Anda di halaman 1dari 18

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI (SADARI)

I. Identifikasi Masalah

Di Indonesia angka kejadian kanker payudara amatlah banyak terutama di

provinsi Yogyakarta.. Kanker payudara banyak menyerang kalangan wanita. Pada

tahun 2009, kanker payudara ada 191 kasus sedangkan 2014 sudah ada 29 kasus

kanker payudara selama periode Januari sampai April. Data DinKes DIY 2014

menunjukkan penderita kanker terbanyak berasal dari kalangan usia 25 sampai 64

tahun. Kendati demikian, kanker payudara nyatanya ditemukan di usia remaja usia 15-

24 tahun. Untuk mengurangi angka kejadian kanker payudara dilakukan pemeriksaan

payudara salah satunya SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri).

SADARI hanya diketahui oleh kalangan tertentu saja, bahkan ada wanita yang

tidak mengetahuinya, atau mengetahui caranya namun tidak melakukannya.

Pendidikan kesehatan tentang SADARI bertujuan untuk menambah informasi dan

pengetahuan sehingga perilaku SADARI dapat dilakukan dengan baik dan benar

dalam kehidupan sehari-hari.

II. Pengantar

Bidang studi : Keperawatan keluarga

Topik : Kesehatan Reproduksi Wanita

Subtopik : Pemeriksaan Payudara Sendiri

Sasaran : Ibu P

Hari/tanggal :
Jam :

Waktu : 25 menit

Tempat : Rumah Ibu P

III. Tujuan Intruksional Umum (TIU)

Setelah mengikuti kegiatan pendidikan kesehatan selama 25 menit, diharapkan

Ibu P dapat mengerti tentang pemeriksaan payudara sendiri sebagai upaya deteksi dini

kanker payudara.

IV. Tujuan Intruksional Khusus (TIK)

Setelah mengikuti ke kegiatan penyuluhan selama 25 menit, diharapkan Ibu P

akan dapat menjelaskan tentang ;

1. Pengertian pemeriksaan payudara sendiri

2. Tujuan melakukan pemeriksaan payudara sendiri

3. Pedoman melakukan pemeriksaan payudara sendiri

4. Langkah melakukan pemeriksaan payudara sendiri

5. Dampak tidak melakukan dan melakukan pemeriksaan payudara sendiri

V. Materi

Terlampir

VI. Metode

1. Diskusi

2. Tanya jawab

VII. Media
1. Leaflet

2. Pantum payudara

VIII. Kegiatan Pembelajaran

No Waktu Kegiatan Penyuluhan Kegiatan Peserta


1. 2 menit Pembukaan : Menjawab salam,

a. Memberikan salam mendengarkan dan

b. Menjelaskan tujuan pembelajaran memperhatikan

c. Apersepsi dengan cara menggali

pengetahuan yang di miliki siswi

tentang SADARI

d. Menyebutkan materi atau pokok

bahasan yang akan disampaikan


2. 15 menit Pelaksanaan : Menyimak,

Melaksanakan materi penyuluhan memperhatikan dan mengikuti

secara berurutan dan teratur oleh

peer educator mengenai:

1. Pengertian pemeriksaan payudara

sendiri

2. Tujuan melakukan pemeriksaan

payudara sendiri

3. Pedoman melakukan pemeriksaan

payudara sendiri

4. Langkah melakukan pemeriksaan

payudara sendiri
5. Dampak tidak melakukan dan

melakukan pemeriksaan payudara

sendiri

6. Kanker payudara
3. 5 menit Evaluasi : Bertanya dan menjawab

a. Menyimpulkan inti penyuluhan pertanyaan

b. Menyampaikan secara singkat

materi penyuluhan

c. Memberi kesempatan kepada

sasaran untuk bertanya

d. Memberi kesempatan kepada

responden untuk menjawab

pertanyaan yang dilontarkan


4. 3 menit Penutup : Menjawab salam

a. Menyimpulkan meteri yang telah

disampaikan

b. Menyampaikan terima kasih atas

perhatiaan dan waktu yang telah

diberikan kepada peserta

c. Mengucapkan salam

IX. Evaluasi

Metode Evaluasi : Tanya jawab


Jenis Pertanyaan : Lisan
Pertanyaan:
1. Apakah manfaat dari dilakukannya pemeriksaan payudara sendiri?
2. Kapan harus dilakukan pemeriksaan payudara sendiri?
3. Bagaimana cara melakukan pemeriksaan payudara sendiri?
(Meminta salah satu Ibu P mempraktekkan)

Jawaban:

1. Melalui SADARI, kanker payudara dapat terdeteksi secara dini sehingga

timbulnya sel- sel kanker dapat segera diatasi dan dicegah penyebarannya.

