Anda di halaman 1dari 69

SMK N 2 Lb.

Basung Mendeskripsikan Cara Minggu : 1-2


Penggunaan Peralatan Tangan

MPMD Penggunaan Peralatan Tangan Tgl :


Pada Pekerjaan Mekanik Elektro
Tkt/Smt : I / 1 Waktu : 6 x 45 Menit

1. Tujuan Kegiatan Pemelajaran


Setelah mempelajari materi diklat ini siswa :
a). Siswa dapat mengidentifikasi macam-macam peralatan tangan untuk
pekerjaan mekanik elektro.
b). Siswa dapat menyebutkan kegunaan peralatan tangan untuk pekerjaan
mekanik elektro.
2. Lembaran Informasi
Pekerjaan mekanik elektro yang dilakukan di bengkel listrik biasanya dikerjakan
dengan menggunakan beberapa peralatan tertentu. Kadang pekerjaan tersebut
dikerjakan cukup hanya menggunakan peralatan tangan saja, namun ada juga
yang menggunakan peralatan mesin atau gabungan, baik peralatan tangan
maupun peralatan mesin.

Pada modul ini akan dititikberatkan khusus pada penggunaan peralatan


tangan. Yang dimaksudkan dengan peralatan tangan dalam hal ini adalah segala
macam perkakas atau alat yang digunakan secara manual (tangan) untuk
pekerjaan-pekerjaan mekanik di bengkel listrik (elektro). Secara umum peralatan
tangan mempunyai ciri-ciri antara lain :
1) Bentuknya sederhana
2) Ringan
3) Mudah dibawa (portable)
4) Tidak menggunakan sumber listrik yang terlalu besar
5) Digunakan secara manual
6) relatif mudah penggunannya

Jika dikelompokkan, peralatan tangan dapat digolongkan menjadi 3


kelompok, yaitu :
1) Peralatan tangan tanpa sumber tenaga dari luar, misalnya: kikir, obeng,
tang, gergaji tangan, palu, dan lain-lain
2) Peralatan tangan yang menggunakan sumber listrik dengan daya yang
relatif kecil, misalnya : bor listrik pistol, solder, gergaji listrik manual
3) Peralatan tangan yang digunakan untuk pengukuran besaran
tertentu, misalnya: mistar, busur derajat, jangka sorong, mikro
meter, pengukur tekanan, dan sebagainya.

a) Kikir
Bekerja di bengkel mekanik hampir selalu berhubungan dengan pekerjaan
mengikir di samping pekerjaan yang lain. Mengikir adalah suatu pekerjaan dalam
proses pengikiran/pemotongan permukaan benda kerja oleh gigi-gigi kikir. Kikir
terbuat dari baja tempa yang mengandung karbon tinggi dan meliputi bagian
panjang, potongan, bentuk dan gigi pemotong. Jika ditinjau dari bentuknya, ada
beberapa tipe yang sering kita jumpai, antara lain bentuk flat, square, triangular
or tree square, round, half round dan elliptical. Dilihat dari bentuk
permukaannya, tertdiri dari kasar, sedang dan halus. Perhatikan Gambar 1 dan 2
berikut ini:

Gambar 1. Macam-Macam Bentuk Kikir

Kasar Sedan Halus


g
Gambar 2. Macam-Macam Permukaan Kikir

b) Gergaji tangan
Selain mengikir, pekerjaan di bengkel mekanik yang paling sering kita
jumpai adalah pekerjaan menggergaji. Alat yang digunakan untuk menggergaji
disebut gergaji. Gergaji digunakan untuk memotong atau untuk mengurangi
ketebalan suatu benda kerja. Ada beberapa tipe gergaji jika ditinjau dari bingkai
dan daun gergaji yang ada di pasaran. Lebar dan tebal daun gergaji tangan pada
umumnya bergigi tunggal. Sifatnya kaku dan mudah patah. Banyaknya gigi antara
614 gigi tiap incinya. Letak giginya bersilang-silang (zig-zag), hal ini untuk
menghindari macetnya gergaji utama pada waktu menggergaji benda kerja yang
berukuran tebal. Pada Gambar 3 diperlihatkan bentuk gergaji tangan dan cara
pemasangan daun gergaji pada sengkangnya.

Gambar 3. Gerjaji Tangan dan Pemasangan Daun Gergaji

c) Solder
Solder listrik dibuat menjadi tiga macam tingkatan penyolderan , yakni
ringan, sedang dan berat. Soder ringan mempunyai suatu titik didih yang rendah.
Biasanya digunakan untuk merakit/menyolder komponen-komponen elektronika.
Pada umumnya solder lunak disusun dari 40% timah dan 60% dari timah
hitam. Variasi komposisi ini akan mempengaruhi suhu titik didih solder. Pada
solder sedang, biasanya digunakan untuk industri yang memerlukan suhu tinggi.
Komposisinya 50% timah dan 50% timah hitam. Sedangkan solder berat,
digunakan dalam proses pengelasan. Ada dua macam pengelasan dilihat dari
bahannya, yakni pertama pengelasan perak, komposisinya 50% dari timah dan
50% dari bahan perak. Pada pengelasan dengan batang solder kuningan,
komposisi 6% bahan kuningan, 35% timah dan 55% dari seng, sisanya dari bahan
lain.
Pada umumnya ada tiga jenis ukuran solder yang biasa digunakan, yaitu :
1) Batang soder berat dengan ukuran dari 2,4KW s.d. 10KW. Batang
solder ini digunakan untuk : konduktor besar lebih dari 10 mm, plat
baja dalam kontrol pabrik.
2) Solder medium dari 200 watt sampai 240 watt digunakan untuk
konduktor dengan ukuran 2 s.d. 10 mm. Metal lembaran dari fabrikasi.
3) Batang solder ringan, untuk daya dari 20 watt s.d. 40 watt. Jenis
penggunaannya adalah : untuk bahan semikonduktor, kabel lampu s.d
diameter 2 mm, cetakan papan rangkaian (CRT).

4) Tap dan Ulir luar


Tap adalah suatu alat yang digunakan untuk membuat ulir dalam dengan
tangan atau mesin. Tap ini dibuat bertentuk ulir luar yang digerinda dengan tiga
atau lebih lekukan memanjang, yang disebut alur. Alur inilah yang membentuk
sisi-sisi pemotongnya. Tap dibuat dari bahan baja dengan kecepatan tinggi. Ada
juga yang terbuat dari bahan baja karbon yang dikeraskan.
Tap tangan biasanya terdiri dari tiga buah dalam satu set untuk diameter
sampai dengan 5 mm. Tap yang pertama kali digunakan mempunyai bentuk tirus
di ujungnya, untuk mempermudah pemotongan. Bentuk ulir yang dihasilkan
hanya 55% dari bentuk ulir sesungguhnya. Tap ulir nomor dua, sipakai setelah tap
ulir nomor pertama. Bentuk tirus pada ujungnya lebih pendek dari tap nomor
pertama. Tap nomor dua hanya 25 % pemotongannya. Tap nomor tiga, merupakan
tap yang terakhir dan membentuk profil ulir yang penuh. Bagian tirus ujungnya
sangat pendek, sehingga dapat mencapai dasar untuk lubang tak tembus.

a. b.

Gambar 4. Beberapa Macam Bentuk Ulir dan TAp


a. Satu set tap ulir dalam
b. Pemegang ulir dalam

Pemotong ulir luar (SNIJ/die) dibuat dari bahan baja karbon tinggi.
Pemotong ulir luar digunakan untuk membuat/memotong ulir-ulir luar dari batang
besi atau pipa. Ditinjau dari bentuknya, ulir luar ini mempunyai tiga tipe, yaitu
pemotong ulir belah, pemotong ulir tertutup dan mur pemotong ulir.

a. b.

Gambar 5.
a. Batang Baud dan Jenis Pengulir Luar
b. Tangkai penglir luar

Pada pelaksanaan mengulir luar, balok pengulir dimasukkan ke dalam


tangkai pemutar dengan diikat oleh baud sekerup pengikat. Pada Gambar 5a
diperlihatkan bentuk batang baud yang telah diulir dan balok pengulir luar.
Gambar 5b adalah jenis tangkai pengulir luar yang mempunyai tiga buah baud
pengikat. Gambar 6 adalah balok pengulir luar yang akan dimasukkan ke dalam
tangkai pengulir.

Gambar 6.
Balok Jenis Pengulir Luar yang Akan Dipasang ke dalam Tangkainya

5) Alat ukur
Alat ukur yang sangat diperlukan di bengkel mekanik elektro, yang
digunakan untuk mengukur besaran fisik antara lain mistar baja, jangka sorong,
busur derajat dan mikrometer. Sedangkan untuk mengukur besaran listrik, yang
sering diperlukan antara lain volt meter, ampere meter, ohm meter.

Untuk pekerjaan di bengkel dengan ketelitian rendah, penggaris baja


sangat sering digunakan. Ketelitian dari pembacaan tergantung dari kualitas
garis-garis dan pada pembagian skala. Ukuran penggaris baja berkualitet tinggi
biasanya dalam pembagian 1/1 atau mili meter. Sedangkan untuk mengukur
benda kerja dengan berbagai bentuk dan ukuran dengan ketelitian yang lebih
tinggi dibandingkan dengan mistar baja, digunakan alat ukur jangka sorong
(Vernier Caliper).

