Anda di halaman 1dari 56

ARUS TRANSIEN

Nurul Qisthi *), Husnul Patima Rahman

Laboratorium Elektronika dan Instrumen


Universitas Negeri Makassar
2016

LATAR BELAKANG
Dalam kehidupan sehari-hari menyalakan ataupun mematikan televisi, terdapat jeda
waktu antara saat saklar televisi dinyalakan hingga saat televisi memuculkan gambar pada
layar yaitu dari redup ke terang, adanya jeda waktu antara redup ke terang merupakan salah
satu contoh penerapan dari arus transien.
Contoh lain yang mudah diamati untuk penerapan arus transien ialah kipas angin,
kipas angin yang bila dinyalakan baling-balingnya tidak langsung berputar secara cepat
melainkan baling-baling kipas angin akan mula-mula berputar secara lambat lalu lama
kelamaan kipas akan berputar secara cepat begitupun sebaliknya saat kipas angin dimatikan,
baling-baling kipas angin tidak akan langsung berhenti melainkan membutuhkan beberapa
detik untuk baling-baling tersebut berhenti secara total.
Arus yang berhubungan dengan peristiwa pengisian dan pengosongan muatan
kapasitor yang mengecil terhadap waktu disebut sebagai arus transien, yang berarti arus
hanya timbul sesaat atau bukan arus konstan. Arus transien menggunakan kapasitor sebagai
medianya karena kapasitor termasuk dalam bagian komponen pasif dan kapasitor dapat
berfungsi sebagai menyimpan muatan listrik.
Dengan memahami prinsip kerja dan kegunaan dari arus transien, maka kita dapat
lebih mengetahui cara mengatasi gejala-gejala listrik yang dapat mengakibatkan kerusakan
pada alat-alat elektronika yang menggunakan prinsip arus transien sehingga alat-alat
elektronika tersebut dapat bertahan cukup lama atau awet.
Pada praktikum mengenai arus transien ini, kami akan menjelaskan mengenai prinsip
kerja arus transien dalam pengisian dan pengosongan muatan pada kapasitor sehingga kita
dapat menjelaskan pengertian dasar mengenai arus transien beserta gejala-gejala yang terjadi
pada rangkaian RC (Resistor-Capasitor) pada arus searah (Dielektrik Current) ketika terjadi
arus transien dan kita juga dapat mengetahu cara untuk menentukan konstanta waktu
kapasitif dan kapasitansi kapasitor.

RUMUSAN MASALAH
1. Bagaimana kurva arus dan tegangan terhadap waktu pengisian dan pengosongan
muatan pada kapasitor?
2. Bagaimana grafik pengisian dan pengosongan muatan pada kapasitor?
3. Bagaimana cara menetukan tetapan waktu kapasitif dan kapasitansi kapasitor
berdasarkan kurva arus dan tegangan terhadap waktu?

TUJUAN PERCOBAAN
1. Mengetahui kurva arus dan tegangan terhadap waktu pengisian dan pengosongan
muatan pada kapasitor.
2. Mengetahui grafik pengisian dan pengosongan muatan pada kapasitor.
3. Mengetahui cara untuk menetukan tetapan waktu kapasitif dan kapasitansi kapasitor
berdasarkan kurva arus dan tegangan terhadap waktu.

KAJIAN TEORI
Arus yang berhubungan dengan peristiwa pengisian dan pengosongan muatan kapasitor
yang mengecil terhadap waktu disebut sebagai arus transien, yang berarti arus hanya timbul
sesaat atau bukan arus konstan. Pada arus transien menggunakan kapasitor sebagai medianya
(Bakri, 2016).
Kapasitor termasuk dalam bagian komponen pasif, kapasitor adalah perangkat yang
digunakan untuk menyimpan muatan listrik. Sebagai akibatanya, kapasitor merupakan suatu
tempat penampungan (reservoir) dimana muatan dapat disimpan dan kemudian dilepaskan
secara perlahan (Bakri, 2015)
Fenomena peralihan dalam rangkaian listrik (electrical transient) adalah suatu
manifestasi keluaran dari keadaan perubahan mendadak di dalam rangkaian lsitrik pada saat
suatu saklar (switch) membuka, menutup, atau timbulnya gangguan/ kesalahan (fault) pada
sistem tersebut. Waktu transien umumnya sangat singkat dibandingkan dengan waktu keadaan
tunak (steady state) (Kanzzas, 2010).
Walaupun demikian, masa transien menjadi sangat penting dalam sistem karena pada
masa tersebut suatu perubahan mendadak akan termanifestasikan baik dalam bentuk arus
maupun tegangan yang kadangkala dalam hal ekstrim akan mengakibatkan kerusakan fatal
pada system seperti memacetkan mesin, memutuskan hubungan listrik, mengganggu atau
menggagalkan sistem komunikasi, dan lain-lain (Kanzzas, 2010).
Peristiwa pengisian dan pengosongan muatan kapasitor yang mengecil terhadap waktu
dapat digunakan untuk mengubah dan mengolah denyut dalam pesawat televisi, penundaan
waktu, menghasilkan pengapitan cahaya dan sebaginya (Bakri, 2016).
Berikut penjelesan mengenai pengisian dan pengosongan muatan pada kapasitor:
1. Pengisian Muatan Pada Kapasitor
Gambar 3.1. Mmemperlihatkan sebuah rangkaian dasar RC yang dapat digunakan
untuk mengkaji proses pengisian dan pengosongan muatan pada kapasitor.

Gambar 3.1. Rangkaian RC

Saklar terbuka pada awalnya, lalu ditutup ke posisi S1 pada saat t = 0. Muatan mulai
mengalir melalui resistor dan menuju plat positif kapasitor. Jika muatan pada kapasitor
pada beberapa saat adalah Q dan arus rangkaian adalah I, aturan simpal Kirchhoff
memberikan
V f VR VC 0

atau [2.1]
Q
Vf I R 0
C
Dalam rangkaian ini, arus sama dengan laju di mana muatan pada kapasitor
dQ
I
dt
meningkat : , yang selanjutnya disubstitusi ke dalam Pers. [2.1] menghasilkan:
dQ Q
Vf R
dt C
n [2.2]
Dengan sedikit matematika untuk memisahkan antara besaran Q dan t, diperoleh :


Q C V f 1 e t / RC Q f 1 e t /
[2.3]

di mana Qf = C Vf adalah muatan akhir yang dapat pula dinyatakan dalam tegangan,

V (t ) V f 1 e t /
[2.4]
di mana V(t) adalah tegangan pada suatu saat dalam kapasitor dan Vf adalah tegangan
maksimum atau akhir pada ujung-ujung kapasitor sedangkan disebut konstanta waktu
kapasitif, = RC, adalah waktu yang dibutuhkan muatan untuk bertambah dari nilai
awalnya.
Arus diperoleh dengan mendiferensialkan Persamaan [2.3] :

dQ
I C V f e t / RC (1 / RC )
dt

atau
Vf
I e t / RC I 0 e t /
R
[2.5]

Gambar 3.2. (a) Plot tegangan pada kapasitor terhadap waktu untuk rangkaian
pengisian; (b) Plot arus terhadap waktu untuk rangkaian pengisian.

