Anda di halaman 1dari 31

LATAR BELAKANG

Proyek Konstruksi. Yang dimaksud dengan proyek adalah suatu usaha


untuk mencapai suatu tujuan tertentu yang dibatasi oleh waktu dan sumber daya
yang terbatas. Sehingga pengertian proyek konstruksi adalah upaya untuk
mencapai suatu hasil dalam bentuk bangunan dan infrastruktur. Bangunan ini
pada umumnya mencakup pekerjaan pokok yang termasuk di dalamnya bidang
teknik sipil dan arsitektur, juga tidak jarang melibatkan disiplin lain seperti teknik
industri, teknik mesin, teknik elektro dan sebagainya.

Manajemen Konstruksi. Yang dimaksud dengan Manajemen, adalah


suatu metode atau teknik atau proses untuk mencapai suatu tujuan tertentu secara
sistematik dan efektif melalui tindakan-tindakan perencanaan (planning),
pengorganisasian (organizing), pelaksanaan (actuating), dan pengendalian
(controlling) dengan mengelola dan dan menggunakan sumber daya yang terbatas
secara efisien (tepat guna) dan efektif (hasil guna).

Sebagaimana diketahui bahwa dalam pelaksanaan manajemen konstruksi


didasari dari proses proyek itu sendiri, yang mempunyai awal dan akhir serta
tujuan menyelesaikan proyek tersebut dalam bentuk bangunan fisik secara efisien
dan efektif. Untuk itu, diperlukan pengetahuan yang salah satunya menyangkut
aspek teknis pelaksanaan manajmen konstruksi itu sendiri dalam
penyelenggaraannya.

Proses proyek konstruksi dimulai dan dikahiri dengan serah terima.


Selama proses berlangsung, beberapa aspek teknis yang berkaitan dengan proses,
perlu diketahui. Aspek teknis yang umum dilakukan terdistribusi dalam:

- Perencanaan (Planning)
- Pengorganisasian (Organizing)
- Pelaksanaan/Penjadwalan (Scheduling)

MANAJEMEN KONSTRUKSI | 2015 1


- Pengendalian (Controllig)

Tujuan dari manajemen itu sendiri adalah untuk mendapatkan metode atau
cara teknis yang terbaik dalam pencapaian sasaran atau tujuan agar pemanfaatan
sumber-sumber daya yang terbatas akan diperoleh hasil yang maksimal dalam hal
ketepatan, kecepatan, penghematan dan keselamatan kerja yang komprehensif.

Pembahasan makalah yang dibuat kali ini, akan lebih mendalami tentang
Pengendalian Proyek.

- Pengendalian Biaya
- Pengendalian Waktu
- Pengendalian Mutu

MUTU

WAKTU
BIAYA

Ketiga variabel tersebut berkaitan dan saling mempengaruhi. Kualitas


Mutu berkaitan dengan Biaya yang dikeluarkan, besar kecilnya biaya secara
umum menunjukkan tinggi rendahnya mutu untuk suatu pekerjaan yang sama
dengan spesifikasinya yang sama pula. Demikian dengan Waktu pelaksanaan,
tinggi rendahnya mutu secara tidak langsung berkaitan dengan lama waktu
pelaksanaan, mutu yang tinggi membutuhkan kehati-hatian dan pengawasan mutu
yang lebih intensif, sehingga jelas akan menggunakan waktu yang lebih lama
daripada waktu normal. Dari waktu yang lebih lama, maka secara otomatis akan

MANAJEMEN KONSTRUKSI | 2015 2


menambah biaya pelaksanaan. Bentuk saling ketergantungan ini memberikan
beberapa kebutuhan akan teknik untuk manajemen proses kontruksi.

MANAJEMEN KONSTRUKSI | 2015 3


BAB I

MANAJEMEN

I.1 MANAJEMEN, PENJADWALAN DAN PENGENDALIAN BIAYA


DI INDUSTRI KONSTRUKSI

Ilmu dalam konstruksi dapat dibagi menjadi dua hal yang umum, yaitu:

1. Teknologi Konstruksi, dan


2. Manajemen Konstruksi

Sesuai dengan namanya, teknologi konstruksi berhubungan dengan metode


atau teknik yang digunakan untuk menempatkan material fisik dan elemen-elemen
pada tempatnya di lapangan. Pada saat suatu proyek konstruksi ditentukan, salah
satu pertanyaan yang paling penting yang akan dihadapai oleh manajer konstruksi
adalah: metode konstruksi apa yang akan digunakan?. Jenis atau tipe metode
yang digunakan sangatlah beragam. Setiap metode baru harus dipertimbangkan
keuntungan dan kerugiannya serta harus selalu diperbarui.

