Anda di halaman 1dari 10

MAKALAH

KRONTOL DIRI, PRASANGKA


BAIK DAN PERSAUDARAAN
DI SUSUN

OLEH :

4
KELAS 1 IPA
KELOMPOK 1
AULIA RIZKI
ALIMUDDIN
NURASMA WADI

SMA NEGERI 1 SEUNUDDON


KABUPATEN ACEH UTARA
TAHUN AJARAN 2016 - 2017
KATA PENGANTAR

Segala Puji hanya milik Allah SWT semata, sehingga rasa syukur yang tiada
hentinya tidak dapat penulis ungkapkan dengan kata-kata. Berkat Taufiq dan rahmat-
Nya penulis dapat menyelesaikan Makalah Agama dengan Kontrol Diri, Prasangka
Baik dan Persaudaraan sebagai salah satu tugas Mata Pelajaran yang ditugaskan oleh
Bapak/Ibu selaku Guru Mata Pelajaran dan agar dapat di manfaatkan oleh para pembaca.
Hanya dengan kekuatan dan kesabaran yang dilimpahkan Nya, Makalah ini dapat
diselesaikan.

Sholawat beriring Salam kita sanjung dan sajikan Kepangkuan Rasulullah SAW
beserta Keluarga dan Sahabatnya sekalian, yang telah memperjuangkan kehidupan kita ke
arah yang lebih baik dan bermartabat.

Penulis menyadari sepenuhnya bahwa makalah ini masih banyak kekurangan,


untuk itu penulis membuka diri menerima berbagai saran dan kritik demi perbaikan di
masa mendatang.

Seunuddon 23 September 2016


Penulis,

Kelompok 1

1 | Page
DAFTAR ISI

Kata Pengantar ... i


Daftar Isi . ii

Bab I Pendahuluan
1.1 Latar Belakang .. 1
1.2 Rumusan Masalah . 1

Bab II Pembahasan
2.1 Kontrol Diri (Mujahdah An-Nafs). 2
2.2 Prasangka Baik (Huznudzan) 2
2.3 Persaudaraan (Ukhuwah) .. 3
2.4 Manfaat Kontrol Diri, Prasangka Baik dan Persaudaraan 4
2.5 Penerapan Perilaku Kontrol Diri, Prasangka Baik dan Persaudaraan .. 5

Bab III Penutup


3.1 Kesimpulan .. 6
3.2 Saran 6

Daftar Pustaka 7

Seunuddon 23 September 2016


Penulis,

Kelompok 1

2 | Page
BAB I
PENDAHULUAN

1.1Latar Belakang
Kontrol diri merupakan suatu kecakapan individu dalam kepekaan membaca situasi
diri dan lingkungannya serta kemampuan untuk mengontrol dan mengelola faktor-faktor
perilaku sesuai dengan situasi dan kondisi untuk menampilkan diri dalam melakukan
sosialisasi.

Hal yang harus dikendalikan dalam diri kita antara lain perilaku berprasangka buruk
kepada orang lain. Tentu saja, perilaku prasangka baik akan menjdikan kehidupan kita
menjadi tenteram, akan terjalin persaudaraan (ukhuwah), saling pengertian. Sebaliknya
dengan selalu berprasangka buruk kita akan berhadapan dengan permusuhan antar sesama
dan tidak adanya ketentraman dalam menjalani kehidupan.

1.2Rumusan Masalah
a. Apa itu Kontrol Diri (Mujahdah An-Nafs) dan bagaimana cara mengendalikan sifat
tersebut?
b. Apa itu Prasangka Baik (Huznudzan) dan bagaimana cara mengendalikan sifat
tersebut?
c. Apa yang dikatakan dengan Persaudaraan (Ukhuwah) dan apa saja manfaat
ukhuwah?
d. Apa Manfaat dari Kontrol Diri, Prasangka Baik dan Persaudaraan?
e. Apa saja Penerapan Perilaku Kontrol Diri, Prasangka Baik dan Persaudaraan?

-`

1 | Page
BAB II
PEMBAHASAN

2.1Kontrol Diri (Mujahdah An-Nafs)


2.1.1 Pengertian
Kontrol diri adalah perjuangan sungguh-sungguh atau jihad melawan hawa nafsu
dan ego pribadi.

2.1.2 Usaha Melakukan Kontrol Diri


a. Bersabar atau menyisihkan waktu yang lebih lama untuk mengambil keputusan
dari perbuatan yang akan dilakukan
b. Memikirkan akibat dari perbuatan yang dilakukan
c. Berdzikir kepada Allah
d. Berdoa kepada Allah

2.1.3 Hikmah Kontrol Diri


Mereka yang bermujahadah berdasar ilmu yang diketahuinya, maka akan
ditunjukkan oleh Allah mengenai perkara-perkara yang belum ia ketahui.
Mereka yang bermujahadah dengan bertaubat, maka, Allah akan menunjukkan
kepada mereka jalan keikhlasan.
Dapat terjaga dari nafsu dan tidak akan mengganggu atau dapat mempengaruhi
anggota badan dengan perbuatan yang dilarang oleh syari'at.
Memperteguh/memperkuat keimanan dan jatidiri.
Berkepribadian dengan baik dan akhlak yang mulia.
Membentuk hamba yang dapat lebih bertanggung jawab.

