Anda di halaman 1dari 14

LAPORAN PRAKTIKUM IV B

DIODA CLIPPER DAN CLAMPER


Disusun untuk Memenuhi Matakuliah Elektronika
Dibimbing oleh Bapak I Made Wirawan, S.T., S.S.T, M.T.

Asisten Praktikum:
Feri Kurniawan
Luthfianti Wahyu Noerlillah

Oleh :
SITI AMINAH 160533611428
S1 PTI OFF D

UNIVERSITAS NEGERI MALANG


FAKULTAS TEKNIK
JURUSAN TEKNIK ELEKTRO
PRODI S1 PENDIDIKAN TEKNIK INFORMATIKA
November 2016

1. TUJUAN
1. mahasiswa dapat menguji karakteristik dioda clipper dan clamper
2. mahaiswa dapat menggambarkan kurva karekteristik v-I dioda
3. mahasiswa dapat menguji rangkaian clipper dan clamper
2. PENDAHULUAN
Penggunaan elektronika pada saat ini sudah sangat luas dan maju dengan begitu
pesatnya seiring dengan munculnya beragam inovasi yang terus-menerus dan tiada
hentinya. Penggunaan komponen elektronika secara luas telah mencakup kesegala
bidang kehidupan manusia yang semakin canggih dan semakin mudah dalam
penggunaan komponen elektronika tersebut. Misalnya saja penggunaan dioda yang
digunakan untuk alat-alat elektronika, misalnya untuk alat ukur osiloskop, komponen-
komponen tersrbut sangat sering kita jumpai dalam kehidupan kita sehari-hari karena
merupakan komponen utama dalam rangkaian alat elektronika.
Untuk itu, dalam praktikum ini, akan membahas tentang komponen-komponen yang
ada didalam suatu dioda, misalnya clipper, clamper. Tidak hanya ini disini akan dibahas
mengenai pengertian secara terperinci dari komponen-komponen dalam dioda tersebut.
Lalu mengenai klasifikasi dari komponen yang terdapat pada clipper, clamper, dan
multiple volatge beserta cara kerjanya juga akan di bahas lebih mendalam lagi. Serta
penerapan komponen-komponen dioda tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Di dalam
suatu rangkaian elektronika juga terdapat dua komponen yaitu komponen aktif dan
komponen pasif. Komponen aktif merupakan komponen yang dapat bekerja apabila ada
catu daya dulu, contohnya: transistor dan dioda. Sedangkan komponen pasif merupakan
komponen yang dapat bekerja tanpa ada catu daya, contohnya: resistor, potensio,
kapasitor dan induktor. Dioda dan transistor adalah komponen elektronika yang sering
digunakan dalam berbagai aplikasi rangkaian.dan dioda biasanya digunakan sebagai
rangkaian rectifier,rangkaian clipper, dan rangkaian clamper. Selain berfungsi untuk
menyimpan arus, transistor dapat digunakan pada rangkaian saklar. Dari komponen-
komponen tersebut terdapat berbagai fungsi dan kegunaan pada rangkaian elektronika.

3. DASAR TEORI
RANGKAIAN CLIPPER
Rangkaian Clipper (pemotong) berfungsi untuk memotong atau menghilangkan
sebagian sinyal masukan yang berada dibawah atau diatas level tertentu. Contoh
sederhana dari rangkaian clipper adalah penyearah setengah gelombang. Rangkaian ini
memotong atau menghilangkan sebagian sinyal masukan diatas atau dibawah level nol.
Rangkaian dasar dari sebuah clipper atau pemotong sinyal dapat menggunakan sebuah
dioda.
Secara umum rangkaian clipper menggunakan dioda dapat digolongkan menjadi dua,
yaitu : rangkaian clipper seri dan rangkaian clipper parallel. Rangkaian clipper seri
berarti diode berhubungan secara seri dengan beban, sedangkan clipper parallel berarti
diode dipasang parallel dengan beban. Sedangkan untuk masing masing jenis tersebut
dibagi menjadi clipper negative (pemotong bagian negative) dan clipper positif
(pemotong bagian positif).
Clipper Seri
Poin poin yang perlu diperhatikan dari rangkaian clipper seri dengan dioda adalah :
Dioda dan baterai sebagai rangkaian utama clipper dipasang secara seri dengan
sumber sinyal.
Bila output rangkaian adalah katoda diode, maka bagian positif dari sinyal input
akan dilewatkan , dan bagian negative akan dipotong (berarti clipper negative)
Bila output rangkaian adalah anoda diode, maka bagian negative dari sinyal input
akan dilewatkan, dan bagian positif akan dipotong (berarti clipper positip)
Besarnya clipping atau pemotongan sinyal adalah tegangan batrai + tegangan
diode (0,7 untuk Si, 0,3 untuk Ge atau Vz bila menggunakan dioda zener)