Berlawanan dengan teknologi konstruksi, manajamen konstruksi mengacu


pada bagaimana sumber daya tersedia bagi manajer sehingga dapat diaplikasikan
dengan baik pada suatu proyek konstruksi. Biasanya, pada saat kita berbicara
mengenai sumber daya untuk konstruksi, maka yang teringat adalah 5 M, yaitu:

1. Manpower (tenaga kerja);


2. Machiners (alat dan perlatan);
3. Material (bahan bangunan);
4. Money (uang);
5. Method (metode).

MANAJEMEN KONSTRUKSI | 2015 4


Manajemen melibatkan waktu dan pengaplikasian kelima sumber daya di
atas untuk membangun suatu proyek konstruksi. Banyak hal yang harus
dipertimbangkan pada saat mengatur suatu proyek dan secara sukses
mengaplikasikan ke-5 M tersebut. Keterlibatan perencanaan yang baik dari segi
waktu, biaya dan lingkup proyek merupakan hal penting dalam menyukseskan
pembangunan suatu proyek.

Tugas suatu manajer pada suatu proyek konstruksi adalah memanfaatkan


sumber daya semaksimal mungkin dengan efektif dan efisien dalam kerangka
perencanaan waktu, biaya dan mutu unttuk pencapaian tujuan pemilik proyek.
Konsep dasar yang menjadi esensi suatu pembangunan proyek konstruksi adalah
kemampuan manajer dalam menempatkan sumber daya manusia, peralatan dan
material dengan biaya terbatas, waktu yang telah ditentukan, dan mutu yang
sesuai dengan perencanaan awal. Sehingga hal ini menjadi tantangan utama bagi
seoranag manajer proyek konstruksi.

Pekerjaan sebuah proyek konstruksi dimulai dengan tiga hal, yaitu


penyusunan perencanaan, penyusunan jadwal dan pengendalian untuk
mendapatkan hasil yang sesuai dengan rencana. Lebih lanjut, pembahasan singkat
mengenai ketiga hal tersebut dapat diuraikan sebagai berikut:

1. Perencanaan adalah suatu proses penentuan tujuan dan sasaran


melibatkan persiapan sumber daya dalam pencapaiannya. Perencanaan
yang dibuat dengan baik akan mengikat dan mengarahkan pelaksanaan
suatu kegiatan proyek konstruksi dalam memanfaatkan sumber daya
secara efektif dan efisien untuk mewujudkan tujuan dan sasaran.
2. Penjadwalan proyek konstruksi merupakan alat untuk menentukan
waktu yang dibutuhkan oleh suatu kegiatan dalam penyelesaian. Di
samping itu, juga sebagai alat untuk menentukan kapan mulai dan
selesainya kegiatan-kegiatan tersebut. Perencanaan penjadwalan pada
proyek konstruksi, secara umum terdiri dari penjadwalan waktu, tenaga

MANAJEMEN KONSTRUKSI | 2015 5


kerja, peralatan, material dan keuangan. Ketepatan penjadwalan dalam
pelaksanaan proyek sangat berpengaruh pada terhindarnya banyak
kerugian, misalnya pembengkakan biaya konstruksi, keterlambatan
penyerahan proyek, dan perselisihan atau klaim. Beberapa manfaat
yang dapat diperoleh dari penjadwalan antara lain sebagai berikut:
a. Bagi pemberi tugas atau pemilik, yaitu:
1) Pengetahuan mengenai waktu awal dan akhir suatu proyek;
2) Dapat mengevalusi dan menilai akibat perubahan waktu
penyelesaian dan baiya proyek.
3) Dapat merencanakan cashflow atau arus kas proyek.
b. Sementara, bagi pemberi jasa konstruksi, selain manfaat yang sama
dengan pemberi tugas, juga bermanfaat untuk:
1) Dapat merencanakan kebutuhan material, peralatan dan tenaga
kerja.
2) Dapat mengatur waktu keterlibatan sub kontraktor.
3. R.J. Mockler, 1972, dalam buku Imam Soeharto (1997) memberikan
pengertian tentang pengendalian. Menurutnya pengendalian adalah
usaha yang sistematis untuk menentukan standar yang sesuai dengan
sasaran perencanaan, merancang sistem informasi, membandingkan
pelaksanaan dengan standar, menganalisis kemuungkinan adanya
penyimpangan antara pelaksanaan dan standar, kemudian mengambil
tindakan pembetulan yang diperlukan agar sumber daya yang
digunakan secara efektif dan efisien dalam rangka mencapai sasaran.

I.2 FUNGSI MANAJEMEN

Seperti yang telah diuraikan sebelumnya, yang dimaksud dengan


Manajemen, adalah suatu metode atau teknik atau proses untuk mencapai suatu
tujuan tertentu secara sistematik dan efektif melalui tindakan-tindakan
perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pelaksanaan (actuating),

MANAJEMEN KONSTRUKSI | 2015 6


dan pengendalian (controlling) dengan mengelola dan dan menggunakan sumber
daya yang terbatas secara efisien (tepat guna) dan efektif (hasil guna).

