Anda di halaman 1dari 9

SENAT AKADEMIK

UNIVERSITAS PANDANARAN SEMARANG

RISALAH
RAPAT PLENO
SENAT AKADEMIK
UNIVERSITAS PANDANARAN SEMARANG

Hari : Rabu
Tanggal : 27 Maret 2013
Waktu : 08.30 WIB s.d. selesai
Tempat : Ruang Rapat Senat Akademik Gd. University Centre Lt. 3

Pimpinan Rapat : Prof. Dr. Syihabuddin, M. Pd.


Acara : Pembukaan, Pembacaan dan Pengesahan Risalah Rapat Pleno
Senat Akademik UNPAND tanggal 25 Januari 2013,
Pembahasan dan Persetujuan Standar Proses Pembelajaran
UNPAND, Pembahasan Surat Keputusan Senat Akademik
UNPAND tentang Ketentuan Pokok Pengembangan Kurikulum
UNPAND Tahun 2013, Pembahasan Izin Perpanjangan
Prodi/Jurusan di lingkungan UNPAND.

SEEMARANG
2015

\\

0
RISALAH
RAPAT PLENO
SENAT AKADEMIK UNPAND
1. Hari/tanggal : Rabu, 27 Maret 2013
2. Waktu : 08.30 WIB s.d. selesai
3. Tempat : Ruang Rapat Senat Akademik Gd. University Centre Lt. 3
4. Pimpinan Rapat : Prof. Dr. Syihabuddin, M. Pd.
5. Acara : Pembukaan, Pembacaan dan Pengesahan Risalah Rapat Pleno
Senat Akademik UNPAND tanggal 25 Januari 2013, Pembahasan
dan Persetujuan Standar Proses Pembelajaran UNPAND,
Pembahasan Surat Keputusan Senat Akademik UNPAND tentang
Ketentuan Pokok Pengembangan Kurikulum UNPAND Tahun
2013, Pembahasan Izin Perpanjangan Prodi/Jurusan di lingkungan
UNPAND.
6. Peserta Rapat : 34 orang dari 44 orang Anggota Senat Akademik Universitas
Pandanaran Semarang.
HASIL RAPAT
A. Pembukaan
1. Rapat pleno dibuka oleh pimpinan rapat, Prof. Dr. Syihabuddin, M. Pd.
2. Pimpinan rapat membacakan agenda rapat, yaitu Pembukaan, Pembacaan dan Pengesahan
Risalah Rapat Pleno Senat Akademik UNPAND tanggal 25 Januari 2013, Pembahasan dan
Persetujuan Standar Proses Pembelajaran UNPAND, Pembahasan Surat Keputusan Senat
Akademik UNPAND tentang Ketentuan Pokok Pengembangan Kurikulum UNPAND Tahun
2013, Pembahasan Izin Perpanjangan Prodi/Jurusan di lingkungan UNPAND.

B. Pembacaan dan Pengesahan Risalah Rapat Tanggal 25 Januari 2013


Anggota Senat sepakat untuk menyetujui Risalah Rapat Tanggal 25 Januari 2013 tanpa ada
usulan perbaikan.

C. Pembahasan dan Persetujuan Standar Proses Pembelajaran Universitas Pandanaran


Semarang
Sehubungan dengan agenda pembahasan di atas, pimpinan rapat mempersilakan
Sekretaris Komisi D untuk melaporkan hasil rapat komisi.
Sekretaris Komisi D melaporkan bahwa Draf Pedoman Standar Proses Pembelajaran
UNPAND sudah tiga kali diajukan pada Rapat Pleno Senat Akademik, setelah sebelumnya

