Anda di halaman 1dari 2

SYARAT UMUM UNTUK MEMASANG INSTALASI PENERANGAN DI RUMAH

SEDERHANA
Berikut persyaratan umum untuk pemasangan instalasi listrik rumah sederhana, agar
mudah dimengerti dan diperiksa menurut standar.
1. Sirkuit utama harus menggunakan kabel SNI (Standar Nasional Indonesia) dan LMK
(Lembaga Masalah kelistrikan) dengan ukuran penampang minimal 3 x 4 mm 2.
Sebagai contoh NYM 3 x 4 mm2 MCB minimal 10 A
2. Tinggi pemasangan BOX MCB minimal 1,8 m dari lantai
3. Penyambungan kabel netral dan arde/pembumian dari sirkit utama (dalam Box
MCB) harus dipasangan menggunakan terminal
4. Jumlah titik beban maxsimum sembilan buah, termasuk kotak kontak maksimum 3
buah (PUIL 2000-Pasal 8.15.2.4.1)
5. Kabel penghantar memiliki luas penampang minimal 1,5 mm 2 (NYM) atau NYA 2,5
mm2 dengan ketentuan sebagai berikut :
a. Kabel warna merah = Penghantar Fasa R
b. Kabel warna Kuning = Penghantar fasa S
c. Kabel warna Hitam = Penghantar fasa T
d. Kabel warna Biru = Penghantar Netral
e. Kabel warna Kuning strip Hijau = Grounding
6. Untuk pembumian/grounding menggunakan kawat BC (tembaga) dengan ukuran
penampangnya 4 mm2 dengan menggunakan pipa PVC setinggi minimal 1,25 m
7. Jika pemasangan instalasi listrik dengan menggunakan rolen maka jarak antar rolen
ke rollen memanjang maksimal 1 meter, sedengkan jarak rollen ke rollen kesamping
minimal 3 cm.
8. Setiap penyambungan penghantar diatas lotoeng harus menggunakan las dop
(berbentuk tutup ) dana jiaka pemasangan instalsai menggunakan sistem pemipaan,
maka setiap penyambungan harus menggunakan kotak sambung (Doos)
9. Tinggi pemasangan stop kontak dan saklar minimal 1,25 m dari lantai. Jika
konsumen menghendaki di bawah, maka harus menggunakan saklar atau stop
kontak dilengkapi tutup atau stop kontak putaar
10. Pada stop kontak fasa harus terletak disebelah kiri dan netral disebelah kanan
(menghadap cermin)
11. Jarak antara klem yang satu dengan klem yang lain minimal 50 cm

KETENTUAN PEMASANGAN ALAT PEMBATAS DAN PENGUKUR (APP)


Alat pembatas dan Pengukur (APP) atau yang lebih dikenal dengan Kwh Meter adalah
tempat penyambungan penghantar SR (saluran Rendah) dari tiang listrik ke instalsi
konsumen. APP digunakan untuk mengukur pemakaian energi listrik pelanggan.
APP/Kwh meter dilengkapi dengan pembatas arus (MCB) yang disesuaikan dengan
paket pelanggan.
Ketentuan yang ada pada APP/Kwh Meter yaitu :
1. Di APP terdapat meter energi, terminal netral, dan pembatas arus (MCB) yang
kemampuannya harus sesuai dengan paket daya pelanggan yang ditetapkan.
2. Bila jenis penghantar yang disambung berbeda, misalkan penghantar Saluran
Masuk Pelayanan (SMP) dari bahan alumunium maka harus menggunakn Terminal
Bimetal
3. APP merupakan milik Perusahaan Listrik Negara (PLN), yang tidak bisa diganggu
gugat yang biasanya dilengkapi dengan segel. Apabila pelanggan merusak atau
memodifikasi APP tersebut, maka akan dikenakan denda oleh PLN.
4. Pada APP harus tersedia juaga terminal untuk Pembumian,
5. APP harus dipasang dengan baik ditempat yang mudah dilihat dan dicapai untuk
pencatatan dan pemeriksaan
6. Tinggi APP umumnya 1,8 m dari lantai