Sebagaimana diketahui bahwa dalam pelaksanaan manajemen konstruksi


didasari dari proses proyek itu sendiri, yang mempunyai awal dan akhir serta
tujuan menyelesaikan proyek tersebut dalam bentuk bangunan fisik secara efisien
dan efektif. Untuk itu, diperlukan pengetahuan yang salah satunya menyangkut
aspek teknis pelaksanaan manajmen konstruksi itu sendiri dalam
penyelenggaraannya.

1. Perencanaan (Planning)
Perencanaan/planning merupakan suatu tindakan pengambilan
keputusan data informasi, asumsi atau fakta kegiatan yang dipilih dan
akan dilakukan pada masa mendatang. Bentuk tindakan tersebut
antara lain:
a. Menetapkan tujuan dan sasaran usaha;
b. Menyusun rencana induk jangka panjang dan pendek;
c. Menyumbang strategi dan prosedur operasi;
d. Menyiapkan pendanaan serta standar kualitas yang diharapkan.

Manfaat dari fungsi perencanaan di atas adalah sebagai alat


pengawas maupun pengendali kegiatan, atau pedoman pelaksanaan
kegiatan, serta sarana untuk memilih dan menetapakan kegiatan yang
diperluakan.

PMBOK (Project Management Body of Knowledge) membuat area


ilmu manajemen bagi perencanaan, yaitu:

a. Perencanaan lingkup proyek


Merupakan suatu proses penggambaran proyek dan batas-batasnya
secara tertulis. Misalnya, untuk proyek konstruksi, perencanaan
lingkup proyek didapat dari tahap awal siklus proyek yang

MANAJEMEN KONSTRUKSI | 2015 7


mencakup studi kelayakan, terutama yang menyangkut biaya dan
manfaat proyek, jadwal serta mutu, agar diperoleh alternatif
lingkup yang terbaik.
b. Perencanaan mutu
Merupakan proses penentuan standar dan kriteria mutu yang akan
dipakai oleh proyek, serta usaha untuk dapat memenuhinya.
Ketentuan standar mutu akan besar pengaruhnya terhadap biaya
proyek terutama pada waktu desain engineering, seksi peralatan
dan material.
c. Perencanaan waktu dan penyusunan
Meliputi hal-hal yang mengenai penyelesaian proyek yang tepat
waktu yang ditetapkan. Perencanaan ini memberikan masukan
kepada perencanaan sumber daya agar sumber daya tersebut siap
pada waktu yang diperlukan.
d. Perencanaan biaya
Merupakan rangkaian langkah untuk perkiraan besarnya biaya dari
sumber daya yang diperlukan oleh proyek. Langkah-langkah
tersebut termasuk juga mempertimbangkan berbagai alternatif yang
mungkin dalam mendapatkan biaya yang paling ekonomis bagi
kinerja atau material. Ha ini menyebabkan perencanaan biaya baru
dapat diselesaikan bila telah tersedia perencanaan sumber daya.
e. Perencanaan Sumber Daya
Perencanaan sumber daya proyek dapat dikelompokkan menjadi
dua golongan, yaitu perencanaan sumber daya manusia (SDM)
yang meliputi rancangan organisasi, pengisian personil untuk
kantor pusat, mobilisasi dan pelatihan tenaga kerja utuk lapangan,
serta sumber daya non manusia yang meliputi pengadaan material,
peralatan yang akan menjadi bagian permanen proyek serta
peralatan konstruksi.
2. Pengorganisasian (Organizing)

MANAJEMEN KONSTRUKSI | 2015 8


Pengorganisasian adalah suatu tindakan mempersatukan kumpulan
kegiatan manusia, yang mempunyai pekerjaan masing-masing, saling
berhubungan satu sama lain dengan tata cara tertentu. Tindakan
tersebut antara lain berupa:
a. Membagi pekerjaan ke dalam tugas operasional;
b. Menggabungkan jabatan ke dalam unit yang terkait;
c. Memilih dan menempatkan orang-orang pada pekerjaan yang
sesuai;
d. Menyesuaikan wewenang dan tanggung jawab masing-masing
personil.
Manfaat dari fungsi organisasi merupakan pedoman pelaksanaan
fungsi, pembagian tugas serta hubungan tanggung jawab serta
delegasi kewenangan terlihat jelas.
3. Pelaksanaan (Actuating)
Dari keseluruhan proses manajemen, fungsi pelaksanaan adalah
yang terpenting di antatra fungsi lainnya, karena fungsi ini ditekankan
pada hubungan dan kegiatan langsung para anggota organisasi,
sementara perencanaan dan pengorganisasian lebih bersifat abstrak
atau tidak langsung. George R. Terry menguraikan bahwa
pelaksanaan adalah upaya untuk menggerakkan anggota organisasi
sesuai dengan keinginan dan usaha mereka untuk mencapapi
tujuan perusahaan serta anggota di organisasi karena setiap
anggota pasti juga memiliki tujuan pribadi.
Tindakan yang dilakukan dalam fungsi actuating antara lain:
a. Mengkoordinasikan pelaksanaan kegiatan;
b. Berkomunikasi secara pribadi;
c. Mendistribusikan tugas, wewenang dan tanggung jawab;
d. Memberikan pengarahan, penugasan dan motivasi;
e. Berusaha memperbaiki pengarahan sesuai petunjuk pengawasan.

