Anda di halaman 1dari 18

Proposal Tugas Akhir

Pra Rancangan Pabrik Metil Asetat dari Asam Asetat dan Metanol
BAB I
PENDAHULUAN

I.1. Latar Belakang


Memasuki era globalisasi saat ini, Indonesia perlu melakukan pembangunan
di berbagai bidang, salah satunya di bidang industri kimia. Hal ini dilakukan dengan
tujuan agar dapat mengurangi ketergantungan impor pada negara lain dalam
memenuhi kebutuhan dalam negeri dan juga dapat meningkatkan pertumbuhan
ekonomi serta dapat memperluas kesempatan tenaga kerja. Industri kimia Indonesia
dari tahun ke tahun telah mengalami peningkatan baik kualitas maupun kuantitas,
sehingga kebutuhan akan bahan baku maupun bahan pembantu semakin meningkat,
salah satunya metil asetat.

Metil asetat adalah seyawa kimia dengan rumus CH3COOCH3. Bahan ini
diproduksi terutama sebagai produk. Cairan ini digunakan dalam pembuatan industri
cat cepat kering, lak, resin, oli dan coatings. Selain itu, pada beberapa industri kimia
metil asetat kerap digunakan sebagai solvent (pelarut) sebab senyawa ini mempunyai
titik didih yang relatif rendah.

Dengan didirikannya pabrik metil asetat maka dapat difungsikan sebagai


pemasok bahan baku bagi industri dalam negeri yang menggunakan metil asetat
sebagai bahan pembantu. Melihat banyak kegunaan dari metil asetat maka timbul
pemikiran untuk mendirikan pabrik metil asetat agar dapat memenuhi kebutuhan
dalam negeri dan mengurangi tingkat pengangguran atau dapat membuka lapangan
kerja baru. Oleh karena itu, perekonomian Indonesia dapat meningkat dan
menghemat devisa negara dengan mengurangi ketergantungan impor dari negara lain.

I.2. Prospek Pasar

I.2.1. Data Impor-Ekspor


Untuk mengurangi ketergantungan impor, perlu didirikan pabrik metil asetat

Program Studi Teknik Kimia


Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta 1
Proposal Tugas Akhir
Pra Rancangan Pabrik Metil Asetat dari Asam Asetat dan Metanol
dengan kapasitas yang memadai. Jumlah kebutuhan metil asetat di Indonesia dari
tahun 2010-2015 dapat dilihat dari data ekspor impor pada tabel berikut:

Tabel 1. Data Ekspor-Impor Metil Asetat

Tahun Impor (Kg/Tahun) Ekspor (Kg/Tahun)


2011 11486430 282644

2012 12581270 236423

2013 14486000 372614

2014 15911650 233622

2015 15905132 420860

(Sumber : BPS 2010-2015)

Dari tabel tersebut dapat dibuat grafik kebutuhan ekspor-impor sebagai berikut :

Data Impor Metil Asetat


20000000

15000000 f(x) = 1216778.4x - 2435300822.8


R = 0.94
Kapasitas(Kg) 10000000 Linear ()

5000000

0
2010 2012 2014 2016

Tahun

Grafik 1. Data Impor Metil Asetat

I.2.2. Kebutuhan Bahan

Produsen Bahan Baku Asam Asetat

Program Studi Teknik Kimia


Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta 2
Proposal Tugas Akhir
Pra Rancangan Pabrik Metil Asetat dari Asam Asetat dan Metanol
Perusahaan Kapasitas Lokasi
PT. Indo Acidatama 36.000 Ton/Tahun Solo, Jawa Tengah
PT. Dow Chemical 70.000 Ton/Tahun Jakarta
PT. Indonesia Acid 82.500 Ton/Tahun Jakarta

Produsen Bahan Baku Methanol


Perusahaan Kapasitas Lokasi
PT. Kaltim Methanol 660.000 Ton/Tahun Bontang, Kalimantan
Industry
PT. Medco Methanol 330.000 Ton/Tahun Bunyu, Kalimantan

Produsen Bahan Baku CaO .