RANGKAIAN CLIPPER SERI POSITIF DIODA

RANGKAIAN CLIPPER SERI NEGATIF DENGAN DIODA

Clipper Paralel
Dioda dan baterai sebagian rangkaian utama clipper dipasang secara parallel dengan
jalur output rangkain
Bila output rangkaian parallel dengan katoda diode, maka bagian positif dari sinyal
input akan dilewatkan, dan bagian negative akan dipotong (berarti clipper negative)
Bila ouput rangkaian parallel dengan anoda dioda, maka bagian negative dari sinyal
input akan dilewatkan, dan bagian positif akan dipotong (berarti clipper positip)
Baterai dalam rangkaian clipper ini berfungsi untuk batas pemotongan atau level
clipping
Besarnya clipping atau pemotongan sinyal adalah tegangan batrai + tegangan dioda (0,7
untuk Si, 0,3 untuk Ge atau Vz bila menggunakan diode zener)

RANGKAIAN CLIPPER PARALEL POSITIF

RANGKAIAN CLIPPER PARALEL NEGATIF


1. RANGKAIAN CLAMPER
Rangkaian Clamper (penggeser) digunakan untuk menggeser suatu sinyal ke level dc
yang lain. Untuk membuat rangkaian clamper minimal harus mempunyai sebuah
kapasitor, dioda, dan resistor, disamping itu bias pula ditambahkan sebuah batrai. Harga
R dan C harus dipilih sedimikian rupa sehingga konstanta waktu RC cukup besar agar
tidak terjadi pengosongan muatan yang cukup berarti saat diode tidak menghantar.
Dalam analisa ini dianggap diodanya adalah ideal.
Sebuah rangkaian clamper sedehana (tanpa batrai) terdiri atas sebuah R, D, dan C
terlihat pada gambar berikut.

Gambar diatas adalah rangkaian clamper sederhana dengan gelombang kotak yang
menjadi sinyal input rangkaian. Pada saat 0-T/2 sinyal input adalah positif sebesar +V,
sehingga dioda mengahantar (ON).
Kapasitor mengisi muatan dengan cepat melalui tahanan diode yang rendah (seperti
hubung singkat, karena dioda ideal).
Pada saat ini sinyal output pada R adalah nol seperti terlihat pada ilustrasi rangkaian
clamper berikut.

Kemudian saat T/2 T sinyal input berubah ke negative, sehingga dioda tidak
menghantar (OFF) (gambar ilustrasi clamper diode kondisi open). Kapasitor membuang
muatan sangat lambat, karena RC dibuat cukup lama. Sehingga pengosongan tegangan ini
tidak berarti dibanding dengan sinyal output. Sinyal output merupakan penjumlahan
tegangan input V dan tegangan pada kapasitor V, yaitu sebesar -2V (gambar sinyal
output clamper)
Terlihat pada gambar sinyal output clamper diatas bahwa sinyal output merupakan
bentuk gelombang kotak (seperti gelombang input) yang level dc nya sudah bergeser
kearah negative sebesar V.
Besarnya penggeseran ini bias divariasi dengan menambahkan sebuah baterai secara
seri dengan dioda. Disamping itu arah penggeseran juga bisa kearah positif dengan cara
membalik arah dioda

4. DATA DAN ANALISA


A. Alat dan Bahan
1. Dioda 1N4001 = 4
2. Resistor 5 kohm = 2
3. Osciloscop = 2
4. DC power supply = 2
5. Signal generator = 1
6. Project board = 1
7. Potensiometer = 1
8. Kapasitor 33 F = 1
9. Kabel jumper = 1