2.2Prasangka Baik (Huznudzan)


2.2.1 Pengertian
Prasangka baik adalaah sikap netral dan cara pandang seseorang yang membuatnya
melihat sesuatu secara positif.
1. Husnudzan kepada Allah adalah berprasangka baik terhadap segala sesuatu yang
ditakdirkan oleh Allah.

2 | Page
Hikmah husnudzan kepada Allah yaitu Kehidupan rohani menjadi aman dan
tenang. Semua takdir selalu dianggap baik baginya.
Cara Menumbuhkan Sikap Husnudzan Kepada Allah adalah dengan latihan
menerima semua takdir dari Allah. Latihan menahan diri untuk tidak memberikan
reaksi dengan cepat terhadap semua masalah yang terjadi.

2. Husnudzan kepada sesama manusia adalah berprasangka baik terhadap sesama


dan tidak meragukan kemampuan atau tidak bersikap apriori.
Cara menumbuhkan sikap Husnudzan kepada sesama manusia adalah dengan
tidak merendahkan orang lain. Tidak mencaci maki atau menghina orang lain.

3. Husnudzan Kepada Diri Sendiri adalah mensyukuri bahwa segala sesuatu yang
melekat pada diri manusia, baik disukai ataupun tidak, merupakan pemberian
Allah yang terbaik untuk manusia.
Husnudzan kepada diri sendiri akan menumbuhkan sikap inisiatif, gigih, dan rela
berkorban. Cara menumbuhkan sikap-sikap tersebut antara lain:
Inisiatif : percaya bahwa orang yang mempunyai inisiatif akan mendapatkan
pahala ditambah pahala orang-orang yang mengikuti sesudahnya
Gigih : percaya bahwa Allah akan memberikan jalan keluar
Rela berkorban : percaya bahwa pengorbanan akan mendatangkan
ketenangan dan kebahagiaan

2.2.2 Manfaat Huznudzan


Hidup akan menjadi lebih tenang, tenteram dan lebih damai.
Hati akan menjadi lebih bersih dan terhindar dari penyakit hati.
Dapat menumbuhkan sikap yang tulus.
Tidak akan timbul sikap perselisihan atau perpecahan
Mengingatkan agar manusia selalu berintrospeksi.
Memacu semangat agar lebih kreatif.

2.3Persaudaraan (Ukhuwah)
2.3.1 Pengertian

3 | Page
Ukhuwah menurut bahasa berasal dari kata akhun artinya berserikat atau
persaudaraan. Jika dirangkai dengan kata islamiyah maka pengertian ukhuwah islamiyah
adalah persaudaraan yang bersifat islami atau yang diajarkan islam.

2.3.2 Bentuk Bentuk Persaudaraan


a. Ukhuwah ubudiyah: persaudaraan antar sesama makhluk Allah
b. Ukhuwah insaniyah: persaudaraan antar sesama manusia
c. Ukhuwah wathaniyah: persaudaraan atas kesamaan bangsa
d. Ukhuwah fi din al islam: persaudaraan antar sesama muslim

2.3.3 Hikmah Ukhuwah


Allah SWT akan melindungi dan menaungi dari ngerinya pada hari kiamat kelak.
Mencintai karena Allah SWT tentu akan mendatangkan keimanan yang kemudian
akan mengantarkannya menuju surga.
Melahirkan akhlak yang sungguh mulia, seperti sikap ramah, cinta kasih, peduli
terhadap kebutuhan saudaranya seiman dan saling membantu.
Terwujudnya kehidupan yang lebih aman, tentram, dan harmonis tanpa adanya
permusuhan satu sama lain.
Memperkokoh kekuatan kaum muslimin, dan dapat terwujudnya kejayaan Islam

2.3.4 Cara Menciptakan Ukhuwah


Menjauhi sifat negatif seperti mengolok-olok, mencaci maki, berburuk sangka,
mencari-cari kesalahan, dan menggunjing orang lain.

2.4Manfaat Kontrol Diri, Prasangka Baik dan Persaudaraan


Tanpa disadari, meskipun terlihat sederhana, namun upaya-upaya untuk
mengendalikan tersebut mampu menuai banyak manfaat apabila kita berhasil untuk
mengendalikan diri. Manfaat yang diperoleh dari keberhasilan seseorang dalam
mengendalikan dirinya antara lain :
a. Kita jadi mampu untuk meningkatkan kesabaran. Karena jika kita sedang dalam
keadaan marah, kita tidak sabar,tawakal,bersyukur.dll.dapat meningkatkan
komunikasi positif dilingkungan masyarakat sehingga di peroleh suasana tenang.
b. Akan lebih dapat menimbangkan pencukupan kebutuhan hidup yang sesuai
dengan kemampuan diri dan meningkatkan rasa syukur atas nikmat yang di berikan

4 | Page
oleh Tuhan kepadanya dapat mengurangi rasa gelisah,cemas,iri dan tidak puas
yang dapat terjadi pada semua tingkatan.