Perusahaan Kapasitas Lokasi
PT. Putra Lima Jaya 7300 Ton/ Tahun Tangerang

PT. Anugerah Mineral 24000 Ton/Tahun Sukabumi

PT. Kurnia Alam Semesta 120.000 Ton/Tahun Jawa Timur

Produsen Bahan Baku Katalis Asam Sulfat


Perusahaan Kapasitas Lokasi
PT Indonesia Acid 82.500 Ton/Tahun Jakarta
PT Timur Raya Tunggal 72.000 Ton/Tahun Jawa Barat

I.2.2. Prediksi Kapasitas dan Sasaran Pasar


Kapasitas produksi pabrik metil asetat di dunia dapat dilihat pada tabel
berikut:

Tabel 2. Daftar Pabrik Metil Asetat di Dunia

Nama Pabrik Kapasitas Pabrik Lokasi Pabrik


Taizhou Ruibai 60.000 ton/tahun Jiangsu, China

Program Studi Teknik Kimia


Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta 3
Proposal Tugas Akhir
Pra Rancangan Pabrik Metil Asetat dari Asam Asetat dan Metanol
Chemical Co., Ltd
Shanghai Worldyang
3000 ton/tahun Shanghai, China
Chemical Co.
XiangCang Hongrun
6000 ton/tahun China
Trade Co., Ltd
(Alibaba, 2016)

Untuk menentukan kapasitas pabrik metil asetat yang akan didirikan maka
dilakukan analisis regresi linier sehingga didapat persamaan garis: y = 1E+06x -
2E+09. Oleh karena itu, berdasarkan pertimbangan pabrik yang sudah berjalan dan
masih terdapatnya kekurangan kebutuhan produk metil asetat di Indonesia maka
prediksi kapasitas pada tahun 2020 sebesar 20.000 ton/tahun.

Kapasitas produksi dirancang dengan pertimbangan :

1. Kebutuhan metil asetat dalam negeri dan peluang ekspor untuk memenuhi kebutuhan
metil asetat di Indonesia yang selama ini masih mengimpor dari luar negeri dan
sebagian di ekspor ke negara lain.

2. Kapasitas produksi yang sudah ada


Di Indonesia saat ini belum ada pabrik metil asetat yang berdiri sehingga
pendirian pabrik ini akan memberikan manfaat yang sangat besar, yaitu memperbesar
pendapatan devisa Negara.
I.3 Tinjauan Pustaka
Metil asetat (CH3COOCH3) adalah senyawa organik (ester) yang pada
keadaan normal berupa cairan tak berwarna, berbau khas, larut dalam alkohol,
khloroform, dan air.
Reaksi pembentukan metil asetat dari metanol dan asam asetat
merupakan reaksi esterifikasi. Reaksi esterifikasi adalah suatu reaksi antara
alkohol dan asam karboksilat yang membentuk ester. Turunan asam
karboksilat membentuk ester asam karboksilat. Ester asam karboksilat ialah
suatu senyawa yang mengandung gugus -CO2 R dengan R dapat berupa alkil
maupun aril. Esterifikasi dikatalisis asam dan bersifat dapat balik. (Fessenden,
1981)
Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut:
Program Studi Teknik Kimia
Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta 4
Proposal Tugas Akhir
Pra Rancangan Pabrik Metil Asetat dari Asam Asetat dan Metanol


CH3COOH(1) + CH3OH(1) CH3COOGH3(1) + H2O(1)

I.3.1. Tinjauan berbagai bahan dan proses


Terdapat 2 metode umum yang dapat digunakan untuk memproduksi
metil asetat yaitu:
1) Mereaksikan metanol dan asam asetat dengan bantuan katalis H2SO4
Reaksi esterifikasi merupakan reaksi kesetimbangan maka konversi
sempurna tidak mungkin tercapai. Sesuai data dari Chinese, J, Ch, E,
2001, konversi yang dapat dicapai adalah 91% pada perbandingan
reaktan asam asetat dan metanol sebesar 1:4. Reaksi esterifikasi
dilaksanakan menggunakan Reaktor Alir Tangki Berpengaduk (RATB)
pada fase cair dengan tekanan yang diperoleh yaitu 1 atm dengan suhu
60oC.
Reaksi:
CH3COOH(1) + CH3OH(1) H2SO4(1) CH3COOH3(1) + H2O(1)

