Anda di halaman 1dari 33

Askep Bayi Baru Lahir (BBL)

BAB I
TINJAUAN TEORITIS

A. TIJAUAN TEORITIS MEDIS


1. Definisi
Neonatus adalah bayi dari umur 4 minggu, lahir biasanya dengan cara
gestasi 38-42 minggu (Ilyas Jumani,1994).
Bayi Baru Lahir adalah seorang bayi yang dilahirkan setelah 37 minggu
(menstrual) kehamilan lengkap sampai 42 minggu kehamilan lengkap (260-294
hari)dianggap bayi cukup bulan oleh kebanyakan ahli (Gary Cuningham, 1995).
Neonatus adalah hasil konsepsi yang baru keluar dari rahim seorang ibu
melalui jalan lahir normal atau dengan cara pembedahan (Laksman,1998).
Neonatus adalah bayi baru lahir mengalami proses kelahiran dan harus
menyesuaikan diri dari kehidupan intra uteri ke kehidpan ekstra uteri (Marlyn
dongoes,1999).
Neonatus adalah bayi baru lahir, bayi dalam 28 hari pertama kehidupannya
(Broker,Cristine.2001).

2. Anatomi Fisiologi
a) Sistem Pernapasan
Perkembangan system pulmoner, keadaan yang mempercepat proses maturasi
paru-paru
1. Taksemia
2. Hipertensi
3. Diabetes Berat
4. Infeksi
5. Ketuban Pecah dini
6. Insufisiensi plasenta
Keadaan diatas akan mengakibatkan stress berat pada janin,hal ini dapat
menimbulkan rangsangan untuk pematangan paru-paru.
b) Jantung dan Sirkulasi darah
Di dalam rahim darah yang kaya oksigen dan nutrisi dari plasenta masuk
ke dalam tubu janin melalui vena umblikalis,sebagian besar masuk ke vena
inferior melalui duktus venosus arantii.
Ketika janin dilahirkan segera setelah bayi menghirup udara dan menangis
kuat. Dengan demikian paru-paru akan mengembang,tekanan paru-paru mengecil
dan darah mengalir ke paru-paru dengan demikian duktus botali tidak berfungsi
lagi, foramen ovale akan menutup.
Penutupan foramen oval terjadi karena adanya pemotongan dan pengikatan tali
pusat sebagai berikut:
1. Sirkulasi plasenta berhenti,aliran darah ke atrium kanan menurun, sehingga
tekanan jantung menurun, tekanan rendah di aorta hilang sehingga tekanan
jantung kiri meningkat.
2. Asistensi pada paru-paru dan aliran darah ke paru-paru meningkat, hal ini
menyebabkan tekanan ventrikel kiri meningkat.
c) Saluran Pencernaan
Pada kehamilan 4 bulan pencernaan telah cukup terbentuk dan telah menelan air
ketuban dalam jumlah yang cukup banyak,absorbs air ketuban terjadi melalui
mukosa saluran pencernaan,janin minum air ketuban dapat di buktikan dengan
adanya mekonium.
d) Hepar
Hepar janin pada kehamilan empat bulan mempunyai peranan dalam metabolisme
hidrat arang,dan glikogen mulai di simpan didalam hepar,setelah bayi lahir
simpanan glikogen cepat terpakai,vitamin A dan B juga di simpan di dalam hepar.
e) Metabolisme
Dibandingkan dengan ukuran tubuhnya,luas permukaan tubuh neonatus lebih
besar dari pada orang dewasa,sehingga metabolism perkilogram berat janinnya
lebih besar.
f) Produksi Panas
Pada Neonatus apabila mengalami hipotermi bayi mengadakan penyesuaian suhu
terutama dengan cara NSR(Non Sheviring Thermogenesis) yaitu dengan cara
pembakaran cadangan lemak (Lewat coklat)yang memberikan lebih banyak
energy dari pada lemak biasa.
g) Kelenjar Endokrin
Selama dalam uterus,janin mendapatkan hormone dari ibunya. Pada kehamilan
sepuluh minggu, ketika tropin telah ditemukan dalam hipofisis janin,hormon ini
diperlukan untuk mempertahankan grandula suprarenalis janin. Pada neonates
kadang-kadang hormone dari ibunya masih berfungsi pengaruhnya dapat dilihat
missal pada bayi laki-laki atau perempuan adanya pembesaran kelenjar air susu
atau kadang-kadang adanya pengeluaran darah dari vagina yang menyerupai haid
pada bayi perempuan.
h) Keseimbangan Air dan Fungsi Ginjal
Glomerulus di ginjal mulai dibentuk pada janin pada umur 8 minggu,jumlah pada
kehamilan 28 minggu diperkirakan 350.000 dan akhir kehamilan diperkirakan
820.000 ginjal janin mulai berfungsi pada usia kehamilan 3 bulan.
i) Susunan Saraf
Jika janin pada kehamilan 10 minggu di lahirkan hidup maka dapat dilihat bahwa
janin tersebut dapat mengadakan gerakan spontan.
Gerakan menelan pada janin baru terjadi pada kehamilan 4 bulan sedangkan
gerakan menghisap terjadi pada kehamilan 6 bulan.
j) Imunologi
Pada system imunolgi terdapat beberapa jenis imunologi (suatu protein yang
mengandung zat antibody) diantaranya adalah imunoglobulingmma G (Ig G).Pada
neonates hanya terdapat Ig G dibentuk banyak pada bulan ke 2 setelah bayi
dilahirkan. Ig G Pada janin berasal dari ibunya melalui plasenta.

