Anda di halaman 1dari 5

1

KONSEP IBU

2.1 Konsep Ibu


2.1.1 Pengertian

Ibu adalah sebutan untuk perempuan yang telah melahirkan kita / wanita

yang sudah bersuami/panggilan yang takzim kepada wanita (Kamus Bahasa

Indonesia, 2008 : 536).

Menurut Suprajitno (2014 : 1), ibu adalah orang tua dan tempat

pertama dimana anak mendapatkan pengasuh dan pendidikan.

Apabila ibu memamahami dan ingin melaksanakan tugas serta

tanggung jawab dalam mendidik dan menjaga anak dengan baik,

maka lahir generasi yang baik, generasi yang unggul dan

tumbuh menjadi seorang yang berbudi luhur, bertanggung

jawab, dan berbakti kapada orang tua. Ibu orang tua yang paling

memiliki ikatan batin yang erat dengan anak, karena sejak dalam

kandungan hingga menjadi seorang anak yang dewasa ibu yang

merawat dan membesarkan anak, ibu yang sering bertemu

dengan anak, perilaku anak dapat ditentukan oleh sikap dan pola

asuh ibu dalam lingkungan keluarga.

2.1.2 Peran Ibu

Ibu sebagai istri dan ibu dari anak-anaknya berperan untuk :

1. Mengurus rumah tangga sebagai pengasuh, pendidik dan pelindung anak-

anaknya.
2

2. Salah satu anggota kelompok serta sebagai anggota masyarakat dan

lingkungan
3. Dapat berperan pula sebagai pencari nafkah tambahan keluarga.

(Ferry Efendi dan Makhfudli, 2013 : 184).

Peran ibu dalam keluarga :

1. Memenuhi kebutuhan fisiologis dan psikis


2. Peran ibu dalam merawat dan mengurus keluarga dengan sabar, mesra dan

konsisten
3. Peran ibu sebagai pendidik yang mampu mengatur dan mengendalikan anak
4. Ibu sebagai contoh dan teladan
5. Ibu sebagai manajer yang bijaksana
6. Ibu memberi rangsangan dan pelajaran (Singgih Gunarsa, 2012 : 31).
2.1.3 Tugas ibu dalam kesehatan keluarga

Ibu sebagai anggota keluarga, juga sebagai istri dan ibu dari anak-anaknya.

Ibu mempunyai tugas dalam kesehatan keluarga, menurut Bailon dan Maglaya

(1998), tugas kesehatan keluarga yaitu :

1. Mengenal masalah kesehatan

Kesehatan merupakan kebutuhan keluarga yang tidak boleh diabaikan,

karena tanpa kesehatan segala sesuatu tidak akan berarti dan karena

kesehatanlah kadang seluruh kekuatan sumber daya dan dana keluarga habis.

Orang tua perlu mengenal masalah kesehatan dan perubahan-

perubahan yang dialami anggota keluarga. Perubahan sekecil apapun yang

dialami anggota keluarga secara tidak langsung menjadi perhatian orang tua

atau keluarga. Apabila menyadari adanya perubahan keluarga perlu dicatat

kapan terjadinya, perubahan apa yang terjadi dan seberapa besar

perubahannya. Sejauh mana keluarga mengetahui dan mengenal fakta-fakta

dari masalah kesehatan yang meliputi pengertian, tanda dan gejala, factor
3

penyebab dan yang mempengaruhinya, serta persepsi keluarga terhadap

masalah.

2. Membuat keputusan tindakan kesehatan yang tepat

Sebelum keluarga dapat membuat keputusan yang tepat mengenai

masalah kesehatan yang dialaminya, perawat harus mengkaji hal-hal sebagai

berikut :

1) Sejauh mana keluarga mengerti mengenai sifat dan luasnya masalah.

2) Apakah keluarga merasakan adanya masalah kesehatan.

3) Apakah keluarga merasa menyerah terhadap masalah yang dialaminya.

4) Apakah keluarga merasa takut akan akibat penyakit

5) Apakah keluarga mempunyai sikap negatif terhadap masalah kesehatan.

6) Apakah keluarga dapat menjangkau fasilitas kesehatan yang ada

7) Apakah keluarga kurang percaya terhadap tenaga kesehatan.

8) Apakah keluarga mendapat informasi yang salah terhadap tindakan dalam

mengatasi masalah.

3. Memberi perawatan pada anggota keluarga yang sakit

Ketika memberikan perawatan pada keluarganya yang sakit, keluarga

harus mengetahui hal-hal berikut :

1) Keadaan penyakitnya (sifat, penyebaran, komplokasi, prognosis dan

perawatannya)

2) Sifat dan perkembangan perawatan yang dibutuhkan.

3) Keberadaan fasillitas yang diperlukan untuk perawatan.


4

4) Sumber-sumber yang ada dalam keluarga (anggota keluarga yang

bertanggungjawab, sumber keuangan atau financial, fasilitas fisik, dan

psikososial).

5) Sikap keluarga terhadap yang sakit.

4. Memodifikasi lingkungan atau menciptakan suasana rumah yang sehat


Ketika memodifikasi lingkungan atau menciptakan suasana rumah

yang sehat, keluarga harus mengetahui hal-hal sebagai berikut:


1) Sumber-sumber keluarga yang dimiliki.
2) Keuntungan dan manfaat pemeliharaan lingkungan.
3) Pentingnya higiene sanitasi.
4) Upaya pencegahan penyakit.
5) Sikap atau pandangan keluarga terhadap higiene sanitasi.
6) Kekompakan antar-anggota keluarga.
5. Merujuk pada fasilitas kesehatan masyarakat
Ketika merujuk anggota keluarga ke fasilitas kesehatan, keluarga harus

mengetahui hal-hal berikut ini :


1) Keberadaan fasilitas kesehatan.
2) Keuntungan-keuntungan yang dapat diperoleh dari fasilitas kesehatan.
3) Tingkat kepercayaan keluarga terhadap petugas dan fasilitas kesehatan.
4) Pengalaman yang kurang baik terhadap petugas kesehatan.
5) Fasilitas kesehatan yang ada terjangkau oleh keluarga.

(Ferry Efendi dan Makhfudli, 2013 : 185-186).


5

DAFTAR PUSTAKA

Departemen Pendidikan Nasional. 2008. Kamus Bahasa Indonesia. Jakarta :


Departemen Pendidikan Nasional.
Efendi, Ferri dan Makhfudli. 2013. Keperawatan Kesehatan Komunitas (Teori
dan Praktik Dalam Keperawatan). Jakarta : Salemba Medika.

Suprajitno. 2014. Asuhan Keperawatan Keluarga (Aplikasi dalam Praktik).


Jakarta : EGC.

Gunarsa, Singgih. 2012. Psikologi Parktis Anak, Remaja dan Keluarga. Jakarta :
Gunung Mulia.