MANAJEMEN KONSTRUKSI | 2015 9


Manfaat dari fungsi pelaksanaan ini adalah terciptanya
keseimbangan tugas, hak dan kewajiban masing-masing bagian
dalam organisasi, dan mendorong tercapainya efisiensi serta
kebersamaan dalam bekerja sama untuktujuan bersama. Selain itu,
karyawan menjadi termotivasi jika merasa percaya diri dapat
melakukan pekerjaan tersebut, yakin bahwa pekerjaan tersebut
akan menambah nilai diri mereka dan hubungan antara sesama
karyawan menjadi harmonis dalam organisasi.
4. Pengendalian (Controlling)
Pengendalian manajemen merupakan usaha tersistematis untuk
mencapai suatu tujuan dengan cara membandingkan prestasi kerja
dengan rencana dan membuat tindakan yang tepat untuk mengkoreksi
perbedaan yang penting.
Pengendalian merupakan tindakan pengukuran kualitas dan
evalusai kinerja. Tindakan ini juga diikuti dengan perbaikan yang
harus diambil terhadap penyimpangan yang terjadi, khususnya di luar
batas-batas toleransi. Tindakan tersebut meliputi, antara lain:
a. Mengukur kualitas hasil;
b. Membandingkakn hasil terhadap standar kualitas;
c. Mengevaluasi penyimpangan yang terjadi;
d. Memberikan saran-saran perbaikan;
e. Menyusun laporan kegiatan.
Manfaat dari fungsi pengendalian adalah memperkecil
kemungkinan kesalahan yang terjadi dari segi kualitas, kuantitas,
biaya maupun waktu.
Dalam proyek konstruksi, pengendalian diperlukan untuk menjaga
agar pelaksanaan tidak menyimpang dari perencanaan. Tiap pekerjaan
yang dilaksanakan harus benar-benar diinspeksi dan dicek oleh
pengawas lapangan, apakah sudah sesuai dengan spesifikasi atau
belum. Misalnya, pengangkutan bahan harus diatur dengan baik dan

MANAJEMEN KONSTRUKSI | 2015 10


bahan-bahan yang dipesan harus diuji terlebih dahulu di masing-
masing pabriknya. Jika pengendalian dilaksanakan dengan baik, maka
keterlambatan jadwal dan pembengkakan biaya proyek dapat
dihindari. Pengendalian jadwal dan biaya merupakan bagian dari
divisi manajemen proyek yang mencakup pemantauan kemajuan
pekerjaan, reduksi biaya, optimasi, model dan analisis.
Di samping pengendalian terhadap waktu dan biaya, pengendalian
mutu fisik konstruksi juga harus dijalankan. Divisi pengendalian mutu
fisik konstruksi terpisah dengan divisi pengendalian jadwal dan biaya.
Pengendalian terhadap mutu fisik konstruksi dilakukan secara
tersendiri oleh pengawas teknik melalui gambar-gambar rencana dan
spesifikasi teknik.

I.3 KESIMPULAN

Jadi dapat disimpulkan bahwa dalam sebuah proyek konstruksi sangat


berpengaruh pada manajeman yang baik, yang ada di dalamnya. Selain itu
pengendalian proyek juga sangat berpengaruh dalam terlaksananya sebuah proyek
konstruksi. Pengendalian proyek penting yakni, untuk memperkecil resiko dan
ketidakpastian suatu proyek konstruksi dapat dilakukan dengan suatu manajemen
yang mampu untuk mengendalikan serta mereduksi biaya (cost) dan waktu (time)
serta menjamin kulitas/mutu (quality) suatu pekerjaan konstruksi agar dapat
mencavpai sasaran secara efektif dan efisien.

Mekanisme manajemen konstruksi yang dilakukan oleh kontraktor


ditopang oleh banyak pihak, melibatkan pengorganisasian dan koordinasi dari
semua sumber daya untuk proyek konstruksi yang dilakukan. Dalam rangka
pelaksanaan proyek agar sesuai dengan standar kualitas dan pelaksanaan atau
kinerja yang telah dispesifikasikan perancang, maka sumber daya tenaga kerja,
peralatan konstruksi, material-material tetap dan sementara, dana, teknologi dan

MANAJEMEN KONSTRUKSI | 2015 11


metoda serta periode pelaksanaan perlu diperhatikan agar penyelesaian perkerjaan
dapat dilakukan tepat pada jadwal waktunya dan dalam batas-batas anggarannya.

