Anda di halaman 1dari 13

Modul-AKJ4

BALAI TEKNIK LALU LINTAS &


LINGKUNGAN JALANPUSAT LITBANG
JALAN & JEMBATANBALITBANG
Modul
DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM

4
4.1. Pendahuluan
Drs. MUHAMMAD IDRIS, MT
Peneliti Bidang Transportasi Keselamatan 4.1.1. Deskripsi Singkat
Jalan
Audit Keselamatan Jalan
dapat dikelompokkan
kedalam delapan tahap
pekerjaan, yaitu : (1) persiapan
dan pembentukan team audit,
(2) penyiapan data dan
informasi, (3) diskusi formulasi
PROSEDUR dan penajaman masalah, (4)

AUDIT inspeksi lapangan, (5) analisis


dan evaluasi, (6) penulisan
KESELAMATAN laporan audit, (7) pemaparan

JALAN hasil audit, dan (8) tindak


lanjut.

PROSEDUR
Tahapan Audit Keselamatan
Jalan
Pembentukan team audit
Perumusan masalah (maksud

AUDIT

dan tujuan, permasalahan utama)
Metodologi Audit Keselamatan
Jalan
Survay Lapangan
KESELAMATAN
JALAN
[Bahan Disseminasi Aplikasi Geometri & Keselamatan
Lalu Lintas, Banten, 22-24 Oktober 2008.]
MODUL:AUDIT K E S E L A M ATA N JALAN

4.1.2. Materi Pokok Direktorat Jenderal Bina


Materi pokok dalam modul ini
Marga, Jakarta
adalah menjelaskan secara
Idris, M., dkk (2000);
singkat delapan tahap
Pengenalan Audit
pekerjaan dalam Audit
Keselamatan Jalan untuk
Keselamatan Jalan.
Indonesia, Paper di
4.1.3. Tujuan presentasikan pada KNTJ-6
Pembelajaran Jakarta, September 2000,
Tujuan pembelajaran dalam
HPJI, Jakarta
modul ini diharapkan para
IHT (1987); Guidelines for: The
peserta dapat memahami
Safety Audit of Highways,
delapan tahap pengerjaan
The Institute of Highways
dalam Audit Keselamatan Jalan.
and Transportation,
4.1.4. Bacaan yang London
Dianjurkan IHT (1990); Highway Safety
Guidelines: Accident
Austroads (1994); Road Safety
Reduction and Prevention;
Audit, Austroads
International Edition, The
Publications No. AP-30/94,
Institute of Highways and
Sidney
Transportation, London
Departemen Pekerjaan Umum
IHT (1991); Urban Safety
(1996); Pedoman
Management, The Institute
Perencanaan Fasilitas
of Highways and
Pejalan Kaki Pada Jalan
Transportation, London
Umum, PT. Medisa, Jakarta
ITE ( Editor : James L, Pline)
Departemen Pekerjaan Umum
(1992); Traffic Engineering
(1997); Tata Cara
Handbook, Fourth Edition,
Perencanaan Geometrik
Prentice Halll, New Jersey
Jalan Antar Kota,
RoSPA (1992); Road Safety
Engineering Manual,
V-2
MODUL:AUDIT K E S E L A M ATA N JALAN

RoSPA & TSM Consultasy, c. Tahap-3 :


Birmingham Diskusi Formulasi dan
TRL (1997); Engineering Penajaman masalah
Approach to Accident d. Tahap-4 :
Prevention & Reduction, Inspeksi Lapangan
RRDP Report No. RRDP 19, e. Tahap-5 :
Insntitute Of Road Analisis dan Evaluasi
Engineering, Bandung
c. Tahap-6 : Penulisan
TRRL (1991); Towards Safer
Laporan Audit
Roads in Developing
f. Tahap-7 :
Countries, A Guide for
Pemaparan Hasil Audit
Planners and Engineers,
g. Tahap-8 :
Transport Research
Tindak Lanjut
Laboratory, Crowthorne

4.2. Tahapan Audit


Keselamatan Jalan
Secara umum pengerjaan audit
keselamatan jalan dapat
diberikan seperti pada diagram
alur pada Tabel-5.1 yang
dikelompokkan kedalam 8
(delapan) tahap pekerjaan,
yaitu :

a. Tahap-1 : Persiapan
dan pembentukan team
audit

b. Tahap-2 : Penyiapan
data dan informasi

V-3
MODUL:AUDIT K E S E L A M ATA N JALAN

Tabel-5.1. Tahapan
pelaksanaan Audit
Keselamatan Jalan

TAHAP-1: Penanggung
Persiapan & PERSIAPAN & jawab/Pelaksana:
Pembentukan PEMBENTUKAN TEAM AUDIT
(Pembentukan team/auditor )
Pemilik
Team Audit