1
beberapa kali dibahas dalam rapat komisi. Gagasan tentang penyusunan Standar Proses
Pembelajaran UNPAND ini sudah muncul sejak tahun 2010, tetapi hingga saat ini Senat
belum berhasil menetapkannya. Jika tidak ada masalah yang krusial, kita dapat menetapkan
standar ini guna memperlancar langkah-langkah berikutnya terutama dengan adanya draf
kurikulum baru yang nanti akan diimplementasikan berdasarkan standar ini. Standar proses
ini diharapkan dapat menunjang akselerasi peningkatan kualitas akademik ke arah yang lebih
baik lagi.
Draf ini telah mengakomodasi beberapa masukan dari anggota Senat pada Rapat Pleno
terdahulu, yaitu pasal 6 yang sebelumnya 1 ayat kemudian ditambahkan menjadi 2 ayat,
pasal 15 ayat 5 juga merupakan tambahan karena sebelumnya tidak ada, dan penambahan
pasal 17 tentang program Doktor melalui jalur penelitian (by research).

Setelah menerima laporan dari pimpinan Komisi D, pimpinan rapat mempersilakan


peserta rapat untuk menyampaikan tanggapan, masukan, dan saran. Adapun tanggapan,
masukan, dan saran itu meliputi hal-hal berikut.
1. Pada pasal 17 tentang program Doctor by research dinyatakan bahwa pelaksanaan
program ini akan diatur dalam pedoman tersendiri. Perlukah dieksplisitkan siapa yang
ditugasi membuat pedoman? Apakah pedoman itu dari Senat atau dari Pimpinan
Universitas?
2. Redaksi pasal 4 ayat 1 sebaiknya diubah, sehingga menjadi Penetapan standar proses
pembelajaran bertujuan untuk menunjang terjadinya proses pembelajaran bermutu tinggi,
transparan, akuntabel, efektif, dan efisien demi tercapai tujuan pendidikan.
3. Pada pasal 11 ayat 3 perlu ditambahkan informasi sedikit, sehingga kalimatnya menjadi
Pembelajaran diharapkan untuk mengembangkan pengetahuan, kecakapan, dan watak
mahasiswa UNPAND secara utuh berlandaskan nilai-nilai kependidikan.
4. Pada bagian menimbang dan mengingat, perlu dimunculkan penjelasan agar tidak ada
kesan bahwa standar proses ini baru lahir sekarang.
5. Perlu perbaikan tanda baca pada beberapa kalimat seperti pada pasal 2 dan pasal 3 ayat 1
dan 2.
6. Pada pasal 16, perlu dipertimbangkan tentang judul pelaporan hasil penilaian. Sebaiknya
judulnya menjadi Pelaporan Hasil Studi, agar sinkron dengan ayat yang di bawahnya.
7. Draf ketetapan Senat ini menugaskan Rektor untuk membuat 2 hal, yaitu peraturan
Rektor di beberapa pasal dan pedoman pelaksanaan pada pasal 18. Apakah ini hal yang
berbeda atau mencakup satu ketetapan?

2
8. Pasal 14 ayat 3 perlu dirumuskan kembali agar penilaian itu tidak terkesan seolah-olah
hanya merupakan proses pengumpulan informasi, tetapi penilaian itu pasti akan
dibandingkan dengan standar tertentu ntuk mencapai suatu keputusan.
9. Dalam peraturan Rektor nanti perlu ditegaskan bahwa standar proses ini bersifat dinamis,
dan hanya terbatas pada ketentuan-ketentuan yang tertulis.
10. Sebaiknya pasal 5, 6, dan 8 dijadikan satu pasal karena merupakan bagian dari butir-butir
penjaminan mutu.

Kemudian pimpinan rapat dan pimpinan Komisi D menjawab beberapa pertanyaan dan
menanggapi beberapa masukan. Masukan-masukan dari seluruh anggota akan
dipertimbangkan dan digunakan untuk memperbaiki draf standar proses.
Peserta rapat menyetujui draf Standar Proses Pembelajaran Universitas Pandanaran
Semarang untuk ditetapkan sebagai Ketetapan Senat Akademik, dengan catatan Komisi D
perlu menyempurnakan draf ketetapan berdasarkan masukan dan saran seperti yang telah
dikemukakan para anggota Senat.