3. Patofisiologi
Segera setelah lahir, BBL harus beradaptasi dari keadaan yang sangat
tergantung menjadi mandiri secara fisiologis. Banyak perubahan yang akan
dialami oleh bayi yang semula berada dalam lingkungan interna (dalam
kandungan Ibu)yang hangat dan segala kebutuhannya terpenuhi (O2 dan nutrisi)
ke lingkungan eksterna (diluar kandungan ibu) yang dingin dan segala
kebutuhannya memerlukan bantuan orang lain untuk memenuhinya.
Saat ini bayi tersebut harus mendapat oksigen melalui sistem sirkulasi
pernafasannya sendiri yang baru, mendapatkan nutrisi oral untuk mempertahankan
kadar gula yang cukup, mengatur suhu tubuh dan melawan setiap
penyakit.Periode adaptasi terhadap kehidupan di luar rahim disebut Periode
Transisi. Periode ini berlangsung hingga 1 bulan atau lebih setelah kelahiran untuk
beberapa sistem tubuh. Transisi yang paling nyata dan cepat terjadi adalah pada
sistem pernafasan dan sirkulasi, sistem termoregulasi, dan dalam kemampuan
mengambil serta menggunakan glukosa.
Perubahan Sistem Pernafasan.
Dua faktor yang berperan pada rangsangan nafas pertama bayi :
a. Hipoksia pada akhir persalinan dan rangsangan fisik lingkungan luar rahim yang
merangsang pusat pernafasan di otak.
b. Tekanan terhadap rongga dada yang terjadi karena kompresi paru-paru selama
persalinan yang merangsang masuknya udara kedalam paru-paru secara mekanis
(Varney, 551-552).
Interaksi antara sistem pernafasan, kardiovaskuler dan susunan syaraf pusat
menimbulkan pernafasan yang teratur dan berkesinambungan serta denyut yang
diperlukan untuk kehidupan.
Upaya pernafasan pertama seorang bayi berfungsi untuk :
a. Mengeluarkan cairan dalam paru-paru.
b. Mengembangkan jaringan alveolus dalam paru-paru untuk pertama kali.
Perubahan Dalam Sistem Peredaran Darah.
Setelah lahir darah bayi harus melewati paru untuk mengambil O2 dan
mengantarkannya ke jaringan. Untuk membuat sirkulasi yang baik guna
mendukung kehidupan luar rahim harus terjadi 2 perubahan besar :
a. Penutupan foramen ovale pada atrium jantung.
b. Penutupan ductus arteriosus antara arteri paru-paru dan aorta.
Oksigen menyebabkan sistem pembuluh darah mengubah tekanan dengan cara
mengurangi dan meningkatkan resistensinya hingga mengubah aliran darah.
4. Etiologi
a. His(Kontraksi otot rahim)
b. Kontraksi otot dinding perut
c. Kontraksi diafragma pelvis atau kekuatan mengejan.
d. Ketegangan dan kontraksi ligamentum retundum.

5. Manifestasi klinis
a. Warna kulit: seluruhnya merah
b. Denyut jantung: > 100 x/menit
c. Pernapasan : baik,menangis kuat.
d. Otot : gerak aktif,reflek baik
e. Reaksi terhadap rangsangan : menangis

6. Komplikasi
a. Sebore
b. Ruam
c. Moniliasis
d. Ikterus fisiologi

7. Pemeriksaan Diagnostik
a. Sel Darah Putih 18000/mm, Neutropil meningkat sampai 23.000-24.000/mm hari
pertama setelah lahir (menurun bila ada sepsis)
b. Hemoglobin 15-20g/dl (kadar lebih rendah berhubungan dengan anemia)
c. Hematokrit 43%-61% (peningkatan 65% atau lebih menandakan polisitemia,
penurunan kadar gula menunjukan anemia/hemoraghi prenatal)
d. Essai Inhibisi guthriel tes untuk adanya metabolit fenillalanin, menandakan fenil
ketonuria
e. Bilirubin total 6 mg/dl pada hari pertama kehidupan 8 mg/dl 1-2 hari dan 12
mg/dl pada 3-5 hari.
f. Detrosik:Tetes glukosa selama 4-6 jam pertama setelah kelahiran rata-rata 40-50
mg/dl,meningkat 60-70 mg/dl pada hari ke 3.

