Anda di halaman 1dari 8

SOSIALISME BORJUIS KECIL DAN SOSIALISME PROLETAR

Oleh V. I. Lenin, 1905

Dari bermacam doktrin sosialis, Marxisme-lah yang saat ini paling dominan di
Eropa. Perjuangan untuk mencapai masyarakat sosialis hampir sepenuhnya
dipahami oleh Marxisme sebagai perjuangan kelas buruh di bawah pimpinan
partai-partai Sosial-Demokratis. Dominasi sosialisme proletariat ini berdasar pada
ajaran Marxisme tidak dicapai seketika, tetapi semata setelah terjadi perjuangan
panjang menentang bermacam doktrin usang, sosialisme borjuis kecil, anarkisme
dan lain-lain. Sekitar 30 tahun yang lalu Marxisme tidak dominan, sekalipun di
Jerman. Pandangan yang berlaku di negara tersebut bersifat transisi, bercampur
baur dan eklektis, terletak diantara sosialisme borjuis kecil dan sosialisme
proletariat. Doktrin-doktrin yang paling menyebar dikalangan buruh maju di
negara-negara Romawi, di Perancis, Spanyol dan Belgia adalah Proudhonisme,
Blanquisme [1] dan anarkisme yang nyata-nyata mengekspresikan cara pandang
borjuis kecil, bukan proletariat. Apa yang menyebabkan cepat dan tuntasnya
kemenangan Marxisme dalam dekade terakhir ini? Ketepatan pandangan Marxis
dalam banyak hal telah dibuktikan oleh semua perkembangan masyarakat
kontemporer baik ekonomi maupun politik, dan oleh seluruh pengalaman gerakan
revolusioner serta perjuangan kelas-kelas tertindas. Kemunduran borjuis kecil,
cepat atau lambat, tak dapat dielakkan akan mengakibatkan kepunahan segala
macam prasangka borjuis kecil. Sementara itu tumbuhnya kapitalisme dan kian
dalamnya perjuangan kelas dalam masyarakat kapitalis jadi agitasi terbaik bagi
gagasan sosialisme proletar. Keterbelakangan Rusia itulah pada dasarnya yang bisa
menjelaskan tetap kokohnya bermacam doktrin sosialis usang di sana. Seluruh
sejarah aliran pemikiran revolusioner Rusia sepanjang perempat terakhir abad 19
adalah sejarah perjuangan Marxisme melawan sosialisme borjuis kecil Narodnik.
[2] Meskipun kemajuan pesat dan keberhasilan luar biasa gerakan kelas pekerja
Rusia pun sudah berhasil membuahkan kemenangan bagi Marxisme di Rusia tapi
berkembangnya sebuah gerakan petani yang jelas revolusioner khususnya
revolusi petani terkenal di Ukraina tahun 1902 [3] - di satu sisi malah
membangkitkan lagi Narodnisme kuno. Teori-teori Narodnik yang kuno dengan
diwarnai oleh oportunisme Eropa yang populer masa itu (Revisionisme,
Bernteinsime [4] dan kritisisme atas Marx), mendadani seluruh persediaan
ideologis asli golongan yang umum disebut Sosialis-Revolusioner. [5] Itulah
sebabnya mengapa masalah kaum petani menonjol dalam pertentangan Marxis
melawan Narodnik sejati maupun golongan sosialis-revolusioner.
Untuk satu hal tertentu, Narodnisme adalah sebuah doktrin yang integral dan
konsisten. Narodnisme menolak adanya dominasi kapitalisme di Rusia; menentang
peran buruh pabrik sebagai pemimpin garis depan perjuangan kaum proletar;
menolak pentingnya sebuah revolusi politik dan kebebasan politik borjuis; ia
menyerukan perlu segera dilaksanakannya sebuah revolusi sosialis yang berangkat
dari komune petani berikut bentuk-bentuk pertanian kecil-nya. Semua yang masih
bertahan dalam teori integral ini sekarang hanyalah serpihan-serpihan saja, tapi
untuk secara pandai memahami kontroversi-kontroversi yang berlangsung saat
ini,dan menjaga supaya kontroversi itu tidak melorot menjadi sekedar perang
mulut, orang semestinya ingat akar-akar Narodnik yang paling dasar dan umum
yang sekaligus merupakan akar kesalahan Sosialis-Revolusioner kita.
