Anda di halaman 1dari 9

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

PHBS
I. PENGKAJIAN

I.1 Faktor Predisposisi


a. Riwayat kesehatan masyarakat
Dusun Pamulung merupakan dusun dengan jumlah penduduk kurang lebih 400
jiwa. Hampir semua warga dusun Pamulung bermata pencaharian sebagai pencari
barang rongsokan. Hampir di sekitar perumahan dan tanah kosong di penuhi
dengan sampah. Dalam pengkajian yang telah dilakukan prilaku masyarakatnnya
hampir 87 % dari jumlah keluarganya membuang sampah di daerah sekitar rumah
mereka dan ada pula yang membuangnya disekitar sungai dan persawahan. Setelah
di teliti ternyata banyak penduduk yang tidak memperdulikan dengan keberadaan
sampah dan tempat pembuangan sampah tersebut. 13 % penduduk dewasa
mengetahui kebiasaan penduduk dusun Pamulung yang membuang sampah
sembarangan.

b. Kondisi Fisik
dalam hal faktor lingkungan fisik dusun Pamulung, di dusun tersebut hanya ada
beberapa penduduk yang memperdulikan kesehatan lingkungannya.

c. Motivasi Belajar

Hasil wawancara dengan tokoh masyarakat di dusun Pamulung tentang motivasi


masyarakat dusun Pamulung terhadap informasi kesehatan menggambarkan bahwa
sebagian masyarakatnya punya motivasi untuk berkumpul dan menerima informasi
tentang hal-hal yang berhubungan dengan kesehatan lingkungan, terutama apabila
informasi yang mereka dapatkan berhubungan dengan masalah yang mereka alami.

d. Kesiapan belajar
Masyasrakat dusun Pamulung umumnya bersedia berkumpul guna mendapat
informasi seperti penyuluhan kesehatan lingkungan pada pagi atau sore hari.

1
e. Kemampuan membaca
Kurang lebih 65 % penduduk dusun Pamulung mampu dan mengerti bahsasa
indonesia dengan baik.

I.2 faktor Pemungkin

kepala dusun dan perangkatnya menyadari masalah kesehatan lingkungan yang


terjadi di dusunnya dan mendukung rencana pemecahan masalah serta dapat
bekerja sama dengan berbagai pihak, memiliki dana yang cukup pada kas dusun
yang khusus digunakan bagi penerangan dan pemberian informasi kepada
masyarakat.

I.3 Faktor Penguat


Kepala dusun dan perangkatnya mampu menunjukkan perilaku kesehatan
lingkungan yang dapat ditiru oleh masyarakat setempat.

II. DIAGNOSA KEPERAWATAN

Diagnosis keperawatan yang ditegakkan oleh mahasiswa akper samawa untuk melengkapi
berbagai data adalah : kurangnya pengetahuan tentang kesehatan lingkungan berhubungan
dengan kurangnya informasi mengenai prilaku yang tidak sehat serta linkungan fisik dusun
yang kurang bersih dan kotor.

III. PERENCANAAN TINDAKAN

Tindakan keperawatan yang direncanakan untuk memecahkan diagnosa keperawatan


tersebut salah satunya adalah pendidikan kesehatan lingkungan pada warga dusun
Pamulung.

SATUAN ACARA PENYULUHAN

CIPTAKAN LINGKUNGAN YANG BERSIH DAN SEHAT

2
Topic : PHBS

Pokok pembahasan : -Pengertian Kesehatan Lingkungan

-Ruang lingkup kesehatan lingkungan

-Pengaruh kesehatan lingkungan terhadap kesehatan keluarga

-syarat-syarat lingkungan rumah yang sehat

-penyakit yang ditimbulkan oleh sanitasi yang kurang baik serta


pembuangan sampah dan air limbah yang kurang baik.

Sasaran : Masyarakat

Hari / Tanggal : Sabtu, 1-Desember-2012

Tempat : Balai Pertemuan Dusun

Waktu : 09.00 WITA-selesai

Penyuluh : Mahasiswa Akper Samawa

I. Tujuan Instruksional
a. Tujuan intruksional Umum
Setelah penyuluhan, keluarga mampu memahami pentingnya menciptakan lingkungan rumah
yang memenuhi standar kesehatan.

b. Tujuan Intruksional khusus

Setelah penyuluhan, keluarga (warga) diharapkan, mampu :


1. Pengertian Kesehatan Lingkungan
2. Ruang lingkup kesehatan lingkungan

3
3. Pengaruh kesehatan lingkungan terhadap kesehatan keluarga
4. syarat-syarat lingkungan rumah yang sehat
5. penyakit yang ditimbulkan oleh sanitasi yang kurang baik serta pembuangan sampah
dan air limbah yang kurang baik.
I. Sasaran Dan Target

Sasaran ditujukan pada masyarakat Desa Karang Dima dusun Pamulung.