MANAJEMEN KONSTRUKSI | 2015 12


BAB II

PENGENDALIAN PROYEK

II.1 LATAR BELAKANG

Pelaksanaan atau pekerjaan sebuah proyek konstrusksi dimulai dengan


memperhatikan metode atau teknik yang akan digunakan dalam melaksanakan
sebuah proyek konstruksi. Selain itu sebuah proyek konstruksi juga harus
memperhatikan keadaan sumber daya yang nantinya akan digunakan. Pengunaan
sumber daya tersebut sangat berakaitan dengan manajemen konstruksi yang baik.
Biasanya, pada saat kita berbicara mengenai sumber daya untuk konstruksi, maka
yang teringat adalah 5 M, yaitu Manpower (tenaga kerja); Machiners (alat dan
peralatan); Material (bahan bangunan); Money (uang); dan Method (metode).

Selain itu pelaksanaan atau pekerjaan sebuah proyek konstruksi juga


dimulai dengan penyususnan perencanaan, penyusunan jadwal (penjadwalan) dan
untuk memperoleh hasil yang sesuai dengan perencanaan diperlukan pengendalian
dan pengawasan.

Dalam pelaksanaan suatu proyek, sauatu ketika dapat menyimpang dari


rencana, maka pengawasan dan pengendalian proyek sangat diperlukan agar
kejadian-kejadian yang menghambat tercapainya tujuan proyek dapat segera
diselesaikan dengan baik.

MANAJEMEN KONSTRUKSI | 2015 13


INPUT PROSES OUTPUT

Terdiri dari 5 M: Meliputi: Meliputi:


1) Man 1) POAC 1) Biaya
2) Material - Planning
3) Methode - Organizing 2) Mutu
4)Machine - Actuating
5)Money - Controlling 3) Waktu

Planning Perencanaan; Penjadwalan

Organizing

Actuating Pengendalian

Controlling

II.2 PERENCANAAN DAN PENJADWALAN

Perencanaan adalah suatu proses yang mencoba meletakkan dasar tujuan


dan sasaran termasuk menyiapkan segala sumber daya untuk mencapainya. Selain
itu perencanaan dapat pula dipahami sebagai suatu metode untuk membuat dasar,
pola jalur, alur yang dapat digunakan untuk tuntunan dasar kerja atua dasar
pengendalian. Perencanaan memberikan pegangan bagi pelaksanaan mengenai
alokasi sumber daya untuk melaksanakan kegiatan (Imam Soeharto, 1997). Secara

MANAJEMEN KONSTRUKSI | 2015 14


garis besar perencanaan berfungsi untuk meletakkan dasar sasaran proyek, yaitu
penjadwalan, anggaran dan mutu.

Suatu perencanaan yang baik maka kesuksesan proyek 50%, kesuksesan


yang 50% lagi dari pengendalian yang baik. Perencanaan yang baik terdiri dari 2
dasar, yaitu:

1. Dasar Pelaksanaan; dan


2. Dasar Kontrol.

Selain itu perencanaan yang baik juga menjawab 4W+1H:

Who : Siapa tenaga ahlinya.


When : Lebih ke Time Schedulenya.
Where : Manajemen lokasi, tempat kerja.
Why : Mengapa lokasinya di situ? Alasan mengapa Time
Schedulenya demikian? Dan lain-lain.
How : Metode kinerjanya seperti apa.

Perencaan yang baik juga harus mengandung:

1. Tujuan yang jelas = Global


2. Sasarn yang jelas = Kualitatif
3. Target yang jelas = Kuantitatif

Perencanaan proyek pada dasarnya meliputi:

1. Biaya = Tepat Biaya = Tidak boleh melebihi anggaran (Time


Schedule).
2. Mutu = Tepat Mutu = Tidak boleh menyalahi spesifikasi (RAP
daN RAB).
3. Waktu = Tepat Waktu = Tidak terlambat dari schedule yang telah
ditentukan (RKS, gambar rencana, gambar kerja).

MANAJEMEN KONSTRUKSI | 2015 15


Dalam menyusun suatu perencanaan yang lengkap minimal meliputi:

a. Menentukan Tujuan
Tujuan dimaksudkan sebagai pedoman yang memberikan arah gerak
dari kegiatan yang dilakukan.
b. Menentukan Sasaran
Sasaran adalah titik-titik tertentu yang perlu dicapai untuk
mewujudkan suatu tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.
c. Mengkaji Posisi Awal Terhadap Tujuan
Untuk mengetahui sejauh mana kesiapan dan posisi maka perlu
diadakan kajian terhadap posisi dan situasi awal terhadap tujuan dan
sasaran yang hendak dicapai.
d. Memilih Alternatif
Selalu tersedia beberapa alternatif yang dapat dipergunakan untuk
mewujudkan tujuan dan sasaran. Karenanya memilih alternatif yang
paling sesuai untuk suatu kegiatan yag hendaknya dilakukan
memerlukan kejelian dan pengkajian perlu dilakukan agar alternatif
yang dipilih tidak merugikan kelak.
e. Menyusun Rangkaian Langkah Untuk Mencapai Tujuan
Proses ini terdiri dari penetapan langkah terbaik yang mungkin dapat
dilaksanakan setelah memperhatikan berbagai batasan.