B. TINJAUAN TEORITIS KEPERAWATAN


1. Pengkajian
a. Aktivitas
Status sadar mungkin 2-3 jam beberapa hari pertama. Bayi tampak semi-
koma,saat tidur dalam meringis atau tersenyum adalah bukti tidur dengan gerakan
mata cepat (REM) tidur sehari rata-rata 20 jam.
b. Sirkulasi
Rata-rata nadi apical 120-160 dpm (115 dpm pada 4-6 jam, meningkat sampai 120
dpm pada 12-24 jam setelah kelahiran). Nadi perifer mungkin melemah,murmur
jantung sering ada selama periode transisi, TD berentang dari 60-80 mmHg
(sistolik)/40-45 mmHg (diastolik) Tali pusat diklem dengan aman tanpa rembesan
darah,menunjukan tanda-tanda pengeringan dalam 1-2 jam kelahiran mengerut
dan menghitam pada hari ke 2 atau ke 3.
c. Eliminasi
Abdomen lunak tanpa distensi,bising usus aktif pada beberapa jam setelah
kelahiran. Urin tidak berwarna atau kuning pucat,dengan 6-10 popok basah per 24
jam.Pergerakan feses mekonium dalam 24 sampai 48 jam kelahiran.
d. Makanan atau cairan
Berat badan rata-rata 2500-4000 gram.
Penurunan berat badan di awal 5%-10%
Mulut: saliva banyak,mutiara Epstein(kista epithelial)dan lepuh cekung adalah
normal palatum keras/margin gusi,gigi prekosius mungkin ada.
e. Neurosensori
Lingkar kepala 32-37 cm,fontanel anterior dan posterior lunak dan datar, Kaput
suksedaneum dan molding mungkin ada Selama 3-4 hari, Mata dan kelopak mata
mungkin edema, Strabismus dan fenomena mata boneka sering ada. Bagian
telinga atas sejajar dengan bagian dalam dan luar kantus mata(telinga tersusun
rendah menunjukan abnormalitas ginjal atau genetik)
Pemeriksaan neurologis : adanya reflek moro,plantar,genggaman palmar dan
babinski, respon reflex di bilateral/sama (reflex moro unilateral menandakan
fraktur klavikula atau cedera pleksus brakialis),gerakan bergulung sementara
mungkin terlihat. Tidak adanya kegugupan,letargi,hipotonia dan parese.
f. Pernapasan
Takipnea khususnya setelah kelahiran sesaria atau presentasi bokong. Pola
pernapasan diafragmatik dan abdominal dengan gerakan sinkron dari dada dan
abdomen(inspirasi yang lambat atau perubahan gerakan dada dan abdomen
menunjukan distress pernapasan)pernapasan dangkal atau cuping hidung
ringan,ekspirasi sulit atau retraksi interkostal.(ronki pada inspirasi atau ekspirasi
dapat menandakan aspirasi)
g. Keamanan
Warna kulit:akrosianosis mungkin ada, kemerahan atau area ekomotik dapat
tampak di atas pipi atau di rahang bawah atau area parietal sebagai akibat dari
penggunaan forsep pada kelahiran
Sefalohematoma tampak sehari setelah kelahiran
Ekstremitas: gerakan rentang sendi normal kesegala arah, gerakan menunduk
ringan atau rotasi medial dari ekstremitas bawah,tonus otot baik.
h. Seksualitas
Genitalia wanita : Labia vagina agak kemerahan atau edema,tanda vagina/hymen
dapat terlihat, rabas mukosa putih (smegma)atau rabas berdarah sedikit (pseudo
menstruasi) mungkin ada.
Genitalia pria :Testis turun, skrotum tertutup dengan rugae, fimosis biasa
terjadi(lubang prepusium sempit, mencegah retraksi foreksim ke glan).

2. Diagnosa Keperawatan
a. Resiko Tinggi infeksi berhubungan dengan terputusnya kontinuitas jaringan
akibat pemotongan tali pusat.
b. kurang pengetahuan cara merawat bayi.
c. Resiko tinggi hipotermi berhubungan dengan adaptasi lingkungan dari intra ke
exstra uteri.

3. Penatalaksanaan Keperawatan
Pelaksanaan tindakan keperawatan disini merupakan realisasi yang telah
ditetapkan dalam perencanaan keperawatan. Pada klien dengan bayi baru lahir
idealnya harus diletakkan didalam incubator untuk mengurangi hipotermi pada
bayi baru lahir dan merawat tali pusat dengan steril menggunakan betadine. Bila
tidak mendapatkan perawatan bayi baru lahir dapat menyebabkan terjadinya
hipotermi dan infeksi bahkan sampai sepsis.

BAB II
TINJAUAN KASUS
A. PENGKAJIAN
I. Identitas bayi
1. Nama : bayi ny. N. S
Jenis Kelamin : Perempuan
Tanggal lahir : 26 Juni 2013
Berat badan lahir : 3230 gram
Panjang badan lahir : 46 cm
Lingkar kepala : 28 cm
Lingkar dada : 32 cm
Lingkar tangan :-
2. Nama Ibu : ny N.S
Umur : 23 tahun
Alamat : Parmonangan
II. Riwayat Persalinan Sekarang
Kala I : 12 jam 30 menit
Kala II : 5 menit
Kala III : 15 menit
Keadaan air ketuban : baik
Waktu Pecahnya Ketuban : 08.20 wib
Persalinan : Spontan
Lilitan Tali Pusat : Tidak ada
Ditolong Oleh : bidan

III. Keadaan Fisik Bayi Setelah Lahir


1. APGAR SCORE
YANG DINILAI 0 1 2 NILAI
1 5
Frekuensi Jantung V X 2 2
Usaha Nafas V X 1 2
Tonus Otot V X 2 2
Warna Kulit V X 1 1
Reaksi Terhadap Obat V X 1 2
Jumlah 7 9

