Anda di halaman 1dari 8

Pemanfaatan Zeolit Alam Termodikasi Kation Na+ untuk Penangkapan CO2 (Roza Adriany)

Pemanfaatan Zeolit Alam Termodikasi


Kation Na+ untuk Penangkapan CO2
Roza Adriany
Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi LEMIGAS
Jl. Ciledug Raya Kav. 109, Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan
Telepon: 62-21-7394422, Fax: 62-21-7246150
E-mail: rozaa@lemigas.esdm.go.id / roza_adriany@yahoo.com
Teregistrasi I tanggal 7 Desember 2012; Diterima setelah perbaikan tanggal 21 Desember 2012
Disetujui terbit tanggal: 31 Desember 2012

ABSTRAK
Zeolit alam tersebar di beberapa wilayah di Indonesia antara lain di daerah Kalianda Lampung,
Bayah Banten, Nanggung Bogor, Cikembar Sukabumi, Nagreg Bandung, Cipatujah Tasikmalaya dan
Sangkaropi Toraja. Pemanfaatan Zeolit telah banyak dilakukan dibidang pertanian, peternakan, perikanan,
dan berbagai industri. Pemanfaatan zeolit alam Indonesia sebagai bahan penangkap CO2 belum banyak
dikembangkan. Dalam kegiatan ini dilakukan penelitian pemanfaatan zeolit alam termodikasi kation Na+
untuk penangkapan CO2. Tujuan penelitian adalah mendapatkan teknologi untuk meningkatkan kapasitas
adsorpsi zeolit alam terhadap CO2. Kegiatan uji adsorpsi dilakukan pada rentang suhu relatif tinggi sekitar
50C-150C melalui preparasi zeolit menggunakan H2O2 dan modikasi struktur zeolit dengan kation
Na+. Adsorben diharapkan dapat digunakan sebagai penyerap CO2 yang berasal dari pembakaran bahan
bakar berbasis minyak bumi dan batubara. Dari hasil penelitian diperoleh kapasitas adsorpsi CO2 zeolit
alam setelah penukaran kation Na+ meningkat dibandingkan sebelumnya. Adsorpsi CO2 semula adalah
0,03 mmol CO2 /gram zeolit, meningkat menjadi 0,29 mmol CO2 /gram zeolit pada suhu 25C , kemudian
meningkat 0,54 mmol CO2 /gram zeolit pada suhu 50C, 0,96 mmol CO2 /gram zeolit pada suhu 100C,
dan 1,06 mmol CO2/gram zeolit pada suhu 150C.
Kata kunci: zeolit alam, penukar kation Na+, kapasitas adsorpsi CO2

ABSTRACT
Natural zeolites are scattered in several regions in Indonesia, among others in Kalianda Lampung,
Bayah Banten, Nanggung Bogor, Cikembar Sukabumi, Nagreg Garut, Cipatujah Tasikmalaya and
Sangkaropi Toraja. Utilization of zeolites have been widely applied in agriculture, livestock, sheries
and some industries. Utilization of natural zeolite in Indonesia as CO2 capture has not been developed.
Therefore in this research, natural zeolite modied with Na+ cation to capture CO2. The purpose of this
study is to get a method to enhance the CO2 adsorption capacity of on natural zeolite. Adsorption test
performed at a relatively high temperature range of about 50C-150 C through the preparation of zeolites
using H2O2 and a modication to the structure of the zeolite with Na+ cations. Adsorbent is expected to
be used as adsorber CO2 from burning fossil fuels. The results showed that the CO2 adsorption capacity
of natural zeolite increased after exchange of Na+ cations . Initially, adsorption of CO2 was 0.03 mmol
CO2/g zeolite, increasing to 0.29 mmol CO2/g zeolite at a temperature of 25 C, then increased 0.54 mmol
CO2/g zeolite at a temperature of 50 C and 0.96 mmol CO2/g zeolite at a temperature of 100 C, and 1.06
mmol CO2/gram zeolite at a temperature of 150 C.
Keywords: natural zeolite; Na+ cation exchanger; CO2 adsorption capacity

