Anda di halaman 1dari 4

Nama : Dian Tiffani

Nim : 14033064

Tugas : Media Pembelajaran Fisika dan TIK

Sistem Pendidikan abad 21

Saat ini, pendidikan berada di masa pengetahuan (knowledge age) dengan percepatan
peningkatan pengetahuan yang luar biasa. Percepatan peningkatan pengetahuan ini didukung
oleh penerapan media dan teknologi digital. Sejak internet diperkenalkan di dunia komersial
pada awal tahun 1970 an, informasi menjadi semakin cepat terdistribusi ke seluruh penjuru
dunia. Untuk itu paradigma pendidikan nasional abad 21 dapat dirumuskan sebagai berikut:

1. Pendidikan haruslah berorientasi pada ilmu pengetahuan matematika dan sains alam
disertai dengan sains sosial dan kemanusiaan (humaniora) dengan keseimbangan yang
wajar.

2. Bukan hanya membuat seorang peserta didik berpengetahuan, melainkan juga


menganut sikap kelilmuan dan terhadap ilmu pengetahuan dan kemampuan
beradaptasi.

3. Pada akhir setiap jenjang pendidikan, disamping jenjang untuk ke pendidikan


berikutnya, terbuka pula jenjang untuk langsung terjun ke masyarakat.

4. Pada setiap jenjeang ditanamkan sikap kemandirian dan kerja sama.

5. Khusus di perguruan tinggi, perlu dihindarkan spesialisasi yang terlalu awal dan
terlalu tajam.

6. Dalam pelaksanaan pendidikan perlu diperhatikan kebhinnekaan etnis, budaya, agama


dan sosial, terutama di jenjang pendidikan awal. Namun demikian, pelaksanaan
pendidikan yang berbeda ini diarahkan menuju ke satu pola pendidikan nasional yang
bermutu.

7. Pendidikan harus dilaksanakan oleh pemerintah dan masyarakat dengan mengikuti


kebijakan yang ditetapkan oleh pemerintah (pusat dan daerah).

8. Sistem monitoring yang benar dan evaluasi yang berkesinambungan


perludikembangkan dan dilaksanakan dengan konsisten.

Di abad ke 21 ini, pendidikan menjadi semakin penting untuk menjamin peserta didik
memiliki keterampilan belajar dan berinovasi, keterampilan menggunakan teknologi dan
media informasi, serta dapat bekerja, dan bertahan dengan menggunakan keterampilan untuk
hidup (life skills).

Dalam pendidikan abad 21, terdapat tiga konsep subjek inti dalam pendidikan , yaitu :
Life and career skills, Learning and inovation skills, Information, median and tecnologi skills.
Ketiga keterampilan tersebut dirangkum dalam sebuah skema yang disebut dengan pelangi
keterampilan-pengetahuan abad 21/21st century knowledge-skills rainbow (Trilling dan
Fadel, 2009). Skema tersebut diadaptasi oleh organisasi nirlaba p21 yang mengembangkan
kerangka kerja (framework) pendidikan abad 21.

1. Life and Career Skills


Life and Career skills (keterampilan hidup dan berkarir) meliputi :

a. Fleksibilitas dan adaptabilitas: Siswa mampu mengadaptasi perubahan dan


fleksibel dalam belajar dan berkegiatan dalam kelompok
b. Memiliki inisiatif dan dapat mengatur diri sendiri: Siswa mampu mengelola
tujuan dan waktu, bekerja secara independen dan menjadi siswa yang dapat
mengatur diri sendiri.
c. Interaksi sosial dan antar-budaya: Siswa mampu berinteraksi dan bekerja secara
efektif dengan kelompok yang beragam.
d. Produktivitas dan akuntabilitas: Siswa mampu menglola projek dan
menghasilkan produk.
e. Kepemimpinan dan tanggungjawab: Siswa mampu memimpin teman-temannya
dan bertanggungjawab kepada masyarakat luas.

2. Learning and Innovation Skills


Learning and innovation skills (keterampilan belajar dan berinovasi) meliputi
a. Berpikir kritis dan mengatasi masalah: siswa mampu mengunakan berbagai
alasan (reason) seperti induktif atau deduktif untuk berbagai situasi;
menggunaan cara berpikir sistem; membuat keputusan dan mengatasi masalah.
b. Komunikasi dan kolaborasi: siswa mampu berkomunikasi dengan jelas dan
melakukan kolaborasi dengan anggota kelompok lainnya.
c. Kreativitas dan inovasi: siswa mampu berpikir kreatif, bekerja secara kreatif
dan menciptakan inovasi baru.

3. Information Media and Technology Skills


Information media and technology skills (keterampilan teknologi dan media
informasi) meliputi
a. Literasi informasi: siswa mampu mengakses informasi secara efektif (sumber
informasi) dan efisien (waktunya); mengevaluasi informasi yang akan
digunakan secara kritis dan kompeten; mengunakan dan mengelola informasi
secara akurat dan efektf untuk mengatasi masalah.
b. Literasi media: siswa mampu memilih dan mengembangkan media yang
digunakan untuk berkomunikasi.
c. Literasi ICT: siswa mampu menganalisis media informasi; dan menciptakan
media yang sesuai untuk melakukan komunikasi.

