Anda di halaman 1dari 21

Audit 2

1.1. Jelaskan Hubungan antara jasa audit, jasa atestasi, dan jasa asuransi,dan berilah
contohnya masing-masing.
Jawaban :
Jasa audit itu melaksanakan audit laporan keuangan, jasa asuransi yaitu jasa
professional independen yang bisa meningkatkan mutu informasi untuk kpentingan
para pengambil keputusan contoh: jasa penilaian resiko dan jasa penilaian kinerja ,
jasa atestasi yaitu CPA mengeluarkan komunikasi tertulis yang menyatakan suatu
kesimpulan tentang keandalan asersi tertulis yang menjadi tanggung jawab pihak lain
contoh: audit, pemeriksaan dan review.
1.2. Jelaskan apa yang dimaksud dengan menentukan tingkat kesesuaian antara informasi
dengan kriteria yang telah ditetapkan
Apa yang dimaksud dengan informasi dan apa yang dimaksud dengan kriteria
dalam audit atas laporan keuangan yang dilakukan oleh auditor independen
Jawaban :
Menentukan tingkat kesesuaian antara informasi dengan kriteria yang ditetapkan itu
maksudnya mencocokan apakah laporan kuangan yang disajikan itu sesuai dengan
aturan yang ada dalam hal ini PSAK SAS dan GAAS
Informasi yaitu hal hal yang mendukung pengauditan yang dilakukan oleh audit
independen seperti: informasi persediaan, informasi penyusutan, informasi kas.
Kriteria yaitu hal hal yang mengatur apakah laporan yang diauadit sesuai dengan
aturan dalam hal ini PSAK SAS atau GAAS
1.3. Apakah perbedaan dan persamaan antara audit laporan keuangan, audit kepatuhan,
dan audit operasional?
Jawaban :
Jenis Audit Sifat Asersi Kriteria yg Sifat laporan
Ditetapkan auditor
Laporan keuangan Data Laporan Prinsip2 akuntansi Pendapat atas
Keuangan yang berlaku kewajaran laporan
umum keuangan
Kepatuhan Klaim atau data Kebijakan Rigkasan temuan
berkenaan dengan manajemen, atau keyakinan
kepatuhan kepada hukum, peraturan, tentang derajat
kebijakan, atau persyaratan kepatuhan
perundangan, lain pihak ketiga
peraturan dan
sebagainya
Operasional Data operasional Menetapkan Efisiensi dan
atau kinerja tujuan, misalnya, efektivitas yang
yang dilakukan diamati;
oleh manajemen rekomendasi untuk
atau pihak yang peningkatan
berwenang
Persamaan : sama sama di audit oleh auditor
1.4. Sebutkan jenis-jenis auditor yang dikenal dalam masyarakat dan jelaskan perbedaan
tugas pokok antara masing masing jenis auditor tersebut !
Jawaban :
Jenis jenis auditor yang dikenal dalam masyarakat:
Auditor independen: Auditor yang mempunyai kantor akuntan sendiri, dan
bekerja sebagai auditor eksternal suatu perusahaan untuk memeriksa laporan
keuangan.
Auditor pemerintah : auditor yang di pekerjakan oleh pemerintah, seperti
BPK. Tugasnya mengaudit instansi dan pemerintah yang ada dalam naungan
pemerintah
Auditor Internal: yaitu auditor yang bekerja pada suatu perusahaan dan
melaksanakan audit intrnal pada perusahaan tempatnya bekerja. Tujuannya
untuk mengoreksi laporan keuangan perusahaan yang dia naungi sebelum
diaudit oleh auditor eksternal.
1.5. a) Apakah yang di maksud dengan kantor akuntan publik (kap) menurut U.U. No.5
tahun 2011 tentang akuntan publik ?

Jawab : Akuntan publik adalah akuntan yang telah memperoleh izin dari menteri
keuangan untuk memberikan jasa akuntan publik di indonesia,

b) Sebutkan bentuk badan usaha KAP yang di kenal menurut hukum di indonesia ?
Jawab : Perseorangan , persekutuan perdata , firma , atau bentuk usaha lain yang
sesuai dengan karakteristik profesi akuntan publik .

1.6. Sebutkan persyaratan untuk membuka kantor akuntan publik di indonesia menurut
pasal 18 peraturan menteri keuangan No.17 / PMK.01/2008?

Jawab :
1. Untuk mendapatkan izin usaha kap yang berbentuk badan usaha perseorangan
,pemimpin KAP mengajukan permohonan tertulis kepada sekertais jendral u.p kepala
pusat.
2. Untuk mendapatkan izin usaha KAP yang berbentuk badan usaha persekutuan
.pemimoin rekan KAP mengajukan permohonan tertuli kpd sekertaris jendral u.p
kepala pusat.

1.7. Apa yang di maksud dengan register akuntan dan sebutkan siapa yang berhak
untuk mendapatkan register akuntan menurut peraturan menteri keuangan R.I No.
25 /PMK .01/2014 ?

Jawab : register akuntan yaitu para akuntan anggota IAI yang mendapat gelar akuntan
profesional sehingga dapat membedakan akuntan publik yang berhimpun di bawah
IAPI .
1.8. a).apakah ujian sertifikasi akuntan publik (USAP ) Itu ?

Jawab :
Ujian sertifikasi akuntan publik yaitu akuntan yang mengajukan permohonan untuk
menjadi akuntan publik dan mengikuti persyaratan yaitu mengikuti ujian sertifikasi
akuntan publik.
b) Sebutkan mata ujian yang di ujikan dalam USAP dan badan atau organisasi apakah
penyelenggara USAP ?

Jawab :
1. akuntansi dan pelaoran keuangan ,
2. Auditing dan asurans ,
3. Akuntansi manajemen , manajemen keuangan , dan sistem informasi ,
4. Lingkungan bisnis ,hukum komersial , dan perpajakan .