2) Mereaksikan metanol dan asam asetat menggunakan katalis Amberlist


15 penukar ion, katalis berbentuk butiran padatan.
Reactor yang digunakan yaitu reaktor fixed bed. Prosesnya
berlangsung secara kontinyu. Keuntungan menggunakan katalis
amberlist adalah katalisnya langsung dapat dipisahkan sehingga
produk reactor hanya terdiri dari hasil reactor dan sisa reactor, dari
seki ekonomi harga amberlist lebih mahal dibandingkan dengan asam
sulfat. Reaksi dilaksanakan pada suhu 65-85oC dan tekanan 1 atm.
Adapun konversi yang diperoleh tetap 60%. Rasio reaktan adalah 1:2,
dengan Perbandingan asam asetat dan methanol.
(Kirbaslar, 2001)

I.3.2 Tinjauan Perkiraan Ekonomi


Pertimbangan ekonomi diwakili oleh perhitungan nilai economic
potential (EP) yang didapatkan dari data harga bahan baku maupun produk
yang berlaku.

Tabel 3. Harga bahan baku dan produk

Program Studi Teknik Kimia


Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta 5
Proposal Tugas Akhir
Pra Rancangan Pabrik Metil Asetat dari Asam Asetat dan Metanol
BM
No Komponen Harga (kg/kgmol)

1 Metanol (CH3COH) US$ 0.219/kg 32

2 Asam Asetat (CH3COOH) US$ 1.058/kg 60

3 Metil Asetat (CH3COO CH3) US$ 1.2696/kg 74

4 Air (H2O) free 18

5 Katalis Asam Sulfat US$ 0,18/Kg 98,08

6 Katalis Amberlist-15 US$8,67/Kg 314,39

(suSumber: www.icis.com)

Untuk proses I dan II, reaksi yang berlangsung:




CH3COOH(1) + CH3OH(1) CH3COOGH3(1) + H2O(1)
a) Dengan katalis asam sulfat
EP = Nilai Produk Nilai Bahan Baku
EP = (BM x harga) CH3COOCH3 + (BM x harga) H2O (BM x harga)
CH3COOH + (BM x harga) CH3OH+ (BM x harga) Asam Sulfat
EP = ( 74 x 1.2696 ) ( 32 x 0.219 ) + ( 60 x 1.058 )+(0,18x98,08)
EP = 93,9504 - 88,1424 = 5,808 (US$/kgmol)

b) Dengan katalis Amberlist-15


EP = Nilai Produk Nilai Bahan Baku
EP = (BM x harga) CH3COOCH3 + (BM x harga) H2O (BM x harga)
CH3COOH + (BM x harga) CH3OH+(BmxHarga) Amberlist-15

Program Studi Teknik Kimia


Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta 6
Proposal Tugas Akhir
Pra Rancangan Pabrik Metil Asetat dari Asam Asetat dan Metanol
EP = ( 74 x 1.2696 ) ( 32 x 0.219 ) + ( 60 x 1.058 )+(314,39x8,67)
EP = 93,9504 - 2796,24= -2702,2896 (US$/kgmol)

Berdasarkan pertimbangan potensial ekonomi maka proses I dengan katalis


asam sulfat lebih bernilai positif sehingga dapat dipastikan pabrik layak untuk
didirikan.

I.3.3. Pemilihan Proses


Berdasarkan uraian dan perhitungan di atas, maka pra rancangan
pabrik metil asetat akan menggunakan proses 1 (bahan asam asetat dan
metanol dengan katalis asam sulfat). Hal ini disebabkan oleh
beberapa pertimbangan antara lain dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 4. Pemilihan Proses Pembuatan Metil Asetat


Parameter Proses I Proses II
Tekanan (atm) 1 1
** *
Temperature (oC) 60 75
** **
Katalisator H2SO4 (cair) Amberlist (padat)
*** **
Fase Cair Padat
**** **
Konversi (%) 91 60
*** ***
Reaktor RATB Fixed-Bed
**** ***
EP (US$ / kgmol) 5,808 -2702,2896
*** *
Total Skor 22 19

Keterangan:
* : kurang
** : cukup

Program Studi Teknik Kimia


Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta 7
Proposal Tugas Akhir
Pra Rancangan Pabrik Metil Asetat dari Asam Asetat dan Metanol
*** : baik
Berdasarkan perbandingan antara proses I dengan proses II maka dipilih
proses I untuk pra perancangan pabrik metil asetat, karena pertimbangan dari
faktor proses dan perkiraan ekonomi. Selain itu jika menggunakan katalis asam
sulfat prosesnya lebih mudah sebab hanya diperlukan RATB karena semua fase
bahan yang terlibat berapa cairan dan harga dari asam sulfat relatif lebih murah.

