Anda di halaman 1dari 17

kuliah 3 1

II. FILSAFAT BARAT

1. Filsafat Zaman Kuno

a. Zaman Pra Sokrates


Pada zaman kuno pra sokrates focus pembicaraan filsafat barat adalah tentang
alam (kosmosentris). Filsufnya antara lain
1. Thales(625-545 SM): asas pertama yang merupakan asal mula segala sesuatu
(alam) adalah air.
2. Anaximandros(610-540SM): Asas pertama yang merupakan asal mula segala
sesuatu (alam) suatu zat yang tak terbatas .
3. Anaximenes(538-480 SM): Asas pertama yang merupakan asal mula segala
sesuatu (alam) adalah udara.
4. Pythagoras (580-500 SM): Asas pertama yang merupakan asal mula segala
sesuatu adalah bilangan-bilangan yang harmonis. Ada 10 bilangan : 1.terbatas-
tidak terbatas, 2.ganjil-genap, 3. satu-banyak, 4.kanan-kiri, 5. lelaki-perempuan,
6. diam-gerak, 7. lurus-bengkok, 8.baik-jahat. 9.terang-gelap, 10. persegi-bulat
panjang. Jagat raya juga terdiri dari 10 badan langit bilangan: .
Saturnus, Jupiter,Mars,Mercurius, Matahari, Bulan, Bumi, Kontra bumi, Api
Sentral. Mengenai jiwa menurutnya bahwa jiwa tidak dapat mati, Oleh
karena hukumanlah maka jiwa dibelenggu di dalam tubuh. Dengan pensucian
(katarsis) orang dapat membebaskan jiwanya dari belenggu tubuhnya
sehingga tercapailah kebahagiaan. Jiwa dapat berpindah kekehidupan lain
(tumbuhan,hewan,manusia) sesuai keadaan. Pensucian dengan cara
berpuasa,pantangan terhadap makanan tertentu.
5. Xenophanes(570-480 SM ) : asas pertama yang merupakan asal segala sesuatu
adalah kesatuan . Tuhan merupakan satu-satunya yang ada,yang
merangkumkan segala sesuatu. Tuhan bersifat kekal,esa,universal, yang tidak
berawal.
6. Heraklitos(540-475 SM): : asas pertama yang merupakan asal segala sesuatu
adalah api. Segala sesuatu yang ada terus berubah (menjadi). Tiap-tiap benda
berasal dari hal yang berlawanan. Hidup dari mati. Mati dari hidup, dari muda
keluar tua, dari tua keluar muda.

b. Zaman keemasan Yunani .

Filsufnya antara lain :


A. Kaum Sofisme: menonjol dalam pidato, ahli eristic( mempunyai kemahiran
untuk membuat sesuatu yang salah menjadi benar di pengadilan ), meminta
bayaran. Menggunakan metode empirico induktif.
1. Protagoras (480-411) : Manusia menjadi ukuran segala sesuatu bagi segala
yang ada dan tidak ada . Manusia yang menentukan bagi benar atau tidaknya,
sesuatu itu ada atau tidak ada. Nilai etis dan tidak etis bersifat relative. Nilai
etis dikatakan benar bila nilai etis itu berguna . Negara dibentuk oleh manusia
secara bersama karena rasa perlindungan dari binatang dsb dan diatur oleh
kuliah 3 2

undang-undang yang berisi keadilan (dike) dan hormat kepada orang lain
(aidos). Seorang warga yang baik harus meresapi seluruh tradisi social dari
masyarakatnya. Tradisi social merupakan merupakan norma yang baik bagi
warga yang baik yang kebenarannya tidak bersifat absolute. Dalam hal
ketuhanan , Protagoras meragukan adanya Tuhan.
2. Gorgias (480-380) ; ajarannya tentang Retorika yaitu seni meyakinkan orang
lain sehingga pendapatnya dengan seni meyakinkan dapat diterima orang lain
tanpa memandang pendapatnya benar atau tidak.

