Anda di halaman 1dari 6

PENYAKIT DIFTERI

A. DEFINISI

Difteri adalah penyakit infeksi akut pada saluran pernafasan bagian atas. Penyakit ini dominan
menyerang anak anak, biasanya bagian tubuh yang diserang adalah tonsil, faring hingga laring yang
merupakan saluran pernafasan bagian atas.

Ciri yang khusus pada difteri ialah terbentuknya lapisan yang khas selaput lendir pada saluran
nafas, serta adanya kerusakan otot jantung dan saraf.

B. ETIOLOGI

Penyebabnya adalah bakteri corynebacterium diphtheriae. Bakteri ini ditularkan melalui percikan
ludah yang dari batuk penderita atau benda maupun makanan yang telah terkontaminasi oleh
bakteri. Biasanya bakteri berkembang biak pada atau disekitar permukaan selaput lendir mulut atau
tenggorokan dan menyebabkan peradangan beberapa jenis bakteri ini menghasilkan teksik yang
sangat kuat, yang dapat menyebabkan kerusakan pada jantung dan otak. Masa inkubasi 1-7 hari
(rata-rata 3 hari). Hasil difteria akan mati pada pemanasan suhu 60oc selama 10 menit, tetapi tahan
hidup sampai beberapa minggu dalam es, air, susu dan lender yang telah mengering.

C. CARA PENULARAN

Difteri bisa menular dengan cara kontak langsung maupun tidak langsung. Air ludah yang
berterbangan saat penderita berbicara, batuk atau bersin membawa serta kuman kuman difteri.
Melalui pernafasan kuman masuk ke dalam tubuh orang disekitarnya, maka terjadilah penularan
penyakit difteri dari seorang penderita kepada orang orang disekitarnya.

Biasanya bakteri berkembangbiak pada atau di sekitar permukaan selaput lendir mulut atau
tenggorokan dan menyebabkan peradangan.Beberapa jenis bakteri ini menghasilkan toksin yang
sangat kuat, yang dapat menyebabkan kerusakan pada jantung dan otak.

D. MANIFESTASI KLINIS

Demam, suhu tubuh meningkat sampai 38,9 derjat Celcius,

Batuk dan pilek yang ringan.

Sakit dan pembengkakan pada tenggorokan

Mual, muntah , sakit kepala.

Adanya pembentukan selaput di tenggorokan berwarna putih ke abu abuan kotor.

Kaku leher

E. PENANGANAN

Pengobatan difteri tidak bisa dilaksanakan sendiri dirumah , segeralah di rawat dirumah sakit
jangan sampai terlambat. Karena difteri sangat menular penderita perlu diisolasi. Istirahat total di
tempat tidur mutlak diperlukan untuk mencegah timbulnya komplikasi yang lebih parah. Fisioterapi
sangat diperlukan untuk penderita yang sarafnya mengalami gangguan sehingga mengakibatkan
kelumpuhan. Tindakan trakeotomi diperlukan bagi penderita yang tersumbat jalan nafasnya, dengan
membuat lubang pada batang tenggorokan.

F. PENCEGAHAN

Difteri jenis penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. Berikanlah imunisasi pada bayi umur
dua bulan sebanyak tiga kali dengan selang satu bulan. Jenis imunisasi ini termasuk dalam Lima
Imunisasi Dasar Lengkap. Biasanya imunisasi ini berbarengan dengan imunisasi polio, hepatitis B.
Sedangkan imunisasi Difteri tergabung dalam Imunisasi D P T atau Difteri, Pertusis dan Tetanus.
Untuk bayi umur sembilan bulan dilengkapi dengan imunisasi Campak (Morbili) . Segeralah
imunisasi anak anda di Posyandu, Puksemas atau pelayanan kesehatan lainnya.
1. II. ASUHAN KEPERAWATAN SECARA TEORITIS

2. a. Pengkajiaan

Kaji tanda dan gejala umum: apabila terdapat demam tidak terlalu tinggi, lesu, pucat, nyeri
kepala dan anoreksia sehingga pasien tampak sangat lemah.
Kaji tanda dan gejala lokal: nyeri menelan, bengkak pada leher.
Kaji gejala akibat eksotoksin misalnya mengenai otot jantung terjadi miokarditis dan bila
mengenai saraf terjadi kelumpuhan.

o Kaji bila terdapat komplikasi.

o Pemeriksaan diagnostik: pada pemeriksaan darah terdapat penurunan kadar


hemoglobin dan leukositosis polimorfonukleus, penurunan jumlah eritrosit, dan
kadar albumin, pada urin terdapat albuminuria ringan.