Jangka sorong biasanya digunakan untuk mengukur diameter luar,


diameter dalam, panjang dan kedalaman lubang. Tingkat ketelitian pembacaan
jangka sorong bervariasi, tergantung pada pembuatan skala noniusnya. Yang
sering digunakan pada pekerjaan bengkel, tingkat ketelitian jangka sorong 0,02
mm s,d, 0,05 mm. Perhatikan Gambar 7 berikut ini.

Gambar 7. Jangka Sorong dan Pengukurannya

Keterangan:
1. landasan
2. poos penekan
3. cincin pengunci
4. laras/lengan
5. sarung embagi
6. tombol perasa
7. frim/rangka

Gambar 8. Mikrometer

Alat ukur yang digunakan untuk mengukur diameter suatu kawat email,
biasanya pada pekerjaan rewinding, misalnya pada perbaikan belitan motor
listrik, digunakanlah apa yang disebut dengan mikro meter (Perhatikan Gambar
8). Alat ini mempunyai tingkat ketelitian yang lebih presisi dibanding dengan
jangka sorong atau mistar baja. Tingkat ketelitiannya biasanya digunakan 0.01
mm. Alat ini juga sering digunakan untuk mengukur ketebalan kertas, tebal
dinding lubang sislinder, atau jarak antar pinch diameter dari ulir.

Alat ukur yang lain yang sering digunakan untuk pekerjaan mekanik
elektro adalah AVO meter. Alat ini digunakan untuk mengetes atau menguji
besaran listrik pada pekerjaan pembuatan proyek elektro, misalnya pembuatan
rangkaian power supply, rangkaian listrik, dan sebagainya. AVO meter
sebenarnya merupakan alat gabungan yang bisa digunakan untuk mengukur arus
listrik, tegangan listrik dan tahanan listrik. Tingkat ketelitian dalam pembacaan
skala pada alat ini bervariasi, tergantung dari penggunaan, kualitas dan harga alat
ini.

3. Evaluasi :
1. Bagaimanakah cara menajamkan mata/ujung penitik yang benar ?
2. Apa yang harus dilakukan jika akan menggores benda kerja dari bahan
logam (besi) agar memudahkan dalam penandaan/ penggoresan ?
3. Jelaskan bagaimanakah mengukur bahwa hasil kikiran benar-benar sudah
siku !
4. Mengapa pada pemasangan daun gergaji mata atau gigi gergaji tersebut
dipasang menghadap ke depan?
5. Bagaimanakah cara memotong/menggergaji benda kerja jika hasil
diharapkan seperti Gambar 23. ?
4. Penilaian :

Skor
No. Materi yang dinilai Bobot Nilai Keterangan
110
1. Soal no.1 2
2. Soal no. 2 2
3. Soal no. 3 2 Syarat lulus skor
4. Soal no. 4 2 minimal 70
5. Soal no. 5 2
Total skor/nilai 10

Nilai Akhir= (bobot x skor)


Diketahui Lubuk Basung, 07 Januari 2017
Guru Mata Pelajaran

Rizki Manurung, S. Pd Deno Puyada, S.Pd


NIP. 198112022011012004

Kepala,

Drs. Zulhatman, M, MPd


NIP 196205081989031006
4. Kunci Jawaban

1. Sudut ujung penitik dibuat dengan kemiringan antara 600 900


2. Benda kerja dilabur terlebih dahulu dengan kapur putih atau warna cerah
lainnya.
3. Gunakanlah alat siku yang benar-benar presisi. Lakukanlah pengukuran
seperti Gambar 37.

Gambar 37. Mengukur Siku

4. Terutama pada penggunaan gergaji tangan, yakni pad saat gerakan ke


depan tekanan gergaji lebih kuat dan pada saat itu terjadi pemotongan
benda kerja secara sempurna.
5. Dengan cara mengergaji secara berurutan dari sisi atas dilanjutkan sisi
bawah, kemudian sisi atassisi bawah dan seterusnya hingga selesai.
SMK N 2 Lb.Basung Mendeskripsikan Cara Minggu : 1-2
Penggunaan Peralatan Tangan

MPMD Teknis Menggores dan Menitik Tgl :

Tkt/Smt : I / 1 Benda Kerja Waktu : 6 x 45 Menit

1. Tujuan Kegiatan Pemelajaran


Setelah mempelajari materi diklat ini siswa :
a). Siswa dapat memahami teknis menggunakan peralatan tangan untuk
pekerjaan mekanik elektro.
b). Siswa dapat menguasai teknis meggores dan menitik benda kerja dengan
peralatan tangan pada pekerjaan mekanik elektro.

2. Teknis Menggores dan Menitik Benda Kerja

1) Mengukur, menandai dan menggores (perhatikan Gambar 9).


a) Ukuran yang diminta pada skala dan pada ujung dari permukaan A
harus sama.
b) Tandailah pada permukaan depan mistar !
c) Sisipkanlah titik dari penggores pada tanda dan dorong mistar itu
berlawanan miring ringan !
d) Gerakkanlah atau beri tanda garis dengan penggores!

Gambar 1. Mengukur dan Menandai

2) Mengukur dan menggambar tanda garis dengan mistar baja, siku dan
penggores (perhatikan Gambar 10).
a) Tekanlah mistar siku pada permukaan B dan gerakkan mistar hingga
menyentuh muka depan dari mistar baja!
b) Gerakkanlah mistar baja dan gambarlah sebuah garis dengan
penggores !
c) Ulangilah pekerjaan itu pada permukaan A !

Gambar 2. Mengukur dan Menggambar

3) Menempatkan penggores dengan arah berlawanan (perhatikan Gambar 11).


a) Penggores harus cukup kemiringan-nya dari jalan garis
pemotongannya.
b) Hasil kemiringan yang salah akan membuat goresan yang kabur dan
tidak akan benar dalam memindahkan ukuran.
c) Perhatikan cara memberi tanda sebagai berikut:
1) Tekanlah penyiku atau penggaris agak kuat benda kerja dan
gambar culup sekali saja!
2) Kecondongan penggores pada arah maju.

a. b.

Gambar 3.
a. Menggores dengan Arah Berlawanan
b. Cara Memberi Tanda
4) Menggores bentuk lingkaran (perhatikan Gambar 12).
Untuk menggores dalam bentuk lingkaran digunakan jangka
(jangka pegas dari besi). Penggunaan jangka ini untuk menggores
lingkaran dan garis lengkung pada benda kerja (besi, plat, dll). Untuk
mendapatkan garis-garis yang tepat, ujung-ujung jangka harus tajam
sebagaimana ujung penggores. Ujung-ujung kaki harus selalu bersentuhan
dan harus mempunyai ujung yang sama panjang. Pada waktu menggores,
jangka harus dimiringkan pada arah perputaran.

Gambar 4. Menggores Bentuk Lingkaran

5). Menitik benda kerja


Setelah proses penggoresan dilanjutkan penitikan. Proses penitikan
ini merupakan proses pembuatan lubang pada benda kerja. Ujung penitik
diperkeras dan digerinda dengan sudut antara 30 o90o. Penitikan
dilakukan terhadap benda yang lebih lunak dibandingkan dengan alat
penitik yang digunakan. Bagian yang ditekan akan terdorong ke
permukaan di sekitar ujung penitik. Penandaan dengan penitik terutama
untuk tiga tujuan, yaitu :
a) Menentukan pusat-pusat lubang pada perpotongan garis untuk
mempermudah dan memusatkan awal dari pengeboran.
b) Untuk mejelaskan garis hingga di mana bagian yang akan
dikerjakan.
c) Untuk memperjelas garis-garis dari goresan yang telah dibuat.
Gambar 5. Menitik Benda Kerja
Adapun cara menandai pusat sebagai berikut :
a) Pegang penitik dengan tangan kiri (bukan kidal)
b) Miringkan dan geser sepanjang garis hingga tepat pada garis
potong dimana tempat pusat dititik
c) Penitik dipukul satu kali dengan pukulan yang ringan, dan
periksa posisinya. Jika sudah tepat pukul lagi lebih keras untuk
memperjelas tanda titik tersebut. Perhatikan Gambar 13 dan
14.

Gambar 6. Cara Menandai Pusat

Betul Kemungkinan salah

Gambar 7. Ujung penitik yang benar


3. Evaluasi :
1. Dari bahan apakah sebuah penitik dibuat dan bagaimana bentuknys ?
2. Bagaimanakah cara menajamkan mata/ujung penitik yang benar ?
3. Sebutkan macam-macam penitik yang ada !
4. Apa yang harus dilakukan jika akan menggores benda kerja dari bahan
logam (besi) agar memudahkan dalam penandaan/ penggoresan ?
5. Apakah itu batang penggores ?