Pada menit pertama beri tanda : V


Pada menit kedua beri tanda :X
Kesimpulan : Bayi lahir dengan keadaan yang baik

2. KEPALA
a. Ubun- ubun Besar : ada
b. Ubun- ubun Kecil : ada
c. Caput Siccedanum : tidak ada
d. Bentuk Kepala : bulat lonjong
e. Chepal Haemation : tidak ada
f. Sutura Sagitalis : ada dan teraba
g. Luka Ada/ Tidak : tidak ada
h. Keadaan Rambut : baik
3. MATA
a. Simetris : kiri dan kanan
b. Strabismus : tidak ada
c. Bola mata : normal
- Jarak antara kedua bola mata : normal
- Ukuran bola mata : simetris kiri dan kanan
- Lesi : Tidak ada
- Warna : normal (sclera putih, kornea hitam)
- Jaundice : Tidak ada
- Purulen : Tidak ada
- Gerakan bola mata : normal

d. Alis Mata
- Jumlah :-
- Bentuk :-
e. Bulu Mata : ada
f. Sclera : Putih
4. HIDUNG
a. Bentuk : simetris
b. Letak : normal
c. Cuping hidung : Ada
d. Mukosa : tidak ada
5. MULUT, GUSI, PIPI
a. Mulut
- Bentuk : simetris
- Warna bibir : merah
- Gerakan : aktif
b. Gusi
- Lidah : normal
- Saliva : ada
- Warna : merah muda
- Gigi : Tidak ada

c. Pipi
- Palatum : normal
- Refleks : normal
- Rooting : baik
- Menghisap : baik
- Extrusion : baik
6. TELINGA
a. Bentuk : normal
b. Kedudukan : simetris kiri dan kanan
c. Jumlah kartilago : Terbuka
d. Saluran pendengaran : ada
e. Cairan : tidak ada
7. LEHER
a. Panjang/ Pendek : pendek
b. Gerakan Kepala : normal
c. Massa : Tidak ada
d. Reflex Tonik Leher : baik
8. DADA
a. Bentuk : simetris
b. Clavicula Tulang Iga : simetris kiri dan kanan
c. Puting Susu : ada
- Ukuran : normal
- Letak : normal
- Jumlah : 2 buah
- Jaringan Susu : tidak ada
- Ekskresi susu : tidak ada
d. Gerakan Respirasi
- Roles : tidak ada
- Rhonchi : tidak ada
- Weezing : tidak ada
e. Denyut Jantung
- Murmur : tidak ada
- Arytmia : tidak ada
9. ABDOMEN
a. Bentuk : simetris kiri dan kanan
b. Tali Pusat
- Perdarahan sekitar tali pusat : Tidak ada
- Arteri/ Vena : Lengkap
- Gastroskizis : Tidak ada
- Bercak Mekonium : Tidak ada
c. Bising Usus : 15x/menit
d. Warna Kulit Perut : kuning langsat
e. Gerakan Respirasi Diafragmatik : normal

10. PUNGGUNG, PANGGUL, BOKONG


a. Tulang Belakang : tidak ada kelainan
b. Bahu Scapula : simetris kira dan kanan
c. Crista Iliaka : normal
d. Dasar Tulang Belakang : normal
e. Area Pilonidea : normal
f. Reflex Membungkukan badan : baik
g. Lipatan bokong simetris : ada
h. Warna Kulit Bokong : kuning langsat
11. GENITALIA
Laki-laki
a. Meatus : Diujung Penis/ Tidak Diujung
Penis
b. Prepusium :-
c. Scrotum :-
d. Rugae :-
Perempuan
a. Labia Mayora : normal
b. Labia Minora : normal
c. Clitoris : normal
d. Pengeluaran Vagina : Lendir
e. Meatus Urinarus : normal
12. EKSTREMITAS
Tangan
a. Tingkat Flexi : baik
b. Tingkat Gerakan : aktif
c. Kesimetrisan : simetris kiri dan kanan
d. Tonus Otot : baik
e. Clavicula : normal
f. Lengan : normal
g. Jumlah Jari : normal/ lengkap
h. Tulang Sendi : normal
- Bahu : normal
- Siku : normal
- Pergelangan Tangan : pergerakan normal
- Jari-jari : normal/ lengkap
i. Reflex Mengenggam : baik
Kaki
a. Pergerakan : Baik/ aktif
b. Jumlah Jari Kaki : 10 (5 kiri dan 5 kanan)
c. Lipatan Gluteal Mayor : Tidak Rata
d. Warna Kuku : putih kemerah- merahan
e. Reflex Babinski : baik
13. ANUS
- Kelainan : tidak ada
14. VERNIX, LANUGO
a. Vernix : tidak ada
- Warna :-
- Baunya :-
b. Lanugo : Ada
15. WARNA KULIT
- Jaundice : Tidak ada
- Area :-
- Derajat :-
Kesimpulan Keadaan Bayi Setelah Lahir : bayi lahir dengan sehat/ tanpa kelainan
IV. 1. Nutrisi
- Minuman yang diberikan : ASI
- Pemberian : 1 x 2 jam
2. ELIMINASI
BAB :-
- Konsistensi :-
- Warna :-
- Bau :-
BAK :-
- Warna :-
- Bau :-
3. Istirahat/ Tidur
- Sehari : 12 Jam
- Keadaan Waktu Tidur : bayi diselimuti di tempat yang
hangat
4. Kebersihan dari Rambut s/d kaki : baik
5. Tanda- tanda Vital
Suhu : 36,2c Nadi :165x/menit Respiratori : 34x/menit
V. 1. Pengetahuan Ibu Mengenai Perawatan Bayi : ibu mengtahui perawatan bayi
2. Tanggapan Keluarga/ Ibu Terhadap Bayi : bahagia
VI. Obat-obatan Yang diberikan :-