TAHAP-2: Penanggung
Penyediaan data PENYIAPAN DATA & jawab/Pelaksana:
dan informasi INFORMASI
(Pengumpulan data, informasi, dan peta,
Perencana
proyek
desain jalan, dsb)

TAHAP-3: Penanggung
Identifikasi dan DISKUSI / FORMULASI jawab/Pelaksana:
Formulasi Masalah MASALAH
(Formulasi masalah, tujuan dan
Pemilik Proyek,
sasaran AKJ serta rencana Perencana,Team Audit
pelaksanaaan AKJ )

TAHAP-4:
Inspeksi Lapangan INSPEKSI LAPANGAN Penanggung
Pemeriksaan dengan Chek-List jawab/Pelaksana:
Team Audit

PERLU DATA SURVAI LANJUTAN


TAMBAHAN?

TAHAP-5: Penanggung
Analisis dan EVALUASI jawab/Pelaksana:
evaluasi (Analisis Data Hasil Temuan)
Team Audit

TAHAP-6: Penanggung
Pelaporan PELAPORAN jawab/Pelaksana:
(Kesimpulan dan Saran, Penulisan
Laporan) Team Audit
)

TAHAP-7: Penanggung
Pemaparan PEMAPARAN jawab/Pelaksana:
(Pemaparan dan Diskusi Hasil Audit) Pemilik Proyek,
Perencana,Team Audit

TAHAP-8: Penanggung
Tindak lanjut TINDAK LANJUT jawab/Pelaksana:
(Redesain / Implementasi) Pemilik Proyek,
Perencana

V-4
MODUL:AUDIT K E S E L A M ATA N JALAN

4.3. Persiapan dan (perencana proyek) untuk


pembentukan team
dapat
audit
Beberapa hal yang dilakukan d. pemilik proyek

dalam tahap ini adalah : menentukan / memilih team


audit berdasarkan kriteria
a. pemilik proyek membuat
team audit
persiapan dan menjelaskan
rencana audit serta rencana e. pemiliki proyek membuat

pembentukan team audit surat penugasan kepada

dengan mengundang orang- team audit untuk segera

orang yang berpengalaman melakukan perencanaan

dalam melakukan audit dan pelaksanaan audit.

keselamatan jalan. f. pemilik proyek membuat

b. pemilik proyek membentuk surat penugasan kepada

organisasai pelaksana audit team teknis proyek


(perencana proyek) untuk
c. pemilik proyek
dapat melayani seluruh
menentukan / memilih team
kebutuhan data dan
audit berdasarkan kriteria
informasi mengenai proyek.
team audit

d. pemiliki proyek membuat


surat penugasan kepada
team audit untuk segera
melakukan perencanaan
dan pelaksanaan audit.

c. pemilik proyek membuat


surat penugasan kepada
team teknis proyek

V-5
MODUL:AUDIT K E S E L A M ATA N JALAN

Gambar-4.1. Pembentukan a. Review


team audit
latar-belakang dan masalah
keselamatan jalan
proyek,
5.3Penyediaan data dan
informasi proyek b. Diskusikan

Tahap ini mencakup tujuan dari pelaksanaan

pengumpulan data dan audit,

formulasi masalah : c. Tentukan

a. kumpu sasaran audit,

lkan semua data dan d. Lakukan


informasi berkaitan dengan penjadwalan pelaksanaan
proyek jalan yang akan pekerjaan sesuai dengan
diaudit termasuk peta lokasi sasaran yang akan dicapai.
dan gambar desain jalan.

b. kumpu
lkan data informasi lalu
lintas bila ada.

c. kumpu
lkan data dan informasi
lokasi kecelakaan bila ada.
Gambar-4.2 Diskusi formulasi
d. failkan
masalah
semua data dan informasi
yang telah terkumpul untuk
membantu pengecekan data 5.5 Inspeksi lapangan
dan informasi yang telah Beberapa hal yang dikerjakan
didapatkan. dalam tahap ini, antara lain :