Tahapan perencanaan di atas merupakan suatu rangkaian proses yang


dilakukan sesuai urutannya. Dari proses tersebut perencanaan disusun dan
selanjutnya dilakukan penjadwalan.

Penjadwalan dalam pengertian proyek konstruksi merupakan perangkat


untuk menentukan aktivitas yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu proyek
dalam urutan serta kerangka waktu tertentu, dalam mana setiap aktivitas harus
dilaksanakan agar proyek selesai tepat waktu dengan biaya yang ekonomis
(Callahan, 1992). Penjadwalan meliputi tenaga kerja, material, peralatan,

MANAJEMEN KONSTRUKSI | 2015 16


keuangan dan waktu. Dengan penjadwalan yang tepat maka beberapa macam
kerugian dapat dihindarkan seperti keterlambatan, pembengkakan biaya dan
perselisihan.

Beberapa manfaat yang dapat diperoleh antara lain:

a) Bagi Pemilik:
1. Mengetahui waktu mulai dan selesainya proyek.
2. Merencanakan aliran kas.
3. Mengevaluasi efek perubahan terhadap waktu penyelesaian dan
biaya proyek.
b) Bagi Kontraktor
1. Memprediksi kapan suatu kegiatan yang spesifik dimulai dan
diakhiri.
2. Merencanakan kebutuhan material, peralatan dan tenaga kerja.
3. Mengatur waktu keterlibatan sub-kontrakktor.
4. Menghindari konflik antara sub-kontraktor dan pekerja.
5. Merencanakan aliran kas.
6. Mengevaluasi efek perubahan terhadap waktu penyelesaian dan
biaya proyek.

II.3 PENGENDALIAN PROYEK

A. PENGENDALIAN PROYEK

Pengendalian dilakukan seiring dengan pelaksanaan proyek. Pengendalian


proyek dilakukan agar proyek tetap berjalan dalam batas waktu, biaya dan
performan yang ditetapkan dalam rencana. Ada beberapa perbedaan antara
perencanaan dan pengendalian, yaitu: Perencanaan berkonsentrasi pada penetapan
arah dan tujuan, pengalokasian sumber daya, pengantisipasian masalah,
pemberian motivasi kepada partisipan untuk mencapai tujuan. Sedangkan
pengendalian berkonsentrasi pada pengendalian pekerjaan ke arah tujuan,

MANAJEMEN KONSTRUKSI | 2015 17


penggunaan sumber daya secara efektif, perbaikan atau koreksi, pemberian
imbalan pencapaian tujuan.

Dalam pelaksanaan proyek, suatu ketika dapat menyimpang dari rencana,


maka pengawasan dan pengendalian proyek sangat diperlukan agar kejadian-
kejadian yang menghambat tercapainya tujuan proyek dapat segera diselesaikan
dengan baik.

Pengawasan (supervising) adalah suatu proses pengevaluasian atau


perbaikan terhadap pelaksanaan kegiatan dengan pedoman pada standar dan
peraturan yang berlaku dengan bertujuan agar hasil dari kegiatan tersebut sesuai
dengan perencanaan proyek.

Pengendalian (controlling) adalah usaha yang sistematis untuk


menentukan standar yang sesuai dengan sasaran perencanaan, merancang system
informasi, membandingkan pelaksanaan dengan standar, menganalisis
kemungkinan adanya penyimpangan antara pelaksanaan dan standar,
kemungkinan mengambil tindakan perbaikan yang diperlukan agar sumber daya
digunakan secara efektif dan efisien dalam rangka mencapai sasaran.

Berdasarkan definisi-definisi di atas, maka setidaknya ada tiga langkah


dalam proses pengendalian, antara lain:

1. Menentukan standar perfomansi misalnya spesifikasi teknis, biaya yang


dianggarkan, jadwal atau kebutuhan sumber daya.
2. Membandingkan performan aktual dengan performan standar.
3. Melakukan tindakan koreksi terhadap penyebab terjadinya perbedaan
performansi aktual terhadap performansi standar.
B. Tujuan dan Fungsi Pengendalian Proyek
Tujuan dari pengendalian proyek adalah usaha untuk meminimalkan
penyiimpangan agar sesuai dengan perencanaan.

MANAJEMEN KONSTRUKSI | 2015 18


Selain itu juga juga telah disebutkan dan dijelaskan sebelumnya bahwa
fungsi dari pengendalian sendiri adalah untuk meletakkan dasar sasaran proyek,
yaitu jadwal/waktu, biaya dan mutu.