B.. Sokrates dan sesudahnya

1. Sokrates
Sokrates mengajarkan tentang definisi (hal-hal yang bersifat umum, universal).
Hal yang universal bersifat tetap hanya bentuk faktanya yang beragam.
Berbeda dengan kaum sofis yang menganggap nilai itu bersifat relative tidak
universal . Mengetahui kebenaran dengan cara mengembangkan metode
ironi ((ironeia) (mengajukan pertanyaan yang mempunyai jawaban berbeda,
lalu diadakan dialog (dialektika) yang kemudian ditarik kesimpulan dengan
cara induksi (menyimpulkan pendapat/pengetahuan yang bersifat umum
menjadi khusus) sebagai keutamaan . Alat untuk mencapai kebahagiaan,
keutamaan adalah dengan pengetahuan (arte, kebajikan, keutamaan).
Jiwa menurut Sokrates adalah inti sari manusia. Manusia harus mengutamakan
kebahagiaan jiwanya dari pada kebahagiaan lahiriah.Jiwa dapat dipelihara
dengan semestinya lewat pengetahuan yang benar, kebijakan yang benar.
Pengetahuan yang jelas akan kebenaran sangat penting bagi kehidupan yang
benar. Untuk itulah tugas utama filsafat adalah membidani lahirnya ide-ide
yang benar dalam bentuk definisi yang jelas. Metode ini dikenal dengan metode
Mayetika.Manusia harus hidup tenang. Menurut Sokrates suatu tindakan betul
betul bermamfaat jika mendatangkan kebahagiaan sejati
Negara mempunyai tugas untuk membahagiakan warganegaranya. Penguasa
harus mempunyai arte (pengetahuan) apa yang baik .
Tahun 399-400 SM Sokrates dihukum mati oleh penguasa saat itu dengan
tuduhan
1. Socrates tidak menyembah Tuhan yang disembah oleh Negara .
2. Sokrates merusak kaum muda.

2. Plato (427-347 SM) :

Murid Sokrates yang mengembangkan pengetahuan (arte) yang baik. Menurut


Plato didunia ini ada yang berubah dan ada yang tetap , yang berubah dikenal oleh
pengamatan (Panca indra/dunia indra) tetapi yang tidak berubah diterima oleh akal,
yang tidak berubah itu disebut idea (dunia idea).
Jiwa menurut Plato adalah sesuatu yang adikodrati yang berasal dari dunia idea.
Jiwa berbeda dari tubuh. Jiwa karena hukuman harus dipenjarakan dalam
kuliah 3 3

tubuh.Plato mengajarkan praeksistensi jiwa Jiwa bersifat kekal. Agar jiwa dapat
dilepaskan dari tubuh manusia harus mempunyai pengetahuan yaitu pengetahuan
tentang idea-idea. Didalam jiwa terdapat 3 unsur yaitu:
1. rasional (kebijaksanaan)
2. kehendak (keberanian)
3.keinginan (nafsu)
Semua tingkah laku manusia mempunyai mempunyai 3 unsur dari jiwa tersebut .
Tingkah laku pada organisme (makhluk hidup) oleh Plato dibagi dalam tingkatan-
tingkatan:
1. Tumbuhan : memperlihatkan tingkah laku pada taraf vegetatif
2. Hewan : selain bertingkah laku vegetatif juga bertingkah laku sensitive (
merasakan melalui panca indera)
3. Manusia : bertingkah laku vegetatif,sensitive dan rasional (Pengantar
Psikologi ,DR Singgih Dirgagunasa, Mutiara sumber Widya)

Disamping tingkah laku organisme (makhluk hidup) Plato menyebut ada


tingkah laku dari benda-benda mati yang sepenuhnya tunduk pada hukum alam.
Contoh batu kalau dilempar akan jatuh ke bawah.
Tujuan hidup manusia adalah eudaemonia (hidup yang baik). Agar supaya hidup
yang baik orang harus mempunyai pengetahuan yang baik dengan melalui
pendidikan. Pendidikan yang dimaksud adalah pendidikan kecerdasan dan
bimbingan perasaan perasan yang lebih tinggi, kearah yang benar
(musik,seni,sajak dll). Pendidikan baru tercapai kalau ada negara yang baik Dalam
suatu negara harus ada 3 golongan :
1. Para orang Bijak (Filsuf)
2. Para prajurit yang menjamin keamanan
3. Rakyat jelata :petani,tukang ,pedagang
Penguasa yang memerintah harus mengorbankan kepentingan diri sendiri dan
harus mempersembahkan hidupnya bagi negara. Mereka tidak boleh mempunyai
milik pribadi dan keluarga sendiri sebab dapat menggoda dan menganak emaskan
keluarga sendiri.

