menaksir nilai Road Co
Index (RCI) yang kemudian dikonversikan
kenilai International Roughness Index(IRI)
Target
No Jenis Pelayanan Dasar Sasaran Indikator Satuan Cara Mengukur
Tahun 2019
Target
No Jenis Pelayanan Dasar Sasaran Indikator Satuan Cara Mengukur
Tahun 2019

2 Penyediaan jalan untuk Tersedianya konektvitas persentase terhubungnya pusat- % 100 Pusat-pusat kegiatan dan pusat produksi s
melayani kebutuhan wilayah Kab/Kota pusat kegiatan dan pusat produksi di yang tercantum pada RTRW Kabupaten/ K
masyarakat wilayah kabupaten/ kota terhubung oleh jaringan jalan.

1 Penyediaan air minum Meningkatnya kualitas persentase penduduk yang % Contoh survey; kuesioner; dll.
layanan air minum mendapatkan akses air minum yang Penduduk 81,77%
permukiman perkotaan aman
2 Penyediaan sanitasi Meningkatnya kualitas persentase penduduk yang terlayani % Contoh survey; kuesioner; dll.
60%
sanitasi (air limbah, persa sistem air limbah yang memadai Penduduk
mpahan dan drainase) persentase pengurangan sampah di % Contoh survey; kuesioner; dll.
permukiman perkotaan 20%
perkotaan Penduduk
persentase pengangkutan sampah % Contoh survey; kuesioner; dll.
70%
Penduduk
persentase pengoperasian TPA % Contoh survey; kuesioner; dll.
Peng-
70%
operasian
TPA
persentase penduduk yang terlayani si % Contoh survey; kuesioner; dll.
stem 50%
penduduk
jaringan drainase skala kota sehingga t
% Contoh survey; kuesioner; dll.
idak terjadi genangan (lebih dari 30 cm
, selama 2 jam) lebih Pe-
50%
Target
No Jenis Pelayanan Dasar Sasaran Indikator Satuan Cara Mengukur
Tahun 2019
4 Penangan Pemukiman Berkurangnya permukiman persentase berkurangnya luasan Ha Contoh survey; kuesioner; dll.
Kumuh Perkotaan kumuh di perkotaan permukiman kumuh di kawasan
10%
perkotaan

5 PenyediaanRuang Terbuka Meningkatnya persentase tersedianya luasan RTH


Hijau (RTH) Publik ketersediaan RTH publik sebesar 20% dari luas wilayah % 50 survey
kota/kawasan perkotaan

Keterangan:

1. Apab ila menggunakan alatpengukur ketidakrataan permukaan jalan (Naasra/ Romdas/ Roughometer) hasilnya sudah tidak feasible ( nilai count/ BI > 400)
2. Apab ila situasi lapangan tidak memungkinkan menggunakan kendaraan survei, maka disarankan menggunakan metode visual (RCI)
3. Apab ila tidak mempunyai kendaraan dan alat survei, maka disarankan menggunakan metode visual (RCI)
2.1.4. Peraturan Pemerintah No. 50 Tahun 2011 Tentang Rencana Induk Pembangunan
Kepariwisataan Nasional Tahun 2010 - 2025
Kepariwisataan adalah keseluruhan kegiatan yang terkait dengan pariwisata dan bersifat
multidimensi serta multidisiplin yang muncul sebagai wujud kebutuhan setiap orang dan negara
serta interaksi antara wisatawan dan masyarakat setempat, sesama wisatawan, Pemerintah,
Pemerintah Daerah, dan pengusaha. Pembangunan kepariwisataan nasional meliputi:
a. Destinasi Pariwisata; Pariwisata yang berskala nasional
b. Pemasaran Pariwisata; serangkaian proses untuk menciptakan, mengkomunikasikan,
menyampaikan produk wisata dan mengelola relasi dengan wisatawan untuk mengembangkan
Kepariwisataan dan seluruh pemangku kepentingannya.
c. Industri Pariwisata; yaitu kumpulan Usaha Pariwisata yang saling terkait dalam rangka
menghasilkan barang dan/atau jasa bagi pemenuhan kebutuhan wisatawan dalam
penyelenggaraan pariwisata dan
d. Kelembagaan Kepariwisataan. kesatuan unsur beserta jaringannya yang dikembangkan
secara terorganisasi, meliputi Pemerintah, Pemerintah Daerah, swasta dan masyarakat, sumber
daya manusia, regulasi dan mekanisme operasional, yang secara berkesinambungan guna
menghasilkan perubahan ke arah pencapaian tujuan di bidang Kepariwisataan

Yang dilaksanakan berdasarkan Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Nasional yang


selanjutnya disebut dengan RIPPARNAS yang merupakan dokumen perencanaan
pembangunan kepariwisataan nasional untuk periode 15 (lima belas) tahun terhitung sejak tahun
2010 sampai dengan tahun 2025. RIPPARNAS memuat beberapa hal yang antara lain :

a. Visi; terwujudnya Indonesia sebagai negara tujuan pariwisata berkelas dunia, berdaya saing,
berkelanjutan, mampu mendorong pembangunan daerah dan kesejahteraan rakyat.
b. Misi; melalui 4 (empat) misi pembangunan kepariwisataan nasional meliputi pengembangan
1) Destinasi Pariwisata yang aman, nyaman, menarik, mudah dicapai, berwawasan
lingkungan, meningkatkan pendapatan nasional, daerah dan masyarakat;
2) Pemasaran Pariwisata yang sinergis, unggul, dan bertanggung jawab untuk meningkatkan
kunjungan wisatawan nusantara dan mancanegara;
3) Industri Pariwisata yang berdaya saing, kredibel, menggerakkan kemitraan usaha, dan
bertanggung jawab terhadap lingkungan alam dan sosial budaya; dan
4) Organisasi Pemerintah, Pemerintah Daerah, swasta dan masyarakat, sumber daya
manusia, regulasi, dan mekanisme operasional yang efektif dan efisien dalam rangka
mendorong terwujudnya Pembangunan Kepariwisataan yang berkelanjutan.
c. Tujuan; pembangunan kepariwisataan nasional sebagaimana dimaksud :
1) meningkatkan kualitas dan kuantitas Destinasi Pariwisata;
2) mengkomunikasikan Destinasi Pariwisata Indonesia dengan menggunakan media
pemasaran secara efektif, efisien dan bertanggung jawab;
3) mewujudkan Industri Pariwisata yang mampu menggerakkan perekonomian nasional; dan
4) mengembangkan Kelembagaaan Kepariwisataan dan tata kelola pariwisata yang mampu
mensinergikan Pembangunan Destinasi Pariwisata, Pemasaran Pariwisata, dan Industri
Pariwisata secara profesional, efektif dan efisien.
d. Sasaran; sebagaimana dimaksud adalah peningkatan :
Panduan Penyusunan
2 -12 PENATAAN KAWASAN NELAYAN/TEPI AIR,KUMUH PERKOTAAN & KAWASAN WISATA
1) jumlah kunjungan wisatawan mancanegara;
2) jumlah pergerakan wisatawan nusantara;
3) jumlah penerimaan devisa dari wisatawan mancanegara;
4) jumlah pengeluaran wisatawan nusantara; dan
5) produk domestik bruto di bidang Kepariwisataan.
e. Arah pembangunan kepariwisataan nasional dalam kurun waktu tahun 2010 sampai dengan
tahun 2025.
1) dengan berdasarkan prinsip Pembangunan Kepariwisataan yang berkelanjutan;
2) dengan orientasi pada upaya peningkatan pertumbuhan, peningkatan kesempatan kerja,
pengurangan kemiskinan, serta pelestarian lingkungan;
3) dengan tata kelola yang baik;
4) secara terpadu secara lintas sektor, lintas daerah, dan lintas pelaku; dan
5) dengan mendorong kemitraan sektor publik dan privat.
Pelaksanaan RIPPARNAS sebagaimana dimaksud diselenggarakan secara terpadu oleh
Pemerintah dan Pemerintah Daerah sesuai kewenangannya, dunia usaha, dan masyarakat.
Adapun yang menjadi Arah pembangunan kepariwisataan nasional sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 2 ayat (8) dalam PP No. 50 menjadi dasar arah kebijakan, strategi, dan indikasi
program pembangunan kepariwisataan nasional dalam kurun waktu tahun 2010 sampai dengan
tahun 2025 yang meliputi Pembangunan:
a. DPN;
b. Pemasaran pariwisata nasional;
c. Industri pariwisata nasional; dan
d. Kelembagaan kepariwisataan nasional.
Pembangunan DPN sebagaimana dimaksud meliputi:
a. Perwilayahan Pembangunan DPN;
b. Pembangunan Daya Tarik Wisata;
c. Pembangunan Aksesibilitas Pariwisata;
d. Pembangunan Prasarana Umum, Fasilitas Umum dan Fasilitas Pariwisata;
e. Pemberdayaan Masyarakat melalui Kepariwisataan; dan
f. pengembangan investasi di bidang pariwisata.

Jabaran 222 ( Dua ratus Dua Puluh Dua) Kawasan pengembangan Pariwisata Nasional (KPPN)
di 50 (Lima Puluh) Destinasi Pariwisata Nasional dan 88 (Delapan Puluh Delapan) Kawasan
Strategi Nasional (KSPN)
Tabel 2.4 Sebaran KPPN, DPN dan KSPN di Indonesia
PROVINSI KAWASAN DESTINASI PARIWISATA NASIONAL
PENGEMBANGAN
1. KPPN Banda Aceh Kota dan sekitarnya (DPN)
1. NANGROE PARIWISATA NASIONAL (KPPN)
2. KPPN Weh dan sekitarnya 1. DPN BANDA ACEHWEH dan sekitarnya
ACEH DARUSSALAM
3. KPPN Takengon dan sekitarnya
4. KPPN Simeulue dan sekitarnya
5. KPPN Nias Barat dan sekitarnya 2. DPN NIASSIMEULUE dan sekitarnya
6. KPPN Teluk Dalam dan sekitarnya
7. KPPN Medan Kota dan sekitarnya
Panduan Penyusunan
2 -13 PENATAAN KAWASAN NELAYAN/TEPI AIR,KUMUH PERKOTAAN & KAWASAN WISATA
PROVINSI KAWASAN DESTINASI PARIWISATA NASIONAL
PENGEMBANGAN
8. KPPN TangkahanLeuser dan sekitarnya (DPN)
PARIWISATA NASIONAL (KPPN)
2. SUMATERA UTARA 9. KPPN Bukit Lawang dan sekitarnya 3. DPN MEDANTOBA dan sekitarnya
10. KPPN Toba dan sekitarnya
11. KPPN Sibolga dan sekitarnya
12. KPPN Siberut dan sekitarnya
13. KPPN Sipora dan sekitarnya 4. DPN MENTAWAISIBERUT dan sekitarnya
14. KPPN Pagai Utara dan sekitarnya
15. KPPN Padang dan sekitarnya
16. KPPN Bukittinggi dan sekitarnya
3. SUMATERA BARAT 17. KPPN Singkarak dan sekitarnya
18. KPPN Batusangkar dan sekitarnya
5. DPN PADANGBUKITTINGGI dan
19. KPPN Maninjau dan sekitarnya
sekitarnya
20. KPPN Sawah Lunto dan sekitarnya
21. KPPN Pesisir Selatan dan sekitarnya
22. KPPN Muara TakusKampar dan
sekitarnya
23. KPPN Pekanbaru Kota dan sekitarnya
24. KPPN RupatBengkalis dan sekitarnya
25. KPPN Pulau JemurRokan Hilir dan
4. RIAU 6. DPN PEKANBARURUPAT dan sekitarnya
sekitarnya
26. KPPN Siak Inderapura dan sekitarnya
27. KPPN Bukit Tiga PuluhRengat dan
sekitarnya
28. KPPN Jambi Kota dan sekitarnya
7. DPN JAMBIKERINCI SEBLAT dan
29. KPPN Muaro Jambi dan sekitarnya
sekitarnya
5. JAMBI 30. KPPN Berbak dan sekitarnya
31. KPPN Kerinci Seblat dan sekitarnya
6. KEPULAUAN RIAU 32. KPPN Nongsa dan sekitarnya 8. DPN BATAMBINTAN dan sekitarnya
33. KPPN NagoyaBatam Center dan
sekitarnya
34. KPPN GalangP. Abang dan
sekitarnya
35. KPPN LagoiBintan dan sekitarnya
36. KPPN Panyengat dan sekitarnya
37. KPPN Natuna dan sekitarnya
9. DPN NATUNAANAMBAS dan sekitarnya
38. KPPN Anambas dan sekitarnya
39. KPPN Pangkal PinangSungai Liat dan
sekitarnya
40. KPPN Belinyu dan sekitarnya
41. KPPN Tanjung KelayangBelitung dan
sekitarnya
7. BANGKA BELITUNG 42. KPPN PunaiBelitung dan sekitarnya
43. KPPN Palembang Kota dan sekitarnya 10.DPN PALEMBANGBABEL dan sekitarnya
8. SUMATERA SELATAN (Sungai
44. KPPNMusi)
Pagaralam dan sekitarnya
45. KPPN Bengkulu Kota dan sekitarnya
11. DPN BENGKULUENGGANO dan
46. KPPN Pantai Panjang dan sekitarnya
sekitarnya
9. BENGKULU 47. KPPN Rejanglebong dan sekitarnya
48. KPPN Enggano dan sekitarnya
Panduan Penyusunan
2 -14 PENATAAN KAWASAN NELAYAN/TEPI AIR,KUMUH PERKOTAAN & KAWASAN WISATA
PROVINSI KAWASAN DESTINASI PARIWISATA NASIONAL
PENGEMBANGAN
49. KPPN Danau Ranau dan sekitarnya (DPN)
12.DPN KRAKATAUUJUNGKULON dan
10.LAMPUNG PARIWISATA NASIONAL (KPPN)
50. KPPN Way Kambas dan sekitarnya sekitarnya
51. KPPN Bandar Lampung dan sekitarnya
52. KPPN KruiTanjung Setia dan
sekitarnya
53. KPPN Bukit Barisan Selatan dan
sekitarnya
54. KPPN Kalianda dan sekitarnya
55. KPPN KrakatauSelat Sunda dan
sekitarnya
56. KPPN Carita dan sekitarnya
57. KPPN Ujung Kulon dan sekitarnya
58. KPPN SerangBanten Lama dan
11.BANTEN
sekitarnya
59. KPPN LebakBadui dan sekitarnya
60. KPPN Kep Seribu dan sekitarnya
61. KPPN Kota TuaSunda Kelapa dan
sekitarnya
12.DAERAH KHUSUS IBU 13. DPN JAKARTAKEP SERIBU dan
62. KPPN Cbd Jakarta Kota dan sekitarnya
KOTA sekitarnya
63. KPPN CibuburTMII dan sekitarnya
64. KPPN PuncakGede Pangrango dan
sekitarnya
65. KPPN BogorCiawi dan sekitarnya
66. KPPN Gunung Halimun dan sekitarnya 14.DPN BOGORHALIMUN dan sekitarnya
67. KPPN Pelabuhan Ratu dan sekitarnya
13. JAWA BARAT 68. KPPN Bandung Kota dan sekitarnya
69. KPPN Tangkuban Perahu dan
sekitarnya
70. KPPN Lembang dan sekitarnya 15.DPN BANDUNGCIWIDEY dan sekitarnya
71. KPPN Ciwidey dan sekitarnya
72. KPPN Tasikmalaya dan sekitarnya
73. KPPN Pangandaran dan sekitarnya
74. KPPN CilacapNusakambangan dan 16.DPN PANGANDARANNUSAKAMBANGAN
sekitarnya
75. KPPN Baturaden dan sekitarnya dan sekitarnya
76. KPPN Karst Kebumen dan sekitarnya
77. KPPN GedongsongoRawa Pening
dan sekitarnya
17.DPN SEMARANGKARIMUNJAWA dan
78. KPPN Semarang Kota dan sekitarnya
sekitarnya
79. KPPN KarimunjawaSemarang dan
sekitarnya
80. KPPN DemakKudus dan sekitarnya
81. KPPN Solo Kota dan sekitarnya
82. KPPN Sangiran dan sekitarnya
14.JAWA TENGAH 83. KPPN Wonogiri dan sekitarnya
84. KPPN CethoSukuh dan sekitarnya
85. KPPN TawangmanguSarangan dan
18. DPN SOLO SANGIRAN dan sekitarnya
sekitarnya
86. KPPN Karst Pacitan dan sekitarnya
Panduan Penyusunan
2 -15 PENATAAN KAWASAN NELAYAN/TEPI AIR,KUMUH PERKOTAAN & KAWASAN WISATA
PROVINSI KAWASAN DESTINASI PARIWISATA NASIONAL
PENGEMBANGAN
87. KPPN Karst Gunung Kidul dan (DPN)
PARIWISATA NASIONAL (KPPN)
sekitarnya
88. KPPN BorobudurMendutPawon dan
sekitarnya
89. KPPN Dieng dan sekitarnya
90. KPPN PrambananKalasan dan 19. DPN BOROBUDURYOGYAKARTA dan
15.DAERAH sekitarnya sekitarnya
ISTIMEWA 91. KPPN Yogyakarta Kota dan sekitarnya
YOGYAKARTA
92. KPPN Pantai Selatan Yogyakarta dan
sekitarnya
93. KPPN MerapiMerbabu dan sekitarnya
94. KPPN BatuMalang dan sekitarnya
95. KPPN BromoTenggerSemeru dan
20. DPN BROMOMALANG dan sekitarnya
sekitarnya
96. KPPN BlitarKediri dan sekitarnya
97. KPPN Trowulan dan sekitarnya
98. KPPN Surabaya Kota dan sekitarnya
16.JAWA TIMUR 99. KPPN Pamekasan dan sekitarnya 21.DPN SURABAYAMADURA dan sekitarnya
100. KPPN Sumenep dan sekitarnya
101. KPPN IjenBaluran dan sekitarnya
102. KPPN G LandAlas Purwo dan
22.DPN IJENALASPURWO dan sekitarnya
sekitarnya
103. KPPN Meru Betiri dan sekitarnya
104. KPPN Bali Utara / Singaraja dan
sekitarnya
105. KPPN MenjanganPemuteran dan
sekitarnya
106. KPPN Taman Nasional Bali Barat dan
sekitarnya
107. KPPN Bedugul dan sekitarnya
108. KPPN KutaSanurNusa Dua dan
sekitarnya
23.DPN BALINUSA LEMBONGAN dan
17. BALI 109. KPPN Nusa Penida dan sekitarnya
sekitarnya
110. KPPN Ubud dan sekitarnya
111. KPPN KintamaniDanau Batur dan
sekitarnya
112. KPPN BesakihGunung Agung dan
sekitarnya
113. KPPN TulambenAmed dan
sekitarnya
114. KPPN KarangasemAmuk dan
sekitarnya
115. KPPN Rinjani dan sekitarnya
116. KPPN Gili Tramena dan sekitarnya
117. KPPN Mataram Kota dan sekitarnya
118. KPPN Pantai Selatan dan sekitarnya 24. DPN LOMBOK GILI TRAMENA dan
Lombok sekitarnya
119. KPPN PrayaSade dan sekitarnya
18.NUSA TENGGARA
120. KPPN Sumbawa Barat dan sekitarnya
BARAT

Panduan Penyusunan
2 -16 PENATAAN KAWASAN NELAYAN/TEPI AIR,KUMUH PERKOTAAN & KAWASAN WISATA
PROVINSI KAWASAN DESTINASI PARIWISATA NASIONAL
PENGEMBANGAN
121. KPPN Moyo dan sekitarnya (DPN)
PARIWISATA NASIONAL (KPPN)
122. KPPN Tambora dan sekitarnya 25. DPN MOYOTAMBORA dan sekitarnya
123. KPPN Bima dan sekitarnya
124. KPPN Komodo dan sekitarnya
125. KPPN Labuhan Bajo dan sekitarnya 26.DPN KOMODORUTENG dan sekitarnya
126. KPPN Ruteng dan sekitarnya
127. KPPN Bajawa dan sekitarnya
128. KPPN EndeKelimutu dan sekitarnya 27.DPN KELIMUTUMEUMERE dan sekitarnya
129. KPPN MeumereSikka dan sekitarnya
19.NUSA TENGGARA
TIMUR 130. KPPN WaingapuLaiwangi
Wanggameti dan sekitarnya
131. KPPN WaikabubakManupeh Tanah 28.DPN SUMBA WAIKABUBAK dan
Daru dan sekitarnya sekitarnya
132. KPPN Larantuka dan sekitarnya 29.DPN ALORLEMBATA dan sekitarnya
133. KPPN LamaleraLembata dan
sekitarnya
134. KPPN AlorKalabahi dan sekitarnya
135. KPPN NemberalaRotendao dan
sekitarnya 30.DPN KUPANGROTENDAO dan sekitarnya
136. KPPN KupangSoe dan sekitarnya
137. KPPN Pontianak Kota dan sekitarnya
31. DPN PONTIANAKSINGKAWANG dan
138. KPPN Singkawang dan sekitarnya
sekitarnya
139. KPPN Sambas dan sekitarnya
140. KPPN Sentarum dan sekitarnya
141. KPPN Betung KerihunPutusibau dan
sekitarnya
32.DPN SENTARUMBETUNG KERIHUN dan
20. KALIMANTAN BARAT 142. KPPN Sintang dan sekitarnya
sekitarnya
143. KPPN Bukit RayaBukit Baka dan
sekitarnya
144. KPPN Gunung Palung dan sekitarnya
21. KALIMANTAN 145. KPPN Tanjung Puting dan sekitarnya 33. DPN PALANGKARAYATANJUNG PUTING
TENGAH 146. KPPN Sebangau dan sekitarnya dan sekitarnya
147. KPPN Long Apari dan sekitarnya
148. KPPN Long Bagun dan sekitarnya 34.DPN LONG BAGUNMELAK dan sekitarnya
149. KPPN MelakKersik Luway dan
sekitarnya
150. KPPN Kota BangunTanjung Isuy dan
22. KALIMANTAN TIMUR
sekitarnya
35. DPN TENGGARONGBALIKPAPAN dan
151. KPPN Tenggarong dan sekitarnya
sekitarnya
152. KPPN Samarinda Kota dan sekitarnya
153. KPPN BontangSangata dan
sekitarnya
154. KPPN BalikpapanSemboja dan
sekitarnya
155. KPPN Tanjung Redeb dan sekitarnya
156. KPPN DerawanSangalaki dan 36. DPN DERAWANKAYAN MENTARANG
sekitarnya dan sekitarnya