Kaum Narodnik beranggapan bahwa kaum Muzhik adalah manusia Rusia masa
depan. Pandangan ini tak pelak berkembang karena keyakinan mereka pada masa
depan kapitalisme. Sedangkan kaum Marxis beranggapan bahwa buruh pekerja
adalah manusia masa depan, dan perkembangan kapitalisme Rusia baik di bidang
pertanian maupun industri makin menegaskan pandangan mereka. Gerakan kelas
pekerja di Rusia telah berhasil memperoleh pengakuan bagi keberadaannya sendiri.
Tetapi bagi gerakan petani, masih ada jurang pemisah antara Narodisme dan
Marxisme hingga sekarang, yang mana hal ini terungkap dalam penafsiran mereka
yang berbeda atas gerakan (petani) ini. Bagi kaum Narodnik, gerakan petani
tersebut dengan sendirinya membuktikan kekeliruan Marxisme. Ini adalah gerakan
yang bekerja untuk suatu revolusi sosialis yang langsung; gerakan ini tidak
mengakui kebebasan politik borjuis; gerakan yang berangkat dari produksi skala
kecil dan bukan produksi berskala besar. Singkatnya, bagi kaum Narodnik,
gerakan petani lah yang benar-benar sosialis sejati dan segera merupakan gerakan
sosialis. Kesetiaan Narodnik pada komune petani dan bentuk tertentu anarkisme
Narodnik sepenuhnya bisa menjelaskan mengapa kesimpulan demikian yang selalu
terumuskan. Bagi kaum Marxis, gerakan petani adalah gerakan demokratik, bukan
gerakan sosialis. Di Rusia, seperti juga kasus di negara-negara lain, gerakan ini
pasti sejalan dengan revolusi demokratik, revolusi yang borjuis kandungan sosial
ekonominya. Gerakan yang sampai titik akhirnya memang tidak ditujukan untuk
menggoyang pondasi tatanan borjuis, menentang prodksi komoditi atau melawan
kapital. Sebaliknya gerakan itu ditujukan untuk menentang hubungan pra-
kapitalis, hubungan perhambaan kuno di wilayah pedesaan dan melawan tuan-
tanahisme, yang menjadi kunci seluruh kelangsungan hidup pemilikan hamba-
hamba. Konsekuensinya kemenangan penuh gerakan petani ini tak akan
menghapus kapitalisme; malahan sebaliknya, gerakan ini akan menciptakan
pondasi lebih luas lagi bagi perkembangan kapitalisme, akan mempercepat serta
memperdalam perkembangan kapitalis sejati. Kemenangan penuh pemberontakan
kaum petani hanya bisa menciptakan benteng bagi republik demokrasi borjuis,
yang didalamnya tumbuh untuk pertama kalinya suatu perjuangan proletariat
melawan kehendak borjuasi dalam bentuk yang paling murni. Lantas, ada dua
pandangan bertentangan yang harus dimengerti dengan jelas oleh siapapun yang
ingin mempelajari jurang perbedaan prinsipil antara Sosialis-Revolusioner dan
Sosialis-Demokrat. Merujuk ke salah satu pandangan, gerakan petani adalah
gerakan sosialis, sedangkan merujuk ke pandangan lain gerakan petani adalah
gerakan borjuis-demokratik. Dengan ini orang bisa lihat betapa gobloknya
ungkapan orang-orang Sosialis-Revolusioner kita ketika mereka mengulang beratus
kali (lihat, misalnya, dalam Revolutsionnaya Rossiya, no. 75) bahwa Marxis
ortodoks telah mengabaikan masalah petani. Hanya ada satu cara untuk
memberantas kebodohan berbahaya macam ini dan itu bisa diakukan dengan
mengulang ABC; menyusun pandangan-pandangan Narodnik yang secara
konsisten sudah kuno itu, dan beratus bahkan beribu kali menekan bahwa
perbedaan yang sesungguhnya di antara kita itu tidak terletak pada soal berhasrat
atau tidak berhasrat pada masalah petani, juga tidak terletak pada mengakui atau
tidak mengakui masalah petani, tapi terletak pada perbedaan penilaian kita atas
gerakan petani dan masalah petani saat ini di Rusia. Dia yang berkata bahwa
Marxis mengabaikan masalah petani di Rusia adalah, pertama, seorang pengabai
absolut. Sebab seluruh tulisan prinsipil Marcis Rusia, mulai dari tulisan Plekhanov
Our Differences (muncul kurang lebih 20 tahun yang lalu), telah mencurahkan
tenaga untuk menjelaskan kesalahan pandangan-pandangan kaum Narodnik
mengenai masalah petani Rusia. Kedua, dia yang menyatakan bahwa Marcis
mangabaikan masalah petani jelas menunjukkan hasratnya untuk menghindari
keharusan memberi penilaian yang lengkap atas perbedaan prinsipil yang
sesungguhnya, memberi jawaban atas pertanyaan apakah gerakan petani sekarang
ini adalah gerakan borjuis atau tidak, apakah gerakan itu secara obyektif
diarahkan untuk menghancurkan kelangsungan hidup penghambaan atau tidak.