3. Aristoteles.(384-322 SM)

Murid Plato yang mempunyai pandangan berbeda dengan Plato. Dunia idea
harus menempati atau berada dalam dunia materi, oleh karena itu harus
berwujud. Idea tentang manusia harus ada wujudnya yaitu :orang ini,orang itu.
Idea tentang manusia hanya dalam pemikiran saja.
Titik tolak ajarannya mengatakan bahwa alam semesta, segala yang
bergerak,berbuat mempunyai tujuan (teleologis) untuk membentuk benda-benda
menurut hakekatnya yang sudah ditentukan. Contoh sebiji jagung pada
hakekatnya mempunyai tujuan menjadi jagung. Penggerak dari tujuan ini
adalah Tuhan(Bentuk atau aktus murni) yaitu penggerak yang tidak digerakkan.
Dalam psikologi hal ini dikenal dalam psikologi perkembangan, yaitu hal yang
potensial menjadi aktuil.
kuliah 3 4

Ajaran pertama mengenai gerak diterapkan dalam dunia yang serba berubah. Di
dunia ini terdapat pengertian tentang Yang ada sebagai Potensi (materi,hule)
dan Yang ada secara terwujud (bentuk, Morfe). Hule sebagai pembentuk
sedangkan Morphe sebagai hal yang membentuk. Benda dialam ini tidak tumbuh
begetu saja tetapi diperkembangkan menjadi sesuatu. Oleh karena itu sebelum
benda itu berwujud maka benda itu mempunyai kemungkinan. Benda-benda itu
tercipta karena hakekat dari benda-benda itu merealisasikan diri sesuai dengan
kemungkinan-kemungkinan yang dimiliki benda itu sendiri. Prinsip ini dikenal
dengan istilah Teleologis . Aristoteles mempersamakan tujuan dari suatu
benda dengan suatu daya hidup dari seseorang. Aristoteles mengatakan bahwa
jiwa adalah jumlah dari daya hidup dengan proses-prosesnya.yaitu keseluruhan
prinsip vital dari suatu organisme. Dimana ada hidup disitu ada jiwa.
Logika tradisional yang diajarkan oleh Aristoteles dikenal dengan nama
Silogisme yaitu Logika yang terdiri dari Premis Mayor(umum), Premis Minor
(khusus) dan Kesimpulan

C. Zaman Hellenisme

Masa ini merupakan keemasan kebudayaan Yunani terutama pada masa


pemerintahan Alexander Agung. Yunani menjadi pusat kebudayaan dunia terutama
negara-negara yang ditaklukkan kaisar Alexander.
Ada 3 aliran yang menonjol :
1. Stoisme: Jagat raya terjadi sudah ditentukan oleh Logos.(rasio) Segala sesuatu
yang terjadi di alam semesta berlangsung menurut ketetapan yang tak dapat
dihindarkan. Manusia harus bertindak sesuai dengan rasionya agar dia bahagia.
2 Epikurisme: Manusia bahagia jika tahu susunan dunia (atom) dan tidak takut
pada dewa.Manusia harus menggunakan kehendak bebas dengan mencari
kesenangan sedapat mungkin. Agar keadaan batin tenang dan seimbang orang
harus bijaksana dengan cara membatasi diri dan mengusahakan kesenangan
rohani.
3. Neoplatonisme :menghidupkan kembali ajaran Plato
kuliah 3 5

FILSAFAT BARAT ABAD PERTENGAHAN

A. Masa Patristik

Masa ini di bagi menjadi 2:


1. Masa Patristik Yunani
2. Masa Patristik Latin (Romawi)

Pada masa ini berkembang dua sikap mengenai Filsafat yunani kuno :
1. Sikap kaum rohaniawan agama Kristen selalu berbeda sikap dengan filsafat
Yunani karena menganggap filsafat Yunani selalu bertentangan dengan wahyu
Ilahi. Kaisar yang menentang itu adalah kaisar Justianus yang melarang aliran
Neoplatonisme yang merupakan aliran yang berkembang pada masa Yunani
kuno.
2. Sikap yang menganggap Filsafat Yunani tetap diperlukan sebagai pembuka
jalan kepada penerimaan injil .

Tokoh yang terkenal pada masa patristic adalah Agustinus

Agustinus adalah seorang teolog sekaligus Filsuf. Karyanya yang terpenting adalah
Confessiones (Pengakuan-pengakuan) dan De Civitate (tentang kota Allah) .

Agustinus menentang aliran skeptisisme (aliran yang meragukan kebenaran )


Menurut agustinus Skeptisisme merupakan bukti bahwa ada kebenaran . Orang
yang ragu-ragu merupakan bukti bahwa ia tidak ragu-ragu terhadap satu hal, yakni
bahwa ia ragu-ragu. Aku ragu-ragu maka aku berpikir , dan aku berpikir maka aku
ada.
Menurut Agustinus , Allah menciptakan dunia ex nihilo artinya menciptakan
dunia dan isinya tidak menggunakan bahan. Dunia diciptakan sesuai ide-ide Allah.
Manusia dan dunia berpartisipasi dengan ide-ide Allah.