D. Pembahasan Surat Keputusan Senat Akademik UNPAND tentang Ketentuan Pokok


Pengembangan Kurikulum UNPAND Tahun 2013
Berkenaan dengan agenda pembahasan di atas, pimpinan rapat mempersilakan Sekretaris
Komisi A untuk melaporkan hasil rapat komisi.
Sekretaris Komisi A menyampaikan bahwa penyusunan Ketentuan Pokok Pengembangan
Kurikulum UNPAND Tahun 2013 ini oleh TPK sudah dimulai cukup lama, yaitu satu tahun
yang lalu. Dalam prosesnya telah disosialisasikan dan diberi masukan oleh unit-unit terkait
yang ada di lingkungan UNPAND. Hasil dari TPK itu kemudian disampaikan kepada Senat
dan dibahas beberapa kali di Komisi A, bahkan pernah diajukan pada Rapat Pleno yang lalu
untuk diberikan masukan oleh anggota Senat.
Draf yang ada sekarang ini merupakan draf terakhir, hasil dari reviu yang telah dilakukan
di komisi A. Tentunya kami berharap akan memperoleh masukan-masukan kembali dari
anggota Senat dalam Rapat Pleno ini, sehingga masukan-masukan tersebut nanti bisa
dirumuskan kembali oleh tim gabungan dari Komisi A dan TPK.
Selanjutnya Sekretaris Komisi A mempersilakan Dr. H. Dinn Wahyudin, M.A. untuk
menyampaikan informasi terbaru tentang Ketentuan Pokok Pengembangan Kurikulum
UNPAND Tahun 2013.

3
Dr. H. Dinn Wahyudin, M.A. menyampaikan bahwa TPK merupakan satuan tugas yang
yang dibentuk oleh Pimpinan Universitas, yang diberi tugas khusus untuk mengembangkan
kurikulum. Dalam menjalankan tugasnya TPK telah melaksanakan beberapa kegiatan, antara
lain menyusun Rambu-Rambu Pengembangan Kurikulum UNPAND yang pada waktu itu
direncanakan akan digulirkan pada Tahun 2012. Namun, karena suatu pertimbangan,
Pimpinan Universitas, Rambu-Rambu Pengembangan Kurikulum tersebut baru bisa
digulirkan tahun ini bersamaan dengan diterbitkannya Kurikulum Nasional Tahun 2013.
Rambu-Rambu Pengembangan Kurikulum ini sebenarnya merupakan rujukan bagi Prodi,
Jurusan, Fakultas, SPs, dan Kampus Daerah dalam hal pengembangan kurikulum. Oleh
karena itu, kita berharap draf ini bisa disetujui dan kemudian dijadikan panduan dalam
mengimplementasikan kurikulum di lingkungan Universitas.
TPK mengucapkan terima kasih kepada Pimpinan Prodi, Pimpinan Fakultas, dan
Pimpinan Sekolah Pascasarjana yang telah menyiapkan sebaran mata kuliah, termasuk
kelengkapan-kelengkapan pada dokumen ini. Selanjutnya kami berharap memperoleh
masukan-masukan kembali dari anggota Senat dalam Rapat Pleno ini.

Kemudian pimpinan rapat mempersilakan peserta rapat untuk menyampaikan tanggapan,


