Anda di halaman 1dari 5

Alat Musik

1. Drumset

Termasuk dalam kategori alat musik modern, drumset merupakan salah satu alat musik paling
berperan penting dalam sebuah pertunjukan musik masa kini. Buktinya 90% dari lagu top yang
beredar di pasaran menggunakan drumset sebagai instrumen pengiringnya.
Drumset sendiri terbagi menjadi 3 perangkat yang kemudian tergabung menjadi satu kesatuan
yakni:
a. Drum, bagiannya berupa: bass drum, snare drum, floor tom, tom-tom, dll.
b. Simbal, bagiannya berupa: ride cymbal, cash cymbal, hi-hat, chinese splash, dll.
c. Perangkat keras, berupa cymbal, tiang, pedal bass/kick, stool/bangku, pedal hi-hat, dll.
Orang yang memainkan drum disebut drummer. Seorang drummer memainkan drum dengan
menggunakan sebuah alat khusus berupa tongkat kecil yang dipukulkan ke bagian drum tertentu.
Menurut beberapa referensi, asal mula drum berasal dari negeri Cina yang kemudian berkembang
menjadi drum sekarang.

2. Kongo

Kongo atau disebut juga Konga atau Bongo terbuat dari kayu sama halnya dengan gendang tapi
bentuknya lebih panjang dan memilki keunikan tersendiri. Bagian permukaan alat musik dari Kuba
ini terbuat kulit hewan sehingga suara yang dihasilkan lumayan khas.
Ukuran Kongo ada dua yaitu yang rendah dan yang tinggi, bentuk keduanya sama saja dan tetap
diletakkan pada besi penyangga agar tetap seimbang saat dimainkannya. Cara memainkannya
adalah dengan memukulnya menggunakan kedua tangan tanpa alat apapun.
3. Tamborin

Digunakan untuk mengiringi lagu berirama riang. Tamborin terbuat dari logam berbentuk
lingkaran dan di setiap sisinya terpasang rangkap sepasang logam tipis bulat. Karena logam
tersebutlah, tamborin akan menghasilkan bunyi saat digoyangkan-goyangkan.
Instrumen ini berasal dari tanah Eropa yang pada mulanya dimainkan oleh kelompok musik dari
tentara Turki, Janissaries. Tamborin memiliki kemiripan dengan alat musik sejenis yang bisa
ditemukan di Asia Tengah, Cina, Peru, India, serta Greenland.

4. Triangle

Alat musik ritmis ini termasuk yang paling simpel dalam bentuk dan penggunaannya. Triangle
hanya terbuat dari logam berbentuk segitiga, yang membuatnya disebut triangle (segitiga). Alat
musik ini saat dimainkan menghasilkan bunyi yang sangat nyaring dan tinggi.
Menurut beberapa literatur, Triangle sudah ada sejak abad ke-16. Tak jelas siapa yang
menciptakannya dan darimana instrumen musik ini berasal. Namun, dalam sejarah musik klasik,
Triangle sudah dimainkan dalam orkestra klasik Barat di abad ke-18. Musisi terkenal yang
menggunakannya pada zaman tersebut, yakni: Beethoven, Mozart, serta Haydn.
Cara memainkannya cukup hanya dengan memegang tangkai yang telah disediakan dengan salah
satu tangan kita, kemudian tangan yang lain memukul bagian badan Triangle dengan besi pemukul.
5. Rebana

Rebana bisa disebut juga gendang yang berukuran lebih kecil berbentuk pipih dan bundar serta
dibingkai dengan kayu yang dibubut. Permukaan rebana dibuat dari kulit kambing yang
diregangkan. Cara memainkannya yaitu dipukul dengan menggunakan telapak tangan.
Alat musik ritmis diperkirakan berasal dari Timur Tengah sedangkan suku Melayu dianggap hanya
mempopulerkannya saja di tanah air.