B. Masa Skolastik
Merupakan puncak keemasan agama Kristen. Filsafat Skolastik(dari bahasa latin /
guru) merupakan pertemuan antara pemikiran Aristoteles (yang hidup kembali melalui
filsuf-filsuf Islam dan Yahudi ) dengan agama Kristen.
Pada masa ini filsafat diajarkan dalam sekolah-sekolah biara dan Universitas-
universitas menurut suatu kurikulum yang tetap dan bersifat Internasional.
Fisuf -filsuf yang hidup pada masa ini contohnya adalah : Albert Agung (1206-1280),
Bonaventura (1221-1257), Thomas Aquinas (1225-1257), Yohanes Duns Scotus (1266-
kuliah 3 6

1308) . Tema pokok ajaran mereka adalah hubungan antara iman dan akal budi,
adanya dan hakikat Tuhan , antropologi , etika, dan politik.
Filsuf yang terkenal pada masa itu adalah Thomas Aquinas Ajaran Thomas Aquinas
dipengaruhi olej Aristoteles . Menurut Thomas filsafat harus mengabdi pada Teologi.
(Philosophia est ancilla Theolohiae. Karya utamanya adalah Summa Theologiae yang
dinyatakan oleh Paus Leo XIII sebagai sumber resmi filsafat dilingkungan Katolik
hingga dewasa ini dipakai sebagai acuan.
Beberapa pokok ajaran Thomas Aquinas tentang penciptaan, pengenalan Allah , dan
manusia
Allah menciptakan dunia dari ketiadaan (creation ex nihilo) . Allah menciptakan dunia
tanpa menggunakan bahan , adanya ciptakaan bergantung seluruhnya kepada Allah.
Penciptaan tidak terbatas pada satu waktu saja tetapi berlangsung terus menerus.
Ciptaan berpartisipasi dalam adanya allah.
Manusia mengenal Allah dengan menggunakan rasio (akal budi) melalui ciptaan-
ciptaan Allah. Adanya Allah dapat dibuktikan dengan lima hal sbb.
1. Gejala adanya perubahan atau gerak. Apa saja yang bergerak digerakkan oleh
suatu yang lain dan harus ada suatu yang menjadi penggerak awal yang tidak
digerakkan oleh suatu yang lain. Dialah Allah.
2. Adanya sebab akibat. Segala kejadian diakibatkan oleh sebab-sebab yang lain.
Oleh sebab itu harus ada suatu penyebab pertama yang merupakan sumber
segala kejadian. Dialah Allah.
3. Adanya gejala kontingensi, sementara. Segala sesuatu bersifat sementara. Tetapi
ada yang bersifat abadi. Dialah Allah.
4. Adanya hirarki kesempurnaan . Adanya tingkat-tingkat kebenaran, kebaikan
,keluhuran ,keindahan. Tetapi ada tingkatan paling tinggi. Maha indah, maha
luhur. Dialah Allah.
5. Finalitas dunia. Semua yang ada di dunia mempunyai tujuan tertentu. Dunia
harus diarahkan kepada intelejensi tertinggi . Intelejensi tertinggi itu adalah Allah
Kelima hal diatas merupakan perpaduan antara ajaran Kristen dengan konsep causa
Firma Aristoteles .
Akan tetapi ajaran Thomas Aquinas berbeda dengan Aristoteles dalam hal Jiwa.
Thomas Aquinas menganggap manusia terdiri dari tubuh dan jiwa yang keduanya
merupakan satu substansi. Pada saat kematian tubuh mengalami kepunahan sedang jiwa
tetap hidup terus. Sedang pada ajaran Aristoteles pada saat kematian, tubuh dan jiwa
sama-sama mengalami kehancuran.
kuliah 3 7

FILSAFAT MASA MODERN

Zaman ini ditandai oleh pemberontakan terhadap Gereja.


Zaman ini terbagi menjadi:

A. Renaisance ( Kelahiran kembali)


Dimulai dengan pertentangan terhadap kaum gereja . Renaisance
berarti lahir kembali sebagai manusia yang bebas untuk berpikir
dan berkesenian. Maksudnya berusaha menghidupkan
kebudayaan Yunani dan Romawi klasik. Pusat perhatian pemikiran
tidak lagi kosmos,Tuhan melainkan manusia (antroposentrisme).
Latar belakang timbulnya renaissance adalah :
a. Pudarnya kekuasaan politik dan kekuasaan
spiritual
b. Berkembangnya jiwa dan semangat
individualisme.
c. Pertentangan antara universalia dan individualias
berakhir dengan kemenangan individualis
sehingga timbul :
1. Masyarakat tidak menerima dogma/agama
2. Timbul pandangan yang induktif dan
empiris untuk menemukan kebenaran
individualis.
d. Timbul kebanggaan terhadap harta dan derajat
manusia.