4. Penilaian :

Skor
No. Materi yang dinilai Bobot Nilai Keterangan
110
1. Soal no.1 2
2. Soal no. 2 2
3. Soal no. 3 2 Syarat lulus skor
4. Soal no. 4 2 minimal 70
5. Soal no. 5 2
Total skor/nilai 10
5. Kunci Jawaban :
1. Penitik dibuat dibuat dari bahan baja karbon tinggi yang dikeraskan,
Bagian badannya diberi guratan (gerigi) agar tidak licin pada waktu
dipegang, sedangkan bagian ujungnya dibuat lancip dan mata penitiknya
diasah pada mesin gerinda sehingga membentuk sudut tertentu.
2. Sudut ujung penitik dibuat dengan kemiringan antara 600 900
3. Penitik pusat ( centre punch), penitik garis (prick punch), penitik otomatis,
4. Benda kerja dilabur terlebih dahulu dengan kapur putih atau warna cerah
lainnya.
5. Batang penggores adalah suatu alat untuk menarik garis-garis gambar
pada permukaan benda kerja yang akan dikerjakan.

Diketahui Lubuk Basung, 07 Januari 2017


Guru Mata Pelajaran

Rizki Manurung, S. Pd Deno Puyada, S.Pd


NIP. 198112022011012004

Kepala,

Drs. Zulhatman, M, MPd


NIP 196205081989031006
Mendeskripsikan Cara
SMK Neg 1 PS Tuan Penggunaan Peralatan Tangan Minggu : 11

MPMD Teknis Penerminalan Tgl :

Tkt/Smt : I / 1 Konduktor Waktu : 4 x 45 Menit

1. Tujuan Kegiatan Pemelajaran


a). Siswa dapat memahami teknis melaksanakan penerminalan konduktor pada
pekerjaan mekanik elektro.
b). Siswa dapat menguasai teknis melakukan penjepitan konduktor berpilin
pada pekerjaan mekanik elektro..
c). Siswa dapat menguasai teknis melakukan pembautan terminal pada
pekerjaan mekanik elektro..
2. Teknis Penerminalan Konduktor
a. Mempersiapkan ujung konduktor dan pemasangan lidah terminal.
1.1. Ukurlah kedalaman celah lidah terminal ke dalam ujung konduktor
yang akan dipasang !
1.2. Dengan sebuah pisau penyayat, lepaskanlah isolasi konduktor !
Jangan melebihi 90o posisi pisai terhadap isolasi.
1.3. Kupaslah isolasi secukupnya sesuai yang diijinkan untuk
penampang penuh dari ujung konduktor ke fiting ditambah 6mm !
1.4. Bersihkanlah ujung kabel dari lapisan email atau lainnya !
1.5. Gunakanlah ukuran yang tepat dari alat penekan untuk
memberikan jenis lidah penyambung !
1.6. Pastikanlah perencanaan lidah yang dipakai untuk pencetak lidah
yang paling tepat untuk penyambungan !
1.7. Gunakanlah ketetapan, tekanan yang merata dari alat pembentuk
lidah kabel, yakinkan bahwa pelekukan lidah dapat terpasang
secara baik, aman dan pas !
b. Penjempitan konduktor berpilin (konduktor dari bahan alumunium)
b.1. Bersihkanlah ujung kabel sampai benar-benar bersih, gunakan sikat
pembersih atau kertas amplas !
b.2. Pasanglah fiting, tekanan ulir dan kabel secara hati-hati !
b.3. Pasanglah terminal, dan pastikanlah keamanan sepenuhnya pada
rumah tempatnya !
b.4. Jepitlah terminal dengan menggunakan alat yang cocok dan
pengulir !
b.5. Urutkanlah pembentukan yang sesuai dengan penggunaan. Bentuk
pertama yang paling jauh searah dengan kabel, dan terakhir
bentuk/jepit penutupnya !
b.6.

Gambar 1. Penyambungan Terminal

c) Teknik pembautan terminal


c.1. Bersihkanlah ujung kabel sampai benar-benar bersih, gunakan sikat
pembersih atau kertas amplas !
c.2. Pasanglah fitting berdasarkan jenis alur yang digunakan, yaitu dua
setengah jepitan yang dibersihkan antara konduktor dengannya !
c.3. Pasanglah kabel konduktor/dipaskan secara hati-hati, pastikan
keamanannya sepenuhnya pada rumah tempatnmya !
c.4. Pasanglah baut pengencang untuk menjempit atau menekan pada
terminal dengan menggunakan alat yang cocok dan pengulir (kunci
L atau kunci pas) !
c.5. Kontrollah apakah sambungan sudah dipasang pada tekanan yang
merata pada sambungan.
Gambar 2. Sambungan Terminal Model Baud

3. Evaluasi
1) Berapakah jenis pengupas kabel yang anda ketahui bisa digunakan untuk
mengupas kabel jenis NYA !
2) Apakah Jenis sambungan yang tepat digunakan untuk sambungan di
tengah perjalanan kabel sebelum titik parcabangan ?
3) Kapankah digunakan jenis sambungan cabang datar pada sistem instalasi
kabel penerangan ?
4) Apa artinya NYA ?
5) Kapankah kita menggunakan penerminalan kabel ? Jelaskan !
6) Bagaimanakah cara menyolder bahan konduktor dari bahan alumunium !
7) Sebutkan kelebihan dan kekurang antara jenis sambungan terminal teknik
penyolderan dan sambungan mekanik ?
8) Apakah yang perlu dipertimbangkan jika akan menyambung kabel dari
dua bahan yang berbeda, misalnya kabel dari tembaga dan alumunium ?

4. Penilaian :

Skor
No. Materi yang dinilai Bobot Nilai Keterangan
110
1. Soal 1 1

2. Soal 2 0,5
3. Soal 3 1
4. Soal 4 1
Syarat lulus skor
5. Soal 5 1
minimal 70
6. Soal 6 2
7. Soal 7 2
8. Soal 8 1,5

Total skor/nilai 10

Nilai Akhir= (bobot x skor)


P. Sei Tuan, 01 juli 2010
Diketahui
Kaprodi Keahlian Guru Mata Diklat,
Ketenagalistrikan,

Rakhmad Dianto, ST Drs. S y o f y a n


NIP. 19610907 198203 1 015 NIP. 19620203 198810 1 002

Kepala,

Drs. J A S W A R, M.Pd.
NIP. 19640724 198803 1 015
5. Kunci Jawaban
1) Pengupas kabel manual dan pengupas kabel otomatis.
2) Jenis sambungan datar.
3) Jenis sambungan Cabang datar pada sistem instalasi digunakan untuk
pencabangan sebagai jalan pintas agar penggunaan kabel lebih efisien.
4) NYA artinya : N melambangkan kabel berinti tembaga, Y melambangkan
kabel berisolasi jenis PVC, A melambangkan inti kabel berisi tunggal.
5) Pada saat menyambung kabel dengan diameter relatif besar dan
memerlukan kekuatan yang tinggi.
6) Ambilah kawat alumunium konduktor berpilin, lakukan hal-hal berikut ini
lepaskanlah isolasi dari konduktor !
Ceklah ujung lidah hingga benar-benar sudah rapi !
Bersihkanlah batang permukaan dengan kertas amplas !
Gunakanlah solder dan sumberpanas sesuai dengan yang ditentukan !
Teruskanlah penggunaan solder dan panas dengan aliran solder hingga hasil
solderan merata !
Lepaskanlah sumber panas, jagalah solder waktu pendinginan!
7) Kelebihan dan kekurangan masing-masing jenis sambungan terminal
adalah sebagai berikut :

Teknik penyolderan Teknik mekanik


1. Relatif murah 1. bisa untuk sambungan
2. Mudah pelaksanaannya diameter yang besar
3. Terhindar dari korosi 2. daya tariknya sangat kuat
4. Diameter kabel hanya untuk 3. mudah terkena korosi
ukuran kecil. 4. lebih mahal
5. Memerlukan teknik
penyolderan yang rumit

8) Efek korosi yang akan ditimbulkan dari dua logam yang berbeda tersebut.
Oleh karena itu bahan yang digunakan untuk fitting penyambungan harus
diperhatikan. Selain itu susunan kabel juga perlu dipertimbangkan,
alumunium dipasang diatas atau di bawah tembaga. Hal ini dianjurkan
kawat alumunium sebaiknya di bawah kawat tembaga, dengan tujuan akan
mengurangi kelembapan yang menembus dari alumunium ke tembaga, dan
hal ini akan mengakibatkan korosi alumunium.
SMK Neg 1 PS Tuan Mendeskripsikan Cara Minggu : 4
Penggunaan Peralatan Tangan

MPMD Tgl :
Teknis Mengikir Benda Kerja
Tkt/Smt : I / 1 Waktu : 4 x 45 Menit

1. Tujuan Kegiatan Pemelajaran


Setelah mempelajari materi diklat ini siswa :
a). Siswa dapat memahami teknis menggunakan peralatan tangan untuk
pekerjaan mekanik elektro.
b). Siswa dapat menguasai teknis mengikir benda kerja dengan peralatan
tangan pada pekerjaan mekanik elektro.

2. Teknis Mengikir Benda Kerja


1) Posisi tubuh
Selama mengikir, berdiri di sisi sebelah kiri ragum dengan kaki
tetap tidak berubah. Kaki harus terbentang dengan menyesuaikan
panjang kikir. Sudut antara poros ragum dan kaki mendekati 30o untuk
kaki kiri dan 75 o untuk kaki kanan.

