Anda di halaman 1dari 3

Pengertian Kapita Selekta Pendidikan Islam

Bila ditinjau dari segi etimologi, kapita selekta pendidikan sebenarnya tersusun dari dua kata,
yaitu : Kapita Selekta dan Pendidikan, yang dipadukan sehingga menjadi satu istilah yang
memiliki satu kesatuan makna.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia kata Kapita Selekta, diartikan dengan garis besar
mengenai hal-hal penting dan terpilih. Dan kata Pendidikan dalam kamus itu, diartikan dengan
Proses yang pengubahan sikap dan tingkah laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha
mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan latihan-latihan[1]
Secara istilah/terminologi yaitu : suatu mata kuliah yang membahas kumpulan masalah dari
pendidikan yang penting dan terpilih untuk dicari penyebabnya dan ditentukan jalan keluarnya.[2]
Dan pendidikan Islam sendiri memiliki pengertian yang sangat luas, seorang ilmuan muslim,
pakar pendidikan islam DR. Muhammad S.A. Ibrahimy ( Bangladesh), mengungkapkan pendidikan
islam sebagai berikut :
Napas keislaman dalam pribadi seorang muslim merupakanelane vitale yang menggerakkan
perilaku yang diperkokoh dengan ilmu pengetahuan luas, sehingga ia mampu memberikan jawaban
yang tepat dan berguna terhadap tantangan perkembangan ilmu dan teknologi. Karena itu pendidikan
Islam memiliki ruang lingkup yang berubah-ubah menurut waktu yang berbeda-beda. Ia bersikap lentur
terhadap pekembangan kebutuhan umat manusia dari waktu ke waktu.[3]
Jadi, dapat disimpulkan bahwa Kapita Selekta Pendidikan Islam adalah mata kuliah pendidikan
Islam yang membicarakan tentang masalah-masalah pokok/pilihan dalam pendidikan (khususnya
pendidikan Islam) yang aktual, untuk inovasi pendidikan Islam.

2. Ruang Lingkup Kapita Selekta Pendidikan Islam


Ruang lingkup Pendidikan Agama Islam meliputi :
a. keserasian
b. keselarasan
c. keseimbangan antara hubungan manusia dengan Allah SWT
d. hubungan manusia dengan sesama manusia
e. hubungan manusia dengan dirinya sendiri
f. hubungan manusia dengan makhluk lain dan lingkungannya.[4]

Ruang lingkup Pendidikan Agama Islam juga identik dengan aspek-aspek Pengajaran Agama
Islam karena materi yang terkandung didalamnya merupakan perpaduan yang saling melengkapi satu
dengan yang lainnya.
Apabila dilihat dari segi pembahasannya maka ruang lingkup Pendidikan Agama Islam yang
umum dilaksanakan di sekolah adalah :
1. Pengajaran keimanan
Pengajaran keimanan berarti proses belajar mengajar tentang aspek kepercayaan, dalam hal ini
tentunya kepercayaan menurut ajaran Islam, inti dari pengajaran ini adalah tentang rukun Islam.
2. Pengajaran akhlak
Pengajaran akhlak adalah bentuk pengajaran yang mengarah pada pembentukan jiwa, cara
bersikap individu pada kehidupannya, pengajaran ini berarti proses belajar mengajar dalam mencapai
tujuan supaya yang diajarkan berakhlak baik.
3. Pengajaran ibadah
Pengajaran ibadah adalah pengajaran tentang segala bentuk ibadah dan tata cara
pelaksanaannya, tujuan dari pengajaran ini agar siswa mampu melaksanakan ibadah dengan baik dan
benar. Mengerti segala bentuk ibadah dan memahami arti dan tujuan pelaksanaan ibadah.
4. Pengajaran fiqih
Pengajaran fiqih adalah pengajaran yang isinya menyampaikan materi tentang segala bentuk-
bentuk hukum Islam yang bersumber pada Al-Quran, sunnah, dan dalil-dalil syari yang lain. Tujuan
pengajaran ini adalah agar siswa mengetahui dan mengerti tentang hukum-hukum Islam dan
melaksanakannya dalam kehidupan sehari-hari.
5. Pengajaran Al-Quran
Pengajaran Al-Quran adalah pengajaran yang bertujuan agar siswa dapat membaca Al-Quran
dan mengerti arti kandungan yang terdapat di setiap ayat-ayat Al-Quran. Akan tetapi dalam prakteknya
hanya ayat-ayat tertentu yang di masukkan dalam materi Pendidikan Agama Islam yang disesuaikan
dengan tingkat pendidikannya.
6. Pengajaran sejarah Islam
Tujuan pengajaran dari sejarah Islam ini adalah agar siswa dapat mengetahui tentang
pertumbuhan dan perkembangan agama Islam dari awalnya sampai zaman sekarang sehingga siswa
dapat mengenal dan mencintai agama Islam.[5]
Jadi, kesimpulannya adalah keserasian, keselarasan, keseimbangan antara hubungan manusia
dengan Allah SWT, hubungan manusia dengan sesama manusia, hubungan manusia dengan dirinya
sendiri, serta hubungan manusia dengan makhluk lain dan lingkungannya itu merupakan ruang
lingkupnya. Jika dikaitkan dengan pendidikan disekolah, maka terdapat berbagai pengajaran-
pengajaran.