B. Prosedur percobaan
Rangkaian Percobaan Clipper
a. Clipper forward bias
b. Clipper reserve bias

1. Dengan menggunakan projectboard, rangkaikan clipper positif seperti pada


gambar 5.A
2. Sebelum Signal generator dinyalakan, set-lah channel 1 dan 2 dari Oscilloscope pada
skala 1 Volt / division, dc coupling dan time base = 2 ms / division.
3. Sebelum signal generator dinyalakan terlebih dahulu oscilocope setelah posisi garis
sinyal channel 1 dan 2 pada level yang sama yaitu zero volts
4. Nyalakan signal generator dan aturlah amplitude sinyal sebesar 6 V peak to peak,
pada frekuensi 200 Hz.
5. Dari display oscilloscope, gambarkan tegangan input dan output (input CH1 dan
ouput CH2) pada kertas grafik/millimeter
6. Matikan signal generator dan oscilloscope, kemudian balikkan polaritas dari dioda
sehingga menjadi rangkaian clipper negative seperti yang ditunjukkan pada gambar 5
B.
7. Nyatakan kembali oscilloscope dan signal generator kemudan aturlah amplitude
sinyal tetap sebesar 6V peak to peak, pada frekuensi 200 Hz
8. Dari display oscilloscope, gambarkan tegangan input dan output (input CH1 dan
ouput CH2) pada kertas grafik/mltimeter
9. Matikan signal generator dan oscilloscope

Rangkaian Percobaan Clamper

10. Amati dengan menggunakan osiloskop sinyal ouput yang diperoleh dan gambarkan
bentuk sinyalnya.
11. Berilah analisis terhadap hasil yang anda peroleh

C. Hasil praktikum
Gambar rangkaian clipper

Hasil gambar pemotongan diatas pada osciloscop


Hasil gambar pemotongan dibawah pada osciloscop

Analisis :
Dari hasil diatas membuat gelombang 6Vpp pada frekuensi 200 Hz . volt/div nya = 1 V ( 3
ke atas dan 3 kebawah ) dan time/div = 2 ms hasilnya kotak kesamping 2,5 kotak ( 1 x 2,5 =
2,5 ms). Hasil dari perpotongan ditunjukkan oleh gelombang yang pendek yang gambar
gelombangnya tumpul. Hasil dari pemotongan diatas yaitu 0,7 volt. Pada praktikum ini nilai
frekuensi ynag ditunjukan oleh function generator tidak selalu pas dengan yang diinginkan
dikarenakan mungkin kualitas dari hambatan kabelnya yang sensitive.
Untuk Clipper Positif
Clipper positip disebut juga pembatas positip (positive limiter), karena tegangan output
dibatasi maksimum 0 Volt.
Seperti yang ditunjukkan pada gambar di atas tegangan output bagian positipnya
semua dipotong.
Cara kerja rangkaian adalah sebagai berikut:
Selama setengah siklus positip tegangan input dioda konduksi, dengan demikian kita
dapat membayangkan dalam kondisi ini dioda seperti saklar tertutup.
Tegangan pada hubungan singkat harus sama dengan nol, oleh sebab itu tegangan
output sama dengan nol selama tiap-tiap setengah siklus positip sehingga semua
tegangan jatuh pada resistor ( R).
Selama setengah siklus negatip, dioda terbias reverse dan kelihatan terbuka dan
sebagai akibatnya rangkaian membentuk pembagi tegangan dengan output:
Clipper dibias positif : V out = RL / i
Selama setengah siklus negatip, dioda terbias reverse tidak kelihatan seperti
terbuka, dan sebagai akibatnya rangkaian membentuk pembagi tegangan dengan output:
Vout = RL / R + RL x Vp
Biasanya RL jauh lebih besar dari pada R sehingga Vout -VP. Selama
setengah siklus positip dioda konduksi dan seluruh tegangan jatuh pada R dan
sebaliknya pada setengah siklus negatip dioda off, dan karena RL jauh lebih besar
dari R sehingga hampir seluruh tegangan setengah siklus negatip muncul pada
RL. Seperti yang diperlihatkan pada gambar clipper positif semua sinyal diatas
level 0 V telah dipotong.

Untuk Clipper Di bias


Clipper bias sama dengan clipper negative yaitu dengan membalikkan polaritas dari
diode sehingga menjadi rangkaian clipper negative . pada clipper negative ini menggunakan
gelombang yang sama yaitu 6Vpp dengan frekuensi 200 Hz. Diperoleh perpotongan 0,7 Volt.
Clipper dibias berarti membuang semua sinyal diatas level +V. Dalam beberapa aplikasi ,
mungkin level pemotongan tidak = 0 V, maka dengan bantuan clipper di bias kita
dapat menggeser level pemotongan positip atau level negatip yang diinginkan.
Pada gambar diatas, menunjukkan clipper dibias. Agar dioda dapat konduksi tegangan,
input harus lebih besar dari pada +V. Ketika Vin lebih besar daripada +V dioda berlaku
seperti saklar tertutup dan tegangan output sama dengan +V dan tegangan output tetap
pada +V selama tegangan input melebihi +V. Ketika tegangan input kurang dari +V
dioda terbuka dan rangkaian kembali pada pembagi tegangan.