Kaum Sosialis-Revolusioner tidak pernah memberikan, dan tidak selalu dapat
memberikan satu jawaban jelas dan tepat pada masalah itu karena mereka
menggapai-gapai tanpa harapan di antara pandangan kuno Narodnik dan
pandangan Marxis saat ini mengenai masalah petani di Rusia. Kaum Marxis
menyatakan bahwa kaum Sosialis-Revolusioner mewakili pendirian kaum borjuis
kecil (mereka adalah ideolog kaum borjuis kecil) dengan alasan yang kuat bahwa
mereka tidak dapat membersihkan diri dari ilusi-ilusi kaum borjuis kecil dan
bayangan Narodnik dalam menilai gerakan buruh tani.
Itulah sebabnya mengapa kita mengulang ABC sekali lagi. Untuk apakah
perjuangan kaum petani di Rusia saat ini? Untuk tanah dan kebebasan. Arti
penting apa yang bakal dimiliki oleh seluruh kemenangan gerakan ini? Setelah
meraih kemerdekaan, gerakan tersebut akan menghapuskan kekuasaan para tuan
tanah dan birokrasi dalam adiminstrasi negara. Setelah berhasil menjaga tanah,
gerakan itu akan memberikan tanah para tuan tanah kepada para petani. Akankah
kemerdekaan penuh dan perampasan tanah dari para tuan tanah tersebut juga
berarti penghapusan produksi komoditi? Tidak, tidak akan. Akankah kemerdekaan
penuh dan perampasan tanah tuan tanah tersebut mengganti bentuk pertanian
individual dengan bentuk rumah tangga petani atas dasar, tanah komunal, atau
tanah yang "disosialkan"? Tidak, tidak akan. Akankah kemerdekaan penuh dan
perampasan tanah tuan tanah menjembatani jurang dalam yang memisahkan
petani kaya, yang memiliki sekian kuda dan sapi, dari pertanian-cangkulan, buruh
harian, misalnya: jurang pemisah antara borjuis petani dengan proletar pedesaan?
Tidak, tidak akan! Sebaliknya, makin tuntas sosial-estate (para Tuan Tanah) yang
paling tinggi itu dienyahkan dan dilenyapkan maka akan makin dalamlah
perbedaan kelas antara borjuis dan proletariat. Apakah yang secara obyektif bakal
punya arti dengan adanya kemenangan penuh kebangkitan perlawanan buruh
tani? Kemenangan tersebut akan menghilangkan seluruh kelangsungan hidup
perhambaan, tetapi sama sekali tidak menghancurkan sistem ekonomi borjuis atau
menghancurkan kapitalisme atau menghancurkan pembagian masyarakat ke
dalam kelas-kelas ke dalam golongan kaya dan miskin, borjuis dan proletar.