Gambar 1. Posisi Tubuh Saat Mengikir

2) Gerakan badan dan kaki


Posisi badan berdiri tegak dan berlahan-ahan condong maju
selama gerak pemotongan. Kaki sebelah kanan tetap lurus. Pandangan
lurus selalu ditujukan pada benda kerja. Perhatikan Gambar 2.
Gambar 2: Gerakan Badan dan Kaki

3) Cara memegang kikir


a). Tangan kanan : Peganglah tangkai kikir dengan posisi
ibu
jari di atas pegangan dan jari lainnya di bawah pegangan.
b). Tangan kiri : Tempatkan ibu jari pada ujung kikir dan jari-jari
yang lain sedikit ditekukan akan tetapi tidak sampai
memegang
atau menggenggam.
c). Menggunakan kikir yang kecil dengan gerakan yang tidak
terlalu
kuat dan pegang kikir dengan tangan kanan dan ujung kikir
dipegang oleh ibu jari dan jari-jari lainnya.

Gambar 3: Cara Memegang Kikir

4) Tekanan pada kikir


Tekanan pada kikir tergantung pada ukuran kikir dan benda
kerja yang dikikir. Pada waktu mulai usapan pertama, tekanan
maksimum pada tangan kiri dan tekanan minimum pada tangan kiri.
Tekanan tangan kiri dan kanan sama kuat saat pemotongan di tenganh-
tengah. Pada saat usapan terakhir, tekanan minimum pada tangan kiri
dan tekanan maksimum pada tangan kanan.

Gambar 4: Tekanan pada Kikir

5) Pemilihan kikir
Pemilihan macam kikir yang digunakan tergantung pada
ukuran,
bentuk permukaan benda kerja.
a) Mengikir rata
Benda kerja dijepit dengan ragum, sedemikian hinggga
penjempitan tidak menyebabkan benda kerja rusak atau bengkok.
Pengikiran memanjang, kikir digunakan sejajar dengan sisi panjang
benda. Pengikiran melintang, kikir digunakan sejajar dengan benda
kerja. Pengikiran menyilang, dilakukan pada proses finishing,
dengan sudut 60o terhadap sisi memanjang.

a. b.

c.

Gambar 5.
a. Mengikir Memajang
b. Mengikir Melintang
c. Mengikir Menyilang

b) Mengikir radius
Perlengkapan yang digunakan adalah radius gauge atau
dengan jangka putar sebagai alat pemeriksa hasil radius yang
diinginkan. Cara mengerjakannya yaitu menandai batas radius yang
akan dikikir. Selanjutnya mengikir memanjang dan dengan arah
menyilang. Pengikiran tersebut dilakukan dengan gerakan berayun.

Gambar 6. Cara mengikir radius

c) Mengikir bulat
Dari bentuk balok akan dibuat bulat dapat dilakukan
pengikiran sebagai berikut :
o Mengikir benda kerja menjadi segi delapan permukaan.
o Mengikir benda kerja menjadi segi enam belas permukaan.
o Mengikir benda kerja dari segi enam belas menjadi bulat
Pengikiran arah memanjang ke depan sambil diputar turun
naik. Agar dapat menghasilkan permukaan kikir yang halus
dan rata, maka kikir harus dibersihkan dengan sikat kawat.
a.

b.

Gambar 7.
a. Cara mengikir bulat
b. Penjepitan benda kerja

3. Evaluasi :

1. Apakah fungsi utama sebuah kikir ?


2. Sebutkan macam bentuk penampang kikir !
3. Bagaimana tekanan pada kikir pada saat bekerja ?
4. Bagaimana posisi tubuh pada saat mengikir ?
5. Bagaimana gerakan badan dan kaki pada saat mengikir ?

4. Penilaian :

Skor
No. Materi yang dinilai Bobot Nilai Keterangan
110
1. Soal no.1 1.25
2. Soal no. 2 1,25
3. Soal no. 3 2,5 Syarat lulus skor
4. Soal no. 4 2,5 minimal 70
5. Soal no. 5 2,5
Total skor/nilai 10

Nilai Akhir= (bobot x skor)


P. Sei Tuan, 01 juli
2010
Diketahui
Kaprodi Keahlian Guru Mata Diklat,
Ketenagalistrikan,

Rakhmad Dianto, ST Drs. S y o f y a n


NIP. 19610907 198203 1 015 NIP. 19620203 198810 1
002

Kepala,

Drs. J A S W A R, M.Pd.
NIP. 19640724 198803 1 015
5. Kunci Jawaban :

1. Untuk mengikir dan meratakan permukaan benda kerja .


2. Berbentuk bulat, segitiga, bujur sangkart, tembareng, segi empat, dan
pipih.
3. Tekanan pada kikir tergantung pada ukuran kikir dan benda kerja yang
dikikir. Pada waktu mulai usapan pertama, tekanan maksimum pada
tangan kiri dan tekanan minimum pada tangan kiri. Tekanan tangan kiri
dan kanan sama kuat saat pemotongan di tenganh-tengah. Pada saat
usapan terakhir, tekanan minimum pada tangan kiri dan tekanan
maksimum pada tangan kanan.
4. Selama mengikir, berdiri di sisi sebelah kiri ragum dengan kaki tetap
tidak berubah. Kaki harus terbentang dengan menyesuaikan panjang
kikir. Sudut antara poros ragum dan kaki mendekati 30 o untuk kaki kiri
dan 75 o untuk kaki kanan.
5. Posisi badan berdiri tegak dan berlahan-ahan condong maju selama gerak
pemotongan. Kaki sebelah kanan tetap lurus. Pandangan lurus selalu
ditujukan pada benda kerja.
Mendeskripsikan Cara
SMK Neg 1 PS Tuan Minggu : 10
Penggunaan Peralatan Tangan

MPMD Tgl :
Teknis Meyambung Kabel
Tkt/Smt : I / 1 Waktu : 4 x 45 Menit

1. Tujuan Kegiatan Pemelajaran


Setelah mempelajari materi diklat ini siswa :
a). Siswa dapat memahami teknis membuat berbagai jenis sambungan dengan
kabel/konduktor berinti tunggal.
b). Siswa dapat menguasai teknis membuat berbagai jenis sambungan dengan
kabel serabut.
2. Teknis Menyambung Kabel
a. Menyambung kabel
1. Potonglah kabel NYA dengan ukuran seperti tampak pada gambar kerja !
2. Kupaslah pada ujung kabel yang akan disambungkan dengan jarak dari
ujung pengupasan 5 cm untuk jenis sambungan ekor babi !
3. Bersihkanlah ujung-ujung kabel yang akan disambungkan !
4. Ikutilah langkah Gambar 1 - 4 pada penyambungan untuk masing-masing
jenis sambungan puntir, sambungan bolak-balik dan sambungan cabang
datar !
5. Gunakanlah tang kombinasi untuk memuntir ujung kabel yang akan
disambung secara hati-hati dan kuat ! Yakinlah bahwa sambungan kabel
yang dibuat sudah kuat dan rapih.
6. Ikatlah pada ujung kupasan isolasi PVC kabel dengan benang kasur !
7. Setelah melakukan penyambungan dengan benar dan kuat, berilah
solderan timah agar sambungan benar-benar sempurna dan tahan korosi.

Gambar 1. Sambungan Ekor Babi


Gambar 2. Sambungan Puntir

Gambar 3. Sambungan Bolak-Balik

Gambar 4. Sambungan Cabang Datar

9. Tanyakanlah pada instruktur jika mengalami kesulitan dalam mengerjakan


sambungan kabel ini pada instruktur !
10. Periksakanlah pada instruktur anda jika pekerjaan sudah selesai !
3. Evaluasi :

Skor
No. Materi yang dinilai Bobot Nilai Keterangan
110
1. Sambungan Ekor Babi 2

2. Sambungan Puntir 2

3. Sambungan Bolak- 2
Balik
Syarat lulus skor

4. Sambungan Cabang 2 minimal 70


Datar

5. Langkah kerja 1

6. Keselamatan kerja 1

Total skor/nilai 10

Nilai Akhir= (bobot x skor)

P. Sei Tuan, 01 juli 2010


Diketahui
Kaprodi Keahlian Guru Mata Diklat,
Ketenagalistrikan,

Rakhmad Dianto, ST Drs. S y o f y a n


NIP. 19610907 198203 1 015 NIP. 19620203 198810 1 002

Kepala,

Drs. J A S W A R, M.Pd.
NIP. 19640724 198803 1 015
Mendeskripsikan Cara
SMK Neg 1 PS Tuan Penggunaan Peralatan Tangan Minggu : 5

MPMD Tgl :
Teknis Menggergaji Besi Strip
Tkt/Smt : I / 1 Waktu : 4 x 45 Menit

1. Tujuan Kegiatan Pemelajaran


Setelah mempelajari materi diklat ini siswa :
a). Siswa dapat memahami teknis menggunakan peralatan tangan untuk
pekerjaan mekanik elektro.
b). Siswa dapat menguasai teknis menggergaji besi strip dengan peralatan
tangan pada pekerjaan mekanik elektro.