Pada masa ini muncul penemuan-penemuan yang spektakuler


yang dilakukan oleh Copernicus dengan teorinya Heliosentris
(matahari merupakan pusat alam semesta) tokoh-tokoh lain yang
mendukungnya adalah Johanes Kepler dan Galileo Galilei
(1564-1642) . Kepler berhasil menemukan tiga hukum ; yaitu
1. gerak benda angkas berbentuk elips bukan bundar,.
2. Dalam waktu yangsama garis penghubung antara planet dengan
matahari selalu melintasi yang sama luasnya.
kuliah 3 8

3. Jarak rata-rata dua planet dengan matahari dan waktu untuk


melintasi orbit. Galileo berhasil membuat teropong bintang
terbesar pada masa itu untuk mengamati peristiwa angkasa .
Galileo melihat bahwa planet Venus dan Mercurius menunjukkan
perubahan-perubahan seperti bulan. Dan menyimpilkan bahwa
kedua planet tersebut tidak memancarkan cahayanya sendiri tetapi
memantulkan cahaya dari matahari. (Rizal Muntansyir,1996). .
Galileo kemudian dihukum mati karena dukungan teori
Copernicus tersebut oleh gereja.
Dalam bidang hukum dan tata negara berkembang pemukiran
oleh filsuf : Hugo de Groot (1583-1645), Nicollo Machiavelly
(1469-1527), Thomas Moore (1478-1535).
Dalam bidang sains dikembangkan leih lajut oleh Francis
Bacon (1561-1626). Bacon berhasil mengembangkan metode
baru yang diterapkan oleh ilmu-ilmu empiris yaitu Logika
Induktif. Bacon menolak silogisme yang dianggap sebagai hal
yang tanpa arti dalam ilmu.

B. FLSAFAT ABAD XVII

1. Rasionalisme
Tokoh zaman ini adalah Rene Descartes (1596-1650),
Spinoza (1632-1677) dan Leibniz (1646-1650). Descartes
dikenal sebagai Bapak Filsafat Modern.
Menurut Descartes agar ilmu (termasuk filsafat) dapat dipahami
secara lebih baik mutlak diperlukan suatu metode yang baik.
Metode ini dicapai dengan meragukan segala sesuatu (cogito
ergo sum) yang akhirnya ditemukan pengetahuan yang terang
(clara et distincta) yang dapat dijadikan pegangan.
Cogito ergo sum . Aku ragu-ragu, aku berpikir maka aku ada.
Meragukan segala sesuatu untuk mengadakan pengamatan
sehingga berpikir. MetodeDescartes ini disebut metode keragu-
raguan atau metode apriori. Segenap ilmu harus didasarkan pada
kepastian-kepastian yang tak dapat diragukan lagi kebenarannya
secara langsung dilihat oleh akal budi manusia.
kuliah 3 9

Rasio merupakan sumber kebenaran. Idea itu diberikan oleh


Tuhan sebelum manusia lahir sehingga idea merupakan
bekal hidup bagi manusia ,. Idea harus benar karena
pemberian yang maha benar. Idea (Inneate Idea ) merupakan
kebenaran yang terang berderang.
Pengamatan merupakan sumber kebenaran yang tidak terang
berderang . Pengamatan indrawi tidak sampai hakekat hanya
memberi nilai praktis.

2. Empirisme
Pada masa ini berkembang pendapat yang menganggap rasio
saja tidak cukup untuk mencari kebenaran . Rasio manusia
bahkan diangap kosong sebelum diisi oleh pengalaman
(empiri). Filsuf yang berada pada masa itu adalah Thomas
Hobes (1588-1679), John Locke (1632-1704), George Berkeley
(1684-1753), David Hume (1711)

John Locke Tabula rasa


Menentang teori rasionalisme mengenai idea-ide / asas pertama
sebagai bawaan manusia. Segala pengetahuan berasal dari
pengalaman . Akal bersifat pasif sewaktu pengetahuan
didapatkan. Akal semula seperti secarik kertas tanpa tulisan
yang menerima segala sesuatu dari pengalaman (tabula rasa).

