Anda di halaman 1dari 6

LAPORAN KEGIATAN

PELATIHAN REHABILITASI DAN TRANSPLANTASI

TERUMBU KARANG

Kerjasama

MDF-PI
NUFFIC FISH-4 PROJECT

DAN

PROGRAM STUDI ILMU KELAUTAN


FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN
2010
1. PENDAHULUAN

Secara fisik, Kota Ternate memiliki karakter sebagai kota kepulauan,


yang dengan demikian memilki luas perariran yang cukup penting.
Aspek fisik perairan ini membawa potensi tersendiri khususnya
potensi sumber daya kelautan berupa hasil laut, maupun manfaat
ekonomi laut untuk prasarana transportasi laut yang menguntungkan
secara ekonomi, apalagi laut diwilayah Kota Ternate adalah tipe laut
dalam.

Kendala yang ada terdiri dari aspek geologi, dimana terdapat gunung
berapi aktif yang sering mengakibatkan terjadinya letusan dan aliran
lahar. Selain itu secara geomorfologi, terdapat lahan berkelerengan
besar dengan volume luasan yang cukup besar, sehingga sulit
dikembangkan untuk kegiatan permukiman dan industri. Dilihat dari
aspek geologi dan jenis tanah, kota Ternate dan sekitarnya terdiri dari
tanah regosol yang memiliki bahan induk utama batu pasir yang baik
untuk kebutuhan material bangunan. Sedangkan tanah podsolik
merupakan tanah batuan beku yang memiliki daya dukung terhadap
beban bangunan yang sangat baik.

Sebagai kota kepulauan yang didominasi lahan bergunung,


pengembangan lahan untuk perkotaan terbatas di wilayah pesisir
meskipun tidak menutup kemungkinan untuk pengembangan
reklamasi kawasan pantai. Dari sejumlah lahan pesisir yang ada,
masih banyak lahan yang belum dimanfaatkan sebagai lahan
budidaya, dan dari 5 pulau yang ada , pulau Ternate merupakan pulau
yang paling pesat pertumbuhannya.

Keterbatasan daya dukung ruang fisik kota Ternate, diikuti pula


dengan keberadaan gunung berapi Gamalama di tengah tengah pulau
Ternate yang masih aktif dan sulit diprediksi keaktifannya.
Keberadaan gunung ini menjadi pembatas dalam pengembangan
lahan perkotaan.
Pembangunan pusat pusat permukiman masih terkonsentrasi di
kawasan pantai dengan konsentrasi kepadatan tinggi di bagian
selatan dan tidak teratur merupakan masalah utama kawasan
permukiman kepulauan.

A. TUJUAN KEGIATAN

Tujuan dari kegiatan


Meningkatkan kepedulian civitas akademika FPIK
terhadap kebersihan
Menpererat tali silaturrahmi antara alimnu FPIK dengan
civitas akademika.

B. PESERTA PELATIHAN
Dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Unkhair
Mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Unkhair
Alumni
Masyarakat
C. DOKUMENTASI KEGIATAN