Anda di halaman 1dari 4

A.

Hiperurisemia
Hiperurisemia didefinisikan sebagai peningkatan kadar asam urat dalam
darah. Batasan hiperurisemia untuk pria dan wanita tidak sama. Seorang pria
dikatakan menderita hiperurisemia bila kadar asam urat serumnya lebih dari 7,0
mg/dl. Sedangkan hiperurisemia pada wanita terjadi bila kadar asam urat serum di
atas 6,0 mg/dl. Asam urat sendiri merupakan hasil akhir dari metabolisme purin
yang tidak dapat dimetabolisme lebih lanjut.
Beberapa penelitian telah dilakukan untuk mengetahui faktor risiko
terjadinya hiperurisemia. Gout timbul sebagai akibat dari suatu interaksi antara
faktor risiko yang tak dapat diubah dan faktor risiko yang dapat diubah. Faktor
risiko yang tak dapat diubah seperti: riwayat penyakit keluarga, genetik, usia dan
jenis kelamin. Pada usia dewasa pertengahan yaitu sekitar 40 tahun kejadian
hiperurisemia biasanya ditemukan pada laki-laki, sedangkan pada wanita biasanya
terjadi setelah mengalami menopause. Faktor risiko yang dapat diubah dan
berpengaruh terhadap kejadian hiperurisemia adalah obesitas, asupan makanan
dan alkohol, konsumsi obat, gangguan ginjal dan hipertensi.
Penegakkan diagnosa hiperurisemia meliputi anamnesis, pemeriksaan fisik,
dan pemeriksaan penunjang. Anamnesis bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya
faktor keturunan, kelainan atau penyakit lain sebagai penyebab hiperurisemia
sekunder. Pemeriksaan fisik untuk mncari kelainan atau penyakit sekunder seperti
tanda-tanda anemia, pembesaran organ limfoid, keadaan kardiovaskuler dan tekanan
darah, keadaan dan tanda kelainan ginjal serta kelainan pada sendi. Pemeriksaan
penunjang bertujuan untuk mengarahkan dan memastikan peyebab hiperurisemia.
Pemeriksaan penunjang yang rutin dilakukan adalah pemeriksaan darah rutin asam
urat darah, kreatinin darah, pemeriksaan urin rutin, dan kadar asam urat urin 24 jam.
Asam urat merupakan hasil pemecahan dari purin. Oleh karena itu, makanan yang
mengandung tinggi purin seharusnya dihindari. Makanan yang mengandung tinggi
purin contohnya adalah jeroan (misalnya, pankreas dan timus), ikan smelt, ikan
sarden, dan mussels. Makanan yang memiliki purin cukup tinggi seperti ikan asin,
ikan trout, haddock, scallops, daging kambing, sapi, hati, ikan salmon, ginjal, dan ayam
kalkun. Purin terdapat dalam semua makanan yang mengandung protein. Oleh karena
itu, penghentian konsumsi sumber purin secara total tidak dapat dilakukan.
Menghindari mengkonsumsi purin sangatlah tidak mungkin karena purin terdapat
dalam hampir seluruh makanan yang mengandung protein sehingga yang dapat
dilakukan adalah membatasi kadar purin yang dikonsumsi.
Kadar tinggi Kadar sedang Kadar Rendah
Sebaiknya dihindari Dapat dikonsumsi sekali-kali Bebas dikonsumsi
Hati, ginjal, sarden, ikan Asparagus, daging sapi, kopi, buah, roti, beras,
herring, daging, bacon bouillon, daging ayam, makaroni, keju, telur, produk
(daging babi yang dikukus), kepiting, daging bebek, paha susu, gula, tomat, sayur hijau
codfish, scallops, trout, babi, buncis, jamur, lobster, (kecuali yang telah
haddock, daging anak lembu, tiram, pork, udang, bayam disebutkan sebelumnya),
venison (daging rusa), minuman berkarbonasi,
kalkun, minuman beralkohol
Tabel 1. Makanan dan minuman yang mengandung purin.

