Anda di halaman 1dari 19

LAPORAN KELOMPOK

UNTUK MEMENUHI TUGAS CLINICAL STUDY 2

PENGKAJIAN DEPARTEMEN MANAJEMEN KEPERAWATAN DI RUANG TERATAI RUMAH


SAKIT KARSA HUSADA BATU

OLEH KELOMPOK 4 KELAS K3LN:

1. FEPTY YULITA 125070201131022


2. FARIKHAH MAHDALENA 125070201131023
3. DIAN NAJMI 125070206111001
4. YUNI HARTINI DWI CAHYANI 125070206111002
5. MELA SAFITRI 125070206111003
6. AYU RINDU LESTARI 125070206131001

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN

FAKULTAS KEDOKTERAN

UNIVERSITAS BRAWIJAYA

2016

PENGKAJIAN 5 M

1. MAN
1.1 Jumlah tenaga kerja
Kualifikasi tenaga kerja keperawatan di ruang Teratai Rumah Sakit Paru Batu
berjumlah 10 orang dengan rincian sebagai berikut :
a. Tenaga keperawatan
Tabel Kualitas Tenaga Kerja Di Ruang Teratai RSKH

NO Kualifikasi asli Jenis Jumlah Jumlah total Prosentase

1 S2 Keperawatan PNS 1 1 10 %

2 S1 Keperawatan HR 2 2 20 %

3 D3 Keperawatan PNS 2 7 70 %

4 D3 Keperawatan HR 5

Jumlah 10 100 %

Berdasarkan table di atas diinterprestasikan bahwa sebagian besar perawat di ruang


Teratai Rumah Sakit Paru Batu yaitu 70 % berpendidikan DIII keperawatan. Sehingga
dapat disimpulkan jumlah tenaga kerja saat ini sudah cukup baik.

b. Tenaga non Perawat


Tabel Tenaga non Keperawatan Ruang Teratai Rumah Sakit Paru Batu

n Kualifikasi Jumlah Prosentase


o

1 Perkarya 1 25 %

2 Dokter 3 75 %

Total 4 100 %

Berdasarka table di atas dapat diinterpretasikan bahwa tenaga non keperawatan yaitu
dokter IPD yaitu sebesar 75 % di ruang Teratai.

c. Kualitas Tenaga Kerja

Berdasarkan hasil rekapitulasi yang diulakukan didapatkan kualifikasi tenaga perawat


di ruang Teratai sebagai berikut:
Tabel Kualitas Tenaga Keperawatan Ruang Teratai Rumah Sakit Paru Batu

Masa Jenis ketenaga Pelatihanyan


Nama Pendidikan
No. kerja kerjaan g diikuti

Ns. Sujud 19 tahun Kepala Ruang BLS,IGD,ISO,


1 Pribadi S2 Management,
M.kep Keperawatan Akreditasi

Ns. Yunita S1 keperawatan 8 bulan Perawat Pelaksana BPGD,BCL


2 S.kep S,BLS

Ns. Zakaria S1 keperawatan 2 tahun Perawat Pelaksana BLS,BCLS,Ra


3 S.kep wat luka

Gigih Gilang, DIII 2 tahun Perawat Pelaksana BLS,Instru


4 Amd.kep keperawatan men

Yuliana, DIII 12 tahun Perawat Pelaksana PPI,BLS,Rawa


5 Amd.kep keperawatan t Luka

Irfan, Amd. DIII 5 bulan Perawat Pelaksana BLS


6 kep keperawatan

Maulana DIII 2 tahun Perawat Pelaksana BCLS,BLS,HI


7 Agung, keperawatan V,AIDS
Amd.kep

Efendi,Amd . DIII 10 bulan Perawat Pelaksana BLS


8 kep keperawatan

Ria D III 1 tahun Perawat Pelaksana BLS


9 Natalia,Amd. keperawatan
kep

Risa,Amd.ke DIII 5 bulan Perawat Pelaksana BLS,Rawat


10 p keperawatan luka

Berdasarkan table di atas dapat diinterpretasikan keseluruhan perawat yang bekerja di


