Anda di halaman 1dari 9

BAB I Pendahuluan

1. Beban dinamis
Definisi beban dinamis adalah beban yang besaran, arah dan posisi merupakan
fungsi waktu.

Beban dinamis dikatagorikan menjadi dua:

1. Beban deterministic: beban dinamik yang diketahui karakternya, besar, arah ,


titik tangkap dan frekwensinya diketahui.
Contoh : beban akibat adanya mesin
2. Beban Probabilistik : beban dinamik yang memiliki karakter acak
Contoh: gempa, hujan, angin.

Macam-macam beban dinamik

*cluogh and penzien


2. Pengertian Deegre of freedom (DOF)
Derajat kebebasan (DOF) dalam analisi struktur adalah jumlah koordinat bebas
untuk menentukan posisi system atau struktur setiap saat. Jadi jika sebuah struktur
menerus akan memiliki derajat kebebasan yang tidak terhingga . Hal ini akan
menyulitkan dalam Analisis, maka perlu adanya pemodelan struktur dalam analisi
dinamik struktur.

3. Pemodelan struktur
Untuk penyederhanaan sebuah struktur maka struktur didiskritkanmenjadi
potongan yang saling terhubung secara menerus. Pemodelan struktur bisa didekati
dengan

a. LUMP MASS model


Masa struktur digumpalkan pada satu titik atau beberapa titik. Model lump
mass ini juga menentukan jumlah derajat kebebasan (DOF). Ada kondisi ini
jderajat kebebasan sama dengan jumlah titik massa (nodal). Hal ini
disebabkan perpindahan yang diperhitungkan hanya pada arah arah terjadi
percepatan.

b. Metoda perpindahan global


*cluogh and penzien

c. Konsep Elemen hingga

*cluogh and penzien


4. Single degree of freedom (SDOF)
Dengan diskritisasi massa suatu system dapat dimodelkan secara matematis
menjadi suatu system yang memiliki satu derajat kebebasan (SDOF). Contoh
struktur yang dapat dimodelkan dengan SDOF

*Mario Paz

Dapat dimodelkan secara matematik sebagai berikut:

u
k
F(t)
m1
c

1. Elemen Massa m menunjukkan karakter massa dan inersia dari struktur


2. Elemen pegas k representasi dari gaya elastic dan energy potesial dari
struktur
3. Elemen damping c representasi dari karaktristik gesekan dan energy esipasi
dari struktur
4. Gaya eksitasi F(t) representasi gaya eksternal yang bekerja pada struktur.

5. System tak teredam

u
k
m F(t)
u
Fs

F s=ku

Massa yang bergerak akan memiliki percepatan menurut Newton, besarnya gaya
yang terjadi adalan

F= m x a Hukum Newton II
1

Jika dinyatakan dalam fungsi waktu maka persamaan gerak tersebut menjadi

md du
F ( t )= ( )
dx dx 2

mdu
F ( t )= =mu
2
d x 3

mu F ( t )=0 prinsip DAlembert

Jadi prinsip DAlembert adalah jika ada gaya bekerja pada struktur/system maka
akan muncul dalam system tsb gaya inersia sebesar massa x percepatan dengan
arah berlawanan

y
k
m F(t)

u
k*uu
F(t)

Keseimbangan arah x
mu + ku=F ( t ) 4

F(t)=0 maka

mu + ku=0 5

6. Solusi persamaan deferensial gerak


Persamaan 5 dapat diselesaikan dengan solusi sebagai berikut:

u= Acos t 6

atau

u=Bsin t 7

Dimana A dan B adalah konstanta yang tergantung dari kondisi awal.

u= Acos t

u = A sin t

u = 2 A cos t

Substitusi pers 6 ke pers 5

m ( 2 A cos t )+ k A cos t=0

2 m+ k

A cos t 8

A cos t 0

Maka


( 2 m+ k )=0

=
k
m frekwensi natural dari system

Persamaan 6 dan 7 adalah persamaan solusi bagi persamaan deferensial pers 5


dan persamaan tsb deferensial linier, maka solusi berupa superposisi dari kedua
solusi tsb.

u= Acos t + B sin t 10

u = A sin t + B cos t 11

Jika kondisi awal dari system diketahui

u=u 0 dan u =v 0 maka

u=u 0= Acos(0)+ B sin ( 0 )=>u0= A

u =v 0= A sin ( 0 )+ B cos ( 0 )=> v 0=B

v0
u=u 0 cos t+ sin t 12

7. Frekwensi, perioda dan amplitoda.


Perioda

Karena fungsi yang digunakan pada persamaan 12 adalah fungsi sinus dan cosinus
maka perioda yang terjadi adalah 2 maka perioda dari gerak adalah

2
T =2 T = detik/putaran 13

Maka frekwensi

1
f= =
T 2 siklus/detik 14

Amplitoda

C= u +
v0 2

2
0

u0
tan =
v0

v0

tan =
u0

Subtitusikan ke persamaan 12,

v0
u
u=C ( 0 cos t+ sin t )
C C

u=C (sin cos t +cos sin t)

u=C sin ( t+ )

u=C cos ( t )
*Mario Paz

Lampiran

*https://paulusharsono.wordpress.com/2
009/06/09/integral/

Anda mungkin juga menyukai