C. FILSAFAT ABAD XVIII


Masa Pencerahan Kembali (AUFKLAERUNG)

Pada masa ini orang tak mau tunduk pada otoritas agama
.Wahyu dan otoritas agama mulai diragukan Mulai berkembang
pemikiran-pemikiran bebas. Rasio mendapat terhormat dan
menjadi pusat perhatian. Ilmu pengetahuan pesat berkembang.
Dalam ilmuwan fisika besar dikenal Isaac Newton .Dalam
bukunya yang berjudul The Mathematical Principles of Natural
Philosophy Newton mengatakan bahwa alam merupakan
sebuah mesin yang berjalan sesuai dengan hukum-hukum
kuliah 3 10

gerakan dan segenap proses yang terdapat di dalamnya


ditentukan oleh massa, posisi , dan kecepatan yang dipunyai oleh
partikel-partikel materi di dalamnya . Partikel itu bersifat mati.
Tokoh-tokoh yang terkenal pada masa ini adalah Voltaire dan JJ
Rousseau. Imanuel Kant .
Jj Rousseau mengatakan bahwa pada dasarnya manusia sama,
hidup saling membantu dan kerja sama dalam menghadapi
tantangan alam. Akan tetapi alam, fisik, dan moral menciptakan
ketidaksamaan sehingga beberapa orang ada yang lebih kaya,
lebih dihormati, lebih berkuasa. Organisasi social dipakai untuk
menambah power dan menekan yang lain dari orang-orang yang
dilebihkan tersebut.Hal ini menciptakan ketidakstabilan. Untuk
mencipatkan kestabilan orang perlu mengadakan kontrak social
yang dibentuk oleh kehendak bebas dari semua. Kehendak umum
yang dipakai sebagai acuan . Apabila ada orang yang tidak setuju
dengan kehendak umum tersebut maka orang tersebut dipaksa
tunduk pada kehendak umum tersebut.
Imanuel Kant berusaha mendamaikan pandangan Rasionalisme
dan Empirisme. Menurut Imanuel Kant rasio dan pengalaman
sama pentingnya dalam proses mengetahui. Pengalaman indra
dinamakan unsure aposteori, sedangkan akal budi dinamakan
unsure apriori. Pengetahuan merupakan sintesa antara akal budi
dan indrawi. Pengetahuan akal budi tidak dapat diterima beitu saja
tanpa adanya kontak indrawi. Begitu juga pengetahuan indrawi
sering menipu (lihat bintang kecil padahal sebenarnya besar) tanpa
dibimbing akal budi.

D. FILSAFAT ABAD XIX


Ilmuwan yang hidup pada masa ini adalah Charles Darwin yang
terkenal dengan teori Evolusi. (Rizal Munstansyir, 1996)
1. Idealisme
Filsufnya adalah : Fichte (1762-1814), F. Schelling (1775-1854),
Hegel (1770-1831) . Idealisme sesungguhnya berangkat dari
kuliah 3 11

reaksi terhadap pemikiran Imanuel Kant. Fichte, Schelling, Hegel


menganggap sebagai penerus pemikiran Imanuel Kant.
Idealisme berpendapat bahwa tidak ada realitas obyektif dari
dirinya sendiri. Realitas menurut aliran ini merupakan hasil
subyektif. Menurut idealisme rasio atau roh mengendalikan
realitas seluruhnya.
Pemikiran yang terkenal Hegel mengenai Dialektika; Setiap tesis
akan memunculkan antitesis. Timbullah Syntesis yang
mendamaikan kedua hal tersebut. Syntesis ini akan menjadi tesis
lagi dalam bentuk yang lebih sempurna yang akan menimbulkan
antitesis dan sintesis baru > proses ini akan berlangsung terus.
Dalam Negara Hegel memimpikan adanya masyarakat sipil (Civil
Society) sesuai teori Sintesa tersebut. Individu, masyarakat sipil,
Negara. Negara yang di cita-citakan oleh Hegel adalah Negara
Monarki Konstitusional yang tersusun dalam Legislatif, eksekutif
dan raja. (contoh Inggris, Belanda). Hegel menganggap sejarah
berjalan linier. Sejarah dianggap gerakan kebebasan yang
menembus batas dunia. Gerakan ini dimaknai sebagai sesuatu
yang diinginkan ruh dunia.

