Anda di halaman 1dari 22

ASUHAN KEPERAWATAN KOMPLEMENTER PADA NY.

LI
DENGAN TTH (TENSION TYPE HEADACHE) DI JKMB DINKES PROVINSI BALI
TANGGAL 16 DESEMBER 2016

I. PENGKAJIAN
A. Data Biografi
Nama Pasien : Ny. LI
Jenis Kelamin : Perempuan
Golongan Darah :O
Tempat & Tanggal Lahir : Denpasar, 24 Juni 1983
Pendidikan Terakhir : S1
Agama : Hindu
Status Perkawinan : Menikah
TB/BB : 165 cm / 60 kg
Penampilan : Bersih dan rapi
Alamat :
Diagnosa Medis : TTH (Tension Type Headache)

Penanggung Jawab
Nama :-
Hubungan Dengan Pasien :-
Alamat & Telepon :-
Keterangan : Pasien datang bersama temannya untuk melakukan perawatan massage
dan tidak ditemani oleh keluarga karena pasien datang ke JKMB Dinkes Provinsi Bali
saat waktu istirahat kantor.
B. Keluhan Utama
Pasien mengeluh nyeri kepala, terasa kaku dan tegang di bagian leher atas atau tengkuk
C. Keluhan Tambahan
Saat pengkajian, pasien tidak mengatakan ada keluhan lainnya.

D. Riwayat Keluhan Utama dan Keluhan Tambahan


Pasien mengatakan nyeri kepala di bagian leher atas atau tengkuk ini timbul akibat ia
sering berada di depan komputer. Tuntutan pekerjaan mengharuskannya berada di depan
komputer kurang lebih selama 8 jam sehari sehingga leher bagian atasnya menjadi tegang
dan kaku. Pasien mengatakan nyeri tersebut timbul sejak seminggu yang lalu, namun
baru sempat datang ke JKMB untuk melakukan massage (pijat). Biasanya jika sesekali
nyeri atau tegang otot itu terjadi dan pasien tidak sempat melakukan massage, pasien
memilih untuk membaringkan tubuhnya dengan posisi terlentang dengan memastikan
posisi leher lurus, dan hanya menggunakan bantal yang rendah, keesokannya nyeri
tersebut sudah berkurang atau bisa juga dengan melakukan senam-senam ringan di rumah
agar otot-otot terutama bagian leher atas atau tengkuk bisa rileks.
Hari ini, Senin 16 Desember 2016 pukul 09.30 Wita pasien datang bersama temannya ke
JKMB Dinkes Provinsi Bali untuk melakukan perawatan massage sekaligus untuk
merilekskan tubuh dan penat yang dirasakan oleh pasien dan juga mengurangi nyeri atau
tegang otot di bagian leher atas atau tengkuk yang dialami oleh pasien yang dirasakan
kembali sejak seminggu yang lalu. Tekanan darah pasien saat di cek yaitu 90/60 mmHg
(tekanan darah pasien memang dalam rentang tekanan darah rendah). Pasien juga
mengatakan dulu sempat mengalami anemia sejak duduk di bangku kuliah, namun pasien
tidak pernah merasa terganggu. Hanya saja sejak sehabis melahirkan anak pertama
barulah pasien merasa mudah lelah dan lemas jika melakukan aktivitas yang terlalu berat
apalagi jika dalam kondisi menstruasi. Pasien mengatakan kadar HB nya tidak pernah di
atas 9 atau 10 g/dL. Walaupun demikian pasien tidak pernah memeriksakan dirinya ke
dokter atau rumah sakit, pasien hanya mengonsumsi obat sangobion sebagai penambah
darah dan imboost sebagai vitamin untuk menjaga staminanya.
Ini merupakan kali kedua pasien datang kesini. Sebelumnya pasien sudah pernah
datang kesini dan merasa puas akan pelayanan yang diberikan terapis di JKMB sehingga
pasien memutuskan untuk kembali lagi dan melakukan perawatan massage.