Pengendalian Waktu
Suatu rencana monitoring hars merangkum masalah-masalah yang
secara aktif selalu diamati, dicatat dan dilaporkan selama
berlangsungnya pelaksanaan.
Untuk pengendalian waktu dapat digunakan Time Schedule,
dengan adanya:
1. Kurva S Dengan cara UPDATING dan ANALYSIS VARIAN.
2. Bar Chart.

UPDATING : Menggambarkan atau memperbarui Time


Schedule umumnya mingguan.

ANALYSIS VARIAN : Membandingkan varian yang lama dengan


varian yang baru.

MANAJEMEN KONSTRUKSI | 2015 19


MANAJEMEN KONSTRUKSI | 2015 20
Macam-macam solusi apabila terjadi keterlambatan waktu:

1. Crassprogram
Program khsus jangka pendek untuk mengejar ketinggalan.
Catatan: Apabila ketinggal belum parah. (Penambahan waktu
jam kerja, penambahan tenaga kerja).

MANAJEMEN KONSTRUKSI | 2015 21


2. Re-scheduling
Penjadwalan ulang digunakan apabila keterlambatan sudah
banyak, butuh persetujuan owner dan pengawas.
3. Re-engineering
Mengubah alat kerjanya (pacul menjadi excavator), mengubah
bahnnya (bekisting kayu plat menjadi bondek), mengubah
metodenya.

Crassprogram dapat digabungkan dengan Re-engineering.

Dengan pengendalian mutu yang baik maka pekerjaan akan lebih


cepat selesai, sehingga keuntungan yang didapat adalah:

1. Menghemat biaya (manajemen, tukang) tapi juga ada uang


lembur, karena pekerjaan cepat selsai.
2. Tenaga ahli dapat dialihkan pada proyek lainnya.

Pengendalian Mutu

MANAJEMEN KONSTRUKSI | 2015 22


Adalah mengendalikan jalannya pelaksanaan proyek agar
mendapatkan mutu yang baik dan sesuai dengan syarat yang
ditentukan dalam kontrak.
Alat pengendalian mutu proyek yang harus dikuasi oleh
pengawas/direksi pekrejaan adalah sebagai berikut:
1. Spesifikasi teknis (Pabrikan, RKS).
2. Metode pelaksanaan (Pabrikan, RKS).
3. Gambar kerja.
4. Hasil tes bahan dari laboratorium.
5. Peraturan-peraturan pemerintah.
6. Peratutran-peraturan khusus yang harus diikuti yang tercantum
dalam kontrak.

Setiap pengawas harus menguasi RKS/ Spesifikasi teknis dari


pekerjaan yang akan dilaksanakan maupun metode pelaksanaan,
gambar kerja, pembacaan hasil tes laboratorium serta peraturan-
peraturan yang harus diikuti.

Contoh tabel daftar mutu:

MANAJEMEN KONSTRUKSI | 2015 23


Pengendalian mutu meliputi:
1. Evaluasi
Perbaikan terhadap pelaksanaan kegiatan dengan pedoman
pada standar dan peraturan yang berlaku dengan bertujuan agar
hasil dari kegiatan tersebut sesuai dengan perencanaan proyek.
2. Pengamatan
Pengamatan atau pengawasan dilakukan dengan mengamati
seperti pekerjaan pembesian, pengecoran dan pemasangan
bekisting.
3. Uji Laboratorium
Sampel-sampel seperti bbeton diuji kekuatan tekannya di
laboratorium dan baja diuji kekuatan tariknya.
4. Laporan
Laporan harian, laporan mingguan, laporan bulanan dan
laporan akhir yang dilengkapi dengan foto atau video.
5. Meeting

MANAJEMEN KONSTRUKSI | 2015 24


Meeting dilakukan mingguan, bulanan, meeting khusus, setelah
ada termin, PHO (Pre Hand Over) atau FHO (Final Hand
Over).
PHO (Pre Hand Over) adalah meeting yang dilakukan
pada akhir pelaksanaan.
FHO (Final Hand Over) adalah meeting yang dilakukan
pada akhir masa pemeliharaan.

Pengendalian Biaya
Pengendalian biaya dalam suatu kontrak atau surat perjanjian
dimaksudkan agar pengawas mengetahui dan mengendalikan agar
biaya proyek tidak melebihi anggaran yang sudah direncanakan.
Dasar perencanaan biaya biasanya adalah RAB, perencanaan dan
pengendalian biaya dapat dilihat dari 2 sisi, yaitu:

Penjelasan gambar di atas adalah sebagai berikut:


a. Ide

MANAJEMEN KONSTRUKSI | 2015 25


Ide di sini masih berupa suatu gagasan yang belum
direalisasikan, jadi masih belum ada gambar dan
perencanaannya adalah global.