2. Positivisme
Aliran ini berpendapat bahwa manusia tidak pernah mengetahui
lebih dari fakta fakta, atau apa yang tampak dan manusia tidak
dapat mengetahui di balik fakta-fakta. Positivisme menolak
metafisika.
Tokoh aliran ini adalah Auguste comte (1798-1857)
August Comte menyatakan bahwa pemikiran setiap manusia,ilmu
dan suku bangsa melewati tiga tahap :
1. Tahap teologis
2. Tahap metafisis
3. Tahap Positif ilmiah

Ad. 1. Dalam tahap teologis manusia percaya bahwa dibelakang


gejala alam terdapat kuasa adikodrati yang mengatur fungsi dan
gerak gejala alam tersebut.
kuliah 3 12

Tahap teologis ini di bagi menjadi 3 :


a. primitive ; benda-benda dianggap berjiwa (animisme)
b. percaya pada dewa-dewa yang menguasai daerah, bidang
tertentu (politeisme)
c. Memandang Allah sebagai penguasa segala sesuatu
(monoteisme)

ad. 2. Dalam tahap metafisis kuasa-kuasa adikodrati digantin


denagn konsep yang abstrak , misalnya sebab akibat, kodrat.
Metafisika dijunjung tinggi dalam tahap ini.

Ad. 3. Dalam tahap positif manusia membatasi diri pada fakta


yang disajikan tidak mencari penyebab yang terdapat di belakang
fakta-fakta. Manusia menggunakan rasio untuk menetapkan relasi-
relasi persamaan atau urutan yang terdapat dalam fakta-
fakta.Dalam tahap ini dihasilkan ilmu pengetahuan ( Bertens,
1988, hlm 73).

3. Materialisme

Aliran ini berpandangan bahwa seluruh realitas terdiri atas


materi. Aliran ini muncul atas reaksi Idealisme Jerman yang
menganggap adanya roh. Tokoh-tokohnya Ludwig Feuerbach
(1804-1872), Karl Marx (1818-1883), Fredrich Engels (1820-
1895).
Materialisme dialektis menganggap perubahan kuantitas dapat
mengakibatkan perubahan kualitas. Proses merapatnya materi
dapat menghasilkan suatu yang sama sekali baru. Kehidupan
berasal dari materi mati, dan kesadaran berasal dari kehidupan
organis.
Arah sejarah ditentukan oleh perkembangan sarana produksi yang
yang materiil seperti dalam mengolah tanah maka saran
yangberkembang adalah pacul, bajak, dsb. Sarana
produksimerupakan hasil pekerjaan manusia akan tetapi arah
kuliah 3 13

sejarah ditentukan oleh kehendak manuisa bukan sarana produksi


tersebut. Sejarah berjalan secara dialektis bukan mekanis. Arah
perkembanagn sejarah menuju pada komunisme dimana milik
pribadi akan diganti milik bersama . Pada kondisi itulah manusia
mencapai kebahagiaan. Untuk mempercepat proses tersebut
dengan melakukan revolusi.

E Masa Kontemporer (abad XX )

A Pragmatisme
John Dewey (seorang Pragmatis)

Filsafat harus berpijak pada pengalaman dan mengolah


pengalaman itu secara aktif . Pengetahuan terjadi bila ada
pertemuan antara subyek (manusia ) dengan Obyek (yang
diamati) secara langsung (Pengalaman langsung).
John Dewey memakai metode induktif untuk mengetahui
pengalaman
Kesimpulan : Karena ada masalah maka proses kegiatan
berpikir dimulai, masalah ini berasal dari dunia empiris maka
proses berpikir tersebut diarahkan pada pengamatan obyek
yang bersangkutan, yang berakhir dalam dunia empiris.

Kebenaran bukan lagi persesuaian pengetahuan dengan


obyeknya melainkan kegunaan , mamfaat bagi kehidupan praktis.

B. Vitalisme
Kegiatan organisme hidup digerakkan oleh daya atau prinsip
vital yang berbeda dengan daya-daya fisik. Timbul karena
perkembangan ilmu dan teknologi serta industrialisasi dimana
kuliah 3 14

segala sesuatu dapat dianalisa secara matematis. Tokohnya adalah


Aliran yang dipelopori oleh Henry Bergson (1859-1941)
Intuisi merupakan sarana untuk mengetahui secara langsung
dan seketika . Unsur utama pengetahuan adalah bentuk
penghayatan langsung (intuitif) disamping pengalaman indra.
Pengetahuan yang sempurna adalah diperoleh melalui intuisi.
Intuitif merupakan pengetahuan yang diperoleh melalui
pengamatan langsung , tidak mengenai obyek lahir melainkan
mengenai kebenaran dan hakekat sesuatu obyek .Sumber
pengetahuan dari tuhan . hanya melalui kalbu, melalui jalan
kesalehan pengetahuan sebenarnya dapat diperoleh ukan dengan
jalan rasional.

