Anda di halaman 1dari 1

Penggunaan

Orifice Plate yang paling sering digunakan untuk pengukuran kontinyu cairan di dalam
pipa. Mereka juga digunakan dalam beberapa sistem sungai kecil untuk mengukur aliran di
lokasi di mana sungai melewati gorong-gorong atau saluran. Hanya sebagian kecil sungai sesuai
untuk penggunaan teknologi sejak piring harus tetap sepenuhnya terendam yaitu pendekatan pipa
harus penuh, dan sungai harus secara substansial bebas dari puing-puing.
Dalam lingkungan alam pelat orifice besar digunakan untuk mengontrol aliran bantuan
selanjutnya dalam bendungan banjir. dalam struktur sebuah bendungan rendah ditempatkan di
seberang sungai dan dalam operasi normal air mengalir melalui pelat orifice leluasa sebagai
lubang secara substansial lebih besar dari bagian aliran normal cross. Namun, dalam banjir, naik
laju alir dan banjir keluar pelat orifice yang dapat kemudian hanya melewati aliran ditentukan
oleh dimensi fisik lubang tersebut. Arus ini kemudian diadakan kembali di belakang bendungan
yang rendah dalam reservoir sementara yang perlahan dibuang melalui mulut ketika banjir reda.
Prinsip Kerja Plate Orifice
Orifice merupakan alat untuk mengukur laju aliran dengan prinsip beda tekanan atau
disebut juga Bernoullis principle yang mengatakan bahwa terdapat hubungan antara tekanan
fluida dan kecepatan fuida. Jika kecepatan meningkat, tekanan akan menurun begitu pula
sebaliknya.
Pada dasarnya orifice berupa plat tipis dengan lubang di bagian tertentu (umumnya di tengah).
Fluida yang mengalir melalui pipa ketika sampai pada orifice akan dipaksa untuk melewati
lubang pada orifice. Hal itu menyebabkan terjadinya perubahan kecepatan dan tekanan. Titik
dimana terjadi kecepatan maksimum dan tekanan minimum disebut vena contracta. Setelah
melewati vena contracta kecepatan dan tekanan akan mengalami perubahan lagi. Dengan
mengetahui perbedaan tekanan pada pipa normal dan tekanan pada vena contracta, laju aliran
volume dan laju aliran massa dapat diperoleh dengan persamaan Bernoulli.