1.9. Apakah perbedan antara USAP dengan ujian profesional akuntan yang
diselenggarakan oleh IAI ?

Jawab :
Kalau ujian profesional akuntan yaitu ujian yang di ikuti oleh S1 program study
akuntansi untuk mendapat gelar akuntan dan bisa menjadi seorang profesi akuntan.
Sedangkan Ujian sertifikasi akuntan publik yaitu ujian yang di ikuti oleh profesi
akuntan yang mengajukan permohonan untuk enkadi akuntan publik dengan cara
memenuhi persyaratan dan mengikuti ujian USAP .
1-10. a. Sebutkan enam elemen standar pengendalian mutu.
b. Mengapa KAP perlu memiliki system pengendalian mutu?
Jawaban
a. Enam elemen standar pengendalian mutu
1. Tanggung jawab kepemimpinan untuk mutu dalam KAP
2. Ketentuan etika yang relevan
3. Penerimaan dan berkelanjutan hubungan dengan klien serta penugasan
tertentu.
4. Sumber daya manusia
5. Pelaksanaan penugasan
6. Pemantauan
b. Sebagai upaya untuk menjaga mutu pekerjaan kantor akuntan publik
2-1. a. Bedakan dengan akuntansi dengan pengauditan
b. Asumsi-asumsi apakah yang mendasari audit dalam laporan keuangan?
Jawaban :
a. Akuntansi itu berlandaskan Standard an Kerangka Pelaporan Keuangan Tanggung
Jawab Manajemen, dimana dalam akuntansi itu pertama yang dilakukan adalah
menganalisis kejadian dan transaksi,mengukur dan mencatat data transaksi,
mengelompokkan dan meringkas data, menyusun laporan keuangan sesuai dengan
kerangka pelaporan keuangan yang berlaku sampai pada mendistribusikan laporan
keuangan dan laporan auditor kepada para pemegang saham dalam laporan
tahunan perusahaan. Sedangkan pengauditan itu berlandaskan pada Standar
Auditing Tanggung Jawab Auditor, dimana tanggung dalam pengauditan itu yang
pertama dilakukan adalah mendapatkan dan mengevaluasi bukti tentang laporan
keuangan, kemudian memeriksa bahwa laporan keuangan telah disusun sesuai
dengan kerangka pelaporan keuangan yang berlaku, menyatakan pendapat atau
opini dalam laporan auditor, menyerahkan laporan kepada klien kemudian
mendistribusikan laporan keuangan dan laporan auditor kepada para pemegang
saham dalam laporan tahunan perusahaan.

2-2. Sebutkan empat faktor yang menyebabkan timbulnya kebutuhan akan audit laporan keuangan

Jawaban :
1. informasi dibuat oleh pihak lain
2. bias dan motivasi pembuat informasi \
3. volume data
4. kerumitan transaksi

2-3. Sebutkan manfaat ekonomis yang dapat diperoleh dari suatu audit atas laporan keuangan.
Jawaban :
1. akses ke pasar modal
2. biaya modal menjadi lebih rendah
3. pencegah terjadinya kekeliruan dan kecurangan
4. perbaikan dalam pengendalian dan operasional.

2-4. Jelaskan keterbatasan suatu audit laporan keuangan


Jawaban :
1. Biaya yang terbatas
Adanya keterbatasan biaya membuat audit tidak dapat dilakukan pada seluruh transaksi.
Kondisi ini mendorong auditor untuk melakukan pengujian dengan menggunakan
materialitas sebagai batasan.
2. Waktu yang terbatas
Adanya keterbatasan waktu membuat audit tidak dapat dilakukan pada seluruh transaksi.
Sama seperti kondisi akibat adanya keterbatasan biaya, auditor juga terdorong untuk
melakukan pengujian dengan menggunakan materialitas sebagai batasan.
Selain dari keterbatasan audit, laporan keuangan juga mendapat keterbatasan yang berasal
dari proses akuntansi itu sendiri yaitu:
1. Adanya prinsip akuntansi alternative
Dengan adanya prinsip akuntansi alternatif, maka pengguna laporan keuangan harus waspada
terhadap efek dari penggunaan prinsip akuntansi alternatif.
2. Adanya estimasi akuntansi
Estimasi akuntansi merupakan sesuatu yang tidak pasti bahkan auditor pun tidak dapat
memastikannya. Oleh karena itu, pengguna laporan keuangan juga harus waspada terhadap
hal ini.
2-5. Sebutkan empat kelompok dalam organisasi klien yang biasanya berinteraksi dengan
auditor independen
Jawaban:
1. Manajemen
2. Pihak yang bertanggungjawab atas tata kelola
3. Audit Internal
4. Pemegang Saham

2-6. Disebut pendekatan apakah yang ditempuh auditor terhadap asersi-asersi yang dibuat
manajemen?
Jawaban:
Pendekatan compliance atau substantive test terhadap asersi asersi yang di buat manajemen
asersi eksplisit dan emplisit
2-7. a. Apakah komite audit itu, dan sebutkan komposisi komite audit yang ideal, dan
jelaskan pula mengapa semakin banyak perusahaan mimiliki komite audit
b. Apakah fungsi komite audit
Jawaban:
a. Komite Audit adalah komite yang dibentuk oleh dan bertanggung jawab kepada
Dewan Komisaris dalam membantu melaksanakan tugas dan fungsi Dewan Komisaris

Komposisi Komite Audit


-Keanggotaan Komite Audit terdiri dari sekurang-kurangnya 1 ( satu) orang ketua dan
2( dua) orang anggota
-ketua komite audit adalah salah seorang anggota komisaris independen perseroan
-anggota komite audit adalah tenaga ahli yang bukan merupakan pegawai perseroan dan
tidak mempunyai keterkaitan financial dengan perseroan

b. Fungsi komite audit yang secara langsung mempengaruhi auditor independen adalah :
Mencalonkan kantor akuntan publik untuk melaksanakan audit
Mendiskusikan lingkup audit dengan auditor
Mengundang auditor secara langsung untuk mengkomunikasikan masalah-
masalah besar yang dijumpai dalam pelaksanaan audit
Me-review leporan keuangan dan laporan auditor bersama auditor pada saat
penyelesaian penugasan.