Karena pada stadium dini, sebenarnya kanker payudara dapat disembuhkan.

2.a. Pada wanita produktif, SADARI harus dilakukan sebulan sekali, 7-10

hari setelah haid berakhir

b. Bagi perempuan yang telah mengalami menopause, SADARI dapat dilakukan

kapan pun setiap bulan. Cara yang paling tepat adalah dengan memilih tanggal

lahir agar selalu ingat untuk melakukan SADARI secara rutin setiap bulan.
X. Lembar Pengesahan

Yogyakarta, Juni 2015

Sasaran PemberiPenyuluhan

( Ibu P ) (Afri Kristiana Dewi)

Mengetahui,

Dosen Pembimbing

(Yuli Isnaeni, S.Kep., M.Kep.,Sp.Kom)


XI. Lampiran Materi

PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI

(SADARI)

1. Pengertian
SADARI (Periksa Payudara Sendiri) merupakan usaha yang dilakukan

untuk mendeteksi dini kanker payudara dengan mengetahui perubahan-

perubahan yang terjadi pada payudara. Diperlukan pelatihan yang baik dan

evaluasi reguler. SADARI direkomendasikan dilakukan setiap bulan, 7 hari

setelah menstruasi bersih (Manuaba, 2010). SADARI atau Pemeriksaan

Payudara Sendiri adalah pemeriksaan atau perabaan payudara sendiri untuk

menemukan benjolan abnormal pada payudara (Kusminarto, 2005).


Pemeriksaam payudara secara rutin setiap bulannya sangat diperlukan

untuk mendeteksi adanya kanker atau tumor pada payudara sedini mungkin.

Melakukan SADARI sejak dini akan lebih mudah untuk mendeteksi

keabnormalan pada payudaranya sejak dini dan dapat mengetahui adanya

perubahan-perubahan pada payudara (Otto, 2005)

2. Tujuan pemeriksaan SADARI


a. Untuk merasakan dan mengenal lekuk-lekuk payudara sehingga jika terjadi

perubahan dapat segera diatasi (Fitria, 2007).


b. Mendeteksi kanker payudara dalam stadium dini sehingga pengobatannya

menjadi lebih baik (Purwoastuti,, 2008)


c. Untuk menemukan benjolan pada stadium dini atau mendeteksi terjadinya

kanker payudara, dengan mengamati payudara dari depan, sisi kiri dan kanan,

apakah ada benjolan keras, perubahan warna kulit, kulit kasar seperti kulit
jeruk (peau de orange), putting masuk ke dalam, pengeluaran cairan/nanah

dan darah dari putting dan nodus limpa membengkak (Warsiti, dkk., 2008).

3. Pedoman SADARI
a. Pada wanita produktif, SADARI harus dilakukan sebulan sekali, 7-10 hari

setelah haid berakhir. Jangan melakukan pada waktu sebelumnya, arena pada

masa pertengahan siklus haid sampai menjelang haid, payudara biasanya

membengkak akibat pengaruh kalenjar susu oleh hormon estrogen dan

progesteron, sehingga pemeriksaan akan lebih sulit dilakukan secara akurat.

Saat haid dan sesudahnya, payudara akan lebih lemas karena kedua hormon

kadarnya menurun. Pada saat inilah SADARI bisa dilakukan.


b. Bagi perempuan yang telah mengalami menopause, SADARI dapat dilakukan

kapan pun setiap bulan. Cara yang paling tepat adalah dengan memilih tanggal

lahir agar selalu ingat untuk melakukan SADARI secara rutin setiap bulan.
c. Harus diingat, dalam melakukan SADARI, amatilah kemungkinan perubahan

yang terjadi dari bulan ke bulan. Jika ditemukan sesuatu yang mencurigakan,

segera periksakan diri ke dokter. Dokter akan memastikan kelainan yang

terlihat itu normal atau perlu dilakukan pemeriksaan lanjutan.