6. Marakas

Alat musik yang juga termasuk alat musik perkusi ini jika disebut juga Maracas, Maraca,
Mbaraka, atau Maracaxa. Dulunya Marakas digunakan sebagai instrumen untuk dipakai menjadi
media penyembuhan di hampir seluruh Afrika, Karibia, dan Amerika Selatan yang katanya
merupakan daerah alat musik ini berasal.
Marakas hampir bisa kita temui di seluruh dunia dalam sebuah Big Band atau Orkestra. Alat musik
ini juga menjadi salah satu yang terpenting di dalam musik Cuba, Rumba, Salsa, Charanga, serta
Trov Ensemble.
Material bagian luar dari Marakas biasanya terbuat dari labu yang sudah dikeringkan atau bisa juga
dari kulit kering yang dijahit. Selain kedua bahan tersebut, kayu, kelapa, plastik, jerami, atau buah
squash pun bisa diolah menjadi Marakas.
Untuk bagian dalamnya diisi dengan biji-bijian dari macam-macam jenis tanaman ataupun bahan
lain yang diharapkan bisa beresonansi dengan material luarnya sehingga menghasilkan suara
getaran yang enak didengar.
Jumlah isi di Marakas tergantung kehendak dari si pembuat atau pemainnya yang juga
memperhatikan nilai-nilai estetika. Sebuah tongkat silinder atau batang juga dipasang sebagai alat
bantu memudahkan memegang dan memainkannya.
7. Tifa

Alat musik ini asli dari Indonesia Timur yakni Maluku dan Papua. Terbuat dari kayu yang bagian
tengahnya dilubangi dan salah satu ujungnya ditutup dengan kulit binatang. Biasanya kulit yang
digunakan untuk pembuatan Tifa adalah kulit rusa.
Cara memainkannya sama dengan kendang dan kongo, yakni dipukul. Tifa sendiri dibagi menjadi
beberapa macam seperti, Tifa Dasar, Tifa Jekir, Tifa Potong, Tifa Jekir Potong dan Tifa Bas.

8. Simbal Tangan

Instrumen musik ini terdiri daru dua buah lempengan yang terbuat dari logam berbentuk lingkaran
yang bagian tengahnya menonjol. Cara memainkan alat musik ritmis ini yakni dengan
menggesekkan atau membenturkan kedua lempengan tersebut. Contoh alat musik ini bisa kita
temukan pada grup marching band.
Simbal ini sudah digunakan sejak zaman kuno. Seorang pembuat simbal terkenal di dunia berasal
dari negara Turki yang mana rumus campuran logamnya dijaga kerahasiaannya. Simbal termasuk
dalam kategori alat musik bertempo cadas.
9. Timpani

Hampir mirip dengan drum, namun memiliki ukuran yang lebih besar. Timpani termasuk dalam
keluarga alat musik perkusi. Alat untuk memainkannya disebut Stik Timpani atau Timpani Mallet
yang berdiamater 2 cm. Bagian ujungnya dibalut dengan bola kapas yang dibuat dari bulu biri-biri
Eropa yang terkenal sangat lembut.
Instrumen ini terbuat dari kulit yang kemudian dipasangkan ke sebuah mangkok besar atau tabung
yang terbuat dari tembaga atau fiber. Cara memainkannya yakni dengan dipukul menggunakan stik
khusus. Disebutkan bahwa penggunaan dasar timpani sudah ada sejak abad ke-15 yang digunakan
sebagai alat upacara keagamaan.

10. Gendang

Instrumen ritmis ini disebut juga kendhang dalam gamelan Jawa Barat dan Jawa Tengah. Berfungsi
untuk mengatur ritme atau irama sebuah lagu. Cara memainkannya yakni dengan dipukul pada
kedua sisinya dengan tangan tanpa menggunakan alat apapun.
Gendang sendiri dibuat menggunakan kayu nangka, cempedak, ataupun kelapa. Jenis kayu terbaik
yang digunakan untuk pembuatan gendang adalah mahoni. Kulit yang dijadikan bam (bagian
permukaan yang bernada rendah) dibuat dari kulit kerbau sedangkan untuk chang (bagian
permukaan yang bernada tinggi) biasanya dibuat dari kulit kambing.
Dahulu kala, gendang digunakan sebagai alat musik pengiring dalam acara pencak silat, iring-
iringan pengantin, untuk menyambut tamu, dan lain-lain. Beberapa daerah di Indonesia hingga
sekarang masih menggunakannya untuk hal-hal tersebut.