ruang Teratai telah mengikuti pelatihan BLS.
1.2 Tingkat Ketergantungan Pasien Berdasarkan Teori Orem
a. Skor Ketergantungan Pasien
Jumlah pasien, diagnose medis, serta tingkat ketergantungan pasien di ruang
Teratai Rumah Sakit Paru Batu pada tahap pengkajian yakni tanggal 11 April 2016
adalah sebagai berikut:

Diagnosa dan skor ketergantungan pasien Rumah Sakit Paru Batu pada tanggal 11 April
2016

Kelas No bed Diagnosa Medis Skor Ketergantungan

HCU 1 Chest pain 1

2 CVA infark 1

1 1 DHF 1

2 - -

3 UTI, dispepsia sindrom 1

4 - -

5 - -

6 AFI, dispepsia sindrom 1

2 1 Hepatitis, asites 1

2 DHF hari ke-3 , 2


trombositopenia

3 1 Selulutis, hiperglikemi, DM 2

2 DHF

3 Hidronefrosis, vomiting 2

4 Thypoid 2

5 Thyphoid 1

6 Vaskulitis, ulkus krusis 1

7 Sepsis 2

8 HF, SFC FC + AF, NFV 2

9 - -

10 Krisis HT, diabetic foot + 3


hiperglikemia

11 - -

12 Ascites permagna, Sirosis 3


hati

Isolasi Gangren diabetes 1

Keterangan skor : 1 = mandiri, 2 = parsial, 3 = total

Dari keterangan diatas dapat disimpulkan tingkat ketergantungan pasien


berdasarkan tori Orem adalah pasie minimal 55,6%, pasien parsial 33,3%, pasien total
11,1%.

b. Analisis kebutuhan tenaga menurut metode Douglas

KLASIFIKASI PAGI SIANG MALAM


Minimal 1,7 1,4 0,7
Parsial 0,42 0,9 0,6
Total 0,72 0,6 0,4
Jumlah 3 3 2
Total keseluruhan jumlah perawat yang dibutuhkan dalam 1 hari menurut Douglas
adalah 8 perawat
c. Analisis kebutuhan tenaga menurut metode Gillies
Rata-rata jam perawatan pasien
Keperawatan langsung
Minimal = 10x2 = 20
Parsial = 6x3,5 = 21
Total = 2x6 = 12
Jumlah total secara keseluruhan = 53
Keperawatan tidak langsung
= 1 jam / pasien / 24 jam = 1x18 = 0,75
24
Penyuluhan
= 0,25 / pasien / 24 jam = 0,25x18
24

Sehingga dapat disimpulkan total rata-rata jam perawatan pasien per hari adalah

= 53 + 0,75 +0,18 = 2,99 = 3 jam

18

Kebutuhan tenaga perawat di satu unit


= rata-rata jam perawatan klien/hari x rata-rata klien/hari x jumlah hari/tahun
(jumlah hari/tahun jumlah hari libur) x jumlah jam kerja perawat
= 3 x 18 x 365 =19710 = 9,84 = 10 perawat
(365 79) x 7 2002

Sehingga dapat disimpulkan bahwa dalam satu unit dibutuhkan tenaga


keperawatan sebanyak 10 perawat.