masukan, dan saran. Adapun tanggapan, masukan, dan saran itu adalah sebagai berikut.
1. Berkaitan dengan konsistensi penggunaan istilah, dalam dokumen terbaru disebutkan
Ketentuan Pokok Pengembangan Kurikulum, sementara pada dokumen lama disebut
dengan Rambu-Rambu Pengembangan Kurikulum. Mana istilah yang akan digunakan?
2. Dalam Rambu-Rambu Pengembangan Kurikulum, di halaman 15 disebutkan Pendekatan
Terintegrasi Pendidikan Akademik dan PPG Guru Kelas, padahal saat ini di PGSD juga
terdapat pendekatan terintegrasi dengan kewenangan tambahan. Jika masalah ini tidak
diakomodasikan dalam rambu-rambu, sementara kita melaksanakan kegiatan tersebut,
maka dikhawatirkan program ini menjadi tidak sah, padahal program ini telah berjalan 2
(dua) tahun.
3. Pada halaman 17 tentang Pendekatan Berlapis disebutkan bahwa program PPG
berlangsung selama dua semester. Kita tahu bahwa PGSD, PGPAUD, SDLB, dan Penjas
guru di SD berlangsung satu semester. Dengan demikian, untuk PPG-nya saja berada di
luar matrikulasi, jika tidak ada yang linier. Sebenarnya, pendekatan berlapis ini juga
memungkinkan untuk diakomodasi oleh program PGSD, PGPAUD, SDLB, serta Penjas
guru di SD.

4
4. Berkaitan dengan konsistensi antara gambar 1 dan gambar 2, pada gambar 1 disebutkan
MK Dasar Kependidikan, sedangkan di gambar 2 disebutkan MK Keahlian Profesi.
Sebaiknya digunakan istilah MK Dasar Kependidikan, sebab istilah MK Keahlian Profesi
tidak sesuai dengan Perundang-undangan yang ada.
5. Pada halaman 26 tabel 2 tentang Struktur Kurikulum dan Beban Studi Program
Pendidikan S1, disebutkan dalam kolom Kelompok Mata Kuliah Umum bahwa
Pendidikan Jasmani dan Olahraga ini harus dikontrak oleh mahasiswa non-FPOK,
sementara di FPOK sendiri terdapat Prodi Keperawatan. Oleh karena itu lebih baik jika
ditambahkan kalimat kecuali mahasiswa Prodi Keperawatan.
6. Sehubungan dengan koherensi antarkonten kurikulum pada halaman 10, kita tahu bahwa
koherensi itu tidak hanya pada satu jenjang yang sama, tetapi kita juga perlu
menggarisbawahi mengenai koherensi dan gradasi antarjenjang S1, S2 dan S3, terutama
mengenai perbedaannya dan bagaimana kesinambungan di antara ketiganya?
7. Pada halaman 28 disebutkan mahasiswa di Fakultas non-MIPA memilih MK
Matematika atau Statistika. Kita tahu bahwa di FPIPS dan FPBS yang diajarkan ialah
logika. Jadi, mengapa ada pembatasan ini? Apakah tidak dibiarkan saja mahasiswa
memilih salah satu di antara matematika, statistika, atau logika?
8. Berkenaan dengan implikasi setelah diberlakukannya Rambu-Rambu Pengembangan
Kurikulum ini, seperti adanya penambahan mata kuliah baru. Bagaimanakah kesiapan di
fakultas-fakultas untuk mengampu mata kuliah baru ini?
9. Berkaitan dengan Prinsip-Prinsip Pengembangan Kurikulum, pada poin 7 halaman 12
tentang Pembaharuan dan Berkesinambungan disebutkan Kurikulum UNPAND harus
pula mencerminkan kesinambungan antara jenjang S1, S2, dan S3 bagi program studi
yang linier. Ini artinya masih mungkin adanya prodi yang tidak linier, padahal
sekarang linieritas itu menjadi isu yang krusial yang terkait dengan kenaikan
pangkat. Karena itu, apakah masih memungkinkan dibukanya jalur S1, S2, dan
S3 ini prodi yang tidak linier?
10. Pada halaman 9 tentang Prinsip Pengembangan Kurikulum UNPAND disebutkan
mengembangkan pendidikan karakter budaya bangsa, sementara pada alinea di
bawahnya disebutkan kampus yang edukatif, ilmiah, dan religius. Jika boleh,
sebaiknya kata budaya itu ditiadakan, dan cukup dengan pengembangan karakter
bangsa.
11. Pada poin 6 halaman 11, secara eksplisit TPK menyatakan pentingnya profesionalisme
multikultural. Pemunculan istilah ini secara eksplisit perlu diapresiasi.