Gambar 3.2. (a) dan (b) menunjukkan kurva tegangan dan arus sebagai fungsi waktu
dalam proses pengisian muatan pada kapasitor.
2. Pelepasan Muatan Pada Kapasitor
Dengan rangkaian seperti pada Gambar 2.1, setelah kapasitor terisi penuh oleh
muatan, saklar kemudian dibuka untuk mencegah muatan mengalir ke resistor. Beda
potensial pada kapasitor mula-mula V0 = Q0/C, dengan C adalah kapasitansi. Karena
tidak ada arus ketika saklar terbuka, tidak ada beda potensial pada resistor.
Saklar ditutup ke posisi S2 pada waktu t = 0. Karena kini terdapat beda potensial
pada resistor, maka ada arus yang melewati resistor. Arus mula-mula adalah

V0 Q
I0 0
R RC
[2.6]

Arus ini disebabkan oleh aliran muatan dari plat positif kapasitor ke plat negatif
kapasitor melalui resistor. Setelah beberapa waktu, muatan pada kapasitor berkurang.
Karena muatan pada kapasitor berkurang, dengan mengambil arah arus searah jarum
jam sebagai positif, besar arus sama dengan laju pengurangan muatan. jika Q adalah
muatan pada kapasitor pada suatu waktu, arus pada waktu tersebut adalah

dQ
I
dt
[2.7]

Aturan loop Kirchhoff memberikan :

Q
IR0
C
[2.8]

di mana Q dan I merupakan fungsi waktu dan dihubungkan oleh Persamaan [2.7].
Substitusi dQ / dt untuk I dalam Persamaan [2.8], diperoleh

Q dQ dQ 1
R 0 Q
C dt dt RC
atau [2.9]

Dan dengan sedikit matematika untuk memisahkan variabel-variabel Q dan t,


diperoleh

Q (t ) Q0 e t / RC Q0 e t /

Atau [2.10]

V (t ) V0 e t / RC V0 e t /

di mana adalah konstanta waktu kapasitif, = RC, yaitu waktu yang dibutuhkan oleh
muatan untuk berkurang menjadi 1/e dari nilai awalnya.
Arus bisa diperoleh dengan mendiferensialkan Persamaan [2.10] :

dQ Q
I 0 e t / RC
dt RC
[2.11]

atau

V0 t / R C
I e I 0 e t /
R
[2.12]

di mana I0 = Q0/RC = V0 /R adalah arus mula-mula. Arus juga menurun secara


eksponensial terhadap waktu dan jatuh hingga 1/e dari nilai awalnya setelah t = =
RC. Tipe penurunan ini disebut penurunan eksponensial, sangat umum terjadi di alam.
Hal ini terjadi pada laju di mana suatu kuantitas berkurang sebanding dengan kuantitas
itu sendiri.
Gambar 3.3 (a) dan (b) menunjukkan kurva pengosongan muatan pada kapasitor
dalam rangkaian RC sebagai fungsi waktu.

Gambar 3.3. (a) Plot tegangan pada kapasitor sebagai fungsi waktu untuk proses pelepasan
muatan; (b) Plot arus terhadap waktu untuk proses pelepasan muatan.

(Bakri, 2016).

Dalam analisa rangkaian transient perlu dibedakan tiga daerah waktu yaitu:
1. Sesaat sebelum dilakukan perubahan pada rangkaian (Yang dimaksud perubahan
adalah posisi dari saklar pada rangkaian) yang dilambangkan pada saat t(0-)
2. Saat terjadinya perubahan yang dilambangkan pada saat t(0)..
3. Sesaat setelah terjadinya perubahan yang dilambangkan pada saat t(0+).

(Hasibuan, 2007)

METODE PERCOBAAN
Alat dan Bahan
1. Komutator (Double Trew Switch) 1 buah
2. Elco (Kapasitor Elektrolit) 1 buah
3. Resistor 1 buah
4. Stopwatch 1 buah
5. Power Supply 10V dc 1 buah
6. Voltmeter 0-50 Vdc 1 buah
7. Ampremeter 0-1 Adc 1 buah
8. Kabel penghubung 8 buah

Identifikasi Variabel
1. Variabel kontrol: Hambatan ( ), Kapasitor ( F ), dan Tegangan sumber (Volt).
2. Variabel manipulasi: Waktu (s)
3. Variabel respon: Tegangan (Volt), dan Kuat arus (mA)

Definisi Operasional Variabel


1. Hambatan yang digunakan pada praktikum ini ialah resistor cincin yang berwarna
orange, orange, orange dan emas yang berarti spesifikasi dari resistor cincin ialah 33 x
103 5%. Resistor berfungsi untuk menghambat arus listrik dan resistor atau

hambatan bersatuan ohm ( )


2. Dalam praktikum ini kapasitor berfungsi sebagai objek untuk melakukan
penyimpangan dan pengosongan muatan untuk membuktikan arus transien. Kapasitor
yang digunakan pada praktikum ini ialah elco atau kapasitor elektrolit. Nilai yang
tertera pada kapasitor elektrolit adalah 4700 F . Satuan dari kapasitor ialah Farad

(F).
3. Tegangan sumber ialah suatu sumber tegangan yang menghasilkan arus listrik
sehingga terdapat muatan yang mengalir dari power supply ke kapasitor elektrolit.
Besarnya tegangan sumber yang digunakan ialah 10 V. Satuan dari tegangan sumber
ialah Volt.
4. Waktu yang dimaskud dalam praktikum ini ialah selang waktu yang dibutuhkan untuk
melakukan proses pengisian dan pengosogan muatan kapasitor. Selang waktu yang
digunakan ialah setiap 10 detik hingga tercapai keadaan konstan atau hingga kuat arus
telah mencapai 0 konstan.
5. Tegangan adalah perbedaan potensial listrik antara dua titik dalam rangkaian listrik,
dan dinyatakan dalam satuan volt.Tegangan diukur menggunakan voltmeter
6. Kuat arus ialah banyaknya muatan listrik yg mengalir pada suatu penghantar dalam
waktu satu detik. Satuan umum dari kuat arus ialah Ampere (A) tetapi pada
paraktikum kami menggunakan mA sebagai satuan kuat arus. Kuat arus diukur
menggunakan amperemeter.