2-8. Jelaskan bagaimana pekerjaan auditor internal klien bisa berpengaruh terhadap
pekerjaan auditor independen dan sebutkan faktor-faktor yang harus dipertimbangkan
dalam memanfaatkan pekerjaan auditor internal tersebut oleh auditor independen?
Jawaban :
Agar dapat melakukan tugasnya secara efektif , auditor internal harus independen
terhadap fungsi-fungsi ini dalam organisasi tempat ia bekerja di klien, namun demikian ia
tidak bisa independen terhadap perusahaannya karena ia adalah pegawai dari perusahaan
yang diaudit,Faktor-faktor yang harus dipertimbangkan dalam memanfaatkan pekerjaan
auditor internal tersebut oleh independen, yaitu:

1. Pentingnya laporan yang ditemukan,


2. Tingkat usaha dan besarnya biaya yang diperlukan untuk memperbaiki kondisi yang
ada.,
3. Resiko yang ada jika tindakan koreksi dilakukan jika ternyata hasilnya gagal.
4. Tingkat kesulitan pelaksanaan tindakan koreksi.
5. Jangka waktu yang diperlukan untuk melaksanakan tindakan koreksi

2-9. Jelaskan apa yang dimaksud dengan standar audit!


Jawaban :
Standar Audit adalah pedoman umum untuk membantu para auditor dalam memenuhi
tanggungjawab professional mereka dalam pengauditan laporan keuangan historis.
Standar tersebut mencakup pertimbangan kualitas professional antara lain: persyaratan
kompetensi dan independensi, pelaporan, dan bukti.

2-10. Badan atau organisasi apakah yang menetapkan standar audit di Indonesia?
Jawaban :

Badan atau organisasi yang menetapkan standar audit di Indonesia adalah Standar
Profesional Akuntan Publik
2-11. Siapakah yang menerbitkan International Standards on Auditing dan bagaimanakah
kedudukannya terhadap standar lokal di berbagai Negara?

Jawaban :

International Federation of Account menerbitkan Internasional Standar on


Auditingditerapkan dalam audit atas informasi keuangan historis.
Standar standarInternational Standards on Auditing tidak mengesampingkan
undang-undang atau peraturan lokal yang mengatur audit laporan keuangan historis atau
penugasan asurans atas informasi lain di suatu negara yang harus diikuti sesuai dengan
standar nasional Negara yang bersangkutan. Dalam situasi di undang-undang atau peraturan
lokal berbeda dari atau bertentangan dengan standar IAASB atas suatu subyek tertentu, suatu
penugasan yang dilakukan sesuai dengan undang-undang atau peraturan lokal tidak akan
secara otomatis sesuai dengan standar IAASB.
2.12. a. Sebutkan Sembilan bagian dari suatu laporan auditor bentuk baku(laporan dengan
opini wajar tanpa pengecualian

Jawaban :

1. Judul laporan, 2. Pihak yang dituju, 3. Paragraph pendahuluan,4. Tanggung


jawab manajemen atas laporan keuangan, 5. Tanggungjawab auditor, 6. Opini
auditor, 7. tanggungjawab pelaporan lainnya, 8. Tanda tangan auditor, 9.
Tanggal laporan audit.

b. Apakah arti penting tanggal pada suatu laporan auditor?

Jawaban:

Tanggal laporan audit menginformasikan kepada pengguna laporan audit bahwa


auditor telah mempertimbangkan pengaruh peristiwa dan transaksi yang disadari
oleh auditor dan yang terjadi sampai dengan tanggal tersebut

2-13. Sebutkan kondisi-kondisi yang harus dipenuhi agar auditor dapat menerbitkan
laporan dengan opini wajar tanpa pengecualian

Jawaban :

a. ruang lingkup audit di batasi (pembatasan ruang lingkup)


b. laporan keuangan tidak sesuai dengan prinsip-prinsip Akuntansi yang berlaku
umum( penyimpangan GAAP).
c. Auditor tidak independent
Tiga jenis utama laporan audit yang di terbitkan sesuai kondisi tersebut opini wajar
dengan pengecualian (qualified opinion), opini tidak wajar (adverse opinion), serta
menolak memberikan pendapatan(disclaimer of opinion)
2.14. Sebutkan dua kondisi yang dpat menyebabkan auditor harus memodifikasi
opini dalam laporan auditnya

Jawaban :

a. auditor menyimpulkan bahwa, berdasarkan bukti audit yang diperoleh , laporan


keuangan secara keseluruhan tidak bebas dari kesalahan penyajian material, atau
b. auditor tidak dapat memperoleh bukti audit yang cukup dan tepat buntuk
menyimpulkan bahwa laporan keuangan secara keseluruhan bebas dari kesalahan
material

2.15. Sebutkan tipe-tipe modifikasi terhadap opini auditor dan jelaskan faktor-faktor apa
yang menyebabkan auditor memberikan masing-masing opini tersebut

Jawaban :

a. Opini wajar dengan Pengecualian, laporan keuangan menyajikan secara wajar,


dalam semua hal yang material, posisi keuangan, hasil usaha, perubaha ekuitas,
dan arus kas yang berlaku umum di indonesia
b. Opini tidak wajar, laporan keuangan menyajikan secara tidak wajar keuangan ,
hasil usaha, perubahan ekuitas, dan arus kas sesuai dengan prinsip akuntansi yang
berlaku umum di indonesia
c. Opini tidak menyatakan pendapatan. Suatu pernyataan tidak memberikan
pendapat menyatakan bahwa auditor tidak menyatakan pendapat atas laporan
keuangan

2-16.

Jawaban :

a. wajar tanpa pengecualian

auditor harus menyatakan wajar tanpa pengecualian jika laporan keuangan disajikan
secara wajar, dalam semua hal yangn material, posisi keuangan , hasil usaha,
perubahan ekuitas dan arus kas telah sesuai dengan prinsip akuntansi berlaku umum

b. wajar dengan pengecualian

auditor harus menyatakan opini wajar dengan pengecualian ketika:

auditor, setelah memperoleh bukti audit yang cukup dan tepat, menyimpulkan
bahwa kesalahan penyajian, baik secara individual maupun secara agregasi, adalaha
material, tetapi tidak pervatif terhadap laporan; atau

auditor tidak dapat memperoleh bukti audit yang cukup dan tepat yang
mendasari opini, tetapi auditor menyimpulkan bahwa pengaruh kesalahan penyajian
yang tidak terdeteksi yang mungkin timbul terhadap laporan keuangan, jika ada, dapat
menjadi material , tetapi tidak pervasive.

c. Tidak wajar
Auditor harus menyatakan suatu opini tidak wajar ketika auditor, setelah memperoleh
bukti audit yang cukup dan tepat, menyimpulkan bahwa kesalahan penyajian, baik
secara individual maupun secara agregasi adalah material dan pervasive terhadap
laporan keuangan.

d. Tidak Memberi Opini

Auditor harus tidak menyatakan pendapat ketika auditor tidak dapat memperoleh
bukti audit yang cukup tepat yang mendasari opini dan auditor menyimpulkan bahwa
pengaruh kesalahan penyajian material yang tidak dapat terdeteksi yang mungkin
timbul terhadap laporan keuangan yang ada dapat bersifat material dan pervasive.