Tabel 2.1 Pedoman skrining payudara dari American Cancer Society

Uji/pemeriksaan Usia Rekomendasi


Pemeriksaan payudara sendiri Lebih dari 20 tahun Tiap bulan

(SADARI) 20-40 tahun

Pemeriksaan fisik payudara 40 tahun ke atas Tiap 3 bulan

Mammogram Tiap tahun


(Baradero, Dayrit &Siswadi, 2007)

4. Langkah melakukan SADARI


Langkah 1 :
a. Berdiri tegak di depan cermin.
b. Periksa kedua payudara dari sesuatu yang tidak normal.
c. Perhatikan ukuran, bentuk dan warna payudara, serta puting. Dalam keadaan

normal, ukuran payudara kiri dan kanan sedikit berbeda. Misalnya perubahan

perbedaan ukuran antara payudara kiri dan kanan dan perubahan pada puting

susu (misalnya tertarik ke dalam), rabas (keluarnya cairan) dari puting susu

atau apakah kulit pada puting susu berkerut.


Dua tahap berikutnya dilakukan untuk memeriksa adanya kontur pada

payudara. Ketika sedang melakukan SADARI, harus mampu merasakan otot

otot yang menegang.


Gambar 2.1 langkah I

Langkah 2 :

a. Perhatikan dengan baik di depan cermin angkat tangan diatas kepala,

perhatikan payudara seperti pada langkah pertama.


b. Perhatikan setiap perubahan kontur pada payudara anda. Dengan posisi seperti

ini maka akan lebih mudah untuk menemukan perubahan kecil akibat kanker.

Gambar 2.2 langkah 2

Langkah 3 :

a. Selanjutnya tekan tangan ke arah pinggang dan agak membungkuk ke arah

cermin sambil menarik bahu dan siku ke arah depan.


b. Perhatikan setiap perubahan kontur pada payudara. Beberapa wanita

melakukan pemeriksaan payudara berikut ketika sedang mandi dengan

shower. Jari jari akan dengan mudah memijat diatas kulit yang bersabun,

sehingga dapat berkonsentrasi dan merasakan setiap adanya perubahan yang

terjadi pada payudara.

Langkah 4 :
a. Tangan kiri diangkat.
b. Gunakan 3 atau 4 jari anda untuk meraba payudara kiri anda dengan kuat, hati

hati dan menyeluruh.


c. Dimulai dari tepi luar, tekan bagian datar dari jari tangan dalam lingkaran

kecil, bergerak melingkar dengan lambat di sekitar payudara.


d. Secara bertahap lakukan ke arah puting susu.
e. Pastikan untuk melakukanya pada seluruh payudara.
f. Beri perhatian khusus pada area diantara payudara dan bawah lengan,

termasuk bagian di bawah lengan itu sendiri.


g. Rasakan adanya benjolan atau massa yang tidak lazim di bawah kulit.

Gambar 2.3 langkah 4

Langkah 5 :

a. Dengan perlahan pijat puting susu dan perhatikan adanya rabas

(mengeluarkan cairan)
b. Jika menemukan adanya rabas (mengeluarkan cairan) dari puting susu dalam

sebulan yang terjadi ketika sedang atau tidak melakukan SADARI, segera

hubungi dokter untuk melakukan pemeriksaan yang lebih lanjut.


c. Ulang pemeriksaan pada payudara kanan anda.

Langkah 6 :

a. Tahap 4 sebaiknya diulangi dalam posisi berbaring.


b. Berbaringlah mendatar, terlentang dengan lengan kiri anda di bawah kepala

anda dengan sebuah bantal atau handuk yang dilipat di bawah bahu kiri.
c. Gunakan gerakan sirkuler yang sama seperti yang diuraikan diatas.
d. Ulangi pada payudara kanan anda.

Gambar 2.4 langkah 6

5. Dampak melakukan SADARI


Wanita yang melakukan atau melaksanakan SADARI adalah menemukan

tumor yang kecil dan masih pada stadium awal, hal ini memberikan prognosis

yang baik. Dengan melakukan SADARI sejak dini akan membantu deteksi

kanker payudara pada stadium dini sehingga kesempatan untuk sembuh lebih

besar (Otto, 2005).


Mayo Foundation for Medical Education and Research (2005)

mengemukakan bahwa beberapa penelitian menunjukkan SADARI tidak

menurunkan angka kematian akibat kanker payudara, namun kombinasi antara

SADARI dan mamografi masih dibutuhkan untuk menurunkan resiko kematian

akibat kanker payudara.


Keunggulan SADARI adalah dapat menemukan tumor atau benjolan

payudara pada saat stadium awal, penemuan awal benjolan dipakai sebagai

tujukan melakukan mamografi untuk mendeteksi interval kanker, mendeteksi


benjolan yang tidak terlihat saat melalkukan mamografi dan menurunkan

kematian akibat kanker payudara.