Prosedur Kerja
Pertama-tama semua komponen dispesifikasi terlebih dahulu dan menguji kelayakan
semua komponen yang akan digunakan. Kemudian komponen dirangkai seperti Gambar 3.4.
Gambar 3.4 Rangkaian untuk menguji arus transein

setelah dirangkai seperti gambar diatas, perhatikan nilai yang tertera pada voltmeter dan
amperemeter, apabila tidak tertera angka 0 pada kedua multimeter tersebut maka kapasitor
harus dihubung singkatkan terlebih dahulu hingga tertera angka 0 pada volmeter dan
amperemeter. Setelah tertera angka 0 pada kedua multimeter didapatkan maka proses
pengisian kapasitor sudah bisa dilakukan. Proses pengisian kapasitor dimulai dengan
mengatur posisi tegangan keluaran dari power supply yaitu sebesar 10 V, selanjutnya
bersamaan dengan ditutupnya saklar ke posisi A, stopwatch juga dinyalakan sekaligus
mencatat nilai tegangan dan kuat arus yang terbaca pada kedua multimeter (voltmeter dan
ampremeter) pada saar t=0. Pengukuran dan pembacaan tegangan dan kuat arus kemudian
dilanjutkan untuk setiap selang waktu 10 detik hingga tercapai keadaan konstan atau pada
saat nilai kuat arus telah mencapai 0 konstan. Setelah proses pengisian kapasitor dilakukan,
kemudian kegiatan dilanjutkan dengan proses pengosongan muatan kapasitor. Proses
pengosongan kapasitor dimulai dengan power supply diputuskan atau power supply
dimatikan kemudian bersamaan dengan saklar ditutup ke posisi B, stopwatch juga
dinyalakan sekaligus mencatat nilai tegangan dan kuat arus yang terbaca pada kedua
multimeter (voltmeter dan ampremeter) pada saat t=0. Pengukuran dan pembacaan tegangan
dan kuat arus kemudian dilanjutkan untuk setiap selang waktu 10 detik hingga tercapai
keadaan konstan atau pada saat nilai kuat arus telah mencapai 0 konstan.

Hasil Pengamatan
R=33 103 5

C=4700 F=4.7 103 F

=155.1 s

Tabel 1. Pengisian dan Pengosongan Muatan Kapasitor I.


Pengisian Muatan Kapasitor Pengosongan Muatan Kapasitor
No t (s) Vc (Volt) I (mA) No t (s) Vc (Volt) I (mA)
1. 0 |0,00 0,01| |0,29 0,01| 1. 0 |9,65 0,01| |0,29 0,01|
2. 10 |1,10 0,01| |0,27 0,01| 2. 10 |8,06 0,01| |0,26 0,01|
3. 20 |1,87 0,01| |0,25 0,01| 3. 20 |7,49 0,01| |0,24 0,01|
4. 30 |2,50 0,01| |0,22 0,01| 4. 30 |6,66 0,01| |0,22 0,01|
5. 40 |3,10 0,01| |0,20 0,01| 5. 40 |6,36 0,01| |0,20 0,01|
6. 50 |3,66 0,01| |0,19 0,01| 6. 50 |5,80 0,01| |0,19 0,01|
7. 60 |4,10 0,01| |0,17 0,01| 7. 60 |5,39 0,01| |0,17 0,01|
8. 70 |4,70 0,01| |0,16 0,01| 8. 70 |4,57 0,01| |0,14 0,01|
9. 80 |5,13 0,01| |0,14 0,01| 9. 80 |4,03 0,01| |0,13 0,01|
10. 90 |5,48 0,01| |0,13 0,01| 10. 90 |3,62 0,01| |0,12 0,01|
11. 100 |5,84 0,01| |0,12 0,01| 11. 100 |3,49 0,01| |0,11 0,01|
12. 110 |6,18 0,01| |0,11 0,01| 12. 110 |3,23 0,01| |0,10 0,01|
13. 120 |6,47 0,01| |0,10 0,01| 13. 120 |2,72 0,01| |0,09 0,01|
14. 130 |6,70 0,01| |0,09 0,01| 14. 130 |2,45 0,01| |0,08 0,01|
15. 140 |7,00 0,01| |0,08 0,01| 15. 140 |2,28 0,01| |0,08 0,01|
16. 150 |7,24 0,01| |0,08 0,01| 16. 150 |2,06 0,01| |0,07 0,01|
17. 160 |7,43 0,01| |0,07 0,01| 17. 160 |1,88 0,01| |0,07 0,01|
18. 170 |7,62 0,01| |0,07 0,01| 18. 170 |1,71 0,01| |0,06 0,01|
19. 180 |7,79 0,01| |0,06 0,01| 19. 180 |1,68 0,01| |0,05 0,01|
20. 190 |7,98 0,01| |0,06 0,01| 20. 190 |1,53 0,01| |0,05 0,01|
21. 200 |8,12 0,01| |0,05 0,01| 21. 200 |1,38 0,01| |0,05 0,01|
22. 210 |8,25 0,01| |0,05 0,01| 22. 210 |1,27 0,01| |0,05 0,01|
23. 220 |8,38 0,01| |0,05 0,01| 23. 220 |1,19 0,01| |0,04 0,01|
24. 230 |8,50 0,01| |0,04 0,01| 24. 230 |1,08 0,01| |0,04 0,01|
25. 240 |8,60 0,01| |0,04 0,01| 25. 240 |0,97 0,01| |0,03 0,01|
26. 250 |8,70 0,01| |0,03 0,01| 26. 250 |0,88 0,01| |0,03 0,01|
27. 260 |8,79 0,01| |0,03 0,01| 27. 260 |0,79 0,01| |0,03 0,01|
28. 270 |8,87 0,01| |0,03 0,01| 28. 270 |0,74 0,01| |0,03 0,01|
29. 280 |8,95 0,01| |0,03 0,01| 29. 280 |0,64 0,01| |0,02 0,01|

30. 290 |9,02 0,01| |0,02 0,01| 30. 290 |0,58 0,01| |0,02 0,01|
31. 300 |9,09 0,01| |0,02 0,01| 31. 300 |0,53 0,01| |0,02 0,01|
32. 310 |9,15 0,01| |0,02 0,01| 32. 310 |0,46 0,01| |0,01 0,01|
33. 320 |9,21 0,01| |0,02 0,01| 33. 320 |0,35 0,01| |0,01 0,01|
34. 330 |9,26 0,01| |0,02 0,01| 34. 330 |0,29 0,01| |0,01 0,01|
35. 340 |9,30 0,01| |0,01 0,01| 35. 340 |0,22 0,01| |0,01 0,01|
36. 350 |9,35 0,01| |0,01 0,01| 36. 350 |0,21 0,01| |0,01 0,01|
37. 360 |9,39 0,01| |0,01 0,01| 37. 360 |0,19 0,01| |0,00 0,01|
38. 370 |9,43 0,01| |0,01 0,01| 38. 370 |0,17 0,01| |0,00 0,01|
39. 380 |9,47 0,01| |0,01 0,01| 39. 380 |0,16 0,01| |0,00 0,01|
40. 390 |9,49 0,01| |0,01 0,01|
41. 400 |9,53 0,01| |0,01 0,01|
42. 410 |9,56 0,01| |0,01 0,01|
43. 420 |9,59 0,01| |0,01 0,01|
44. 430 |9,61 0,01| |0,00 0,01|
45. 440 |9,64 0,01| |0,00 0,01|
46. 450 |9,65 0,01| |0,00 0,01|

Tabel 2. Pengisian dan Pengosongan Muatan Kapasitor II.