Auditor harus tidak menyatakan pendapat ketika dalam kondisi yang sangat jarang
melibatkan banyak ketidakpastian, auditor menympulkan bahwa meskipun telah
memperoleh bukti audit yang cukup dan tepat tentang setiap ketidakpastian tersebut
adalah tidak mungkin untuk merumuskan suatu opini atas laporan keuangan karena
interaksi yang potensial dari ketidakpastian tersebut dan pengaruh kumulatif
ketidakpastian tersebut yang mungkin timbul terhadap laporan keuangan

3-1. Jelaskan bagaimana etika umum memberi pedoman pada perilaku manusia?
Jawaban :
Seringkali manusia dihadapkan pada keharusannya memilih hal-hal yang akan
mendatangkan kebaikan untuk dirinya sendiri maupun bagi pihak lainnya.

3-2. Apakah perbedaan antara pemikiran menurut kelompok ethical absolutist dan ethical
relativist?
Jawaban :
Menurut kelompok ethical absolutist, ada prinsip universal yang diterapkan pada
setiap orang yang tidak berubah sepanjang masa. Sedangkan kelompok ethical
relativist mengungkapkan bahwa pertimbangan etis ditentukan oleh perubahan
kebiasaan dan tradisi yang berlaku dalam masyarakat di mana mereka hidup.

3-3. Sebutkan enam langkah dalam kerangka umum untuk pengambilan keputusan etika.
Jawaban :
Enam langkah dalam kerangka umum untuk pengambilan keputusan etika, yaitu:
1. Dapatkan fakta-fakta yang relevan untuk pengambilan keputusan.
2. Identifikasi masalah etika yang terkait dari fakta-fakta tersebut.
3. Tentukan siapa yang terpengaruh oleh keputusan tersebut dan bagaimana
pengaruhnya.
4. Identifikasi alternatif-alternatif pengambil keputusan
5. Identifikasi konsekuensi dari setiap alternative
6. Tetap pilihan etika.

3-4. a. Apakah tujuan etika profesional?


Jawaban :
Etika profesional mencakup prinsip perilaku untuk orang-orang profesional yang
dirancang baik untuk tujuan paraktis maupun tujuan idealistis.
b. Jelaskan proses penetapan etika profesional.
Jawaban :
Etika profesional ditetapkan oleh organisasi profesi bagi para anggotanya yang
secara sukarela menerima prinsip perilaku profesional lebih keras daripada yang
diminta oleh undang-undang.

3-5. Jelaskan pendekatan yang dilakukan Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI) dalam
perumusan etika profesional?
Jawaban :
IAPI mengacu pada Code of Ethics for Professional Accountants yang diterbitkan
oleh The International Ethic Standard Board fo Accountants (IESBA-IFAC) Edisi
tahun 2008.
3-6. a. Sebutkan dua bagian dalam Kode Etik Profesional Ikatan Akuntan Publik
Indonesia.
Jawaban :
Bagian A: menetapkan prinsip dasar etika profesi dan memberikan kerangka
konseptual untuk untuk penerapan prinsip tersebut.
Bagian B: memberikan ilustrasi mengenai penerapan kerangka konseptual tersebut
pada situasi tertentu.
b. Manakah dari kedua bagian tersebut yang bias dipaksakan? Jelaskan!
Jawaban :
Kode etik bagian A menetapkan prinsip dasar etika profesi dan memberikan kerangka
konseptual untuk penerapan prinsip tertentu sehingga wajib diikuti oleh setiap
akuntan.
3-7. a. Apakah arti penting Prinsip Dasar Etika dalam Kode Etik Profesional IAPI?
Jawaban :
Prinsip dasar dan aturan etika profesi harus diterapkan oleh setiap individu dalam
kantor akuntan public (KAP atau Jaringan KAP), baik yang merupakan anggota IAPI
maupun yang bukan anggota IAPI, yang memberikan jasa profesional yang meliputi
jasa asurans dan jasa selain asurans seperti yang tercantum dalam standar profesi dank
ode etik profesi.
b. Sebutkan isi pokok lima prinsip dasar etika dalam Kode Etik Profesional IAPI!
Jawaban :
1. Integritas
2. Objektivitas
3. Kompetensi dan Kehati-hatian Profesional
4. Kerahasiaan
5. Perilaku Profesional

3-8. Setiap praktisi wajib mematuhi dan menerapkan seluruh prinsip dasar dan aturan etika
profesi yang diatur dalam Kode Etik, kecuali bila prinsip dasar dan aturan etika
profesi yang diatur oleh perundang-undangan, ketentuan hukum, atau peraturan
lainnya yang berlaku ternyata berbeda dari Kode Etik. Jelaskan arti pengecualian
tersebut!
Jawaban :
Dalam kondisi tersebut, seluruh prinsip dasar dan aturan etika profesi yang diatur
dalam perundang-undangan, ketentuan hukum, atau peraturan lainnya yang berlaku
tersebut wajib dipatuhi, selain tetap mematuhi prinsip dasar dan aturan etika profesi
lainnya yang diatur dalam Kode Etik.
3-9. Kode etik mengharuskan Praktisi selalu menerapkan Kerangka Konseptual untuk
mengidentifikasi ancaman (threat) terhadap kepatuhan pada prinsip dasar serta
menerapkan pencegahan (safeguard). Jelaskan hubungan antara signifikansi ancaman
dengan pencegahan yang harus dilakukan.
Jawaban :
Jika ancaman tersebut merupakan ancaman selain ancaman yang secara jelas tidak
signifikan (suatu hal yang tidak penting dan tidak mempunyai dampak), maka
pencegahan (safeguards) yang tepat harus dipertimbangkan dan diterapkan untuk
menghilangkan ancaman tersebut dan menguranginya ke tingkat yang dapat diterima,
sehingga kepatuhan terhadap prinsip dasar etika profesi tetap terjaga.
3-10. Sebutkan lima jenis ancaman terhadap prinsip dasar sebagaimana dimaksud dalam
Kode Etik Profesional Akuntan Publik.
Jawaban :
1. Ancaman Kepentingan Pribadi
2. Ancaman Telaah Pribadi
3. Ancaman Advokasi
4. Ancaman Kedekatan
5. Ancaman Intimadasi

3-11. Sebutkan dua klasifikasi pencegahan yang dapat menghilangkan ancaman


sebagaimana dimaksud dalam pertanyaan 3.10 di atas, atau menguranginya ke tingkat
yang dapat diterima.
Jawaban :
a) Pencegahan yang dibuat oleh profesi, perundang-undangan, atau
peraturan;
b) Pencegahan dalam lingkungan kerja.