Dampak dari melaksanakan SADARI atau Pemeriksaan Payudara Sendiri

adalah :
1 Menemukan tumor yang kecil pada stadium awal
2 Angka kesembuhan akan meningkat
3 Mendeteksi dini adanya ketidaknormalan pada payudara
4 Deteksi dini kanker payudara
5 Menurunkan resiko kematian akibat kanker payudara

6. Dampak tidak melaksanakan SADARI


Setiap wanita mempunyai bentuk dan ukuran payudara yang berbeda, bila

wanita tidak melakukan pemeriksaan payudara sendiri secara teratur setiap bulan

setelah haid, wanita tidak dapat merasakan bagaimana payudara yang normal.

Bila ada perubahan pada payudara wanita tidak dapat mengetahuinya, kanker

payudara terdeteksi pada stadium lanjut dan berakhir pada kematian (Prawesty,

2010).
Dari penjelasan di atas dampak dari tidak melakukan SADARI adalah:
1 Tidak dapat merasakan bagaimana payudara yang normal
2 Angka kesakitan meningkat
3 Kanker payudara terdeteksi pada stadium lanjut
4 Kematian

7. Kanker payudara

Kanker adalah kondisi Diana sel telah kehilangan pengendalian da

mekanisme normalnya, sehingga mengalami pertumbuhan yang tidak normal,

cepat dan tidak terkendali. Kanke rpayudara (carcinoma mamoe) adalah suatu

oenyakit neoplasma yang gans yang berasal dari parenchyma.

a. Penyebab kanker payudara

Bobak, Lowdermilk & Jensen (2005), ada factor resiko berhubugan dengan

kanker payudara :
1 Riwayat pribadi tentang kanker payudara
2 Resiko mengalami kanker payudara pada payudara sebelahnya

meningkat hampir 1% setiap tahun


3 Anak perempuan atau saudara perempuan (hubungan keluarga

langsung) dari wanita dengan kanker payudara. Resikonya meningkat

dua kali jika ibunya terkena kanker sebelum berusia 60 tahun, resiko

meningkat 4 sampai 6 kali jika kanker payudara terjadi pada dua

orang saudara langsung


4 Menarche dini. Resiko kanker payudara meningkat pada wanita yang

mengalami menstruasi sebelum usia 12 tahun


5 Nulipara dan usia maternal lanjut saat kelahiran anak pertama.

Wanita yang mempunyai anak petama setelah usia 30 tahun

mempunyai resiko dua kali lipat untuk mengalami kanker payudara

dibanding dengan wanita yang mempunyai anak pertama mereka

pada usia sebelum usia 20 tahun


6 Menopause pada usia lanjut. Menopause setelah usia 50 tahun

meningkatkan resiko untuk mengalami kanker payudara. Dalam

perbandingan, wanita yang telah menjalani oforektomi bilateral

sebelum usia 35 tahun mempunyai resiko sepertiganya.


7 Riwayat penyakit payudara jinak. Wanita yang mempunyai tumor

payudara disertai perubahan epitel proliferative mempunyai resiko

dua kali lipat untuk mengalami kanker payudara wanita dengan

hyperplasia tipikal mempunyai resiko empat kali lipat untuk

mengalami penyakit ini


8 Pemajanan terhadap radiasi ionisasi setelah masa pubertas dan

sebelum usia 30 tahun beresiko hampir dua kali lipat.


9 Obesitas. Resiko terendah diantara wanita pasca menopause.

Bagaimanapun, wanita gemuk yang di diagnose penyakit ini


mempunyai angka kematian lebih tinggi, yang paling sering

berhubungan dengan diagnosis yang lambat


10 Kontraseptif oral. Wanita yang menggunakan kontraseptif oral

beresiko tinggi untuk mengalami kanker payudara. Bagaimanapun,

resiko tinggi ini menurun dengan cepat setelah penghentian medikasi


11 Terapi penggantian hormone. Terdapat laporan yang membingungkan

tentang resiko kanker payudara pada terapi penggantian hormone.

Wanita yang berusia lebih tua yang menggunakan estrogen suplemen

dan menggunakannnya untuk jangka panjang (lebih dari 10-15

tahun). Sementara penambahan progresteron terhadap penggantian

estrogen meningkatkan insiden kanker endometrium, hal ini tidak

menurunkan resiko kanker payudara.