I. PENDAHULUAN penyebab timbulnya efek pemanasan global.


Meningkatnya konsentrasi CO2 dan gas-gas Peningkatan konsentrasi CO 2 disebabkan oleh
rumah kaca lainnya di atmosfer berpotensi sebagai meningkatnya pembakaran bahan bakar minyak,

145
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 46 No. 3, Desember 2012: 145 - 151

batu bara dan bahan bakar organik lainnya melampaui Dari studi adsorpsi CO2 pada zeolit sintetik X dan
kemampuan tumbuh-tumbuhan dan laut untuk Y dengan kode identitas zeolit FAU, menggunakan
menyerapnya. Guna menghindari dampak buruk dari spektroskopi Infrared (IR) terungkap bahwa
meningkatnya suhu global maka konsentrasi gas- proses physisorption mendominasi proses adsorpsi
gas rumah kaca di udara harus dikurangi termasuk CO2 pada zeolit, walaupun sebagian kecil terjadi
CO2.3 chemisorpsi dalam bentuk karbonat atau karboksilat.
Ada beberapa metode penangkapan CO2 yang Physisorption dipengaruhi oleh muatan listrik yang
telah dikenal dan terus dikembangkan. Salah satu ditimbulkan oleh kation logam penyeimbang muatan
diantaranya adsorpsi menggunakan padatan, dimana yang ada dalam pori dan oleh ikatan hidrogen dengan
penangkapan CO2 terjadi melalui adsorpsi selektif permukaan gugus silanol.2,4
pada media padat. Proses adsorpsi dapat terjadi secara Sifat physisorption atau adsorpsi secara sika
sika yang lemah atau melalui interaksi adsorpsi sangat dipengaruhi oleh suhu dan tekanan dimana
kimia yang kuat. Adsorben padat tersebut dapat kekuatannya secara umum meningkat bila tekanan
digunakan kembali setelah melalui proses adsorpsi parsial CO 2 dinaikkan dan menurun bila suhu
dan desorpsi dengan adanya perubahan tekanan dan ditingkatkan.2,4
suhu.4,5,6 Kemampuan zeolit alam menangkap CO2 masih
Salah satu adsorben padat yang dapat digunakan cukup rendah dan pada suhu yang lebih tinggi (sekitar
untuk menangkap CO2 adalah zeolit. Zeolit merupakan 100C) akan terjadi desorpsi CO2 dari zeolit dengan
senyawa aluminosilikat terhidrasi yang memiliki melemahnya sifat physisorption oleh naiknya suhu
kerangka struktur tiga dimensi (3D), berpori dan sehingga kapasitas adsorpsi zeolit terhadap CO2
merupakan padatan kristalin dengan kandungan menurun drastis.2,4,6
utama Silikon, Aluminium, dan Oksigen serta Untuk meningkatkan kapasitas adsorpsi zeolit
mengikat sejumlah tertentu molekul air di dalam pada suhu cukup tinggi (sekitar 100C hingga
porinya. Rangka zeolit dibentuk oleh tetrahedral 150C) perlu dilakukan modikasi struktur zeolit
[SiO4] dan [(AlO4)-]. Atom silikon dikelilingi oleh dengan mengganti kation penyeimbang muatan
4 atom oksigen yang membentuk jaringan dengan
pola yang teratur. Di beberapa tempat di jaringan
ini, atom Silikon diganti dengan atom Aluminium
yang memiliki muatan 3+, sedangkan Silikon sendiri
memiliki muatan 4+. Keberadaan atom Aluminium
ini secara keseluruhan akan menyebabkan rangka
zeolit memiliki muatan negatif. Muatan negatif
ini dinetralkan oleh kation logam yang dapat
dipertukarkan yang terdapat dalam ruang pori zeolit.
Struktur dasar zeolit disajikan pada gambar 1.
Logam-logam yang terdapat dalam zeolit Gambar 1
umumnya adalah Ca, Mg, Na, K , Al, metaloid Si Struktur dasar zeolit
dan lain-lain. Logam-logam ini terbagi dua jenis yaitu
logam yang dapat dipertukarkan dan yang tidak dapat
dipertukarkan. Logam yang dapat dipertukarkan
berada dalam bentuk kation-kation logam yang
terikat secara ikatan Van der Waals dengan atom Al
yang bermuatan negatif dari rangka zeolit. Adanya
kation-kation logam tersebut memungkinkan zeolit
mengadsorpsi sebagian besar jenis-jenis molekul gas
termasuk molekul gas asam seperti CO2. Interaksi
antara atom Al dengan kation logam dan CO 2 Gambar 2
Interaksi Atom Al, Kation Logam dan CO2
disajikan pada gambar 2.1,2,4,6