II. Strategi Pelaksanaan


Hari dan tanggal Pelaksanaan :Sabtu,1 Desember 2012
Waktu : 09.00 WITA selesai
Tempat : Balai Dusun Pamulung

III. KEGIATAN PENYULUHAN

No. Waktu Kegiatan Penyuluhan Media Metode


1 3 menit Pembukaan: 1 Ceramah
1. Memberikan salam
2. Menjelaskan tujuan
Pembelajaran Menyebutkan
materi atau pokok bahasan yang di
sampaikan
2 30 menit Pelaksanaan materi: Slide Ceramah,
Menjelaskan materi penyuluhan
secara berurutan dan teratur.
Materi:
Pengertian Kesehatan
Lingkungan.
Pengaruh kesehatan lingkungan
terhadap kesehatan keluarga.
syarat-syarat lingkungan rumah
yang sehat.

4
penyakit yang ditimbulkan oleh
sanitasi yang kurang baik serta
pembuangan sampah dan air
limbah yang kurang baik.

3 5 menit Evaluasi : Tanya jawab


1. Menyimpulkan isi penyuluhan
2. Memberi kesempatan kepada
audience untuk bertanya
3. Memberikan kesempatan kepada
udience untuk menjawab
pertanyaan yang dilontarkan

4 2 menit Penutup: Ceramah


Mengucapkan terima kasih dan
mengucapkan salam

IV. Metode

1. Ceramah
2. Tanya jawab
3. Slide

V. Seeting Tempat
: audience

: Penguji

: penyuluh

5
VI. Materi
Terlampir

VII.Evaluasi
1. Tes awal dengan cara mengajukan pertanyaan lisan apakan pernah mengenal rumah sehat.
- Pengaruh kesehatan lingkungan terhadap kesehatan keluarga.
-mansrakat mampu mengetahui syarat0syrat rumah sehat
2. Tes akhir dengan cara mengajukan pertanyaan lisan dengan pernyataan yang sama dengan
tes awal
LAMPIRAN

RUMAH SEHAT
A. Pengertian Kesehatan Lingkungan
Kesehatan Lingkungan adalah suatu keseimbangan yang harus ada antara manusia
dengan lingkungan agar dapat menjamin kesehatan manusia.

B. Ruang lingkup Kesehatan Lingkungan


1. Penyediaan air bersih dan pengendalian pencemaran air bersih serta pengolahan air
limbah (SPAL ) tertutun.
2. Pengolahan sampah dan pemberantasan vektor
3. Pencegahan dan pengawasan pencemaran tanah
4. Sanitasi makanan dan pengendalian pencemaran udara
5. Pengendalian kebisingan perumahan dan permukiman
6. Tindakan pencegahan yang diperlukan untuk perlindungan lingkungan

C. Pengaruh Kesehatan Lingkungan terhadap kesehatan keluarga


Keluarga yang sehat biasanya berasal dari lingkungan rumah yang sehat, maka kesehatan
keluarga dapat meningkat. Rumah yang cukup bersih dapat memberikan kenyamanan bagi
penghuninya. Rumah yang ventilasinya cukup, dapat menghindarkan keluarga dari resiko
terjadinya penyakit/gangguan saluran pernafassan.

D. Pengertian rumah sehat


Rumah sehat adalah tempat untuk berlindung atau bernaung dan tempat untuk
beristirahat, sehingga menumbuhkan kehidupan yang sempurna baik fisik, rohani maupun
social.
E. Syarat-syarat Rumah Sehat
Adapun yang menjadi persyaratan rumah sehat sebagai berikut :

6
1. Harus memenuhi kebutuhan fisiologis, seperti ventilasi yang baik, pencahayaan yang
cukup, dan terhindar dari kebisingan
2. Harus memenuhi kebutuhan psikologis, seperti pembagian ruang yang baik, penataan
perabot yang rapi
3. Harus terhindar dari penyakit menular, yaitu dengan ketersediaan air yang sehat,
fasilitas pembuangan yang baik.
4. Harus terhindar dari kecelakaan-kecelakaan, seperti dengan membuat konstruksi
rumah yang kokoh, menghindari adanya kebakaran.

