Anda di halaman 1dari 9

Penghawaan alami

Pengertian
Angin yaitu udara yang bergerak yang diakibatkan oleh rotasi bumi dan
juga karena adanya perbedaan tekanan udara(tekanan tinggi ke tekanan
rendah) di sekitarnya. Angin merupakan udara yang bergerak dari tekanan
tinggi ke tekanan rendah atau dari suhu udara yang rendah ke suhu udara
yang tinggi.
Sifat Angin
Apabila dipanaskan, udara memuai. Udara yang telah memuai menjadi
lebih ringan sehingga naik. Apabila hal ini terjadi, tekanan udara turun
kerena udaranya berkurang. Udara dingin disekitarnya mengalir ke tempat
yang bertekanan rendah tadi. Udara menyusut menjadi lebih berat dan turun
ke tanah. Diatas tanah udara menjadi penas lagi dan naik kembali. Aliran
naiknya udara panas dan turunnya udara dingin ini dinamanakan konveksi
Terjadinya Angin
Angin terjadi karena adanya perbedaan tekanan udara atau perbedaan
suhu udara pada suatu daerah atau wilayah. Hal ini berkaitan dengan
besarnya energi panas matahari yang di terima oleh permukaan bumi. Pada
suatu wilayah, daerah yang menerima energi panas matahari lebih besar
akan mempunyai suhu udara yang lebih panas dan tekanan udara yang
cenderung lebih rendah. Perbedaan suhu dan tekanan udara akan terjadi
antara daerah yang menerima energi panas lebih besar dengan daerah lain
yang lebih sedikit menerima energi panas, yang berakibat akan terjadi aliran
udara pada wilayah tersebut.
Penghawaan alami atau ventilasi alami adalah proses pertukaran udara
di dalam bangunan melalui bantuan elemen-elemen bangunan yang terbuka.
Sirkulasi udara yang baik di dalam bangunan dapat memberikan
kenyamanan. Aliran udara dapat mempercepat proses penguapan di
permukaan kulit sehingga dapat memnerikan kesejukan bagi penghuni
bangunan.
Pertukaran udara di dalam bangunan juga sangat penting bagi kesehatan.
Di dalam bangunan banyak terbentuk uap air dari berbagai macam aktivitas
seperti memasak, mandi, dan mencuci. Uap air ini cenderung mengendap di
dalam ruangan. Aneka zat berbahaya juga banyak terkandung pada cat,
karpet, atau furnitur, yang timbul akibat reaksi bahan kimia yang terkandung
di dalam benda-benda tersebut dengan uap air. Jika bangunan tidak
memiliki sirkulasi udara yang baik, zat-zat kimia tersebut akan tertinggal di
dalam ruangan dan dapat terhirup oleh manusia.
Angin adalah udara yang bergerak. Udara bergerak dari tempat
bertekanan tinggi ke tempat bertekanan rendah. Karena itu perletakan
bukaan dinding/lubang angin juga harus diperhatikan fungsinya
Jika fungsinya untuk mengalirkan udara panas dari dalam ruangan keluar,
maka lubang angin diletakkan di bagian tertinggi. Misalnya lubang berkipas
angin di plafon kamar mandi (exhaust fan). Lubang angin demikian, efektif
untuk mengalirkan udara panas akibat penggunaan air panas untuk mandi.
Selain bukaan pada dinding, perlu diperhatikan adanya angin yang mengalir
di bawah atap. Dengan demikian suhu udara di dalam ruangan menjadi lebih
rendah.
jendela nako dapat menghasilkan sirkulasi udara yang optimal. Bilah-
bilah pada jendela dapat diubah posisinya sehingga aliran udara dapat
diarahkan sesuai keinginan. Pada saat kecepatan angin tinggi jendela nako
dapat menjadi penahan angin sehingga kecepatan angin yang masuk dapat
berkurang
Selain bukaan pada dinding, penghawaan alami dapat ditambah dengan
cara membuat daun pintu yang tidak massif. Daun pintu dibuat dengan
desain semi terbuka, bagian atasnya berbentuk jeruji yang ditutup dengan
kawat nyamuk. Dengan demikian, dalam keadaan pintu tertutup dan
terkunci pun aliran angin tetap masuk ke dalam ruangan. Apabila diperlukan
lebih banyak privasi, cukup ditambahkan gorden, dan aliran udara tetap
masuk.
Bukaan pada sopi-sopi mengalirkan udara dari ruang atap keluar.
Ventilasi pada plafon di dapur mengalirkan udara panas ruangan ke ruang
di bawah atap
Lubang angin untuk mengalirkan udara panas dari ruangan keluar.
Untuk memaksimalkan potensi angin untuk penghawaan, perlu adanya
aliran udara di dalam bangunan. Untuk itu diperlukan bukaan yang lebih dari
satu buah dalam satu ruangan, dengan posisi yang berhadapan, agar
tercipta ventilasi silang (cross ventilation).