3. Pokok Bahasan Kapita Selekta Pendidikan Islam


Dari penjelasan tentang pengertian kapita selekta pendidikan Islam, maka pokok bahasan yang
dibahas adalah sebagai berikut :[6]
a. Obyek Pembahasannya adalah masalah dari pendidikan Islam
Yang dimaksud dengan masalah disini dapat disinonimkan dengan problematika. Dalam
kaitannya dengan pendidikan, masalah itu dapat berupa adanya kesenjangan antara teori dengan
kenyataan.
Maka dapat disimpulkan bahwa masalah pendidikan adalah ketidaksesuaian antara yang
seharusnya dengan kenyataan yang timbul dalam penyelengaraan system pendidikan nasional yang
perlu dicari kejelasannya, terutama mengenai hal-hal yang melatarbelakangi munculnya permasalahan
itu, supaya dapat diketahui dengan jelas masalahnya dan dapat ditentukan jalan keluarnya.
b. Permasalahannya yang dibahas bersifat penting dan terpilih
Kapita selekta pendidikan Islam secara selektif membahas permasalahan yang aktual, yang
hangat-hangatnya dibahas pemerintah, diperbincangkan oleh para pakar dan pengelola pendidikan.
Disadari bahwa semakin maju peradaban suatu masyarakat akan bertambah banyak masalah
yang harus dihadapi, termasuk dalam bidang pendidikan.
Oleh karenanya, permasalahn pendidikan yang menjadi sasaran kajian Kapita Selekta
Pendidikan Islam tidaka akan pernah habis dan kadaluarsa, melaikan akan selalu berkembang sesuai
denagn tuntutan perkembangan zaman.[7]
Jadi, permasalahan yang menyangkut tentang pendidikan itu tidak akan berhenti selama manusia
sendiri masih bercita-cita untuk memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa.
c. Tujuan pembahasannya adalah untuk menemukan penyebab yang menimbulkan permasalahan
pendidikan kemudian menentukan jalan keluarnya.
Jika orang berfikir administratife, maka dalam setiap kegiatan yang dilakukan selalu ditetapkan
tujuan yang akan dicapai.[8] Hal ini membawa konsekwensi, bahwa dalam mengkaji permasalahan
pendidikan diharuskan menerapkan pendekatan sebab-akibat, bukan menerapakan pendekatan gejala.
Hasil penyelesaian permasalahan pendidikan yang ditentukan melalui penerapan pendekatan pertama,
akan menjurus pada jalan keluar yang lebih memungkinkan membawa perbaikan secara integral.
Sedangkan hasil penyelesaian permasalahan dengan pendekatan kedua biasanya akan menjerumus pada
satu macam jalan keluar yang dimungkinkan hanya membawa perbaikan secara parsial.[9]
Jadi, jelaslah bahwa kapita selekta pendidikan Islam merupakan suatu mata kuliah yang
menuntut da mengarahkan mahsiswa agar berfikir analisis lagi kritis terutama dengan menerapkan
kaidah deduktif dan induktif, agar mahasiswa berwawasan luas dalam menanggapi permasalahan
pendidikan Nasional.
D. Kesimpulan

1. Kapita Selekta Pendidikan Islam adalah mata kuliah pendidikan Islam yang membicarakan tentang
masalah-masalah pokok/pilihan dalam pendidikan (khususnya pendidikan Islam) yang aktual, untuk
inovasi pendidikan Islam.
2. Ruang lingkup Kapita Selekta Pendidikan Islam meliputi : keserasian, keselarasan, keseimbangan
antara hubungan manusia dengan Allah SWT, hubungan manusia dengan sesama manusia, hubungan
manusia dengan dirinya sendiri, serta hubungan manusia dengan makhluk lain dan lingkungannya.
3. Pokok bahasan Kapita Selekta Pendidikan Islam meliputi :
a. Obyek Pembahasannya adalah masalah dari pendidikan Islam
b. Permasalahannya yang dibahas bersifat penting dan terpilih
c. Tujuan pembahasannya adalah untuk menemukan penyebab yang menimbulkan permasalahan
pendidikan kemudian menentukan jalan keluarnya.

DAFTAR PUSTAKA

Arifin, Muzayyin, Kapita Selekta Pendidikan Islam, (Jakarta: PT. Bumi Aksara, 2009).
https://ahmadazhar.wordpress.com/2009/11/07/makalah-kapita-selekta-pai/-diakses pada hari Senin, 14 Maret
2016 pukul 16.03 WIB.
Mulyadi, Evaluasi Pendidikan, (Pengembangan Model Evaluasi Pendidikan Agama di Sekolah), (Malang:
UIN Maliki Press, 2010).
Rohmad, Ali, Kapita Selekta Pendidikan, (Yogyakarta: TERAS, 2009).

[1] Ali Rohmad, Kapita Selekta Pendidikan, (Yogyakarta: TERAS, 2009), halaman 1-2.
[2] Ali Rohmad, Kapita Selekta Pendidikan,.halaman 2.
[3] Muzayyin Arifin, Kapita Selekta Pendidikan Islam, (Jakarta: PT. Bumi Aksara, 2009), halaman 5.
[4] https://ahmadazhar.wordpress.com/2009/11/07/makalah-kapita-selekta-pai/-diakses pada hari Senin, 14
Maret 2016 pukul 16.03 WIB.

[5] https://ahmadazhar.wordpress.com/2009/11/07/makalah-kapita-selekta-pai/-diakses pada hari Senin, 14


Maret 2016 pukul 16.03 WIB.
[6] Ali Rohmad, Kapita Selekta Pendidikan,halaman 2.
[7] Ali Rohmad, Kapita Selekta Pendidikan,halaman 2.
[8] Mulyadi, Evaluasi Pendidikan, (Pengembangan Model Evaluasi Pendidikan Agama di
Sekolah), (Malang: UIN Maliki Press, 2010), halaman 10.
[9] Ali Rohmad, Kapita Selekta Pendidikan,halaman 4.