3-12. Apa yang harus dilakukan oleh Praktisi, apabila masalah etika profesi yang signifikan
tidak dapat diselesaikan. Berikan contohnya!
Jawaban :
Jika maslaah etika profesi yang signifikan tidak dapat diselesaikan, maka praktisi
dapat meminta nasihat profesional dari organisasi profesi yang relevan atau penasihat
hukum untuk memperoleh pedoman mengenai penyelesaian masalah etika profesi
yang terjadi tanpa melanggar prinsip kerahasiaan.
Sebagai contoh, ketika menemukan kecurangan (fraud), Praktisi harus
mempertimbangkan untuk memperoleh nasihat hukum dalam menentukan ada tidaknya
keharusan untuk melaporkan tanpa melanggar prinsip kerahasiaan.
3-13. Jelaskan apa yang harus dilakukan oleh Praktisi, apabila setelah mendalami semua
kemungkinan yang relevan, masalah etika profesi tetap tidak dapat diselesaikan!
Jawaban :
Apabila setelah mendalami semua kemungkinan yang relevan, masalah etika profesi
tetap tidak dapat diselesaikan, maka Praktisi harus menolak untuk dikaitkan dengan
hal yang menimbulkan masalah etika profesi tersebut.
3-14. Sebutkan sepuluh seksi dalam Bagian B Kode Etik.
Jawaban :
1. Seksi 200 Ancaman dan Pencegahan
2. Seksi 210 Penunjukan Praktisi, KAP, atau Jaringan KAP
3. Seksi 220 Benturan Kepentingan
4. Seksi 230 Pendapat Kedua
5. Seksi 240 Imbalan Jasa Profesional dan Bentuk Remunerasi
6. Seksi 250 Pemasaran Jasa Profesional
7. Seksi 260 Penerimaan Hadiah atau Bentuk Keramah-Tamahan
8. Seksi 270 Penyimpanan Aset Milik Klien
9. Seksi 280 Objektivitas Semua Jasa Profesional
10. Seksi 290 Independensi dalam Perikatan Assurance

3-15. Paragraf 290.100 sampai dengan 290.214 dalam Bagian B Kode Etik memberikan
ilustrasi ancaman-ancaman terhadap independensi dalam perikatan asurans dan
pencegahannya. Sebutkan Sembilan situasi yang dapat menimbulkan ancaman
terhadap independensi yang diilustrasikan dalam paragraph-paragraf di atas!
Jawaban :
1. Kepentingan Keuangan
2. Pinjaman dan penjaminan yang diberikan oleh klien assurance, serta
simpanan yang ditempatkan pada klien assurance
3. Hubungan bisnis yang dekat dengan klien assurance
4. Hubungan keluarga dan hubungan pribadi dengan klien assurance
5. Personil KAP yang bergabung dengak klien assurance
6. Personil klien assurance yang bergabung dengan KAP
7. Rangkap jabatan personil KAP sebagai direktur atau pejabat klien
assurance
8. Keterkaitan yang cukup lama antara personil senior KAP denga klien
assurance
9. Imbalan jasa profesional.

4-1. Sebutkan tujuan pengauditan atas laporan keuangan . secara umum , bagaimana
auditor bisa mencapai tujuan tsb ?

Jawaban :

1. Memahami tujuan dan tanggung jawab suatu audit , 2. Membagi laporan keuangan
menjadi siklus siklus , 3. Memahami asersi asersi manejeman tentang laporan
keuanagan , 4. Meamhami tujuan umum audit untuk golongan - golongan
taransaksi , akun akun dan pengungkapannya , 5. Memahami tujuan khusus
( spesifik ) audot untuk kelompok golongan transaksi , akun akun dan
pengungkapanya .

4-2. Bedakan tanggung jawab manajemen dan tanggung jawab audoitor atas laporan
keuangan yang diaudit ?

Jawaban :

Tanggung jawab manajemen yaitu kegiatan dalam perusahaan dalam mengoperasikan


bisnis sehari hari , mereka mengetahui lebih banyak tentang transaksi transaksi
perusahan , serta aset , kewajiban sertas ekuitas terkait. Sedangaka

Tanggung jawab auditor yaitu kegiatan untuk memerikasa dan pengendalian internal
laporan keungan perusahaan selama audit berlangsung .

4-3. Apakah perbedaan antara kesalahan error dan kecurangan (fraud ) dan apakah
tanggung jawab auditor untuk ,menemukan masing masing hal tersebut ?
Jawaban :

Kesalahan dalah salah saji dalam pelaporan keuangan yang tidak disengaja .
sedangkan kecurangan adalah salah saji yang di sengaja .

4-4. Jelaskan perbedaan antara pelaporan keuangan yang mengandung kecurangan dengan
penyalahgunaan asset. Uraikan perbedaan antara kedua tipe kecurangan tersebut atas
penyajian wajar dalam laporan keuangan ?

Jawaban :

Pelaporan keuangan yang mengandung kecurangan adalah berbagai prosedur yang


dilakukan untuk memeriksa apakah suatu laporan keuangan perusahaan terindikasi telah
terjadi suatu bentuk kecurangan/fraud yang dilakukan secara sengaja oleh pihak-pihak
tertentu sehingga menimbulkan salah saji yang material sehingga bias menipu para pengguna
laporan keuangan. Sedangkan penyalahgunaan asset adalah sebuah bentuk kecurangan atas
hilangnya assets suatu entitas yang biasanya terkait dengan pencurian yang dilakukan oleh
oknum-oknum tertentu seperti pegawai dan pihak-pihak internal di perusahaan.