Mengapa gerakan petani saat ini adalah gerakan borjuis-demokratik? Karena
setelah menghancurkan kekuasaan birokrasi dan tuan-tuan tanah, gerakan itu
akan menyusun sebuah sistem masyarakat demokratik, tapi bagaimanapun juga,
itu dilakukan tanpa mengubah pondasi borjuis dari masyarakat demokratis
tersebut, tanpa menghapuskan kekuasaan kapital. Bagaimanakah seharusnya
buruh berkesadaran kelas, kaum sosialis, memandang gerakan petani saat ini? Ia
harus mendukung gerakan ini, menolong petani dalam kondisi yang paling
bertenaga, menolong mereka menyingkirkan tuntas segala kekuasaan birokrasi dan
kekuasaan tuan-tuan tanah. Bagaimanapun, pada saat yang sama mereka harus
menjelaskan kepada para petani bahwa tidak cukup cuma merobohkan kekuasaan
birokrasi dan para tuan tanah. Ketika mereka merobohkan kekuasaan birokrasi
dan para tuan tanah tersebut, saat itu juga mereka harus bersiap untuk
menghapuskan kekuasaan kapital, kekuasaan borjuis, dan untuk maksud ini
maka suatu doktrin yang sepenuhnya berwatak sosialis; yaitu Marxist, harus
segera disebar, proletariat pedesaan harus dipersatukan, digalang bersama dan
diorganisir untuk perjuangan melawan borjuis petani dan semua borjuis Rusia.
Dapatkah seorang buruh yang berkesadaran kelas melupakan perjuangan
demokratik demi perjuangan sosalis, atau melupakan perjuangan sosialis demi
perjuangan demokratik? Tidak, seorang buruh yang berkesadaran kelas akan
menyebut dirinya seorang sosial demokrat karena ia memahami kaitan dua
perjuangan tersebut. Dia tahu bahwa tidak ada jalan lain yang bisa
menyelamatkan jalan menuju sosialisme selain melalui demokrasi, kebebasan
politik. Karenanya ia berjuang mencapai demokrasi sepenuhnya dan sekonsisten
mungkin untuk mencapai tujuan puncak sosialisme. Mengapa kondisi untuk
perjuangan demokratik tidak sama dengan kondisi untuk perjuangan sosialis?
Karena para buruh pekerja pasti akan memiliki sekutu yang berbeda di masing-
masing dua perjuangan ini. Perjuangan demokratik dilakukan oleh buruh bersama
dengan satu bagian dari borjuis, khususnya borjuis kecil. Di lain pihak,
perjuangan sosialis dilakukan oleh buruh pekerja melawan seluruh borjuasi.
Perjuangan melawan birokrat dan para tuan tanah dapat dan harus dilakukan
bersama-sama dengan seluruh petani, bahkan bersama petani berkecukupan dan
petani menengah. Di lain pihak, cuma berjuang bersama proletariat pedesaan
sajalah, maka perjuangan melawan borjuis, dan karenanya juga berarti melawan
petani berkecukupan, bisa diakukan dengan tepat. Bila kita selalu mengingat
semua kebenaran Marxis yang elementer ini, yang oleh kaum Sosialis-Revolusioner
selalu lebih suka dihindari, maka kita tak akan punya banyak kesulitan dalam
menilai keberatan kaum Sosialis-Revolusioner "yang terakhir" atas Marxisme,
seperti berikut ini:
"Mengapa itu perlu?" seruan dalam Revolutsionnaya Rossiya (no. 75), "Pertama
mendukung kaum petani secara umum dalam melawan para tuan tanah, dan
kemudian (yaitu, pada saat yang sama) mendukung kaum proletar menentang
seluruh kaum petani, yang sekaligus sebagai ganti dari tindakan mendukung
kaum proletar menentang para tuan tanah; dan apa yang Marxisme harus lakukan
setelah itu, hanya surga yang tahu."
Ini adalah titik pandang anarkisme paling primitif, yang naif kekanak-kanakan.
Selama berabad-abad dan bahkan ribuan tahun, manusia bermimpi melenyapkan
"secara sekaligus" segala bentuk dan jenis penghisapan. Mimpi ini tetap sekedar
mimpi sampai jutaan orang di seluruh dunia yang dihisap mulai bersatu untuk
melakukan perjuangan konsisten, kokoh dan komprehensif merubah masyarakat
kapitalis dalam arahan evolusi masyarakat tersebut yang terjadi secara alamiah.