E. Riwayat Perawatan dan Pengobatan Sebelumnya (Konventional dan


Komplementer)
1. Konvensional
Pasien mengatakan tidak pernah memeriksakan diri ke dokter kecuali jika sedang
sakit. Pasien dulu ketika masih duduk di bangku kuliah pernah melakukan
pemeriksaan darah dan dari sanalah pasien mengetahui kalau dirinya memiliki
anemia. Namun pasien tidak pernah memeriksakan dirinya secara khusus ke
pelayanan kesehatan.
2. Komplementer
Pasien mengatakan sudah pernah mencoba pengobatan atau terapi komplementer
sebelumnya di JKMB seperti massage, namun pasien belum pernah mencoba
pengobatan akupuntur.
F. Riwayat Alergi
Pasien mengatakan tidak memiliki alergi terhadap makanan, minuman, maupun obat-
obatan
G. Data Masalah Pemenehunan Kebutuhan Dasar
1. Pola Nutrisi
Pasien mengatakan nafsu makannya baik. Pasien biasanya makan 3 x sehari dan
mampu menghabiskan 1 porsi makanannya. Pasien mengatakan biasanya minum 4-5
gelas perhari (1200cc-1500cc).
2. Pola Eliminasi
BAB :
Pasien mengatakan tidak ada masalah dalam melakukan BAB, biasanya pasien BAB
1x sehari pada pagi hari dengan konsistensi lembek dan berwarna kecoklatan
BAK :
Pasien mengatakan tidak ada kesulitan untuk BAK, biasanya pasien BAK sebanyak
5-6x sehari dengan kencing berwarna kuning
3. Pola Istirahat dan Tidur
Pasien mengatakan biasanya tidur pukul 21.00 wita atau 22.00 wita dan bangun di
pagi hari pukul 05.00 wita.

4. Pola Gerak dan Aktivitas


Pasien mengatakan mampu melakukan gerak dan aktivitas secara mandiri. Skor ADL
= 20 (mandiri)
ADL 0 1 2 3 4 KET

Makan dan minum 0 = Mandiri

Toileting
1 = Dengan alat bantu
Mobilisasi dari TT
2 = dibantu orang lain
Berpakaian

Berpindah 3 = dibantu orang lain dan alat

4= Tergantung total

5. Pola Kerja
Pasien mengatakan dia bekerja sebagai PNS di salah satu kantor yang ada di daerah
Renon, biasanya pasien mulai bekerja pukul 07.00 wita sudah ada di kantor dan
paling telat datang pukul 07.30 wita hingga sore hari pukul 16.00 Wita
6. Aman dan Nyaman
Pasien mengatakan sedikit terganggu dengan sakit yang tiba-tiba datang tetapi untung
saja itu tidak berpengaruh dengan aktivitas yang dilakukan oleh pasien.
P : Nyeri atau tegang otot di bagian leher atas atau tengkuk akibat posisi duduk dan
pekerjaan yang menuntut pasien untuk berada di depan komputer selama kurang
lebih 8 jam.
Q : Seperti tertekan dan berat
R : Leher bagian atas atau tengkuk dan tidak menjalar ke daerah lainnya
S : Skala 3 (0-10)
T : Menetap, tidak hilang timbul, sakit dirasakan dalam rentang waktu tidak
terbatas, timbul karena otot-otot tegang di bagian leher atas atau tengkuk akibat
posisi duduk dan penggunaan komputer yang berlebihan. Nyeri mereda jika leher
diistirahatkan dan dirilekskan.

7. Pola Kognitif
Pasien mengatakan sudah sedikit tahu mengenai penyakitnya karena pernah terjadi
sebelumnya dan beberapa temannya juga mempunyai penyakit yang sama dengan
pasien jadi pasien sering mendengar cerita dari teman-temannya, penanganan awal
yang biasa dilakukan oleh pasien adalah istirahat dengan posisi tubuh terlentang dan
melakukan senam-senam ringan di rumah.
H. Data Fokus Pemeriksaan
1. Vital Sign
Tekanan darah : 90/60 mmHg
Suhu : 360C
Nadi : 82 x/menit
Pernafasan : 16 x/menit
2. Kesadaran : Compos Mentis GCS : 15
Eye :4
Verbal :5
Motorik : 6
3. Keadaan umum : pasien tampak tenang walaupun terlihat sedikit pucat ataupun
lemas, namun pasien sempat memegang area nyeri di bagian lehernya ketika
menceritakan sakitnya.
Sakit/ nyeri : Ya
Skala nyeri :3
Nyeri di daerah : Kepala bagian leher atas atau tengkuk
Status gizi : Normal
BB : 60 kg, TB :165 cm, IMT : 22,05 (normal)
BB 60
IMT : 2
(TB) dalammeter = (1,65)2 m = 22,05 kg/m