4-5. Jelaskan tanggung jawab kreditor untuk mempertimbangkan kepatuhan terhadap


hukum dan perundang-udangan. Apakah perbedaan antara tanggung jawab auditor atas
hukum dan perundang-udangan yang berpengaruh langsung terhadap laporan keuangan bila
dibandingkan dengan hukum dan perundang-undangan yang tidak berpengaruh langsung
terhadap laporan keuangan ?

Jawaban:

Auditor biasanya mempertimbangkan hukum dan peraturan perundang-undangan yang


dipahaminya sebagai hal yang memiliki pengaruh langsung dan material dalam penentuan
jumlah-jumlah yang disajikan dalam laporan keuangan . perbedaan antara tanggung jawab
auditor terhadap hukum dan perundang-undangan yang berpengaruh langsung terhadap
laporan keuangan bila dibandingkan dengan yang tidak berpengaruh langsung terhadap
laporan keuangan adalah dalam hukum dan perundang-undangan yang berpengaruh langsung
terhadap laporan keuangan, auditor bertanggung jawab dalam mendeteksi dan melaporkan
salah saji akibat adanya unsur pelanggaran hukum yang berdampak langsung terhadap
jumlah-jumlah yang disajikan dalam laporan keuangan yang sama dengan tanggung jawab
auditor untuk mendeteksi adanya salah saji yang disebabkan oleh adanya kekeliruan atau
kecurangan.

4-6. Apakah tanggung jawab auditor apabila diidentifikasi atau diduga terjadi
ketidakpatuhan terhadap hukum atau perundang-undangan oleh klien ?

Jawaban :
Jika auditor mengetahui akan terjadi kemungkinan unsur tindakan pelanggaran hokum, maka
ia harus berusaha memperoleh informasi tentang sifat pelanggaran, kondisi terjadinya
pelanggaran, dan infromasi lain yang cukup mengevaluasi dampak unsure pelanggaran
terhadap laporan keuangan. Jika dimungkinan auditor harus memperoleh keterangan dari
tingkat manajemen yang lebih tinggi daripada tingkat manajemen pelaku unsure tindakan
pelanggaran hukum, jika tidak berhasil maka auditor harus :

Melakukan konsultasi dengan penasehat hokum klien atau ahli lain tentang penerapan
hokum dan peraturan relevan dengan kondisi yang dihadapi sekaligus mengantisipasi
dampaknya terhadap laporan keuangan. Pertemuan konsultasi dengan penasihat
hokum klien harus dengan sepengatahuan dan persetujuan klien.
Menerapkan prosedur tambahan untuk mengatahu lebih baik tentang sifat
pelanggaran.

4-7. Jelaskan yang dimaksud dengan pendekatan siklus dalam pengauditan? Apakah
keuntungan akibat memecah audit menjadi siklus-siklus yang berbeda?

Jawaban :

Pendekatan siklus adalah mengelompokan audit dengan tetap menjaga jenis atau kelompok
transaksi dan saldo akun yang terkait erta ke dalam satu kelompok yang sama. Dengan
adanya pembagian kedalam siklus yang berbeda makan akan memudahkan pengelolaan audit,
memudahkan dalam mengumpulkan bukti dan memudahkan dalam pembagian kerja.

4-8. Tunjukan dengan siklus manakah masing masing akun buku besar berikut
berkaitan:Penjualan,utang usaha,laba ditahan,piutang usaha,Persediaan, dan reparasi dan
pemeliharaan. ?
(Jawaban di bawah)

Jawaban :
GAMBAR 1.1:HUBUNGAN ANTAR SIKLUS

KAS

SIKLUS PEROLEHAN
MODAL DAN SIKLUS
PEMGAMBILANYA SIKLUS
PEMBELIAN PENGAJIAN
DAN DAN
PEMBAYARAN PERSONALIA

SIKLUS
PENJUALAN DAN
PEMGUMPULAN
PIUTANG

SIKLUS PERSEDIAAN DAN


PERGUDANGAN(PEMELIHARAAN DAN
REPARASI)

Keterangan:
Gambar 1.1 diatas melukiskan hubungan antara kelima siklus di atas dalam
menghasilkan kas.Perhatika bahwa siklus-siklus tidak memiliki awal dan akhir kecuali
pada saat awal perusahaan didirikan dan ketika perusahaan dibubarkan.Perusahaan
memulai aktivitasnya dengan mencari modal,biasanya dalam bentuk kas.Dalam
perusahaan manufaktur kas digunakan untuk membeli bahan baku,asset tetap
( misalnya,tanah,gedung,mesin-mesin, dan sebagainya,dan barang-barang serta jasa siklus
ini akaun mempengaruhi salah satu akun buku besar yaitu utang usaha apabilah aset-aset
tersebut tidak beli secara tunai ( kredit) .Kas yang digunakan yang digunakan untuk
mendapatkan tenaga kerja dengan tujuan yang sama ( silklus pengajian dan
personalia).Pembelian dan pengeluaran kas cukup berbeda,sehingga pengajian dan
personalia mempunyai kesamaan,tetapi fungsinya dijadikan siklus tesendiri.Hasil
pengabungan keduan siklus ini adalah persediaan ( siklus persediaan dan pergudangan)
dan siklus ini kembali memunculkan siklus lain yang berkaitan dengan pemeliharaan dan
reparasi yang bertujuan untuk memelihara mesin mesin,peralatan maupun bangunan
pergudangan.Tahap selanjutnya adalah penjualan persediaan yang menimbulkan tagihan
serta penerimaan kas ( siklus penjualan dan pengumpulan piutang) kas yang dihasilkan
selanjutnya akan dijadikan Laba ditahan,dan kemudian akan digunakan untuk
pembayaran dividen.Dalam perusahaan jasa,siklus-siklus juga saling berhubungan satu
sama lain sama halnya dengan perusahaan manufaktur,walupun tidak memiliki
persediaan.
4-9. Mengapa penjualan , retur penjualan , kerugian piutang , potongan tunaipenjualan , dan
cadangan kerugian piutang dikelompokkan kedalam siklus yang sama ?