Panduan Penyusunan
2 -17 PENATAAN KAWASAN NELAYAN/TEPI AIR,KUMUH PERKOTAAN & KAWASAN WISATA
PROVINSI KAWASAN DESTINASI PARIWISATA NASIONAL
PENGEMBANGAN
157. KPPN Kayan Mentarang dan (DPN)
PARIWISATA NASIONAL (KPPN)
sekitarnya
158. KPPN Tarakan dan sekitarnya
159. KPPN Martapura dan sekitarnya
23. KALIMANTAN 160. KPPN Banjarmasin Kota dan 37. DPN BANJARMASINMARTAPURA dan
SELATAN sekitarnya sekitarnya
161. KPPN Lhoksado dan sekitarnya
162. KPPN Makassar Kota dan sekitarnya
163. KPPN Maros Karst dan sekitarnya
38. DPN MAKASSARTAKABONERATE dan
164. KPPN Bulukumba dan sekitarnya
sekitarnya
165. KPPN Sinjai dan sekitarnya
166. KPPN Selayar dan sekitarnya
24.SULAWESI SELATAN 167. KPPN Takabonerate dan sekitarnya
168. KPPN Sengkang dan sekitarnya
169. KPPN Toraja dan sekitarnya
170. KPPN Palopo dan sekitarnya
25. SULAWESI BARAT 171. KPPN Majene dan sekitarnya 39.DPN TORAJALORELINDU dan sekitarnya
172. KPPN Palu dan sekitarnya
26.SULAWESI TENGAH
173. KPPN Lore Lindu dan sekitarnya
174. KPPN Danau Poso dan sekitarnya
175. KPPN Banggai dan sekitarnya
176. KPPN TogeanTomini dan sekitarnya
177. KPPN Gorontalo KotaLimboto dan 40. DPN TOGEANGORONTALO dan
27. GORONTALO sekitarnya sekitarnya
178. KPPN Boalemo dan sekitarnya
179. KPPN Bogani Nani Wartabone dan
sekitarnya
180. KPPN Manado Kota dan sekitarnya
181. KPPN TomohonTondano dan
sekitarnya
182. KPPN Bunaken dan sekitarnya
28.SULAWESI UTARA 183. KPPN BitungLembeh dan sekitarnya 41.DPN MANADOBUNAKEN dan sekitarnya
184. KPPN Likupang dan sekitarnya
185. KPPN Sangihe Talaud dan sekitarnya
186. KPPN BauBau dan sekitarnya
187. KPPN Kendari dan sekitarnya
29.SULAWESI 188. KPPN Rawa Aopa Watumohai dan 42. DPN KENDARIWAKATOBI dan
TENGGARA sekitarnya sekitarnya
189. KPPN Wakatobi dan sekitarnya
190. KPPN Ternate dan sekitarnya
191. KPPN Tidore dan sekitarnya
43. DPN HALMAHERAMOROTAI dan
30. MALUKU UTARA 192. KPPN Guraici dan sekitarnya
sekitarnya
193. KPPN Maba dan sekitarnya
194. KPPN Tobelo dan sekitarnya
195. KPPN Morotai dan sekitarnya
196. KPPN Bandaneira dan sekitarnya
197. KPPN Ambon dan sekitarnya
198. KPPN Buru dan sekitarnya
Panduan Penyusunan
2 -18 PENATAAN KAWASAN NELAYAN/TEPI AIR,KUMUH PERKOTAAN & KAWASAN WISATA
PROVINSI KAWASAN DESTINASI PARIWISATA NASIONAL
PENGEMBANGAN
199. KPPN ManuselaMasohi dan (DPN)
31.MALUKU PARIWISATA NASIONAL (KPPN) 44.DPN AMBONBANDANEIRA dan sekitarnya
sekitarnya
200. KPPN Tanimbar dan sekitarnya
201. KPPN Kai dan sekitarnya
202. KPPN Sorong dan sekitarnya 45. DPN SORONGRAJA AMPAT dan
203. KPPN Raja Ampat dan sekitarnya sekitarnya
204. KPPN Teluk Bintuni dan sekitarnya
32.IRIAN JAYA BARAT 205. KPPN Manokwari dan sekitarnya
206. KPPN Peg. FakFakKumafa dan 46.DPN MANOKWARIFAKFAK dan
sekitarnya sekitarnya
207. KPPN Teluk Cenderawasih dan
sekitarnya
208. KPPN Biak dan sekitarnya
209. KPPN Supiori dan sekitarnya
210. KPPN Serui dan sekitarnya 47.DPN BIAKNUMFOR dan sekitarnya
211. KPPN Numfor dan sekitarnya
33. PAPUA 212. KPPN Jayapura Kota dan sekitarnya
213. KPPN Sentani dan sekitarnya
214. KPPN Wamena dan sekitarnya 48.DPN SENTANIWAMENA dan sekitarnya
215. KPPN Jayawijaya dan sekitarnya
216. KPPN Timika Lorenzt dan sekitarnya
217. KPPN AgatsAsmat dan sekitarnya
218. KPPN Paniai dan sekitarnya 49.DPN TIMIKALORENZT dan sekitarnya
219. KPPN C.A. Weyland dan sekitarnya

220. KPPN WazurMerauke dan sekitarnya


50.DPN MERAUKEWAZUR dan sekitarnya

Panduan Penyusunan
2 -19 PENATAAN KAWASAN NELAYAN/TEPI AIR,KUMUH PERKOTAAN & KAWASAN WISATA
2.2. PEMAHAMAN KEGIATAN STRATEGIS
2.2.1. Pemahaman Umum
Pengertian strategis dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan sebagai berhubungan,
bertalian, berdasar strategi. Berangkat dari pengertian tersebut maka pemahaman strategis perlu
dipertajam dalam konteks Pengembangan Kawasan Permukiman/PKP. PKP dengan rangkaian
kata strategis dapat dikatakan sebagai hubungan atau tautan kegiatan PUPR dalam arti khusus
yang dapat dipahami sebagai bentuk esensi dari strategi PUPR atau kementerian sebagai
kepanjangtanganan Pemerintah.

2.2.2. Prinsip
Pemahaman sebagai arti esensi berdasar strategi (kebijakan) diatas dalam penerapannya
mengandung prinsip (sebagai PUPR) yaitu percepatan dan memiliki perubahan nilai fungsi.

Selanjutnya Pengembangan Kawasan Permukiman Strategis menjadi bagian dari pelaksana


percepatan pencapaian menuju 0% kumuh atau kota tanpa kumuh, dengan penugasannya
mendapatkan penekanan dalam rangkaian kegiatan dengan fungsi strategis. Pada sisi lain
Pengembangan Kawasan Permukiman diharapkan kedepannya dapat mewujudkan peningkatan
ekonomi masyarakat melalui kegiatan yang bersifat strategis ini.

Bercermin dari hal diatas, Satuan Kerja ini dinamakan strategis dikarenakan program atau
kegiatan yang akan dilaksanakan merupakan arahan langsung (atau direktif dari Presiden)
terhadap percepatan dan dipandang akan memberikan perubahan nilai fungsi yang lebih baik
bagi Kawasan Permukiman. Dalam pelaksanaan kegiatan ini akan merespon kegiatan yang
bersifat urgent/mendesak. Hal inilah yang memberikan perbedaan fungsi dan peran dibanding
Satuan Kerja Provinsi ataupun Satker Pengembangan Kawasan lainnya. Jadi tidak semata atau
hanya sekedar dipandang dari sisi banyak tidaknya pembiayaan atau budget kegiatan. Kegiatan
yang bersifat Strategis dapat dikategorikan sebagai berikut :
Merupakan Directive Presiden
Hal yang mendesak harus ditangani khususnya yang berdampak pada kesehjahteraan sosial
ekonomi masyarakat
Merupakan inovasi dan/atau teknologi tertemyu yang tidak dapat dilakukan dan atau didanai
SNVT Provinsi atau oleh Pemerintah Daerah
Mengatasi permasalahan yang mendesak, meskipun dalam penanganannya perlu waktu yang
lamadan dukungan dari berbagai sektor serta instansi
Perubahan secara mendasar / fundamental

Panduan Penyusunan
2 -21 PENATAAN KAWASAN NELAYAN/TEPI AIR,KUMUH PERKOTAAN & KAWASAN WISATA
BAGIAN
KEGIATAN
3
NELAYAN/TEPI AIR,KUMUH &
KAWASAN WISATA
3.1 RUANG LINGKUP KEGIATAN
3.1.1 Lingkup Kegiatan Penyusunan
Secara garis besar lingkup kegiaatan penyusunan Kegiatan Penataan Permukiman Kampung
Nelayan/Tepi air, Peningkatan Kualitas Kumuh Perkotaan dan Kawasan Wisata terdiri dari
4 (empat) tahapan, yaitu : (1) Persiapan, (2) Identifikasi dan Perumusan (3)Tahap
Penyusunan Rencana Tapak, (4). Penyusunan Detail Engineering Design/DED. Secara rinci,
lingkup kegiatan dari tiap kegiatan besar dan capaian kegiatan dapat dilihat pada Tabel berikut :

Tabel 3.1 Keterkaitan Lingkup Kegiatan dengan Capaian dalam Kegiatan Penyusunan PERENCANAAN

LINGKUP KEGIATAN CAPAIAN KEGIATAN


PERSIAPAN
Mengikuti kegiatan sosialisasi tingkat nasional Kesepahaman tahapan dan prosedur
penyusunan Kegiatan Penataan Permukiman
Kampung Nelayan/Tepi air, Peningkatan
Kualitas Kumuh Perkotaan dan Kawasan
Wisata.

Melakukan persiapan dan pemantapan rencana Rencana Kerja/Time Line


kerja
Pendekatan dan metodologi pelaksanaan
kegiatan
Menyusun Desain Survey dan format kegiatan Desain survey dan format kegiatan
Menyiapkan data profil kawasan perencanaan , Data awal profil kawasan perencanaan
nelayan/tepi air, master plan wisata yang terdiri dari Data Profil Awal Kawasan Nelayan/Tepi Air
baseline data atau data statistik terkait Data Master Plan Kawasan Wisata

Overview kebijakan daerah dan identifikasi Hasil overview dokumen dan kebijakan
kesesuaian permukiman terhadap rencana tata daerah
ruang kota Peta kesesuaian permukiman terhadap
rencana pola ruang kota/kabupaten (guna
lahan permukiman

Melakukan kegiatan penyiapan kelembagaan Pendataan kelembagaan masyarakat


masyarakat di tingkat kota (BKM/KSM)
IDENTIFIKASI DAN PERUMUSAN

3-1 Panduan Penyusunan


PENATAAN KAMPUNG NELAYAN/TEPI AIR,KUMUH PERKOTAAN & KAWASAN WISATA
LINGKUP KEGIATAN CAPAIAN KEGIATAN
Bersama dengan pemangku kepentingan hasil sinkronisasi data kumuh (primer dan
melaksanakan koordinasi dan sinkronisasi data kumuh sekunder)
baik data primer maupun data sekunder
Melaksanakan survei dan mengolah data Hasil survei berupa gambaran
kawasan perencanaan , Nelayan/Tepi kawasan perencanaan kabuapten/kota dan hasil
Air, Wisata (Status Lahan, Kondisi Fisik pengolahan data permukiman
Lahan ) kumuh
Hasil Survey Kampung Nelayan/Tepi Air
Kondisi Kawasan Wisata

Verifikasi lokasi dan Pemutahiran Projfil Kumuh, data hasil verifikasi lokasi (delineasi, luasan,
Nelayan Tepil Air, Wisata layanan hunian dan infras truktur)
Profil kawasan perencanaan yang telah
teverifikasi
Profil Kampung Nelayan/Tepi Air yang
telah terverifikasi
Profil Master Plan Kawasan Wisata

Koordinasi dan Sinkronisasi Data Lokasi Sinkrosinasi Lembaga masyarakat terhadap


data lokasi
Kesepakatan Lokasi dan Pembangunan
Fisik

Melakukan proses pemutakhiran profil kumuh yang Berita acara penyelanggaraan FGD
dilaksanakan memalui Focus Group Discussion (verifikasi lokasi dan Penyepakatan kumuh
(FGD) untuk Penyepakatan Lokasi Terpilih dan kawasan prioritas nelayan/tepi air, dan
master plan kawasan wisata)

Analisa Kawasan Lokasi Kumuh, Nelayan/Tepi Menghasilkan analisis kondisi fisik kawasan
Air dan Wsata lokasi
Analisis sistem infrastruktur, jaringan
lokasi/kawasan
Konsep dan Strategi penanganan kawasan

Merumuskan kebutuhan penanganan Rumusan Program kebutuhan


kawasan/Program Penanganan Penaganan kawasan
Merumuskan konsep dan strategi pencegahan konsep dan strategi pencegahan dan
penataan kawasan peningkatan kualitas

Menentukan skala prioritas penanganan skala prioritas penanganan kawasan


Kawasan/lokasi berdasarkan readiness criteria dan perencanaan , Nelayan/Tepi Air, Wisata
pertimbangan lain
Mermuskan konsep tematik & 2cenario penanganan Konsep tematik dan 2cenario pencegahan dan
kawasan kumuh prioritas, Nelayan/Tepi Air dan peningkatan kualitas kawasan
Wisata kawasan perencanaan prioritas

3-2 Panduan Penyusunan


PENATAAN KAMPUNG NELAYAN/TEPI AIR,KUMUH PERKOTAAN & KAWASAN WISATA
LINGKUP KEGIATAN CAPAIAN KEGIATAN
Menyusun Rencana Investasi & Pembiayaan Rencana Investasi dan pembiayaan
kawasan kawasan kawasan perencanaan prioritas
Bersama Pemangku Kepentingan partisipatif di Terselenggaranya partisipatif (pelaksanaan
kawasan prioritas meliputi RKMdan penyepakatan komponen Program
- Pelaksanaan Rencana Kerja Masyarakat (RKM) ) di kawasan kawasan perencanaan
- Penyepakan Komponen Program prioritas, dan Nelayan/Tepi Air

Melaksanakan Workshop Penyepakatan Konsep Berita acara pelakaksanaan Workshop


,Kebijakan , Strategi rencana aksi, program dan (Kebijakan , Strategi , rencana aksi,
kegiatan program dan kegiatan)

Rumusan RENCANA INDUK RENCANA INDUK (Nelayan/Tepi Air,


Kumuh, Wisata)
Rumusan Program PKP
Rumusan Memorandum Program
PENYUSUNAN RENCANA TAPAK
Analisa Tapak Kawasan/Lokasi Kumuh, Nelayan Tepi PROGRAM RUANG (ruang, zoning)
Air dan Wisata KONSEP DESAIN TAPAK (struktur kawasan,
land use, tematik kawasan, skematik penyediaan
ruang Public Domain & Private Domain, Skematik
Lansekap Kawasan, Skematik Jalur Aksesbilitas
Transportasi, Parkir, Jalan (kendaraan & Pejalan
Kaki), Skematik Jaringan RIS/Prasarana Sarana.
Lingkungan,dll)
KONSEP DESAIN ARSITEKTUR (Space Use
Planning,Tata wujud BangunanKDB,KLB,GSB,
Arsitektur Bangunan Lokal

Melaksaakan Deks Study/FGD sinkronisasi dengan Berita Acara Sinkronisasi Tapak dan Dokumen
Tapak dengan Dokumen Lingkungan dari masing- Lingkungan
masing tapak
Menyusun Sinkronisasi Tapak dan Dokumen Dokumen Sinkoronisasi Lingkungan
Lingkungan Terhadap Tapak
Tehadap Perencanaan
PENYUSUNAN DESAIN TEKNIS
Menyusun Desain Teknis, meliputi Peta rinci/ siteplan
- Penyusunan peta rinci/siteplan Visualisasi pendukung perancangan
- Penyusunan visualisasi Pendukung (dokumentasi drone, animasi 3D)
Perancangan
Menyusun Daftar Rencana & Pengukuran Detail Daftar rencana komponen infrastruktur
Komponen Infrastruktur pembangunan
Data hasil pengukuran detail komponen
infrastruktur pembangunan

3-3 Panduan Penyusunan


PENATAAN KAMPUNG NELAYAN/TEPI AIR,KUMUH PERKOTAAN & KAWASAN WISATA
LINGKUP KEGIATAN CAPAIAN KEGIATAN
Menyusun Detailed Engineering Design / DED DED (Gambar kerja, RAB, RKS)
(GAMBAR KERJA, RAB, RKS) komponen infrastruktur pembangunan tahap 1
Dokumen lelang

Melaksanakan Workshop Pemantapan Akhir Berita Acara Penyelenggaraan Workshop

Menyusun dokumen Dokumen Akhir


Rencana Induk
Rencana Tapak
DED/Detail Engineering Design
(Gambar Kerja, RKS,RAB dan Analisa
Pekerjaan, Bahan dan Upah)
Visualisasi 3D (Setara X-Ray)
Animasi Tapak
Maket Tapak

Melakukan legalisasi hasil -

3.1.2 Lingkup Wilayah Penyusunan


Satuan Kerja Pengembangan Kawasan Permukiman Strategis merupakan salah satu unit kerja
di bawah pembinaan Direktorat Pengembangan Kawasan Permukiman, Ditjen Cipta Karya.
Untuk TA 2016, beberapa kegiatan utama yang akan dilaksanakan antara lain :
1. Peningkatan Kumuh Perkotaan (1 kota);
2. Perencanaan dan Pembangunan Permukiman Nelayan/Tepi Air (11 lokasi), dan
3. Perencanaan Kawasan Pariwisata yang termasuk dalam KSPN (10 lokasi)

3.2 PROSES DAN PROSEDUR PELAKSANAAN KEGIATAN


Proses dan prosedur pelaksanaan kegiatan Kegiatan Penataan Permukiman Kampung
Nelayan/Tepi air, Peningkatan Kualitas Kumuh Perkotaan dan Kawasan Wisata ini
diarahkan dengan mengacu pada rangkaian kegiatan pada Gambar 3-1. Rincian proses dan
prosedur pelaksanaan kegiatan untuk tiap sub kegiatan selama jangka waktu 6 (enam) bulan
dapat dijelaskan pada subbab berikut ini.

3-4 Panduan Penyusunan


PENATAAN KAMPUNG NELAYAN/TEPI AIR,KUMUH PERKOTAAN & KAWASAN WISATA
TAHAP TAHAP PENYUSUNAN
TAHAPAN TAHAP IDENTIFIKASI DAN PERUMUSAN T
PESIAPAN RENCANA TAPAK

WAKTU BULAN 1 BULAN 2 BULAN 3 BULAN 4 BULAN

A.2. A.3. A.4. A


FGD WORKSHOP FGD/DEKS STUDY KOLO
KEGIATAN PENYEPAKATAN PENYEPAKATAN
KEBIJAKAN, STRATEGI,PROGRAM
SINKRONISASI DOKUMEN
LINGKUNGAN
PEMANTAPAN PERENCANA
AKHIR KEGIA
PERENCANAAN LOKASI DAN TAPAK DAN RENCANA TAPAK
A.1.
(pendekatan fasilitasi pemda) SOSIALISASI Konsultan Perencana KMKP Konsultan Perencana K

Satker PKPS

B.10 B.11 MEMORANDUM


KETERPADUAN
B.14
B.1 B.5 RUMUSAN SKENARIO DAN RENCANA PROGRAM SKALA KOTA & PENYEM
PERSIAPAN & SURVEY DAN KONSEP DESAIN KAWASAN INDUK KAWASAN HASIL PL
PEMANTAPAN PENGOLAHAN 1. Program PKP Strategis
2. Program Pemb Reguler CK
RENCANA DATA KAWASAN
KERJA
PROSES
PENYUSUNAN
PERENCANAAN B.12
KAMPUNG B.4 B.6 B.9 PENENTUAN RENCANA
B.2 OVER VIEW VERIFIKASI PERUMUSAN KONSEP DAN
NELAYAN PENYUSUNAN STRATEGI PENATAAN TAPAK TERPILIH DAN
DESAIN SURVEY KEBIJAKAN LOKASI DAN PRIORITAS PENATAAN/
/TEPI AIR, DAERAH DAN PEMUTAHIRAN KAWASAN B.13 DETAIL ENGI
DAN FORMAT PENANGANAN TAPAK
KUMUH PERKOTAAN, PENGENDALIAN IDENTIFIKASI PROFIL PRIORITAS DESIGN
EKSISTING KAWASAN
KAWASAN WISATA KAWASAN 13.1
B.8
(pendekatan sistem TERHADAP TATA B.7
PERUMUSAN KEBUTUHAN
PENYUSUNAN
kegiatan) RUANG KAB/ SINKRONISASI DESAIN E
PENATAAN/PENANGANAN
ANALISIS DOKUMEN
KOTA TEKNIS
KAWASAN
KAWASAN LINGKUNGAN
B.7
B.3 PENILAIAN LOKASI
PENYIAPAN 1. Pola Kepemilikan Lahan
DATAPROFIL 2. Daya Tampung
3. Kebutuhan Penataan
AWAL
1. Data Nelayan
Kawasan
4. Kebutuhan Penataan B.12 1.ARSIT EKT UR
2.ST RUKT UR
2. Data Kumuh infrastruktur BANGUNAN
5. Kelembagaan RENCANA TAPAK 3.M E
3. Data Wisata 6. Kelayakan Pembiayaan & 4.PRASARANA,SARANA
4. Data Statistik Kelayakan Sosial Ekonomi
BANGUNAN &
LINGKUNGAN
Terkait 7. Strategi Pengembangan 5.PERSPEKT IF /3D
Permukiman 6.ANIM ASI

PENDAMPINGAN
PERLIBATAN C.1 C.2 C.3 C.4
PENYIAPAN KELEMBAGAAN KOORDINASI & SINKRONISASI KOORDINASI PERAN KOORDINASI PEMANT
MASYARAKAT MASYARAKT DLM PERENCANAAN HASIL PERENCANAA
PADA LOKASI DATA LOKASI (primer &sekunder)
(pendekatan peningkatan TAPAK TAPAK
kapasitas)

PELAPORAN Laporan Laporan L


3.2.1. Tahap Persiapan
Kegiatan persiapan adalah kegiatan untuk menyiapkan pelaksanaan kegiatan baik teknis
maupun non-teknis yang akan melandasi rangkaian pelaksanaan Kegiatan Penataan
Permukiman Kampung Nelayan/Tepi air, Peningkatan Kualitas Kumuh Perkotaan dan Kawasan
Wisata secara keseluruhan. Dalam lingkup kegiatan persiapan ini terdapat 3 (tiga) sub kegiatan
yang terbagi dalam 6 (enam) lingkup sebagai berikut:

Kegiatan Perencanaan (pendekatan A.1 Sosialisasi Penyusunan Perencanaan


fasilitasi Pemda) Kegiatan

Kegiatan Perencanaan (pendekatan B.1 Persipaan dan Pemantapan Rencana


fasilitasi Pemda) Kerja

B.2 Penyusunan Desain Survey dan Format


Pengendalian

B.3 Penyiapan Data Profil Awal

B.4 Overview Kebijakan Daerah dan


Identifikasi Eksisting Kawasan terhadap
Tata Ruang Kab/Kota

Pendampingan Perlibatan Masyarakat C.1 Penyiapan kelembagaan masyarakat


(Pendekatan Peningkatan Kapasitas) Pada Lokasi Perencanaan

3-6 Panduan Penyusunan


PENATAAN KAMPUNG NELAYAN/TEPI AIR,KUMUH PERKOTAAN & KAWASAN WISATA
Lingkup kegiatan persiapan ini akan
TAHAP diselesaikan pada 1 (satu) bulan pertama
TAHAPAN PESIAPAN pelaksanaan kegiatan penyusunan Kegiatan
Penataan Permukiman Kampung
Nelayan/Tepi air, Peningkatan Kualitas
WAKTU BULAN 1 Kumuh Perkotaan dan Kawasan Wisata,
terhitung sejak diterbitkannya SPMK. Secara
diagramatis, rangkaian kegiatan pada
KEGIATAN
PERENCANAAN lingkup kegiatan penyusunan desain teknis
A.1.
(pendekatan fasilitasi pemda) SOSIALISASI dapat dilihat pada Gambar 3-2.
Satker PKPS