2. MATERIAL dan MACHINE


2.1 Peralatan dan Fasilitas
Berdasarkan hasil observasi dan wawancara di Ruang Teratai RSKH Batu tentang
inventaris, fasilitas, dan bahan obat-obatan yang tersedia dengan perincian sebagai
berikut:
a. Kapasitas Ruang Teratai terdiri dari 23 tempat tidur, yaitu:
Kelas 1: terdiri dari 3 ruang, dengan 2 buah tempat tidur di setiap
ruangannya.Fasilitas: 2 bed pasien, 1 kamar mandi, 2 kursi pengunjung, 1 ac, 2 bel
pasien, 2 lemari kecil, dan 1 TV. Di depan ruang kelas 1 terdapat kursi tunggu
pengunjung sebanyak 1 buah.
Kelas 2: terdiri dari 2 ruang, dengan 2 buah tempat tidur di setiap ruangannya.
Fasilitas: 2 bed pasien, 2 lemari kecil, 2 kursi pengunjung dan kamar mandi 1.
Kelas 3 (bangsal): terdiri dari 12 bed pasien, 10 lemari stenles steel, 2 lemari kayu,
12 kursi pengunjung, 7 sketsel, dan 4 kamar mandi.
Ruang isolasi: tediri dari 1 ruangan, 1 bed pasien, 1 lemari
b. Fasilitas untuk perawat
Nurse station:
Terdiri dari 3 bagian, yaitu nurse station, ruang kepala ruangan, dan ruang
istirahat.
Nurse station terdiri dari 1 meja besar, 1 meja kecil, 4 kursi, 2 loker, 3 rak
tempat obat, 1 troli tempat menyimpan cairan infus, 1 rak untuk tempat buku
administrasi, 1 komputer, 1 lemari, 1 wastafel, 1 kulkas, 1 telepon, 1 jam
dinding, tempat sampah medis non medis, sharp container, lemari obat
pasien, dan kamar mandi di pojok ruangan.
Ruang kepala ruangan terdiri dari 1 meja, 1 komputer, 6 kursi, 1 rak tempat
peralatan makan, 1 dispenser, 1 televisi, 2 loker.
Ruang istirahat: 1 jam dinding, 1 sofa panjang, 1 bed
Kamar mandi
Kamar mandi perawat berada di pojok nurse station dan kondisinya cukup
bersih.
c. Fasilitas Sarana Prasarana di Ruang Teratai
Alat Medis Tidak Habis Pakai

No Nama Alat Jumlah Kondisi Standart


Inventaris
Baik Rusak

1 Almari Obat 5 5 3

2 Ambubag Dewasa 1 1 1

3 Defibrilator 1 1 1

5 Bak Instrumen Sedang 1 1 1

6 Bengkok Stainless 3 3 1
Sedang

7 Bengkok Stainless 1 1 1
Besar

8 Com Tutup 12 Cm 3 3 2

9 EKG 1 - 1 1

10 Gunting Verband 1 1 2

12 Kereta O2 1 1 1

13 Korentang 2 2 1

14 Kursi Roda 3 2 1 3

15 Lampu Senter 1 1 1

16 Lampu Tindakan - - 1

17 Tabung O2 8 8 10

18 Nebulizer 1 1 1

19 Pinset Anatomi 2 2 5

20 Pispot 14 14 10

21 Standar Infus Beroda 14 14 5

22 Sterilisator Kering 1 1 1

23 Stetoscope Dewasa 3 3 4

24 Suction Dewasa 1 1 1

25 Termometer Axila 2 2 4

26 Tongspatel Stenlis 1 1 1
27 Torniquet 2 2 4

28 Troli Tindakan 2 2 2

29 Tromol Sedang 2 2 1

30 Urinal Plastik 10 10 10

31 Pinset Chirugi 1 1 2

32 Tensi Meter Beroda - - 1

Berdasarkan tabel di atas, dapat dilihat bahwa beberapa alat medis yang biasa
digunakan sudah memenuhi standar. Akan tetapi, pada ruang Teratai terdapat 1 buah EKG
yang kondisinya sudah rusak, sehingga harus meminjam ke ruangan lain untuk melakukan
EKG. Selain itu, tata letak alat medis juga tidak rapi.