ASUHAN KEPERAWATAN PADA BAYI BARU LAHIR


NORMAL
ASUHAN KEPERAWATAN PADA BAYI BARU LAHIR
(By Ny.W)
DIRUANG PERINATOLOGI ,RSUD SRAGEN

Disusun Oleh :

1. AGUNG JOSSUTIARKO (P 27220011 158)


2. AGUS TRIANTO (P 27220011 159)

3. AMALIA NURIL AFIFAH (P 27220011 161)

PRODI DIII BERLANJUT DIV KEPERAWATAN MEDICAL BEDAH

POLTEKKES KEMENKES SURAKARTA


2012

ASUHAN KEPERAWATAN PADA BAYI BARU LAHIR (By Ny.W)

DIRUANG PERINATOLOGI ,RSUD SRAGEN

PENGKAJIAN

Tanggal dan waktu pengkajian : 7 November 2012 pukul 09.10


WIB,Pengumpulan data dengan observasi secara langsung dan medical
report bayi.

Identitas Bayi

Nama : By Ny. W

Tanggal lahir/jam lahir :7 November 2012/ 08.24WIB

Jenis kelamin : Perempuan

No RM : 355629

Identitas Orang Tua :

Nama ibu : Ny. W

Umur : 27 tahun

Alamat : Kedawung Rt 17 / 17 slendrogesi sragen

Pendidikan : SD

Kebangsaan :Indonesia

Pekerjaan : Swasta

Agama : islam

Nama Ayah : Tn. H

Umur : 32 tahun
Alamat : Kedawung Rt 17 / 17 slendrogesi sragen

Pendidikan :SD

Kebangsaan :Indonesia

Pekerjaan : Swasta

Agama : Islam

Riwayat kehamilan dan kelahiran

a) Prenatal

Jumlah Pemeriksaan ke bidan sebanyak 6x di bidan desa.Melakukan


imunisasi TT lengkap , HPMT : 22-2-2012,HPL 29-11-2012 kenaikan BB
selama hamil 10kg

b) Intranatal

Bayi Ny.W lahir tanggal 7 November 2012 jam 08.24WIB masa gestasi
37 minggu status gestasi G3P2A0 bayi dilahirkan secara spontan
dibantu oleh dokter tempat melahirkan di RSUD SRAGEN

c) Post natal

APGAR score 7-9-10 jenis kelamin perempuan, BB= 2850 gr, PB =


45cm, LK=32cm, LD=31cm air ketuban jernih, tali pusat masih basah
dan rapuh.

Nilai APGAR

Bunyi jantung

Pernafasan

Tonus otot
Reflek

Warna

Jumlah

PEMERIKSAAN FISIK

Kesadaran : compos mentis

Keadaan umum : cukup baik

1.TTV

DJA : 144 x/mnt

Suhu : 37o C

Respirasi : 44 x/mnt

2.Kepala

Cepal hematoma : tidak ada

Cepal succedenium : tidak ada


Sutura : Belum menutup

Rambut :Hitam Halus

3.Mata

Kesimetrisan : Simetris antara mata kanan dan kiri

Sklera : Putih tidak ada ikhterus

Konjungtiva : Merah muda

4.Hidung

Lubang hidung : Ada dan kedua lubang hidung simetris

Cuping hidung : Ada

5.Mulut dan Lidah

Palatum : Normal

Warna palatum : Merah muda

Warna lidah : Merah muda

Refleks hisap dan menelan :

-moro: reflek kejutan dibagian extermitas atas atau bawah (ada


respon)

-graspy: ada reflek genggam extermitas atas dan bawah (ada reflek)

-stepping: menunjukan reflek seperti berjalan(belum ada reflek


berjalan)

-Rooting: menunjukan reflek seperti mencari putting susu(Ibu belum


menyusui bayi)

-sucking: menunjukan reflek hisap yang kuat(ada,namun masih


belum kuat,belum terlatih)