a. Persiapan inspeksi
4.4. Diskusi formulasi lapangan
masalah

V-6
MODUL:AUDIT K E S E L A M ATA N JALAN

1) Siapkan data, peta Gambar-4.3. Survey lapangan


AKJ detail desain
lokasi, dan dokumen
(siang)
serta surat-surat penting 1) Lakukan pemeriksaan
lainnya, lapangan menggunakan
2) Siapkan daftar periksa daftar periksa AKJ yang
dan gandakan sesuai telah disiapkan,
kebutuhan, 2) Gunakan daftar periksa
3) Siapkan peralatan berdasarkan petunjuk
survey (alat tulis kantor, penggunaan daftar periksa
kamera foto, kamera- seperti berikut:
video, alat ukur panjang,
a) Daftar periksa hanya
hand tolly, speed-gun,
digunakan sesuai
dsb) yang mungkin
dengan jenis audit
diperlukan,
keselamatan jalan yang
4) Siapkan formulir survey akan dilakukan,
sesuai kebutuhan bila b) Isilah kolom jawaban
diperlukan data yang dengan jawaban singkat
spesifik. pada kolom Y/T, seperti
b. Peme T (tidak, tidak sesuai
riksaan lapangan atau tidak memenuhi
menggunakan daftar
periksa AKJ syarat/standard), Y (ya,
sesuai atau memenuhi
syarat/standard), beri
penjelasan singkat bila
diperlukan keterangan
tambahan atau dimensi
pada kolom
KETERANGAN,

V-7
MODUL:AUDIT K E S E L A M ATA N JALAN

c) Bila memerlukan
jawaban dalam bentuk
ukuran / dimensi, isilah
dengan ukuran seperti
Gambar-4.5. Survey lapangan
yang anda lihat di AKJ eksisting jalan
lapangan, (malam)

d) Lakukan pemeriksaan
sesuai urutan e. Surve

permasalahan seperti y lapangan lanjutan :

tertera dalam Daftar Survey lanjutan biasanya


periksa, diperlukan bilamana,

3) Setelah selesai dilakukan, pemeriksaan dianggab belum

kumpulkan hasil daftar cukup. Beberapa hal yang

periksa dan filekan. harus dilakukan berkaitan


dengan survey lanjutan antara
lain:

1) lakukan evaluasi terhadap


hasil audit (daftar periksa)
dan hasil pemotretan baik
menggunakan kamera
video maupun kamera foto,

2) survey lanjutan diperlukan


Gambar-4.4. Survey lapangan
AKJ eksisting jalan bila terdapat hal-hal yang
(siang) spesifik seperti kebutuhan
data pejalan kaki dan
sepeda, konflik lalu lintas,
kecepatan, dsb,

3) lakukan survey lapangan


sesuai kebutuhan yang

V-8
MODUL:AUDIT K E S E L A M ATA N JALAN

mengacu kepada manual 1) periksa satu persatu


atau pedoman survey yang hasil daftar periksa dan
standar, fokuskan kepada hasil

4) pengambilan data cukup 1 pemeriksaan yang

(satu hari) dan dilakukan berindikasi jawaban T


untuk pengambilan sampel atau Tidak,
terbatas (misal: 2) identifikasi bagian-
pengambilan data lalu bagian desain jalan yang
lintas pada waktu peak kurang memenuhi
time atau pada jam-jam standar,
yang diindikasikan sering
3) identifikasi bagian-
terjadi kecelakaan lalu
bagian bangunan
lintas, dsb.)
pelengkap jalan yang
5) kumpulkan semua hasil
kurang memenuhi
survey lanjutan dan file
persyaratan teknis,
kan.
4) identifikasi bagian-
bagian fasilitas
4.5. Evaluasi dan analisis pendukung jalan yang
data
dianggap kurang
Evaluasi ini mencakup analisis
memenuhi persyaratan
hasil temuan, membuat
teknis, dsb.
kesimpulan dan saran.
b. Gambar/sketsa jalan :
Beberapa hal yang dilakukan
antara lain: 1) buat sketsa / peta lokasi
yang diamati,

2) tuangkan hasil
a. Analisis hasil penerapan pengukuran ke dalam
daftar periksa :
peta yang dibuat,

V-9
MODUL:AUDIT K E S E L A M ATA N JALAN

3) tandai bagian-bagian pandang dan ruang


yang kurang memenuhi bebas samping,
standar (misal: lebar 5) identifikasi pada peta
jalan, lebar bahu yang bangunan-bangunan
kurang memadai, dsb), atau aktivitas samping
c. Analisis survey melalui jalan yang mengganggu
hasil kamera video :
jarak pandang dan
1) identifikasi bagian-
ruang bebas samping,
bagian desain geometri,
6) identifikasi pada peta
bangunan pelengkap
bagian-bagian jalan yang
jalan, fasilitas
mengalami kerusakan,
pendukung yang kurang
memenuhi persyaratan 7) identifikasi pada peta
teknis dari hasil video perambuan-perambuan
kamera ke peta lokasi, yang dianggap kurang
tepat,
2) identifikasi pada peta
lokasi-lokasi yang 8) identifikasi pada peta
berpotensi menimbulkan marka jalan yang kurang
konflik lalu lintas, sempurna,