Alat Medis Habis Pakai (Disposable)

Inventaris per
Jumlah habis per hari
No. Nama Alat tahun

jumlah satuan jumlah satuan

1 Abbocath 12 50 pcs 0 pcs

2 Abbocath 20 50 pcs 0 pcs

3 Abbocath 26 250 pcs 5 pcs

4 Foly catheter 12 10 pcs 0 pcs

5 Foly catheter 16 250 pcs 1 pcs

6 Foly catether 18 20 pcs 0 pcs

7 Foly catheter 8 40 pcs 0 pcs

8 Hypafix 10cm x 5cm 50 pcs 1 pcs

9 Infuse set adult oi-24 100 pcs 2 pcs

10 Infuse set micro oi-30 100 pcs 0 pcs

11 Kapas 20 kg 1 kg

12 Kasa hidrofil 40 yard 10 pcs 1 pcs

13 Kasa steril 16 x 16 cm 200 pcs 0 pcs


Kertas ECG 145 mm x 30
14 100 pcs 1 pcs
mm

15 KY Jelly 20 pcs 1 pcs

Leukoplast 7,5 cm x 4,5 m


16 100 pcs 1 pcs
tanpa tutup

17 Masker surgical 200 pcs 4 pcs

18 Nebulizer masker anak 20 pcs 0 pcs

Nebulizer masker set


19 100 pcs 0 pcs
dewasa

20 Slang masker O2 100 pcs 3 pcs

21 Spuit 1 cc insulin 3000 pcs 0 pcs

22 Spuit 10 cc 6000 pcs 5 pcs

23 Spuit 20 cc 1000 pcs 0 pcs

24 Spuit 3 cc 10000 pcs 2 pcs

25 Spuit 5 cc 6000 pcs 15 pcs

26 Hands rub 500 ml ml

Berdasarkan table diatas dapat dilihat bahwa peralatan habis pakai cukup untuk
memenuhi kebutuhan ruangan dalam satu hari, namun botol hands rub kosong saat
pengkajian.

Pelaratan Rumah Tangga


Jumlah Kondisi
No Nama Alat Standart
Inventaris Baik Rusak

1 Bungkus Kasur Perlak 13 13 -

2 Duk Sedang - - -

3 Handuk Kecil/Lap Cuci 4 4 -


Tangan

4 Selimut Wool 7 7 -

5 Selimut Lorek 13 13 -

6 Skort Perawat 7 7 -

7 Sprei 11 11 -

8 Waslap 5 5 -

9 Sketsel 7 7 -
Jumlah peralatan rumah tangga pada ruang Teratai sudah mencukupi. Namun
peletakannya tidak sesuai dengan label nama barang di lemari dan kurang rapi. Ada juga
peralatan yang bercampur dengan yang lain sehingga menyulitkan dalam pengambilannya.
Pelaratan Penunjang

Jumlah Kondisi
No Nama Alat Standart
Inventaris Baik Rusak

1 Baki melamin 5 5 - 5

2 Bantal Dacron 23 23 - 23

3 Bantal Dewasa 23 23 23

4 Bel Pasien 8 8

6 Dispencer 1 1 1

7 Galon Aqua 1 1 1

8 Gayung 12 12 12

9 Gelas Pasien 13 13 13

10 Jam Dinding 4 1 4

Kasur Pasien
11 23 23 23
Dewasa Busa

12 Kereta Makan 1 1 1

13 Kulkas 2 2 2

14 Kursi Petugas Jaga 14 14 8

15 Papan Tulis Besar - - 1

16 Papan Tulis Kecil - - 1

17 Piring Snack Sango 12 12 12

18 Rak Sepatu Plastik - - 1

19 Sendok 12 12 12

Tempat Sampah
20 3 3 3
Kecil Terbuka

21 Tempat Sampah 9 9 2
Tanggung Tertutup

22 Troli Baju Kotor 1 1 1

23 Tutup Gelas Stenlis 12 12 12

24 Almari Linen 1 1 1

Meja Kepala
25 1 1 1
Ruangan

26 Meja Perawat Besar 1 1 2

27 Tempat Tidur Pasien 23 23 23

28 Piring Lauk Sango 13 13 13

29 Piring Makan Ceper - - 13

30 AC 4 4 4

Jumlah peralatan penunjang sudah mencukupi.Hanya saja untuk peletakan tempat


sampah kurang strategis dan pembuangan sampah dalam waktu yang lama, sehingga
sampah terlihat menumpuk.Selain itu, jam dinding juga rusak, sehingga menyulitkan pasien
dan keluarga untuk mengetahui waktu.

