Anda di halaman 1dari 4

Sel Volta

Diposkan oleh maya di 11:41

Sel volta (sel galvani) adalah sel elektrokimia yang dirancang umtuk menjadikan suatu
reaksi redoks spontan menghasilkan energy listrik. Terbentuknya arus listrik dari reaksi
kimia ini ditemukan oleh dua ahli kimia Italia yang bernama Alessandro Guiseppe Volta
(1745-1827) dan Luigi Galvani (1737-1798).

<< Alessandro Guiseppe Volta

Prinsip-prinsip Sel Volta (Sel Galvani)

1. Didalam sel volta reaksi kimianya mengandung arus listrik dan terjadi reaksi spontan.

2. Terjadi perubahan dari energy kimia menjadi energy listrik.

3. Pada anoda, terjadi reaksi oksidasi dan bermuatan negatif.

4. Pada katoda, terjadi reaksi reduksi dan bermuatan positif.

5. Elektron mengalir dari anoda menuju katoda

Cara Kerja Sel Volta (Sel Galvani)


Keterangan:

Voltmeter berfungsi untuk menentukan potensial sel.

Jembatan garam berfungsi untuk menjaga kenetralan listrik dari kedua larutan. Jembatan garam berisi
larutan garam seperti NaNO3, KCl, KNO3, dll.

Katoda sebagai kutub positif (electrode positif) dimana terjadi reaksi reduksi.

Anoda sebagai kutub negative (electrode negative) dimana terjadi reaksi oksidasi.

Arus elektron : anoda katoda

arus listrik : katoda anoda

Dalam reaksi tersebut, logam Zn akan melepaskan dua electron. Sehingga:

Zn(s) >> Zn2+(aq) + 2e-

Elektron mengalir ke logam tembaga melalui kawat penghantar dan ion Cu 2+


mengambil elektron dari logam tembaga dan mengendap. Sehingga,

Cu2+(aq) + 2e- >> Cu(s)

Persamaan reaksi redoksnya sebagai berikut:


Oksidasi : Zn(s) >> Zn2+(aq) + 2e-

Reduksi : Cu2+(aq) + 2e- >> Cu(s)

______________________________

Zn(s) + Cu2+(aq) >> Zn2+(aq) + Cu(s)

Dengan demikian, rangkaian tersebut dapat menghasilkan aliran elektron (listrik).


Untuk menetralkan muatan listrik pada kedua larutan dihubungkan dengan suatu
jembatan garam. Ion-ion negatif dari jembatan garam bergerak untuk menetralkan
kelebihan ion Zn2+, sedangkan ion-ion positif bergerak untuk menetralkan kelebihan ion
SO42-.

Logam seng dan tembaga yang menjadi kutub-kutub listrik pada rangkaian sel
elektrokimia di sebut electrode. Sedangkan logam seng (Zn) sendiri merupakan
elektrode tempat terjadinya reaksi oksidasi atau pelepasan dan merupakan kutub negatif
(anode). Logam tembaga (Cu) merupakan elektrode tempat terjadinya reaksi reduksi
atau pengikatan elektron dan merupakan kutub positif (katode).

Setelah reaksi sel berlangsung beberapa jam, anode Zn berkurang, sedangkan


katode Cu bertambah karena atom Zn teroksidasi menjadi Zn 2+, sedangkan ion CU2+
tereduksi menjadi logam Cu.

Maka notasi sel nya dapat digambarkan sebagai berikut:


Zn | Zn2+ || Cu2+ | Cu

Notasi tersebut menyatakan bahwa oksidasi Zn menjadi Zn2+ terjadi pada anode,
sedangkan reduksi ion Cu2+ menjadi Cu di katode. Dua garis sejajar yang memisahkan
anode dan katode menyatakan jembatan garam, sedangkan garis tunggal menyatakan
batas antar fase (Zn padatan, sedangkan Zn2+ dalam larutan; Cu2+ dalam larutan,
sedangkan Cu dalam padatan).