Anda di halaman 1dari 6

Cara Mengatasi Flooding Wetted Wall Absorbsi

Absorbsi adalah operasi penyerapan komponen-komponen yang terdapat didalam gas dengan
menggunakan cairan. Suatu alat yang banyak digunakan dalam absorpsi gas ialah menara
isian. Alat ini terdiri dari sebuah kolom berbentuk silinder atau menara yang dilengkapi
dengan pemasukan gas dan ruang distribusi padabagian bawah, pemasukan zat cair pada
bagian atas, sedang pengeluaran gas dan zat cair masing-masing diatas dan dibawah, serta
suatu zat padat tak aktif (inert) diatas penyangganya yang disebut packing.

Adanya packing (bahan isian) didalam kolom absorpsi akan menyebabkan terjadinya
hambatan terhadap aliran fluida yang melewati kolom. Akibatnya gas maupun cairan yang
melewati akan mengalami pressure drop atau penurunan tekanan.

Persyaratan pokok yang diperlukan untuk packing :

1. Harus tidak bereaksi (kimia) dengan fluida didalam menara.

2. Harus kuat, tetapi tidak terlalu berat.

3. Harus mengandung cukup banyak laluan untuk kedua arus tampa terlalu banyak zat cair
yang terperangkap atau menyebkan penurunan tekanan terlalu tinggi.

4. Harus memungkinkan terjadinya kontak yang memuaskan antara zat cair dan gas.

5. Harus tidak terlalu mahal.

Penurunan tekanan akan menjadi lebih besar jika bahan isian yang digunakan tidak beraturan
(random packing). Selain itu, penurunan tekanan juga dipengaruhi oleh laju alir gas maupun
cairan.

Pada laju alir tetep, penurunasn tekanan gas sebanding dengan kenaikan laju alir cairan. Hal
ini disebabkan karena ruang antara bahan pengisi yang semula dilewati gas menjadi lebih
banyak dilewati cairan. Sehingga akan menyebabkan hold up (cairan yang terikat dalam
ruangan) bertambah. Akibatnya peningkatan laju alir cairan lebih lanjut akan menyebabkan
terjadinya pengumpulan cairan dibagian atas kolom. Keadaan ini biasa disebut flooding
(banjir). Titik terjadinya peristiwa disebut flooding point. Operasi pada keadaan flooding
tidak akan menghasilkan perpindahan massa yang bagus. Perpindahan massa yang optimum,
dilakukan pada keadaan loading point (titik belok kurva).

Jika laju alir cairan dipertahankan tetap sedang laju gas bertambah, maka terdapat beberapa
kemungkinan yang akan terjadi :
1. Terbentuk lapisan cairan yang menyerupai gelembung gas diatas permukaan packing.

2. Cairan tidak akan dapat mengalir keluar kolom karena adanya tekanan yang besar dari
aliran udara. Akibatnya cairan akan mengisi kolom dari bawah keatas sehingga terjadi inversi
dari gas terdispersi kecairan berubah menjadi cairan terdispersi kealiran gas.

3. Terjadi gelembung/ buih-buih udara didalam kolom yang makin lama makin keatas dan
akhirnya tumpah keluar kolom. Pada kondisi demikian, penurunan tekanan gas berlangsung
dengan cepat.

Hal-hal lain yang berpengaruh terhadap penurunan tekanan antara lain ; bentuk isian,tinggi
isian, jenis, susunan dan lain-lain.

Didalam industri, proses ini banyak digunakan antara lain dalam proses pengambilan Amonia
yang ada dalam gas kota yang berasal dari pembakaran batu bara dengan menggunakan air,
atau penghilangan gas H2S yang dikandung dalam gas alam dengan menggunakan larutan
Alkali.

Banyak hal yang mempengaruhi absorpsi gas kedalam cairan, antara lain :

- Temperatur operasi

- Tekanan operasi

- Konsentrasi komponen dalam cairan

- Konsentrasi komponen didalam aliran gas

- Luas bidang kontak

- Lama waktu kontak

Karana itu, dalam operasi harus dipilih kondisi yang tepat sehingga diperoleh hasil yang
maksimal.

Karekteristik suatu cairan dalam menyerap komponen didalam aliran gas ditunjukkan oleh
harga koefisien perpindahan massa antara gas-cairan, yaitu banyaknya mol gas yang
berpindah persatuan luas serta tiap fraksi mol (gram mol) / (detik) (cm2) (fraksi mol).