Jawaban :

Karena kelima golongan transaksi tersebut menyebabkan akun piutang uasaha


bertambah atau berkurang. Sehingga kelima golongan transaksi tersebut ditempatkan
pada siklus penjualan dan pendapatan.
4-10. Rumuskan apa yang di maksud dengan asersi manajemen tentang laporan keuangan.
Sebutkan tiga kategori asersi manjemen ?

Jawaban :

Asersi manajemen adalah peryatan yang di buat oleh manajemen secara eksplisit atau
implisit tentang golongan transaksi dan saldo akun yang bersangkutan serta
pengungkapan dalam laporan keuangan .
Tiga kategori asersi manajemen :
1. Asersi asersi tentang golongan transaksi dan kejadian ntuk periode yang diaudit .
2. Asersi asersi tetang saldo akunn pada akhir periode
3. Asersi asersi tentang penyajian dan pengungkapan

4.11. Bedakan tujuan umum audit dengan asersi manajemen . mengapa tujuan umum audit
lebih bermanfaat bagi auditor ?

Jawaban :

Tujuan umum audit yaitu pengujian atas transakasi transaksi yang membentuk
saldo saldo akhir akun , pengujian audit atas saldo atas saldo akhir akun , pengujian atas
pengungkapan saldo akhir dalam laporan keuangan . sedangakan asersi manajemen adalah
pernyataan yang dibuat manajemen secara eksplisit atau implisit tentang golongan transaksi
dan saldo akun yang bersangkutan serta pengungkapan dalam laporan keuangan.

4.12 Pengeluaran untuk reparasi yang dilakukan oleh sebuah perusahaan konstruksi dicatat
pada tanggal yang salah. Tujuan audit golongan transaksi manakah yang telah
dilanggar? Tujuan audit golongan transaksi manakah yang dilanggar, apabila
pengeluaran tersebut dikapitalisasi sebagai aset tetap, bukan sebagai beban?
Jawaban :
Pengeluaran untuk repatasi yang dilakukan oleh sebuah perusahaan konstruksi dicatat
pada tanggal yang salah itu melanggar tujuan audit golongan transaksi bagian
ketepatan waktu. Tujuan audit ini berhubungan dengan apakah transaksi telah
dibukukan pada tanggal yang tepat.
Jika pengeluaran dikapitalisasi sebagai aset tetap, bukan beban maka tujuan audit
golongan transaksi yang dilanggar ialah bagian penggolongan. Tujuan ini
berhubungan dengan apakah transaksi telah dibukukan dalam akun yang tepat.

4.13 Bedakan tujuan audit saldo keberadaan dan kelengkapan. Tunjukkan pengaruhnya
terhadap laporan keuangan (lebih saji atau kurang saji) pelanggaran kedua hal tersebut
dalam pengauditan piutang usaha.
Jawaban :
Audit saldo keberadaan atau keterjadian (existence or occurrence) ialah Asersi
tentang keberadaan atau keterjadian berhubungan dengan apakah aktiva atau
utang entitas ada pada tanggal tertentu dan apakah transaksi yang dicatat telah
terjadi selama periode tertentu. Sebagai contoh, manajemen membuat asersi
bahwa sediaan produk jadi yang tercantum dalam neraca adalah tersedia untuk
dijual. Sedangkan audit saldo kelengkapan (completencess) adalah Asersi tentang
kelengkapan berhubungan dengan apakah semua transaksi dan akun yang
seharusnya disajikan dalam laporan keuangan telah dicantumkan di dalamnya.
Sebagai contoh, manajemen membuat asersi bahwa seluruh pembelian barang dan
jasa dicatat dan dicantumkan dalam laporan keuangan. Demikian pula,
manajemen membuat asersi bahwa utang usaha di neraca telah mencakup semua
kewajiban entitas.
A. Keberadaan atau keterjadian piutang usaha atau keterjadiannya (existence or
occurrence) Asersi tentang keberadaan atau terjadinya berhubungan dengan
apakah aktiva atauutang perusahaan benarbenar ada pada tanggal neraca dan
transaksitransaksi yang tercatat telah benarbenar terjadi selama periode
tertentu. Keberadaan (eksistensi( suatu aktiva tidak hanya dilihat dari ujung
fisiknya saja seperti kas, persediaan, dan aktiva tetap, namum ada pula yang
tidak aja ujud fisiknya, misalnya piutang dan utang usaha. Sehubungan dengan
saldo piutang diatas , manajemen hanya menyatakan bahwa piutang yang
terdiri dana piutang usaha, benar benar ada pada tanggal neraca. Manajemen
tidak menyatakan bahwaRp10.000.000, adalah jumlah yang benar.
B. Kelengkapan piutang usaha Asersi tentang kelengkapan berhubungan dengan
apakah semua transaksi dan akun yang seharusnya disajikan dalam laporan
keuangan telah dicantumkan di dalamnya. Sebagai contoh, manajemen
membuat asersi bahwa seluruh pembelian barang dan jasa dicatat dan
dicantumkan dalam laporan keuangan. Demikian pula, manajemen membuat
asersi bahwa utang usaha di neraca telah mencakup semua kewajiban entitas.

4.14 Apa yang dimaksud dengan tujuan khusus audit? Jelaskan hubungannya dengan
tujuan umum audit!
Jawaban :
Tujuan khusus audit adalah untuk mendapatkan bukti sebagai pendukung pendapat
atas laporang keuangan, dan merumuskan tujuan-tujuan khusus audit untuk setiap
rekening dalam laporan keuangan.
Keterkatitan antara tujuan khusus audit dengan tujuan umum audit adalah Sesudah
tujuan audit umum ditentukan, maka tujuan audit khusus yang berkaitan dengan
transaksi untuk setiap kelas transaksi yang material dapat dikembangkan. Setidaknya
1 tujuan audit khusus yang berkaitan dengan transaksi harus disertakan pada setiap
tujuan audit umum yang berkaitan dengan transaksi, kecuali auditor yakin bahwa
tujuan audit umum yang berkaitan dengan transaksi tidak relevan atau tidak penting
dalam situasi tersebut.
Terdapat hubungan 1 untuk 1 antara Asersi Manajemen tentang Kelas Transaksi dan
Peristiwa dengan Tujuan Audit, kecuali untuk Asersi keakuratan. Asersi keakuratan
mempunyai 2 tujuan karena harus menyediakan bagi auditor pedoman untuk mengujii
keakuratan transaksi.