Mimpi-mimpi sosialis beralih menjadi perjuangan sosialis berjuta manusia hanya
ketika sosialisme ilmiah Marx berhasil mengkaitkan desakan untuk berubah
dengan perjuangan dari suatu kelas tertentu. Di luar perjuangan kelas, sosialisme
hanyalah ungkapan kosong dan mimpi naif. Bagaimanapun, di Rusia, dua bentuk
perjuangan yang berbeda dari dua kekuatan sosial yang berbeda tengah
berlangsung di belakang penglihatan kita. Kaum proletar sedang berjuang melawan
borjuasi, dimanapun hubungan-hubungan produksi kapitalis itu ada (dan
hubungan produksi kapitalis itu ada ini patut diketahui kaum revolusioner kita
bahkan dalam komune petani, misalnya: di tanah-tanah yang menurut titik
pandang mereka telah seratus persenn "disosialisasikan"). Sedang sebagai bagian
dari strata pemilik tanah kecil, borjuis kecil, kaum petani berjuang melawan
seluruh kelangsungan hidup perhambaan, melawan birokrat dan para tuan tanah.
Hanya mereka yang benar-benar mengabaikan ekonomi politik dan sejarah
revolusi-revolusi dunia yang bisa keliru melihat bahwa ini adalah dua perang sosial
yang terpisah dan berbeda. Menutup mata terhadap perbedaan perang-perang
tersebut dengan cara menuntut suatu gerakan yang "sekaligus" sama saja
menyembunyikan kepala di bawah ketiak orang dan menolak membuat analisis
realita. Kaum sosialis-revolusioner yang telah kehilangan integritas pandangan-
pandangan kuno Narodnik, bahkan telah merupakan ajaran-ajaran Narodnik itu
sendiri. Seperti itu-itu juga ditulis dalam Revolutsionnaya Rossiya dalam artikel
yang sama: "Dengan menolong kaum petani untuk mengenyahkan tuan tanah,
tuan Lenin tanpa sadar sudah membantu berdirinya ekonomi borjuis kecil di atas
reruntuhan pertanian kepitalis yang kurang lebih sudah berkembang. Tidakkah ini
sebuah "langah mundur" dari titik pandang Marxisme ortodoks?"
Memalukan, saudara-saudara!! Mengapa anda lupa dengan tulisan orang-orang
anda sendiri, Mr. V.V.! Periksa tulisannya, Destiny of Capitalism, juga Sketches,
tulisan tuan Nikolai-on, [6] dan sumber-sumber lain tentang bijaknya anda. Anda
kemudian akan mengingat kembali bahwa pertanian tuan tanah di Rusia itu
memadukan dalam dirinya gambaran baik kapitalisme dan pemilikan hamba-
hamba. Kemudian anda akan menemukan bahwa terdapat suatu sistem ekonomi
yang didasarkan pada sewa buruh, suatu sistem yang langsung mempertahankan
sistem kerja tanpa upah. Jika lebih jauh lagi anda mencari pemecahan kesulitan
tersebut pada buku macam Marxis ortodoks, seperti volume ke tiga Kapital-nya
Marx, [7] anda akan temui bahwa dimanapun tak ada sistem kerja tanpa upah
yang berkembang, dan dimanapun sistem itu tak bisa berkembang serta kemudian
berubah menjadi pertanian kapitalis kecuali melalui perantaraan pertanian petani
borjuis kecil. Dalam usaha anda menghalau Marxisme, anda malah mundur ke
metode yang terlalu primitif, metode yang sudah demikian lampau digunakan; pada
Marxisme secara langsung anda memberikan satu konsepsi pertanian kapitalis
skala besar yang amat dangkal dan aneh melebihi konsep pertanian skala besar
dengan dasar sistem kerja tanpa upah. Anda berpendapat bahwa karena hasil
pertanian di tanah milik tuan tanah itu lebih tinggi dibandingkan dengan
pertanian petani maka perampasan tanah milik tuan tanah adalah suatu langkah
yang terbelakang. Argumentasi ini layak dinyatakan oleh seorang anak sekolah
dasar kelas 4. Sekedar pertimbangan, Tuan-tuan: memisahkan hasil-rendah tanah
petani dari hasil-tinggi perkebunan tuan-tuan tanah ketika perbudakan
dihapuskan, tidakkah itu merupakan sebuah "langkah mundur"?