Klasifikasi nilai IMT :

IMT Status Gizi Kategori

< 17.0 Gizi Kurang Sangat Kurus

17.0 - 18.5 Gizi Kurang Kurus

18.5 - 25.0 Gizi Baik Normal

25.0 - 27.0 Gizi Lebih Gemuk

> 27.0 Gizi Lebih Sangat Gemuk

Sikap : Tampak tenang


Personal hygiene : Bersih
Orientasi waktu/ tempat/ orang : Baik
4. Pemeriksaan Fokus Fisik Head To Toe
a Kepala
Bentuk : Mesochepale
Lesi/ luka : -
b Mata
Penglihatan : Normal
Sklera : Tidak ikterik
Konjungtiva : Anemis
Pupil : Isokor
Kelainan :-
c Leher
Pembesaran tyroid : Tidak
Lesi : Tidak
Nadi karotis : Teraba
Pembesaran limfoid : Tidak
d Abdomen
Peristaltik usus : Ada 9 x/menit
Kembung : Tidak ada
Nyeri tekan : Tidak ada
Ascites : Tidak ada
Lain-lain : Perkusi : Kuadran kanan atas : timpani
Kuadran kiri atas : timpani
Kuadran kanan bawah: timpani
Kuadran Kiri bawah : timpani
e Kulit
Turgor : Elastis
Laserasi : Tidak ada
Warnakulit : Sawo matang

f Ekstrimitas 555 555


Kekuatan otot : 555 555
ROM : Penuh
Hemiplegi/parese : Tidak
Akral : Hangat
CRT : <2 detik
Edema : Tidak ada
Lain-lain :-
I. Data Penunjang (Lab, X-Ray, MRI, Scan, USG)
Tidak terdapat data penunjang Lab, X-Ray, MRI, Scan maupun data USG
J. Data Pemeriksaan Komplementer
1. Nama Titik Yang Diterapi
a. Fengchi/Fung Ce (GB 20)
b. Jianjing/Cien Cing (GB 21)

c. Houxi/Hen Si (SI 3)

d. Xiaohai/Siao Hai (SI 8)


e. Jianzhen/ Cien Cen (SI 9)

f. Naoshu/ Nao Su (SI 10)

g. Tianzong/ Tien Cung (SI 11)


h. Bingfeng/ Ping Cung (SI 12)

i. Quyuan/ Ci Yen (SI 13)

j. Jianwaishu/ Cien Wai Su (SI 14)


k. Jianzhongshu/Cien Cung Su (SI 15)

l. Dadu/Ta Tu (SP 2)

m. Louzhenxue/ Lauzen (EX UE)


2. Lokasi Titik Yang Diterapi
a. GB 20
Lokasi : 1 cun di bawah tengkorak belakang, di samping urat leher atau 1 cun di
atas batas tumbuh rambut.
b. BG 21
Lokasi : Pada bahu lurus di bawah telinga, di antara dua otot atau pada
pertengahan antara tonjolan tulang leher (servikal 7) dan pangkal lengan atas.
c. SI 3
Lokasi : Di ujung lipat otot, sambungan ruas tulang kelingking di pinggir telapak
tangan.
d. SI 8
Lokasi : Sisi dalam siku, tepat tonjolan tulang.
e. SI 9
Lokasi : Terletak pada 1 cun di atas ujung lipat ketiak bagian belakang.
f. SI 10
Lokasi : 1 cun di atas Jianzhen (Cien Cen) atau SI 9, lekukan sudut ketiak
belakang tonjolan lengan.
g. SI 11
Lokasi : Di tengah-tengah tulang belikat (tulang scapula).
h. SI 12
Lokasi : Di atas tulang belikat, tengah atas benjolan.
i. SI 13
Lokasi : Ujung dalam belikat, 3 cun sisi Bingfeng (SI 12).
j. SI 14
Lokasi : 1 cun tepi sudut atas belikat dalam, 3 cun sejajar tulang punggung ke-
1.
k. SI 15
Lokasi : 2 cun dari Jianwaishu (SI 14) atau sisi tulang leher ke-7 (Cara cari tulang
leher 7, lihat SI 14 ).
l. SP 2
Lokasi : 3 cun dari ujung jari kelingking kaki.
m. EX UE
Lokasi : Pada tulang metacarpal kedua dan ketiga.