6.Telinga

Kesimetrisan : Simetris antara kiri dan kanan

Warna : Sama dengan kulit wajah

Daun telinga : ada


Lekuk telinga : ada

Cairan yang keluar : Tidak ada dan tidak ada lesi

7.Leher

Kelenjar Thyroid : Tidak ada pembesaran

JVP : Tidak ada peninggian

8.Dada

DJA : 144 x/mnt

Gerakan : Dapat mengembang dan mengempis

9.Mamae

Putting : ada

Areola : menyebar disekitar putting

10.Abdomen

Bentuk : Bulat lonjong

Bising usus : ada

Tali pusat : masih basah dan rapuh

11.Punggung,Pinggul,dan Bokong

Tonjolan punggung : Tidak ada

Lipatan bokong : Simetris

Warna kulit bokong : Merah

12.Genetalia

Kondisi :Labia mayora menutupi labia minora

Keluar cairan : tidak ada

13.Tangan

Pergerakan : Baik

Jari tangan kanan/kiri : Lengkap

Reflek menggenggam : ada


Warna :merah,sedikit kebiru-biruan

14.Kaki

Pergerakan : baik

Jari kaki kanan/kiri : Lengkap

Refleks babinski : belum

15.Badan

Aktivitas : Baik

Warna kulit : Merah,penurunan jumlah lemak


subcutan

Lanugo : Ada

Cyanosis : pada ekstermitas

Tekstur : Halus

14.Anus : mempunyai lubang anus

Pemeriksaan data penunjang tanggal 7-11-2012 jam 08.30 hasil


tanggal 7-11-2012 jam 13.05

DATA HASIL NILAI NORMAL


Hematologi

Hemoglobin 20.6 12.7-18.7

Eritrosit 5.36 4.1-5.3

Hematokrit 60.1 42-62

Indek eritrosit

MCV 112.2 84-128


MCH
MCHC 38.4 26-28
Lekosit 34.3 26-34
Trombosit 15.30 6-17.5
RDW-CV 258 150-450
MPV 14.9 11.5-14.5
Neutrofil 8.1 7.2-11.1
MXD 32.3 40-74
Limfosit 10.1 4-18
Masa 57.6 19-48
pembekuan/CT
1.30 1-3
Masa
perdarahan/BT 2.00 1-6

Golongan darah B

GDS 71 30-60

Program Terapi

Selasa ,7 November 2012

-vitamin k 1mg

-ampicillin 150mg/12jam

Rabu,8 November 2012


-ampicillin 150mg/12jam

Kamis,9 November 2012

-ampicillin 150mg/12jam

DATA FOKUS

DS:

Bayi Ny.W lahir tanggal 7 November 2012 jam 08.24WIB masa gestasi
37 minggu status gestasi G3P2A0 bayi dilahirkan secara spontan
dibantu oleh dokter tempat melahirkan di RSUD SRAGEN

DO:

APGAR score 7-9-10 jenis kelamin perempuan, BB= 2850 gr, PB =


45cm, LK=32cm, LD=31cm air ketuban jernih, tali pusat masih basah
dan rapuh. Kesadaran : compos mentis,.Keadaan umum : cukup
baik sucking: menunjukan reflek hisap yang kuat(ada,namun masih
belum kuat,belum terlatih),Ibu belum menyusui, DJA: 144 x/mnt,Suhu:
37 C,Respirasi: 44 x/mnt

ANALISIS DATA

No Data fokus Problem Etiologi

1 DS= Bayi Ny.W lahir tanggal 7 Resiko Perubahan BBL perbedaan


November 2012 jam 08.24WIB suhu tubuh: suhu tubuh dalam
masa gestasi 37 minggu status hipotermi/hypertermi perut ibu dan
gestasi G3P2A0 bayi dilahirkan lingkungan
secara spontan dibantu oleh luaradanya factor
dokter tempat melahirkan di kondisi,radiasi dan
RSUD SRAGEN evaporasi Resiko
terjadi perubahan
DO=keadaaan compos mentis
suhutubuh
TTV=TD=- S=37 C

R=44x/menit N=144x/menit
UK=37 minggu,penurunan
lemak subcutan dalam kulit

2 Ds= Bayi Ny.W lahir tanggal 7 Resiko pemenuhan BBL refleks


November 2012 jam 08.24WIB nutrisi kurang dari menghisap (+)
masa gestasi 37 minggu status kebutuhan tubuh belum terlatih dan
gestasi G3P2A0 bayi dilahirkan imaturitas saluran
secara spontan dibantu oleh cernaintake dan
dokter tempat melahirkan di output
RSUD SRAGEN nutrisi Resiko
terjadinya
Do=kesadaran compos mentis
pemenuhan
BB=2850gram gangguan nutrisi

PB=45cm LK=32cm

LD=31cm APGAR score7-9-10

Reflek hisap belum kuat dan


belum terlatih,Ibu belum
menyusui

3 Ds= Bayi Ny.W lahir tanggal 7 Resiko infeksi Faktor lingkungan


November 2012 jam 08.24WIB dan Tali pusat
masa gestasi 37 minggu status basah bakteri
gestasi G3P2A0 bayi dilahirkan mudah menempel
secara spontan dibantu oleh dan berkembang
dokter tempat melahirkan di biak Resiko
RSUD SRAGEN terjadinya infeksi.
Do= tali pusat masih basah
dan rapuh TTV= TD=- S=37C

R=44x/menit

N=144x/menit

DIAGNOSA KEPERAWATAN DAN INTERVENSI

No Diagnosa Tujuan dan KH Intervensi


Keperawatan
1 Resiko Perubahan Setelah dilakukan Mengatur temperature :
suhu tubuh: tindakan
hipotermi/hypertermi keperawatan 1.Monitor temperatur klien
yang berhubungan selama 3X 24 jam sampai stabil
dengan lingkungan diharapkan klien 2.Monitor nadi, pernafasan
yang baru (udara terhindar dari
luar) dan penurunan ketidak- 3. Monitor warna kult
jumlah lemak seimbangan suhu
subcutan. tubuh dengan KH : 4. Monitor tanda dan gejala
hipotermi / hipertermi
Termoregulasi
Neonatus 5. Perhatikan keadekuatan
intake cairan
- Suhu 36,5-37,5
C 6. Pertahankan panas suhu
tubuh bayi (missal : segera
- RR : 30-60 ganti pakaian jika basah)
X/menit
7. Bungkus bayi dengan segera
- HR 120-140 setelah lahir untuk mencegah
X/menit kehilangan panas

- Warna kulit 8. Jelaskan kepada keluarga


merah muda tanda dan gejala hipotermi /
hipertermi
- Tidak ada distress
respirasi 9 Letakkan bayi setelah lahir di
bawah lampu sorot / sumber
- Hidrasi adekuat panas
- Tidak menggigil 10. Jelaskan kepada
- Bayi tidak letargi keluarga cara untuk mencegah
kehilangan panas / mencegah
panas bayi berlebih