I.3.4. Tinjauan Termodinamika


Untuk mengetahui apakah reaksi pembentukan metil asetat merupakan
proses eksotermis atau endotermis maka dapat diketahui dengan menghitung entalpi
reaksi (H).

Reaksi: CH3COOH(l)+CH3OH(l) CH3COOCH3(l)+H2O(l)

Tabel 5. Data Hfo dan So (pada suhu 25oC)

Bahan Hfo (kJ/mol) So(J/molK)


CH3COOCH3 -410 319.80
CH3OH -201.17 239.70
CH3COOH -434,84 282.50
H2O -241,82 188.72

(Yaws, 1999)

Tabel 6. Data Kapasitas Panas (Cp)

Bahan Cp (A+BT+CT2+DT3+ET4) J/mol K


CH3COOCH3 -22.297+48275.10-1T-4.6631.10-4T2+2.3286.10-7T3-4.3094.10-11T4
H20 33.933-8.4186.10-3T+2.9906.10-5T2-1.7825.10-8T3+3.6934.10-12T4
CH3OH 40.046-3.8287.10-2T+2.4529.10-4T2-2.1679.10-7T3+5.9909.10-11T4
CH3COOH 34.850+3.7626.10-2T+2.8311.10-4T2-3.0767.10-7T3+9.2646.10-11T4
Cp -63.25+0.4749T-9.648.10-4T2+7.3949.10-7T3-1.9195.10-10T4

Program Studi Teknik Kimia


Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta 8
Proposal Tugas Akhir
Pra Rancangan Pabrik Metil Asetat dari Asam Asetat dan Metanol

3330K 3330K

HR Hp

2980
H298
K 2980K

Maka untuk mencari panas reaksi pada temperatur 333 K adalah sebagai berikut:

H0333 = HR+Ho298 + HP.....................................................................................(1)

Panas reaktan (HoR)


298

HR = n Cp dT
333

298

=n (-63.26+0.4749T-9.648.10-4T2+7.3949.10-7T3-1.9195.10-10T4) dT
333

(J/mol K)
29
2 -4 3 7 4 -11 5
= [-63.26(T)+0.238(T )-3.216.10 (T )+1.848.10- (T )-3.839.10 (T )
33

= [-63.26(298-333)+0.238(2982-3332)-3.216.10-4(2983-3333)+1.848.10 7+(2984-
3334)-3.839.10-11(2985-3335) (J/mol)

= - 277.84 J/mol

Panas reaksi pada suhu 2980K (Ho298)

Program Studi Teknik Kimia


Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta 9
Proposal Tugas Akhir
Pra Rancangan Pabrik Metil Asetat dari Asam Asetat dan Metanol
Ho298 = Hf0produk
Hf0reaktan....................................................................................................................(2)

H298 = (Hfo CH3COOCH3-HfoH2O) (HfoCH3COOHHfo CH3OH) ..........................(3)

H298 = {1.(-241.82)+1.(-410)}-{1.(-434.84) +(1.(-201.17)}

={-651.82}-{-636.01}

= - 15.81 kJ/mol

= - 15810 J/mol

Panas produk (HoP)


333

HP = n Cp dT ....................................................................
298

(4)
333

=n (-63.26+0.4749T-9.648.10-4T2+7.3949.10-7T3-1.9195.10-10T4) dT (J/mol
298

K)
33
= [-63.26(T)+0.238(T2)-3.216.10-4(T3)+1.848.10-7(T4)-3.839.10-11(T5)
29

= [-63.26(333-298)+0.238(3332-2982)-3.216.10-4(3333-2983)+1.848.10 7+(3334-
2984)- 3.839.10-11(3335-2985) (J/mol)

= 12250.65 J/mol

Sehingga harga entalpy reaksi pada T = 333 K


Ho333 =HR +Ho298 + HP......................................................................................(5)
= (-277.84 + (- 15810) + 12250.65) J/mol
= -3837.283 J/mol

Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa reaksi pembuatan metil asetat dari asam
asetat dan metanol adalah eksotermis sebab pada suhu operasi 333K, entalpi reaksi (H)
bernilai negatif sebesar -3837.283 J/mol