Pengisian Muatan Kapasitor Pengosongan Muatan Kapasitor
No t (s) Vc (Volt) I (mA) No t (s) Vc (Volt) I (mA)
1. 0 |0,00 0,01| |0,30 0,01| 1. 0 |9,67 0,01| |0,29 0,01|
2. 10 |0,70 0,01| |0,28 0,01| 2. 10 |8.62 0,01| |0,26 0,01|
3. 20 |1,52 0,01| |0,25 0,01| 3. 20 |7,93 0,01| |0,24 0,01|
4. 30 |2,21 0,01| |0,23 0,01| 4. 30 |7,30 0,01| |0,22 0,01|
5. 40 |3,83 0,01| |0,21 0,01| 5. 40 |6,69 0,01| |0,20 0,01|
6. 50 |3,40 0,01| |0,19 0,01| 6. 50 |6,20 0,01| |0,18 0,01|
7. 60 |3,93 0,01| |0,18 0,01| 7. 60 |5,69 0,01| |0,17 0,01|
8. 70 |4,46 0,01| |0,17 0,01| 8. 70 |5,20 0,01| |0,15 0,01|
9. 80 |4,80 0,01| |0,15 0,01| 9. 80 |4,76 0,01| |0,14 0,01|
10. 90 |5,28 0,01| |0,14 0,01| 10. 90 |4,39 0,01| |0,13 0,01|
11. 100 |5,65 0,01| |0,13 0,01| 11. 100 |4,04 0,01| |0,12 0,01|
12. 110 |6,00 0,01| |0,11 0,01| 12. 110 |3,72 0,01| |0,11 0,01|
13. 120 |6,29 0,01| |0,11 0,01| 13. 120 |3,46 0,01| |0,10 0,01|
14. 130 |6,62 0,01| |0,10 0,01| 14. 130 |3,15 0,01| |0,09 0,01|
15. 140 |6,89 0,01| |0,09 0,01| 15. 140 |2,90 0,01| |0,08 0,01|
16. 150 |7,12 0,01| |0,08 0,01| 16. 150 |2,65 0,01| |0,07 0,01|
17. 160 |7,36 0,01| |0,08 0,01| 17. 160 |2,45 0,01| |0,07 0,01|
18. 170 |7,56 0,01| |0,07 0,01| 18. 170 |2,26 0,01| |0,07 0,01|
19. 180 |7,74 0,01| |0,07 0,01| 19. 180 |2,08 0,01| |0,06 0,01|
20. 190 |7,93 0,01| |0,06 0,01| 20. 190 |1,90 0,01| |0,05 0,01|
21. 200 |8,08 0,01| |0,05 0,01| 21. 200 |1,76 0,01| |0,05 0,01|
22. 210 |8,22 0,01| |0,05 0,01| 22. 210 |1,62 0,01| |0,04 0,01|
23. 220 |8,37 0,01| |0,05 0,01| 23. 220 |1,49 0,01| |0,04 0,01|
24. 230 |8,48 0,01| |0,04 0,01| 24. 230 |1,37 0,01| |0,04 0,01|
25. 240 |8,59 0,01| |0,04 0,01| 25. 240 |1,27 0,01| |0,03 0,01|
26. 250 |8,70 0,01| |0,03 0,01| 26. 250 |1,16 0,01| |0,03 0,01|
27. 260 |8,80 0,01| |0,03 0,01| 27. 260 |1,07 0,01| |0,03 0,01|
28. 270 |8,88 0,01| |0,03 0,01| 28. 270 |0,98 0,01| |0,03 0,01|
29. 280 |8,97 0,01| |0,03 0,01| 29. 280 |0,91 0,01| |0,02 0,01|
30. 290 |9,04 0,01| |0,03 0,01| 30. 290 |0,84 0,01| |0,02 0,01|

31. 300 |9,11 0,01| |0,02 0,01| 31. 300 |0,78 0,01| |0,02 0,01|
32. 310 |9,17 0,01| |0,02 0,01| 32. 310 |0,71 0,01| |0,02 0,01|
33. 320 |9,24 0,01| |0,02 0,01| 33. 320 |0,65 0,01| |0,02 0,01|
34. 330 |9,29 0,01| |0,01 0,01| 34. 330 |0,60 0,01| |0,01 0,01|
35. 340 |9,34 0,01| |0,01 0,01| 35. 340 |0,56 0,01| |0,01 0,01|
36. 350 |9,38 0,01| |0,01 0,01| 36. 350 |0,51 0,01| |0,01 0,01|
37. 360 |9,42 0,01| |0,01 0,01| 37. 360 |0,48 0,01| |0,01 0,01|
38. 370 |9,47 0,01| |0,01 0,01| 38. 370 |0,44 0,01| |0,01 0,01|
39. 380 |9,50 0,01| |0,01 0,01| 39. 380 |0,40 0,01| |0,01 0,01|
40. 390 |9,54 0,01| |0,01 0,01| 40. 390 |0,37 0,01| |0,01 0,01|
41. 400 |9,57 0,01| |0,01 0,01| 41. 400 |0,34 0,01| |0,01 0,01|
42. 410 |9,59 0,01| |0,01 0,01| 42. 410 |0,32 0,01| |0,00 0,01|
43. 420 |9,62 0,01| |0,00 0,01| 43. 420 |0,29 0,01| |0,00 0,01|
44. 430 |9,65 0,01| |0,00 0,01| 44. 430 |0,27 0,01| |0,00 0,01|
45. 440 |9,67 0,01| |0,00 0,01|

Tabel 3. Pengisian dan Pengosongan Muatan Kapasitor III.