146
Pemanfaatan Zeolit Alam Termodikasi Kation Na+ untuk Penangkapan CO2 (Roza Adriany)

dengan jenis kation logam alkali seperti Na atau NOVA 1200e, uji Kapasitas Tukar Kation (KTK)
K. Diketahui bahwa kation logam alkali Na dan K dengan metode volumetri, analisis komposisi zeolit
merupakan kation dengan sifat basa yang lebih kuat dan penentuan kadar logam dengan AAS.
dibandingkan kation logam alkali tanah Ca dan Mg Alat uji adsorpsi CO2 merupakan rangkaian
sehingga daya tariknya terhadap CO2 yang bersifat peralatan yang terdiri dari sumber gas CO2, tabung
asam lemah akan lebih kuat.2,4,6 reaktor yang dilengkapi dengan pressure gauge untuk
Pada penelitian ini telah dilakukan modikasi mengukur tekanan tabung, pemanas (heater), alat
struktur zeolit alam melalui proses pertukaran pengukur suhu, termostat , termokopel , tubing untuk
kation Na+ untuk meningkatkan kapasitas adsorpsi mengalirkan gas dan lain-lain. Alat ini tidak dapat
zeolit terhadap CO2. Sebelum proses pertukaran digunakan untuk pengujian secara kontinyu.
kation, zeolit terlebih dulu dipreparasi dengan H2O2 Sampel zeolit dimasukkan ke dalam tabung
untuk menghilangkan bahan organik dan pengotor reaktor kemudian gas CO2 dialirkan dari sumber
lain. Selanjutnya terhadap sampel hasil preparasi, gas ke dalam tabung reaktor hingga tekanan
dilakukan uji karakterisasi dan uji kapasitas sekitar 30 psi. Adanya penyerapan CO2 oleh zeolit
penyerapan CO2 pada beberapa variasi suhu. menyebabkan tekanan tabung turun. Penurunan
II. PERCOBAAN
Percobaan meliputi preparasi zeolit dan beberapa
pengujian terhadap zeolit hasil preparasi.
A. Preparasi Zeolit
Preparasi bertujuan mempersiapkan zeolit agar
mempunyai kemampuan adsorpsi yang meningkat.
Perlakuan awal pada preparasi zeolit bertujuan
untuk memperluas permukaan. Tahapan kegiatan ini
meliputi penghalusan, perendaman menggunakan
peroksida (H 2O 2) untuk menghilangkan bahan
organik, penyaringan dan pencucian dengan akuades
sebanyak tiga kali hingga zeolit bebas dari peroksida.
Zeolit kemudian dipanaskan pada suhu 120 oC Gambar 3
selama sekitar 24 jam agar bebas dari kandungan air. Alat uji kapasitas adsorpsi CO2
Sebagai perlakuan selanjutnya dilakukan modikasi
struktur zeolit melalui proses pertukaran Tabel 1
kation Na dengan penambahan NaOH dan Kapasitas adsorpsi CO2 zeolit alam pada
air dalam perbandingan masing-masing suhu 25C, 50C, 100C dan 150C
25 gram zeolit: 25 gram NaOH: 100 mL
air. Campuran diaduk selama 24 jam dan Kapasitas Adsorpsi
No. Jenis Sampel Suhu [ C] [ mmol CO2 per
didiamkan selama 24 jam, kemudian
gram zeolit]
dikeringkan dalam oven suhu 120oC selama
sekitar 24 jam. 1 Zeolit + H2O2 25 0.03
2 Zeolit + H2O2 50 0.13
B. Pengujian
3 Zeolit + H2O2 100 0.04
Terhadap sampel zeolit hasil preparasi
4 Zeolit + H2O2 150 0.03
dengan H2O2 dan NaOH maupun zeolit
sebelum preparasi dilakukan beberapa 5 Zeolit + H2O2 + NaOH 25 0,29
pengujian yaitu uji kapasitas adsorpsi CO2 6 Zeolit + H2O2 + NaOH 50 0,54
dengan peralatan seperti tampak pada Zeolit + H2O2 + NaOH
7 100 0,96
Gambar 3, surface area, diameter pori rata-
rata, total volume pori menggunakan BET 8 Zeolit + H2O2 + NaOH 150 1,06