2. Teknis Menggergaji Besi Strip

Menggergaji Besi Strip


1. Pasanglah daun gergaji menghadap ke depan dan kencangkan dengan
kekuatan maksimum!
2. Sebelum proses pemotongan, buatlah alur dengan kikir segitiga pada ujung
garis yang akan digergaji!
3. Letakkanlah gergaji di alur tersebut dan dimiringkan ke muka kira-kira 10 o !
4. Perhatikanlah posisi tubuh. Tekanan yang tidak cukup pada permulaan
pemotongan akan menyebabkan gigi-gigi gergaji menggosok benda kerja
dan menjadi cepat tumpul !

Gambar 1. Penandaan Pemotongan Awal

5. Hasil pemotongan yang baik adalah bila menurut metode yang telah
ditentukan.
6. Apabila pada permulaan pemotongan tidak dibuat alur maka akan terjadi slip
seperti terlihat pada gambar di samping.
7. Apabila sudut pemotongan terlalu besar maka akan menyebabkan mata
gergaji cepat rusak

a. benar b. terjadi slip

Gambar 2. Hasil Pemotongan

3. Evaluasi :
1. Apakah yang disebut dengan gergaji tangan ?
2. Dari bahan apakah daun gergaji dibuat dan bagaimana sifatnya ?
3. Bagaimana cara memasang daun gergaji ?
4. Terangkanlah langkah menggergaji benda kerja !

4. Penilaian :

Skor
No. Materi yang dinilai Bobot Nilai Keterangan
110
1. Soal no.1 2
2. Soal no. 2 2
Syarat lulus skor
3. Soal no. 3 3
minimal 70
4. Soal no. 4 3
Total skor/nilai 10

Nilai Akhir= (bobot x skor)


P. Sei Tuan, 01 juli 2010
Diketahui
Kaprodi Keahlian Guru Mata Diklat,
Ketenagalistrikan,

Rakhmad Dianto, ST Drs. S y o f y a n


NIP. 19610907 198203 1 015 NIP. 19620203 198810 1 002

Kepala,

Drs. J A S W A R, M.Pd.
NIP. 19640724 198803 1 015
5. Evaluasi :
1. Gergaji tangan merupakan alat pemotong dan pembuat alur yang
sederhana. Pada bagian sisi dari daun gergaji tangan tersebut terdapat
gigi pemotong yang dikeraskan.
2. Daun gergaji dibuat dari baja perkakas (HSS) dan bahan tungsten. Sifat
dari daun gergaji tangan ini fleksibel atau melentur dengan maksud
agar tidak mudah patah.
3. Daun gergaji dipasang pada sengkang gergaji dengan ketentuasn ; a).
Gigi gergaji harus menghadap ke muka. b). Tegangan harus cukup agar
tidak terjadi lekukan pada saat dipakai.
4. Membuat alur pada bagian yang akan digergaji, selanjutnya gergajilah
bagian sisi terlebih dahulu dengan posisi gergaji membentuk sudut
30 o terhadap benda kerja, kemudian potonglah benda kerja dengan
posisi gergaji membentuk sudut 10o.
SMK Neg 1 PS Tuan Mendeskripsikan Cara Minggu : 7
Penggunaan Peralatan Tangan

MPMD Prosedur Perawatan Peralatan Tgl :


Tangan
Tkt/Smt : I / 1 Waktu : 4 x 45 Menit

1. Tujuan Kegiatan Pemelajaran


Setelah mempelajari materi diklat ini siswa :
a). Siswa dapat memahami prosedur menginventarisasi peralatan tangan pada
pekerjaan mekanik elektro.
b). Siswa dapat memahami teknis penyimpanan peralatan tangan untuk
pekerjaan mekanik elektro.
c). Siswa dapat menyebutkan teknis pemeliharaan peralatan tangan pada
pekerjaan mekanik elektro.
2. Lembaran Inforamasi
Seseorang yang bekerja di bengkel di samping harus terampil
menggunakan peralatan/perkakas tangan yang ada juga harus panda melakukan
inventarisasi peralatan, menyimpan dan merawat alat-alat/perkakas tersebut.
Ketiga hal tersebut sudah menjadi tuntutan bagi siswa yang melakukan praktik di
bengkel.
1. Cara menginventarisasi peralatan
Di suatu bengkel selalu disediakan ruang alat yang cukup untuk
menyimpan peralatan yang ada menurut keperluannya. Petugas atau piket yang
bertanggung jawab secara administratif atas keluar masuknya barang dalam ruang
alat yang diawasinya. Keluar alat perkakas dari ruang alat harus menggunakan
kartu bon, misalnya dengan sistem koin yang dibubuhi nama, tanggal, jenis alat
yang dipinjam serta ditandatangani oleh Si peminjamnya dan digantungkan pada
bagian yang disediakan pada tempat di mana alat perkakas itu disimpan.
Keluarnya alat dari ruang alat dicatat dalam lembaran tersendiri.
Hal-hal yang harus dikerjakan oleh penanggung jawab ruang alat /piket,
adalah sebagai berikut:
1. Membuat dan menyimpan inventarisasi semua alat-alat/perkakas.
2. Mengetahui sifat, kegunaan serta cara perawatan alat/perkakas.
3. Melayani setiap peminjaman alat-alat.
4. Menerima pengembalian alat/perkakas serta memeriksa apakah alat-alat
perkakas yang dikembalikan sudah sesuai dan tidak rusak.
5. Menempatkan kembali alat-alat tersebut pada tempatnya.
6. Membuat laporan tentang keadaan alat-alat yang telah digunakan.
7. Membuat laporan ke bagian material untuk meminta perbaikan jika ada
alat yang mengalami kerusakan.
2. Cara-cara penyimpanan peralatan
Untuk menjamin ketertiban dan kelancaran pelaksanaan pekerjaan di
bengkel mekanik, penyimpanan dan penempatan peralatan pada ruang alat perlu
diperhatikan dengan seksama. Hal-hal yang sangat penting yang harus
diperhatikan oleh pekerja di bengkel di dalam penyimpanan alat-alat perkakas di
dalam ruang alat adalah sebagai berikut :
1. Alat-alat perkakas disimpan atau ditempatkan secara baik, rapih dan
teratur sehingga tidak bertumpuk dan bergesekan satu dengan lainnya.
2. Alat-alat perkakas di simpan atau ditempatkan sedemikian rupa sehingga
mudah untuk pemeriksaan dan pengontrolan.
3. Penyimpanan alat perkakas haruslah dikelompokkan menurut jenis dan
macam alat perkakas yang sama.
4. Ruang alat selalu terhindar dari zat kimia yang mungkin akan
menimbulkan karat.
5. Penanggung jawab alat (tool man di samping melayani peminjaman alat,
setiap saat selalu aktif mengatur penempatan alat sebagaimana mestinya.
6. Para pekerja bengkel di luar ruang alat harus dapat menempatkan peralatan
perkakas lainnya yang tidak dipakai pada bangku kerja di mana mereka
praktik.
3. Pemeliharaan Peralatan
Pemeliharaan atau perawatan alat-alat adalah suatu hal yang sangat
penting untuk diperhatikan oleh setiap pekerja di bengkel. Pekerja-pekerja
bengkel akan menghasilkan pekerjaan yang cepat dan baik apabila alat-alat
perkakas yang dipakainya dalam kondisi baik dan sesuai dengan pekerjaan yang
dilakukan. Alat perkakas ini akan selalu baik dan tahan lama apabila mendapat
perawatan yang baik dan teratur. Demikian pula alat tersebut akan menjamin
keselamatan kerja dan terhindar dari kecelakaan yang tidak diharapkan.
Beberapa hal yang harus diperhatikan di dalam perawatan atau
pemeliharaan alat perkakas, di antaranya adalah sebagai berikut:
1. Janganlah membiarkan tatal, beram, kapur atau kotoran lainnya menempel
pada peralatan yang telah dipakai, misalnya kikir, jika hal ini terjadi
bersihkanlah dengan segera kotoran tersebut dengan sikat kikir !
2. Janganlah sekali-kali menggunakan kikir apabila tangkainya pecah.
Gantilah segera dengan tangkai yang masih baru dan dalam kondisi baik !
3. Janganlah membiarkan dan menggunakan apabila ternyata tangkai palu
telah rusak dan hampir lepas. Gantilah tangkai tersebut dengan yang masih
baru dan kuat. Berilah pasak pada kepala palu dengan kayu atau paku
dengan kuat !
4. Janganlah membiarkan dan menggunakan pahat yang bagian kepalanya
telah retak dan melebar ! Buanglah segera kepingan yang melebar dan
retak di kepala pahat itu dan gerindalah !
5. Gosoklah dengan alat pengasah apabila ternyata mata-mata pemotong
pahat, mata bor, penitik, penggores yang keadaan ujungnya sudah tumpul !
6. Jagalah dengan baik-baik agar kikir, siku-siku, mistar sorong, mikrometer
dan alat ukur lainnya jangan sampai terjatuh.
7. Berilah minyak atau setempet bilamana diperlukan bagi alat-alat atau
bagian-bagian peralatan yang bisa berkarat !

3. Evaluasi
1. Siapakah yang bertanggung jawab atas keutuhan peralatan yang ada di
bengkel mekanik elektro ?
2. Bagaimanakah cara melaksanakan tindakan administrasi peralatan di
bengkel agar dapat teratur dan tertib ?
3. Bagaimanakah cara memperbaiki peralatan tangan yang menggunakan
bahan habis pakai apabila mengalami kerusakan ?