B.1
PERSIAPAN &
PEMANTAPAN
RENCANA
KERJA
PROSES
PENYUSUNAN
PERENCANAAN
KAMPUNG B.2 B.4
OVER VIEW
NELAYAN PENYUSUNAN
KEBIJAKAN
DESAIN SURVEY
/TEPI AIR, DAN FORMAT DAERAH DAN
KUMUH PERKOTAAN, PENGENDALIAN IDENTIFIKASI
EKSISTING
KAWASAN WISATA KAWASAN
(pendekatan sistem TERHADAP TATA
kegiatan) RUANG KAB/
KOTA

B.3
PENYIAPAN
DATA PROFIL
AWAL
1. Data Nelayan
2. Data Kumuh
3. Data Wisata
4. Data Statistik
Terkait

PENDAMPINGAN
PERLIBATAN C.1
MASYARAKAT PENYIAPAN KELEMBAGAAN
PADA LOKASI
(pendekatan peningkatan
kapasitas)

PELAPORAN Laporan
PENDAHULUAN

1. Rencana Kerja
2. Metodolgi & Pelaksanaan Kegiatan
3. Desain Survey & Format - Format Kegiatan
Pendampingan Pengendalian Kegiatan
4. Data awal / Profil Kawasan
5. Over View Kebijakan Daerah
6. SK Penetapan Lokasi
OUTPUT 7. Pembahasan Laporan Pendahuluan
Gambar 3.2 Rangkaian Kegiatan pada
Lingkup Kegiatan Persiapan

3-7 Panduan Penyusunan


PENATAAN KAMPUNG NELAYAN/TEPI AIR,KUMUH PERKOTAAN & KAWASAN WISATA
Kegiatan sosialisasi merupakan kegiatan yang diselenggarakan oleh
A.1 SOSIALISASI Direktorat Pengembangan Kawasan Permukiman, Direktorat Jendral
Cipta Karya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
pada awal Kegiatan kegiatan

A.1.
SOSIALISASI
Satker PKPS

B.1
PERSIAPAN &
PEMANTAPAN
RENCANA
KERJA

TUJUAN Melaksanakan penyebarluasan informasi mengenai


Kegiatan
Mencapai pemahaman yang sama mengenai kebijakan,
proses, prosedur, dan produk yang dihasilkan dari
penyusunan Kegiatan
METODE Workshop dan diskusi
LANGKAH Mengikuti sosialisasi pelaksanaan kegiatan
Koordinasi dengan Satker untuk merumuskan rencana
penyelesaian kegiatan
Melaksanakan alih pengetahuan mengenai proses dan
prosedur penyusunan perencanaan
OUTPUT Kesamaan pemahaman mengenai kebijakan
penanganan kawasan kawasan perencanaan ,
kampung nelayan/tepi air, wisata
Kesamaan pemahaman mengenai prosedur, dan
produk dari penyusunan kegiatan
PELAKSANA Satker Pengembangan Kawasan Permukiman Strategi
Direktorat Pengembangan Kawasan Permukiman, Direktorat
Jendral Cipta Karya, Kementerian Pekerjaan Umum dan
Perumahan Rakyat
PESERTA Para Dinas Pekerjaan Umum Terkait
Para Badan Perencanaan Pembangunan Kab/Kota
Terkait
TimTeknis di Lingkungan Direktorat Pengembangan
Permukiman Strategis Direktorat Jendral Cipta Karya
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
Konsultan Manajemen Kontruksi Pusat (KMKP)

3-8 Panduan Penyusunan


PENATAAN KAMPUNG NELAYAN/TEPI AIR,KUMUH PERKOTAAN & KAWASAN WISATA
Konsultan Perencana
Narasumber

DURASI 1 atau 2 hari *


Jadwal dan lokasi penyelenggaraan ditentukan oleh pihak
Direktorat PKP, Ditjen Cipta Karya, Kementerian PUPR;

Pada Tahap Sosialisasi ini Konsultan Perencana Kabupaten / Kota mempersiapkann sejumlah
data/ dokumen sebagai berikut :

a. Surat Pernyataan Minat;


b. Profil Umum Kawasan Kawasan perencanaan Kegiatan Penataan Permukiman Kampung
Nelayan/Tepi air, Peningkatan Kualitas Kumuh Perkotaan dan Kawasan Wisata Data Base
Line Kumuh dari KOTAKU atau data statistik terkait;
c. Rencana Kerja Penyelenggaraan Penyusunan Perencanaan
d. Daftar Tim Tenaga Ahli Pendamping (TAP).

3-9 Panduan Penyusunan


PENATAAN KAMPUNG NELAYAN/TEPI AIR,KUMUH PERKOTAAN & KAWASAN WISATA
Mengkoordinasikan seluruh kegiatan Perencanaan ini dari awal
B.1 PERSIAPAN DAN
sampai akhir antara Satker PKPStrategis, KMKP Konsultan
PEMANTAPAN
Perencana
RENCANA KERJA

B.1
PERSIAPAN &
PEMANTAPAN
RENCANA
KERJA

TUJUAN Koordinasi antara tim ahli perencana dengan Satker


Menyepakati rencana dan metodologi penyusunan
Menyediakan peta dasar skala kabupaten/kota dan
kawasan perencanaan yang diperlukan dalam
penyusunan
Mengumpulkan data dan informasi kabupaten/kota
mengenai kawasan perencanaan (baseline dan profil
kumuh), master plan kawasan wisata, profil nelayan
Menyiapkan desain survey yang diperlukan untuk
keperluan penyusunan
Menyusun format format untuk kebutuhan baik
dilapangan maupun pengelohan data dan informasi
terkait dengan kondisi kawasan

METODE Diskusi dan Koordinasi


LANGKAH Diskusi kesiapan tim ahli perencana dalam
menjalankan lingkup pekerjaan dan kebutuhan
penyiapan pekerjaan
Penyamaan pemahaman lingkup tugas tim ahli
perencana dan Satker dalam kegiatan penyusunan
Penyusunan dan penyepakatan rencana kerja dan
metodologi yang akan digunakan
Penyiapan peta dasar; dan Pengumpulan data dan
informasi terkait dengan pembangunan
Penyiapan desain survey
Penyiapan format untuk survey dan kegiatan

3-10 Panduan Penyusunan


PENATAAN KAMPUNG NELAYAN/TEPI AIR,KUMUH PERKOTAAN & KAWASAN WISATA
OUTPUT Rencana kerja dan metodologi yang telah disepakati
Data dan informasi terkait perencanaan Kegiatan
Penataan Permukiman Kampung Nelayan/Tepi air,
Peningkatan Kualitas Kumuh Perkotaan dan Kawasan
Wisata
Peta Dasar Skala 1:25.000 untuk wilayah administrasi
kota dan peta dasar skala 1:50.000 untuk wilayah
administrasi kabupaten *)
Peta garis skala 1:5000 untuk kawasan *)
Desain survey
Format format survey dan kegiatan
*) pemanfaatan peta yang ada dari RTRW atau penyediaan
peta sesuai dengan ketentuan dalam penyusunan kegiatan

DURASI 1 (satu) minggu *)


*) Terhitung sejak minggu pertama bulan pertama atau sejak
diterbitkannya SPMK

3-11 Panduan Penyusunan


PENATAAN KAMPUNG NELAYAN/TEPI AIR,KUMUH PERKOTAAN & KAWASAN WISATA
Tabel 3.2 Contoh Form Survey Umum

Provinsi :
Kabupaten/Kota :
Kecamatan :
Kelurahan/Desa :
No Parameter Data umum Kelurahan
.
1 Data
Program/Kegiata
n
Penanganan
Kumuh
Sebelumnya
2 Data umum
wilayah Jumlah Jumlah Luas Kawasan
Luas
Jumlah RT Penduduk Bangunan perencanaan
Administratif No. RW Wilayah
rumah Kawasan Luas
Kelurahan RW (Ha) KK Jiwa
(unit) (Ha)

Data Umum
Jumlah Jumlah Rumah
kawasan kumuh Jumlah
Kawasan Luas Penduduk
tingkat No Kepemillika Penduduk
Kumuh Kawasa Miskin
. n lahan
kelurahan n (Ha) RT/K Jiw RT Jiw Tota Kumu
K a M a l h

4 Data
No. 05 6 12 13 17 18 25 26 40 40 55 > 55 05
Kependudukan
Tahun Tahun Tahun Tahun Tahun Tahun Tahun Tahun

5 Data Mata
Pencaharian Kawasa
Penduduk PNS/TNI/ Swast Pengraji Nelaya Petan
Pol

3-12 Panduan Penyusunan


PENATAAN KAMPUNG NELAYAN/TEPI AIR,KUMUH PERKOTAAN & KAWASAN WISATA
No Parameter Data umum Kelurahan
.
6 Data Penghasilan Jumlah Penghasilan Rata-rata Rumah Tangga (KK)
Rata-rata No. Kawasan Kumuh < Rp. 1 Rp. 1 2 Rp. 2 3 Rp. 3 6 >Rp. 6
Penduduk Juta Juta Juta Juta Juta

7 Tingkat
Kesehatan
Penduduk

8 Peta Dasar Kelurahan yang dilengkapi dengan Delineasi Lokasi Kawasan perencanaan

3-13 Panduan Penyusunan


PENATAAN KAMPUNG NELAYAN/TEPI AIR,KUMUH PERKOTAAN & KAWASAN WISATA
Penyusunan desain survey pada awal kegiatan yang mencakup
B.2 PENYUSUNAN
kebutuhan-kebutuhan data dan informasi yang dibutuhkan dalam
DESAIN SURVEY DAN
penyusunan perencanaan kegiatan
FORMAT KEGIATAN

B.2
PENYUSUNAN
DESAIN SURVEY
DAN FORMAT
KEGIATAN

TUJUAN Menyiapkan desain survey yang diperlukan untuk


keperluan penyusunan perencanaan
Menyusun format format untuk kebutuhan baik
dilapangan maupun pengelohan data dan informasi
terkait dengan kondisi kawasan
METODE Diskusi
LANGKAH Penyamaan persepsi dan kesepakatan terkait data
dasar yang sudah ada
Penyamaan kebutuhan data yang diperlukan dalam
penyusunan perencanaan
Penyiapan desain survey
Penyiapan format untuk survey dan kegiatan

OUTPUT Data Awal (sekunder)


Desain survey
Format format survey dan kegiata
1 (satu) minggu *
DURASI
*) Terhitung sejak minggu kedua bulan pertama atau sejak
diselesaikannya sub kegiatan persiapan dan pemantapan
rencana kerja

3-14 Panduan Penyusunan


PENATAAN KAMPUNG NELAYAN/TEPI AIR,KUMUH PERKOTAAN & KAWASAN WISATA
Tabel 3.3 Contoh Form Data Umum Kawasan perencanaan

I. Data umum Kawasan perencanaan

5 Nama Kawasan Kawasan perencanaan


2 Lokasi Kawasan Kawasan
perencanaan Kawasan
Pusat Kota
3 Kawasan
Apakah Lokasi Pinggiran
Sesuai Kota
dengan RTRW
Kota Ya
Tidak
4 Luas Kawasan Kawasan perencanaan .. Ha
(Ha)
Status Kepemilikan Lahan Pada Kawasan
5
Kumuh Milik Pribadi 1 Ha
Milik Pemda/BUMN 2 Ha
Milik Pemerintah Pusat/BUMN 3 Ha
Milik Swasta 4 Ha
Kepemilikan Lainnya 5 Ha

6 Karakteristik Kawasan Sekitar Kawasan


perencanaan Perumahan
Perkantoran
Perdagangan
Perindustrian
Pelabuhan
Perkebunan/pertanian

7 Kondisi Fisik Kawasan Kawasan


perencanaan Tepi sempadan
sungai
Tepi saluran drainaseinduk/utama kota
Tepi jalur rel kereta api
Tepi sempadan jalan primer
Tepi pantai
Dibawah SUTET
Tepi kawasan lindung

8 Apakah lokasi kawasan perencanaan tercantum dalam SK


Kumuh Ya 1
Tidak 2

II. Data Kependudukan pada Kawasan perencanaan


1 Jumlah penduduk pada kawasan kawasan Jiwa
2 perencanaan
Jumlah rumah tangga/kepala keluarga total KK
3 Jumlah penduduk miksin Jiwa

3-15 Panduan Penyusunan


PENATAAN KAMPUNG NELAYAN/TEPI AIR,KUMUH PERKOTAAN & KAWASAN WISATA
III. Data umum Kawasan perencanaan

1 Nama Kawasan Kawasan perencanaan


2 Lokasi Kawasan Kawasan
perencanaan Kawasan
Pusat Kota
3 Apakah Kawasan Pinggiran
Lokasi Sesuai Kota
dengan
RTRW Kota Ya
Tidak
4 Luas Kawasan Kawasan .. Ha
5 perencanaan (Ha) Lahan Pada Kawasan
Status Kepemilikan
Kumuh Milik Pribadi 1 Ha
Milik Pemda/BUMN 2 Ha
Milik Pemerintah 3 Ha
Pusat/BUMN Milik Swasta 4 Ha
Kepemilikan Lainnya 5 Ha

6 Karakteristik Kawasan Sekitar Kawasan


perencanaan Perumahan
Perkantoran
Perdagangan
Perindustrian
Pelabuhan
Perkebunan/pertanian

7 Kondisi Fisik Kawasan Kawasan


perencanaan Tepi sempadan
sungai
Tepi saluran drainaseinduk/utama
kota
Tepi jalur rel kereta api
Tepi sempadan jalan primer
Tepi pantai
Dibawah SUTET
8 Apakah Tepi
lokasi kawasan
kawasan perencanaan tercantum dalam
lindung
SK Kumuh Ya 1
Tidak 2

IV. Data Kependudukan pada Kawasan perencanaan

1 Jumlah penduduk pada kawasan kawasan Jiwa


2 perencanaan
Jumlah rumah tangga/kepala keluarga total KK
3 Jumlah penduduk miksin Jiwa
4 Jumlah rumah tangga/keluarga miskin RTM

3-16 Panduan Penyusunan


PENATAAN KAMPUNG NELAYAN/TEPI AIR,KUMUH PERKOTAAN & KAWASAN WISATA
5 Jumlah keluarga yang menempati rumah sendiri KK
6 Jumlah keluarga yang tidak menempati rumah KK
sendiri
V. Data Bangunan Rumah Kawasan Kumuh

1 Jumlah bangunan rumah tinggal menurut jenis konstruksi (unit)


Rumah permanen Unit
Rumah semi permanen Unit
Rumah nonpermanen Unit
2 Kondisi kekumuhan bangunan rumah tinggal
(unit) jumlah rumah tidak kumuh 1 Unit
jumlah rumah kumuh 2 Unit
3 Status pemanfaatan bangunan rumah tinggal
(unit) Ditempati sendiri 1 Unit
Dikontrakkan/disewakan 2 Unit
Tidak dihuni/ditempati (kosong) 3 Unit
4 Legalitas status lahan bangunan rumah tinggal (unit)
Bersertifikat (hak milik/HGB) 1 Unit
Perjanjian sewa lahan 2 Unit
Tidak memiliki status legal/formal 3 Unit
Status lainnya 4 Unit
5 Jumlah penghuni rumah
Kurang atau sama dengan 5 1 Rumah
jiwa Antara 6 smampai 8 jiwa 2 Rumah
Lebih besar dari 8 jiwa 3 Rumah

VI. Aksesibilitas Infrastrtuktur Permukiman

1 Jumlah rumah tangga yang memiliki akses kepenyediaan air minum


Sambungan rumah (perpipaan PDAM) 1 RT
Fasilitas umum 2 RT
Sumur pompa/sumur gali 3 RT
Sumber air bersih lainnya yang aman 4 RT
2 Jumlah rumah tangga yang memiliki akses saran air limbah (s anitasi)
Toilet pribadi dilengkapi septik tank 1 RT
Toilet priadi dengan PAL komunal 2 RT
MK Cumum 3 RT
Sarana sanitasi tidak layak (cubluk, toilet apung, dll) 4 RT
Tanpa sarana sanitasi (BABS) 5 RT
3 Luas genanagan yang terjadi selamlebih dari 2 Ha
4 jam
Frekuensi terjadinya genangan dalam 1 tahun Kali
5 Penyebab utaa terjadinya genangan
Hujan
Luapan sungai

3-17 Panduan Penyusunan


PENATAAN KAMPUNG NELAYAN/TEPI AIR,KUMUH PERKOTAAN & KAWASAN WISATA
Luapan air laut
(rob) Lainnya
6 Rata-rata lamanya terjadi genangana
(jam.hari/minggu/bulan)
jam hari minggu bulan
7 Frekeuensi pembersihan saluran drainaselingkungan
setiap hari 1
setiap 2 hari sekali 2
setiap 2 minggu sekali 3
tidak pernah 4
8 Cara membuang/mereduksi sampah rumah
tangga Diangkut petugas sampah
Dibuang di pekarangan
Dibuangke
sungai Di bakar
Di olah (3R)
9 Frekuensi pengangkutan sampah rumah tangga
setiap hari 1
setuap 2 hari sekali 2
setiap 2 minggu sekali 3
tidak ada layangan pengangkatan sampah
10 Pengelola 4layangan pengangkutan dan pembuangan
sampah Dinas kebersihan atau aparat
Pemerintah Daerah
Jasa pihak ketiga (kontraktor)
Lembaga sosial kemaysarakatan (RT/RW)
Kelompok swadaya masyarakat
Tidak ada lembaga pengelola sampah
11 Prasarana jalan eksisting (m)
Jalan lingkungan diperkeras (aspal/corbeton/paving
blok) Jalan setapak diperkeras (rabat beton/paving blok)
Jalan lingkungan nonperkerasn (tanah)
Jalan setapak nonperkerasan
12 Kelengkapan infrastruktur jalan
Drainase tepi jalan dengan penutup (m)
Jalan degan lampu penerangan (m)
Jalan tanpa lampu penerangan

Catatan :

Form Survey ini merupakan contoh minimal kelengkapan data umum kelurahan yang bisa dikembangkan lebih
lanjut oleh Konsultan Perencana

3-18 Panduan Penyusunan


PENATAAN KAMPUNG NELAYAN/TEPI AIR,KUMUH PERKOTAAN & KAWASAN WISATA
Pengumpulan atau kompilasi data dan informasi dasar terkait
B.3 PENYIAPAN DATA dengan kawasan permukiman kumuh yang nantinya igunakan
PROFIL AWAL sebagai dasar dalam penyusunan

B.4
OVER VIEW
KEBIJAKAN
DAERAH DAN
IDENTIFIKASI
EKSISTING
KAWASAN
TERHADAP TATA
RUANG KAB/
KOTA

B.3
PENYIAPAN
DATA PROFIL
AWAL
1. Data Nelayan
2. Data Kumuh
3. Data Wisata
4. Data Statistik
Terkait

TUJUAN Menyiapkan data dasar profil kawasan permukiman kumuh


METODE Diskusi dan Koordinasi
LANGKAH Koordinasi internal terkait profil kawasan perencanaan
yang ada di Kabupaten/kota sesuai dengan SK
penetapan lokasi kawasan kampung nelayan/tepi air,
kumuh perkotaan dan kampung wisata
Koordinasi dengan pihak terkait
(P2KKP/KOTAKU/RP2KPKP) untuk Kabupaten/Kota
yang telah memiliki baseline
Penyamaan persepsi dan kesepatan terkait data dasar
yang akan dipakai dalam profile kawasan perencanaan

OUTPUT Peta sebaran permukiman kawasan kampung


nelayan/tepi air, kumuh perkotaan dan kampung wisata
Profil kawasan permukiman kawasan kampung
nelayan/tepi air, kumuh perkotaan dan kampung wisata
1 (satu) minggu *
DURASI
*) Terhitung sejak minggu ketiga bulan pertama atau sejak
diselesaikannya sub kegiatan penyusunan desain survey
dan format kegiatan

3-19 Panduan Penyusunan


PENATAAN KAMPUNG NELAYAN/TEPI AIR,KUMUH PERKOTAAN & KAWASAN WISATA
Gambar 3.3 Contoh Data Profile Awal Kawasan perencanaan Perkotaan

3-20 Panduan Penyusunan


PENATAAN KAMPUNG NELAYAN/TEPI AIR,KUMUH PERKOTAAN & KAWASAN WISATA
Gambar 3.4 Contoh Data Profile Awal Kampung Nelayan/Tepi Air
3-21 Panduan Penyusunan
PENATAAN KAMPUNG NELAYAN/TEPI AIR,KUMUH PERKOTAAN & KAWASAN WISATA
Gambar 3.5 Contoh Data Profile Awal Kawasan Wisata
3-22 Panduan Penyusunan
PENATAAN KAMPUNG NELAYAN/TEPI AIR,KUMUH PERKOTAAN & KAWASAN WISATA
Melakukan kajian terhadap kebijakan, strategi, dan program
B.4 OVER VIEW pembangunan daerah yang terdapat dalam dokumen
KEBIJAKAN perencanaan pembangunan dan penataan ruang
DAERAH DAN kabupaten/kota (RPJPD, RPJMD, Renstra Dinas, RTRW,
IDENTIFIKASI Rencana Sek tor dan dokumen lain yang terkait dengan
kawasan perencanaan
EKSISTING
TERHADAP TATA
RUANG KAB/KOTA

B.4
OVER VIEW
KEBIJAKAN
DAERAH DAN
IDENTIFIKASI
EKSISTING
KAWASAN
TERHADAP TATA
RUANG KAB/
KOTA

B.3
PENYIAPAN
DATA PROFIL
AWAL
1. Data Nelayan
2. Data Kumuh
3. Data Wisata
4. Data Statistik
Terkait

TUJUAN Mengidentifikasi dan melakukan kajian terhadap


kebijakan dan strategi pembangunan, serta rencana
tata ruang yang telah tersedia maupun yang sedang
disusun terkait dengan pembangunan permukiman dan
kawasan permukiman kumuh; dan
Mengidentifikasi dan melakukan kajian sinkronisasi
kebijakan dan strategi pembangunan kabupaten/kota,
termasuk didalamnya kajian terhadap dokumen-
dokumen sektoral.
Mengidentifikasi dan melakukan kajian kesesuaian
kawasan perencanaan (kumuh, nelayan, wisata)
terhadap rencana tata ruang