Sistem ekonomi tuan tanah di Rusia saat ini merupakan perpaduan antara ciri-ciri
kapitalisme dan pemilikan-perhambaan. Secara obyektif, saat ini perjuangan kaum
petani melawan para tuan tanah adalah perjuangan melawan kelangsungan hidup
perhambaan. Tapi mencoba menghitung seluruh kasus individual,
mempertimbangkan setiap kasusnya dan menentukan secara tepat dengan ukuran
skala seorang ahli obat, untuk menemukan kapan berakhirnya masa pemilikan-
perhambaan dan kapitalisme dimulai, itu berarti mencoba menganggap Marxis
sama dengan sifat teliti dan cermat. Kita tidak bisa menghitung bagian apa dari
harga bahan-bahan yang dibeli dari sebuah toko kecil, yang mewakili nilai lebih
dan bagian apa dari harga itu yang mewakili penipuan atas kerja buruh, dan
sebagainya. Apakah itu berarti kita harus membuang teori nilai kerja, saudara-
saudara?
Ekonomi tuan tanah kontemporer memadukan gambaran kapitalisme dan
perhambaan. Tetapi dari kenyataan tersebut hanya ilmuwan saja yang bisa
berkesimpulan bahwa inilah tugas kita untuk mempertimbangkan, menghitung
dan memaparkan tiap menit gambaran dalam katagori sosial ini dan itu. Oleh
karenanya hanya kaum utopialah yang dapat berkesimpulan bahwa, "tidak ada
kebutuhan" bagi kita untuk melukiskan perbedaan di antara dua perang sosial
yang berbeda. Sehingga sebenarnya, satu-satunya kesimpulan sesungguhnya yang
muncul adalah bahwa baik dalam program maupun taktik, kita harus memadukan
perjuangan proletariat yang sejati melawan kapitalisme dengan perjuangan
demokrasi secara umum (dan petani secara umum) melawan penghambaan.
Makin jelas gambaran kapitalis pada ekonomi tuan tanah semifeodal saat ini, maka
makin mendesak keharusan untuk mengorganisir proletariat pedesaan secara
terpisah, karena ini akan lebih cepat menolong kapitalis sejati atau proletariat
sejati, pihak yang berantagonisme ini menegaskan posisi mereka dimanapun
perampasan tanah terjadi. Makin jelas gambaran kapitalis dalam ekonomi tuan
tanah, makin cepat perebutan yang demokratik memberi dorongan pada
perjuangan yang sesungguhnya untuk sosialisme dan konsekuensinya, makin
bahayanya membangun cita-cita palsu revolusi demokratik melalui pemakaian
slogan "sosialisasi". Ini adalah kesimpulan yang ditarik dari kenyataan bahwa
ekonomi tuan tanah adalah percampuran antara kapitalisme dan hubungan-
hubungan pemilikan-perhambaan.
Jadi kita harus menggabungkan perjuangan proletar yang sejati dengan
perjuangan petani pada umumnya, tetapi tidak mencampuradukan keduanya. Kita
harus mendukung perjuangan demokratik dan perjuangan petani secara umum,
tetapi tidak menenggelamkan diri dalam perjuangan yang tak berwatak kelas itu;
kita tidak pernah boleh mencita-citakan perjuangan itu dengan slogan-slogan
palsu seperti "sosialisasi", atau melupakan kebutuhan untuk mengorganisir kaum
proletariat urban dan pedesaan dalam sebuah partai kelas yang sepenuhnya
mandiri dari Sosial-Demokrasi. Sambil memberikan dukungan sepenuhnya para
demokratisme yang paling kokoh, partai tersebut tidak akan membolehkan dirinya
dialihkan dari jalan revolusioner oleh mimpi-mimpi reaksioner dan usaha coba-
coba melakukan "persamaan" dalam sistem produksi komoditi. Perjuangan kaum
petani melawan para tuan tanah saat ini merupakan sebuah perjuangan
revolusioner; perampasan tanah-tanah milik para tuan tanah pada tahap sekarang
dari suatu evolusi ekonomi dan politik adalah revolusioner dalam setiap seginya
dan kita mendukung serta menjaga tindakan Revolusioner-Demokratik ini. Tapi
menyebut tindakan ini adalah "sosialisasi", dan menipu dirinya maupun rakyat
dengan mempertimbangkan kemungkinan terjadinya "persamaan" dalam pola
penguasaan tanah di bawah sistem produksi komoditi, merupakan utopia kaum
borjuis kecil yang reaksioner, pandangan yang kita letakkan pada kaum Sosialis-
Reaksioner.