4. Penilaian :

Skor
No. Materi yang dinilai Bobot Nilai Keterangan
110
1. Soal no.1 4
2. Soal no. 2 6 Syarat lulus skor
3. Soal no.3 4 minimal 70
Total skor/nilai 10
P. Sei Tuan, 01 juli 2010
Diketahui
Kaprodi Keahlian Guru Mata Diklat,
Ketenagalistrikan,

Rakhmad Dianto, ST Drs. S y o f y a n


NIP. 19610907 198203 1 015 NIP. 19620203 198810 1 002

Kepala,

Drs. J A S W A R, M.Pd.
NIP. 19640724 198803 1 015
5. Kunci Jawaban
1. Semua orang yang terlibat baik langsung maupun tak langsung dalam
penggunaan bengkel mekanik elektro, sejak dari pimpinan /atasan,
koordinator bengkel, teknisi maupun siswa praktikan.
2. Dibengkel disediakan beberapa form yang harus diisi secara bertanggung
jawab, misalnya daftar penerimaan/pemeriksaan barang, daftar keadaan
alat, kartu bond,daftar keadaan persentase alat, kartu pemakaian
alat/mesin.
3. Alat yang mengalami rusak dan tidak bisa diperbaiki seharusnya diganti
dengan yang baru.
SMK Neg 1 PS Tuan Mendeskripsikan Cara Minggu : 6
Penggunaan Peralatan Tangan

MPMD Teknis Menyolder Kabel Tgl :


Serabut Pada PCB
Tkt/Smt : I / 1 Waktu : 4 x 45 Menit

1. Tujuan Kegiatan Pemelajaran

Setelah mempelajari materi diklat ini siswa :


a). Siswa dapat memahami teknis menggunakan peralatan tangan untuk
pekerjaan mekanik elektro.
b). Siswa dapat menguasai teknis menyolder kabel serabut pada PCB dengan
peralatan tangan pada pekerjaan mekanik elektro.

2. Teknis Menyolder Kabel


Sistematika Menyolder Kabel :
1. Siapkanlah semua alat dan bahan praktik yang akan digunakan !
2. Tentukanlah daerah kerja dan alat solder yang dibersihkan terlebih
dahulu, bebaskan dari semua kotoran seperti minyak, oli, gemuk, debu dan
lain-lain !
3. Tariklah ujung-ujung kabel sedemikian rupa sehingga kedudukan kabel
tampak rapi dan lurus !
4. Perhatikanlah Gambar 24 !

Gambar 1. Menyolder di Atas PCB


5. Pastikanlah ujung solder dalam kondisi yang bagus dan tidak berbintik-
bintik, rusak atau cacat. Jika perlu gunakan kikir atau gerinda untuk
membersuhkan ujungnya !
6. Panaskanlah batang solder pada suhu yang tinggi, masukkan/celupkan
ujung solder ke pasta solder (fluks nonacidic) !
7. Panaskanlah ujung logam (kabel) yang akan disolder di atas PCB,
kemudian lakukan penyolderan ujung kabel tersebut sebelum disatukan
(disolder) dengan PCB !
8. Proses penyoderan janganlah terlalu lama menempel di atas kabel agar
isolasi kabel tidak leleh !
9. Yakinkanlah bahwa proses penyolderan tampak bahwa timah betul-betul
sudah menempel dan matang (tampak mengkilat) !
10. Bersihkanlah kelebihan solderan yang mati dengan lap pembersih !
11. Jika akan melepas solderan, gunakanlah alat penyedot solder,
tempatkanlah penyedot di atas solder yang akan ditarik !
12. Panaskanlah penyedot dan solder yang akan disedot dengan batang solder
selama proses pemanasan (penyolderan) berlangsung !
13. Sedotlah dengan alat tersebut sampai benar-benar bersih dari bekas
solderan !

3. Lembar Latihan

1. Berapakah daya listrik yang digunakan untuk penolderan komponen


elektronika dengan papan rangkaian (PCB) !
2. Apakah yang terjadi jika melakukan penyoderan pada papan dan ujung
kabel tidak diberi pasta solder !
3. Bagaimanakah keselamatan kerja yang sangat penting untuk dilakukan
pada saat melakukan penyoderan benda kerja !
4. Penilaian :

Skor
No. Materi yang dinilai Bobot Nilai Keterangan
110
1. Soal 1

2. Soal 2 Syarat lulus skor


minimal 70
3. Soal 3
Total skor/nilai 10

Nilai Akhir= (bobot x skor)

P. Sei Tuan, 01 juli 2010


Diketahui
Kaprodi Keahlian Guru Mata Diklat,
Ketenagalistrikan,

Rakhmad Dianto, ST Drs. S y o f y a n


NIP. 19610907 198203 1 015 NIP. 19620203 198810 1 002

Kepala,

Drs. J A S W A R, M.Pd.
NIP. 19640724 198803 1 015
5. Kunci Jawaban
1. Solder dengan daya antara 20 watt hingga 200 watt.
2. Solderan sulit melebur/melekat dengan konduktor, kedua hasil solderan
tidak mengkilat alis solderannya tidak sempurna.
3. Jauhkanlah semua bahan yang mudah terbakar dari tempat anda
menyolder, kemudian gunakanlah rumah solder untuk menyangga solder
pada saat solder belum/tidak dipakai, dan terakhir dengan menggunakan
sarung tangan yang fleksibel dan tahan panas.
SMK Neg 1 PS Tuan Mendeskripsikan Cara Minggu : 15
Penggunaan Peralatan Mesin

MPMD Tgl :
Teknis Menggunakan Mesin Bor
Tkt/Smt : I / 1 Waktu : 4 x 45 Menit

1. Tujuan Kegiatan Pemelajaran


Setelah mempelajari materi diklat ini siswa :
a). Siswa dapat memahami teknis menggunakan peralatan mesin untuk
pekerjaan mekanik elektro.
b). Siswa dapat menguasai teknis melakukan pengeboran dengan peralatan
tangan pada pekerjaan mekanik elektro.

2. Teknis Menggunakan Mesin Bor

Sistematika Menggunakan mesin bor :

1. Melabur benda kerja dengan kapur , kemudian melukis gambar kerja


sesuai dengan gambar kerja yang telah dipersiapkan.
2. Memberi titik pusat pada pusat-pusat yang akan dibor.
3. Membuat lubang dengan bor ukuran kecil dahulu, setelah itu bor yang
besar!
4. Membuat lubang baut dengan tap w dan tap w 3/8!
5. Membersihkan dan menghaluskan hasil pekerjaan anda sebelum
diperiksakan pada instruktur
: 1/8
: 5/16 20 mm
Persing 1mm

: 1/4 20 mm
W: 3/8

: 12mm 20 mm
W : 1/2

20 mm

40 mm

Gambar . Memberi Lubang dengan Bor

3. Lembar Latihan

1. Sebutkan jensi-jenis mesin bor yang anda ketahui!


2. Apakah yang harus diperhatikan oleh pekerja logam pada pengerjaan
mengebor dengan mesin bor?
3. Sebutkan hal-hal yang harus diperhatikan pada sangat mengebor !
4. Bagaimana cara menggunakan mesin bor ?
4. Penilaian :

Skor
No. Materi yang dinilai Bobot Nilai Keterangan
110
1. 2

2. 2
Syarat lulus skor
3. 3
minimal 70

4. 3

Total skor/nilai 10

Nilai Akhir= (bobot x skor)

P. Sei Tuan, 01 juli 2010


Diketahui
Kaprodi Keahlian Guru Mata Diklat,
Ketenagalistrikan,

Rakhmad Dianto, ST Drs. S y o f y a n


NIP. 19610907 198203 1 015 NIP. 19620203 198810 1 002

Kepala,

Drs. J A S W A R, M.Pd.
NIP. 19640724 198803 1 015
5. Kunci Jawaban :
1. Jenis mesin bor : mesin bor tiang; mesin bor bangku, mesin bor roda.
2. Kelengkapan mesin bor, pelumasan, jenis bahan yang akan dibor, ukuran
diameter bor, arah putaran dan kecepatan mesin bor dan pencegahan
kecelakaan.
3. Hal-hal yang harus diperhatikan :
1). Kelengkapan mesin bor
2). Jenis bahan yang akan dibor
3). Pelumasan
4). Ukuran garis tengah mata bor
5). Arah putaran dan kecepatan putaran mesin bor.
6). Pencegahan kecelakaaan
4. Adalah dengan menempelkan plat bantalan dengan dada dan tangan kiri
memegang tangkai pemegang serta tangkai pemutar. Selanjutnya
mengarahkan mata bor pada benda kerja yang sudah dibuat titik senternya.
Putarkan tangkai pemutar dengan perlahan-lahan sambil posisi dada
menekan plat bantalan, lalu terjadi proses pengeboran sehingga
menghasilkan lubang,
Mendeskripsikan Cara
SMK Neg 1 PS Tuan Penggunaan Peralatan Tangan Minggu : 8

MPMD Teknis Menginventarisasi Tgl :

Tkt/Smt : I / 1 Peralatan Praktek. Waktu : 4 x 45 Menit

1. Tujuan Kegiatan Pemelajaran

Setelah mempelajari materi diklat ini siswa :


a). Siswa dapat memahami prosedur menginventarisasi peralatan tangan untuk
pekerjaan mekanik elektro.
b). Siswa dapat memahami teknis menyimpan peralatan tangan untuk pekerjaan
mekanik elektro.
c). Siswa dapat menguasai teknis melakukan perbaikan peralatan tangan pada
pekerjaan mekanik elektro.

