Anda di halaman 1dari 4

PAPER BIOKIMIA

Glukosa Dalam Tubuh

DISUSUN OLEH :
Nama :1. Amiliah ( A1F014002)

2. Resti Seftianingsih ( A1F014008)

3. Liis Panggabean ( A1F014018)

4. Florentina Astiani ( A1F014034)

5. Elinge Haster ( A1F014038)

Dosen Pengampu : Dr. Sumpono, M.Si

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS BENGKULU
2016
Glukosa Dalam Tubuh

Glukosa merupakan salah satu zat yang ada dalam tubuh. Terkhusus glukosa terkandung
di dalam darah. Glukosa ini berasal dari karbohidrat yang berasal dari makanan yang
kemudian disimpan dalam bentuk glikogen didalam otot rangka dan hati. Konsentrasi gula
darah, atau tingkat glukosa serum, diatur dengan ketat di dalam tubuh. Glukosa yang
dialirkan melalui darah adalah sumber utama energi untuk sel-sel tubuh. Sebagian gula yang
ada dalam darah adalah hasil penyerapan dari usus dan sebagian lagi dari hasil pemecahan
simpanan energi dalam jaringan. Gula yang ada di usus bisa berasal dari gula yang kita
makan atau bisa juga hasil pemecahan zat tepung yang kita makan dari nasi, ubi, jagung,
kentang, roti, dan lain-lain. Adapun fungsi glukosa dalam darah yang pertama ialah sebagai
bahan bakar, yaitu glukosa digunakan oleh semua jaringan-jaringan yang terdapat pada
seluruh tubuh sebagai bahan bakar untuk meningkatkan pertumbuhan dan semua kegiatan
pada tubuh. Glukosa diserap dan disebarkan kedalam peredaran darah melalui saluran
pencernaan dalam tubuh. Sebagian dari glukosa ini langsung menjadi bahan bakar bagi sel
otak dan sebagian glukosa ini menuju hati dan otot yang mana dapat menyimpannya sebagai
sel lemak dan glikogen. Glikogen ini sebagai sumber energi cadangan yang kemudiannya
dapat dikonversi kembali menjadi glukosa pada saat yang dibutuhkannya lebih banyak energy
lagi.
Fungsi yang kedua yaitu Meningkatkan fungsi otak, tergantung pada peredaran darah
yang sempurna dari seluruh tubuh ke otak. Sama halnya dengan organ lain, peredaran darah
ke otak ini juga membutuhkan kandungan glukosa yang cukup untuk memaksimalkan kerja
darah yang mempengaruhi kerja otak. Adapun kisaran kadar gula normal pada tubuh yaitu:
Sebelum makan: 70-130 mg/dL
2 jam setelah makan: kurang dari 180 mg/dL
Selama puasa 8 jam: kurang dari 100 mg/dL
Menjelang tidur: 100-140 mg/dL

Agar fungsi glukosa berjalan dengan baik dalam tubuh diperlukan mekanisme glukagon
dan insulin dalam menyeimbangkan kadar gula dalam darah. Adapun mekanisme
penyeimbangan gula darah yaitu dimulai dari penghasilan hormon-hormon dari organ
pankreas. Pankreas merupakan organ yang berperan sebagai kelenjar endokrin sekaligus
eksokrin. Sebagai kelenjar pencernaan (eksokrin) pankreas menghasilkan enzimenzim serta
bikarbonat yang amat penting untuk proses pencernaan kimiawi di dalam usus halus
(duodeum). Sedangkan sebagai kelenjar endokrin, pankreas menhasilkan dua hormon yang
berperan dalam pengaturan kadar gula dalam darah, insulin dan glukagon. Pulaupulau
langerhans adalah bagian dari pankreas yang merupakan populasi selsel penghasil hormon
yang dibedakan menjadi dua kelompok, sel alfa dan beta. Populasi selsel alfa (-cells)
mensekresikan hormon glukagon, sedangkan sel sel beta (-cells) populasi sel endokrin
yang mensekresikan hormon insulin ke dalam aliran darah.
Insulin dan glukagon merupakan hormon yang berkerja secara antagonis (berlawanan)
dalam pengaturan kadar gula darah. Efek antagonik dari glukagon dan insulin sangat vital
bagi keseimbangan glukosa, yang merupakan suatu kontrol pengaturan metabolisme dalam
penggunaan energi.
Insulin adalah hormon utama yang diproduksi oleh sel dalam pankreas. Insulin bekerja
dengan memindahkan glukosa dari darah ke dalam sel sebagai energi atau cadangan energi.
Selama pencernaan, makanan yang mengandung karbohidrat dicerna dan diubah menjadi
glukosa. Hal ini menyebabkan peningkatan glukosa dalam darah. Peningkatan gula
merupakan tanda dari pankreas kita untuk memproduksi jumlah insulin yang dibutuhkan
untuk mengatur kadar gula dalam darah.
Ketika insulin diproduksi, glukagon ditekan. Insulin merangsang sel di seluruh tubuh
untuk mengambil glukosa dari aliran darah. Sel-sel tersebut kemudian mengubahnya sebagai
energi.
Untuk membantu menjadikannya sumber tenaga di antara waktu makan, glukosa berlebih
akan disimpan dalam sel hati dan otot sebagai glikogen. Saat glukosa diubah menjadi energi
atau disimpan di hati dan otot, tingkatnya dalam darah kita berkurang.
Glukagon adalah hormon protein yang diproduksi dalam pankreas. Glukagon merupakan
penyeimbang insulin. Kurang lebih empat sampai enam jam setelah kita makan, tingkat
glukosa dalam darah berkurang. Hal ini memicu produksi glukagon dalam pankreas. Ketika
pankreas mengeluarkan glukagon, insulin akan ditekan.
Glukagon memberi tanda pada hati dan otot untuk memecah glikogen menjadi glukosa
dan mengeluarkannya kembali ke dalam aliran darah. Hal ini menjaga kadar gula darah Anda
agar tidak turun terlalu rendah.