Pengisian Muatan Kapasitor Pengosongan Muatan Kapasitor
No t (s) Vc (Volt) I (mA) No t (s) Vc (Volt) I (mA)
. .
1. 0 |0,00 0,01| |0,30 0,01| 1. 0 |9,67 0,01| |0,29 0,01|
2. 10 |0,85 0,01| |0,27 0,01| 2. 10 |7,62 0,01| |0,27 0,01|
3. 20 |1,53 0,01| |0,26 0,01| 3. 20 |7,13 0,01| |0,25 0,01|
4. 30 |2,23 0,01| |0,23 0,01| 4. 30 |6,60 0,01| |0,23 0,01|
5. 40 |3,84 0,01| |0,21 0,01| 5. 40 |6,06 0,01| |0,21 0,01|
6. 50 |3.42 0,01| |0,19 0,01| 6. 50 |5,43 0,01| |0,19 0,01|
7. 60 |3,92 0,01| |0,18 0,01| 7. 60 |5,00 0,01| |0,17 0,01|
8. 70 |4,45 0,01| |0,16 0,01| 8. 70 |4,54 0,01| |0,26 0,01|
9. 80 |4,89 0,01| |0,15 0,01| 9. 80 |4,16 0,01| |0,15 0,01|
10. 90 |5,38 0,01| |0,14 0,01| 10. 90 |3,80 0,01| |0,14 0,01|
11. 100 |5,66 0,01| |0,13 0,01| 11. 100 |3,44 0,01| |0,13 0,01|
12. 110 |6,00 0,01| |0,11 0,01| 12. 110 |3,20 0,01| |0,11 0,01|
13. 120 |6,31 0,01| |0,11 0,01| 13. 120 |2,93 0,01| |0,10 0,01|
14. 130 |6,60 0,01| |0,10 0,01| 14. 130 |2,70 0,01| |0,09 0,01|
15. 140 |6,87 0,01| |0,09 0,01| 15. 140 |2,43 0,01| |0,09 0,01|
16. 150 |7,10 0,01| |0,08 0,01| 16. 150 |2,20 0,01| |0,08 0,01|
17. 160 |7,32 0,01| |0,07 0,01| 17. 160 |2,00 0,01| |0,07 0,01|
18. 170 |7,53 0,01| |0,07 0,01| 18. 170 |1,83 0,01| |0,07 0,01|
19. 180 |7,72 0,01| |0,06 0,01| 19. 180 |1,68 0,01| |0,06 0,01|
20. 190 |7,88 0,01| |0,06 0,01| 20. 190 |1,51 0,01| |0,06 0,01|
21. 200 |8,06 0,01| |0,05 0,01| 21. 200 |1,37 0,01| |0,05 0,01|
22. 210 |8,20 0,01| |0,05 0,01| 22. 210 |1,24 0,01| |0,05 0,01|
23. 220 |8,35 0,01| |0,05 0,01| 23. 220 |1,15 0,01| |0,04 0,01|
24. 230 |8,46 0,01| |0,04 0,01| 24. 230 |1,04 0,01| |0,04 0,01|
25. 240 |8,58 0,01| |0,04 0,01| 25. 240 |0,95 0,01| |0,03 0,01|
26. 250 |8,69 0,01| |0,03 0,01| 26. 250 |0,84 0,01| |0,03 0,01|
27. 260 |8,79 0,01| |0,03 0,01| 27. 260 |0,78 0,01| |0,03 0,01|
28. 270 |8,88 0,01| |0,03 0,01| 28. 270 |0,70 0,01| |0,03 0,01|
29. 280 |8,96 0,01| |0,03 0,01| 29. 280 |0,67 0,01| |0,02 0,01|
30. 290 |9,04 0,01| |0,02 0,01| 30. 290 |0,56 0,01| |0,02 0,01|
31. 300 |9,10 0,01| |0,02 0,01| 31. 300 |0,52 0,01| |0,02 0,01|
32. 310 |9,17 0,01| |0,02 0,01| 32. 310 |0,47 0,01| |0,01 0,01|

33. 320 |9,23 0,01| |0,01 0,01| 33. 320 |0,43 0,01| |0,01 0,01|
34. 330 |9,28 0,01| |0,01 0,01| 34. 330 |0,39 0,01| |0,01 0,01|
35. 340 |9,33 0,01| |0,01 0,01| 35. 340 |0,35 0,01| |0,01 0,01|
36. 350 |9,38 0,01| |0,01 0,01| 36. 350 |0,30 0,01| |0,01 0,01|
37. 360 |9,42 0,01| |0,01 0,01| 37. 360 |0,26 0,01| |0,01 0,01|
38. 370 |9,47 0,01| |0,01 0,01| 38. 370 |0,24 0,01| |0,01 0,01|
39. 380 |9,50 0,01| |0,01 0,01| 39. 380 |0,22 0,01| |0,01 0,01|
40. 390 |9,54 0,01| |0,01 0,01| 40. 390 |0,19 0,01| |0,01 0,01|
41. 400 |9,57 0,01| |0,01 0,01| 41. 400 |0,17 0,01| |0,01 0,01|
42. 410 |9,59 0,01| |0,01 0,01| 42. 410 |0,15 0,01| |0,00 0,01|
43. 420 |9,62 0,01| |0,00 0,01| 43. 420 |0,14 0,01| |0,00 0,01|
44. 430 |9,64 0,01| |0,00 0,01| 44. 430 |0,10 0,01| |0,00 0,01|
45. 440 |9,67 0,01| |0,00 0,01|

Analisis Data
Pengukuran 1
1. Pengisian Muatan Kapasitor
a. Teori
teori =RC

teori =33000 . 4,7.103 F

teori =155,1 s

b. Pratikum
Tegangan (volt)
t=RC
t
V =V f (1e RC )
RC
RC
V =V f (1e )

V =V f (1e1 )

V =V f (10,37)

V =V f (0,63)

V =0,63 V max

V =0,63 9,65 volt


V =6,0795 volt
V =120 s

Kuat Arus (mA)


t=RC
t
I =I f (e RC )
RC
RC
I =I f (e )
1
I =I f (e )

I =I f (0,37)
I =0,37 I max

I =0,37 (0,29)mA
I =0,1073 mA
I =120 s

120 s+ 120 s
P=
2

P=120 s

| |
teori P
%diff = 100
teori + P
2

%diff = |155,1137,55
s120 s
| 100
%diff =25,52

c. Hubungan Log I dengan Waktu


y=mx +C
y=0,003 x+ 0,539
m=0,003
1
=RC=
2,3 m
1
=RC=
2,3(0,003)

=144,93 s

| |
teori P
diff = 100
teori + P
2

%diff = |155,1150,015
s144,93 s
| 100
%diff =6,78

2. Pengosongan Muatan Kapasitor


a. Teori
teori =RC

teori =33000 . 4,7.103 F

teori =155,1 s

b. Pratikum
Tegangan (volt)
t=RC
t
RC
V =V f (e )
RC
RC
V =V f (e )