Gambar rangkaian Clamper

Hasil Gambar pegeseran gelombang pada rangkaian clamper


Analisis :
Dari hasil praktikum kami Rangkaian Penggeser(Clamper) ini memberikan
penambahan komponen DC pada tegangan masukan. Akibatnya, seolah-olah terjadi
pergeseran (clamping) pada tegangan. Jika penambahan komponen DC negatif, maka terjadi
pergeseran tegangan ke bawah (negatively clamped), dan begitu pula sebaliknya, (positively
clamped).Gambar di atas (Rangkaian Clamper) menunjukkan sebuah rangkaian penggeser
negatif. Selama setengah tegangan masukan Vin positif, dioda di-forward biased dan dalam
kondisi konduksi, sehingga kapasitor akan terisi dengan polaritas seperti ditunjukkan oleh
gambar. Akibatnya, tegangan keluaran Vo akan sama dengan nol. Namun, selama setengah
tegangan masukan Vin negatif, dioda di-reverse biased.
Kapasitor akan mulai membuang tegangannya melalui tegangan keluaran Vo. Akibatnya,
tegangan keluaran Vo akan sama dengan tegangan masukan Vin dikurang dengan tegangan
buangan dari kapasitor VC. Sehingga, secara grafik, tegangan keluaran Vo merupakan
tegangan masukan Vin yang diturunkan sejauh tegangan buangan dari kapasitor VC.Jika
dirancang bahwa waktu buangan kapasitor sangat lama, maka tegangan buangan dari
kapasitor VC akan sama dengan tegangan masukan Vin maksimum.
Dari hasil praktikum ini menggunakan gelombang 6Vpp dan frekuensi 200 Hz. volt/div
nya = 1 V ( 3 ke atas dan 3 kebawah ) dan time/div = 2 ms hasilnya kotak kesamping 2,5
kotak ( 1 x 2,5 = 2,5 ms). Dan menghasilkan pergeseran 2 kotak atau sama dengan 2 volt/div.
frekuensi yang ditunjukkan oleh function generator dalam praktikum ini tidak dapat pas
dengan yang diinginkan dikarenakan mungkin kwalitas dari hambatan kabelnya atau dari
pemasangan yang kurang tepat.

5. KESIMPULAN
1. Rangkaian Clipper (pemotong) berfungsi untuk memotong atau menghilangkan
sebagian sinyal masukan yang berada dibawah atau diatas level tertentu. Contoh
sederhana dari rangkaian clipper adalah penyearah setengah gelombang. Rangkaian
ini memotong atau menghilangkan sebagian sinyal masukan diatas atau dibawah level
nol. Rangkaian dasar dari sebuah clipper atau pemotong sinyal dapat menggunakan
sebuah dioda.
2. Rangkaian Clamper (penggeser) digunakan untuk menggeser suatu sinyal ke level dc
yang lain. Untuk membuat rangkaian clamper minimal harus mempunyai sebuah
kapasitor, dioda, dan resistor.
3. Dari hasil praktikum clipper kita dapatkan hasil perpotongan 0,7 volt yang
ditunjukkan oleh gambar gelombang yang pendek. Yang menandakan terjadi
perpotongan gelombang yang semula terdiri dari 2.5 kotak menjadi lebih kecil dari
panjang gelombang awal
4. Dari hasil praktikum clamper kita dapatkan hasil pergeseran sebanyak 2 kotak yang
sama dengan 2 volt/div. sehingga tampak pada layar terdapat 2 gelombang yang
berbeda letak kotaknya.
5. Kegiatan praktikum sangat rumit dan perlu adanya kehati-hatian karena alat yang
digunakan sangat rentan dengan kesensitivitas dan alat osciloscop dan function
generation yang tersambung dengan tegangan listrik dapat meyebabkan kebakaran
kecil ketika salah dalam pengoperasiannya serta ketelitian dalam menghitung kotak
setiap gelombang yang terbentuk harus dengan benar-benar presisi.

Daftar Pustaka

Tim Asisten Dosen. 2016. Modul Praktikum IV B Dioda Clipper dan Clamper. Malang :
Universitas Negeri Malang.

Claudia, devi. 2014. Rangkaian clipper dan clamper. (online)


http://claudiadevi25.blogspot.co.id/2014/12/rangkaian-clipper-dan-clamper.html

Delta. 2015. Dioda pada rangkaian clipper dan clamper. (online);


http://deltawenbiz.blogspot.co.id/2015/01/dioda-pada-rangkaian-clipper-dan-clamper.html