1. b. Diagnosa keperawatan

Resiko terjadinya komplikasi obstruksi jalan nafas, miokarditis.

Gangguan masukan nutrisi.

Gangguan rasa aman dan nyaman

Kurangnya pengetahuan orang tua mengenai penyakit difteri.

Gangguan hipertermi

1. c. Intervensi

Pantau dan cegah adanya komplikasi.


Dorong dan dukung asupan dan status nutrisi yang sesuai.
Pantau adanya nyeri
Berikan dorongan emosional pada anak dan keluarga

1. d. Implementasi

Lakukanlah apa yang harus anda lakukan pada saat itu. Dan catat apa yang telah anda lakukan
tidakan pada pasien.
1. e. Evaluasi

Anak tidak menunjukan tanda dan gejala adanya komplikasi / infeksi


Fungsi pernafasan anak membaik
Tingkat aktifitas anak sesuai dengan usianya

BAB III

PENUTUP

3.1 KESIMPULAN

Difteri merupakan salah satu penyakit yang sangat menular (contagious disease). Penyakit ini
disebabkan oleh infeksi bakteri Corynebacterium diphtheriae, yaitu kuman yang menginfeksi saluran
pernafasan, terutama bagian tonsil, nasofaring (bagian antara hidung dan faring/ tenggorokan) dan
laring. Penularan difteri dapat melalui kontak hubungan dekat, melalui udara yang tercemar oleh
karier atau penderita yang akan sembuh, juga melalui batuk dan bersin penderita.

Penderita difteri umumnya anak-anak, usia di bawah 15 tahun. Dilaporkan 10 % kasus difteri dapat
berakibat fatal, yaitu sampai menimbulkan kematian. Selama permulaan pertama dari abad ke-20,
difteri merupakan penyebab umum dari kematian bayi dan anak anak muda. Penyakit ini juga
dijumpai pada daerah padat penduduk dengan tingkat sanitasi rendah. Oleh karena itu, menjaga
kebersihan sangatlah penting, karena berperan dalam menunjang kesehatan kita.

1. II. SARAN

Karena difteri adalah penyebab kematian pada anak-anak, maka disarankan untuk anak-anak wajib
diberikan imunisasi yaitu vaksin DPT yang merupakan wajib pada anak, tetapi kekebalan yang
diperoleh hanya selama 10 tahun setelah imunisasi. Sehingga orang dewasa sebaiknya menjalani
vaksinasi booster (DT) setiap 10 tahun sekali, dan harus dilakukan pencarian dan kemudian
mengobati carier difteri dan dilkaukan uji schick.

Daftar Pustaka

Suriadi, Skp. MSN & Rita Yuliani, Skp. M.Psi. (2010) Asuhan Keperawatan Pada Anak , Edisi 2.
Jakarta
Doenges, M. E., Moorhouse, M. F. & Geissler, A. C. (2000) Rencana Asuhan Keperawatan, Jakarta :
EGC.

Brunner & Suddart (2002) Buku Ajar Keperawatan Medikal-Bedah, Jakarta : AGC. Monica Ester.
EGC. Jakarta

Doengoes E Marlynn, dkk (1999) Rencana Asuhan Keperawatan edisi 3 penterjema Monica Ester.
EGC. Jakarta

Supriadi.2004.Asuhan Keperawatan anak.Jakarta: Sagung seto

About these ads

Share this:

Twitter

Facebook

Loading...

Related

ASUHAN KEPERAWATAN PADA ANAK DENGAN GANGGUAN DIFTERI

ASUHAN KEPERAWATAN PADA ANAK DENGAN GANGGUA TETANUS

ASUHAN KEPERAWATAN PADA ANAK DENGAN GANGGUAN MORBILI

Filed under Uncategorized | Leave a comment

Post navigation

Previous Post Next Post

Leave a Reply

Archives

December 2012

November 2012
October 2012

Meta

Register

Log in

Create a free website or blog at WordPress.com. | The Matala Theme.