Mengapa kamar tidur harus ada jendela dan lubang angin, serta dibuka pintunya pada siang
hari ?

1. agar udara kotor dalam kamar dapat berganti dengan udara bersih dari luar rumah.
2. Agar sinar matahari dapat masuk kedalam kamar dan dapat membunuh kuman penyakit.
3. Agar kamar tidak lembab, basah, pengap, dan berbau tidak sedap.
4. Agar ruangan menjadi terang hingga mudah dibersihkan.

F. Penyakit Yang Ditimbulkan oleh Lingkungan Yang Tidak Sehat


Adapun penyakit yang dapat timbul akibat lingkungan yang tidak sehat, diantaranya adalah
penyakit saluran pernafasan. Jenis penyakit saluran pernafasan ada dua, yaitu:
1. Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA), misalnya influenza, batuk, pneumonia, dll.
2. Infeksi Saluran Pernafasan Kronis, misalnya TBC
Penyebab dan faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya penyakit saluan pernafasan,
yaitu:
Penyebab : Bakteri Pneumococcus
Faktor pendukung :
- lingkungan yang tidak sehat (rumah yang kotor)
- kurang gizi
- tertular oleh orang lain

G. LINGKUNGAN SEHAT

1. Perumahan

Rumah adalah salah satu persyaratan pokok bagi kehidupan manusia.

7
2. Syarat rumah yang baik yaitu:

Lantai ubin, semen atau kalau lantai tanah haruslah tanah yang dipadatkan sehingga tidak
berdebu di musim kemarau dan tidak basah di musim hujan.
Ventilasi yang cukup agar aliran udara di rumah tetap segar. Kurangnya ventilasi akan
menyebabkan kurangnya O2 di dalam rumah yang berarti kadar CO2 yang bersifat racun bagi
penghuninya akan meningkat sehingga daya tahan sistem pernapasan menurun dan mudah
terserang penyakit saluran pernapasan. Selain itu kelembaban rumah akan meningkat yang
merupakan media untuk pertumbuhan jamur dan bakteri sehingga memudahkan untuk terserang
penyakit kulit.
Cahaya, apabila cahaya matahari di dalam rumah kurang maka merupakan tempat yang baik
untuk berkembangnya bibit bibit penyakit. Seyogyanya jalan jalan masuk cahaya luasnya
sekurang-kurangnya 15 20 % dari luas lantai.
Luas bangunan rumah sehat harus cukup untuk penghuni di dalamnya karena jika tidak konsumsi
O2 akan kurang dan jika penghuninya ada yang terkena penyakit infeksi akan mudah menular
pada anggota yang lain.

3. Sanitasi (Jamban)

Dengan bertambahnya penduduk yang tidak sebanding dengan area pemukiman, masalah
pembuangan kotoran manusia meningkat. Kotoran manusia merupakan sumber penyebaran
penyakit yang multikompleks. Beberapa penyakit yang dapat disebarkan oleh tinja manusia
antara lain: tipus, disentri, kolera, bermacam cacing, schistosomiasis, dll.

4. Penyediaan air minum

Air yang digunakan untuk minum sebaiknya dimasak hingga mendidih terlebih dahulu sehingga
bakteri yang terkandung di dalamnya mati. Minum air yang belum dimasak dapat menyebabkan
penyakit seperti kolera, disentri, diare, dsb. Syarat air minum yang sehat yaitu : tidak berwarna
dan tidak berasa (syarat fisik), bebas dari bakteri (syarat bakteriologis), mengandung zat tertentu
dalam jumlah tertentu pula (syarat kimia).

5. Pembuangan sampah

Sampah erat kaitannya dengan kesehatan masyarakat karena dari sampah dapat hidup berbagai
mikroorganisme penyebab penyakit (bakteri patogen), dan juga binatang serangga sebagai
penyebar penyakit seperti lalat, kecoa, semut, serta tikus. Sampah yang tidak dikelola dengan

8
baik selain merusak pemandangan, menimbulkan bau tidak sedap, juga dapat menyebabkan
penyakit seperti tipus, kolera, disentri, diare, dll. Pengelolaan sampah dapat dilakukan dengan
cara ditanam, dibakar, dijadikan pupuk, dll.

6. Pembuangan air limbah

Air limbah yang tidak dikelola dengan baik dan dibuang sembarangan akan dapat mengganggu
kesehatan manusia karena dapat menjadi media penyebaran penyakit, berkembangbiaknya
mikroorganisme patogen, nyamuk dan larvanya, bau tidak sedap, mencemari air permukaan,
tanah dan lingkungan hidup lainnya.