Anda di halaman 1dari 6

Material Cetak Nonelastis

Impression Plaster
Merupakan beta-kalsium sulfat hemihidrat yg digunakan pada rasio p:w 0,65 0,6.
Sifat mudah mengalirnya membuat material ini cocok digunakan untuk mencetak
jaringan lunak pada keadaan tanpa tekanan (mukostatis). Sifatnya yg kaku
membuat material ini digunakan u/ cetakan awal/splinting transfer coping utilized
untuk memproduksi long-span implant-supporte prosthesis
Komposisi: untuk membuat plaster ini cocok digunakan sbg material cetak,
ekspansi & setting timenya harus dikontrol oleh compound tertentu untuk
menengahi sifat handlingnya
Ditambahkan potassium sulfat sbg agen anti-ekspansi untuk mengurangi setting
expansion & penghambat berupa boraks ditambahkan ke bubuk untuk
menyeimbangkan percepatan setting yg disebabkan oleh potassium sulfat & juga
utk mengontrol setting time
Ditambah pigmen berupa alizarin red supaya mudah dibedakan antara cetakan &
model

Impression Compound (Modelling plastic)


Merupakan material termoplastis dalam bentuk lembaran (merah) & stik (hijau, abu-abu,
atau merah). Warna menunjukan temperature fusing yang berbeda. Ada 2 tipe:

1. Tipe I lower-fusing material, untuk membuat cetakan di rongga mulut pasien


edentulous dalam bentuk lembaran/stik.
Lembaran Material ini dilunakkan dulu menggunakan panas, dimasukan ke
sendok cetak, dan ditempatkan pada jaringan sebelum menjadi keras karena
udara dingin
Stik merupakan material border moulding untuk SCP, digunakan sebelum
membuat cetakan akhir

2. Tipe II higher-fusing material, disebut jg sbg tray-compound, membutuhkan sifat


viskositas lebih besar. digunakan untuk mebentuk sendok cetak yg digunakan pd
rongga mulut untuk mendukung selapis tipis material cetak kedua (co: Pasta ZOE,
hidrokoloid, atau elastomer) dan untuk membuat cetakan awal jaringan lunak.
Komposisi: campuran wax, resin termoplastis, filler, dan agen pewarna. Ditambahkan
shellac, stearic acid & gutta-percha untuk meningkatkan
campuran wax & resin termoplastis sebagai bahan utama pembentuk matriks
ditambah filler yang meningkatkan viskositas dibawah suhu rongga mulut serta
memberi rigiditas di suhu ruangan. Terdapat shellac, stearic acid, dan gutta percha yg
berkontribusi thd sifat plastisitas & workability.

Manipulasi
Dengan melunakkan menggunakan panas. Kegunaannya berdasarkan respon material
thd perubahan suhu di lingkungan sekitarnya. Panasnya diperoleh dari api/air panas.
Apabila digunakan api (co: pd penggunaan stick compound), material harus digerakan
di atas api supaya tidak meleleh atau terbakar. Sama halnya saat material diletakan
di air hangat, kalau terlalu lama maka akan menyebabkan lelehnya komposisi molekul
ringan dari compound sehingga akan meningkatkan kerapuhan dan/atau massa yg
kasar
Apabila material dilunakan di air panas, temperaturnya harus sesuai supaya berubah
ke keadaan plastisnya pelan2. Material harus lunak secara keseluruhan saat diletakan
di sendok cetak, dan berada dlm keadaan plastis saat cetakannya sedang dibuat.
Ketika sendok cetak diletakan di mulut, harus dipegang dlm posisi pasif, hingga
cetakannya mendingin dibawah temperature fusi compound. Sendok cetak dibuka
hanya ketika cetakan mencapai temperature rongga mulut. Dapat disemprot air
dingin selama masih berada didlm mulut sampai materialnya sepenuhnya mengeras
sblm dikeluarkan dr rongga mulut

Pertimbangan penting penggunaan impression compound dgn baik


Material ini memiliki konduktivitas termal yg sangat rendah dibutuhkan waktu
yg cukup untuk mencapai selama pemanasan & pendinginan. Dapat terjadi
distrosi stress-induced apabila materialnya tidak didinginkan sebelum dibuka dr
rongga mulut krn bagian dalam cetakan akan tetap lunak ketika dibuka
cetakannya
Penggabungan air sbg akibat dr wet kneading menyebabkan flow yg berlebihan
pd suhu mulut, menyebabkan distorsi saat cetakannya dikeluarkan dr mulut
Sendok cetak yg digunakan harus kuat & kaku untuk mendukung material &
mencegah distrosi cetakan
Memiliki viskositas yg tinggi, shg membatasi kemampuan material untuk
mencetak bagian2 detail
Cetakan harus dicor sesegera mungkin, setidaknya selama 1 jam pertama
untuk meminimalisir adanya distrosi yg disebabkan kekenduran material, yg tjd
dlm waktu singkat
Dpt didesinfeksi dgn mencelupkan dlm larutan sodium hipoklorit, iodofor, atau
phenolic gluteraldehid. Direndam, dibilas, lalu dicor