V =V f (e1)

V =V f (0,37)

V =0,37 V max

V =0,37 9,65 volt


V =3,57 volt
V =108 s

Kuat Arus (mA)


t=RC
t
I =I f (e RC )
RC
RC
I =I f (e )
1
I =I f (e )

I =I f (0,37)

I =0,37 I max

I =0,37 (0,29) mA
I =0,1073 mA
I =116 s

108 s+ 116 s
P=
2
P=112 s

| |
teori P
%diff = 100
teori + P
2

%diff = |155,1138,55
s112 s
|100
%diff =23,89

c. Hubungan Log I dengan Waktu


y=mx +C
y=0,004 x +0,522
m=0,004
1
=RC=
2,3 m
1
=RC=
2,3(0,004)

=108.69 s

| |
teori P
diff = 100
teori + P
2

%diff = |155,1131,89
s108,69 s
| 100
%diff =35,19
9

5
Tegangan (V)
4

0
0 20 40 60 80 100 120 140 160 180 200 220 240 260 280 300 320 340 360 380 400 420 440

Waktu (s)
Grafik 1. Hubungan antara waktu dan tegangan pada data pengisian I
0.3

0.28

0.26

0.24

0.22

0.2

0.18

0.16
Kuat Arus (mA) 0.14

0.12

0.1

0.08

0.06

0.04

0.02

0
0 20 40 60 80 100 120 140 160 180 200 220 240 260 280 300 320 340 360 380 400 420 440

Waktu (s)
Grafik 2. Hubungan antara waktu dan kuat arus pada data pengisian I
-0.5
0 20 40 60 80 100 120 140 160 180 200 220 240 260 280 300 320 340 360 380 400 420
-0.6

-0.7

-0.8

-0.9

-1

-1.1

-1.2

Log Kuat Arus (mA) -1.3

-1.4

-1.5

-1.6

-1.7

-1.8

-1.9

-2

-2.1

Waktu (s)
Grafik 3. Hubungan antara waktu dan log kuat arus pada data pengisian I.

5
Tegangan (Volt)
4

0
0 20 40 60 80 100 120 140 160 180 200 220 240 260 280 300 320 340 360 380

Waktu (s)
Grafik 4. Hubungan antara waktu dan tegangan pada data pengosongan I.
0
0 20 40 60 80 100 120 140 160 180 200 220 240 260 280 300 320 340 360 380
-0.02

-0.04

-0.06

-0.08

-0.1

-0.12

Axis Title -0.14

-0.16

-0.18

-0.2

-0.22

-0.24

-0.26

-0.28

Waktu (s)
Grafik 5. Hubungan antara waktu dan kuat arus pada data pengosongan I

-0.5
-0.6 0 20 40 60 80 100 120 140 160 180 200 220 240 260 280 300 320 340 360

-0.7
-0.8
-0.9
-1
-1.1
-1.2
Log Kuat Arus (mA) -1.3
-1.4
-1.5
-1.6
-1.7
-1.8
-1.9
-2
-2.1

Waktu (s)
Grafik 6. Hubungan antara waktu dan log kuat arus pada data pengosongan I
Pengukuran 2
1. Pengisian Muatan Kapasitor
a. Teori
teori =RC
3
teori =33000 . 4,7.10 F

teori =155,1 s

b. Pratikum
Tegangan(volt)
t=RC
t
RC
V =V f (1e )
RC
RC
V =V f (1e )

V =V f (1e1 )

V =V f (10,37)

V =V f (0,63)

V =0,63 . V s

V =0,63 .9,67 V

V =6,09 V (proyeksikan ke sumbu x)


V =114 s

Kuat Arus (mA)


t=RC
t
I =I f (e RC )
RC
RC
I =I f (e )

I =I f (e1)

I =I f (0,37)

I =0,37 . I s

I =0,37 . 0,30 mA

I =0.11 s (proyeksikan ke sumbu x)


I =128 s

V + I
=
2

114 s +128 s
=
2

=121 s

diff = | |
teori praktik
100

diff = |155,1138,05 s |
s121 s
100

diff =24,70

c. Hubungan Log I dengan Waktu


y=mx +C
y=0,003 x+ 0,502
m=0,003
1
=RC=
2,3 m
1
=RC=
2,3(0,003)

=144,93 s

| |
teori P
diff = 100
teori + P
2

%diff = |155,1150,015
s144,93 s
| 100
%diff =6,78

2. Pengosongan Muatan Kapasitor


a. Teori
te ori=RC

teori =33000 . 4,7.103 F


teori =155,1 s

b. Pratikum
Tegangan (volt)
t=RC
t
V =V f (e RC )
RC
RC
V =V f (e )

V =V f (e1)

V =V f (0,37)

V =0,37 . V s

V =0,37 .9,67 V

V =3,58 V (proyeksikan ke sumbu x)


V =120 s

Kuat Arus (mA)


t=RC
t
I =I f (e RC )
RC
RC
I =I f (e )

I =I f (e1)

I =I f (0,37)

I =0,37 I max

I =0,37 (0,29) mA
I =0,1073 mA
I =116 s

V +I
P=
2

120 s+ 116 s
P=
2

P=118 s
| |
teori P
%diff =
teori + P
2

%diff = |155,1136,55 s |
s118 s
100

%diff =27,17

d. Hubungan Log I dengan Waktu


y=mx +C
y=0,003 x+ 0,537
m=0,003
1
=RC=
2,3 m
1
=RC=
2,3(0,003)
=144,93 s

| |
teori P
diff = 100
teori + P
2

%diff = |155,1150,015
s144,93 s
| 100
%diff =6,78
9

5
Tegangan (Volt)
4

0
0 20 40 60 80 100 120 140 160 180 200 220 240 260 280 300 320 340 360 380 400 420 440

Waktu (s)
Grafik 7. Hubungan antara waktu dan tegangan pada data pengisian II
0.3
0.28
0.26
0.24

0.22
0.2

0.18
0.16
Kuat Arus (mA) 0.14
0.12

0.1
0.08
0.06
0.04

0.02
0
0 20 40 60 80 100 120 140 160 180 200 220 240 260 280 300 320 340 360 380 400 420 440

Waktu (s)
Grafik 8. Hubungan antara waktu dan kuat arus pada data pengisian II.
-0.45
0 20 40 60 80 100 120 140 160 180 200 220 240 260 280 300 320 340 360 380 400 420
-0.55

-0.65

-0.75

-0.85

-0.95

-1.05

-1.15

Log Kuat Arus (mA) -1.25

-1.35

-1.45

-1.55

-1.65

-1.75

-1.85

-1.95

-2.05

Waktu (s)
Grafik 9. Hubungan antara waktu dan log kuat arus pada data pengisian II.
10.00

9.00

8.00

7.00

6.00

5.00
Tegangan (volt)
4.00

3.00

2.00

1.00

0.00
0 20 40 60 80 100 120 140 160 180 200 220 240 260 280 300 320 340 360 380 400 420 440

Waktu (s)
Grafik 10. Hubungan antara waktu dan tegangan pada data pengosongan II.

