Anda di halaman 1dari 2

1. Notoatmodjo, S. Prinsip-Prinsip Dasar Ilmu Kesehatan Masyarakat.

Jakarta: Rineka
Cipta. 2003.

2. Krisnansari D. Nutrisi dan Gizi Buruk. Mandala of Health. Vol 4 (1). Fakultas
Kedokteran dan Ilmu Ilmu Kesehatan Universitas Jendral Soedirman Purwokerto.
Januari 2010. p.60-8

3. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman Pelayanan Anak Gizi Buruk.


Jakarta. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2011. p.11

4. Setyaningsih P. The Effectiveness of Egg Protein to Malnutrition Recovery In Toddler.


Science Journal vol 3 (4). The 3rd University Research Colloquium. 2016. p.209-15

5. Edwi S, Basuki B. Dampak Suplementasi Makanan Berkalsium Terhadap Pertumbuhan


Tulang Anak Umur 9 11 bulan. Laporan Penelitian Gizi dan makanan untuk depkes RI
Pusat Penelitian dan pengembangan Makananan. Bogor: 1999.

6. Almatsier S. 2001. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

7. Rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia. Asuhan Nutrisi Pediatrik (Pediatric


Nutrition Care). Nutrisi dan Penyakit Metabolic. Jakarta. 2011. p. 1

8. Priantono D, Prawitasari T. Gizi Buruk. Kapita Selekta. p.123-6

9. Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah. Profil Kesehatan Provinsi Jawa Tengah:
Cakupan Kasus Balita Gizi Buruk yang Mendapat Perawatan Menurut Jenis Kelamin dan
Kabupaten/Kota. 2014. p. 77-9

10. Kuntari T. Jamil NA, Sunarto, Kurniati O. Malnutrition Risk Factor For Under Five
Years. Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Islam
Indonesia. Yogyakarta. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional vol 7 no 12. Juli 2013.
p.572-6

11. Saputra W, Nurrizka RN. Faktor Demografi dan Risiko Gizi Buruk dan Gizi Kurang.
Makara, Kesehatan, vol 16 no 2. Jakarta. Desember 2012: p.95-101
12. Simanjuntak,E. 2008. Faktor Resiko Kurang Energi Protein Pada Balita Di Kota Medan.
Diakses dari http://library.usu.ac.id/index.php/component/journals/index.php?
option=com_journalreview&id=3197&task=view.

13. Types of malnutrition. London School of Hygiene and Tropical Medicine. 2009.
http://conflict.lshtm.ac.uk/page_115.htm

14. Penny ME. Protein Energy Malnutrition: Pathiphysiology, Clinical Consequences, and
Treatment. Nutrition in Pediatrics: Basic Science, Clinical Applications. 4th ed. P.

15. Essentials of Pathophysiology: Concepts of Altered Health States. Disorders of


Nutritional Status. Undernutrition and Eating Disorders. 3ed. 2011. p.235-7

16. Coward WA, Lunn PG. The Biochemistry and Psysiology of Kwashiorkor and
Marasmus. British medical Bulletin. Vol 37 no 1. 1981. p. 19-24. Avaiable at:
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC1543355/pdf/procrsmed00091-0025.pdf

17. Belachew T, Faris K, Asres T. Acute and Chronic Malnutrition in Children, For the
Ethiopian health Center Team. In Ethiopian Public Health Center Team (EPHTI). 2005. P.
127 139. Available at:
https://www.cartercenter.org/resources/pdfs/health/ephti/library/modules/finalmodulechro
nicmalnutrition_in_children.pdf

18. Pudjiadi, S. Penyakit KEP (Kurang Energi Protein). Dalam Ilmu Gizi Klinis pada Anak.
Edisi 4 2000. Hal 97-190.

19. Liansyah TM. Malnutrisi pada Anak Balita. Volume II No (1). 2015.p.1-10. Avaible at:
http://download.portalgaruda.org/article.php?article=334237&val=6358&title=Malnutrisi
%20Pada%20Anak%20Balita

20. World Health Organization. 2009. Gizi Buruk. Dalam Buku Saku Pelayanan Kesehatan
Anak di Rumah Sakit.