METODE Content Analysis (Analisis Isi), Desk Study, Overlay peta


LANGKAH Inventarisasi kebijakan dan strategi pembangunan
kabupaten/kota, khususnya yang terkait
pengembangan permukiman kumuh perkotaan,
terutama yang terdapat di dalam RTRW, RPJPD,
RPJMD, SPPIP, RPI2JM, dan rencana sektor lainnya
Melakukan pemetaan terhadap arahan kebijakan dan
strategi pembangunan terkait penanganan kawasan
permukiman kumuh terutama yang terdapat di dalam
RTRW, RPJPD, RPJMD, SPPIP, RPI2JM, dan

3-23
Panduan Penyusunan
PENATAAN KAMPUNG NELAYAN/TEPI AIR,KUMUH PERKOTAAN & KAWASAN WISATA
rencana sektor lainnya
Melakukan kajian terhadap keselarasan antar kebijakan
dan strategi pembangunan yang terkait pengembangan
permukiman terutamanya terdapat di dalam RTRW,
RPJPD, RPJMD, SPPIP, RPI2JM, dan rencana sektor
lainnya
Melakukan superimpose/overlay peta permukiman
eksisting dengan peta rencana pola ruang kota (guna
lahan permukiman)

OUTPUT Matriks strategi, kebijakan dan program kabupaten/kota


Peta kesesuaian guna lahan permukiman
Peta rencana pengembangan sektor permukiman
DURASI 1 (satu) minggu *
*) Terhitung sejak minggu keempat bulan pertama atau sejak
diselesaikannya sub kegiatan penyiapan data profil kawasan
kum

3-24
Panduan Penyusunan
PENATAAN KAMPUNG NELAYAN/TEPI AIR,KUMUH PERKOTAAN & KAWASAN WISATA
Tabel 3.4 Contoh Over View Kebijakan Pembangunan Daerah

NO. SUMBER/ DOKUMEN VISI DAN MISI TUJUAN & SASARAN STRATEGI & ARAH KEBIJAKAN RENCANA PRO

1. RPJPD KOTA Visi: Strategi 1: 1. Rencana


BONTANG 2005 KOTA MARITIM BERKEBUDAYAAN Pembangunan perumahan dan Pengembangan
2025 INDUSTRI YANG BERWAWASAN permukimanyang berwawasan Perumahan Terencana
LINGKUNGAN DAN lingkungan. Pagung, Baltim, dan disekitar
MENSEJAHTERAKAN MASYARAKAT Arah Kebijakan: kaw asan pusat kota yaitu
Pembinaan dan peningkatan kualitas dikaw asan pusat
Misi: lingkungan perumahan dan permukiman pemerintahan.
Meningkatkan kualitas sumber daya disertai dengan penyediaan infrastruktur yang 2. Rencana
manusia Kota Bontang yang memadai. Pengembangan
berkebudayaan industri, berakhlak Pemenuhan kebutuhan perumahan dan Perumahan Atas Raw a
mulia dan martabat permukiman sesuai tingkat kemampuan Perumahan ini timbul secara
Meningkatkan kualitas tata pendapatan masyarakat spontan, proporsi
kepemerintahan yang baik Penataan dan revitalisasi kaw asan distribusinya akan
Meningkatkan kualitas lingkungan kawasan perencanaan . menyebar pada WP I, II dan
hidup Kota Bontang Penataan dan pembatasan permukiman III.
Memperkuat struktur ekonomikota di atas air dalam rangka perlindungan
3. Rencana
Bontang dengan sektor maritim sebagai Pengembangan Rumah
ekosistem pesisir dan green belt
penopang pembangunan ekonomi dan Susun
tetap menjaga keseimbangan industri Pengembangan Rumah
migas dan non migas Susun (RUSUN) baik sew a
maupun milik akan
diprioritaskan untuk
menunjang kaw asan
industri dan nelayan yang
membutuhkan rumah.

2 RPJMD KOTA Visi: Tujuan 1: Tujuan 1, Sasaran 1 Tujuan 1, Sasara


BONTANG TAHUN TERWUJUDNYA MASYARAKAT KOTA MEWUJUDKAN KOTA Strategi: Program pengemb
2011 2016 BONTANG YANG BERBUDI LUHUR, MAJU, BONTANG YANG BERSIH, Pengembangan manajemen pengelolaan pengelolaan persa
ADIL DAN SEJAHTERA HIJAU, DAN ASRI sampah
Sasaran 1: Arah Kebijakan:
Misi: Meningkatkan penanganan Peningkatan pengelolaan sampah di TPA
Meningkatkan kualitas sampah menjadi 74% yang berkelanjutan
sumberdaya manusia kota Sasaran 2: Pemenuhan sarana prasarana
Bontang yang berakhlak mulia dan Memelihara kondisi RTH persampahan
profesional
Meningkatkan Kualitas Tata
eksisting dan meningkatkan Pemberdayaan masyarakat dalam
luas RTH menjadi 3.330,96 Ha pengelolaan sampah yang berkelnajutan
Kepemerintahan yang baik atau 22,5% dengan pemanfataan teknologi ramah
Meningkatkan Kualitas lingkungan.
Lingkungan Hidup
Memperkuat struktur ekonomi Tujuan 1, Sasaran 2: Tujuan 1, Sasara
dan mempercepat pemenuhan Strategi: Program pe
kebutuhan listrik, dan air bersih dan Pengembangan ruang terbuka hijau terbuka hija
infrastruktur lainnya Arah Kebijakan: Program pe
Gerakan Bontang Green dan one pemanfaata
man five trees Program re
NO. SUMBER/ DOKUMEN VISI DAN MISI TUJUAN & SASARAN STRATEGI & ARAH KEBIJAKAN RENCANA PROG

7. STRATEGI SANITASI SUB SEKTOR AIR LIMBAH


KOTA BONTANG Tujuan 1: Mew ujudkan Strategi: Program pengemba
(SSK) 2012 2016 peran serta masyarakat Peningkatan peran serta pengelolaan air minu
dalam pengelolaanair limbah masyarakat dan dunia
Sasaran: Meningkatnya jumlah usaha dalam
kelompok sw adaya masyarakat penyelenggaraan
yang menangani pengelolaan air pengembangan sistem
limbah dari 5 menjadi 15 KSM pengelolaan air limbah
pemukiman

Tujuan 2: Membangun Strategi: Program kemitraan


kemitraanstrategis dalam Membangun kemitraan dengan berbagai pihak pelayanan kesehata
pembangunan sanitasi dalam penyediaan sarana dan prasarana sanitasi
Sasaran: Meningkatnya jumlah
perusahaan yang terlibat dalam
program CSR sektor sanitasi dari
3 menjadi 6

Tujuan 3: Meningkatkan Tujuan 3 Sasaran 1 Tujuan 3, Sasaran


pengendalian pencemaran Strategi: Program pengemba
lingkungan Peningkatan pengelolaan air limbah pengelolaan air minu
Sasaran 1: Meningkatnya
cakupan pelayanan dan Tujuan 3 Sasaran 2 Tujuan 3, Sasaran
pengelolaan air limbah dari Strategi: pengendalian pence
4,8% menjadi 10% Peningkatan sarana dan prasarana pengelolaan perusakan lingkung
sanitasi
Sasaran 2: Meningkatnya
sarana prasarana sanitasi
dari 0% menjadi 66,7%
SUB SEKTOR PERSAMPAHAN
Tujuan 1: Strategi: Program pengemba
Meningkatkanperanaktif Mengikutsertakan masyarakat dan sw pengelolaan persam
masyarakat dan swasta asta untuk berperan aktif dalam
dalam pengelolaan pengelolaan kebersihan
persampahanmandiri
berbasis komunitas untuk
dapat mengurangivolume
sampah
Sasaran: Meningkatnya jumlah
Kelompok Sw adaya
Masyarakat (KSM) dan
sekolah yang melakukan
pengelolaan sampah 3R yang
terbina dari 5 KSM/sekolah
menjadi 25 KSM/sekolah
Tujuan 2: Strategi: Program pengemba
Meningkatkancakupan layanan Pengembangan manajemen pengelolaan pengelolaan persam
dan kualitas sistem sampah
NO. SUMBER/ DOKUMEN VISI DAN MISI TUJUAN & SASARAN STRATEGI & ARAH KEBIJAKAN RENCANA PRO

menjadi 74%

SUB SEKTOR DRAINASE


Tujuan: Meningkatkan Strategi: Program penge
sistem jaringandrainase Peningkatan penanganan sistemjaringan pengelolaan dan
dan pengendalian banjir drainase dan pengendalian banjir sungai, danau d
Sasaran 1: Meningkatnya lainnya
kondisi drainase/saluran
pembuangan air sepanjang
jalan dengan kondisi baik dari
13,77% menjadi 38, 62%
Sasaran 2: Menurunnya Program pemba
kondisi drainase tersumbat turap/talud/bron
dari 6% menjadi 3% Program pemba
drainase/gorong

SUB SEKTOR AIR BERSIH


Tujuan: Meningkatkan Strategi 1: Program pengem
produksi air bersih Peningkatan pelayanan air bersih pengelolaan air
Sasaran: Meningkatnya limbah
cakupan layanan air bersih
PDAM dari 52,3% menjadi
80%

Strategi 2: Program penge


Penyediaan alternative sumber air baku pengelolaan dan
baru sungai, danau d
lainnya

ASPEK PHBS/ HIGIENE


Tujuan: Membangun Strategi 1: Program promo
perilaku hidup bersih dan Kampanye dan sosialisasi PHBS kesehatan dan
sehat pemberdayaan
Sasaran: Meningkatnya masyarakat
perilaku hidup bersih dan
sehat dari 36% menjadi 75%

Strategi 2: Program
Peningkatan kualitas hidup masyarakat pengembanaga
melalui penerapan perilaku hidup bersih, lingkungan seh
sehat dan pengembangan lingkungan sehat
Tabel 3.5 Contoh Overview Program/Kegiatan Sektor Penanganan Kawasan perencanaan

Program/ Lokasi Kumuh Lokasi dan Luas Penanganan Skala Penanganan


No S
Kegiatan Sektoral * (Kelurahan) (Cakupan Pelayanan) (Kawasan/Lingkungan) **
1
2
3
4
5
Dst.

Catatan
*) - Overview yang dilakukan mencakup program/kegiatan yang dilaksanakan oleh Pemerintah, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten/Kota dan keterlibatan swasta
- Overview Program/Kegiatan Sektor Penanganan Kawasan perencanaan meliputi Program/Kegiatan yang telah/sedang berjalan dan yang masih dalam tahap rencana
**) Skala Penanganan yang dimaksud adalah menyesuaikan dengan fungsi dan pengelolaan infrastruktur tersebut.
Gambar3.6 Contoh Peta Hasil Overlay Kawasan perencanaan Eksisting dengan Rencana Pola Ruang

Catatan:
Proses superimpose kondisi dan peta permukiman eksisting berlaku juga untuk rencana sektoral lainnya

Panduan Penyusunan
3-29 PENATAAN KAMPUNG NELAYAN/TEPI AIR,KUMUH PERKOTAAN & KAWASAN WISATA
Dalam kegiatan penyusunan perencanaan , peran
C.1 PENYIAPAN
masyarakat dalam khusus penanganan kawasan
KELEMBAGAAN kampung nelayan/tepi air, permukiman kumuh sangat
LOKASI penting sebagai salah satu pelaku utama. Dalam hal ini
kelembagaan masyarakat di tingkat kawasan perlu
disiapkan agar pembagian peran masing-masing
pemangku kepentingan di daerah menjadi lebih efektif
dan jelas

C.1
PENYIAPAN KELEMBAGAAN KOORDINASI & SINKRONISASI
PADA LOKASI DATA LOKASI (primer &sekunder)

TUJUAN Menyiapkan kelembagaan lokal masyarakat sebagai


mitra penggerak kegiatan sekaligus mengawal dan
mengupayakan keberlanjutan program penanganan
permukiman kumuh di tingkat masyarakat

METODE Diskusi dan Koordinasi

LANGKAH Identifikasi kelembagaan masyarakat eksisting


dalam konteks pembangunan permukiman
Melakukan pendekatan dan kerjasama dengan
kelembagaan lokal masyarakat eksisting
Menyiapkan lembaga masyarakat/BKM/KSM
eksisting agar siap mendukung pelaksanaan
kegiatan penyusunan
OUTPUT Teridentifikasi/tersiapkannya kelembagaan masyarakat
(BKM/KSM

PELAKSANA UTAMA Konsutan Perencana

PELAKSANA Pendamping masyarakat


PENDUKUNG
Tokoh/unsur masyarakat
2 (dua) minggu *
DURASI
*) Terhitung sejak minggu ketiga bulan pertama atau
sejak diselesaikannya sub kegiatan penyiapan data
profil
Panduan Penyusunan
3-30 PENATAAN KAMPUNG NELAYAN/TEPI AIR,KUMUH PERKOTAAN & KAWASAN WISATA
3.2.2. Tahap Identifikasi dan Permusan
Tahap idetifikasi serta perumusan konsep dan strategi merupakan tahapan proses
pemutakhiran profil kawasn agar diperoleh data dan informasi permukiman kumuh yang
detail, akurat, dan terukur sebagai dasar perumusan konsep serta strategi pencegahan dan
peningkatan kualitas permukiman kumuh, penataan kawasan kampung nelayan maupun
kawasan wisata sesuai dengan kebutuhan lokasi kawasan perencanaan .Tahapan ini terbagi
menjadi beberapa rangkaian kegiatan diskusi, penyusunan, serta penyepakan rumusan konsep
dan strategi penataan perencanaan kawasan . Lingkup kegiatan verifikasi serta perumusan
konsep dan strategi ini meliputi 5 (lima) sub kegiatan proses penyusunan dan 2 (dua) sub
kegiatan diskusi dan penyepakatan, yaitu sebagai berikut

Kegiatan Perencanaan (pendekatan A.2 FGD : Penyepakatan Lokasi


fasilitasi Pemda)

Kegiatan Perencanaan (pendekatan B.5 Survey dan Pengolahan Data Kawasan


fasilitasi Pemda)

B.6 Verifikasi Lokasi dan Pemutahirab Profil


Kawasan

B.7 Penilaian Lokasi

B.8 Perumusan Kebutuhan Penanganan

B.9 Perumusan Konsep dan Strategi


Penataan Kawasan

B.10 Perumusan Skenario dan Konsep Desain


Kawasan

Pendampingan Perlibatan Masyarakat C.2 Penyiapan kelembagaan masyarakat


(Pendekatan Peningkatan Kapasitas) Pada Lokasi Perencanaan

Panduan Penyusunan
3-31 PENATAAN KAMPUNG NELAYAN/TEPI AIR,KUMUH PERKOTAAN & KAWASAN WISATA
Lingkup kegiatan Identifikasi (verifikasi dan
TAHAP IDENTIFIKASI DAN PERUMUSAN penentuan lokasi) skala kota ini dilakukan dalam
jangka waktu 1 (satu) bulan terhitung sejak
kegiatan persiapan selesai dilakukan.

BULAN 2 BULAN 3

A.2. A.3.
FGD WORKSHOP
PENYEPAKATAN
PENYEPAKATAN KEBIJAKAN, STRATEGI,PROGRAM
LOKASI DAN TAPAK

Konsultan Perencana KMKP

B.5 B.10
RUMUSAN SKENARIO DAN
SURVEY DAN KONSEP DESAIN KAWASAN
PENGOLAHAN
DATA KAWASAN

B.6 B.9
VERIFIKASI PERUMUSAN KONSEP DAN
STRATEGI PENATAAN
LOKASI DAN
KAWASAN
PEMUTAHIRAN
PROFIL PRIORITAS
KAWASAN
B.8
B.7
PERUMUSAN KEBUTUHAN
PENATAAN/PENANGANAN
ANALISIS
KAWASAN
KAWASAN
B.7
PENILAIAN LOKASI
1. Pola Kepemilikan Lahan
2. Daya Tampung
3. Kebutuhan Penataan
Kawasan
4. Kebutuhan Penataan
infrastruktur
5. Kelembagaan
6. Kelayakan Pembiayaan &
Kelayakan Sosial Ekonomi
7. Strategi Pengembangan
Permukiman

C.2
KOORDINASI & SINKRONISASI
DATA LOKASI (primer &sekunder)

Laporan
ANTARA

1. Data survey dan sekunder hasil pengolahan1. Analisis Makro Kawasan (Lahan,Infrastruktur
2. Data hasil verifikasi lokasi (deliniasi, luas) Kelembagaan,Kelayakan Sosial & Pembiayaan
3. Profil Kawasan yang telah terverifikasi 2. Analisis sistem Kawasan (jaringan infrastruktur)
4. Kebutuhan Pencehahn dan Peningkatan 3. Analisis Konsep, Strategi Penanganan
Kawasan 4. Rumusan Kebutuhan Penataan /Penanganan
4. Peran serta masyarakat 5. Rumusan Konsep dan Strategi Penataan
5. Berita Acara Penyelenggaraan FGD 1 Kawasan
(Penyepakatan Profil dan Lokasi/Kapak) 6. Rumusan Skenario dan Desain Kawasan
6. Kawasan / Lokasi Terpilih
7. Data Lapangan (Ukur,Tanah, Soil,dll)
7. BA.Kegiatan Penyepakatan Kebijakan,
Skenario dan Tapak
Gambar 3.7. Rangkaian Kegiatan pada Lingkup
8. Pembahasan Laporan Antara
Kegiatan Identifikasi

Panduan Penyusunan
3-32 PENATAAN KAMPUNG NELAYAN/TEPI AIR,KUMUH PERKOTAAN & KAWASAN WISATA
Dalam kegiatan penyusunan perencanaan , peran
A.2 FGD PENYEPAKATAN
masyarakat dalam khusus penanganan kawasan
LOKASI kampung nelayan/tepi air, permukiman kumuh sangat
penting sebagai salah satu pelaku utama. Dalam hal ini
kelembagaan masyarakat di tingkat kawasan perlu
disiapkan agar pembagian peran masing-masing
pemangku kepentingan di daerah menjadi lebih efektif
dan jelas

A.2.
FGD
PENYEPAKATAN
LOKASI
A.1.
SOSIALISASI Konsultan Perencana
Satker PKPS

TUJUAN Menyiapkan kelembagaan lokal masyarakat sebagai


mitra penggerak kegiatan sekaligus mengawal dan
mengupayakan keberlanjutan program penanganan
permukiman kumuh di tingkat masyarakat

METODE Diskusi dan Koordinasi

LANGKAH Identifikasi kelembagaan masyarakat eksisting


dalam konteks pembangunan permukiman
Melakukan pendekatan dan kerjasama dengan
kelembagaan lokal masyarakat eksisting
Menyiapkan lembaga masyarakat/BKM/KSM
eksisting agar siap mendukung pelaksanaan
kegiatan penyusunan
OUTPUT Teridentifikasi/tersiapkannya kelembagaan masyarakat
(BKM/KSM)
PELAKSANA UTAMA Konsutan Perencana

PELAKSANA Pendamping masyarakat


PENDUKUNG
Tokoh/unsur masyarakat
2 (dua) minggu *
DURASI
*) Terhitung sejak minggu ketiga bulan pertama atau
sejak diselesaikannya sub kegiatan penyiapan data
profil

Panduan Penyusunan
3-33 PENATAAN KAMPUNG NELAYAN/TEPI AIR,KUMUH PERKOTAAN & KAWASAN WISATA
Merupakan proses identifikasi untuk memahami
B.5 SURVEY DAN
kondisi kawasan berikut sebaran lokasi, konstelasinya
PENGOLAHAN DATA terhadap ruang kota/perkotaan, mengidentifikasi kawasan
KAWASAN serta potensi dan permasalahan yang terkait dengan
karakteristik sosial, ekonomi, budaya, fisik, dan kelembagaan.
Identifikasi ini diperlukan sebagai dasar verifikasi lokasi dan
pemutakhiran profil kawasan yang telah ditetapkan di dalam
SK Walikota/Bupati.

B.5
SURVEY DAN
PENGOLAHAN
DATA KAWASAN

TUJUAN Untuk mengidentifikasi kondisi kawasan berikut sebaran


lokasi, konstelasinya terhadap ruang skala kota/perkotaan,
mengidentifikasi tipologi permukiman, serta potensi dan
permasalahan yang terkait dengan karakteristik sosial,
ekonomi, budaya, fisik, dan kelembagaan.
Hasil dari kegiatan survey dan pengolahan data kumuh ini
akan menjadi basis informasi awal untuk verifikasi kawasan
terutama permukiman kumuh yang telah ditetapkan didalam
SK Walikota/Bupati

METODE Survey dan Observasi


Konsolidasi dan Analisis data
Pemetaan isu strategis, potensi, dan permasalahan
Diskusi

LANGKAH Mengidentifikasi sebaran permukiman


kawasan skala kota/perkotaan (termasuk permukiman
kumuh yang berada diluar SK)

Panduan Penyusunan
3-34 PENATAAN KAMPUNG NELAYAN/TEPI AIR,KUMUH PERKOTAAN & KAWASAN WISATA
Mengidentifikasi konstelasi permukiman kumuh terhadap
ruang kota/perkotaan.
Mengidentifikasi tipologi permukiman kumuh
kota/perkotaan untuk mendapatkan pola penanganan
yang tepat
Mengidentifikasi isu-isu strategis penanganan
permukiman kumuh
Mengidentifikasi potensi dan permasalahan (karakteristik
sosial, ekonomi, budaya, fisik, dan kelembagaan)
Mengolah basis data permukiman yang ada di
Kabupaten/Kota menjadi profil permukiman kumuh
kota/perkotaan. (Salah satu basis data yang bisa
dimanfaatkan diantaranya adalah baseline)

OUTPUT Daftar dan peta sebaran kawasan skala


kota/perkotaan (termasuk permukiman kumuh yang
berada diluar SK)
Matriks isu-isu strategis kawasan perkotaan dan
permukiman kawasan.
Karakteristik permukiman kawasan kota/perkotaan yang
didalamnya memuat kesimpulan mengenai kondisi fisik,
sosial budaya, ekonomi, kelembagaan, konstelasi
terhadap ruang kota/perkotaan;
Kesesuaian SK dengan profil nelayan,wisata dan kawasan
kumuh hasil survey dan pengolahan data kumuh
2 minggu terhitung dari minggu pertama bulan kedua
DURASI

Catatan :
Data numerik baseline yang ada di Kabupaten/kota pada umumnya masih berupa data profil
permukiman, sehingga parameter datanya perlu dikonversi menjadi data permasalahan
permukiman (kumuh). Sebagai contoh data keteraturan bangunan hunian perlu dikonversi
menjadi data ketetidakaturan bangunan hunian pada lokasi permukiman. Sebagai ilustrasi, bisa
dilihat pada tabel berikut.