5
12. Pada poin 11 tentang Kesadaran Lingkungan disebutkan Kurikulum UNPAND
juga harus memperhatikan kesadaran akan lingkungan atau green living. Green
living adalah sebuah tujuan dan kita kira itu tidak cukup. Karena itu, diperlukan
rumusan harus memperhatikan kesadaran akan lingkungan dalam rangka
menumbuhkan dan meningkatkan sustainable living.
13. Berkaitan dengan komponen kurikulum jurusan/prodi, di sana ada urutan komponen dari
1 sampai 8, kemudian di bawahnya, di bagian B, ada silabus mata kuliah. Mungkin poin
8 itu dapat dimasukkan pada bagian B sehingga tidak rancu.
14. Sehubungan dengan gambar yang disajikan, perlu diupayakan supaya gambar ini bisa
memberikan impresi utuh karena tidak ada perbedaan antara gambar 1 dan 2, kecuali
ada rongga dalam matrikulasinya. Oleh karena itu bagaimana gambar ini bisa kita reviu
supaya lebih jelas.
15. Perlu dikritisi juga istilah MKDP dan MKDK, sebab kalau ada pendidikan profesi, maka
yang namanya Mata Kuliah Dasar Profesi itu mestinya berupa kompetensi akademik
kependidikan yang nanti akan mendasari kiat-kiat pengembangan kemampuan
profesional, padahal MKDP di sini bukan itu, tapi ini mata kuliah kependidikan. Oleh
karena itu istilah MKDP ini lebih baik diganti dengan MKDK.
16. Pada elaborasi di butir 23, halaman 17 perlu dipisah dan harus ditegaskan pemisahannya.
Rumusan tentang program yang S1-nya pendidikan dan yang S1-nya nonkependidikan
perlu dipisah dengan tegas.
17. Berkaitan dengan mata kuliah S3, mata kuliah itu diarahkan sebagai kreator keilmuan,
sedangkan proses pembelajaran yang kita lakukan sekarang itu lewat kajian-kajian
mandiri yang sangat independen dan mahasiswa menentukan isi topik atau tema. Kita
ingin mereka mengembangkan sendiri tema dan topik kajian sebagai independent study.

Kemudian pimpinan rapat menanggapi beberapa masukan dan menyampaikan dua pilihan
untuk penyelesaian masalah ini. Pertama, kita harus memperbaiki dokumen Ketentuan
Pokok Pengembangan Kurikulum ini berdasarkan saran-saran yang disampaikan tadi, yang
dilakukan oleh tim gabungan antara Komisi A dan TPK. Selanjutnya hasil reviu dari tim
gabungan tersebut disampaikan dalam suatu forum yang dihadiri Pimpinan Universitas untuk
kemudian dibawa dan disetujui pada Rapat Pleno SA selanjutnya. Kedua, kita menyetujui
dokumen Ketentuan Pokok Pengembangan Kurikulum ini sekarang, dan selanjutnya
diperbaiki oleh tim gabungan antara Komisi A dan TPK, serta nanti diperkuat kembali oleh
Pimpinan Universitas.

6
Akhirnya, peserta Rapat Pleno sepakat untuk menyetujui alternatif kedua dalam penyelesaian
dokumen Ketentuan Pokok Pengembangan Kurikulum UNPAND Tahun 2013 ini.

E. Pembahasan Izin Perpanjangan Prodi/Jurusan di lingkungan UNPAND


Sehubungan dengan habisnya izin penyelenggaraan beberapa Jurusan dan Prodi di
lingkungan UNPAND, Rapat Pleno Senat Akademik menyetujui perpanjangan izin
penyelenggaraan Jurusan dan Prodi berikut.
1. Prodi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini S1 FIP.
2. Prodi Pendidikan Sosiologi S1 FPIPS.
3. Prodi Pendidikan IPS S1 FPIPS.
4. Prodi Pendidikan Teknik Arsitektur S1 FPTK.
5. Prodi Teknik Sipil S1 FPTK.
6. Prodi Teknik Arsitektur Perumahan D-III FPTK.
7. Prodi Ilmu Pendidikan Agama Islam S1 FPIPS.
8. Prodi Survey Pemetaan dan Informasi Geografi D-III FPIPS.