Untuk menentukan harga koefisien perpindahan massa suatu kolom absorpsi dapat digunakan
perhitungan berdasarkan neraca massa.
Faktor penting yang harus diperhatikan dalam penggunaan kolom isian adalah besarnya
pressure drop. Hal ini terutama berkaitan dengan fenomena yang disebut dengan flooding
(penggenangan), dimana cairan yang seharusnya bergerak menuruni kolom, tertahan
pergerakannya oleh tekanan gas yang terlal u besar atau ruang antar isian terlalu rapat.
Fenomena flooding dapat terjadi bila pada laju alir gas konstan, laju alir cairan dinaikkan
sehingga cairan mengisi lebih banyak ruang antar isian dan mengurangi ruang gerak gas. Bila
hal ini terus terjadi, maka akan timbul fenomena flooding cairan serta kenaikan pressure drop
yang tinggi. Hampir sama dengan di atas, untuk laju alir cairan turun yang tetap, ternyata laju
alir gas ditingkatkan sehingga pressure drop ikut naik, maka akan terjadi flooding.

Fenomena flooding dapat disebabkan oleh dua hal, yaitu:

Pada laju alir gas konstan, laju alir cairan dinaikkan sehingga cairan mengisi lebih
banyak ruang antar isian dan mengurangi ruang gerak gas.
Pada laju alir air yang tetap, laju alir gas ditingkatkan sehingga pressure drop ikut naik

Type-type kolom Absorpsi

Type kolom absorber digolongkan ke dalam beberapa bagian yang masing-masing memiliki
klasifikasi dan pemakaian yang berbeda pada operasinya. Dimana pemakaian harus
disesuaikan dengan kondisi yang diinginkan. Operasi perpindahan massa dilaksanakan di
dalam tower yang di desain untuk kotak dua phase peralatan ini diklasifikasi ke dalam 4 type
utama yang metodenya digunakan untuk menghasilkan kontak interphase.

Spray Tower

Spray tower terdiri dari chamber-chamber besar di mana phase gas mengalir dan
masuk serta kontak dengan likuid di dalam spray nozzles. Berikut ini menunjukan aliran
phase di dalam spray tower, likuid masuk dalam spray dan jatuh karena gaya gravitasi, serta
kontak secara counter curent dengan aliran gas yang masuk. Untuk ketinggian yang rendah,
efisiensi ruang spray kira-kira mendekati packed powder, tetapi untuk ketinggian yang
melebihi 4 ft efisiensi spray turun dengan cepat. Sedangkan kemungkinan berlakunya
interfase aktif yang sangat besar dengan terjadinya sedikit penurunan, panda prakteknya
ditemukan ketidakmungkinan untuk mencegah hubungan ini, dan selama permukaan interfase
efektif berkurang dengan ketinggian, dan spray tower tidak digunakan secara luas.
Spray nozzles didesain untuk aliran likuid yang mempunyai bilangan presure drop
besar maupun kecil, untuk aliran likuid yang mempunyai flow rate yang kecil, maka cross
area kontaknya harus besar. Laju aliran yang mempunyai drop fals menentukan waktu kontak
dan sirkulasinya. Disertai dengan influensasi mass transfer antara dua phase dan harus kontak
terus-menerus. Hambatan pada transfer yaitu pada phase gas dikurangi dengan gerakan
swirling dari falling likuid droplets. Spray tower digunakan untuk transfer massa larutan gas
yang tinggi dimana dikontrol laju perpindahan masa secara normal pada phase gas.

Type dari kolom absorber memiliki klasifikasi dan pemakaian yang berbeda-beda
pada operasinya. Hal ini harus dipahami secara seksama agar kita dapat lebih memahami lagi
sistem absober jeni ini

Bubble Tower

Di Bubble tower ini, gas terdispersi menjadi phase likuid di dalam fine bubble. Small
gas bubble menentukan luas area. Kontak perpindahan massa terjadi di dalam bubble
formation dan buble rise up melalui likuid. Arah aliran counter current dimana gas terdispersi
di bottom tower. Gerakan bubble mengurangi hambatan likuid-phase. Bubble tower
digunakan dengan sistem dimana pengontrol laju dari perpindahan masa pada phase likuid
yang absorbsinya adalah relatif phase gas. Mekanisme dasar perpindahan massa terjadi di
dalam bubble tower dan demikian juga dengan aliran counter di dalam tank bubble batch
dimana gas itu terdispersi di dalam botom tank.