11 Tempatkan bayi di atas


kasur dan berikan selimut dan
ganti popok bila basah

2 Resiko pemenuhan Setelah dilakukan Pemenuhan Nutrisi Bayi


nutrisi kurang dari tindakan
kebutuhan tubuh keperawatan 1.Kaji kebutuhan nutrisi Bayi
berhubungan dengan selama 3X 24 jam 2.Observasi intake dan output.
ketidakmampuan diharapkan
tubuh dalam pemenuhan nutrisi 3.Observasi reflek hisap dan
mencerna nutrisi bayi dapat
(imaturitas saluran terpenuhi menelan.
cerna).
Dengan KH: 4.Beri minum sesuai program

-Reflek hisap dan 5.Monitor tanda-tanda


menelan baik intoleransi terhadap nutrisi
parenteral.
-Muntah (-)
6.Kaji kesiapan ibu untuk
-Kembung (-) menyusui.
-BAB lancar 7.Timbang BB setiap hari.
-Berat badan
meningkat 15 gr/hr

-Turgor elastis.

3 Resiko infeksi Setelah dilakukan Mengontrol Infeksi :


tindakan
b/d kurangnya keperawatan 1. Bersihkan box / incubator
pertahanan selama 3X 24 jam, setelah dipakai bayi lain
imunologis, faktor pasien diharapkan
lingkungan dan tali 2 Pertahankan teknik isolasi
terhindar dari bagi bayi ber-penyakit menular
pusat masih basah tanda dan gejala
infeksi dengan KH : 3.Batasi pengunjung

Status Imun : 4. Instruksikan pada


pengunjung untuk cuci tangan
- RR : 30-60X/menit sebelum dan sesudah
- Irama napas berkunjung
teratur 5.lakukan perawatan tali pusat
-Suhu 36-37 C secara rutin dgn prinsip asertif

- Integritas kulit 6. Cuci tangan sebelum dan


baik sesudah mela-kukan tindakan
keperawatan
- Integritas nukosa
baik 7 Pakai sarung tangan dan baju
Leukosit dalam sebagai pelindung
batas normal
8. Pertahankan lingkungan
aseptik selama pemasangan
alat

9. mengukur TTV

10. Tingkatkan intake nutrisi

11.Kolaborasi: Beri antibiotik.

Mencegah Infeksi

1. Monitor tanda dan gejala


infeksi sistemik dan lokal

2 Batasi pengunjung

3 Pertahankan teknik aseptik


pada bayi beresiko

4.Bila perlu pertahankan teknik


isolas

5. Inspeksi kulit dan membran


mukosa terhadap kemerahan,
panas, dan drainase,perawtan
tali pusat secara berkala

6. Dorong masukan
nutrisi yang cukup

7 Kolaborasi:Berikan antibiotik
sesuai program

IMPLEMENTASI KEPERAWATAN

No Tanggal Jam Tindakan Hasil Prf


Dx
(WIB)

1,3 07-11- 09.10 Mengukur TTV DO: S=37C


12 R=44x/menit
N=144x/menit
DS:Bayi menangis
kuat

1 07-11- 09.15 Meletakkan bayi di infarm DO:Bayi terlihat


12 warmer diam

DS:-

1 07-11- 09.2O Memantau hasil AGD bayi DO:tampak AGD


12 pada bayi 71mgdl

DS:-

3 07-11- 09.25 Memandikan bayi , DO:bayi sudah


12 melakukan tindakan asertif mulai bergerak
dan melakukan perawatan aktif,menangis saat
tali pusat dimandikan

DS:-

1,3 07-11- 09.40 Memberikan injeksi vitamin DO:bayi tampak


12 k 1mg dan menangis dengasn
keras
ampicillin 150mg/12jam
DS:-

1 07-11- 09.45 Memakaikan baju ,popok DO:bayi tampak


12 dan gedong pada bayi merasa hangat

DS:-

2 07-11- 10.00 Melakukan tindakan asertif DO: bayi tampak


12 sebelum memegang bayi belum terlalu kuat
(memberikan minum susu mengedot dengan
60 cc) botol

DS:-

3 07-11- 11.00 Menganti popok dan gedong DO:bayi tampak


12 bayi BAK dan BAB,bayi
menangis.

DS:-

1,3 07-11- 12.30 Megukur TTV DO: S=37,2C


12 R=44x/menit
N=144x/menit

DS:-

2,3 07-11- 13.00 Melakukan tindakan asertif DO:bayi masih


12 sebelum memegang bayi belum kuat
(memberikan minum susu menyedot susu
40 cc),memberikan dalam botol,ibu dan
pengarahan kpd keluarga ayah bayi terlihat
pasien untuk melakukan mengangguk
tindakan asertif sebelum
meemegang bayi DS:ibu dan ayah
bayi berkata
memahami

3 07-11- 14.00 Menganti popok dan gedong DO:bayi tampak


12 menangis

DS:-

3 07-11- 15.45 Memandikan bayi dan DO:bayi bergerak


12 melakukan perawatan tali aktif,menangis dan
pusat tali pusar masih
basah.