12 Masukkan alcohol. Sedikit peningkatan resiko ditemukan pada

wanita yang mengkonsumsi alcohol bahkan dengan hanya sekali

minum dalam sehari. Resikonya dua kali lipat diantara wanita yang

minum alcohol tiga kali sehari. Beberapa temuan riset menunjukkan

wanita muda yang minum alcohol lebih rentan untuk mengalami

kanker payduara pada tahun-tahun terakhirnya.

b. Tanda dan bahaya kanker payudara (Bobak, Lowdermilk & Jansen, 2005) :

1 Perubahan pola defekasi atau kebiasaan berkemih


2 Luka yang tidak kunjung sembuh
3 Perdarahan atau rabas yang tak lazim
4 Penebalan atau penonjolan di payudara atau di tempat lain
5 Tidak sanggup mencerna atau sulit menelan
6 Perubahan nyata pada kulit atau tahi lalat
7 Batuk atau suara parau
c. Pencegahan kanker payudara
1) Menghindari factor resiko kanker payudara.
2) Pola makan sehat
Yaitu mengkonsumsi makanan yang bervariasi, mengurangi makanan

yang mengandung kadar lemak tinggi. Sebaiknya mengkonsumsi produk

kedelai serta produk olahan seperti tahu dan tempe. Mengkonsumsi

makanan yang banyak mengandung serat dan memperbanyak buah-

buahan
3) Membiasakan diri untuk berolahraga
4) Melakukan SADARI secara rutin

d. Tindakan yang dapat di lakukan pada saat menemukan benjolan atau kanker

payudara pada payudara

1) Konsultasi ke dokter

Apabila saat melakukan cara di atas menemukan benjolan atau perubahan

pada payudara anda (dibandingkan dengan bulan sebelumnya) segera

periksa dri ke dokter, akrena mungkin saja benjolan tersebut adalah tumor

ganas. Konsultasi sebaiknya dilakukan dengan dokter ahli Bedah Tumor,

baik di rumah sakit atau praktik Swasta

2) Melakukan pemeriksaan penunjang yang dianjurkan dokter, antara lain :

a) Mammografi

Pemeriksaan mammografi dalam pemeriksaa yang sensitive untuk

mendeteksi lesi yang teraba (Unpalpable).

b) Ultrasonografi

Merupakan alat bantu pemeriksaan yang menggunakan gelombang

suara, untuk membedakan kista dengan tumor yang berisi jaringan


padat, untuk membantu hasil mammografi agar memperoleh nilai

akurasi yang lebih tinggi.

c) Findedireeded aspiration biopsy

Adalah biopsy penyedotan cairan atau jaringan dari tumor dengan

menggunakan jarum di susul dengan melakukan pemeriksaan sel-sel

di bawah miskroskop.

d) Biopsy jaringan

Adalah pemotongan jaringan dan tumor dengan piasau khusus,

kemudian sel-selnya diperiksa di bwah miskroskop.

3) Melakukan prosedur pengobatan yang dianjurkan dokter, antara lain

a) Pembedahan

Bila kanker ditemukan pada tahap dini (kurang dari 1 cm). Harus

segera dilakukan operasi.

b) Penyinaran (radio terapi)

Merupakan terapi tambahan, penyinaran harus di pertimbangkan

pada kanker payudara yang tak bisa diangat lagi atau telah menyebar

ke organ tubuh lainnya.

c) Terapi hormonal

Yaitu berupa obat sediaan anti estrogen yang diberikan bila penyakit

telah menyebar luas ke bagian tubuh penderita

d) Chemoterapy

Yaitu penggunaan agen anti neoplasma pada kanker payudara primer

e) rehabilitasi dan rekonstruksi pasca pengobatan


fungsinya adalah untuk membantu mengembalikan fungsi gerak dan

mengurangi pembengkakkan. Gerakan-gerakan tersebut berupa

gerakan lengan dan bau, sama seperti gerakkan senam payudara.

Rehabilitasi ini sebaiknya dilakukan secepat mungkin setelah selesai

pengobatan. Upaya rekonstruksi dilakukan dengan cara operasi

plastic,

DAFTAR PUSTAKA

Luwia, S. Mellisa. 2003. Problematic Dan Perawatan Payudara. Cetakan KeI. Kawan

Pustaka, Jakarta

Bobak, Lowdermilk & Jansen. (2004). Buku Ajar Keperawatan Maternitas. Alih bahasa:

Maria A. Wijayarini, Peter I. Jakarta: EGC

Brunner L.S & Suddarth, D.S., (2002). Keperawatan Medikal Bedah Vol.2. Jakarta: EGC

Jong, D., 2005). Kanker, Apakah itu?. Jakarta: Arcan