Dibuat di : Bandung
Pada tanggal : 27 Maret 2013

Pimpinan Rapat Pleno


Ketua, Sekretaris,

Prof. Dr. Syihabuddin, M.Pd Dr. Djadja Rahardja, M.Ed


NIP 19600120 198703 1 001 NIP 19590414 198503 1 005

7
Lampiran

DAFTAR HADIR RAPAT PLENO SENAT AKADEMIK


UNIVERSITAS PANDANARAN SEMARANG
Rabu, 27 Maret 2013

Yang hadir:

1. Prof. Dr. Syihabuddin, M.Pd. 21. Dr. H. Suwatno, M.Si.


2. Dr. Djadja Rahardja, M.Ed. 22. Dr. Yadi Ruyadi, M.Si.
3. Prof. Dr. H. Sunaryo Kartadinata, M.Pd. 23. Prof. Dr. H. Yaya Sukjaya Kusumah, M.Sc.
4. Prof. Dr. H. Dadang Sunendar, M.Hum. 24. Prof. Dr. H. Disman, MS.
5. Prof. Dr. H. Ahman, M.Pd. 25. Prof. Dr. H. Agus Rahayu, M. Si
6. Prof. Dr. H. Karim Suryadi, M.Pd. 26. Prof. Dr. Moch. Syaom Barliana, M.Pd., M.T.
7. Dr. Didi Sukyadi, M.A. 27. Dr. Enjang A. Juanda, M.Pd., M.T.
8. Prof. Dr. H. Asep Kadarohman, M.Si 28. Drs. Amay Suherman, M.Pd.
9. Dr. Eng. Agus Setiawan, M.Si. 29. Dr. R. Boyke Mulyana, M.Pd.
10. Dr. Yunyun Yudiana, M.Pd. 30. Dr. H. Dadang Sundawa, M.Pd.
11. Dr. H. Edi Suryadi, M.Si. 31. Dr. Siti Fatimah, M.Si.
12. Prof Dr. Didi Suryadi, M.Ed. 32. Dr. Zakarias S. Soeteja, M.Sn.
13. Prof. Dr. H. Sumarto, MSIE. 33. Dr. Andoyo Sastromiharjo, M.Pd.
14. Dr. H. Dinn Wahyudin, MA. 34. Drs. Sucipto, M.Kes
15. Prof. Dr. H. Cece Rakhmat, M.Pd.
16. Prof. Dr. H. A.Chaedar Alwasilah, M.A.
17. Prof. Dr. H. Ishak Abdulhak.
18. Prof. Dr. H. Syamsu Yusuf LN, M.Pd.
19. Prof. Dr. H. Makhmud Syafei, M.Ag.
20. Prof. Dr. Beltasar Tarigan, MS., AIFO.

Yang tidak hadir:


1. Prof. H. Furqon, M.A., Ph.D.
2. Prof. H. E. Aminudin Aziz, M.A., Ph.D.
3. Prof. Dr. Idrus Affandi, S.H.
4. Prof. Dr. H. Dasim Budimansyah, M.Si.
5. Prof. Dr. Hj. Nuryani Rustaman, M.Pd.
6. Prof. Dr. H. Asari Djohar, M.Pd.
7. Prof. Dr. H. Adang Suherman, M.A.
8. Dr. Dadi Rusdiana, M.Si.
9. Dr. H. Nugraha, S.E., M.Si., Ak.
10. Dr. H. Agus Taufik, M.Pd.

Bandung, 27 Maret 2013

Pimpinan Rapat
Ketua, Sekretaris,

Prof. Dr. Syihabuddin, M.Pd. Dr. Djadja Rahardja, M.Ed.


NIP 19600120 198703 1 001 NIP 19590414 198303 1 005