Anda di halaman 1dari 2

Prinsip Tatalaksana Hematemesis Melena

1. Oksigen bila perlu


2. Supine position
3. Puasa
Sirotik 3x jernih aff NGT diet,
Non sirotik 1x jernih diet per sonde, 3x jernih aff NGT
4. Pasang kateter
5. Pasang NGT bilas lambung tiap 6-8 jam (walau bilas lambung sudah bersih)
Resepkan spuit 50 cc dengan lubang tengah, 50 cc klem alirkan, repeat sampai
500 cc
Catatan: bila bleeding profuse tambahkan 1-2 amp epinefrin/adrenalin dalam air
bilasan terakhir, klem agak lama baru alirkan lagi
Bila bilas lambung bersih tapi ada manifestasi melena maka perdarahan berada di
duodenum hematochezia
6. Kasi PPI/ H2 blocker
Loading omeprazole 1x40 mg IV, dilanjutkan drip 2 amp+500 cc NS
7. Prokinetik
MCP 3x1
Inj. Ondansetron 1x8 mg
8. Sirotik :
a. AB PO metronidazol 4x250 mg, ciprofloxacin 2x250 mg
Apabila profuse berikan AB IV
Sirotik gangguan hepar, makanan yg masuk dimetabolisme oleh liver dan
hasil akhirnya amoniak, makanan ini yang di detoksifikasi oleh liver, jika
fungsi liver turun, maka kemampuan hepar untuk mendetoksifikasi menurun
dan kadar amoniak meningkat sehingga menyebabkan hepatic ensefalopati
b. Lactulosa pencahar (agar masa transit makanan di usus tidak berlangsung
lama)
c. Propranolol stop hingga 5 hari setelah perdarahan berhenti
Pasien dengan sirosis dengan hematemesis melena stop diberi diuretik syok,
elektrolit imbalance
Ismo justru membuka pembuluh darah

Catatan:
Tidak ada tempat untuk obat-obatan anti perdarahan, asam tranexamat, vitamin K,
FFP (fresh frozen plasma), adona (carbazochrom) kecuali pada kasus khusus.
Vit K APTT memanjang
FFP PT memanjang

Tanda-tanda chronic liver disease:


1. portal hypertension
2. ginecomastia
3. vena ectasy
4. palmar eritem
5. spider nevy
6. penurunan semua jenis lipid profile (total cholesterol, HDL, LDL, TG)
7. serum albumin asites>darah
8. OT/PT >1
9. Trombositopenia
10. Splenomegali, trombositnya dimakan spleen