Anda di halaman 1dari 3

Rona lingkungan hidup adalah gambaran keadaan lingkungan di lokasi kegiatan.

Rona
lingkungan diperlukan dalam kajian analisis dampak lingkungan karena dijadikan sebagai
pembanding dan perkiraan dampak yang akan datang. Rona lingkungan yang ditelaah tidak
semua komponen lingkungan tetapi hanya terbatas pada indikator yang paling tepat dan
penting dalam kaitannya dengan dampak atau isu pokok, terutama yang berkaitan pada tahap
pasca operasi.

Rona lingkungan hidup pada umumnya sangat beraneka ragam bentuk, ukuran, tujuan,
sasaran, dan sebagainya. Rona lingkungan hidup juga berbeda menurut letak geografi,
keanekaragaman faktor lingkungan hidup dan pengaruh manusia. Karena itu kemungkinan
timbulnya dampak lingkungan hidup pun berbeda-beda sesuai dengan rona lingkungan yang
ada.

Hal-hal yang perlu dicermati dalam rona lingkungan hidup adalah sebagai berikut:

1. Wilayah studi rencana usaha dan atau kegiatan. Dengan mengungkapkan secara
mendalam komponen-komponen lingkungan hidup yang berpotensi terkena dampak
penting usaha dan atau kegiatan. Kemudian komponen lingkungan hidup yang memiliki
arti ekonomi dan erti ekologis perlu mendapat perhatian;
2. Kondisi kualitatif dan kuantitatif dari berbagai sumber daya alam yang ada di wilayah
studi rencana usaha dan atau kegiatan baik yang sudah dan yang akan dimanfaatkan
maupun yang masih dalam bentuk potensi. Penyajian kondisi sumber daya ala mini perlu
dikemukakan dalam peta dan atau dengan lanel dengan skala memadai dan bila perlu
harus dilengkapi dengan diagram gambar, grafik atau foto.

Manfaat dari uraian rona lingkungan adalah,

1. Menilai kualitas lingkungan yang ada dan dampak lingkungan dari rencana kegiatan;
2. Mengidentifikasi faktor-faktor penting lingkungan atau daerah geografis tertentu
sehingga dapat mencegah pembangunan dengan resiko lingkungan yang buruk, seperti
pada segmen sungai tertentu atau kondisi udara berkualitas buruk disuatu wilayah,
habitat yang terancam, spesies yang dilindungi dan lokasi bersejarah;
3. Memberikan informasi kepada pengambil keputusan yang tidak mengenal lokasi rencana
kegiatan;
4. Memberikan informasi sebagai dasar dalam menetapkan pemenuhan kebutuhan proyek.
1. Komponen Sosial

Komponen sosial yang penting untuk ditelaah diantaranya:

A. Demografi

a. Struktur penduduk menurut kelompok umur, jenis kelamin, mata pencaharian,


pendidikan, dan agama.

b. Tingkat kepadatan penduduk.

c. Pertumbuhan (tingkat kelahiran dan kematian bayi).

d. Tenaga kerja.

B. Ekonomi

a. Ekonomi rumah tangga.

b. Ekonomi sumber daya alam.

c. Perekonomian lokal dan regional.

C. Budaya

a. Kebudayaan.

b. Proses sosial.

c. Pranata sosial/kelembagaan masyarakat dibidang ekonomi.

d. Warisan budaya.

e. Pelapisan soasial berdasarkan pendidikan, ekonomi, pekerjaan, dan kekuasaan.

f. Kekuasaan dan kewenangan.

g. Sikap dan persepsi masyarakat terhadap rencana usaha.

h. Adaptasi ekologis.
D. Kesehatan masyarakat

a. Parameter lingkungan yang diperkirakan terkena dampak rencana pembangunan


dan berpengaruh terhadap kesehatan.

b. Proses dan potensi terjadinya pemajanan.

c. Potensi besarnya dampak timbulnya penyakit.

d. Karakteristik spesifik penduduk yang beresiko.

e. Sumber daya kesehatan.

f. Kondisi sanitasi lingkungan.

g. Status gizi masyarakat.

h. Kondisi lingkungan yang dapat memperburuk proses penyebaran penyakit.