Panduan Penyusunan
3-35 PENATAAN KAMPUNG NELAYAN/TEPI AIR,KUMUH PERKOTAAN & KAWASAN WISATA
Data Permukiman Baseline

KRITERIA /
No PARAMETER NILAI SATUAN
INDIKATOR
A FISIK
Keteraturan Jumlah Keteraturan Bangunan Hunian 304 unit rumah tangga
1
Bangunan Hunian Persentase Keteraturan Bangunan Hunian 10% persentase
Luas permukiman .Ha 90,8 Ha
Kepadatan
2 Jumlah total bangunan unit 0
3.02 Unit
Bangunan Hunian
Tingkat kepadatan bangunan ..unit/Ha 7
33 Unit/Ha
Jumlah Bangunan hunian memiliki luas lantai 7,2
2539 unit rumah tangga
m2 per orang
Persentase Bangunan hunian memiliki luas lantai
84% persentase
Kelayakan 7,2 m2 per orang
3
Bangunan Hunian Jumlah Bangunan hunian memiliki kondisi Atap,
2.39 unit rumah tangga
Lantai, Dinding sesuai persyaratan teknis
9
Persentase Bangunan hunian memiliki kondisi Atap,
79% persentase
Lantai, Dinding sesuai persyaratan teknis

Tabel 3.5 Data/Profil Permukiman Kumuh berdasarkan hasil olahan

KONDISI
ASPEK KRITERIA PARAMETER
NUMERIK SATUAN PROSEN
Ketidakteraturan bangunan pada lokasi
2723 Unit 90%
Bangunan tidak memiliki keteraturan
bangunan memiliki
1. KONDISI Tingkat Kepadatan
kepadatan tidak sesuai 16 Ha 16%
BANGUNAN Bangunan
ketentuan
GEDUNG
Ketidaksesuaian dengan bangunan pada lokasi
Persyaratan Teknis tidak memenuhi 628 Unit 21%
Bangunan persyaratan teknis

Tabel 3.6 Contoh data profil permukiman yang menampilkan data numerik dan persentase

KRITERIA /
N PARAMETE NILAI SATUAN
INDIKATOR
o R
A FISIK
Keteraturan Jumlah Keteraturan Bangunan Hunian 304 unit rumah tangga
1 Bangunan
Hunian Persentase Keteraturan Bangunan Hunian 10% persentase
Kepadatan Luas permukiman .Ha 90,80 Ha
2 Bangunan Jumlah total bangunan unit 3.027 Unit
Hunian Tingkat kepadatan bangunan ..unit/Ha 33 Unit/Ha
Jumlah Bangunan hunian memiliki luas lantai 7,2 m2
2539 unit rumah tangga
per
Persentase Bangunan hunian memiliki luas lantai 7,2 m2
orang
Kelayakan per 84% persentase
3 Bangunan orang Bangunan hunian memiliki kondisi Atap, Lantai,
Jumlah
Hunian 2.399 unit rumah tangga
Dinding
sesuai persyaratan
Persentase teknis
Bangunan hunian memiliki kondisi Atap,
Lantai, 79% persentase
Dinding sesuai persyaratan teknis
Panduan Penyusunan
3-36 PENATAAN KAMPUNG NELAYAN/TEPI AIR,KUMUH PERKOTAAN & KAWASAN WISATA
KRITERIA /
N PARAMETE NILAI SATUAN
INDIKATOR
o R
A FISIK
Panjang Total Jaringan Jalan Lingkungan yg ada 22.875 meter
Panjang jalan lingkungan dgn lebar > 1,5 meter 12.815 meter
Panjang jalan lingkungan dgn lebar > 1.5 meter
yang 10.300 meter
Aksesibilitas permukaannya
Jangkauan diperkeras
Jaringan Jalan Lingkungan yang layak 45% persentase
4
Lingkungan Panjang jalan lingkungan dgn lebar 1,5 meter
yang 7.900 meter
permukaannya
Panjang diperkeras
jalan lingkungan dan
dgn tidak
lebar rusak
1,5 meter yang
8.505 meter
dilengkapi
sal. samping
Jalan Sesuai jalan
Persyaratan Teknis 37% persentase
Luas Area permukiman tidak terjadi genangan air/banjir 84,67 ha
Persentase Kaw asan permukiman tidak terjadi
93% persentase
genangan
Drainase air/banjir Total Drainase
Panjang 14.855 meter
5
Lingkungan Panjang Kondisi jaringan drainase pada lokasi
permukiman 7.421 meter
memiliki kualitas
Persentase Kondisitidak rusak/berfungsi
jaringan drainase padabaik lokasi
permukiman 50% persentase
memilikiMasyarakat
Jumlah kualitas minimum
terlayanimemadai
Sarana Air Minum untuk
minum, 457 unit rumah tangga
mandi, dan cuci (perpipaan atau non perpipaan terlindungi
yang layak) Masyarakat terlayani Sarana Air Minum
Persentase
untuk 16% persentase
Pelayanan Air minum, mandi, dan cuci (perpipaan atau non perpipaan
6
Minum terlindungi yang layak)
Jumlah Masyarakat terpenuhi kebutuhan air minum, mandi,
cuci 2.479 unit rumah tangga
(minimal 60liter/org/hari)
Persentase Masyarakat terpenuhi kebutuhan air minum,
mandi, 86% persentase
cuci (minimal 60liter/org/hari)
Jumlah Masyarakat memiliki akses jamban keluarga /
jamban 2.670 unit rumah tangga
bersama
Persentase (5 KK/jamban)
Masyarakat memiliki akses jamban keluarga persentase
/ 93%
Pengelolaan Air jamban bersamakeluarga/jamban
Jumlah Jamban (5 KK/jamban) bersama sesuai
7 persyaratan
Limbah 2.565 unit rumah tangga
teknis (memiliki kloset leher angsa yang terhubung dengan
septic-tank)
Persentase Jamban keluarga/jamban bersama
sesuai 89% persentase
persyaratan teknis (memiliki kloset leher angsa yang
terhubung
Saluran dengan septic-tank)
pembuangan air limbah rumah tangga terpisah
dengan 45% persentase
saluran drainase
Jumlah Sampahlingkungan
domestik rumah tangga di kaw
asan 1.397 unit rumah tangga
Pengelolaan
8 permukiman terangkut ke TPS/TPA min. tangga
dua kali di
seminggu
Persampahan Persentase Sampah domestik rumah kaw
asan 49% persentase
Pengamanan permukiman terangkut ke TPS/TPA min. dua kali seminggu
Persentase Kaw asan permukiman memiliki
9 Bahaya 0% persentase
prasarana/sarana proteksi kebakaran
Kebakaran
B NON FISIK
Jumlah Bangunan hunian memiliki IMB 2.007 unit rumah tangga
Persentase Bangunan hunian memiliki IMB 66% persentase
Legalitas
1 pendirian Jumlah Lahan bangunan hunian memiliki SHM/ HGB/ Surat
yang 2.284 unit rumah tangga
bangunan diakui pemerintah
Persentase Lahan bangunan hunian memiliki SHM/ HGB/
75% persentase
Surat
yang diakuipenduduk
Kepadatan pemerintah ..jiw a/Ha (=jumlah penduduk dibagi
luas 78 jiw a/Ha
Kepadatan
2 w ilayahpenduduk
RT)
penduduk Jumlah 11.933 jiw a

Panduan Penyusunan
3-37 PENATAAN KAMPUNG NELAYAN/TEPI AIR,KUMUH PERKOTAAN & KAWASAN WISATA
KRITERIA /
N PARAMETE NILAI SATUAN
INDIKATOR
o R
A FISIK
Luas w ilayah RT 153,81 Ha
Pertanian,perkebunan, kehutanan, peternakan 2
Perikanan/nelayan 0
Pertambangan/galian 0
Mata pencarian
3 Industri/pabrik 395 rumah tangga
penduduk
Konstruksi/bangunan 70
Perdagangan/jasa (guru, tenaga kesehatan, hotel, dll) 2.152
Pegaw ai pemerintah 235
<450 Watt 1.034
900 Watt 1.553
Penggunaan
4 1300 Watt 211 rumah tangga
Daya Listrik
2200 Watt 26
Menumpang/tidak punya meteran sendiri/dll 26
Rumah Sakit 63
Praktik dokter/poliklinik 349
Fasilitas
Puskesmas/Pustu 2.431
5 Pelayanan rumah tangga
Kesehatan Dukun/Pengobatan tradisional 0
Bidan/mantri 0
Tidak pernah 0
Dalam kelurahan/kecamatan yang sama 2.739
Fasilitas Luar kecamatan 0
6 Pelayanan Di kota lain 0 rumah tangga
Pendidikan Tidak sekolah 18
Tidak ada anggota rumah tangga usia w ajib belajar 89

Panduan Penyusunan
3-38 PENATAAN KAMPUNG NELAYAN/TEPI AIR,KUMUH PERKOTAAN & KAWASAN WISATA
Tabel 3.7 Contoh Rekapitulasi Hasil Survey dan Pengolahan Data Permukiman Kumuh

Informasi Lokasi Kondisi


Nama Lua
Aspek Parameter Data
Kw s s Koordinat RT/RW Kel. Kec. Jml Sat %
(Ha)
Bangunan/rumah yang tidak
2723 Unit 90%
memiliki keteraturan
Bangunan memiliki kepadatan tidak
sesuai ketentuan (Luas kaw asan
Bangunan dengan kepadatan 250 unit/Ha 16 Ha 16%
Gedung untuk kota besar dan 200 unit/Ha
untuk kota sedang/kecil)
Bangunan yang tidak memenuhi
syarat teknis bangunan (kecukupan
628 Unit 21%
luas, keamanan, kenyamanan,
kesehatan, kemudahan)
Luas area yang belum terlayani
prasarana jalan lingkungan (jalan
Jalan 55,9 meter 55%
lingkungan atau gang dngan
Lingkunga struktur beton/paving/aspal)
n
Panjang jalan dengan permukaan
jalan rusak (yang sudah terstruktur 63,88 meter 63%
aspal/paving block/beton)
Penduduk yang tidak terakses air
Penyediaa minum yang berkualitas (bersih, 1003
Jiw a 84%
n air minum tidak berbau dan tercemar) 9
Penduduk yg belum terpenuhi
kebutuhan air minum secara 1658 Jiw a 14%
kuantitas (60 liter/hari)
117 30' Luas area yang terkena genangan
RW 07/ (Genangan dengan >30cm, >2 jam 6,87 meter 7%
18.226" E
RT 1, 2, Tanjung
Gayam 39 - Gayam , > 2x per tahun)
3, dan redeb
2 9' Luas area yang tidak terlayani/tidak
RT 4
16.625" N tersedia saluran/drainase 22,3 Ha 57%
lingkungan
Drainase Panjang saluran drainase yang
Lingkunga 57,74 meter 57%
tidak tersedia
n
Panjang saluran drainase yang
tidak terhubung dengan sistem 86,44 meter 85%
drainase kota
Panjang saluran drainase yang
tidak dipelihara (drainase 79,32 meter 78%
lingkungan kotor dan berbau)
Panjang saluran drainase dengan
66,1 meter 65%
kualitas konstruksi buruk
Luas area yang sistempengolahan
Pengelolaa n air limbahnya tidak sesuai dengan 7,38 Ha 7%
Air Limbah standar teknis yang berlaku
Luas area yang prasarana dan
sarana pengolahan air limbahnya 11,09 Ha 11%
tidak memenuhi persyaratan teknis
Luas area yg tdk memiliki sarpras
Pengelolaa n persampahan sesuai syarat teknis
Persampah dengan pendekatan 3R (Reuse, 52,35 Ha 51%
an Reduce, Recyclcle )
Luas area dengan sistem
pengolahan sampah yang tidak 52,35 Ha 51%
standar (pew adahan,

Panduan Penyusunan
3-39 PENATAAN KAMPUNG NELAYAN/TEPI AIR,KUMUH PERKOTAAN & KAWASAN WISATA
Informasi Lokasi Kondisi
Nama Lua
Aspek Parameter Data
Kw s s Koordinat RT/RW Kel. Kec. Jml Sat %
(Ha)
pengumpulan, pengangkutan dan
pengolahan)
Luas area yang sarana dan
prasarana pengolahan sampahnya
81,35 Ha 80%
tidak terpelihara baik melalui
pemeliharaan rutin maupun berkala
Luas area yang tidak memiliki
101,6
sistem pengamanan secara aktif Ha 100%
9
Proteksi dan pasif
Kebakaran Luas area yang tidak memiliki
101,6
pasokan air untuk kebutuhan Ha 100%
9
proteksi kebakaran
Karang
Ambun

Samba
liung

Dst.

Panduan Penyusunan
3-40 PENATAAN KAMPUNG NELAYAN/TEPI AIR,KUMUH PERKOTAAN & KAWASAN WISATA
Panduan Penyusunan
3-41 PENATAAN KAMPUNG NELAYAN/TEPI AIR,KUMUH PERKOTAAN & KAWASAN WISATA
Panduan Penyusunan
3-42 PENATAAN KAMPUNG NELAYAN/TEPI AIR,KUMUH PERKOTAAN & KAWASAN WISATA
Panduan Penyusunan
3-43 PENATAAN KAMPUNG NELAYAN/TEPI AIR,KUMUH PERKOTAAN & KAWASAN WISATA
Panduan Penyusunan
3-44 PENATAAN KAMPUNG NELAYAN/TEPI AIR,KUMUH PERKOTAAN & KAWASAN WISATA
Merupakan proses verifikasi hasil pendataajn serta survey
B.6 VERIFIKASI DAN lapangan terhadap kawasan perencanaan, dilakukan
PEMUTAHIRAN beberapa analisa , dengan hasil berupa pemutahiran profil
PROFIL kawasan perencananan yang kemudian dilakukan FGD untuk
dapat menghasilkan Kawasan terpilih baik kawasan
nelayan/tepi air, kumuh dan wisata

B.6
VERIFIKASI
LOKASI DAN
PEMUTAHIRAN
PROFIL
KAWASAN

TUJUAN Untuk memutakhirkan daftar dan profil


permukiman kumuh berdasarkan hasil survey dan
pengolahan data kawasan perencanaan .
Untuk memperoleh data dan informasi kawasan
perencanaan terkini secara detail, akurat, dan terukur
sebagai dasar perumusan konsep dan strategi
pencegahan dan peningkatan kualitas kawasan
perencanaan perkotaan yang sesuai dengan kebutuhan
penanganan
METODE Survey - observasi lapangan
Cek silang dengan hasil identifikasi awal
FGD
LANGKAH Mengidentifikasi sebaran permukiman kumuh
skala kota/perkotaan
Verifikasi data terhadap profil yang telah ada
Pemutakhiran SK berdasarkan hasil penilaian
ang telah dilakukan
Penyusunan dan pendetailan profil kawasan
perencanaan
Verifikasi peta permukiman kumuh dengan
melakukan pembuatan peta mutakhir profil kawasan
perencanaan :
- Peta Sebaran Lokasi Kawasan perencanaan
Panduan Penyusunan
3-45 PENATAAN KAMPUNG NELAYAN/TEPI AIR,KUMUH PERKOTAAN & KAWASAN WISATA
Kota/Perkotaan, Kawasan Wisata dan
Nelayan/Tepi Air (skala 1: 25.000).
- Peta Profil (skala 1:5000) yang
menggambarkan kondisi eksisting kawasan
perencanaan , , Kawasan Wisata dan
Nelayan/Tepi Air berserta sarana dan
prasarananya

Melakukan dokumentasi visual (foto, video drone) untuk


seluruh permukiman kumuh perkotaan
OUTPUT Data hasil pemutakhiran SK
Daftar permukiman kawasan (kumuh) yang telah
terverifikasi
Data-data terverifikasi lokasi permukiman kumuh antara
lain:
- Lokasi
- Deliniasi
- Luasan
Layanan Hunian dan Infrastruktur (by name by address)
Pemutakhiran profil detail permukiman kumuh yang
mencakup data fisik yang terkait dengan 7 indikator
kumuh dan data non fisik lingkungan permukiman (by
name by address).
Peta sebaran permukiman kawasan hasil verifikasi pada
skala 1 : 25.000 1 : 10.000
Peta deliniasi permukiman kawasan hasil verifikasi pada
skala 1 : 5.000 dalam bentuk peta citra dan peta garis
Melakukan dokumentasi visual (foto, video drone) untuk
seluruh permukiman kumuh perkotaan

2 minggu terhitung dari minggu kedua bulan kedua


DURASI

Pemutakhiran profil kumuh kota/perkotaan dilakukan untuk menyusun profil kawasan pada
kawasan dalam bentuk :
Pemutakhiran hasil verifikasi kebutuhan data dan peta yang perlu dilengkapi dalam
penyusunan Profil Permukiman kawasan.
Pemutakhiran data dan peta hasil kegiatan survey terhadap SK Penetapan lokasi
permukiman kawasan (contoh : adanya perubahan luasan, perubahan unit lingkungan RT,
ataupun redeliniasi kawasan).
Kelengkapan peta yang dibutuhkan dalam penyusunan peta profil sebagai berikut:

Panduan Penyusunan
3-46 PENATAAN KAMPUNG NELAYAN/TEPI AIR,KUMUH PERKOTAAN & KAWASAN WISATA
NO NAMA KEBUTUHAN PETA SKALA
1 Peta orientasi wilayah administratif kota atau perkotaan 1 : 25.000
pada wilayah Kabupaten

2 Peta rencana tata guna lahan kota/perkotaan 1 : 25.000


3 Peta arah pengembangan wilayah kota/perkotaan 1 : 25.000
4 Peta infrastruktur eksisting pada wilayah kota/perkotaan 1 : 25.000
5 Peta sebaran lokasi permukiman kumuh kota/perkotaan 1 : 25.000
6 Peta deliniasi permukiman kumuh kota/perkotaan 1 : 5.000

7 Peta status legalitas lahan pada kawasan perkotaan 1 : 5.000

Catatan :

Pemutakhiran profil kawasan kota/perkotaan dilakukan untuk menyusun profil kawasan


perencanaan dalam bentuk :
Pemutakhiran hasil verifikasi kebutuhan data dan peta yang perlu dilengkapi dalam
penyusunan Profil kawasan perencanaan .
Pemutakhiran data dan peta hasil kegiatan survey terhadap SK Penetapan lokasi kawasan
perencanaan (contoh : adanya perubahan luasan, perubahan unit lingkungan RT, ataupun
redeliniasi kawasan).
Tahap verifikasi kawasan perencanaan pada prinsipnya merupakan proses konfirmasi terhadap
data yang diperoleh dari hasil komparasi data hasil survey dan pengolahan data kawasan
perencanaan dengan data/profil kawasan perencanaan berdasarkan SK penetapan lokasi
kawasan perencanaan , sehingga dapat dipastikan akurasi informasi yang dicantumkan ataupun
melengkapi data dan informasi lain yang belum ada tetapi diperlukan terkait pemutakhiran dan
pendetailan profil kawasan perencanaan Secara skematis, kedudukan verifikasi permukiman
kumuh, bisa dilihat pada gambar berikut.

Panduan Penyusunan
3-47 PENATAAN KAMPUNG NELAYAN/TEPI AIR,KUMUH PERKOTAAN & KAWASAN WISATA
Tabel 3.8 Contoh Form Verifikasi Kawasan

Verifikasi dan Identifikasi Kawasan

Kabupaten/Kota :
Provinsi :

Lokasi Kumuh Berdasarkan SK Kumuh Bupati/Walikota


a. Jumlah Lokasi :
b. Luasan Kumuh (ha) :

Lokasi Kumuh Berdasarkan Hasil Verifikasi 2015


a. Jumlah Lokasi :
b. Luasan Kumuh (ha) :

Tabel Lokasi Kumuh Hasil Verifikasi


Lokasi Kumuh/wisata Berdasarkan Lokasi Berdasarkan Verifikasi Berita Acara Hasil Peta 1 : 5000 Pr
Kategori Kumuh Kawasan Prioritas
No. SK Walikota/Bupati Verifikasi (shp)
Lokasi* Luasan (Ha) Lokasi* Luasan (Ha) Ada Tidak Ringan Sedang Berat Ya Tidak Ada Tidak S
1
2
3
4
5
dst.
Panduan Penyusunan
PENATAAN KAMPUNG NELAYAN/TEPI AIR,KUMUH PERKOTAAN & KAWASAN WISATA

3-49
Panduan Penyusunan
PENATAAN KAMPUNG NELAYAN/TEPI AIR,KUMUH PERKOTAAN & KAWASAN WISATA

3-50
Panduan Penyusunan
PENATAAN KAMPUNG NELAYAN/TEPI AIR,KUMUH PERKOTAAN & KAWASAN WISATA

3-51
Gambar 3.8 Contoh Peta Verifikasi Permukiman Kumuh By Name By Adress Untuk Indikator Bangunan

Panduan Penyusunan
PENATAAN KAMPUNG NELAYAN/TEPI AIR,KUMUH PERKOTAAN & KAWASAN WISATA

3-52
Gedung/Hunian

Gambar 3.9 Contoh Peta Verifikasi Permukiman Kumuh By Name By Adress Untuk Indikator Jalan Lingkungan

Gambar 3.10 Contoh Peta Verifikasi Permukiman Kumuh By Name By Adress Untuk Indikator Drainase Lingkungan

Panduan Penyusunan
PENATAAN KAMPUNG NELAYAN/TEPI AIR,KUMUH PERKOTAAN & KAWASAN WISATA

3-53
B.7 PENILAIAN LOKASI Merupakan tahapan untuk menilai lokasi kawasan
berdasarkan kriteria, indikator dan parameter kawasan
yang disepakati.

B.7
PENILAIAN LOKASI
1. Pola Kepemilikan Lahan
2. Daya Tampung
3. Kebutuhan Penataan
Kawasan
4. Kebutuhan Penataan
infrastruktur
5. Kelembagaan
6. Kelayakan Pembiayaan &
Kelayakan Sosial Ekonomi
7. Strategi Pengembangan
Permukiman

TUJUAN Untuk mendapatkan klasifikasi tingkat daftar urutan


(rangking) permukiman kumuh berdasarkan hasil penilaian
terhadap kompleksitas permasalahan sebagai landasan
penetapan strategi dan pola penanganan
METODE Observasi lapangan, analisis kondisi kawasan, analisis
peta spasial, pemetaan masalah, diskusi melalui Focus
Group Discussion (FGD)
LANGKAH Menentukan daftar urutan (rangking) kawasan
berdasarkan kompleksitas permasalahan
Skoring kawasan sesuai dengan kriteria dan indikator
yang telah ditetapkan didalam Permen PUPR
No.2/PRT/M/2016 tentang Peningkatan Kualitas
Perumahan dan Kawasan Permukiman.untuk tingkat
kekukumuhan
Melakukan diskusi FGD untuk menyepakati kolaborasi
pola penanganan dan kontribusi program penanganan
ataupun penanganan yang dapat ditindaklanjuti melalui
program- program regular di tingkat Pemerintah
Kabupaten/Kota dalam rangka peningkatan Standar
Pelayanan Minimal (SPM).
Pemetaan sebaran dan kategorinya.

OUTPUT Daftar kawasan prioritas.


Panduan Penyusunan
PENATAAN KAMPUNG NELAYAN/TEPI AIR,KUMUH PERKOTAAN & KAWASAN WISATA

3-54
Peta kawasan prioritas

2 minggu terhitung dari minggu kedua bulan kedua


DURASI

Tahap ini akan menjadi saringan awal penilaian lokasi /kawasan / permukiman kumuh
berdasarkan kompleksitas permasalahan yang ada di kawasan yang telah teridentifikasi pada
tahap sebelumnya.