3. Fokus Titik Yang Diterapi


Pasien datang ke JKMB Dinkes Provinsi Bali bersama temannya dengan keluhan
mengalami nyeri atau tegang otot di bagian leher atas atau tengkuk, pasien datang
untuk melakukan massage tubuh, jadi fokus yang diambil adalah titik-titik yang
berada di daerah kepala dan area leher, yaitu : GB 20, GB 21.

II. ANALISA DATA DAN DIAGNOSA KEPERAWATAN


A. Analisa Data
N DATA STANDAR NORMAL MASALAH
O
1. DS : DS : Nyeri Akut
Pasien mengatakan sedikit terganggu Pasien tidak terganggu dengan nyeri
dengan sakit yang timbul tetapi yang dirasakan, nyeri leher yang
untung saja itu tidak berpengaruh dialami oleh pasien dapat berkurang
dengan aktivitas yang dilakukan oleh menjadi skala 1 dan kalau bisa
pasien. Pasien mengeluh nyeri atau sampai tidak merasakan sakit
tegang otot pada bagian leher atas kembali
atau tengkuk. DO :
P : Nyeri atau tegang otot di
Pasien tenang dan tidak meringis
bagian leher atas atau tengkuk akibat
atau menahan nyeri
posisi duduk dan pekerjaan yang
menuntut pasien untuk berada di
depan komputer selama kurang lebih
8 jam.
Q : Seperti tertekan dan berat
R : Leher bagian atas atau
tengkuk dan tidak menjalar ke
daerah lainnya
S : Skala 3 (0-10)
T : Menetap, tidak hilang
timbul, sakit dirasakan dalam
rentang waktu tidak terbatas, timbul
karena otot-otot tegang di bagian
leher atas atau tengkuk akibat posisi
duduk dan penggunaan komputer
yang berlebihan. Nyeri mereda jika
leher diistirahatkan dan dirilekskan.

DO :
Pasien tampak tenang dengan
penampilan yang bersih, ketika
menceritakan sakitnya pasien tampak
meringis dan memegang area sakit
yaitu di leher bagian atas atau
tengkuk.

B. Diagnosa Keperawatan
1 Nyeri akut berhubungan dengan agens cedera fisik : posisi duduk yang tidak benar,
paparan suhu rendah yang berlebihan, dan penggunaan komputer yang melebihi
batas wajar. Ditandai dengan pasien mengatakan sedikit terganggu dengan sakit yang
timbul tetapi untung saja itu tidak berpengaruh dengan aktivitas yang dilakukan oleh
pasien. Pasien mengeluh nyeri atau tegang otot di bagian leher atas atau tengkuk
akibat posisi duduk dan pekerjaan yang menuntut pasien untuk berada di depan
komputer selama kurang lebih 8 jam, nyeri terasa eperti tertekan dan berat, nyerinya
tidak menjalar. Skala nyeri 3 (0-10). Nyeri menetap, tidak hilang timbul, sakit
dirasakan dalam rentang waktu tidak terbatas, timbul karena otot-otot tegang di
bagian leher atas atau tengkuk akibat posisi duduk dan penggunaan komputer yang
berlebihan. Nyeri mereda jika leher diistirahatkan dan dirilekskan.