3. MONEY
a. Sistem Gaji dan Remunerisasi SDM
Sumber dana gaji pegawai di Ruangan Teratai Rumah Sakit Umum Karsa Husada
(RS Paru Batu):
PNS berasal dari pemerintah
Non-PNS (honorer) berasal dari rumah sakit itu sendiri beserta insentif per bulan
yang berasal dari instalasi watnap masing-masing dan dalam satu tahun terakhir
dari BLUD
Sedangkan pemberian remunisasi (total kompensasi yang diterima oleh pegawai
sebagai imbalan dari jasa yang telah dikerjakannya) disesuaikan dengan BOR dan kelas
perawatan.

b. Sumber pendapatan Ruangan

Sumber pendapatan Ruang Teratai Rumah Sakit Umum Karsa Husada (RS Paru
Batu) berasal dari pemerintah yang diatur oleh rumah sakit untuk dibagikan ke setiap
ruangan di rumah sakit sesuai kebutuhannya yang tersentralisasi dari instalasi watnap.
Akan tetapi tidak ada pengawasan terkait pendokumentasian anggaran ruangan oleh
pusat.

c. Tarif Rawat Inap


Tarif yankes dan pelayanan penunjang Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Sakit
Umum Karsa Husada (RS Paru Batu) mengacu pada PERGUB nomor 19 tahun 2015
meliputi:

Jenis Layanan Kelas III Kelas II Kelas I


Jasa Akomodasi Rp. 75.000,00 Rp. 100.000,00 Rp. 150.000,00
Registrasi Watnap Rp.10.000,00 Rp.- Rp.-
Jasa visit dokter Rp.60.000,00 Rp.60.000,00 Rp.80.000,00
spesialis
Jasa visit dokter umum Rp. 30.000,00 Rp. 30.000,00 Rp.-
Jasa Askep Rp. 25.000,00 Rp. 25.000,00 Rp.35.000,00
Jasa asuhan gizi watnap Rp. 20.000,00 Rp. 20.000,00 Rp. 25.000,00
(per kali)
Jasa konsultasi Rp. 30.000,00 Rp. 30.000,00 Rp.35.000,00
spesialis (per kali)

4. Method
a. Metode Penugasan
Metode penugasan yang digunakan pada ruang teratai di Rumah Sakit Karsa Husada
adalah fungsional

Kepala ruangan

Koordinator Ruangan

PP PP PP PP

PP PP PP PP

Pasien
Ket :

Setiap perawat melayani seluruh kebutuhan pasien saat dinas, pasien akan di rawat oleh
perawat yang berbeda untuk setiap shift, dan tidak ada jaminan pasien akan dirawat oleh
perawat yang sama pada hari berikutnya. Setiap shift ditunjuk satu penanggung jawab
shift untuk mempermudah koordinasi.

b. Conference

Pre dan Post konference dilakukan sebelum melakukan operan untuk membahasa
tentang status kondisi setiap pasien.