2. Penghawaan Alami untuk Daerak Tropis


Iklim Tropis Indonesia :
Suhu antara 28-38 C musim kemarau, 25-29 C musim hujan. Bukaan lebar
diperlukan untuk sirkulasi udara ( panas, kotor, lembab ke luar rumah )
dalam ruang. Jika kanan kiri belakang bangunan terhalang bangunan
tetangga, bisa digunakan menara angin, tekanan udara panas akan tertarik
keluar dari menara ini digantikan udara segar. Sebaiknya bhangunan
memiliki beranda beratap yang cukup lebar sebagai penahan, penyaring
udara panas antara ruang luar dan ruang dalam, selain sebagai penegas
pintu masuk dan tempat penerima tamu. Sebaiknya di sekeliling bangunan
ditanami pepohonan, perdu dan semak untuk menyaring udara, debu dan
polusi.
Kelembaban udara 40-70 % di musim hujan, 80-100 % di musim hujan.
Curah hujan mencapai 3000 mm/ tahun ( tinggi ). Atap bersudut besar ( 35
atau lebih/ kemiringan curam adalah solusinya, agar air hujan cepat mengalir
ke bawah.
Kecepatan angin 5 m/ detik ( lemah ). Makin lembab makin lemah
anginnya.
Manusia di iklim tropis lembab mampu beradaptasi pada suhu antara 24-
30 C, merasa kurang nyaman di ruangan bersuhu di atas 28 C.
Sinar matahari menyinari alam tropis/ khatulistiwa sekitar 12 jam
perharinya.
3. Pergerakan Angin Dalam Bangunan
Penerapan sistem ventilasi silang (cross ventilastion)
Sistem cross ventilation atauventilasi silang adalah system
penghawaan ruangan yang ideal dengan cara memasukkan udara ke dalam
ruangan melalui bukaan penangkap angin dan mengalirkannya ke luar
ruangan melalui bukaan yang lain. System ini bertujuan agar selalu terjadi
pertukaran udara di dalam ruangan sehingga tetap nyaman bagi
penghuninya.
Udara di dalam ruangan harus selalu diganti oleh udara segar karena
udara di dlaam ruangan ini banyak mengandung CO 2 (karbondioksida)hasil
aktivitas penghuni ruangan seperti bernapas, merokok, menyalakan
lilin,memasak, dan sebagainya. Sementara itu, udara bersih yang
dimasukkan ke dalam ruangan adalah udara yang banyak mengandung O 2
(oksigen).
Dalam system cross ventilation ini dikenal dua macam bukaan,
sebagai berikut :
Inlet, merupakan bukaan yang menghadap ke arah datangnya angin
sehingga berfungsi untuk memasukkan udara ke dalam ruangan.
Outlet, merupakan bukaan lain di dalam ruangan yang berfungsi untuk
mengeluarkan udara.

Bukaan yang dimaksud di atas dapat berupa lubang angin, kisi-kisi,


jendela yang bias dibuka, pintu yang senantiasa terbuka atau pintu tertutup
yang bias mengalirkan udara (misalnya pintu kasa atau pintu berjalusi.

Agar ruangan dapat teraliri udara secara optimal maka perletakan bukaan
harus disesuaikan dengan arah datangnya angin. Perletakan/posisi bukaan
inlet dan outlet dalam system cross ventilation dapat dibedakan menjadi dua
jenis, sebagai berikut.
Posisi diagonal (cross). Bukaan inlet dan outlet diletakkan dengan posisi ini
apabila angin dating secara tegak lurus (perpendicular) ke arah bukaan inlet.
Posisi berhadapan langsung. Bukaan inlet dan outlet diletakkan pada posisi
ini mana kala angin dating bersudut/tidak tegak lurus (obligue) ke arah
bukaan inlet.