2.5Penerapan Perilaku Kontrol Diri, Prasangka Baik dan


Persaudaraan
Kontrol diri, pengendalian diri atau penguasaan diri (self regulation) merupakan
sikap, tindakan atau perilaku seseorang secara sadar baik direncanakan atau tidak untuk
mematuhi nilai dan norma sosial yang berlaku di masyarakat. Pengendalian diri
merupakan satu aspek penting dalam kecerdasan emosi (emotional quotient). Aspek ini
penting sekali dalam kehidupan manusia sebab musuh terbesar manusia bukan berada di
luar dirinya, akan tetapi justru berada di dalam dirinya sendiri. Dengan demikian, kemana
pun seseorang pergi, maka orang tersebut selalu diikuti oleh musuh yang ada dalam
dirinya.
Pengendalian diri atau penguasaan diri merupakan aspek yang perlu dilatih sejak
dini. Tidak ada aspek kemampuan untuk menguasai diri yang turun dari langit, melainkan
diperoleh dari proses yang panjang dalam pengalaman hidup selama berhubungan dengan
orang-orang di sekitar. Bahkan dalam sebuah kata bijak tertulis, Siapa yang menguasai
diri ibarat mengalahkan sebuah kota. Diri yang kita bawa-bawa sekarang ini dapat
menguasai kita atau kita yang menguasainya, dapat menjadi sahabat atau malah menjadi
lawan. Tergantung pilihan kita menjalani hidup ini.

Hal yang harus dikendalikan dalam diri kita antara lain perilaku berprasangka
buruk kepada orang lain. Sering kali kita saksikan perkelahian antar pelajar, bentrok antar
warga. Hal ini terjadi karena masing-masing kelompok saling mencurigai, saling
berprasangka buruk terhadap yang lainnya. Adanya kecurigaan atau prasangka buruk
disebabkan oleh tidak mampunya seseorang mengendalikan diri. Orang yang mampu
mengendalikan diri akan mampu menyelesaikan masalah tanpa harus dengan kekerasan
atau main hakim sendiri. Ia akan mengubah prasangka buruk menjadi prasangka baik.

Tentu saja, perilaku prasangka baik akan menjdikan kehidupan kita menjadi
tenteram, akan terjalin persaudaraan (ukhuwah), saling pengertian. Sebaliknya dengan
selalu berprasangka buruk kita akan berhadapan dengan permusuhan antar sesama dan
tidak adanya ketentraman dalam menjalani kehidupan. Al-Quran mengajarkan kepada

5 | Page
kita untuk selalu mengontrol diri agar tidak terjebak kepada perbuatan yang tercela. Al-
Quran juga memerintahkan kepada kita untuk selalu berprasangka baik dan menjaga
kerukunan dan mempererat ukhuwah atau persaudaraan, baik sesama umat Islam maupun
yang lainnya.
BAB III
PENUTUP

3.1Kesimpulan
Dari penjelasan di atas maka kami dapat menyimpulkan bahwasanya pengendalian
diri sangat penting untuk mengendalikan dan mengatasi kekhawatiran, kecanduan dan
segala jenis perilaku yang tidak pas dengan kondisi yang seharusnya. Dengan
pengendalian diri, kita dapat mengembangkan kesabaran dan toleransi serta merupakan
alat yang penting dalam mencapai kesuksesan dan kebahagiaan.

Hal yang harus dikendalikan dalam diri kita antara lain perilaku berprasangka
buruk kepada orang lain. Sering kali kita saksikan perkelahian antar pelajar, bentrok antar
warga. Hal ini terjadi karena masing-masing kelompok saling mencurigai, saling
berprasangka buruk terhadap yang lainnya. Adanya kecurigaan atau prasangka buruk
disebabkan oleh tidak mampunya seseorang mengendalikan diri. Orang yang mampu
mengendalikan diri akan mampu menyelesaikan masalah tanpa harus dengan kekerasan
atau main hakim sendiri. Ia akan mengubah prasangka buruk menjadi prasangka baik.

3.2Saran
Kami menyadari bahwasanya penyusunan makalah ini tidak lepas dari kekurangan.
Untuk itu, kami harapkan kepada rekan-rekan memberikan kritik dan saran yang bersifat
membangun guna memperbaiki makalah selanjutnya.

6 | Page
DAFTAR PUSTAKA

http://shofie-newdent.blogspot.co.id/2015/01/pai-bab-i.html
http://hmisoniee.blogspot.co.id/
http://www.habibullahurl.com/2015/01/hikmah-pengendalian-diri-prasangka-
baik-persaudaraan.html
http://www.habibullahurl.com/2015/01/hikmah-pengendalian-diri-prasangka-
baik-persaudaraan.html

7 | Page