Unsur-unsur yang diuraikan dibawah adalah standar yang diperlukan untuk


memastikan peserta didik memiliki penguasaan keterampilan pengetahuan abad 21, yaitu :

1. Standarisasi penilaian
2. Kurikulum
3. Pengembangan profesionalisme pendidik
4. Pembelajaran Inovatif

Ada empat prinsip pokok pembelajaran abad ke 21 yang digagas Jennifer Nichols
tersebut dapat dijelaskan dan dikembangkan seperti berikut ini:

1. Instruction should be student-centered


Pengembangan pembelajaran menggunakan pendekatan pembelajaran yang
berpusat pada siswa. Siswa ditempatkan sebagai subyek pembelajaran yang secara
aktif mengembangkan minat dan potensi yang dimilikinya.
2. Education should be collaborative
Siswa harus dibelajarkan untuk bisa berkolaborasi dengan orang lain.
Berkolaborasi dengan orang-orang yang berbeda dalam latar budaya dan nilai-nilai
yang dianutnya. Begitu juga, sekolah (termasuk di dalamnya guru) harus dapat
bekerja sama dengan lembaga pendidikan (guru) lainnya di berbagai belahan dunia
untuk saling berbagi informasi dan penglaman tentang praktik dan metode
pembelajaran yang telah dikembangkannya. Kemudian, mereka bersedia melakukan
perubahan metode pembelajarannya agar menjadi lebih baik.
3. Learning should have context
Materi pelajaran perlu dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari siswa. Guru
mengembangkan metode pembelajaran yang memungkinkan siswa terhubung dengan
dunia nyata (real word).
4. Schools should be integrated with society
Sekolah seharusnya dapat memfasilitasi siswa untuk terlibat dalam lingkungan
sosialnya. Siswa dapat dilibatkan dalam berbagai pengembangan program yang ada
di masyarakat, seperti: program kesehatan, pendidikan, lingkungan hidup, dan
sebagainya. Selain itu, siswa perlu diajak pula mengunjungi panti-panti asuhan untuk
melatih kepekaan empati dan kepedulian sosialnya.

Hakekat dan Kedudukan Media dalam sistem Pendidikan Abad 21

Media pembelajaran mencakup semua sumber yang diperlukan untuk melakukan


komunikasi dalam pembelajaran, sehingga bentuknya bisa berupa perangkat keras
(Hardware), seperti komputer, televisi, projektor, dan perangkat lunak (software) yang
digunakan pada perangkat keras itu. Dalam hal ini, pendidik juga bisa termasuk salah satu
bentuk media pembelajaran sehingga menjadi kajian strategi penyampaian pembelajaran.
Jadi media pembelajaran tidak hanya berupa benda mati, tetapi juga benda hidup,
seperti manusia. Sebagai benda hidup, media dapat juga merupakan pesan yang dapat
dipelajari. Berdasarkan pengertian di atas, media pembelajaran dapat dipahami sebagai
segala sesuatu yang dapat menyampaikan atau menyalurkan pesan dari suatu sumber secara
terencana, sehingga terjadi lingkungan belajar yang kondusif dimana penerimanya dapat
melakukan proses belajar secara efisien dan efektif.

Kedudukan media dalam sistem pendidikan adalah sebagai media penyampaian atau
media pembawa pesan. Namun hal tersebut rupanya menjadi sebuah alat penting dalam
proses pembelajaran yang telah mengalami pergeseran. Media pembelajaran saat ini haruslah
sebuah media yang bukan hanya bersifat media sebagai penyampaian pesan, namun media
harus mampu menjadi sebuah pengalaman belajar. Media sendiri dibuat agara peserta didik
tidak hanya mendapatkan pengetahuan lewat verbalistik melainkan dibuat untuk memberikan
sebuah pengalaman belajar dan pengaktifan ranah kognitif dan psikomotorik dalam sebuah
proses pembelajaran.

Pengertian Media Pengajaran

Kata media berasal dari bahasa latin medius yang secara harfiah berarti tengah,
perantara, atau pengantar. Secara lebih khusus, pengertian media dalam proses belajar
mengajar cenderung diartikan sebagai alat-alat grafis, photografis, atau elektronik untuk
menangkap, memproses, dan menyusun kembali informasi visual atau verbal. AECT
(Association of Education and Communication Technology) memberi batasan tentang media
sebagai segala bentuk dan saluran yang digunakan untuk menyampaikan pesan atau
informasi.

Sedangkan pembelajaran atau ungkapan yang lebih dikenal sebelumnya pengajaran


adalah upaya untuk membelajarkan siswa. Oemar Hamalik menuturkan bahwa pembelajaran
adalah suatu kombinasi yang tersusun meliputi unsur-unsur manusiawi, material, fasilitas,
perlengkapan dan prosedur yang saling mempengaruhi tercapainya tujuan pembelajaran.
Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia pembelajaran adalah proses, cara,
perbuatan yang menjadikan orang atau makhluk hidup belajar.

Berdasarkan pendapat di atas media pembelajaran adalah alat atau metodik dan teknik
yang digunakan sebagai perantara komunikasi antara seorang guru dan murid dalam rangka
lebih mengefektifkan komunikasi dan interaksi antara guru dan siswa dalam proses
pendidikan pengajaran di sekolah.

Dalam arti sempit, media pembelajaran hanya meliputi media yang dapat digunakan
secara efektif dalam proses pengajaran yang terencana. Sedangkan dalam arti luas, media
tidak hanya meliputi media komunikasi elektronik yang kompleks. Akan tetapi juga
mencakup alat-alat sederhana seperti: TV, radio, slide, fotografi, diagram, dan bagan buatan
guru, atau objek-objek nyata lainnya.

Anda mungkin juga menyukai