Program Studi Teknik Kimia


Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta 10
Proposal Tugas Akhir
Pra Rancangan Pabrik Metil Asetat dari Asam Asetat dan Metanol
Untuk mengetahui reaksi pembentukan metil asetat berjalan secara spontan
atau tidak spontan maka dapat diketahui dengan menghitung energi gibbs. Berikut
keterangan (Yaws. 1999):
GR< 0 kJ/mol = Reaksi spontan
0 < GR< 50 kJ/mol = Reaksi mungkin terjadi
GR> 50 kJ/mol = Reaksi tidak spontan

Dilakukan perhitungan So pada 298K terlebih dahulu:

S0298 = (So Produk - So Reaktan)

={(1. So H2O)+(1. So CH3COOCH3)}-{(1. So CH3COOH)+(1. So CH3OH)}

={[1.( 188.72)+1.( 319.80)}-{( 1.( 282.50)} +1.(239.70)}

={(508.52)-(522.2)}

= -13.68 J/mol K

Perhitungan G0298 sebagai berikut:

G0298 = H298 - T S0298

= -15810 J/mol - (298K)(-13.68 J/molK)

= -11459 J/mol

Rumus:


G333 = Ho333 - T x So333.......................................................................................

(6)

So333 = S0298+ S

Program Studi Teknik Kimia


Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta 11
Proposal Tugas Akhir
Pra Rancangan Pabrik Metil Asetat dari Asam Asetat dan Metanol
333

S =n Cp dT/T
298

333

=n (-63.26+0.4749T-9.648.10-4T2+7.3949.10-7T3-1.9195.10-10T4)
298

dT/T (J/mol K)
33
= (-63.25 ln T + 0.4749 T0- 9.648.10-4T +7.3949.10-7T2- 1.9195.10-10T3)
29

= (-63.25 ln (333-298) + 0.4749 T0- 9.648.10-4(333-298)+7.3949.10-7(3332-2982)-


1.9195.10-10(3333-2983) (J/mol)

= 3.65 J/mol

sehingga,

So333 = S0298 + S

= ( -13.68 + 3.65 ) J/mol

= -10.03 J/mol

Maka,

G333 = Ho333- T x So333

= -3837.283 J/mol (318K) x (-10.03 J/mol)

= -647.743 J/mol

Karena harga G0333 < 0 maka dapat disimpulkan bahwa reaksi pembentukan metil
asetat dari asam asetat dan metanol terjadi secara spontan.

Program Studi Teknik Kimia


Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta 12
Proposal Tugas Akhir
Pra Rancangan Pabrik Metil Asetat dari Asam Asetat dan Metanol
Kemudian untuk mencari harga konstanta kesetimbangan reaksi pada T=333K
sebagai berikut:

Go298 = -RT ln K ................................................


298

(7)
Go298 = -8.314 J.mol K x 298K x ln K 298

-11459 J/mol = -2477.572 x ln K 298

ln K = 4.6251
298

K298 = 102.0129

Dimana kondisi operasi pada saat T = 333K


H 1 1
K2 X
ln R T
2 T1
K1
................................(8)
=
3837.283 1 1
K2 X
ln 8,3144 333 298
K1
=

ln K2 - ln K1 = -0.0974

ln K2 - 4.6251 = -0.0974

ln K2 = 4.5277

K2 = 92.5455

333 K sangat besar maka reaksi dianggap searah


Karena harga K pada suhu

Jadi, berdasarkan tinjauan termodinamika maka nilai energi gibbs

menunjukkan reaksi berjalan spontan dan terjadi secara eksotermis.

1.3.5. Tinjuan Kinetika

Program Studi Teknik Kimia


Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta 13
Proposal Tugas Akhir
Pra Rancangan Pabrik Metil Asetat dari Asam Asetat dan Metanol
Reaksi pembentukan metil asetat darl asam asetat dan metanol adalah reaksi
reversible berorde 2. Oleh karena itu untuk mendapatkan hasil yang besar diusahakan
kesetimbangan tidak cepat tercapai atau reaksi bergeser ke kanan. Usaha yang dapat
dilakukan untuk memperbesar konversi biasanya salah satu reaktan dibuat berlebih
sehingga dapat memperbesar kecepatan reaksi rata-rata. Pada pembentukan metil
asetat darl asam asetat dan metanol, perbandingan pereaksi yang lebih besar daripada
kebutuhan stokiometri akan menyebabkan kesetimbangan bergeser ke kanan,
akibatnya kecepatan reaksi rata-rata akan bertambah besar dan produk yang
didapatkan juga besar. Perbandingan asam asetat terhadap metanol yang
diperkenankan antara 1:1 sampai 1:4.
Reaksi pembentukan metil asetat berdasarkan reaksi:
CH3COOH(l)+CH3OH(l) CH3COOCH3(l)+H2O(l)