Namun ada kalanya perletakan bukaan ini tidak dapat disusun seperti
teknik di atas. Hal ini mungkin terjadi karena bidang yang mengarah ke luar
tidak saling berhadapan. Disamping itu, sebab lain yang mungkin timbul
adalah faktor keterbatasan lahan sehingga ruang tersebut hanya memiliki
satu bidang saja yang menghadap kea rah luar bangunan. Pada kondisi-
kondisi semacam ini, cross ventilation tetap dapat dilakukan yaitu dengan
menambahkan sirip-sirip vertikal di tepi bukaan sebagai pengarah udara
untuk masuk atau keluar ruangan. Sirip-sirip vertikal ini bisa terbuat dari
batu bata, kayu, maupun beton.
Pada inlet dan outlet secara vertikal juga harus diperhatikan. Posisi
inlet yang lebih rendah daripada outlet akan mengalirkan udar pada
ketinggian tubuh manusia sehingga tubuh manusia bias merasakan
kesejukan dari udara tersebut. Sebaliknya,posisi inlet yang lebih tinggi
daripada outlet justru akan membuat aliran udara hanya menjangkau
sebagian kecil tubuh manusia bagian atas sehingga kesegaran tidak dapat
dirasakan penghuni rumah tersebut.
detail pemasangan bukaan juga harus diperhatikan agar diperoleh
cross ventilation yang sempurna. Posisi bukaan penangkap udara (inlet)
sebaiknya berada pada ketinggian aktivitas manusia, yaitu sekitar 0,5-0,8 m,
sementara bukaan outlet sebaiknya dibuat lebih tingggi karena udara yang
akan dikeluarkan dari ruangan itu adalah udara yang panas dan udara yang
panas selalu berada di bagian atas ruangan.

Alternatif lain perletakan outlet adalah pada atap apabila menggunakan


atap bertipe jack roof. Lubang antara atap induk dengan atap topi pada
jack roof dapat diberi kisi-kisi sebagai bukaan keluarnya udara (outlet). Posisi
outlet pada atap inilebih efektif untuk mengeluarkan udara panas yang
banyak berkumpul di bagian atas ruangan tersebut.
Dimensi atau kecepatan aliran udara dari bukaan inlet dan outlet juga
harus diperhatikan. Jika bukaan inlet memiliki dimensi atau kecepatan aliran
udara lebih kecil daripada bukaan outlet maka kecepatan aliran udara di
dalam ruangan akan meningkat 30% dari kecepatan udara di luar ruang.
Namun, jika bukaan inlet memiliki dimensi atau kecepatan aliran udara lebih
besar daripada bukaan outlet maka kecepatan aliran udara di dalam ruang
akan turun 30% dari kecepatan di luar ruangan
Dari kedua tipe dia atas, pemilihan dimensi bukaan inlet yang lebih kecil dari
bukaan outlet atau memakai dimension yang sama besar namun dengan
model yang berbeda (kemampuan alir udara berbeda) lebih
direkomendasikan.

Karakterristik Sub Iklim Surabaya

Kota Surabaya terletak diantara 07.01 LS sampai dengan 112.54 BT ini


memiliki iklim Tropis Lembab .

Iklim tropis lembab memiliki ciri-ciri :


a. temperatur yang tinggi
b. temperatur dan kelembapan rata-rata harian relatif konstan
c. range rata-rata temperatur bulanan adalah sekitar 1-3 derajat C
d. Kelembapan dan curah hujan tinggi hampir sepanjang tahun
e. Kondisi angin tergantung pada jarak dari laut dan bisabervariasi
sepanjang tahun
f. Langit hampir setiap saat berawan

Wilayahnya memiliki dataran rendah dengan ketinggian 3-6 m di atas


permukaan air laut kecuali di sebelah selatan ketinggian 25-50 m di atas
permukaan air laut.
Berdasarkan data iklim Surabaya tahun 2005 dapat di analisa bagaimana
kondisi iklim di Kota Surabaya yaitu :
Kecenderungan temperatur tahunan di iklim tropis adalah rata
Temperratur tiap bulannya tidak mengalami fluktasi yang besar, nilai
diurnal 12.5 derajat C

Pada Bulan Agustus, nilai rata-rata temperaturnya adalah yang paling


dingin dibandingkan dengan bulan-bulan yang lain dalam satu tahun, yaitu
26.8 C. Sedangkan Bulan Oktober dan November tercatat sebagai bulan
yang paling panas dalam satu tahun, dengan suhu 28.9 C. Dari sini dapat
dilihat bahwa Bulan Agustus adalah bulan terdingin, dan Bulan November
adalah bulan terpanas.

1. Tidak ada perubahan signifikan/konstan pada kelembapan kota

Rata-rata kelembaban tertinggi adalah di Bulan Maret, yaitu 83%,


sedangkan rata-rata kelembaban terendah adalah di Bulan Oktober, yaitu
73.3%. Yang terlihat memiliki fluktuasi yang sedikit lebih besar adalah pada
grafik kelembaban minimum, di mana kelembaban terendah terdapat pada
Bulan November, yaitu 31%. Sedangkan pada

2. kelembaban maksimum, yang memiliki nilai paling tinggi adalah di


Bulan April yang mencapai 100%.
3. Kecepatan rata-rata angin tiap bulannya cendetung cukup rata