147
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 46 No. 3, Desember 2012: 145 - 151

tekanan tabung dicatat dan jumlah mol CO2


yang teradsorpsi dihitung menggunakan
rumus PV = nRT, dimana P adalah tekanan
tabung, V adalah volume tabung, T adalah
suhu (K) dan n adalah jumlah mol gas CO2.
Volume, tekanan dan suhu tabung diketahui
dari percobaan sehingga dapat diperoleh
nilai n (jumlah mol CO2).
Untuk pengujian yang memerlukan
suhu tinggi, tabung reaktor dipanaskan Gambar 4
terlebih dahulu menggunakan pemanas Kapasitas adsorpsi CO2
yang dapat diatur suhunya. Dalam kegiatan
ini ada 4 perlakuan suhu yaitu 25C, 50C, 100C menarik dalam bentuk ikatan Van der Waals antara
dan 150C. CO2 dengan kation-kation logam dalam rongga zeolit
menurun pada suhu 100C. Demikian juga yang
III. HASIL DAN DISKUSI terjadi pada suhu 150C.
A. Kapasitas Adsorpsi CO2 Kapasitas adsorpsi CO2 zeolit yang dipreparasi
dengan H2O2 dan NaOH lebih tinggi dibandingkan
Uji kapasitas adsorpsi CO2 dilakukan terhadap zeolit yang hanya dipreparasi dengan H2O2, bila
sampel zeolit hasil preparasi dengan H2O2 dan hasil diukur pada suhu yang sama. Hal ini disebabkan
preparasi dengan H2O2 dan NaOH. Hasil uji kapasitas karena zeolit yang telah dipreparasi dengan NaOH
adsorpsi CO2 pada suhu 25C, 50C, 100C dan mempunyai jumlah kation Na+ lebih banyak. Kation
150C disajikan pada Tabel 1 dan kurva adsorpsi Na+ yang bersifat basa kuat ini akan berinteraksi
CO2 pada Gambar 4. dengan CO2 yang bersifat asam.
Kapasitas adsorpsi CO2 zeolit dipengaruhi oleh Kapasitas adsorpsi CO2, zeolit yang dipreparasi
banyak hal antara lain suhu dan tekanan adsorpsi, dengan H2O2 dan NaOH meningkat seiring dengan
luas permukaan dan ukuran rongga zeolit serta jumlah naiknya suhu adsorpsi hingga 150C. Hal ini berbeda
kation logam yang dapat berinteraksi dengan CO2. dengan zeolit yang hanya dipreparasi dengan H2O2