III. INTERVENSI KEPERAWATAN


N DIAGNOSA TUJUAN INTERVENSI RASIONAL
O
1. Nyeri akut Setelah diberikan NIC :
Paint Management
berhubungan asuhan keperawatan
1. 1. Untuk
dengan selama 1 x 30 menit Kaji tingkat nyeri yang mengetahui
peningkatan diharapkan nyeri dirasakan pasien tingkatan
intrakranial yang dirasakan oleh nyeri yang
ditandai dengan pasien dapat 2. dirasakan oleh
pasien berkurang dengan Latih teknik relaksasi napas pasien
2. Untuk
mengatakan kriteria hasil : dalam
NOC : Pain Level memberikan
sedikit terganggu
1. Mampu
ketenangan
dengan sakit yang
mengontrol nyeri
dan juga
tiba-tiba datang
(tahu penyebab
kenyamanan
tetapi untung saja
nyeri, mampu
kepada pasien
itu tidak
menggunakan 3. Lakukan teknik
dan
berpengaruh
tehnik akupresure pada area
memberikan
dengan aktivitas
nonfarmakologi leher, punggung, tangan,
rileks kepada
yang dilakukan
untuk dan kaki di titik point
pasien
oleh pasien.
mengurangi akupresure yaitu : 3. Untuk
Pasien mengeluh a. Fengchi/Fung Ce (GB
nyeri, mencari membantu
sakit kepala yang 20)
bantuan) meringankan
b. Jianjing/Cien Cing
dirasakan seperti 2. Mampu
kondisi pasien
(GB 21)
berputar-putar dan mengenali nyeri
c. Houxi/Hen Si (SI 3) tepat pada
sesekali (skala, intensitas, d. Xiaohai/Siao Hai (SI
sasarannya
merasakan seperti frekuensi dan 8)
e. Jianzhen/ Cien Cen (SI
tertusuk-tusuk, are tanda nyeri)
3. Menyatakan rasa 9)
yang dirasakan
f. Naoshu/ Nao Su (SI
nyaman setelah
sakit adalah
10)
nyeri berkurang
kepala sebelah g. Tianzong/ Tien Cung
kanan dan tidak (SI 11)
h. Bingfeng/ Ping Cung
menjalar ke
(SI 12)
daerah lainnya
i. Quyuan/ Ci Yen (SI
dengan skala yang
13)
dirasakan 3 (0-10) j. Jianwaishu/ Cien Wai
dengan hilang Su (SI 14)
timbul, sakit k. Jianzhongshu/Cien
dirasakan dalam Cung Su (SI 15)
l. Dadu/Ta Tu (SP 2)
rentang waktu 1-2
m. Louzhenxue/ Lauzen
menit, timbul
(EX UE)
secara mendadak.
dengan melakukan
Pasien tampak
Akupresur sesuai konsep
tenang dengan
yang adalah :
penampilan yang
1. Pemijatan pada setiap titik
bersih, tampang
yang dipilih, antara 40-60
memegang area
kali putaran atau tekanan
sakit yaitu bagian 2. Arah putaran, berlawanan
kepala depan dengan arah jarum jam
3. Tekanan pijatan mulai dari
sebelah kanan dan 4. Memberikan
sedang dan kuat
sedikit menahan pengetahuan
4. Jumlah titik yang dipilih
sakit kepada pasien
disesuaikan dengan
tentang nyeri
kebutuhan
Pemijatan dilakukan yang
berlawanan arah meridian dirasakan oleh
4.
pasien
Berikan HE tentang
pengertian, penyebab,
cara untuk mengurangi
nyeri dan apa yang harus
dilakukan ketika nyeri
datang kembali
IV. IMPLEMENTASI KEPERAWATAN