2. Teknis Menginventarisasi Peralatan Praktek

1. Inventarisasilah peralatan praktik seperti pada Tabel 1

Tabel 1. Daftar Penerimaan dan Pemerikasaan Barang

DAFTAR PENERIMAAN/PEMERIKSAAN BARANG

DARI :
PIKET :
NOMOR :
TANGGAL :

Nomor Nama Banyaknya Satuan


Spesifikasi Keterangan
Urut Kode Barang Dipesan Diterima

1
2
3
dst
Tabel 2. Daftar Keadaan Alat

DAFTAR KEADAAN ALAT

DARI :
BAGIAN :
RUANG :
TANGGAL :

Penerimaan Alat
Nomor Pengeluaran alat sisa
Ket

Nama Disimpan
Urut Kode Terima dari jml Jml Jml Sat
Barang di

1
2
3
.dst

Tabel 3. Daftar Bon Alat

DAFTAR BON ALAT

DARI :
BAGIAN :
RUANG :
TANGGAL :

Penerimaan Alat Pemohon


No Tgl Nama Jml Keperluan Ket
Ukuran sat Paraf Nama Sat
Barang

dst
Tabel 4. Daftar Keluar-Masuk Alat

DAFTAR KELUAR MASUK ALAT

Nama Alat :.. Kode : No. Kartu :


Jenis/Ukuiran : .. Satuan : . Lembar Ke :
Persediaan Minimum :

Jumlah
No Tgl Terima Dari/Keluar Untuk: No Faktur ttd
Masuk Keluar Sisa
Bon

.dst

2. Lakukanlah penyimpanan peralatan yang telah dipakai pada tempat yang


telah disediakan dengan melakukan pengecekan dan pengaturan peralatan
yang akan disimpan !
3. Hindarkanlah peletakan alat dalam posisi bertumpukan !
4. Lakukanlah perbaikan ringan jika ada peralatan yang mengalami
kerusakan (ringan) !
5. Perhatikanlah Gambar 25, tentang beberapa cara perawatan dan perbaikan
peralatan tangan !

a. b.
c. d.

Gambar 25. a. Penempatan kikir yang salah


b. Penempatan kikir yang betul
c. Membersihkan Kikir
d. Membersihkan Kikir

3. Evaluasi
1. Siapakah yang bertanggung jawab atas keutuhan peralatan yang ada di
bengkel mekanik elektro ?
2. Bagaimanakah cara melaksanakan tindakan administrasi peralatan di
bengkel agar dapat teratur dan tertib ?
3. Bagaimanakah cara memperbaiki peralatan tangan yang menggunakan
bahan habis pakai apabila mengalami kerusakan ?

4. Penilaian :

Skor
No. Materi yang dinilai Bobot Nilai Keterangan
110
1. 4

2. 3 Syarat lulus skor


minimal 70
3. 3

Total skor/nilai 10
Nilai Akhir= (bobot x skor)
P. Sei Tuan, 01 juli 2010
Diketahui
Kaprodi Keahlian Guru Mata Diklat,
Ketenagalistrikan,

Rakhmad Dianto, ST Drs. S y o f y a n


NIP. 19610907 198203 1 015 NIP. 19620203 198810 1 002

Kepala,

Drs. J A S W A R, M.Pd.
NIP. 19640724 198803 1 015
5. Kunci Jawaban

1. Semua orang yang terlibat baik langsung maupun tak langsung dalam
penggunaan bengkel mekanik elektro, sejak dari pimpinan /atasan,
koordinator bengkel, teknisi maupun siswa praktikan.
2. Dibengkel disediakan beberapa form yang harus diisi secara bertanggung
jawab, misalnya daftar penerimaan/pemeriksaan barang, daftar keadaan
alat, kartu bond,daftar keadaan persentase alat, kartu pemakaian
alat/mesin.
3. Alat yang mengalami rusak dan tidak bisa diperbaiki seharusnya diganti
dengan yang baru.
Mendeskripsikan Cara
SMK Neg 1 PS Tuan Penggunaan Peralatan Tangan Minggu : 9

Teknis pembuatan sambungan kawat


MPMD Tgl :
dengan peralatan tangan pada
pekerjaan mekanik elektro
Tkt/Smt : I / 1 Waktu : 4 x 45 Menit

1. Tujuan Kegiatan Pemelajaran


Setelah mempelajari materi diklat ini siswa :
a). Siswa dapat mengenal jenis-jenis kabel yang digunakan untuk konduktor
pada pekerjaan mekanik elektro.
b). Siswa dapat mengenal jenis-jenis sambungan yang digunakan pada instalasi
penerangan dan instalasi tenaga.

2. Lembaran Informasi
Dalam teknik pemasangan kabel pada sistem instalasi listrik, ada
beberapa jenis kabel yang ada di pasaran. Oleh karena itu apabila akan
menggunakan kabel pada pemasangan instalasi listrik perlu dikonsultasikan
terlebih dahulu keamanan dari kabel tersebut. Guna memenuhi persyaratan
tersebut, maka perlu diperhatikan beberapa faktor yang harus diperhatikan dalam
pemilihan kabel, antara lain : kondisi arus; voltase drop yang harus diperhatikan;
voltase yang dioperasikan; lingkungan pengoperasian: suhu sekitar, kemungkinan
getaran, atau kerusakan mekanik.

1. Jenis Kabel

Ada dua jenis utama bahan yang dipakai untuk konduktor, yaitu kabel dari
bahan alumunium dan dari bahan tembaga. Masing-masing bahan konduktor ini
mempunyai kelebihan dan kelemahannya. Penghantar (konduktor) listrik yang
terbuat dari bahan tembaga mempunyai karakteristik : mempunyai daya hantar
yang tinggi per satuan luas; mudah disambung secara mekanik dan disolder;
harganya lebih mahal; tahan terhadap korosi; lebih kuat dari pada alumunium.
Sedangkan konduktor terbuat dari alumunium memiliki kelebihan dan
kelemahannya sebagai berikut : mempunyai daya hantar listrik yang cukup tinggi
per satuan luas; harus dilengkapi dengan suatu sambungan dengan perekat (lem,
las, solderan); lebih murah dari pada tembaga tetapi efisiensi muai harus
diperhitungkan jika akan disambung; tidak tahan terhadap korosi; tarikannya tidak
sekuat tembaga; membutuhkan suatu radius pembengkokan yang lebih besar dari
pada kabel tembaga.

Dalam teknik perkabelan, ada beberapa jenis kabel yang sering digunakan
pada sistem instalasi listrik. Jenis kabel yang digunakan untuk instalasi domestik
berbeda dengan kabel untuk instalasi pada industri. Kabel yang digunakan dalam
pipa saluran yang memerlukan perlindungan mekanik biasanya disebut kabel
bangunan. Kabel yang digunakan ini dari jenis stranded (serabut) yang dikuatkan
dengan tembaga, pembuatannya biasanya dalam situasi yang cenderung mudah
bergetar. Kabel yang digunakan pada instalasi domestik mempunyai dua inti, satu
berwarna merah dan satu warna hitam dengan suatu kabel untuk pentanahan yang
digunakan untuk sumber tenaga (power) dan rangkaian lampu, selubung berwarna
putih atau hitam. Konduktor dikuatkan oleh adanya tembaga. Isolasi PVC
kompound diperbolehkan 75oC dan 90oC atau 105oC. Perhatikanlah Gambar 26 !

Gambar 1. Jenis Kabel Bangunan

Lain lagi dengan kabel yang digunakan pada bawah tanah. Kabel ini harus
mempunyai kekuatan mekanik yang tinggi. Kabel ini disusun berlapis-lapis
seperti terlihat pada Gambar 27.
Gambar 2. Kabel Bawah Tanah

2. Sambungan Kabel

Dalam teknik instalasi penerangan atau tenaga pada pemasangan kabel


saluran sering kali kita membutuhkan pencabangan atau pemanjangan saluran.
Guna memenuhi keperluan pencabangan dan pemanjangan saluran (kabel) maka
diperlukan sistem penyambungan atau pencabangan kabel.

Ada beberapa jenis sambungan kabel yang sering digunakan pada sistem
intalasi listrik, antara lain jenis sambungan ekor babi (pig tile), sambungan puntir,
sambungan bolak-balik (turn back), sambungan cabang datar, dan sambungan
simpul. Perhatikan gambar beberapa sambungan kabel tersebut sebagai berikut:

a.
b.
c. d.