Hormon insulin melekatkan dirinya pada reseptor-reseptor yang ada pada dinding
sel. Insulin bertugas untuk membuka reseptor pada dinding sel agar glukosa
memasuki sel. Lalu sel-sel tersebut mengubah glukosa menjadi energi yang
diperlukan tubuh untuk melakukan aktivitas, dengan kata lain, insulin membantu
menyalurkan gula ke dalam sel agar diubah menjadi energi. Maka pankreas yang tidak
berfungsi normal lagi akan menghasilkan jumlah insulin yang tidak cukup, sehingga
terjadi penimbunan gula dalam darah sehingga menyebabkan diabetes.

Ketika seseorang menderita diabetes maka pankreas orang tersebut tidak dapat
menghasilkan cukup insulin untuk menyerap gula yang diperoleh dari makanan. Hal
inilah yang menyebabkan kadar gula dalam darah menjadi tinggi akibat timbunan gula
dari makanan yang tidak dapat diserap dengan baik dan dibakar menjadi energi.
Penyebab lain adalah insulin yang cacat atau tubuh tidak dapat memanfaatkan insulin
dengan baik. Berikut ini adalah macam-macam penyakit diabetes:

Diabetes tipe 1
Diabetes tipe 1 merupakan bentuk diabetes yang tidak banyak terjadi. Hal ini
kemungkinan adalah gangguan autoimun di mana sistem kekebalan tubuh menghancurkan
sel-sel di pankreas yang membuat insulin. Sebelumnya dikenal sebagai diabetes
ketergantungan insulin, penderita diabetes tipe 1 harus mendapatkan insulin untuk bertahan
hidup.
Diabetes tipe 2
Diabetes tipe 2 terjadi ketika sel Anda tidak merespon insulin. Seiring waktu, tubuh Anda
mengurangi produksi insulin dan kadar gula darah meningkat. Terkait kuat dengan obesitas,
diabetes tipe 2 tercatat sebagai kasus diagnosis paling banyak dengan jumlah 90 hingga 95
persen, menurut Badan Informasi Nasional Diabetes. Diabetes tipe 2 bisa dikontrol dengan
obat dan perubahan gaya hidup, seperti kehilangan berat badan, nutrisi baik, dan olahraga.
Diabetes gestasional
Beberapa wanita terkena diabetes gestasional pada akhir kehamilannya. Penyebabnya
diduga karena hormon yang berhubungan dengan kehamilan mengganggu fungsi insulin.
Diabetes gestasional normalnya menghilang setelah kehamilan selesai, tetapi wanita yang
berada pada kondisi ini memiliki risiko besar terkena diabetes tipe 2 di waktu mendatang.
Pradiabetes
Bila Anda menderita pradiabetes, tubuh Anda membuat insulin tetapi tidak bisa
digunakan dengan baik. Sebagai hasilnya, kadar glukosa darah naik, tetapi tidak terlalu tinggi
untuk diklasifikasikan sebagai diabetes tipe 2. Banyak orang yang menderita pradiabetes
berlanjut ke diabetes tipe 2. Namun, dengan perubahan gaya hidup, termasuk menjaga berat
badan, olahraga, dan diet sehat, diabetes tipe 2 bisa dicegah.