HARI,
N NO.
TGL, IMPLEMENTASI EVALUASI PARAF
O DX
WAKTU
1. Senin, 16 1.1 Mengkaji tingkat nyeri yang DS :
Desember dirasakan pasien pasien mengatakan sedikit
2016 terganggu dengan sakit yang
pukul timbul tetapi untung saja itu tidak
09.45 berpengaruh dengan aktivitas yang
Wita dilakukan oleh pasien. Pasien
mengeluh nyeri atau tegang otot di
bagian leher atas atau tengkuk
akibat posisi duduk dan pekerjaan
yang menuntut pasien untuk
berada di depan komputer selama
kurang lebih 8 jam, nyeri terasa
eperti tertekan dan berat, nyerinya
tidak menjalar. Skala nyeri 3 (0-
10). Nyeri menetap, tidak hilang
timbul, sakit dirasakan dalam
rentang waktu tidak terbatas,
timbul karena otot-otot tegang di
bagian leher atas atau tengkuk
akibat posisi duduk dan
penggunaan komputer yang
berlebihan. Nyeri mereda jika
leher diistirahatkan dan
dirilekskan.

DO :
Pasien tampak tenang dengan
penampilan yang bersih, ketika
menceritakan sakitnya pasien
tampak meringis dan memegang
area sakit yaitu di leher bagian atas
atau tengkuk.
2 Senin, 16 1.2 Melatih teknik relaksasi napas DS :
Desember dalam ketika pasien merasa Pasien mengatakan bahwa
2016 nyeri saat dilakukan akupresur biasanya pasien melakukan tarik
pukul nafas dan keluar nafas itu adalah
10.00 ketika pasien merasa penat dan
Wita saat sedang menahan emosi.
Pasien mengatakan tidak
mengetahui bahwa gerakan ini
juga bisa untuk membuat nyeri
berkurang. Pasien mengatakan
nyerinya berkurang ketika
dilakukan penekanan di titik yang
sakit.
DO :
Pasien tampak memperhatikan dan
bertanya-tanya apakah benar
melakukan nafas dalam ini akan
dapat mnegurangi nyeri yang
dirasakan oleh pasien.
3 Senin, 16 1.3 Melakukan massage DS :
Desember (menentukan akupoint, Pasien mengatakan sudah pernah
2016 melakukan akupresur) kepada mencoba pengobatan atau terapi
pukul pasien pada area leher, komplementer sebelumnya di
10.15 punggung, tangan, dan kaki di JKMB seperti massage, namun
Wita titik point akupresure GB 20, pasien belum pernah mencoba
GB 21, SI 3, SI 8, SI 9, SI 10, pengobatan akupuntur. Pasien
SI 11, SI 12, SI 13, SI 14, SI 15, datang kali ini untuk mendapatkan
SP 2, EX EU. perawatan massage khususnya
Pasien mengeluh nyeri atau pada area leher atas atau tengkuk
tegang otot sehingga termasuk karena terasa nyeri, tegang otot.
yang. Akupresur sesuai konsep Saat dilakukan penekanan pasien
yang adalah : tampak mengaduh karena nyerinya
1. Pemijatan pada setiap titik menjalar tetapi setelah melakukan
yang dipilih, antara 40-60 penekanan secara bertahap selama
kali putaran atau tekanan 40-60 kali putaran atau tekanan
2. Arah putaran, berlawanan
berlawanan arah jarum jam. Pasien
dengan arah jarum jam
mengatakan bahwa rasanya lebih
3. Tekanan pijatan mulai dari
enakan, lebih rileks, dan nyerinya
sedang dan kuat
4. Jumlah titik yang dipilih berkurang. Skala 1 (0-10)
disesuaikan dengan
kebutuhan DO :
5. Pemijatan dilakukan
Pasien tampak kooperatif dalam
berlawanan arah meridian
menerima tindakan yang diberikan
dan percaya dengan yang
memberikan tindakan kepada
pasien. Pasien tampak tenang,
nyaman, dan lebih rileks setelah
dilakukan massage dengan
akupresur.
5. Senin, 28 1.4 Memberikan HE tentang DS :
November pengertian, penyebab, cara Pasien mengatakan belum
2016 untuk mengurangi nyeri dan apa mengetahui pasti tentang nyeri tu
pukul yang harus dilakukan ketika apa, apa saja penyebab kenapa
11.00 Wita nyeri datang kembali. nyeri itu bisa muncul dan apa saja
HE : yang harus dilakukan saat nyeri itu
1. Pengertian nyeri datang. Selama ini pasien hanya
2. Penyebab nyeri
memijat area yang nyeri dan tidur
3. Cara mengurangi nyeri dan
yang harus dilakukan ketika yang banyak, tetapi pasien
nyeri datang kembali sekarang mengatakan sudah
(dengan mengistirahatkan mengetahui bahwa selain itu ada
tubuh yang nyeri dan cara lain untuk megurangi nyeri
melakukan senam-senam yaitu teknik relaksasi nafas dalam
atau gerakan-gerakan DO :
ringan agar tubuh bisa lebih Pasien tampak kooperatif dan
rileks sehingga otot-otot tampak memperhatikan penjelasan
tidak kaku) dari perawat.