c. Timbang Terima/Operan
Operan pasien dilakukan oleh perawat, operan sudah dilakukan di ruangan dengan
menjelaskan intervensi yang telah dilakukan dan belum dilakukan. Kemudian melakukan
operan keliling bersama dengan perawat yang mengganti shift
d. Ronde
Ronde keperawatan dilakukan oleh perawat, pada saat ada intervensi yang
diberikanatau sudah dilakukan tetapi kondisi pasien masih belum membaik. Pertimbangan
perawat terhadap diagnosa yang ditetapkan oleh dokter. atau adanya masslah kesehatan
yang perawat pelaksana tidak bisa laksanakan.
5. Market
Bagi suatu perusahaan, pemasaran produk yang dihasilkan sudah barang tentu sangat
penting bagi kelangsungan proses produksi dari perusahaan itu sendiri. Proses produksi
suatu barang akan berhenti apabila barang-barang yang diproduksi itu tidak laku atau tidak
diserap oleh konsumen. Dengan perkataan lain pasar sangat penting untuk dikuasai demi
kelangsungan proses kegiatan perusahaan atau industri. Oleh karena itu penguasaan pasar
untuk mendistribusikan hasil-hasil produksi agar sampai kepada konsumen merupakan hal
yang menentukan dalam aktivitas manajemen.
Agar pasaran dapat dikuasai maka kualitas dan harga barang harus sesuai dengan
selera dan daya beli konsumen. Barang yang berkualitas rendah dengan harga yang relatif
mahal tidak akan laku dijual. Hal diatas adalah penggunaan pasar dalam dunia perniagaan.
Adapun dalam administrasi Negara, yang menjadi pasar adalah masyarakat (publik) secara
keseluruhan, sedangkan yang menjadi produknya adalah berupa pelayanan dan jasa
(service). Apabila rakyat atau masyarakat telah merasakan pelayanan yang sebaik-baiknya
dari pemerintahnya maka rakyat akan pula memberikan kerjasama dengan sebaik-baiknya
atau dengan perkataan lain mendukungnya sehingga pemerintahan dapat berjalan dengan
stabil.Jenis indikatornya adalah
Keselamatan pasien (patient safety)
JUMLAH KEJADIAN DEKUBITUS

JUMLAH PASIEN BERESIKO DEKUBITUS X 100%

Kriteria klien yang mempunyai risiko terjadi dekubitus meliputi:

Usia lanjut

Ketidak mampuan bergerak pd bag tertentu

Malnutrisi/Obesitas

Berbaring lama penekanan lebih 2 jam di TT

Penggnaan korsi roda

Mengalami kondisi kronis : DM,Penyakit vaskuler

Inkontinentia urine, alvi

Area-area yang perlu diperiksakkan untuk menentukan klien bermasalah


dekubitus meliputi:

Belakang kepala (area sekitar otot sternocloidomastoideus)

Sikut (sendi ekstrimitas terutama yang atas)

Sacrum dan coccyx (daerah panggul bagian belakang)

Tumid

Trochanter
Jumlah pasien dekubitus maupun yang beresiko dekubitus di Ruang Teratai pada
tanggal 11 April 2016 12 April 2016, tidak ada klien yang mengalami dekubitus
maupun yang beresiko dekubitus

Angka kejadian kesalahan pada pemberian obat oleh perawat

Angka KTD dalam pemberian obat :

Jumlah pasiens yang terkena KTD dlm pemberian obat

X100%

Jumlah pasien pada hari tersebut

Angka KNC dlm pemberian obat :

Jumlah psien yg terkena KNC dlm pemberian obat

X100% =

Jml Pasien pada hari tersebut

Contoh kesalahan dalam pemberian obat yang sering terjadi adalah :

Salah pasien.
Salah waktu : terlambat pemberian obat (30menit setelah jadwal), Terlalu cepat (30 men
sebelum jadwal), obat stop tetap dilanjutkan
Salah cara (rute) yaitu Oral, iv.im,sc,supp,drip
Salah dosis seperti dosis berlebih dari yang di resepkan dokter atau dosis kurang dari
yg di resepkan dokter
Salah obat: obat yg diberikan tidak sesuai dengan resep dokter
Salah dokumentasi yaitu dokumentasi tidak sesuai dengan yang dilaksanakan