Penilaian lokasi dilakukan untuk menilai hasil identifikasi lokasi terhadap aspek:
1. Kondisi Kekumuhan (kampung nelayan/tepi air, kumuh perkotaaan)
Penilaian lokasi berdasarkan aspek permasalahan kekumuhan terdiri atas klasifikasi:
a. Kumuh kategori ringan;
b. Kumuh kategori sedang; dan
c. Kumuh kategori berat.

2. Legalitas Lahan
Penilaian lokasi berdasarkan aspek legalitas lahan terdiri atas klasifikasi:
a. Status lahan legal; dan
b. Status lahan tidak legal.
3. Pertimbangan Lain
Penilaian berdasarkan aspek pertimbangan lain terdiri atas:
a. Pertimbangan lain kategori rendah;
b. Pertimbangan lain kategori sedang; dan
c. Pertimbangan lain kategori tinggi.

Panduan Penyusunan
PENATAAN KAMPUNG NELAYAN/TEPI AIR,KUMUH PERKOTAAN & KAWASAN WISATA

3-55
B.8 PERUMUSAN Merupakan kegiatan untuk menurunkan rumusan kebutuhan
KEBUTUHAN penataan kawasan
PENATAAN
KAWASAN

TUJUAN Merumuskan kebutuhan penanganan kawasan


perencanaan
Menyusun indikasi program penanganan
Menyusun permasalahan, potensi dan isu strategis
kawasan

METODE Analisis Konsep desain kawasan dan diskusi melalui Focus
Group Discussion (FGD)
LANGKAH Melakukan analisis dan kajian terkait kebutuhan
penangan kawasan
Merinci skema pentahapan yang dirinci ke dalam
langkah-langkah yang akan dilakukan kegiatan
Menentukan tema pengembangan pada seluruh
kawasan perencanaan

OUTPUT Skema dan tabel kebutuhan penanganan dan


pentahapan kegiatan

3 minggu minggu
DURASI
*)Terhitung sejak minggu pertama sampai minggu
kedua bulan keempat atau sejak diselesaikannya sub

Panduan Penyusunan
PENATAAN KAMPUNG NELAYAN/TEPI AIR,KUMUH PERKOTAAN & KAWASAN WISATA

3-56
kegiatan perumusan konsep dan strategi pencegahan
dan peningkatan kualitas permukiman

B.9 PERUMUSAN Merupakan kegiatan untuk menurunkan rumusan kebutuhan


KONSEP DAN penataan kawasan
STATEGI PENATAAN
KAWASAN

PRIORITAS

B.8
B.7
PERUMUSAN KEBUTUHAN
PENATAAN/PENANGANAN
ANALISIS
KAWASAN
KAWASAN

TUJUAN
METODE
LANGKAH
OUTPUT
DURASI

Panduan Penyusunan
PENATAAN KAMPUNG NELAYAN/TEPI AIR,KUMUH PERKOTAAN & KAWASAN WISATA

3-57
B.10 PERUMUSAN Merupakan kegiatan untuk menurunkan rumusan konsep
SKENARIO DAN dan strategi pencegahan dan peningkatan kualitas angkah-
KONSEP DESAIN langkah strategis. Konsep Desain kawasan permukiman
KAWASAN yang didasarkan pada perumusan kebutuhan pencegahan
dan peningkatan kualitas permukiman

A.3.
WORKSHOP
PENYEPAKATAN
KEBIJAKAN, STRATEGI,PROGRAM
DAN TAPAK

KMKP

B.10
RUMUSAN SKENARIO DAN
KONSEP DESAIN KAWASAN

TUJUAN Merumuskan skenario pentahapan pencegahan dan


peningkatan kualitas kawasan permukiman kumuh yang
aplikatif, riil dan terukur sesuai dengan kebutuhan dan
kemampuan daerah dalam skala kota dan kawasan
Menyusun konsep tematik pengembangan kawasan dan
strategi
Menyusun konsep desain kawasan pada seluruh lokasi

METODE Analisis Konsep desain kawasan dan diskusi melalui Focus


Group Discussion (FGD)

LANGKAH Menggunakan matriks kebutuhan penanganan


pencegahan dan peningkatan kualitas kawasan
permukiman kumuh (output kegiatan B.8);
Menggunakan peta dan matriks konsep, dan strategi,
pencegahan dan peningkatan kualitas kawasan
permukiman kumuh (output kegiatan B.9);
Melakukan analisis dan kajian terkait capaian per tahun
dalam mencapai target 0% kumuh;
Merinci skema pentahapan yang dirinci ke dalam
Panduan Penyusunan
PENATAAN KAMPUNG NELAYAN/TEPI AIR,KUMUH PERKOTAAN & KAWASAN WISATA

3-58
langkah-langkah yang akan dilakukan
Menentukan tema pengembangan pada seluruh
kawasan
Menyusun konsep desain kawasan pada seluruh
permukiman berdasarkan analisis kebutuhan
penanganan; dan
Melakukan diskusi untuk menjaring aspirasi dan
penyepakatan terhadap skenario pentahapan dalam
pencapaian target 0% kumuh dan konsep desain
kawasan yang dirumuskan

OUTPUT Skema dan tabel skenario pentahapan penanganan


Peta konsep tematik pengembangan kawasan; dan
Peta konsep desain kawasan yang berisi rencana desain
7 (tujuh) indikator kekumuhan.
Ploting komponen infrastruktur kedalam peta tematik 2 D
dan 3 D

DURASI 2 (dua) minggu *


*)Terhitung sejak minggu pertama sampai minggu kedua
bulan keempat atau sejak diselesaikannya sub kegiatan
perumusan konsep dan strategi pencegahan dan
peningkatan kualitas permukiman

Catatan:
Pengertian konsep desain kawasan dalam konteks perencanaan adalah persepektif suasana
didukung skenario tematis pembangunan dan pengembangan infrastruktur permukiman sesuai
dengan kebutuhan penanganan kawasan

Panduan Penyusunan
PENATAAN KAMPUNG NELAYAN/TEPI AIR,KUMUH PERKOTAAN & KAWASAN WISATA

3-59
3.11 Contoh Skema Skenario Pentahapan Skala Kota dan Skala Kawasan

KONSEP/POLA
KEBUTUHAN PROGRAM PENANGANAN
SKEMA PROGRAM

PENCEGAHAN

PENGAWASANDAN
Permukiman kumuh
baru PEMBERDAYAAN

PENINGKATAN
KUALITAS

PEMUKIMAN KEMBALI

PEMUKIMAN KEMBALI

PEMUKIMAN KEMBALI

TOTAL KEBUTUHAN

KEBUTUHANINVESTASI KEBUTUHANINVESTASI
PENANGANAN KUMUH

PERMUKIMANKUMUH PERMUKIMANKUMUH PERMUKIMAN KUMUH

Panduan Penyusunan
PENATAAN KAMPUNG NELAYAN/TEPI AIR,KUMUH PERKOTAAN & KAWASAN WISATA

3-60
Gambar 3.12 Contoh 1 Konsep Desain Kawasan

Panduan Penyusunan
3-61 PENATAAN KAMPUNG NELAYAN/TEPI AIR,KUMUH PERKOTAAN & KAWASAN WISATA
Gambar 3.13 Contoh 2 Konsep Desain Kawasan Permukiman Kumuh

Panduan Penyusunan
3-62 PENATAAN KAMPUNG NELAYAN/TEPI AIR,KUMUH PERKOTAAN & KAWASAN WISATA
Gambar 3.14 Contoh 3 Konsep Desain Kawasan Permukiman Kumuh

Panduan Penyusunan
3-63 PENATAAN KAMPUNG NELAYAN/TEPI AIR,KUMUH PERKOTAAN & KAWASAN WISATA
Gambar 3.15 Contoh 4 Konsep Desain Kawasan Permukiman Kumuh

Panduan Penyusunan
3-64 PENATAAN KAMPUNG NELAYAN/TEPI AIR,KUMUH PERKOTAAN & KAWASAN WISATA
3.2.3. Tahap Penyusunan Rencana Tapak
Tahap penyusunan rencana tapak dengan penekanan Penyusunan Recana Induk yang
merupakan Program, Konsep dan Starategi Penataan Kawasan berupa memorandum
keterpaduan Skala Kota dan Kawasan kampung nelayan maupun kawasan wisata sesuai
dengan kebutuhan lokasi kawasan perencanaan .Tahapan ini terbagi menjadi beberapa
rangkaian kegiatan diskusi, penyusunan, serta penyepakan tapak . Lingkup kegiatan verifikasi
serta perumusan konsep dan strategi ini meliputi 3 (tiga) sub kegiatan proses penyusunan dan
2 (dua) sub kegiatan diskusi dan penyepakatan, yaitu sebagai berikut

Kegiatan Perencanaan (pendekatan A.4 FGD : Sinkronisasi Dokumen


fasilitasi Pemda) Lingkungan dan Rencana Tapak

Kegiatan Perencanaan (pendekatan B.11 RENCANA IINDUK (Memorandum


fasilitasi Pemda) Keterpaduan Skala Kota & Kawasan)

B.12 Penentuan Rencana Tapak Terpilih dan


Prioritas Penataan/Penanganan Tapak

B.13 RENCANA TAPAK

Pendampingan Perlibatan Masyarakat C.3 Koordinasi Peran Masyarakat Dalam


(Pendekatan Peningkatan Kapasitas) Perencanaan Tapak

Panduan Penyusunan
3-65 PENATAAN KAMPUNG NELAYAN/TEPI AIR,KUMUH PERKOTAAN & KAWASAN WISATA
TAHAP PENYUSUNAN
TAHAPAN RENCANA TAPAK

WAKTU BULAN 4

A.4.
FGD/DEKS STUDY
KEGIATAN SINKRONISASI DOKUMEN
LINGKUNGAN
PERENCANAAN DAN RENCANA TAPAK

(pendekatan fasilitasi pemda) K onsultan Perencana

B.11 MEMORANDUM
KETERPADUAN
RENCANA PROGRAM SKALA KOTA &
INDUK KAWASAN
1. Program PKP Strategis
2. Program Pemb Reguler CK

PROSES
PENYUSUNAN
PERENCANAAN B.12
KAMPUNG PENENTUAN RENCANA
TAPAK TERPILIH DAN
NELAYAN PRIORITAS PENATAAN/
/TEPI AIR, PENANGANAN TAPAK
KUMUH PERKOTAAN,
KAWASAN WISATA
(pendekatan sistem
SINKRONISASI
kegiatan) DOKUMEN
LINGKUNGAN

B.12
RENCANA TAPAK

PENDAMPINGAN
C.3
PERLIBATAN KOORDINASI PERAN
MASYARAKAT MASYARAKT DLM PERENCANAAN
(pendekatan peningkatan TAPAK
kapasitas)

PELAPORAN

1. Program Ruang
2. Konsep Desain Tapak
3. Konsep Desain Arsitektur
4. Kesepakatan DED
5. Sinkronisasi Dokumen
Lingkungan
6. Kesepakatan Sinkronisasi
OUTPUT Dok.Ling dan Rencana Tapak
7. Rencana Induk
8. Rencana Tapak/SitePlan/
Blok Plan Kawasan

Gambar 3.16 Tahap Penyusunan Tapak

Panduan Penyusunan
3-66 PENATAAN KAMPUNG NELAYAN/TEPI AIR,KUMUH PERKOTAAN & KAWASAN WISATA
B.12 RENCANA INDUK Penyusunan Rencana Induk program permukiman kumu,
(MEMORANDUM kampung nelayan dab kawasan wisata ini dilakukan
KETERPADUAN dengan model pembangunan berbasis kawasan dan
PROGRAM SKALA lingkungan melalui pendekatan perencanaan partisipatif
pada kawasan prioritas. Rencana aksi program disusun
KOTA DAN
sesuai dengan indikator yang disepakati berdasarkan
KAWASAN strategi penanganan dan target yang ingin dicapai dari
penanganan tiap-tiap kawasan akan dibahas oleh
pemangku kepentingan yang ada di daerah dan
disepakati dalam suatu memorandum keterpaduan
program baik skala Kota dan Kawasan

A.3.
WORKSHOP
PENYEPAKATAN
KEBIJAKAN, STRATEGI,PROGRAM
DAN TAPAK

KMKP

B.10
RUMUSAN SKENARIO DAN
KONSEP DESAIN KAWASAN

TUJUAN Merumuskan Rencana Induk program penanganan


yang aplikatif, riil dan terukur sesuai dengan
kebutuhan kawasan kumuh prioritas yang telah
disepakati di dalam suatu memorandum keterpaduan
program meliputi jenis/komponen, volume, lokasi,
dan pelaku
Menyusun rencana investasi dan strategi
pembiayaan penanganan kawasan

METODE Analisis dan pemetaan stakeholder, analisis pembiayaan,


pendekatan partisipatif, dan diskusi melalui Focus Group
Discussion (FGD)
LANGKAH Mengidentifikasi dan memetakan pemangku
kepentingan masyarakat untuk turut terlibat dalam
proses perencanaan;
Melakukan sinkronisasi terhadap program-program
penanganan kawasan permukiman kumuh perkotaan
yang terdapat di berbagai dokumen kebijakan;
Merumuskan kebutuhan program-program
penanganan kawasan permukiman

Panduan Penyusunan
3-67 PENATAAN KAMPUNG NELAYAN/TEPI AIR,KUMUH PERKOTAAN & KAWASAN WISATA
Mensinkronisasikan rencana kerja masyarakat
kedalam memorandum
Merinci program-program yang telah disusun
kedalam skema pentahapan yang dirinci ke dalam
program lima tahunan;
Mengidentifikasi volume dan satuan dari setiap
program;
Mengidentifikasi perkiraan besarnya pembiayaan;
Mengidentifikasi penanggung jawab dari setiap
program; dan
Mengidentifikasi alternatif sumber investasi dan
pembiayaan; dan
Menyepakati program-program penanganan baik
skala kota dan skala kawasan prioritas
OUTPUT Peta rencana aksi program penanganan
permukiman kumuh;
Rencana investasi dan pembiayaan penanganan
kawasan permukiman kumuh prioritas; dan

DURASI 3 (tiga) minggu *


*))Terhitung sejak minggu ketiga bulan keempat sampai minggu
pertama bulan kelima atau sejak diselesaikannya sub kegiatan
perumusan skenario penanganan dan k onsep desain k awasan

Panduan Penyusunan
3-68 PENATAAN KAMPUNG NELAYAN/TEPI AIR,KUMUH PERKOTAAN & KAWASAN WISATA
Gambar 3.17 Contoh Peta Rencana Program Penanganan Bangunan Permukiman

Gambar 3.15 Contoh Peta Rencana i Program Penanganan Jalan Lingkungan

Panduan Penyusunan
3-69 PENATAAN KAMPUNG NELAYAN/TEPI AIR,KUMUH PERKOTAAN & KAWASAN WISATA
Tabel 3.9 Contoh Tabel Rencana Program Kawasan Prioritas Penanganan Permukiman

LUAS HARGA SATUAN TAHUN PENANGANAN


NO NAMA KAWASAN ASPEK KEKUMUHAN / JENIS KEGIATAN SATUAN VOLUME TOTAL BIAYA (Rp)
(Ha) (Rp) 2016 2017 2018 2019
1 PRIORITAS 1 74,058,501,207 1,982,125,000 40,202,151,840 28,635,729,960 1,127,144,00
Kawasan Gayam 38.78 55,738,464,000 1,030,000,000 33,883,375,000 20,825,089,000
Bangunan Gedung
RT 6, 7, 8, 9, 10, 11, - Sosialisasi Program LS 1 -
12, 13 - Pengadaan Lahan m2 87,609 375,000 32,853,375,000 32,853,375,000
RW - Pembangunan Rumah Swadaya Unit 101 206,189,000 20,825,089,000 20,825,089,000
Kelurahan Gayam - Pembangunan Rusunawa Unit -
Kecamatan Tanjung Redeb - Bantuan Stimulan Bahan Bangunan Unit 206 10,000,000 2,060,000,000 1,030,000,000 1,030,000,000
- ... ... -
Titik 117 30' 18.226"
Koordinat E Jalan Lingkungan 4,650,161,800 473,375,000 3,064,724,940 1,112,061,860
2 9' 16.625" N - Sosialisasi Program LS 1 -
- Pengadaan Lahan m2 -
- Peningkatan kapasitas jalan lingkungan m 574 2,767,700 1,588,659,800 - 476,597,940 1,112,061,860
- Peningkatan struktur jalan lingkungan m 1,438 2,129,000 3,061,502,000 473,375,000 2,588,127,000 -
- ... ... -
Air Minum 281,250,000 281,250,000 - -
- Sosialisasi Program LS 1 -
- Pengadaan Lahan m2 -
- Sambungan Rumah unit 225 1,250,000 281,250,000 281,250,000
- Pembangunan IPA unit -
- Pembangunan Reservoir unit -
- Pembangunan Hydran Umum unit -
- Penyediaan Terminal Air (mobil tangki/tangki air) unit -
- ... ... -
Drainase Lingkungan 12,082,131,000 - 2,917,801,900 6,664,329,100
- Sosialisasi Program LS 1 -
- Pembangunan Pintu Air m2 1 2,500,000,000 2,500,000,000
- Perbaikan Saluran Drainase m 3,079 3,042,000 9,366,318,000 - 2,809,895,400 6,556,422,600
- Pembangunan Baru Saluran Drainase m -
- Pembangunan Gorong-gorong m -
- Pembangunan Turap m -
- Bantuan Stimulan Tandon Air (detensi air hujan) unit 169 1,277,000 215,813,000 - 107,906,500 107,906,500
Air Limbah 721,000,000 197,500,000 197,500,000 - 326,000,000
- Sosialisasi Program LS -
- Pembangunan Pintu Air m2 -
- Pembangunan IPAL Komunal unit -
- Perbaikan IPAL Komunal unit -
- Pembangunan MCK Komunal unit -
- Perbaikan MCK Komunal unit -
- Penyediaan Truk tinja atau motor tinja unit 1 326,000,000 326,000,000 - - - 326,000,000
- Bantuan Stimulan Jambanisasi (On-Site/Bio Filter); Penanganan BABS unit 158 2,500,000 395,000,000 197,500,000 197,500,000 -
Persampahan 457,000,000 - 126,750,000 26,750,000 303,500,000
- Sosialisasi Program LS 1 -
- Pengadaan Lahan m2 -
- Penyediaan Bak/Kontainer Sampah unit 214 500,000 107,000,000 - 26,750,000 26,750,000 53,500,000
- Penyediaan Gerobak/Motor Sampah/Mobil Bak Sampah/Perahu Sampah unit 1 100,000,000 100,000,000 - 100,000,000 -
- Pembangunan TPST unit 1 250,000,000 250,000,000 - - - 250,000,000
- Pembangunan TPS 3R unit -
- ... ... -
Pengamanan Kebakaran 19,500,000 - 12,000,000 7,500,000
Tabel 3.10 Contoh Tabel Memorandum Program

INDIKASI KEBUTUHANBIAYA (x juta) SUMBER PENDANAAN PEM


No. PROGRAM KEGIATAN Lokasi Volume Satuan TAHUNANGGARAN Tahun APBN
DAK APBD PROV APBD Kota BU
2017 2018 2019 2020 2021 Rupiah PHLN
PENCEGAHAN
1 Pengawasan pemanfaatan ruang Sosialisasi teknis ketentuan kawasan sempadan kawasan D 1 Ls 100
Sosialisasi teknis ketentuan kawasan hutan lindung kawasan G
2 dst
PENINGKATAN KUALITAS
I BANGUNAN HUNIAN

1 Rehabilitasi bangunan hunian sesuai dengan fungsi Perbaikan rumah tidak layak huni kawasan A 73 unit 600 400 1,000

II JALAN LINGKUNGAN

1 Peningkatan kualitas lingkungan permukiman kumuh Rehabilitasi/peningkatan jalan lingkungan kawasan B 800 meter 1100 700 1200 600

Pembangunan jalan lingkungan kawasan C 600 meter 1200 1200


III DRAINASE LINGKUNGAN
.dst

IV PENYEDIAAN AIR MINUM


dst

V PENGELOLAAN AIR LIMBAH


dst

VI PENGELOLAAN PERSAMPAHAN

VII PROTEKSI KEBAKARAN


B.12 PENENTUAN TAPAK Merupakan proses identifikasi terhadap lokasi permukiman
TERPILIH DAN yang dinilai memiliki kesiapan untuk implementasi
PRIORITAS pembangunan fisik pada tahun pertama dalam rencana
PENANGANAN / pentahapan pembangunan kawasan berdasarkan
pertimbangan-pertimbangan yang telah disepakati
PENANGANAN
Pengambangan Kawasan Permukiman Strategis
TAPAK

B.12
PENENTUAN RENCANA
TAPAK TERPILIH DAN
PRIORITAS PENATAAN/
PENANGANAN TAPAK

SINKRONISASI
DOKUMEN
LINGKUNGAN

TUJUAN Untuk menentukan minimal kawasan pembangunan


tahap pertama yang akan direncanakan secara lebih rinci
dan operasional
METODE Observasi lapangan, analisis kondisi kawasan, pendekatan
partisipatif, diskusi melalui Focus Group Discussion (FGD))
LANGKAH Identifikasi tingkat kekumuhan kawasan (telah
dilakukan pada tahap B.5 dan B 6 );
Membuat daftar urutan permukiman berdasarkan
kompleksitas permasalahan;
Merumuskan dan menyepakati dasar pertimbangan
penetapan tahapan penanganan permukiman
prioritas (readiness criteria pembangunan tahap 1);
Menilai kembali daftar urutan permukiman
berdasarkan dasar pertimbangan (readiness criteria)
yang telah disepakati; dan
Menetapkan dan menyepakati lokasi dan komponen
pembangunan tahap pertama

OUTPUT Rekomendasi lokasi pembangunan tahap-1;


Panduan Penyusunan
3-72 PENATAAN KAMPUNG NELAYAN/TEPI AIR,KUMUH PERKOTAAN & KAWASAN WISATA
Peta dan delineasi lokasi pembangunan tahap-1
.
PELAKSANA Satker PKP Strategis
Tim Advisory
Konsultan Perencana
2 minggu dari minggu ke 4 di bulan ke 4 sampai minggu ke 1
DURASI
di bulan ke 5

1.

2.

3.
untuk
ditangani.
4.

5.

Catatan:
Pembangunan tahap pertama dapat dilakukan melalui 2 (dua) pendekatan, yaitu:
- Pembangunan berbasis kawasan pembangunan tahap pertama dilakukan pada
minimal 3 (tiga) kawasan permukiman prioritas terhadap seluruh aspek penanganan
dan seluruh komponen infrastruktur keciptakaryaan, apabila seluruh readiness criteria
(kesiapan lokasi, pemerintah daerah, dan masyarakat) dapat dipenuhi pada kawasan
tersebut.