Gambar 3. a. Sambungan ekor babi


b. Sambungan puntir
c. Sambungan datar
d. Sambungan simpul

Selain sambungan kabel seperti tersebut di atas, ada beberapa hal penting
yang berkaitan dengan sistem penyambungan kabel, yaitu teknik penerminalan.
Adapun yang dimaksudkan dengan penerminalan kabel adalah sistim
penyambungan kabel oleh penjepit antara permukaan metal dalam yang sejenis
dan ujung kabel yang telah dipadatkan. Terminal kabel dibuat dari bahan
konduktor dan tidak mudah korosif. Ada dua metode dasar penerminalan, yaitu
teknik penyolderan dan sambungan mekanik.

Pada sambungan terminal untuk jenis kabel serabut langkah yang


ditempuh antara lain ujung kabel tersebut dipilin sehingga menjadi padat.
Selanjutnya ujung kabel tersebut dilapisi dengan cairan solder (timah) dengan
tujuan agar ujung kabel yang akan disambungkan dengan lidah terminal
mendapatkan sambungan yang sempurna. Pada Gambar 29, diperlihatkan
satujenis sambungan kabel dengan terminalnya.

Gambar 4. Sambungan KabelTerminal


Sistem sambungan kabel ini kadang dilakukan dengan model pembaudan,
terutama untuk penyambungan kabel dengan ukuran diameter yang besar.
Pembaudan terminal dapat dipasang atau dipaskan pada salah satu konduktor
pilinan atau konduktor padat. Fiting dan konduktor harus dipaskan, fiting
dipasang dengan menyesuaikan dengan petunjuk pabrik pembuatnya. Fiting
biasanyan dibuat dari jenis alur, dua setengah jepitan.

Gambar 5. Jenis Sambungan Terminal

3. Evaluasi
1. Berapakah jenis pengupas kabel yang anda ketahui bisa digunakan untuk
mengupas kabel jenis NYA !
2. Apakah Jenis sambungan yang tepat digunakan untuk sambungan di
tengah perjalanan kabel sebelum titik parcabangan ?
3. Kapankah digunakan jenis sambungan cabang datar pada sistem instalasi
kabel penerangan ?
4. Apa artinya NYA ?
4. Penilaian :

Skor
No. Materi yang dinilai Bobot Nilai Keterangan
110
1. Soal No.1 2
2. Soal No. 2 2
Syarat lulus skor
3. Soal No. 3 3
minimal 70
4. Soal No. 4 3
Total skor/nilai 10
Nilai Akhir= (bobot x skor)
. Sei Tuan, 01 juli 2010
Diketahui
Kaprodi Keahlian Guru Mata Diklat,
Ketenagalistrikan,

Rakhmad Dianto, ST Drs. S y o f y a n


NIP. 19610907 198203 1 015 NIP. 19620203 198810 1 002

Kepala,

Drs. J A S W A R, M.Pd.
NIP. 19640724 198803 1 015
4. Kunci Jawaban
1. Pengupas kabel manual dan pengupas kabel otomatis.
2. Jenis sambungan datar.
3. Jenis sambungan Cabang datar pada sistem instalasi digunakan untuk
pencabangan sebagai jalan pintas agar penggunaan kabel lebih efisien.
4. NYA artinya : N melambangkan kabel berinti tembaga, Y melambangkan
kabel berisolasi jenis PVC, A melambangkan inti kabel berisi tunggal.
SMK Neg 1 PS Tuan Mendeskripsikan Cara Minggu : 14
Penggunaan Peralatan Mesin

MPMD Tgl :
Teknis Menggerinda pahat
Tkt/Smt : I / 1 Waktu : 4 x 45 Menit

1. Tujuan Kegiatan Pemelajaran


Setelah mempelajari materi diklat ini siswa :
a). Siswa dapat memahami teknis menggunakan peralatan mesin untuk
pekerjaan mekanik elektro.
b). Siswa dapat menguasai teknis meggerinda pahat dengan peralatan tangan
pada pekerjaan
mekanik elektro.
2. Teknis Menggerinda Pahat

Sistematika Menggerinda Pahat :


1.1. Memeriksa secara visual keadaan sudut potong,
mempertahankannya jika sudah betul
1.2. Memegang pahat dengan tangan kiri dan menyangganya dengan
tangan pada kedudukan
1.3. Memegang kepala pahat dengan tangan kanan dan
menggerakkannya sehingga sisi potong perlahan-lahan ke muka
dan ke belakang dan menggerakkan pahat melintang bidang roda
gerinda
1.4. Membalikkan pahat dan menggerinda sisi potong lainnya.
Gambar 14. Menggerinda Pahat

3. Evaluasi :

1. Sebutkan terdiri dari bagian apa saja mesin gerinda?


2. Pekerjaan apa saja yang bisa dilakukan dengan mesin gerinda
3. Apakah kegunaan mwesin gewrinda ?

4. Penilai :

Skor
No. Materi yang dinilai Bobot Nilai Keterangan
110
1. Kognitif 1,5

2. Hasil pengerindaan 3,5

3. Langkah kerja 2 Syarat lulus skor


minimal 70
4. Keselamatan kerja 1,5

5. Kecepatan dan kerapian 1,5

Total skor/nilai 10
Nilai Akhir= (bobot x skor)
P. Sei Tuan, 01 juli 2010
Diketahui
Kaprodi Keahlian Guru Mata Diklat,
Ketenagalistrikan,

Rakhmad Dianto, ST Drs. S y o f y a n


NIP. 19610907 198203 1 015 NIP. 19620203 198810 1 002

Kepala,

Drs. J A S W A R, M.Pd.
NIP. 19640724 198803 1 015
5. Kunci Soal :

1. Batu gerinda, plat penutup batu gerinda, kaca pelindung, pelat


penahan, motor, alas, dan bodi mesin.
2. Menggerinda permukaan sejajar; menggerinda permukaan vertikal;
menggerinda pahat atau mato bor.
3. Mesin gerinda digunakan untuk mengasah dan menajamkan alat-
alat perkakas seperti ; pahat, mata bor, penitik, penggores, jangka
tusuk, dan sejenisnya.
SMK Neg 1 PS Tuan Mendeskripsikan Cara Minggu : 16
Penggunaan Peralatan Mesin

MPMD Teknis Menggunakan Mesin Tgl :

Tkt/Smt : I / 1 Gergaji Waktu : 4 x 45 Menit

1. Tujuan Kegiatan Pemelajaran


Setelah mempelajari materi diklat ini siswa :
a). Siswa dapat memahami teknis menggunakan peralatan mesin untuk
pekerjaan mekanik elektro.
b). Siswa dapat menguasai teknis melakukan penggergajian benda kerja dengan
menggunakan mesin gergaji.
2. Teknis Menggunakan Mesin Gergaji
Sistematika Menggunakan Mesin Gergaji :

1. Melabur benda kerja dengan kapur kemudian melukis gambar kerja pada
bahan sesuai dengan gambar kerja yang telah dipersiapkan.
2. Menjepit benda kerja dengan pencekam yang ada pada mesin gergaji.
3. Memilihlah dan memasang daun gergaji pada sengkangnya, dengan posisi
giginya menghadap ke belakang.
4. Mengatur batang penggerak dengan mengendorkan mur pengikatnya
sesuai panjang gerakkan yang kita kehendaki.
5. Memastikan / yakinkanlah bahwa benda kerja sudah siap untuk digergaji,
maka hidupkanlah mesin gergaji dengan hati-hati.
6. Melakukan penggergajian benda kerja secara urutan sesuai pada gambar
kerja
7. Membersihkan dan menghaluskan benda kerja sebelum diperiksakan pada
instruktur!
25 mm
25 mm

10 mm
10 mm

10 mm
10 mm

10 mm
10 mm

25 mm
25 mm

80 mm

5 mm

Gambar . Benda Kerja

3. Lembar Latihan
1. Apakah yang harus diperhatikan jika anda memotong benda kerja dengan
menggunakan mesin gergaji?
2. Bangaimanakah cara memasang daun gergaji mesin pada sengkangnya?
3. Terangkan cara memotong dengan gergaji tangan !

4. Penilaian :

Skor
No. Materi yang dinilai Bobot Nilai Keterangan
110
1. 4

2. 3 Syarat lulus skor


minimal 70
3. 4

Total skor/nilai 10

Nilai Akhir= (bobot x skor)


P. Sei Tuan, 01 juli 2010
Diketahui
Kaprodi Keahlian Guru Mata Diklat,
Ketenagalistrikan,

Rakhmad Dianto, ST Drs. S y o f y a n


NIP. 19610907 198203 1 015 NIP. 19620203 198810 1 002

Kepala,

Drs. J A S W A R, M.Pd.
NIP. 19640724 198803 1 015
5. Kunci Jawaban :
1. Kelengkapan mesin gergaji, pelumasan daun gergaji, jenis bahan yang
akan digergaji, ukuran diameter benda kerja, panjang langkah gerakan
sengkang gergaji, kecepatan gerak mesin gergaji, dan pencegahan
kecelakaan.
2. Posisi mata daun gergaji menghadap ke arah mesin. Daun gergaji
dipasang jangan terlalu kendor dan jangan terlalu kencang tarikannya.
3. Pasanglah dan jepitlah benda kerja pada catok dengan aman dan kokoh.
Tinggi mulut catok sama seperti pada waktu mengikir. Bagian benda
kerja yang akan digergaji harus sedikit mungkin dengan mulut catok