b. Studi Kelayakan
Ide kemungkinan ditinjau sejauh mana kelayakannya untuk
direalisasikan, dengan mempertimbangkan aspek manfaat dan
biaya. Dengan menggunakan metode membandingkan antara
proyek lama dan proyek baru dari segi mutu, index waktu,
kapasitas, elemen dan lain-lain. (Penjelasan lebih detail pada
gambar di bawah).
c. Layak
Layak berarti ide sudah teruji kelayakannya untuk
direalisasikan.
d. Perencanaan
Perencanaan meliputi perencanaan keuangan detail yang tidak
menyimpang dari perencanaan global studi kelayakan.
e. Lelang
Lelang dilaksanakan untuk mencari kontraktor sebagai
pelaksana proyek, dengan berpedoman pada Engineer Estimate
dan Owner Estimate agar kontraktor tidak sembarang menawar.
f. Pelaksanaan
Pengendalian keuangan owner yaitu dengan adanya jaminan dari
kontraktor dan pembayaran termin yang diberikan sesuai dengan
prestasi kerja kontraktor. Contoh: Prestasi 30% uang yang
diberikan 25%.

MANAJEMEN KONSTRUKSI | 2015 26


Dari sisi kontraktor:

Penjelasan:

1. Lelang
Sebelum mengajukan penawaran harga ada baiknya pertama:
mengecek harga pasar baik material, tenaga kerja dan peralatan.
Kedua: mengecek pajak resmi dan tidak resmi (tidak resmi

MANAJEMEN KONSTRUKSI | 2015 27


ngemel DPR, dinas dan lain-lain). Ketiga: biaya operasional
atau manajemen yaitu tenaga ahli. Keempat: biaya tak terduga
(transportasi, dan lain-lain). Kelima: perkiraan keuntungan anda
umumnya 10%.
2. Pelaksanaan
Menyusun RAP yang nominalnya harus lebih kecil dari RAB
agar kontraktor dapat keuntungan.

MANAJEMEN KONSTRUKSI | 2015 28


BAB III

PENUTUPAN

III.1 KESIMPULAN

Dalam pelaksanaan suatu proyek, sauatu ketika dapat menyimpang dari


rencana. Apabila terjadi suatu penyimpangan maka akan menghambat kelancaran
proyek tersebut, dan disisi hal tersebut akan berdampak pada tiga varibel yang
penting yang saling berkaitan, yakni biaya, waktu, dan mutu. Maka dari itu
pengawasan dan pengendalian proyek sangat diperlukan agar kejadian-kejadian
yang menghambat tercapainya tujuan proyek dapat segera diselesaikan dengan
baik.

Ketiga variabel tersebut berkaitan dan saling mempengaruhi. Kualitas


Mutu berkaitan dengan Biaya yang dikeluarkan, besar kecilnya biaya secara
umum menunjukkan tinggi rendahnya mutu untuk suatu pekerjaan yang sama
dengan spesifikasinya yang sama pula. Demikian dengan Waktu pelaksanaan,
tinggi rendahnya mutu secara tidak langsung berkaitan dengan lama waktu
pelaksanaan, mutu yang tinggi membutuhkan kehati-hatian dan pengawasan mutu
yang lebih intensif, sehingga jelas akan menggunakan waktu yang lebih lama
daripada waktu normal. Dari waktu yang lebih lama, maka secara otomatis akan
menambah biaya pelaksanaan.

Manajeman dan pengendalian proyek yang baik sangat diperlukan di sini.


Fungsi dari manajemen itu sendiri sebagai suatu metode atau teknik atau proses
untuk mencapai suatu tujuan tertentu secara sistematik dan efektif melalui
tindakan-tindakan perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing),
pelaksanaan (actuating), dan pengendalian (controlling) dengan mengelola dan
dan menggunakan sumber daya yang terbatas secara efisien (tepat guna) dan
efektif (hasil guna). Sedangkan pengendalian yang baik dilakukan agar proyek

MANAJEMEN KONSTRUKSI | 2015 29


tetap berjalan dalam batas waktu, biaya dan performan yang ditetapkan dalam
rencana.

MANAJEMEN KONSTRUKSI | 2015 30


DAFTAR PUSTAKA

Widiasanti, Irika. Ir., M.T. & Lenggogeni. Ir., M.T. (2013). Manajemen

Konstruksi. Bandung. PT. REMAJA ROSDAKARYA.

Tufick, Max, 2014. Fungsi dan Proses Pengendalian Proyek http://kampus-

sipil.blogspot.co.id/2014/01/fungsi-dan-proses-pengendalian-

proyek.html. diakses tanggal 29 Nopember 2015.

Ahadi,2009.PengawasandanPengendalianProyekhttp://www.ilmusipil.com/peng

awasan-dan-pengendalian-proyek. diakses tanggal 29 Nopember

2015.

Sangga,2010.PengendalianProyekhttps://sanggapramana.wordpress.com/categ

ory/pengendalian-proyek/. diakses tanggal 29 Nopember 2015

MANAJEMEN KONSTRUKSI | 2015 31