Jumlah pasien yang mengalami salah obat di Ruang Teratai pada tanggal 11
April 2016 12 April 2016, tidak ada klien yang mengalami mengalami salah obat.
Angka kejadian pasien jatuh

Jumlah pasien jatuh

X 100 %

Jumlah pasien yg beresiko jatuh

Pasien beresiko jatuh: dikatagorikan pasien mempunyai satu atau lebih faktor beresiko
jatuh pada saat pengkajian :

Faktor resiko intrinsic


Karakteristik pasien dan fungsi fisik umum
Diagnosis /perubahan fisik
Medikasi dan interaksi obat
Kondisi mental/gangguan alkohol

Faktor extrinsic (Karakteristik lingkungan )

Tingkat pencahayaan

Permukaan lantai

Furnitur

Ketinggian TT,kunci TT

Call bell

Penggunaan alat bantu

Lama dirawat

Jumlah pasien yang mengalami jatuh maupun yang beresiko jatuh di Ruang
Teratai pada tanggal 11 April 2016 12 April 2016, tidak ada klien yang mengalami
jatuh maupun yang beresiko jatuh.
Angka kejadian cedera akibat Restrain

Jumlah pasien akibat cidera restrain

X 100%

Jumlah total pasien yg dipasang restrain

Kriteria cidera restrain :

Sirkulasi ektrimitas adekuat tidak

Ada atau tidak gangguan ektrimitas

Keluarga mengerti tentang perlunya restrain

Jangan posisikan supine posision

Memonitor posisi restrain, jangan dipasang pada extrimitas yg tidak bisa bergerak

Jumlah pasien yang mengalami cedera akibat restrain di Ruang Teratai pada
tanggal 11 April 2016 12 April 2016, tidak ada klien yang mengalami cedera akibat
restrain.
Keterbatasan perawatan diri

Jml.ps.ygtdk terpenuhi keb.diri

X 100%

Jml ps. Dirawat dg tingkat keterg. Partial, total

Ket: tidak terpenuhi kebutuhan diri (mandi, toileting pada tingkat ketergantungan partial dan
total)

Jumlah pasien yang tidak terpenuhi kebutuhan diri di Ruang Teratai pada tanggal 11
April 2016 12 April 2016, tidak ada klien yang tidak terpenuhi kebutuhan dirinya.
Kepuasan Pasien
Tingkat kepuasan pasien dan keluarga terhadap pelayanan keperawatan
Jml.ps. yg menyatakan puas thp.yan kep
X 100%
Jml ps.yg dilakukan survey pada periode ttt

Ket: menggunakan kuisioner

Di Ruang Teratai belum ada pendataan mengenai angka kepuasan pasien

Kecemasan

Angka kejadian cemas

Angka kejadian cemas pada ruang rawat umum:

jumlah ps. Cemas

X 100%

Jumlah ps. Yg dirawat

Di Ruang Teratai belum ada pendataan mengenai angka kecemasan pasien

Kenyamanan
Angka tata laksana nyeri:
Persentase pasien nyeri yang terdokumentasi dalam askep:

Jm total.tin per seb. Respon nyeri

X100%

Jml.tot ps. Terdokumentasinyeri skala 4 per periode ttt

Angka kenyamanan pasien:

Jml. Ps. Dg. Nyeri terkontrol

X100%

Jml. Ps. Yg. Terdok.nyeri per periode ttt


Di Ruang Teratai belum ada pendataan mengenai angka kenyamanan pasien

Pengetahuan
Pengetahuan ttg.perawatan penyakitnya:
jumlah ps. Yg kurang pengetahuan
X100%
Jumlah ps. Yg dirawat pada periode ttt

Perencanaan pasien pulang(discharge planning)


Jml. Ps. Yg tdk.Dibuat dp.pd. Periode ttt
X100%
Jml. Ps. Yg dirawat pada periode ttt

Di Ruang Teratai belum ada pendataan mengenai tingkat pengetahuan pasien