Maka persamaan kecepatan reaksi sebagai berikut:


(-rA) = k . CA . CB

Data didapat dari Chinese, J, Ch, E, 2001 sebagai berikut :

1. Waktu reaksi = 100 menit


2. Suhu operasi = 333K
2. Perbandingan reaktan CH3COOH : CH3OH = 1 : 4
3. Konversi yang dapat dicapai = 91%

Neraca massa:

CH3COOH(l)+CH3OH(l) CH3COOCH3(l)+H2O(l)

A + B C + 2D
Mula-mula : 100 400
Reaksi : 100 . Xa 100 . Xa

Program Studi Teknik Kimia


Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta 14
Proposal Tugas Akhir
Pra Rancangan Pabrik Metil Asetat dari Asam Asetat dan Metanol
Hasil : 100 (1 Xa) 100 (4-Xa)

Komposisi awal
A = 100 gmol
B = 400 gmol
Total = 500 gmol

Tekanan = 1 atm
Suhu = 333K

Maka untuk reaktor alir tangki berpengaduk (RATB):


V XA
CAo
Fv rA

XA
CAo
k CA CB

XA
CAo
k CAo(1 XA) CAo( M XA)

XA
CAo
k CAo (1 XA) ( M XA)
2

Basis :
Laju alir mol A mula mula = 100 mol/jam
Berat Molekul A= 60 gr/mol
Laju alir massa A = Laju alir mol A x Berat Molekul
= 100mol/jam x 60gr/mol
= 6000gram/jam
Densitas A = 1,049 g /ml
Laju alir volumetrik A = Laju alir massa A / Densitas A
= 6000gram/jam / 1,049 g/ml
= 5719,733 ml/jam
= 5,7197 l/jam
Waktu tinggal = 1,6667 jam
Volume cairan = Lajur alir volumetrik mol A x Waktu tinggal
=5,7197 l/jam x 1,6667 jam
= 9,533 liter

Konsentrasi awal A (CH3COOH) = mol A mula mula / volume cairan

Program Studi Teknik Kimia


Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta 15
Proposal Tugas Akhir
Pra Rancangan Pabrik Metil Asetat dari Asam Asetat dan Metanol
= 100mol / 9,533 liter
= 10,4899 mol/ter
Perbandingan reaktan
nBo
M = nAo

400
= 100

=4

1 XA
k
CAo (1 XA) ( M XA)
Konversi Xa = 0,91

1 0,91
k
1,667 jam10,4899mol / L (1 0,91) ( 4 0,91)

k = 0,1872 cm3/gmol.jam

Data Chinese Journal

T2 = 333 K ===> k1 = 0,1872 cm3/gmol.det

T1 = 305 K ===> k2 = 0,04679 cm3/gmol.det

Program Studi Teknik Kimia


Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta 16
Proposal Tugas Akhir
Pra Rancangan Pabrik Metil Asetat dari Asam Asetat dan Metanol

k Ae( E . RT )
Persamaan empiris Arhenius:

B
ln k ln A
T
atau

B
ln 0,04679 = ln A + 305
B
ln 0,1872 = ln A + 333

-1,38629 =Bx ( 3181 3381 )


-1,38629 = B x 0,000275686
B = -5028,5352

5028,5352
ln 0,04679 = ln A + 305
ln A = 13,4249
A = 676665,1078
Maka diperoleh :
A = 676665,1078
B = -5028,5352
Atau :

k = 676665,1078 exp
(5028,53523
T ) L/mol.det

Jadi pada suhu 333 K diperoleh harga Konstanta kecepatan reaksi :


( 5028,53523
)
k= 676665,1078 exp 333 L/mol.det

k = 0,1872 cm3/gmol.jam

Program Studi Teknik Kimia


Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta 17
Proposal Tugas Akhir
Pra Rancangan Pabrik Metil Asetat dari Asam Asetat dan Metanol

Program Studi Teknik Kimia


Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta 18