Ada 2 pengetahuan menurut Bergson :


1. Pengetahuan mengenai (knowledge about) yaitu
pengetahuan simbolis atau pengetahuan diskursif

2. Pengetahuan Tentang (knowledge of) pengetahuan


langsung/intuitif diperoleh secara langsung.

Pengetahuan diskursif diperoleh melalui simbol yang menyatakan


,mengenai, sesuatu sebagai terjemahan bagi sesuatu itu (tarot,
ramal kartu, bendera dsb).
Intuisi merupakan naluri (instink) yang menjadi kesadaran
diri dan dapat menuntun kepada kehidupan batin. (dalam).
Intuisi dapat memberi hal-hal yang vital (elan vital/ dorongan
yang vital dari dunia yang berasal dari dalam dan langsung
bukan dengan intelek.
kuliah 3 15

C. Fenomenologi

Fenomenologi berasal dari kata fenomenon yang berarti gejala


atau yang tampak. Fenomenologi adalah bidang filsafat yang
mempelajari manusia sebagai sebuah fenomena. Fenemologi
dirintis oleh Edmund Husserl (1859-1938). Fenomena menurut
Husserl adalah realitas itu sendiri yang tampak, sebab tidak ada
selubung atau tirai yang memisahkan manusia dari realitas
(Bertens, 1990:101). Kesadaran manusia selalu terarah kepada
realitas. Pengalaman estetis selalu terkait dengan obyek estetis di
dalam kesadaran pengamat. Menurut Hamersma ada tiga kunci
yang harus dipahami untuk mengenal fenomenologi Husserl
yaitu :
1. Fenomenologi transcendental : adalah fenomenologi yang
berusaha meraih pemahaman tentang obyek-obyek melalui
pengenalan yang terus menerus dan semakin dalam. Kedekatan
dan pengamatan yang intensif menjadi syarat syarat diraihnya
hakekat obyek yang didekati. Langkah kedua untuk pemahaman
transcendental ini adalah kemampuan pengamat mendekati
dan mendiskripsikan obyek menjadi syarat kunci yang
menentukan ditemukannya hakekat obyek yang diamati.
Beberapa orang yang mengamati obyek yang sama akan
menemukan bermacam-macam hakekat dari obyek yang sama.
kuliah 3 16

2. Kesadaran dan intensionalitas. Kesadaran selalu terarah kepada


obyek-obyek (kesadaran intensional) dan berinteraksi dengan
obyek kesadaran dan menciptakan obyek yang disadari.
Kesadaran adalah asal muasal realitas yang menciptakan realitas
itu sendiri. Pengamat secara aktif menciptakan realitas melalui
pengamatan yang menggunakan kesadaran aktifnya.
3. Reduksi. Ada tiga :
a. Reduksi menyingkirkan semua hal yang subyektif
b.Reduksi menyingkirkan seluruh pengetahuan yang diperoleh
dari sumber lain (teori
& hipotesis yang ada).
c. Reduksi menghasilkan gejala yang menampakkan diri
(Hamersma,1983:117)
Proses reduksi mirip dengan mengupas bawang merah selapis
demi selapis hingga kepada inti yang paling dalam yaitu hakekat
obyek. Proses histories atau kesadaran sejarah merupakan kunci
terakhir dalam pemikiran Husserl tentang fenomenologi, yaitu
bahwa segala yang tampak saat ini hanya dapat dipahami
sungguh-sungguh jika dikaitkan dengan sejarah terbentuknya
(Bertens,1990:102).Terbentuknya suatu kota atau desa hanya
dapat diterangkan dengan menyelidiki perkembangannya.

C. Fenomenologi
D. Eksistensialisme
E. Filsafat analitis
F. Strukturalisme
G. Postmodernisme
kuliah 3 17

Perbedaan filsafat Timur dan Filsafat Barat

Barat Timur

1. Bersifat rasio Bersifat Intuisi


Kembangkan ilmu pengetahuan tercampur agama & kepercayaan

2. Menjawab tantangan alam Menyatu dengan alam

3. Eksploitatif terhadap alam alam punya jiwa, manusia bagian


dari alam.unsure harmoni.

4.Aktif/ Konflik pasif/ tidak suka konflik

5. Individu berhadapan dengan Individu merupakan bagian dari


masyarakat. Utamakan hak masyarakat
individu secara kolektif

Menurut Ency Klopedia Newderland Systematik .

Barat Timur

-Buatan Asli
-Konflik Suka terhadap alam
-Aktif Pasif
-Cepat Lamban
-Alam dikuasai manusia manusia dan alam sejajar
-Individual Kolektif
-Duniawi Mistis
-