Packed Tower

Packing yang digunakan pada packed tower adalah untuk memperbesar luas
permukaan kontak antara gas dan liquid. Keuntungan dari penggunaan Packed Tower
sebenarnya ada banyak, diantaranya sebagai berikut :

1. Presure drop aliran gas rendah.

2. Dapat lebih ekonomis di dalam operasi cairan korosif karena ditahan untuk packing
keramik.

3. Biaya column dapat lebih murah dari plate column pada ukuran diameter yang sama.

4. Cairan hold up kecil.

Plate Column
Pengunan dari plate column lebih luas bila dibandingkan dengan packed column
secara spesial untuk destilasi.

Keuntungan dari plate column adalah :

1. Menyiapkan kontak lebih positif antara dua phase likuid.

2. Dapat menghandle cairan lebih besar tanpa terjadi floading.

3. Lebih mudah dibersihkan.

Wetted Wall Column

Dalam laboratorium, wetted wall telah digunakan oleh sejumlah pekerja dan mereka telah
membuktikan pentingnya menentukan berbagai faktor, dan mengadakan basis dari hubungan
yang telah dikembangkan untuk packed tower.

Tujuan utama dalam proses absorpsi ialah untuk mendapatkan kemurnian tertinggi dari suatu
zat, hal serupa dapat kita lihat dari proses pembuatan asam klorida (HCl), solvent
dispesifikasikan sebagai produk alamiah. Ada beberapa tujuan dalam proses absorpsi apabila
tujuan utama dari proses absorpsi ialah untuk mengembalikan unsur utama gas atau senyawa,
ada beberapa pelarut yang dapat dipilih. Air merupakan salah satu pelarut yang paling mudah
ditemui. Selain itu, air memiliki harga yang murah sehingga penggunaan air sebagai pelarut
sangat ekonomis. Akan tetapi, selain harga dan jumlahnya terdapat beberapa karakteristik
yang harus diperhatikan dalam pemilihan pelarut. Beberapa karakteristik yang harus
diperhatikan diantaranya adalah :

1. Volatilitas pelarut, pelarut yang baik haruslah memiliki tekanan uap yang rendah.
Tekanan uap yang rendah akan menyebabkan pelarut menjadi pelarut jenuh ketika proses
absorpsi telah selesai. Semakin kecil volatilitas sebuah pelarut, maka make up pelarut akan
semakin kecil.

2. Kelarutan gas, dalam pemilihan pelarut diharapkan gas memiliki kelarutan yang tinggi.
Kelarutan gas yang tinggi dapat meningkatkan laju proses absorpsi. Selain itu, dengan
kelarutan gas yang tinggi dapat menurunkan jumlah pelarut yang digunakan sehingga proses
absorpsi lebih ekonomis karena tidak menggunakan banyak pelarut.

3. Tidak korosif, pelarut dan gas yang bersifat korosif dapat menyebabkan korosi pada
material dan peralatan, sehingga baik pelarut maupun gas yang diabsorpsi diusahakan bukan
senyawa yang korosif.I Pelarut dan gas yang bersifat korosif dapat merusak peralatan
sehingga biaya material menjadi tinggi.

4. Viskositas, Pelarut dengan viskositas rendah lebih disukai dalam absorpsi. Pelarut
dengan viskositas rendah disukai karena lebih menguntungkan. Pelarut dengan viskositas
rendah lebih menguntungkan karena :

a) Pelarut viskositas rendah dapat mempercepat laju absorpsi

b) Perpindahan massa akan lebih baik dan akan mencegah flooding pada kolom absorpsi

c) Perbedaan tekanan yang rendah (less pressure drop)

d) Perpindahan panas akan lebih baik karena molekul-molekul yang dapat bergerak aktif

5. Pelarut yang digunakan haruslah tidak beracun, tidak mudah terbakar, memiliki ikatan
yang stabil, dan memiliki titik beku yang rendah.

6. Harga, pelarut yang digunakan diharapkan pelarut yang murah dan mudah ditemui.
Sehingga biaya yang dikeluarkan lebih sedikit dan selalu tersedia di pasaran.