Anda di halaman 1dari 1

1. Menurut Dr. W.

Edward Demings (dalam Syafaruddin, 2002:31) Yang


mendasari falsafah manajemen mutu terpadu terfokus pada pernyataan Do
the right things, first time,every time( kerjakan sesuatu yang benar sejak
pertama kali setiap waktu) dengan meletakkan kerangka pemikiran dalam
perbaikan mutu secara berkelanjutan.

2. Manajemen mutu merupakan satu cara dalam mengelola suatu organisasi yang bersifat
komprehensif dan terintegrasi. Manajemen mutu diarahkan dalam rangka: (1) Memenuhi
kebutuhan konsumen secara konsisten, dan (2) Mencapai peningkatan secara terus
menerus dalam setiap aspek aktivitas organisasi (Tenner dan De Toro,1992).

3. Menurut Tjiptono dan Anastasia (2003 : 4) TQM merupakan suatu


pendekatan dalam menjalankan usaha yang mencoba untuk
memaksimumkan daya saing organisasi melalui perbaikan terus-menerus
atas produk, jasa, manusia, proses, dan lingkungannya.

4. Menurut Gaspersz (2001:4), TQM didefinisikan sebagai suatu cara


meningkatkan performansi secara terus-menerus (continuous performance
improvement) pada setiap level operasi atau proses, dalam setiap area
fungsional dari suatu organisasi, dengan menggunakan semua sumber daya
manusia dan modal yang tersedia.

5. Menurut Purnama (2006:51), TQM adalah sistem terstruktur dengan


serangkaian alat, teknik, dan filosofi yang didisain untuk menciptakan budaya
perusahaan yang memiliki fokus terhadap konsumen, melibatkan partisipasi
aktif pekerja, dan perbaikan kualitas terus-menerus dengan tujuan agar
sesuai dengan harapan konsumen.

6. Hitt, Ireland dan Hoskisson (2001:223) mengatakan TQM adalah inovasi manajerial
yang menekankan komitmen total organisasi kepada pelanggan dan untuk terus-menerus
melakukan perbaikan setiap proses melalui penggunaan pendekatan pemecahan masalah,
digerakkan oleh data, didasarkan pada pemberdayaan kelompok- kelompok dan tim-tim
karyawan.
7.