0 20 40 60 80 100 120 140 160 180 200 220 240 260 280 300 320 340 360 380 400 420 440

Axis Title

Waktu (s)
Grafik 11. Hubungan antara waktu dan kuat arus pada data pengosongan II.
-0.4
0 20 40 60 80 100 120 140 160 180 200 220 240 260 280 300 320 340 360 380 400
-0.5
-0.6
-0.7
-0.8
-0.9
-1
-1.1
-1.2
Log kuat arus (mA)
-1.3
-1.4
-1.5
-1.6
-1.7
-1.8
-1.9
-2
-2.1

Waktu (s)
Grafik 12. Hubungan antara waktu dan log kuat arus pada data pengosongan II.
Pengukuran 3
1. Pengisian Muatan Kapasitor
a. Teori
teori =RC
3
teori =33000 . 4,7.10 F

teori =155,1 s

b. Pratikum
Tegangan(volt)
t=RC
t
RC
V =V f (1e )
RC
RC
V =V f (1e )

V =V f (1e1 )

V =V f (10,37)

V =V f (0,63)

V =0,63 . V s

V =0,63 .9,67 V

V =6,09 V (proyeksikan ke sumbu x)


V =115 s

Kuat Arus (mA)


t=RC
t
I =I f (e RC )
RC
RC
I =I f (e )

I =I f (e1)

I =I f (0,37)

I =0,37 . I s

I =0,37 . 0,30 mA
I =0.11 s (proyeksikan ke sumbu x)

I =120 s

V + I
=
2

115 s+120 s
=
2

=117,5 s

diff = | |
teori praktik
100

diff = |155,1136,3
s117,5 s
s |100
diff =27,59

c. Hubungan Log I dengan Waktu


y=mx +C
y=0,004 x +0,501
m=0,004
1
=RC=
2,3 m
1
=RC=
2,3(0,004)

=108.69 s

| |
teori P
diff = 100
teori + P
2

%diff = |155,1131,89
s108,69 s
| 100
%diff =35,19
2. Pengosongan Muatan Kapasitor
c. Teori
t eori =RC

teori =33000 . 4,7.103 F

teori =155,1 s

d. Pratikum
Tegangan (volt)
t=RC
t
V =V f (e RC )
RC
RC
V =V f (e )

V =V f (e1)

V =V f (0,37)

V =0,37 . V s

V =0,37 .9,67 V

V =3,58 V (proyeksikan ke sumbu x)


V =100 s

Kuat Arus (mA)


t=RC
t
I =I f (e RC )
RC
RC
I =I f (e )
1
I =I f (e )

I =I f (0,37)

I =0,37 I max

I =0,37 (0,29) mA
I =0,1073 mA
I =104 s
V +I
P=
2

100 s+ 104 s
P=
2

P=102 s

| |
teori P
%diff =
teori + P
2

%diff = |155,1128,55 s |
s102 s
100

%diff =25,75

d. Hubungan Log I dengan Waktu


y=mx +C
y=0,004 x +0,503
m=0,004
1
=RC=
2,3 m
1
=RC=
2,3(0,004)

=108.69 s

| |
teori P
diff = 100
teori + P
2

%diff = |155,1131,89
s108,69 s
| 100
%diff =35,19
10

5
Tegangan (Volt)
4

0
0 30 60 90 120 150 180 210 240 270 300 330 360 390 420 450

Waktu (s)

Grafik 13. Hubungan antara waktu dan tegangan pada data pengisian III.
0.4

0.3

0.2
Kuat Arus (mA)

0.1

0
0 20 40 60 80 100 120 140 160 180 200 220 240 260 280 300 320 340 360 380 400 420 440

Waktu (s)
Grafik 14. Hubungan antara waktu dan kuat arus pada data pengisian III.
0
0 30 60 90 120 150 180 210 240 270 300 330 360 390 420
-0.1

-0.2

-0.3

-0.4

Log Kuat Arus (mA) -0.5

-0.6

-0.7

-0.8

-0.9

-1

Waktu (s)
Grafik 15. Hubungan antara waktu dan log kuat arus pada data pengisian III.
10.00

9.00

8.00

7.00

6.00

5.00
Tegangan (Volt)

4.00

3.00

2.00

1.00

0.00
0 30 60 90 120 150 180 210 240 270 300 330 360 390 420 450

Waktu (s)
Grafik 16. Hubungan antara waktu dan tegangan pada data pengosongan III.
0
0 20 40 60 80 100 120 140 160 180 200 220 240 260 280 300 320 340 360 380 400 420 440
-0.02

-0.04

-0.06

-0.08

-0.1

-0.12

Kuat Arus (mA) -0.14

-0.16

-0.18

-0.2

-0.22

-0.24

-0.26

-0.28

Waktu (s)

Grafik 17. Hubungan antara waktu d an kuat arus pada data pengosongan III.
0
-0.1 0 30 60 90 120 150 180 210 240 270 300 330 360 390 420
-0.2
-0.3
-0.4
-0.5
-0.6
-0.7
-0.8
-0.9
-1
Log Kuat Arus (mA) -1.1
-1.2
-1.3
-1.4
-1.5
-1.6
-1.7
-1.8
-1.9
-2
-2.1
-2.2

Waktu (s)

Grafik 18. Hubungan antara waktu dan log kuat arus pada data pengosongan III
PEMBAHASAN
Dalam praktikum mengenai arus transien terdapat tiga tujuan yaitu pertama mahasiswa
dapat mengetahui kurva arus dan tegangan terhadap waktu pengisian dan pengosongan
muatan pada kapasitor. Tujuan kedua ialah mahasiswa dapat mengetahui grafik pengisian
dan pengosongan muatan pada kapasitor. Dan ketiga ialah mahasiswa dapat mengetahui cara
untuk menetukan tetapan waktu kapasitif dan kapasitansi kapasitor berdasarkan kurva arus
dan tegangan terhadap waktu.
Dalam praktikum arus transien ini kami melakukan dua kegiatan yaitu kegiatan pengisian
kapasitor dan pengosongan kapasitor, dan juga kami melakukan pengukuran berulang yaitu
sebanyak tiga kali sehingga kami memiliki tiga buah data untuk pengisian dan pengosongan
muatan kapasitor. Pada praktikum ini kami menggunakan kapasitor berspesifikasi 4700
3
F dan sebuah resistor cincin berspesifikasi 33 10 5 . Sehingga kami

memperoleh nilai konstanta waktu kapasitif ( ) menurut teori ialah 155,1 sekon.
Pada kegiatan pengisian muatan kapasitor, kami memperoleh nilai konstanta waktu
kapasitif ( ) terhadap tegangan dalam data pertama ialah 120 s dan pada kuat arus