Tabel 1 memperlihatkan hubungan antara saja, dimana kapasitas adsorpsi CO2 menurun pada
kapasitas adsorpsi CO2 dan suhu adsorpsi pada zeolit suhu100C dan 150C.
murni dan zeolit termodikasi kation Na. Tekanan Meningkatnya kapasitas adsorpsi CO2 pada zeolit
CO2 pada percobaan adalah 30 psi dan volume CO2 yang dipreparasi dengan H2O2 dan NaOH pada suhu
1,4 Liter. tinggi mengindikasikan bahwa terjadi ikatan yang
Kapasitas adsorpsi CO2 zeolit + H2O2 meningkat kuat antara CO2 dan kation logam Na+ pada suhu
dari 0,03 mmol CO2/ gram zeolit menjadi 0,13 tersebut. Ikatan ini berupa ikatan kovalen dan bukan
mmol CO 2 /gram zeolit dengan naiknya suhu lagi ikatan Van der Waals yang akan melemah pada
adsorpsi dari suhu ruang 25C ke suhu 50C. suhu tinggi.
Hal ini memperlihatkan bahwa pada suhu 50C Hal ini dapat terjadi bila kation Na + yang
terjadi peningkatan interaksi antara CO2 dan zeolit ditambahkan sebagian masuk ke dalam pori zeolit dan
dibandingkan pada suhu ruang. Peningkatan interaksi sebagian berada di permukaan zeolit. Ikatan Van der
ini kemungkinan disebabkan karena pada suhu 50C, Waals terjadi antara CO2 dengan kation-kation logam
molekul-molekul lebih reaktif dibandingkan di suhu yang ada di dalam pori zeolit, sedangkan ikatan
ruang. kovalen terjadi antara CO2 dengan kation logam Na+
Kapasitas adsorpsi CO2 zeolit + H2O2 menurun yang ada di permukaan zeolit.
dari 0,13 mmol CO2 / gram zeolit menjadi 0,04 mmol Untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan
CO2/ gram zeolit dengan naiknya suhu adsorpsi hasil penelitian yang diperoleh maka disajikan
dari suhu ruang 50C ke suhu 100C. Penurunan perbandingan kapasitas adsorpsi CO2 zeolit alam
ini kemungkinan disebabkan karena pada suhu hasil penelitian, dengan beberapa hasil penelitian
100C, terjadi peristiwa desorpsi dimana daya tarik peneliti sebelumnya (Sunho Choi, Jeffrey H. Drese,

