Anda di halaman 1dari 5

SATUAN ACARA PENYULUHAN DIET PADA PASIEN GAGAL GINJAL

KRONIK DI RUANG ANTURIUM RSUD dr. SOEBANDI JEMBER

disusun guna memenuhi tugas Program Profesi Ners (P2N)


Stase Keperawatan Medikal

oleh
Riana Vera Andantika, S.Kep
NIM 112311101006

PROGRAM PROFESI NERS


PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS JEMBER
2017
SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

Topik/materi : Pendidikan Kesehatan Tentang Diet Pasien Gagal Ginjal Kronik


Sasaran : pasien dan keluarganya
Waktu : 10.00-10.30 WIB (1x30 menit)
Hari/Tgl : Rabu, 18 Januari 2017
Tempat : Ruang Anturium RSD dr.Soebandi Jember

A. Standar Kompetensi
Setelah diberikan pendidikan kesehatan, pasien dan keluarganya dapat
menerapkan pengetahuannya tentang diet pasien denngan gagal ginjal kronik

B. Kompetensi dasar
Setelah diberikan pendidikan kesehatan, diharapkan, pasien dan keluarganya
dapat menyebutkan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam memberikan diet
pada pasien pasien dengan gagal ginjal kronik, cara mengatur diet dan menu
makanan yang dianjurkandan dibatasi minimal 90% dengan benar.

C. Pokok Bahasan
Konsep dasar diet pasien dengan gagal ginjal kronik.

D. Sub Pokok Bahasan


1. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam memberikan diet pada pasien
pasien dengan gagal ginjal kronik
2. Cara mengatur diet pada pasien pasien dengan gagal ginjal kronik
3. Menu makanana yang dianjurkan dan dibatasi pada pasien pasien dengan
gagal ginjal kronik

E. Waktu
1 x 20 menit
F. Bahan / Alat yang digunakan
a. Leaflet
G. Model Pembelajaran
a. Jenis model pembelajaran : pendidikan kesehata
b. Landasan Teori : Konstruktivisme
c. Landasan Pokok :
1. Menciptakan suasana ruangan yang baik
2. Membuat keputusan nilai personal
3. Mengidentifikasi pilihan tindakan
4. Memberi komentar
5. Menetapkan tindak lanjut

H. Persiapan
Pemateri menyiapkan materi tentang diet pada pasien pasien dengan gagal ginjal
kronik

I. Kegiatan Penyuluhan
Tindakan
Proses Waktu
Kegiatan Penyuluh Kegiatan Peserta
Pendahuluan 1. Memberikan salam, Mendengarkan 2 menit
memperkenalkan diri, dan dan menjawab
membuka pendidikan salam
kesehatan.
2. Menjelaskan materi secara
Memperhatikan
umum dan manfaat pasien
dan keluarganya.
3. Menjelaskan tujuan umum
Memperhatikan
dan tujuan khusus
pendidikan kesehatan.
Penyajian a. Menjelaskan pengertian Memperhatikan 15 menit
pengertian gagal ginjal
kronik dan hal-hal yang
perlu diperhatikan dalam
memberikan diet pada
pasien pasien dengan gagal
ginjal kronik
1) Menanyakan kepada
Memperhatikan
pasien dan keluarganya
dan memberi
mengenai materi yang
tanggapan
baru disampaiakan.
Memperhatikan
2) Mendiskusikan bersama
jawaban yang diberikan.
Memberikan
b. Menjelaskan cara mengatur pertanyaan
diet pada pasien pasien
dengan gagal ginjal kronik
1) Menanyakan kepada
pasien dan keluarganya
mengenai materi yang
Memperhatikan
baru disampaiakan.
dan memberi
2) Mendiskusikan
tanggapan
bersama jawaban yang
diberikan.
Memberikan
c. Menjelaskan menu pertanyaan
makanan yang dianjurkan
dan dibatasi pada pasien Memberikan
dengan gagal ginjal kronik pertanyaan
a. Menanyakan kepada
pasien dan keluarganya
mengenai materi yang
baru disampaiakan.
b. Mendiskusikan
Memperhatikan
bersama jawaban yang
diberikan.

Penutup 1. Menutup pertemuan dengan Menjawab 3 menit


memberi kesimpulan dari pertanyaan yang
materi yang disampaikan. diajukan
pemateri
2. Mengajukan pertanyaan
Memberi saran
kepada pasien dan
keluarganya.
3. Mendiskusikan bersama Memberi
jawaban dari pertanyaan komentar dan
yang telah diberikan. menjawab
pertanyaan
4. Menutup pertemuan dan bersama
memberikan salam. Memperhatikan
dan membalas
salam

J. Evaluasi
a. Evaluasi Struktur
1) Pasien dan keluarganya berada di tempat pertemuan sesuai kontrak.
2) Penyelenggaraan pendidikan kesehatan tentang diet pada pasien gagal
ginjal kronik di daam ruang AnturiumRSD dr. Soebandi Jember
3) Pengorganisasian penyelenggaraan kegiatan dilakukan sebelum
pelaksanaan.
b. Evaluasi Proses
1) Pasien dan Keluarganya antusias terhadap kegiatan yang dilakukan.
2) Pasien dan Keluarganya berpartisipasi dalam kegiatan.
c. Evaluasi Hasil
1) Pasien dan Keluarganya dapat menjawab pertanyaan yang diberikan
oleh pemateri.
2) Kegiatan pendidikan kesehatan tentang nutrisi untuk tulang dan nutrisi
untuk penyembuhan luka dapat dilakukan sesuai dengan tujuan yang
ingin di capai.