Anda di halaman 1dari 3

LKS PENGINDERAAN JAUH UNTUK TATA GUNA LAHAN

Materi :
PENGINDERAAN JAUH UNTUK TATA GUNA LAHAN DAN TRANSPORTASI

KD :
3.1 Menganalisis citra penginderaan jauh untuk perencanaan kajian tata guna lahan dan transportasi.
4.1 Mencoba menginterpretasi citra penginderaan jauh untuk perencanaan tata guna lahan dan
transportasi.
Indikator :
- Menjelaskan konsep penginderaan jauh (jenis, aspek interpretasi, manfaat dan keunggulan
penginderaan jauh) (C1)
- Melaksanakan Penginderaan jauh untuk tata guna lahan (C3)
- Mengkreasikan Penginderaan jauh untuk pengembangan jaringan transportasi (C5)
- Meninjau Tata kelola dan lembaga penginderaan jauh di Indonesia (C1)
Materi Pengayaan :
Intepretasi citra foto penginderaan jauh Kabupaten Lumajang untuk tata guna lahan dan transportasi

Kegiatan Pembelajaran :
1. Mengamati
- Peserta didik diminta untuk mengamati citra foto penginderaan jauh Kabupaten Lumajang
- Peserta didik diminta membaca buku teks materi pengeinderaan jauh khususnya unsur-unsur
intepretasi untuk identifikasi suatu obyek.
- Peserta didik diminta membaca informasi di media masa atau internet tentang perkembangan tata
guna lahan dan juga jaringan transportasi di Kabupaten Lumajang
2. Menanya
Peserta didik diminta untuk mengajukan pendapat tentang efektivitas pemanfaatan penginderaan
jauh dalam tata guna lahan dan transportasi dalam pembangunan di Kabupaten Lumajang.
3. Mengumpulkan data
Peserta didik mencoba menginterpretasi citra foto udara untuk mendapatkan informasi ciri objek
kaitannya dengan tataguna lahan dan transportasi di Kabupaten Lumajang.
4. Mengasosiasi
Peserta didik menyimpulkan hasil analisisnya tentang pola sebaran tata guna lahan dan jaringan
transportasi kaitannya dengan konsep serta pendekatan geografi yang terdapat dalam citra tersebut

Lembar Kerja Siswa (LKS)


Intepretasi Citra Foto Untuk Tata Guna Lahan dan Transportasi Kabupaten Lumajang

Interpretasi citra adalah kegiatan menafsir, mengkaji, mengidentifikasi, dan mengenali obyek pada
citra, selanjutnya menilai arti penting dari obyek tersebut. Setelah kegiatan intepretasi dilakukan
langkah berikutnya yaitu mengaitkannya dengan konsep serta pendekatan geografi yang terdapat
dalam citra tersebut. Untuk dapat melakukan kegiatan dengan baik siapkanlah alat dan bahan yang
diperlukan.

Alat , Bahan dan Sumber


Alat :
Spidol OHP F (Hitam, merah, biru, dan hijau)
Penggaris
Gunting
Spirtus/minyak kayu putih
Bahan :
Foto Udara Kabupaten Lumajang (Lingkungan Sekitar Sekolah) ukuran A4
Plastik mika transparansi ukuran A4
Sumber:
Pdf tentang konsep penginderaan jauh dan kunci intepretasi citra.

Langkah-Langkah
a.Siapkan citra foto udara Kabupaten Lumajang (Lingkungan Sekitar Sekolah)
b.Siapkan juga 2 plastik transparansi dengan ukuran yang sama, satu plastik untuk peta tentatif
penutup lahan, dan satu plastik yang lain untuk peta tentatif penggunaan lahan
c.Jiplak foto udara tersebut menggunakan plastik transparansi
d.Gambar setiap batas wilayah yang tertera pada foto udara yang bersangkutan dengan spidol OHP
warna hitam, sungai dengan warna biru, hijau untuk vegetasi dan jaringan jalan/transportasi dengan
warna merah
e.Untuk peta tentatif penutup lahan klasifikasikan gambar terdiri dari lahan kosong, lahan terbangun,
vegetasi dengan kerapatan tinggi, sedang, dan rendah
f.Untuk peta tentatif penggunaan lahan klasifikasikan gambar terdiri dari objek-objek yang lebih
spesifik (minimal 10 objek), misalnya : lahan terbangun pada gambar adalah Gedung Sekolah SMA
Negeri 3 Lumajang.
g.Tambahkan unsur-unsur peta seperti judul, skala, orientasi, legenda, dan identitas pembuat di
sebelah kanan peta yang sudah dijiplak pada plastik
h.Analisis setiap objek yang ditemukan dengan kunci-kunci interpretasi yang ditemukan
i.Masukkan pada tabel pengamatan

Pertanyaan:
1. Dari hasil inteptretasi yang kalian lakukan, bagaimana pendapat kalian tentang tata guna
lahan dan jaringan transportasi di Kabupaten Lumajang?
2. Berilah masukkan/kritikan untuk tata guna lahan yang sudah ada!
Penilaian :
Untuk penilaian intepretasi obyek tata guna lahan dan transportasi pada tabel di atas skor
maksimal adalah 100, yaitu untuk 10 obyek intepretasi dengan tepat. Sedangkan untuk soal
analisis tata guna lahan masing-masing soal mendapat bobot soal adalah 50. Jadi, untuk total
penskoran kegiatan ini. Sebagai berikut:
Nilai total = (Nilai intepretasi + 2* Nilai analisis soal)/3