148
Pemanfaatan Zeolit Alam Termodikasi Kation Na+ untuk Penangkapan CO2 (Roza Adriany)

Tabel 2
Perbandingan hasil uji adsorpsi CO2 Zeolit termodikasi Kation Na dengan hasil penelitian lain
(Sunho Choi, dkk , 2009)

No. Jenis Sampel Suhu [ C] Kapasitas Adsorpsi [ mmol CO 2 per gram zeolit]

1. Zeolit alam sebelum modifikasi dengan kation Na + 25 0,03


+
2. Zeolit alam termodifikasi kation Na 25 0,29
3. Zeolit alam termodifikasi kation Na + 50 0,54
4. Zeolit alam termodifikasi kation Na + 100 0,96
5. Zeolit alam termodifikasi kation Na + 150 1,06
a)
6. Zeolit alam 25 0.09
a)
7. Zeolit sintetik Na-X 50 2,7
a)
8. Zeolit sintetik Na-X 100 1,24

Tabel 3
Total luas permukaan, volume pori dan diameter pori rata-rata zeolit alam

2
Sampel Total Luas Permukaan (m /gram adsorben) Volume Pori (cc/gram adsorben)

Zeolit alam murni 19,92 337,2


Zeolit alam + H2O2 29,62 465,3
Zeolit alam + H2O2+NaOH 9,54 232,7

and Christopher W. Jones, Adsorbent Materials for Pada saat perlakuan dengan NaOH, sebagian
Carbon Dioxide Capture from Large Anthropogenic besar ruang pori zeolit yang kosong terisi oleh kation
Point Sources, ChemSusChem 2009, 2, 796-85) Na+ yang menyebabkan menurunnya luas permukaan
yang disajikan pada Tabel 2. dan volume pori.
Pada Tabel 2 terlihat bahwa kemampuan adsorpsi C. Kadar Logam
CO 2 zeolit alam termodifikasi kation Na+ pada
Preparasi zeolit alam dengan H2O2 dan larutan
penelitian ini masih lebih rendah dibandingkan
NaOH dapat mempengaruhi kadar logam dalam zeolit.
dengan zeolit berbasis sintetik.
Perlakuan dengan NaOH ini dapat menyebabkan
B. Total Luas Permukaan, Volume pori dan terjadinya pertukaran kation-kation yang ada di dalam
Diameter Pori Rata-rata rongga dengan kation Na+ sehingga mempengaruhi
Hasil Uji total luas permukaan, volume pori dan kadar masing-masing logam.
diameter pori rata-rata zeolit disajikan pada Tabel Penentuan kadar logam sampel zeolit dilakukan
3. menggunakan alat AAS (Atomic Absorption
Dari tabel 3 terlihat bahwa luas permukaan Spectroscopy). Hasil analisis disajikan pada Tabel
dan volume pori zeolit alam yang diperlakukan 4.
dengan Peroksida (H2O2) meningkat dibandingkan Dari tabel 4 terlihat bahwa preparasi zeolit
zeolit murni. Hal ini disebabkan karena Peroksida dengan H2O2 tidak signikan mempengaruhi kadar
mengoksidasi bahan organik yang mengisi rongga logam zeolit. Hal ini disebabkan karena fungsi H2O2
zeolit dan produk hasil oksidasi dibuang dengan cara adalah untuk mengoksidasi bahan organik yang ada
mencuci zeolit beberapa kali. Setelah produk oksidasi dalam rongga zeolit saja, sedangkan preparasi zeolit
bahan organik meninggalkan pori, maka ruang pori dengan H2O2 dan NaOH dapat meningkatkan kadar
zeolit menjadi kosong sehingga luas permukaan dan logam Na yang sangat signikan yaitu dari 1,16%
volume pori menjadi bertambah. menjadi 11,44%.

149
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 46 No. 3, Desember 2012: 145 - 151

Tabel 4
Hasil analisis kadar logam dengan Spektroskopi Serapan Atom (AAS)

No Jenis Logam Zeolit Murni (%) Zeolit + H2O2 (%) Zeolit + H2O2 + NaOH (%)

1. Na 0,72 1,16 11,44


2. K 0,58 0,52 0,15
3. Ca 0,08 0,08 0,03
4. Mg 0,34 0,29 0,16

Diperkirakan sebagian kation Na + yang


Tabel 5
ditambahkan ini menggantikan kation-kation logam Kapasitas tukar kation zeolit
lain yang ada dalam rongga zeolit. Dalam kondisi
tersebut terjadi proses pertukaran kation antara kation Kode Contoh Nilai KTK (me/100 g)
Na+ dengan kation lain yang ada seperti kation K+,
Zeolit Murni 54,5
Ca+2 dan Mg+2. Pertukaran sebagian kation-kation
logam ini dengan kation Na+ menyebabkan jumlah Zeolit + H2O2 36,8
kation K+, Ca+2 dan Mg+2 menjadi berkurang. Zeolit + H2O2 + NaOH 79,9