3) identifikasi pada peta 9) identifikasi pada peta


lokasi-lokasi yang pergerakan
berpotensi menimbuklan penyeberangan pejalan
konflik lalu lintas kaki,
dengan pejalan kaki, 10) identifikasi jenis tata
4) identifikasi pada peta guna lahan yang
bagian-bagian jalan, berkembang di sekitar
bangunan pelengkap, jalan,
dan fasilitas jalan yang
mengganggu jarak

V-10
MODUL:AUDIT K E S E L A M ATA N JALAN

11) identifikasi pada peta Beberapa hal yang


lokasi-lokasi kecelakaan dilakukan dalam bagian ini
(bila data tersedia), dsb. adalah :

d. Analisis hasil survey 1) susun hasil temuan pada


lapangan (bila
tabel yang dilengkapi
diperlukan) :
dengan gambar atau
1) hitung volume lalu lintas
hasil pemotretan dan
dan komposisi
siapkan kolom untuk
kendaraan yang
saran penanganan dan
melewati titik
acuan (NSPM) yang
pengamatan,
diacu,
2) hitung rata-rata
2) identifikasi saran
kecepatan setempat
penanganan
pada lokasi yang
berdasarkan NSPM
diamati,
serta prinsip-prinsip
3) tentukan titik dan
keselamatan,
tingkat konflik dari
3) identifikasi desain teknis
survey konflik yang
dari penanganan yang
dilakukan,
diusulkan yang mengacu
4) hitung rata-rata
kepada NSPM serta
pergerakan pejalan kaki
manual-manual lainnya,
pada lokasi yang diamati
4) lengkapi kolom saran
(jika survey dilakukan),
penanganan dengan
5) perkirakan tingkat
acuan nspm yang sesuai,
pertumbuhan lalu lintas
5) tuangkan usulan
ke depan, dsb.
penanganan tersebut
e. Hasil temuan dan saran
perbaikan dalam sebuah sketsa

V-11
MODUL:AUDIT K E S E L A M ATA N JALAN

dalam beberapa a) peta eksisting jalan;


alternatif penanganan. b) sketsa usulan
perbaikan;

c) daftar periksa dari


4.6. Penyusunan laporan
a. Susun hasil audit yang

laporan audit berdasarkan dilakukan;

hasil temuan, kesimpulan, d) fomulir-formulir


dan saran. survey lainnya;

b. Sistematika e) dokumentasi

laporan dibuat seperti pelaksanaan audit.

berikut : c. Laporan hasil audit


1) judul proyek; harus ditanda tangani oleh

2) latar belakang proyek; ketua team, dan laporan


diserahkan kepada pemilik
3) permasalahan (mengapa
proyek yang disertai dengan
diperlukan audit);
berita acara penyerahan
4) tujuan dan sasaran
laporan.
audit;

5) organisasi team audit 4.7. Pemaparan hasil audit


dan deskripsi tugas a. Hasil laporan audit
anggota team audit; sementara diserahkan

6) hasil temuan audit : sebelum pemaparan,

a) daftar temuan audit; b. Pemaparan hasil audit


dilakukan di depan team
b) data-data hasil
audit, team perencana
survey lapangan;
proyek, dan pemilik proyek.
c) foto-foto lapangan;
c Pemaparan dilanjutkan
7) kesimpulan dan saran;
dengan diskusi berkaitan
8) lampiran, antara lain: dengan hasil-hasil temuan
V-12
MODUL:AUDIT K E S E L A M ATA N JALAN

serta usulan-usulan dari temuan audit dalam berupa


peserta diskusi. laporan audit kepada team

d. Perbaikan atas laporan perencana;

audit dimungkinkan selama b. Team perencana ditugaskan


tidak bertentangan dengan untuk menindak-lanjuti
hasil temuan audit. hasil-hasil temuan dengan

e. Laporan akhir hasil audit mengapresiasi hasil temuan

diserahkan paling lama tiga tersebut ke dalam desain;

hari setelah pemaparan c. Bila hasil re-desain (bila


hasil audit kepada pemilik dianggap perlu redesain)
proyek. dianggap sudah memenuhi
standar berdasarkan NSPM
dan manual yang ada;

d. Hasil re-desain tersebut


4.8. Tindak lanjut dapat diimplementasikan
Hingga tahap ini proses
setelah mendapat
kegiatan audit yang dilakukan
pengesahan dari team
oleh team audit dianggap
audit.
selesai, kecuali bilamana dalam
proses redesain serta
pengimplementasiannya
pemilik proyek mengganggap
masih memerlukan
pengawasan dari team audit
yang sifatnya konsultasi.
Beberapa hal yang dilakukan
dalam tahap ini adalah :

a. Pemilik proyek
menyerahkan hasil-hasil

V-13

Anda mungkin juga menyukai