DS:-

1 07-11- 15.55 Memakaikan baju,popok dan DO: bayi terlihat


12 mengedong pada bayi nyaman

DS:-

2 07-11- 16.15 Memberikan minum susu DO:bayi terlihat


12 (40 cc) menyedot dengan
kencang

DS:-

\1 07-11- 18.00 Menganti popok dan gedong DO: bayi tampak


12 bayi tertidur dan bayi
BAK

DS:-

2 07-11- 19.00 Memberikan minum susu DO: bayi terlihat


12 (40 cc) hanya
menghabiskan 20cc
saja

DS:-

1,3 07-11- 20.00 Memberikan injeksi DO: bayi menangis


12 ampicillin 150 mg
DS:-

1,2,3 07-11- 20.45 Menganti popok dan gedong DO: bayi tampak
12 bayi dan mengkaji kesiapan BAB,ibu terlihat
ibu untuk menyusui memegang
payudaranya

DS:ibu berkata asi


sudah keluar sedikit

3 08-11- 07.00 Melakukan tindakan asertif DO:perawat tampak


12 sebelum memegang bayi sudah melakukan
tindakan cuci
tangan

DS :-

3 08-11- 07.10 Menganti popok dan gedong DO: bayi bergerak


12 dan memonitor tanda-tanda aktif saat diganti
infeksi popok dan
gedongnya,tidak
ada tanda-tanda
infeksi

DS:-

1 08-11- 07.15 Memanasi bayi dengan sinar DO:bayi terlihat


12 matahari,memberi nyaman,
pemahaman untuk
pembatasan pengunjung DS:keluarga
mengamati
memahami apa yg
dikatakan perawat

2 08-11- 08.00 Menimbang bayi DO:berat badan


12 bayi 2850 gram

DS:-

3 08-11- 08.10 Memandikan dan merawat DO:bayi


12 tali pusat menangis,tali pusat
masih agak basah

DS:-

1,3 08-11- 08.20 Menginjeksi ampicillin 150 DO:bayi terlihat


12 mg menangis dengan
keras

DS:-

1 08-11- 08.30 Memakaikan baju,popok dan DO: bayi tidak


12 gedong bayi menangis,bayi
tampak hangat dan
nyaman.

DS:-

2 08-11- 08.45 Memberikan minum susu DO: bayi membuka


12 (60 cc) mata dan mengedot
dengan kuat.

DS:-

1,3 08-11- 11.30 Mengukur TTV DO: N:14Ox/menit


12
R:40x/menit

S: 37,1OC

DS:-

2 08-11- 12.15 Memberikan minum susu DO: bayi tampak


12 (40 cc) tertidur dan
menghabiskan
susunya

3 08-11- 13.45 Menganti gedong dan popok DO:bayi tampak


12 bayi BAK dan BAB

DS:-

1 09-11- 07.00 Memanasi bayi dengan sinar DO:bayi tampak


12 matahari tertidur dengan
nyenyak

DS:-

3 09-11- 07.20 Menganti popok dan baju DO: bayi terlihat


12 bayi menangis dan BAK
DS:-

2 09-11- Menimbang berat badan DO:tampak berat


12 bayi badan bayi turun
menjadi 2800 gram

DS:-

3 09-11- Memandikan dan merawat DO:bayi aktif


12 tali pusar bergerak dan tali
pusar sudah kering

DS:-

1,3 09-11- Melakukan injeksi ampicillin DO:bayi tampak


12 150 mg menangis

DS:-

1 09-11- Memakaikan baju,popok dan DO:bayi tampak


12 gedong bayi. hangat dan tidak
menangis.

DS:-

2 09-11- Memberikan minum asi (60 DO:bayi terlihat


12 cc) tidur dan menghisap
putting susu ibu
dengan kuat

DS:-

1,3 09-11- Mengukur TTV DO: N:140x/menit


12
R:40x/menit

S:37,10C

DS:-

3 09-11- Menganti popok dan gedong DO:bayi tampak


12 bayi menangis

DS:-

2 09-11- Memberikan minum asi (40 DO:bayi menyedot


12 cc) dengan kuat

DS:-
EVALUASI KEPERAWATAN

Dx.1 (Resiko Perubahan suhu tubuh: hipotermi/hypertermi yang


berhubungan dengan lingkungan yang baru (udara luar) dan
penurunan jumlah lemak subcutan.

S :-

O : Suhu tubuh bayi dalam batas normal tidak terdapat tanda-tanda


hipotermi

N :140X/menit

S :37,10C

R:40x/menit

A : Masalah teratasi

P : hentikan intervensi

Dx . 2 (Resiko pemenuhan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh


berhubungan dengan ketidakmampuan tubuh dalam mencerna nutrisi
(imaturitas saluran cerna).

S :-

O : bayi mengalami penurunan , berat badan menjadi 2800 gram

A : masalah teratasi sebagian

P : lanjutkan intervensi

- Intake dan output makanan seimbang


Dx. 3 (Resiko infeksi b/d kurangnya pertahanan imunologis, faktor
lingkungan dan tali pusat masih basah .

S :-

O : Tidak ada tanda-tanda infeksi,tidak ada renbesan,flebitus,tidak ada


oedema, tali pusat sudah mulai mengering.

A : Masalah teratasi sebagian

P : Lanjutkan Intervensi

- Observasi kondisi bayi dan tanda-tanda vital

- pertahankan prosedur tindakan asertif

Anda mungkin juga menyukai