V. EVALUASI KEPERAWATAN

NO TGL/JAM DIAGNOSA CATATAN PERKEMBANGAN KETERANGAN PARAF


1. Senin, 28 1. Nyeri akut S : Masalah teratasi
November berhubungan Pasien mengatakan setelah
2016 pukul dengan dilakukan penekanan (akupresur)
12.45 Wita agens cedera saat massage, nyeri pasien
fisik : posisi berkurang. Skala yang dirasakan 1
duduk yang (0-10). Pasien mengatakan bahwa
tidak benar biasanya pasien melakukan tarik
dan nafas dan keluar nafas itu adalah
penggunaan ketika pasien merasa penat dan
komputer saat sedang menahan emosi.
yang Pasien mengatakan tidak
melebihi mengetahui bahwa gerakan ini
batas wajar. juga bisa untuk membuat nyeri
Ditandai berkurang. Pasien mengatakan
dengan sudah pernah mencoba
pasien pengobatan atau terapi
mengatakan komplementer sebelumnya di
sedikit JKMB seperti massage, namun
terganggu pasien belum pernah mencoba
dengan sakit pengobatan akupuntur. Pasien
yang timbul datang kali ini untuk mendapatkan
tetapi perawatan massage khususnya
untung saja pada area leher atas atau tengkuk
itu tidak karena terasa nyeri, tegang otot.
berpengaruh Saat dilakukan penekanan pasien
dengan tampak mengaduh karena
aktivitas nyerinya menjalar tetapi setelah
yang melakukan penekanan secara
dilakukan bertahap selama 40-60 kali
oleh pasien. putaran atau tekanan berlawanan
Pasien arah jarum jam. Pasien
mengeluh mengatakan bahwa rasanya lebih
nyeri atau enakan, lebih rileks, dan nyerinya
tegang otot berkurang. Skala 1 (0-10). Pasien
di bagian mengatakan belum mengetahui
leher atas pasti tentang nyeri tu apa, apa saja
atau tengkuk penyebab kenapa nyeri itu bisa
akibat posisi muncul dan apa saja yang harus
duduk dan dilakukan saat nyeri itu datang.
pekerjaan Selama ini pasien hanya memijat
yang area yang nyeri dan tidur yang
menuntut banyak, tetapi pasien sekarang
pasien untuk mengatakan sudah mengetahui
berada di bahwa selain itu ada cara lain
depan untuk megurangi nyeri yaitu
komputer teknik relaksasi nafas dalam, dan
selama melakukan senam-senam atau
kurang lebih gerakan-gerakan ringan.
8 jam, nyeri
terasa eperti O :
tertekan dan Pasien tampak lebih segar dan
berat, rileks sekarang ini setelah
nyerinya dilakukan perawatan dan juga
tidak penekakan. Pasien juga sudah
menjalar. tidak terlihat lagi memegang area
Skala nyeri yang dirasakan sakit.
3 (0-10). A :
Nyeri Nyeri Akut
menetap, P:
tidak hilang Pertahankan kondisi pasien
timbul, sakit
dirasakan
dalam
rentang
waktu tidak
terbatas,
timbul
karena otot-
otot tegang
di bagian
leher atas
atau tengkuk
akibat posisi
duduk dan
penggunaan
komputer
yang
berlebihan.
Nyeri
mereda jika
leher
diistirahatka
n dan
dirilekskan.