D. Kapasitas Tukar Kation (KTK)


Kapasitas tukar kation (KTK) adalah nilai yang karena masuknya kation Na+ ke dalam rongga zeolit
menggambarkan jumlah kation-kation yang terdapat dan menggantikan sebagian kation logam lain.
dalam zat padat berpori seperti zeolit, dimana kation
tersebut dapat dipertukarkan dengan kation logam IV. KESIMPULAN
lain. Makin besar nilai KTK menunjukkan makin Dari penelitian yang dilakukan dapat diambil
besar kemampuan kation untuk dipertukarkan. kesimpulan:
Pada saat impregnasi Na+ ke dalam zeolit alam, - Modikasi struktur zeolit alam melalui proses
terjadi pertukaran kation antara kation Na+ yang pertukaran kation Na + dapat meningkatkan
berasal dari NaOH dengan kation-kation logam kapasitas adsorpsi CO2 pada rentang suhu yang
lain yang terdapat dalam zeolit, atau dengan kata relatif tinggi, sekitar 50-150C.
lain kation Na+ akan menggantikan kation logam - Kapasitas adsorpsi CO2 zeolit alam pada suhu
lain yang sudah ada di dalam rongga zeolit. Oleh 25C adalah 0,03 mmol CO2 /gram zeolit. Setelah
sebab itu, untuk melihat sejauh mana keberhasilan
impregnasi kation Na+ meningkat menjadi 0,29
impregnasi kation Na+ ke dalam zeolit alam perlu
mmol CO2 /gram zeolit. Kemudian meningkat
ditentukan nilai KTK.
menjadi 0,54 mmol CO2 /gram zeolit pada suhu
Nilai kapasitas tukar kation dari zeolit hasil 50C; 0,96 mmol CO2 /gram zeolit pada suhu
penelitian disajikan pada Tabel 5. 100C, dan 1,06 mmol CO2 /gram zeolit pada
Dari tabel 5 terlihat bahwa nilai KTK zeolit murni suhu 150C.
menurun dari 54,5 me/100 gr zeolit menjadi 36,8 - Kapasitas adsorpsi CO2 optimum dari zeolit
me/100 g zeolit, setelah dipreparasi dengan H2O2. termodikasi kation Na+ adalah 1,06 mmol/gr
Penurunan nilai KTK kemungkinan disebabkan adsorben pada suhu 150C.
karena turut melarutnya sebagian kation logam yang
- Kemampuan adsorpsi CO 2 zeolit alam
dapat dipertukarkan setelah preparasi dengan H2O2.
termodifikasi kation Na+ pada penelitian ini
Nilai KTK zeolit meningkat kembali dari 36,8 masih lebih rendah dibandingkan dengan zeolit
me/100 g zeolit menjadi 79,9 me/100 g zeolit, setelah berbasis sintetik.
dipreparasi dengan NaOH. Kenaikan ini diasumsikan

150
Pemanfaatan Zeolit Alam Termodikasi Kation Na+ untuk Penangkapan CO2 (Roza Adriany)

V. SARAN 3. id.wikipedia.org/wiki/Pemanasan_global-125k,
2009
Perlu dilakukan penelitian lanjutan untuk
mendapatkan kapasitas penangkapan CO2 yang lebih 4. Sam Wong and Rob Bioletti, Carbon Dioxide and
besar antara lain penelitian mengenai peningkatan Separation Technology, Carbon and Energy Manage-
luas permukaan zeolit alam dan melakukan variasi ment , Alberta Research Council, Edmonton, Alberta,
konsentrasi NaOH dan suhu yang digunakan pada T6N 1E4, Canada, 2002.
tahap pertukaran kation. 5. Sunho Choi, Jeffrey H. Drese, and Christopher
W. Jones, Adsorbent Materials for Carbon Dioxide
KEPUSTAKAAN Capture from Large Anthropogenic Point Sources,
1. chem-is-try.org/artikel_kimia/kimia_anorganik/fakta- ChemSusChem 2009, 2, 796 854 _ 2009 Wiley-
tentang-zeolit, 24 April 2009. VCH Verlag GmbH & Co. KGaA, Weinheim www.
2. Danielle Bonenfant, Mourad Kharoune, Patrick chemsuschem.org 797.
Niquette, Murielle Mimeault dan Robert Hausler, 6. W.J.Thomas;Barry Crittenden, Adsorption
Advances in Principal Factors Inuencing Carbon Technology and Desain, ISBN 0750619597, Pub.
Dioxide Adsorption on Zeolites, National Institute
date; April 1998, Publisher: Elsevier Science, pp 27-
for Materials Science Printed in the UK, Sci. Technol.
28.
Adv. Mater. (2008) 013007 Topical Review

151
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 46 No. 3, Desember 2012: 145 - 151

152