- Pembangunan pembangunan tahap pertama dilakukan


pada minimal 3 (tiga) kawasan permukiman kumuh prioritas, namun hanya dilakukan
terhadap beberapa komponen-komponen infrastruktur keciptakaryaan yang dianggap
telah memenuhi readiness criteria (kesiapan lahan, pemerintah daerah, dan masyarakat)
untuk diimplementasikan pada tahun berikutnya
B.13 RENCANA TAPAK Merupakan tahapan penyusunan perencanaan rencana tapak
terpilih, melakukan kajian terhadap kondisi fisik tapak terpilih
serta konsep penanganan tapak terpilih dengan melakukan
sinkronisasi dengan perencanaan dokumen lingkungan.

Panduan Penyusunan
3-73 PENATAAN KAMPUNG NELAYAN/TEPI AIR,KUMUH PERKOTAAN & KAWASAN WISATA
SINKRONISASI
DOKUMEN
LINGKUNGAN

B.13
RENCANA TAPAK

TUJUAN Untuk mendapatkan rencana tapak kawasan yang telah


melalui tahap sinkronisasi dengan Dokumen Lingkungan
sehingga didapat penyepakatan
METODE analisis kondisi kawasan, pendekatan partisipatif, diskusi
melalui deks study
LANGKAH Identifikasi dokumen lingkungan perencanaan
terhadap kawasan perencanaan
Merumuskan dan menyapakati dokumen lingkungan
dengan tapak lokasi perencanaan
Menetapkan dan menyepakati lokasi dan komponen
pembangunan tahap pertama

OUTPUT Penyepakatan sinkronisasi Dokumen Lingkungan


Peta dan delineasi lokasi pembangunan tahap-1
.
PELAKSANA Satker PKP Strategis
KMKP
Konsultan Perencana
Konsultan Dokumen Lingkungan
1 minggu dari minggu ke 4 di bulan ke 5
DURASI
A. FGD / DEKS STUDY Merupakan tahapan kegiatan sinkronisasi dokumen
4 SINKRONISASI lingkungan terhadap perencanaan tapak
DOKUKUMEN
LINGKUNGAN DAN
TAPAK

Panduan Penyusunan
3-74 PENATAAN KAMPUNG NELAYAN/TEPI AIR,KUMUH PERKOTAAN & KAWASAN WISATA
A.4.
FGD/DEKS STUDY
SINKRONISASI DOKUMEN
LINGKUNGAN
DAN RENCANA TAPAK

TUJUAN Untuk mendapat penyepakatan antara perencanaan


kampung nelayan/tepi air dan kawasan wisata dengan
perencanaan dokumen lingkungan pada kawasan yang
sama
METODE FGD atau Desk Study
LANGKAH Identifikasi perencanaan pada kawasan
perencanaan kampung nelayan/tepi air, kawasan
wisata
Identifikasi perencanaan kajian dokumen
lingkungan
Melakukan identifikasi penyesuaian subtansi
diantara kedua perencanaan
Melakukan kesepakatan dalam perencanaan
kawasan dengan dokumen lingkungan tentang
kelayakan perencanaan kawasan dan perencanan
tapak
OUTPUT Kesepaakan Dokumen lingkungan dan perecanaan
tapak kawasan
PELAKSANA UTAMA Satker PKPS
KMKP
Konsutan Perencana dan
konsultan dokumen lingkungan

1 2 hari
DURASI
Pelaksanaan minggu 4 bulan ke 4 pelaksanaan
Dalam kegiatan penyusunan perencanaan , peran
C. FGD / DEKS STUDY
masyarakat dalam penanganan permukiman sangat
3 SINKRONISASI penting sebagai salah satu pelaku utama. Dalam hal ini
DOKUKUMEN kelembagaan masyarakat di tingkat kawasan perlu
LINGKUNGAN DAN disiapkan agar pembagian peran masing-masing
TAPAK pemangku di daerah menjadi lebih efektif dan jelas

Panduan Penyusunan
3-75 PENATAAN KAMPUNG NELAYAN/TEPI AIR,KUMUH PERKOTAAN & KAWASAN WISATA
KOORDINASI PERAN
MASYARAKT DLM PERENCANAAN
TAPAK

TUJUAN Untuk mendapat perencanaan yang tepat , akurat dan


dikukung oleh masyarakat sehingga pada saat
pelaksanaan kegiatan tidak terdapat permasalahan
dimasyarakat

METODE Koordinasi/Sosialisasi/diskusi

LANGKAH melakukan pembahasan di masyarakat berkaitan


dengan perencanaan yang dilakukan
sinkronisasi kondisi masyarakat dengan
perencanaan yang dibuat.
Penyepakatan komponen kegatan yang akan
dilaksanakan
OUTPUT Persamaan persepsi komponen perencanaan yang
disusun pada kawasan kampung nelayan/tepi air dan
kawasan wisata
PELAKSANA UTAMA Pemerintah Kab/Kota
Konsultan Perencanaan
Tokoh Masyarakat
1 Minggu
DURASI
Pelaksanaan minggu 4 bulan ke 4 pelaksanaan

3.2.4. Tahap Penyusunan Desin Teknis

Kegiatan penyusunan desain teknis adalah penerjemahan dari rencana penanganan kawasan
permukiman prioritas yang telah disusun pada tahap sebelumnya ke dalam bentuk
rancangan/desain teknis untuk diimplementasikan pada tahun pertama. Dengan kata lain,
rancangan/desain teknis dalam rangka pencegahan dan peningkatan kualitas permukiman
kumuh di kawasan prioritas ini disusun berdasarkan rencana penanganan (konsep, strategi,
dan program) yang telah disusun dan disepakati sebelumnya. Dalam lingkup kegiatan
penyusunan desain teknis ini terdapat 3 (tiga) sub kegiatan dan 2 (dua) kegiatan koordinasi
lingkup sebagai berikut:

Panduan Penyusunan
3-76 PENATAAN KAMPUNG NELAYAN/TEPI AIR,KUMUH PERKOTAAN & KAWASAN WISATA
Kegiatan Perencanaan (pendekatan A.5 KOLOKIUM: Pemantapan Prencanaan
fasilitasi Pemda) Akhir Kegiatan

Kegiatan Perencanaan (pendekatan B.14 Detail Engineering Design


fasilitasi Pemda)

B.15 Penyempurnaan Hasil Pleno

B.16 Dokumen Perencanaan

Pendampingan Perlibatan Masyarakat C.4 Penyiapan kelembagaan masyarakat


(Pendekatan Peningkatan Kapasitas) Pada Lokasi Perencanaan

Lingkup kegiatan penyusunan desain teknis ini akan diselesaikan pada 2 (dua) bulan terakhir
pelaksanaan kegiatan penyusunan Perencanaan , dan dimulai sejak kegiatan dalam tahap
perumusan rencana penanganan masih berlangsung. Secara diagramatis, rangkaian kegiat an
pada lingkup kegiatan penyusunan desain teknis dapat dilihat pada Gambar 3-18.

Panduan Penyusunan
3-77 PENATAAN KAMPUNG NELAYAN/TEPI AIR,KUMUH PERKOTAAN & KAWASAN WISATA
TAHAPAN TAHAP PENYUSUNAN DESAIN TEKNIS

WAKTU BULAN 5 BULAN 6 BULAN 7

A.5.
KOLOKIUM
KEGIATAN PEMANTAPAN PERENCANAAN
AKHIR KEGIATAN
PERENCANAAN
(pendekatan fasilitasi pemda) KMKP

B.15
PENYEMPURNAAN
HASIL PLENO

PROSES
PENYUSUNAN
PERENCANAAN
KAMPUNG
NELAYAN
/TEPI AIR, B.14 DETAIL ENGINEERING B.16 PELAKSANAAN
KUMUH PERKOTAAN, DESIGN DOKUMEN LELANG 2017
KAWASAN WISATA 13.1 13.2 PERENCANAAN
(pendekatan sistem PENYUSUNAN DETAIL
DESAIN ENGINEERING
kegiatan) TEKNIS DESIGN

STANDART TEKNIS
PERENCANAAN /SNI
1.ARSIT EKT UR
2.ST RUKT UR
BANGUNAN
3.M E
4.PRASARANA,SARANA
BANGUNAN &
LINGKUNGAN
5.PERSPEKT IF /3D
6.ANIM ASI

PENDAMPINGAN
PERLIBATAN C.4
KOORDINASI PEMANTAPAN
MASYARAKAT HASIL PERENCANAAN DED
(pendekatan peningkatan TAPAK
kapasitas)

PELAPORAN Laporan Laporan


DRAFT AKHIR AKHIR

1.Site Plan/Blok Plan Tapak 1. Rencana Induk


2. G ambar Detail Engineering Design/DED 2. Laporan Tahap Survey
3. Daftar Kuantitas & Harga (RAB) 3. Laporan Tahap Penataan Perancangan (Rencana Tapak)
4. Spesifikasi Umum/RKS 4. Laporan Tahap Rancangan Gambar Detail
5. Draft Laporan Akhir 5. Gambar 3D ( Setara x-Ray)
6. Draft 3D Tapak 6. Maket Perencanaan Tapak
7. Animasi Tapak
OUTPUT 8. Pembahasan Laporan Akhir

Panduan Penyusunan
3-78 PENATAAN KAMPUNG NELAYAN/TEPI AIR,KUMUH PERKOTAAN & KAWASAN WISATA
Penerjemahan konsep dan desain penanganan kawasan yang telah
B.14 PENYUSUNAN
dirumuskan ke dalam rencana teknis penanganan yang. lebih
DESAIN TEKNIK/ terukur dan presisi baik secara lokasi, besaran/volume dan
DETAIL terpetakan secara visual, serta menyusun dan menyepakati daftar
ENGINEERING komponen infrastruktur pembangunan tahap 1 yang akan
DESIGN ditindaklanjuti dengan penyusunan DED, dilanjutkan dengan
pengukuran detail terhadap komponen- komponen tersebut.

B.14 PENYUSUNAN DESAIN B.16 PELAKSANAAN


TEKNIS DOKUMEN LELANG 2017
14.1 14.2 PERENCANAAN
PENYUSUNAN DETAIL
DESAIN ENGINEERING
TEKNIS DESIGN

STANDART TEKNIS
PERENCANAAN /SNI
1.ARSIT EKT UR
2.ST RUKT UR
BANGUNAN
3.M E
4.PRASARANA,SARANA
BANGUNAN &
LINGKUNGAN
5.PERSPEKT IF /3D
6.ANIM ASI

TUJUAN Memperoleh list/daftar komponen infrastruktur prioritas


yang akan ditindaklanjuti dengan penyusunan gambar
kerja serta
diimplementasikan pada tahun pertama penanganan
Melakukan pengukuran teknis untuk menentukan
komponen-komponen dari infrastruktur permukiman
yang masih bermasalah
Menyusun peta rinci sebagai acuan untuk pelaksanaan
pembangunan di lapangan;
Menyusun visualisasi pendukung perancangan dan
pembuatan komponen penanganan kawasan secara
visual
Memperoleh gambaran visual kawasan kumuh prioritas
secara komperhensif
Memperoleh detail kebutuhan perancangan komponen
infrasruktur (volume dan dimensi) serta kondisi lapangan
teraktual pada kawasan permukiman

METODE Studio, analisis kebutuhan, penjaringan informasi, observasi


dan pengukuran lapangan (ground survey), teknik
penelurusan lokasi (transek)

Panduan Penyusunan
3-79 PENATAAN KAMPUNG NELAYAN/TEPI AIR,KUMUH PERKOTAAN & KAWASAN WISATA
LANGKAH Melakukan penyusunan peta rinci/siteplan, pembuatan
site plan diperlukan sebagai acuan untuk pelaksanaan
di lapangan siteplan sedikitnya memuat: (1) plotting
komponen rencana, (2) jenis serta ukuran komponen
rencana dan (3) kondisi eksisting, misal: nama jalan,
arah aliran, kontur eksisting serta kondisi 0% dari
komponen yang akan dibangun. Peta kebutuhan
infarstruktur yang dipersyaratkan skala 1:1.000 untuk
penanganan tahun pertama.
Penyusunan Visualisasi Pendukung Perancangan,
pembuatan komponen kawasan secara visual untuk
memberikan pembanding dari kondisi kawasan semula
dan kondisi kawasan setelah dibangun atau before-after
penyiapan gambar pra rencana berdasarkan rumusan
program kegiatan untuk pembangunan kawasan secara
keseluruhan. Gambar ini memuat bentuk dan
komponen-komponen fisik apa saja yang diperlukan
dalam penanganan kawasan kumuh prioritas, namun
jumlah dan besarannya belum terinci yang disepakati
antara pokja kab/kota, stakeholders kab/kota serta
masyarakat pada kawasan
Melakukan analisis dan diskusi pemilihan komponen
dengan stakeholders kab/kota serta masyarakat pada
kawasan prioritas
Melakukan ground check dan pengukuran yang di
sesuaikan dengan kebutuhan nyata di lapangan.
Komponen rencana disusun ulang dan dilihat sejauh
mana kemungkinan dapat dilaksanakan
pembangunannya di lapangan. Pemilihan komponen
yang akan diukur harus melalui beberapa kriteria, yaitu:
o Komponen harus benar-benar
menjadi prioritas utama bagi
penanganan kawasan kumuh;
o Komponen harus memberikan dampak
nyata/manfaat terhadap perbaikan
lingkungan kumuh yang ditangani; dan
o Komponen dapat dilaksanakan
pembangunannya dan tidak berada dalam
tanah/lahan yang disengketakan

OUTPUT Peta rencana rinci pembangunan tahap pertama yang


disusun dengan memperhatikan berbagai acuan yang
ada (peta kebutuhan infarstruktur skala 1:1.000 untuk
penanganan tahun pertama dan skala 1:5.000 untuk
jangka waktu tahun 2017-2019)
Visualisasi 3 dimensi (3D) dari rencana yang disusun
Animasi (x-ray)
Panduan Penyusunan
3-80 PENATAAN KAMPUNG NELAYAN/TEPI AIR,KUMUH PERKOTAAN & KAWASAN WISATA
Kesepakatan daftar rencana komponen infrastruktur
pembangunan tahap 1; dan
Dimensi dan volume pekerjaan komponen infrastruktur
pembangunan tahap

DURASI 4 (empat) minggu *


*) Terhitung sejak minggu ke-1 bulan ke-5 atau sejak
diselesaikannya sub kegiatan penentuan kawasan

Survei detail permukiman kumuh prioritas dilakukan setelah ditetapkannya kawasan prioritas
pada tahapan sebelumnya. Survei ini berguna untuk memberikan gambaran mengenai
permasalahan kondisi fisik dan non fisik melalui pengamatan secara langsung di kawasan
kumuh prioritas. Pengenalan akan lapangan ini penting dilaksanakan agar mampu menyusun
konsep penanganan yang sesuai dengan kebutuhan kawasan kumuh prioritas.
Data yang didapatkan pada survei kawasan kumuh prioritas ini berupa data primer dan data
sekunder (by name by address), diantaranya adalah:
a. Lingkup rumah tangga

Kondisi Bangunan Hunian (Keteraturan bangunan Kelayakan Bangunan Hunian)


Kondisi Penyediaan Air Minum
Kondisi Pengelolaan Sanitasi
Pengelolaan Sampah Rumah Tangga
b. Lingkup Lingkungan

Kondisi Bangunan Hunian (Kepadatan Bangunan)


Kondisi Jalan Lingkungan
Kondisi Drainase Lingkungan (Kejadian Genangan)
Pengamanan Bahaya Kebakaran
Kondisi ketersediaan RTH
c. Data Nonfisik:

Data kependudukan
Data potensi ekonomi eksisting kawasan
Data potensi pengembangan kawasan
Data kebiasaan dan adat istiadat di kawasan
Data identifikasi legalitas lahan dan bangunan hunian

Panduan Penyusunan
3-81 PENATAAN KAMPUNG NELAYAN/TEPI AIR,KUMUH PERKOTAAN & KAWASAN WISATA
Tabel 3.11 Contoh Daftar Komponen Pembangunan Tahap 1 (By Name by Address)

Koordinat Kegiatan
No. Nama Kegiatan
Desimal Derajat
RW. 01
Pemasangan BoxCuvert 200 x 200 Kali Badek Gg. 8 RW. -8.000959, 800'03.5"S
1
01 112.629219 11237'45.2"E
-8.001166, 800'04.2"S
2 Pengaspal Jalan Gg. 08 RW. 01
112.630024 11237'48.1"E
-8.001452, 800'05.2"S
3 Pasang Paving Jalan RT. 09 RW. 01
112.630665 11237'50.4"E
-8.001762, 800'06.3"S
4 Pembuatan Pagar BRC Kali Badek RW. 01
112.631073 11237'51.9"E
Pengaspalan Jl. Kolonel Sugiono X dan Jl. Perum. Kota -8.003769, 800'13.6"S
5
Lama 112.630384 11237'49.4"E
Pengaspal dan Pasang Box U 50 x 40 Jl. Kolonel Sugiono -8.003343, 800'12.0"S
6
XA RT. 07 RW. 01 112.629358 11237'45.7"E
Pasang Gorong- gorong D 30 dan Pasang Box U 30 x 40 Jl. -8.005136, 800'18.5"S
7
Kolonel Sugiono XA RT. 07 RW.01 112.629657 11237'46.8"E
-8.007396, 800'26.6"S
8 Pasang Paving Jalan RT. 14,15,16
112.626472 11237'35.3"E
-8.006230, 800'22.4"S
9 Pemasangan 10 Biofil RW. 01
112.628126 11237'41.2"E
RW. 02
-7.999213, 759'57.2"S
10 Pasang Gorong-gorong Gg. Anggrek sampai Gg. Seruni
112.629139 11237'44.9"E
-7.999015, 759'56.5"S
11 Pasang Gorong-gorong Gg. Seruni
112.629116 11237'44.8"E
-7.999584, 759'58.5"S
12 Pasang Gorong-gorong Gg. Cilung
112.628670 11237'43.2"E
-7.999551, 759'58.4"S
13 Perbaikan Aspal Jalan Simpang Sonokeling
112.628418 11237'42.3"E
-8.000240, 800'00.9"S
14 Pasang Box U 50 x 70 Jl. Niaga
112.626679 11237'36.0"E
-7.999601, 759'58.6"S
15 Pembuatan MCK Komunal jl. Simpang Sonokeling
112.628384 11237'42.2"E
-7.998488, 759'54.6"S
16 Pembuatan MCK Komunal Gg. Matahari
112.629020 11237'44.5"E
... RW ...
... ... ... ...
*) Daftar komponen terseb ut disepakati seb elum dilakukan pendetailan dan perhitungan dengan
mempertimbangkan kemungkinanpelaksanaan di lapangan dan dampak rencana pembangunan komponen
diatas.

Panduan Penyusunan
PENATAAN KAMPUNG NELAYAN/TEPI AIR,KUMUH PERKOTAAN & KAWASAN WISATA

3-82
Gambar 3.18 Contoh Plotting/pemetaan Daftar Komponen Infrastruktur Pembangunan tahap 1

3-83 Panduan Penyusunan


PENATAAN KAMPUNG NELAYAN/TEPI AIR,KUMUH PERKOTAAN & KAWASAN WISATA
Gambar 3.19 Contoh Siteplan Kawasan Prioritas

3-84 Panduan Penyusunan


PENATAAN KAMPUNG NELAYAN/TEPI AIR,KUMUH PERKOTAAN & KAWASAN WISATA
Gambar 3.20 Contoh siteplan kawasan skala 1:1000 (disertai dokumentasi kondisi eksisting)

3-85 Panduan Penyusunan


PENATAAN KAMPUNG NELAYAN/TEPI AIR,KUMUH PERKOTAAN & KAWASAN WISATA
Gambar 3.21 Ilustasi Perbandingan Kondisi Sebelum (Before) dan Setelah (After) Penanganan

3-86 Panduan Penyusunan


PENATAAN KAMPUNG NELAYAN/TEPI AIR,KUMUH PERKOTAAN & KAWASAN WISATA
Gambar 3.22 Contoh ilustrasi 3D Kawasan

3-87 Panduan Penyusunan


PENATAAN KAMPUNG NELAYAN/TEPI AIR,KUMUH PERKOTAAN & KAWASAN WISATA
B.14.2 DETAIL Penyusunan rencana teknis rinci/gambar kerja (detailed
ENGINEERING engineering design/DED) disertai dengan analisa harga satuan,
DESIGN RAB, dan RKS untuk komponen infrastruktur pembangunan tahap
1 yang telah disepakati

B.14 PENYUSUNAN DESAIN B.16 PELAKSANAAN


TEKNIS DOKUMEN LELANG 2017
14.1 14.2 PERENCANAAN
PENYUSUNAN DETAIL
DESAIN ENGINEERING
TEKNIS DESIGN

STANDART TEKNIS
PERENCANAAN /SNI
1.ARSIT EKT UR
2.ST RUKT UR
BANGUNAN
3.M E
4.PRASARANA,SARANA
BANGUNAN &
LINGKUNGAN
5.PERSPEKT IF /3D
6.ANIM ASI

TUJUAN Menyusun rencana teknis rinci (DED) infrastruktur


permukiman perkotaan pada kawasan pembangunan
tahap pertama; dan
Menyusun Dokumen Lelang yang memuat Rencana
Anggaran Biaya (RAB) dan daftar kuantitas harga

METODE Desk study, studio


LANGKAH penyusunan desain teknis meliputi:
- Pembuatan keyplan dan gambar kerja
sebagai pendetailan komponen prioritas
yang ditentukan sebagai acuan pelaksanaan
di lapangan;
- Pembuatan gambar kerja detail dari
komponen yang direncanakan yaitu gambar
denah, tampak dan potongan dengan skala
yang telah ditentukan dan disesuaikan dengan
kebutuhan pelaksana lapangan (skala 1:200,
1:100, 1:50, 1:20, 1:10).
Sedangkan dokumen lelang yang dipersiapkan selain
site plan dan gambar detail diatas mencakup dokumen
yang akan digunakan dalam pengadaan barang dan
jasa yaitu:
- Analisa satuan pekerjaan dan RAB; yang
disusun dengan memperhatikan ketentuan
yang ada (lihat box 1)

3-88 Panduan Penyusunan


PENATAAN KAMPUNG NELAYAN/TEPI AIR,KUMUH PERKOTAAN & KAWASAN WISATA
- Rencana Kerja dan Syarat (RKS) serta
spesifikasi teknis, yang disusun berdasarkan
kebutuhan lelang

OUTPUT Gambar kerja/DED untuk setiap komponen infrastruktur


yang disepakati (skala 1:100, 1:50, 1:20, 1:10, 1:5)
yang terdiri atas:
- Peta lokasi komponen (keyplan);
- Gambar potongan/denah/tampak 2D;
- Gambar perspektif 3D; dan
- Detail pengukuran dan analisa biaya (tabel).
- Dokumen lelang meliputi:
- Peta Rinci / Site Plan dan Gambar Detail;
- Data Hasil Pengukuran dan Kondisi Lapangan;
- Data survey investigasi lahan dan utilitas
- Rencana Anggaran Biaya (RAB) atau Harga
Perkiraan Sendiri (HPS) dari paket-paket
pekerjaan yang disusun (OE);
- Rincian Volume Pekerjaan (BQ);
- Rencana Kerja dan syarat-syarat (RKS);
- Dokumen persyaratan umum dan dokumen
persyaratan administrasi; dan
- Spesifikasi teknis dari masing-masing item
komponen rencana

DURASI 8 (delapan) minggu / 2 (dua) bulan *


*) Terhitung sejak awal bulan ke-5 atau sejak diselesaikannya sub
kegiatan penyusunan daftar rencana komponen infrastruktur

Acuan yang Digunakan dalam Penyusunan DED


Penyusunan rencana teknis rinci dapat mengacu kepada standar teknis yang digunakan yaitu Standar Nasional
Indonesia (SNI) dan pedoman teknis lainnya, yang antara lain meliputi:
1. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 11/PRT/M/2013 Tentang Pedoman Analisis Harga Satuan
Pekerjaan Bidang Pekerjaan Umum, atau
2. Standar Teknis Penyusunan Analisa Biaya Komponen DED Standar teknis bidang antara lain: SNI Tahun
2007 tentang Analisa Harga Satuan Pekerjaan,
3. Pada kondisi komponen yang dibuat belum terdapat standar analisa satuan pekerjaan maka dapat
digunakan metoda Analisa BOW.