4.15 Tunjukkan asersi manajemen dan tujuan umum audit untuk tujuan khusus audit saldo:
Semua asset tetap terbukukan sungguh-sungguh ada pada tanggal neraca.
Jawaban :
Asersi Mengenai Saldo Akun: Keberadaan (existence)yaituasersi keberadaan terkait
dengan apakah aset,liabilitas dan ekuitas yang dimasukkan dalam neraca memang
benar-benar ada di tanggal neraca tersebut.

TUJUAN AUDIT YANG BERKAITAN DENGAN SALDO


Tujuan audit ini serupa dengan tujuan audit yang berkaitan dengan transaksi.
Tujuan audit ini diterapkan pada saldo akun (seperti piutang usaha dan persediaan)
dan hampir selalu diterapkan pada saldo akhir dalam akun-akun neraca. Beberapa
tujuan audit yang diterapkan pada akun-akun laporan laba rugi tertentu bisanya
melibatkan transaksi non rutin dan beban yang tidak dapat dikreditkan (seperti
beban hukum atau perbaikan dan pemeliharaan). Akun-akun laporan laba rugi
lainnya berkaitan erat dengan akun-akun neraca dan diuji secara serentak (seperti
beban penyusutan dengan akumulasi penyusutan dan beban bunga dengan wesel
bayar). Auditor akan mengumpulkan bukti untuk memverfikasi rincian yang
mendukung saldo akun dan bukan memverifikasi saldo akun itu sendiri.

Tujuan audit khusus:Seperti pada tujuan audit yang berkaitan dengan transaksi,
sesudah tujuan audit umum pada tujuan yang berkaitan dengan saldo ditentukan,
maka tujuan audit khusus yang berkaitan dengan saldo untuk setiap saldo akun
dalam laporan keuangan dapat dikembangkan. Setidaknya 1 tujuan audit khusus
yang berkaitan dengan saldo harus disertakan pada setiap tujuan audit umum yang
berkaitan dengan saldo, kecuali auditor yakin bahwa tujuan audit umum yang
berkaitan dengan saldo tidak relevan atau tidak penting bagi saldo akun yang
sedang dipertimbangkan.

Terdapat hubungan 1 untuk 1 antara Asersi Manajemen tentang Saldo Akun


dengan Tujuan Audit, kecuali untuk Asersi tentang penilaian atau alokasi. Asersi
ini memiliki tujuan audit yang banyak karena kerumitan dari isu penilaian itu
sendiri dan adanya kebutuhan untuk menyediakan tambahan panduan bagi para
auditor untuk pengujian penilaian.

4-16. Jelaskan bagaimana asersi manajemen, tujuan umum audit saldo, dan tujuan khusus
audit saldo dikembangkan untuk sebuah saldo akun seperti piutang usaha.
Jawaban :
Asersi-asersi manajemen merupakan pernyataan yang dibuat oleh manajemen secara
eksplisit maupun implisit tentang golongan transaksi dan saldo akun yang bersangkutan
serta pengungkapan dalam laporan keuangan. Sebagian besar pernyataan manajemen
tersebut bersifat implisit. Sebagai contoh, apabila dalam neraca PT Nusantara tercantum
Kas Rp.950.627.000,00, hal itu berarti manajemen PT Nusantara menyatakan baha kas
sebesar Rp.950.627.000,00 ada di dalam rekening giro PT Nusantara di bank pada
tanggal neraca. Kecuali bila diungkapkan lain dalam laporan keuangan, manajemen
juga menyatakan bahwa kas tersebut tidak dibatasi penggunaannya dan tersedia untuk
penggunaan normal.
Adapun tujuan umum audit saldo yang juga mengikuti asersi-asersi manajemen dan
memberikan kerangka kerja untuk membantu auditor dalam mengumpulkan
mengumpulkan bukti kompeten yang cukup untuk saldo-saldo akun yang bersangkutan.
Tujuan audit saldo hampir selalu diterapkan pada saldo akhir akun-akun yang
tercantum di neraca seperti misalnya, piutang usaha, persediaan, atau utang wesel.
Untuk sebuah saldo akun seperti piutang usaha, diuraikan ke dalam beberapa aspek
yang tergolong dalam tujuan umum audit saldo akun. Dalam aspek keberadaan,
contohnya yaitu dimasukkannya suatu piutang kepada pelanggan dalam daftar piutang
usaha, padahal tidak ada piutang kepada pelanggan tersebut merupakan pelanggaran
terhadap tujuan keberadaan. Dalam aspek kelengkapan, contohnya yaitu tidak
memasukkan suatu piutang usaha kepada seorang pelanggan dalam daftar piutang
usaha, padahal piutang kepada pelanggan tersebut sungguh-sungguh ada, merupakan
pelanggaran atas tujuan kelengkapan. Sedangkan dalam aspek nilai bersih bisa
direalisasi, contohnya yaitu penerapan tujuan sewaktu auditor memeriksa kecukupan
cadangan kerugian piutang atau menurunkan nilai persediaan untuk persediaan yang
sudah kuno.
4-17. Sebutkan 4 tahapan dalam pengauditan. Apakah hubungan antara keempat tahapan
tersebut dengan tujuan audit laporan keuangan.
Jawaban :
Tahapan dalam pengauditan laporan keuangan terbagi atas:
1) Perencanaan dan perancangan suatu pendekatan audit
2) Pengujian pengendalian dan pengujian substansif golongan transaksi
3) Penerapan prosedur analitis dam pengujian rinci atas saldo
4) Penyelesaian audit dan penerbitan laporan audit.
Auditor harus memutuskan tujuan audit yang tepat dan bukti yang harus dikumpulkan
untuk memenuhi tujuan-tujuan tersebut untuk audit. Untuk melakukan hal itu, auditor
harus mengikuti suatu proses secara bertahap, yaitu metode yang dirancang dengan
cermat untuk mengorganisasi suatu audit untuk memastikan diperolehnya bukti
kompeten yang cukup, dan tercapainya semua tujuan audit yang dibutuhkan. Untuk itu,
diperlukan tahapan-tahapan proses audit seperti yang telah disebutkan diatas.