Perilaku kesehatan yang mempengaruhi asam urat adalah:

1. Menjaga berat badan sehat


Penderita gout biasanya pria atau wanita yang berusia lebih dari 40 tahun dan
memiliki berat badan berlebih. Tapi harus diingat bahwa penurunan berat badan
yang cukup signifikan dalam waktu singkat justru bisa menyebabkan serangan
gout. Oleh karena itu, secara perlahan turunkan berat badan sampai mencapai
berat yang sehat. Setelah mendapatkan berat badan yang sehat, pertahankan
dengan mengonsumsi nutrisi yang tepat serta olahraga rutin untuk menurunkan
kadar asam urat. Ini akan membantu menghindari terjadinya serangan gout.
2. Hindari konsumsi alkohol
Alkohol dalam jumlah banyak terutama bir dan wine, memiliki kandungan
purin yang tinggi sehingga dapat meningkatkan kadar asam urat dalam darah.
Alkohol juga mencegah pengeluaran asam urat oleh ginjal melalui saluran
kencing, sehingga asam urat terus menumpuk di dalam tubuh.
3. Meningkatkan asupan susu dan produk susu lainnya
Susu, yoghurt, dan keju yang rendah lemak merupakan produk susu yang dianggap
membantu penderita gout.

4. Minum banyak air


Minumlah minimal delapan gelas air dalam sehari. Cairan yang kandungan
kafein dan kalorinya rendah membantu menghilangkan asam urat dari aliran darah.
Karena air putih adalah cairan yang paling murni, maka minumlah air putih lebih
banyak dari minuman lainnya.
5. Konsumsi buah dan sayuran yang rendah kandungan purin.
Buah-buahan segar seperti strawberi, blueberi, pisang, dan ceri adalah
beberapa buah yang harus dikonsumsi oleh penderita gout dalam diet harian
mereka. Sayuran yang bisa dikonsumsi oleh penderita gout antara lain seledri,
tomat, kol, peterseli, dan kale.
6. Mengonsumsi obat dan suplemen yang dianjurkan oleh dokter
Penderita gout harus berkonsultasi dengan dokter mengenai kondisi dan
penyakitnya. Dokter biasanya akan memberikan resep obat-obatan ataupun
suplemen tambahan untuk membantu menghilangkan atau mengurangi kadar
asam urat dalam darah.
B. Hiperkolestrolemia
Hiperkolesterolemia adalah suatu kondisi yang ditandai dengan tingkat kolesterol
yang sangat tinggi dalam darah. Peningkatan kolesterol dalam darah disebabkan
kelainan pada tingkat lipoprotein.

Tabel 2. Kategori batasan kadar kolestrol dalam darah


Hiperkolestrolemia merupakan masalah yang cukup penting karna termasuk
faktor resiko utama terjadinya penyakit jantung koroner. Penelitian mendukung
bahwahiperkolestrolemia memiliki lebih dari satu penyebab. Faktor genetik, pola diet
makan, gaya hidup, obesitas dan faktor lain mungking berperan.
Kolesterol merupakan bahan yang menyerupai lilin, sekitar 80% dari kolesterol
diproduksi oleh liver dan selebihnya didapat dari makanan yang kaya akan kandungan
kolesterol seperti daging, telur dan produk berbahan dasar susu. Dari segi kesehatan,
kolesterol sangat berguna dalam membantu pembentukan hormon atau vitamin D,
membantu pembentukan lapisan pelindung disekitar sel syaraf, membangun dinding
sel, pelarut vitamin (vitamin A, D, E, K) dan pada anak-anak dibutuhkan untuk
mengembangkan jaringan otaknya.
Tabel 3. Daftar Jenis Makanan Dan Kandungan Kolestrol
Prinsip utama pengobatan hiperkolesterolemia ialah mengatur diet yang
mempertahankan berat badan normal dan mengurangi kadar lipid plasma. Langkah
pengaturan diet selalu dilakukan agar dapat menghindari perlunya penggunaan obat.
Pencegahan untuk penyakit hiperkolesterolemia sebagai berikut :
a. Berhenti merokok.
b. Tidak meminum alkohol.
c. Mengatur pola makan seimbang dan rendah lemak.
d. Perbanyak konsumsi makanan berserat, seperti sayur-sayuran dan buahbuahan.
e. Lakukan olahraga yang memadai sesuai dengan umur. Usahakan untuk berolahraga
setiap hari.
f. Menjaga berat badan ideal yang sesuai dengan tinggi badan.
g. Hindari stres

Bila pengobatan secara non-farmakolgi tidak memberikan pengaruh, diperlukan


pemberian obat-obatan. Pemakaian obat hendaklah setepat mungkin. Banyak obat-obat
hiperkolesterolemia yang beredar di pasaran, dan obat-obat ini hanya dapat dipakai
apabila dengan diet yang ketat, olahraga teratur, dan pengendalian faktor-faktor resiko
lain yang dapat mempengaruhi kadar kolesterol dalam darah.

Daftar pustaka

Harris, M; Siegel, L; Alloway, J. 1999. Gout and Hyperuricemia.


American Academy of Family Physicians

Anda mungkin juga menyukai