3-89 Panduan Penyusunan


PENATAAN KAMPUNG NELAYAN/TEPI AIR,KUMUH PERKOTAAN & KAWASAN WISATA
Gambar 3.23 Contoh Ilustrasi 3D Komponen DED

3-90 Panduan Penyusunan


PENATAAN KAMPUNG NELAYAN/TEPI AIR,KUMUH PERKOTAAN & KAWASAN WISATA
Gambar 3.24 Contoh Gambar Kerja (DED)

3-91 Panduan Penyusunan


PENATAAN KAMPUNG NELAYAN/TEPI AIR,KUMUH PERKOTAAN & KAWASAN WISATA
RENCANA ANGGARAN BIAYA (RAB)

Nama Pekerjaan : Rencana Kawasan Permukiman Kumuh Prioritas (RKP-KP) Kota Malang
Item Analisa : DIGESTER
Lokasi Pekerjaan : Kota Malang
Tahun Anggaran : 2015

Jumlah
No Nama Pekerjaan Vol Satuan Harga Satuan
Harga
DIGESTER
I Pekerjaan Tanah
1 Pengukuran dan Bouwplank 18,00 m 37.000,00 666.000,00
2 Galian Tanah 41,04 m3 45.900,00 1.883.632,73
3 Timbunan Tanah Kembali 12,31 m3 10.400,00 128.037,78
4 Pemadatan tanah setiap 20 cm 12,31 m3 22.900,00 281.929,34
5 Buangan tanah sisa galian 28,73 m3 13.700,00 393.552,02
6 Pasir Urug, t = 5 cm 0,89 m3 124.500,00 110.929,50

SUB TOTAL.I 3.464.081,37

II Pekerjaan Pasangan dan Beton


1 Beton lantai kerja K 100, t = 5 cm 0,89 m3 697.600,00 621.561,60
2 Beton Plat Dasar tebal = 20 cm K225 tul = 145 kg/m3 2,67 m3 2.946.100,00 7.874.925,30
3 Beton Plat Atas tebal = 12 cm K225 tul = 135 kg/m3 2,53 m3 4.245.000,00 10.745.188,09
4 Beton Tutup Manhole 0,07 m3 4.245.000,00 312.007,50
5 Pasangan Paving block tebal 6 cm 24,00 m2 119.200,00 2.860.800,00
6 Pasangan Batu belah 1Pc : 4 Ps ( penjepit paving block ) 2,16 m3 615.300,00 1.329.048,00
7 Pasangan Batu bata 1Pc : 3 Ps ( Pas 1Bt ) 35,95 m2 190.300,00 6.841.285,00
8 Pasangan Batu bata 1Pc : 3 Ps ( Pas.1/2 Bt ) 1,44 m2 91.000,00 131.040,00
9 Plesteran 1Pc : 3 Ps tebal 15 mm 37,39 m2 36.400,00 1.360.996,00
10 Acian 37,39 m2 19.200,00 717.888,00
11 Saluran drainase terbuka keliling Digester 24,00 m 292.300,00 7.015.200,00

SUB TOTAL.II 39.809.939,49

III Pekerjaan Lain- lain


1 Pipa PVC dia 3/4" AW 12,00 m1 127.800,00 1.533.600,00
2 Bend all socket PVC dia.3/4" AW 2,00 bh 24.000,00 48.000,00
3 Pipa PVC dia 4" AW 3,00 m1 185.200,00 555.600,00
4 Bend all socket PVC dia. 4" AW 2,00 bh 26.000,00 52.000,00

SUB TOTAL.III 2.189.200,00


JUMLAH 45.463.220,86

Gambar 3.25 Contoh Rencana Anggaran Biaya (RAB) Komponen

3-92 Panduan Penyusunan


PENATAAN KAMPUNG NELAYAN/TEPI AIR,KUMUH PERKOTAAN & KAWASAN WISATA
Pada bulan kelima/keenam penyelenggaraan kegiatan KOLOKIUM
A. 5 KOLOKIUM yang wajib diikuti oleh Konsultan Perencana dan
Pemerintah Kab/Kota

A.5.
KOLOKIUM
PEMANTAPAN PERENCANAAN
AKHIR KEGIATAN

TUJUAN Memonitor pencapaian dari kegiatan penyusunan


perencanaan kampung nelayan/tepi air , kawasan wisata
yang dilakukan di setiap kawasan dikabupaten/kota
METODE Workshop dan diskusi
LANGKAH Menyiapkan materi pembahasan capaian penyusunan
kegiatan perencanaan hingga tahap penyusunan
desain teknis yang meliputi bahan tayangan dan materi
visualisasi yang telah disusun;
Mengikuti kegiatan pembahasan pleno dengan
memaparkan hasil-hasil penyusunan kepada para
pemangku kepentingan terkait;
Memaparkan hasil dan proses penyusunan oleh tim
pemerintah kabupaten/kota; dan
Merumuskan langkah perbaikan berdasarkan masukan
terhadap pencapaian kegiatan perencanaan dari
pelaksanaan pembahasanpleno
OUTPUT Kesetaraan kualitas dan tingkat kedalaman hasil dari
produk perencanan yang dihasilkan oleh tiap
kabupaten/kota; dan Peta lokasi komponen (keyplan);
Hasil evaluasi terhadap proses yang telah dilakukan
1-2 hari *
DURASI
*) Minggu ke-4 pada bulan ke-5 (Jadwal dan lokasi
penyelenggaraan ditentukan oleh pihak Direktorat PKP, Ditjen Ck,
Kementerian PUPR)
Secara proses, pada saat pelaksanaan pembahasan pleno diharapkan seluruh kota/kabupaten
penyusun telah melaksanakan kegiatan sinkronisasi dokumen perencanaan dengan
dokumen lingkungan permukiman prioritas (pelaksanaan rencana kerja masyarakat). Secara
substansi, pada saat pelaksanaan pembahasan pleno diharapkan seluruh kota/kabupaten
penyusun telah memiliki output akhir hingga tahap DED komponen pembangunan tahap 1 yang
disertai dengan visualisasi pendukung perancangan (dokumentasi drone, ilustrasi before -
after, dan animasi 3D).

3-93 Panduan Penyusunan


PENATAAN KAMPUNG NELAYAN/TEPI AIR,KUMUH PERKOTAAN & KAWASAN WISATA
Perbaikan rencana pencegahan dan peningkatan kualitas
B.14.2 PENYEMPURNAAN
permukiman kumuh yang telah disusun berdasarkan hasil
HASIL PLENO
masukan dari pembahasan pleno

B.15
PENYEMPURNAAN
HASIL PLENO

TUJUAN Menyempurnakan substansi perencaaan kawasan


METODE Desk study
LANGKAH Menginventarisasi catatan masukan penyelenggaraan
pembahasan pleno/kolokium;
Memperbaiki substansi rencana pencegahan dan
peningkatan kualitas permukiman
Mengkonsultasikan hasil penyempurnaan substansi
pasca pembahasan pleno dengan tim teknis

OUTPUT Rencana pencegahan dan peningkatan kualitas


permukiman kumuh yang telah disempurnakan hingga
ke tahap desain teknis
DURASI 2 (dua) minggu *
*) terhitung sejak terselenggaranya kegiatan
pembahasan pleno.

3-94 Panduan Penyusunan


PENATAAN KAMPUNG NELAYAN/TEPI AIR,KUMUH PERKOTAAN & KAWASAN WISATA
LAMPIRAN

1. LAMPIRAN 1 OUTLINE LAPORAN PENDAHULUAN


Kata Pengantar
Daftar Isi
Daftar Tabel
Daftar gambar
I. PENDAHULUAN

1. Latar Belakang
2. Maksud, tujuan dan sasaran
3. Ruang lingkup
Ruang lingkup substansi

Ruang lingkup wilayah

4. Sistematika penyajian

II. KAJIAN KEBIJAKAN PEMBANGUNAN PERMUKIMAN PERKOTAAN


Pada bagian ini mencerminkan karakter dan kekhasan penanganan kawasan di masing-
masing kota/kabupaten yang telah di-overview. Rumusan bagian ini lebih
menggambarkan dan memaparkan secara jelas rumusan kebijakan penanganan kumuh
perkotaan.
1. Isu Strategis Pembangunan Permukiman Perkotaan/Kawasan Perencanaan
2. Kebijakan Pembangunan Permukiman Perkotaan /Kawasan Perencanaan
3. Kebijakan Penanganan Permukiman

III. GAMBARAN PROFIL AWALKAWASAN PERMUKIMAN ......


Pada bagian ini berisi gambaran secara awal mengenai kondisi awal permukiman pada
kawasan perencanaan hasil identifikasi awal.

1. Baseline data kumuh serta SK penetapan lokasi kumuh


2. Sebaran kawasan permukiman , peta deliniasi kawasan kumuh, lokasi beserta
luasannya

3. Profil awal kawasan kawasan permukiman kota


4. Gambaran kelembagaan lokal ( BKM/KSM )

IV. PENDEKATAN DAN METODOLOGI


Pada bagian ini diuraikan mengenai pendekatan yang digunakan dalam penyelesaian
kegiatan berikut dengan metode analisis yang akan digunakan dalam tiap lingkup
kegiatannya.

1. Pendekatan pelaksanaan kegiatan


2. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan
3. Pendekatan dan metode pelaksanaan kegiatan dalam rangkaian penyelesaian
pekerjaan

V. RENCANA KERJA RINCI DAN STRUKTUR ORGANISASI


Pada bagian ini akan menjelaskan mengenai uraian secara rinci dari rencana kerja yang
telah disusun dimana akan menjadi panduan dalam proses penyelesaian kegiatan
penyusunan perencanaan . Selain itu akan dijelaskan pula struktur organisasi dalam
pelaksanaan kegiatan perencanaan, komposisi tim ahli pendamping, dan jadwal
keterlibatan tenaga ahli pendamping.

1. Program Kerja Rinci


2. Jadwal Pelaksanaan Kegiatan
3. Sistem Pelaporan
4. Struktur organisasi pelaksanaan pekerjaan
5. Tugas dan tanggung jawab tenaga ahli
6. Jadwal penugasan tenaga ahli

VI. RENCANA TINDAK LANJUT


Pada bagian ini akan dijelaskan mengenai rencana tindak lanjut pelaksanaan pekerjaan
yang akan dilakukan untuk penyelesaian kegiatan pada tahap selanjutnya, khususnya
sampai dengan Laporan Antara selesai disusun.
2. LAMPIRAN 2 OUTLINE LAPORAN ANTARA
Kata Pengantar
Daftar Isi
Daftar Tabel
Daftar gambar
I. PENDAHULUAN

1. Latar Belakang
2. Maksud, tujuan dan sasaran
3. Ruang lingkup
Ruang lingkup substansi

Ruang lingkup wilayah

4. Sistematika penyajian

II. KAJIAN KEBIJAKAN PEMBANGUNAN PERMUKIMAN PERKOTAAN


Pada bagian ini mencerminkan karakter dan kekhasan penanganan kawasan kumuh di
masing-masing kota/kabupaten yang telah di-overview. Rumusan bagian ini lebih
menggambarkan dan memaparkan secara jelas rumusan kebijakan penanganan
kawasan perkotaan.

1. Isu Strategis Pembangunan Permukiman


2. Kebijakan Pembangunan Permukiman
3. Kebijakan Penanganan Permukiman

III. PROFIL KAWASAN PERMUKIMAN


Pada bagian ini berisi gambaran mengenai profil kawasan permukiman yang telah
dilakukan sinkronisasi dan verifikasi bersama stakeholder terkait.

1. Baseline data kawasan serta SK penetapan lokasi


2. Sebaran kawasan permukiman, peta deliniasi kawasan, lokasi beserta luasannya hasil
verifikasi

3. Profil kawasan permukiman hasil verifikasi (dilengkapi peta masing- masing kawasan)
4. Gambaran kelembagaan lokal ( BKM/KSM )

IV. IDENTIFIKASI KAWASAN DAN KEBUTUHAN PENANGANAN


Pada bagian ini akan menjelaskan skala prioritas penanganan sebagai perumusan
kebutuhan penanganan sehingga dapat diketahui kontribusi program penanganan
kawasan permukiman sesuai cakupannya.
1. Kriteria dan Indikator penilaian penentuan klasifikasi dan skala prioritas
penanganan

2. Perumusan kebutuhan penanganan berdasarkan isu dan permasalahan permukiman di


kawasan perencanaan

3. Pola kontribusi program penanganan permukiman sesuai cakupan skala kawasan dan
skala lingkungan

V. KONSEP DAN STRATEGI PENATAAN KAWASAN


Pada bagian ini akan menjelaskan alur dan arah penyusunan perencanaan sebagai
suatu strategi pencapaian dalam penataan kawasan.

1. Konsep penataan kawasan


2. Strategi penataan kawasan
3. Konsep dan strategi penataan skala kawasan

VI. RENCANA TINDAK LANJUT


Pada bagian ini akan dijelaskan mengenai rencana tindak lanjut pelaksanaan pekerjaan
yang akan dilakukan untuk penyelesaian kegiatan pada tahap selanjutnya, khususnya
sampai dengan Laporan Akhir selesai disusun.
3. LAMPIRAN 3 OUTLINE LAPORAN AKHIR
Kata Pengantar
Daftar Isi
Daftar Tabel
Daftar gambar
I. PENDAHULUAN

1. Latar Belakang
2. Maksud, tujuan dan sasaran
3. Ruang lingkup
Ruang lingkup substansi

Ruang lingkup wilayah

4. Sistematika penyajian

II. KAJIAN KEBIJAKAN PEMBANGUNAN PERMUKIMAN PERKOTAAN


Pada bagian ini mencerminkan karakter dan kekhasan penanganan kawasan
perencanaan di masing-masing kota/kabupaten yang telah di-overview. Rumusan bagian
ini lebih menggambarkan dan memaparkan secara jelas rumusan kebijakan penanganan
kawasan perkotaan.

4. Isu Strategis Pembangunan Permukiman


5. Kebijakan Pembangunan Permukiman
6. Kebijakan Penanganan Permukiman

III. PROFIL KAWASAN PERMUKIMAN .........


Pada bagian ini berisi gambaran mengenai profil kawasan permukiman yang telah
dilakukan sinkronisasi dan verifikasi bersama stakeholder terkait.

1. Baseline data kawasan serta SK penetapan lokasi


2. Sebaran kawasan permukiman, peta deliniasi kawasan, lokasi beserta luasannya hasil
verifikasi

3. Profil kawasan permukiman hasil verifikasi (dilengkapi peta masing- masing kawasan)
4. Gambaran kelembagaan lokal ( BKM/KSM )

IV. IDENTIFIKASI KEBUTUHAN PENANGANAN KAWASAN .........


Pada bagian ini akan menjelaskan dan skala prioritas penanganan sebagai perumusan
kebutuhan penanganan sehingga dapat diketahui kontribusi program penanganan
kawasan permukiman sesuai cakupannya.
1. Kriteria dan Indikator penilaian penentuan klasifikasi dan skalaprioritas
penanganan

2. Perumusan kebutuhan penanganan berdasarkan isu dan permasalahan permukiman di


kawasan perencanaan

3. Pola kontribusi program penanganan permukiman sesuai cakupan skala kawasan dan
skala lingkungan

V. KONSEP DAN STRATEGI PENATAAN KAWASAN


Pada bagian ini akan menjelaskan alur dan arah penyusunan perencanaan sebagai
suatu strategi pencapaian dalam penataan kawasan.

1. Konsep penataan kawasan


2. Strategi penataan kawasan
3. Konsep dan strategi penataan skala kawasan

VI. PROGRAM DAN KEGIATAN PENANGANAN KAWASAN........


Bagian ini menjelaskan turunan dari konsep dan strategi penanganan kawasan..... serta
hasil penyusunan dokumen-dokumen Memorandum Program

1. Kebutuhan program penanganan kawasan permukiman ........ sesuai dengan konsep,


strategi dan indikator

2. Program dan kegiatan penanganan terkait pencegahan


3. Program dan kegiatan penanganan
4. Dasar pertimbangan pentapan Kawasan Pembangunan Tahap 1
5. Program Penanganan Kawasan Pembangunan Tahap 1

VII. RENCANA PROGRAM PENANGANAN KAWASAN.....


Merupakan bagian yang akan memuat Dokumen Induk Program Penanganan
Permukiman Perkotaan (Memorandum Program) berupa Rencana Program dan Rencana
Investasi pada lingkup penanganan skala lingkungan, kawasan dan kota secara bersama
oleh seluruh stakeholders.

1. Rencana aksi program pencegahan dan peningkatan permukiman skala kota dan skala
kawasan

2. Memorandum Program Pembangunan Ke-Cipta Karya-an Termasuk Rencana Investasi


3. indikasi program dan kegiatan penanganan tahun 2017 dan indikasi penyusunan ded
kawasan prioritas tahun 2017

4. Prioritas kebutuhan

VIII. RENCANA DETAIL KONSEP DESAIN KAWASAN PENANGANAN PRIORITAS


1. Rencana Pembangunanan Penanganan Permukiman Tahap I
2. Rencana Detail Desain (Detailed Engineering Design/DED) Kawasan Penanganan
Prioritas

3. Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan Daftar Kuantitas Harga


4. LAMPIRAN 4 OUTLINE DOKUMEN RENCANA INDUK
Kata Pengantar
Daftar Isi
Daftar Tabel
Daftar gambar
I. PENDAHULUAN

1. Latar Belakang
2. Maksud, tujuan dan sasaran
3. Ruang lingkup
Ruang lingkup substansi

Ruang lingkup wilayah

4. Sistematika penyajian

II. KAJIAN KEBIJAKAN PEMBANGUNAN PERMUKIMAN PERKOTAAN


Pada bagian ini mencerminkan karakter dan kekhasan penanganan kawasan
perencanaan di masing-masing kota/kabupaten yang telah di-overview. Rumusan bagian
ini lebih menggambarkan dan memaparkan secara jelas rumusan kebijakan penanganan
kawasan perkotaan.

1. Isu Strategis Pembangunan Permukiman


2. Kebijakan Pembangunan Permukiman
3. Kebijakan Penanganan Permukiman

III. PROFIL KAWASAN PERMUKIMAN .........


Pada bagian ini berisi gambaran mengenai profil kawasan permukiman yang telah
dilakukan sinkronisasi dan verifikasi bersama stakeholder terkait.

1. Baseline data kawasan serta SK penetapan lokasi


2. Sebaran kawasan permukiman, peta deliniasi kawasan, lokasi beserta luasannya hasil
verifikasi

3. Profil kawasan permukiman hasil verifikasi (dilengkapi peta masing- masing kawasan)
4. Gambaran kelembagaan lokal ( BKM/KSM )

IV. IDENTIFIKASI KEBUTUHAN PENANGANAN KAWASAN .........


Pada bagian ini akan menjelaskan skala prioritas penanganan sebagai perumusan
kebutuhan penanganan sehingga dapat diketahui kontribusi program penanganan
kawasan permukiman sesuai cakupannya.
1. Kriteria dan Indikator penilaian penentuan klasifikasi dan skala prioritas
penanganan

2. Perumusan kebutuhan penanganan berdasarkan isu dan permasalahan permukiman di


kawasan perencanaan

3. Pola kontribusi program penanganan permukiman sesuai cakupan skala kawasan dan
skala lingkungan

V. KONSEP DAN STRATEGI PENATAAN KAWASAN


Pada bagian ini akan menjelaskan alur dan arah penyusunan perencanaan sebagai
suatu strategi pencapaian dalam penataan kawasan.

1. Konsep penataan kawasan


2. Strategi penataan kawasan
3. Konsep dan strategi penataan skala kawasan

IX. PROGRAM DAN KEGIATAN PENANGANAN KAWASAN........


Bagian ini menjelaskan turunan dari konsep dan strategi penanganan kawasan..... serta
hasil penyusunan dokumen-dokumen Memorandum Program

1. Kebutuhan program penanganan kawasan permukiman ........ sesuai dengan konsep,


strategi dan indikator

2. Program dan kegiatan penanganan terkait pencegahan


3. Program dan kegiatan penanganan
4. Dasar pertimbangan pentapan Kawasan Pembangunan Tahap 1
5. Program Penanganan Kawasan Pembangunan Tahap 1

VI. RENCANA PROGRAM PENANGANAN KAWASAN


Merupakan bagian yang akan memuat Dokumen Induk Program Penanganan
Permukiman Perkotaan (Memorandum Program) berupa Rencana Program dan Rencana
Investasi pada lingkup penanganan skala lingkungan, kawasan dan kota secara bersama
oleh seluruh stakeholders.

1. Rencana aksi program pencegahan dan peningkatan permukiman skala kota dan skala
kawasan

2. Memorandum Program Pembangunan Ke-Cipta Karya-an Termasuk Rencana Investasi


3. indikasi program dan kegiatan penanganan tahun 2017 dan indikasi penyusunan ded
kawasan prioritas tahun 2017

4. Prioritas kebutuhan
5. LAMPIRAN 5: FORMAT BERITA ACARA KEGIATAN ..........

BERITA ACARA KEGIATAN


............................................................................

Kegiatan : ............................................................................................................
Perihal : ............................................................................................................

Pada hari ini, .., tanggal .. bulan . tahun dua ribu enam belas (--2016) pukul
:.... bertempat di ..................................................telah dilaksanakan
kegiatan................................diKota/Kabupaten...................................................................mengenai
..........................................................................yang dihadadiri oleh
................................................................................. serta unsur lainnya sebagaimana terlampir
dalam absensi pelaksanaan kegiatan. Adapun beberapa hal yang dihasilkan dalam kegiatan
.......................... ini antara lain:
1. ..
2. .....
Demikian Berita Acara ................................... Kota/Kabupaten..ini dibuat dan
ditanda tangani oleh, ............................................................................ . dan
perwakilan dari pemerintah kab/kota..........................................................................

Kota/Kabupaten, . 2016

Nama Jabatan Tanda Tangan


Kepala Satker

PPK Kegiatan
Tim Teknis
Pemerintah Kab/Kota
KMKP
Konsultan Perencana
............................................