120 s teori dan praktikum dalam data


ialah sebesar sehingga besar %diff antara
pertama ialah 25,52% sedangkan pada analisis grafik hubungan antara Log I terhadap waktu
kami memperoleh nya sebesar 144,93 s besar %diff nya ialah 6,78 . Pada data

kedua untuk kegiatan pengisian muatan kapasitor kami memperoleh


tegangan ialah

114 s kuat arus 121 s teori dan


dan ialah sebasar sehingga besar %diff antara

praktikum dalam data kedua ialah 24,70 sedangkan pada analisis grafik hubungan

antara Log I terhadap waktu kami memperoleh nya sama besar dengan data

6,78 . Pada data ketiga kami memperoleh tegangan


pertamayakni sebesar ialah

115 s dan
kuat arus ialah sebasar 120 s sehingga besar %diff antara
teori dan

praktikum dalam data ketiga ialah 27,59 sedangkan untuk nilai konstanta waktu

kapasitif log I terhadap waktu, yang peroleh ialah sebesar 108.69 s sehinggan

%diffnya ialah 35,19 .

Pada kegiatan pengosongan muatan kapasitor, kami memperoleh nilai konstanta waktu
kapasitif ( ) terhadap tegangan dalam data pertama ialah 108 s dan pada kuat arus

ialah sebesar 116 s sehingga besar %diff antara


teori dan praktikum dalam data

pertama ialah 23,89% sedangkan pada analisis grafik hubungan antara Log I terhadap waktu
kami memperoleh nya sebesar 108,69 s besar %diff nya ialah 35,19 . Pada

data kedua untuk kegiatan pengisian muatan kapasitor kami memperoleh


tegangan ialah

120 s kuat arus 116 s teori dan


dan ialah sebasar sehingga besar %diff antara

praktikum dalam data kedua ialah 27,17 sedangkan pada analisis grafik hubungan

antara Log I terhadap waktu kami memperoleh nya yakni sebesar 6,78 . Pada data

tegangan 100 s kuat arus ialah sebasar 104 s


ketiga kami memperoleh ialah dan

sehingga besar %diff antara


teori dan praktikum dalam data ketiga ialah 25,75

sedangkan untuk nilai konstanta waktu kapasitif log I terhadap waktu, yang peroleh

ialah sebesar 108.69 s sehinggan %diffnya ialah 35,19 .

Besar nilai konstanta waktu kapasitif ( ) berdasarkan praktikum jika kita bandingkan

dengan besar nilai konstanta waktu kapasitif ( ) berdasarkan teori terdapat nilai %diff
yang lumayan jauh berbeda sehingga dapat disimpulkan hasil praktikum yang kami peroleh
melenceng dengan hasil teorinya. Hal tersebut dapat terjadi karena adanya kesalahan dari
praktikan dalam pengamatan nilai tegangan dan kuat arus serta waktu pada stopwatch.
Namun hasil praktikum yang kami peroleh telah sesuai dengan teori yang dimana pada
proses pengisian muatan kapasitor untuk tegangan mengalami peningkatan nilai yang
semakin lambat terhadap waktu dan pada kuat arus mengalami penurunan nilai yang
semakin lambat terhadap waktu hingga kuat arus mengalami keadaan konstan.

KESIMPULAN
1. Pada proses pengisian muatan kapasitor, bentuk kurva pada tegangan ialah kurva
naik atau berbanding lurus karena sedangkan pada kuat arus, bentuk kurvanya ialah
turun atau berbanding terbalik. Pada proses pengosongan muatan kapasitor, bentuk
kurva pada tegangan dan kuat arus adalah kurva turun atau berbanding terbalik.
2. Pada proses pengisian muatan kapasitor, hubungan antara tegangan terhadap waktu
adalah berbanding lurus artinya semakin banyak atau lamanya waktu yang
dibutuhkan maka tegangannya akan semakin besar pula begitupun sebaliknya
sedangkan hubungan antara kuat arus terhadap waktu ialah berbanding terbalik
artinya semakin besar atau lamanya waktu yang digunakan maka semakin kecil kuat
arusnya begitupun sebaliknya. Pada proses pengosongan muatan kapasitor, tegangan
maupun kuat arus berbanding terbalik terhadapat waktu yang berarti semakin besar
atau lamanya waktu yang digunakan maka semakin kecil kuat arusnya begitupun
sebaliknya.
3. Cara menentukan nilai konstanta waktu kapasitif ( ) berdasarkan kurva arus dan
tegangan pada proses pengisian ialah dengan menarik garis pada sumbu y dari hasil
perkalian 0, 63 untuk tegangan maksimum dan 0,37 untuk kuat arus maksimum lalu
hubungkan garis pada sumbu y ke sumbu x sehingga diperoleh nilai konstanta waktu
kapasitif terhadap tegangan dan kuat arus. Sedangkan pada proses pengosongan,
setelah menarik garis pada sumbu y dari hasil perkalian 0,37 untuk tegangan dan
kuat arus maksimum, garis pada sumbu y tersebut kemudian dihubungkan dengan
menarik garis lagi pada sumbu x sehingga diperoleh waktu tegangan dan kuat arus
dari pengosongan tersebut. Dan cara menentukan kapasitansi pada kapasitor ialah
dengan melihat langsung pada cover atau pembungkus kapasitornya, pada saat
praktikum kapasitor tidak terisi penuh karena untuk mengisi kapasitor secara penuh
yang sesuai dengan kapasitansinya membutuhkan waktu yang lama.

DAFTAR PUSTAKA
Bakri, Abdul Haris, M. Agus Martawijaya dan Muh. Saleh. 2015. Dasar-Dasar Elektronika.
Edukasi Mitra Grafika: Makassar.

Bakri, Abdul Haris dan Muh. Saleh. 2016. Penuntun Praktikum Elektronika Dasar 1.
Universitas Negeri Makassar: Makassar.

Hasibuan, Rachman dan Naemah Mubarakah. 2007. Rangkaian Listrik II. Universitas
Sumatera Utara: Medan.

Kanzzas, Eric. 2010. Rangkaian Transien. https://id.scribd.com/doc/36882519/Rangkaian-


transien diakses tanggal 29 Oktober 2016 pukul 21.13