Catatan :
1. Proudhonisme adalah sebuah aliran yang namanya berasal dari nama Pierre
Joseph Proudhon (1809-1865), seorang sosialis borjuis kecil dan anarkis
Perancis. Meskipun tajam mengkritik masyarakat kapitalis, Proudhon gagal
memahami bahwa satu-satunya jalan untuk mengakhiri kemiskinan,
ketidaksamaan, penghisapan dan kebusukan-kebusukan hubungan kapitalis
lainnya adalah dengan menghapuskan hubungan itu. Blanquisme adalah
sebuah trend dalam gerakan sosialis Perancis yang diwakili oleh tokoh
revolusioner terkemuka dan eksponen komunisme utopia: Louise Auguste
Blanqui (1805-1881). Menurut Lenin, kaum Blanquis "mengharapkan umat
manusia akan dibebaskan dari perbudakan upah, tidak melalui perjuangan
kelas tetapi melalui suatu persekongkolan yang ditumbuhkan oleh sekelompok
kecil intelektual." (V. I. Lenin, Collected Works, vol. 10, hal.392).
2. Narodisme adalah sebuah trend borjuis kecil dalam gerakan revolusioner Rusia
tahun 1860 an dan 1870 an.
3. Suatu referensi pada aksi-aksi revolusioner kaum petani gubernia Poltava dan
Kharkov di wilayah Ukraina (Rusia Kecil) akhir bulan Maret dan awal April
1902. Revolusi-revolusi itu dipercepat oleh kondisi petani yang sangat berat dan
diperburuk oleh kegagalan panen dan kelaparan. Kaum petani menyerang
tanah-tanah milik tuan-tuan tanah, merampas makanan dan makanan ternak
serta menuntut redistribusi tanah. Gerakan ini dipadamkan dengan kekerasan.
4. Bernsteinisme adalah trend oportunis dalam gerakan Sosial Demokrat
internasional pada akhir abad 19. Paham tersebut mengambil nama dari
seorang revisionis, Eduard Bernstein (1850-1932), pemimpin sayap kanan
ekstrim partai Sosialis-Demokrat Jerman dan Internasional kedua. Bernstein
menentang perjuangan revolusioner oleh kelas buruh dan diktator proletariat,
menyerukan kolaborasi antara golongan proletar dan borjuis dan
menggaungkan slogan: "Gerakan adalah segalanya, tujuan akhir bukan apa-
apa", yang berarti mengganti perjuangan revolusioner untuk sosialisme dengan
perjuangan untuk reformasi dalam kerangka negara borjuis.
5. Sosialis-Revolusioner (S.R.s) adalah sebuah partai borjuis kecil di Rusia yang
terbentuk akhir tahun 1901 dan awal tahun 1902. Organ-organ resminya
adalah koran Revolutsionnaya Rossiya (Rusia Revolusioner) (1900-1905) dan
majalah Vetsnik Russkoi Revolutsii (Majalah Revolusi Rusia) (1901-1905).
6. V.V. adalah nama samaran V.P. Vorontsov, penulis buku Destiny of Capitalism in
Russia. Nikolai-on adalah nama samaran N. Danielson, penulis buku Sketches
on Our Post-Reform Socialist Economy. Voronstsov dan Danielson adalah idolog
Narodisme Liberal di tahun 1880-an dan tahun 1890-an.
7. Lihat Karl Marx, Capital, Volume III, Bab. XVLII ("Genesis of Capitalist Ground-
Rent" "Munculnya sewa tanah kapitalis").
Diterbitkan: 7 November (25 Oktober) 1905 dalam Proletary No. 24 dan Collected Works,
Volume 9, halaman 438-46
Diterjemahkan ke dalam Bahasa Inggris oleh Progress Publishers, Moskow, USSR, 1966