Kecepatan angin rata terutama pada Bulan Januari sampai Maret hanya
berkisar di antara 3.05 sampai 3.2 m/s. Memasuki Bulan Mei kecepatan
angin bertambah dan mencapai puncaknya pada Bulan Juni, yaitu 5.45 m/s.
Sedangkan kecepatan rata-rata angin yang paling rendah adalah pada Bulan
November, yaitu sebesar 2.2 m/s. Sedangkan bila diperhatikan pada grafik
kecepatan angin maksimum, terdapat fluktuasi yang besar dari kecepatan
angin tiap Bulannya kecuali Bulan Oktober sampai Desember.
4. Lama penyinaran matahari di iklim tropis adalah sepanjang hari

5. Hujan turun hampir sepanjang tahun

Apa yang dimaksud Shading/Pembayangan

Shading (bayangan) adalah bidang yang terbentuk akibat hilangnya


sebuah sinar oleh objek yang tidak bisa ditembus oleh sinar tersebut
Sebuah objek akan memberikan sifat yang berbeda pada saat dikenai
cahaya. Ada yang memantulkan, membiaskan ataupun menyerap cahaya.
Selain itu, ada objek yang apabila dikenai cahaya maka akan menimbulkan
bayangan.
Bayangan timbul disebabkan oleh adanya sumber cahaya. Di sekitar kita
banyak didapati pelbagai sumber cahaya, contohnya : cahaya matahari,
neon, lampu pijar dan lain sebagainya. Jenis cahaya dari pelbagai sumber
cahaya sering diasumsikan dan dimodelkan dengan cahaya titik dan cahaya
lingkungan.

Kondisi Nyaman Thermal Manusia Tropis

Kenyamanan thermal adalah suatu kondisi thermal yang dirasakan


oleh manusia, bukan oleh benda, binatang, dan arsitektur, tetapi
dikondisikan oleh lingkungan dan benda-benda disekitar arsitekturnya atau
kondisi pikir seseorang yang mengekspresikan kepuasan dirinya terhadap
lingkungan thermalnya.
Menurut penelitian Lippsmeier, batas-batas kenyamanan manusia
untuk daerah khatulistiwa adalah 19C (batas bawah) 26C (batas atas).
Pada temperatur 26C umumnya manusia sudah mulai berkeringat. Daya
tahan dan kemampuan kerja manusia mulai menurun pada temperatur 26C
30C. Kondisi lingkungan yang sukar mulai dirasakan pada suhu 33,5C
35,5 C, dan pada suhu 35C 36C kondisi lingkungan tidak dapat ditolerir
lagi. Produktifitas manusia cenderung menurun atau rendah pada kondisi
udara yang tidak nyaman seperti halnya terlalu dingin atau terlalu panas.
Produktifitas kerja manusia meningkat pada kondisi suhu (termis) yang
nyaman (Idealistina , 1991).
Kelembapan udara yang nyaman adalah antara 30%-80%. Bila
kelembapan udara rendah, manusia akan menderita efek keringnya udara
seperti selaput lendir mengering, batuk rejan, radang mata, dan sebagainya.
Sebaliknya apabila kelembapan udara tinggi dapat mengakibatkan sulit
terjadinya penguapan di permukaan kulit.
Pergerakan udara yang menyapu permukaan kulit dapat mempercepat
pelepasan panas. Pada suhu 25oC, kecepatan angin 0,5m/s membuat tubuh
terasa 2oC lebih dingin. Kecepatan angin 1m/s membuat tubuh terasa 3 oC
lebih dingin. Kecepatan angin diatas 1,5m/s tidak menyenangkan bagi
manusia.

Karakteristik Iklim Tropis Lembab


Daerah iklim tropis lembab berada di sekitar khatulistiwa sampai 15o
utara dan selatan. Iklim ini memiliki kelembapan udara yang tinggi dan
temperatur udara yang relatif panas. Kelembapan udara rata-rata adalah
sekitar 80%. Kelembapan ini hampir sama untuk dataran rendah maupun
dataran tinggi. Suhu udara rata-rata sekitar 32oC. Makin tinggi letak suatu
tempat terhadap permukaan laut, maka suhu udara akan berkurang sekitar
0,6oC untuk setiap kenaikan 100 m. Ciri lain adalah curah hujan yang tinggi,
sekitar 1500-2500 per tahun. Radiasi matahari global horizontal rata-rata
harian sekitar 400watt/m2 dan tidak banyak berbeda sepanjang tahun.
Keadaan langit pada umumnya berawan. Tingkat penerangan global
horizontal dapat mencapai 60.000 lux, sedangkan tingkat penerangan dari
cahaya langit saja dapat mencapai 20.000 lux dan tingkat penerangan
minimum antara pukul 08.00-16.00 adalah 10.000 lux. Kecepatan angin pada
umumnya rendah.