Pasta ZOE
Tersedia dalam bentuk powder liquid atau 2 pasta. Memiliki setting shrinkage < 0,1%
tanpa perubahan yg signifikan setelahnya. Hal tsb membuat material ini memiliki
stabilitas dimensi yg baik, dan hasil cetakan dpt disimpan tanpa distorsi dlm beberapa
waktu. Pasta ZOE membuat cetakan yg akurat dgn detail permukaan yg baik krn
viskositasnya rendah sblm setting. Material ini bersifat nonelastis, sehingga bisa fraktur
dlm bentuk adanya undercut & set material tidak melekat pd dental plaster/stone.
Hasil cetakan harus dicelupkan di air hangat untuk memudahkan pelepasannya dari hasil
coran. Cetakan ini dpt didesinfeksi dgn mencelupkan dlm larutan basa gluteraldehid 2%,
kemudian dibilas & dituangkan bahan coran. Dianggap sbg material occlusal registrasion
yg paling stabil & akurat.
Zinc oksida, apabila terkontaminasi kelembaban, bereaksi dgn eugenol untuk
membentuk zinc eugenolate. Reaksi setting ini dipercepat dgn adanya air, kelembaban
tinggi, atau panas. Beberapa faktor tsb dpt dikontrol drg untuk
meningkatkan/menurunkan setting time. Material ini diklasifikasikan sbg hard paste (tipe
I) dan soft paste (tipe II) berdasarkan konsistensi, kekerasan, dan setting time
Manipulasinya dgn mencapur 2 pasta diatas oil-impervious paper atau mixing slab. Kalau
bentuknya tube pasta, jumlah pasta yg dikeluarkan harus sama panjangnya. Dicampur
dgn cement spatle

Material Cetak Elastis

Merupakan polimer karet yg berikatan secara cross-linked. Dapat dilonggarkan atau


ditekan sedikit & tetap berikatan tanpa adanya deformasi permanen yg signifikan,
seperti ketika sendok cetak diangkat dr mulut pasien. Material ini memiliki keuntungan
yaitu dlm hal akurasi memproduksi jar lunak & keras, bahkan dlm kondisi adanya
undercut. Merupakan material cetak yg paling umum digunakan utk membuat cetakan
awal & akhir pasien edentulous

Hidrokoloid Reversibel (Agar)

Dianggap sbg salah satu bahan cetak yg paling akurat utk mencetak fine details krn
viskositasnya rendah & dpt kembali bentuknya setelah defromasi di sekitar undercut.
Setting dari agar (gelasi) merupakan proses solidifikasi yg melibatkan perubahan fase
dari sol ke gel. Perubahan tsb disebabkan oleh perubahan temperature. Proses
pemanasan mengubah gel ke sol pada temperature pencairan dari 70C ke 100C, dan
selama pendinginan, sol berubah ke gel pada temperature gelasi -43C

Komposisi:
Tersedia dlm bentuk gel yg mengandung
Agar agen gel
Borax meningkatkan kekuatan
Potassium sulfat sbg pengeras gypsum, memberi permukaan yg baik untuk
model gips
Alkil benzoate pengawet
Air medium reaksi, merupakan bahan utama material (>80%)
Agen pewarna & perasa

Alginat
Merupakan material cetak yg paling sering digunakan, dibuat sbg pengganti agar krn
materialnya susah dicari selama perang dunia kedua. Mudah dimanipulasi tanpa
membutuhkan peralatan yg mahal, murah, dan nyaman kpd pasien. Digunakan sbg
material untuk membuat cetakan awal pd pasien edentulous. Karena viskositasnya tinggi
& kemampuannya untuk mengubah jaringan tinggi maka tdk digunakan sbg material
cetakan akhir dlm konsturksi GTP

Komposisi:
Potassium/sodium alginate larut dlm air & bereaksi dgn ion kalsium
Kalsium sulfat dihidrat sbg reactor, bereaksi dgn potassium alginate untuk
membentuk gel dihidrat alginate yg tdk larut
Zinc oksida partikel filler, mempengaruhi sifat & setting time alginate
Potassium titanium fluoride sbg akselerator, menetralkan efek menghalangi
hidrokoloid pada settingnya stone; dan meyakinkan qood quality surface pd model
Diatomaceous earth partikel filler, mengontrol konsistensi campuran dan
fleksibilitas set alginate
Trisodium fosfat penghambat, mengontrol settingtime untuk memproduksi
regular/fast-set alginate
Agen pewarna & perasa

Elastomer

Seluruh cetakan elastomer diindikasikan untuk membuat cetakan akhir yg akurat bagi
pasien edentulous ketika menggunakan custom tray. Tray dapat dibuat border moulding
dengan pemisah wax di tempatnya. Ketika batas di sekitar border sudah tepat, wax
spacer dihilangkan & tray adhesive diaplikasikan dan dibiarkan kering, kemudian drg
dapat memulai pembuatan cetakan akhir. Border moulding dapat dibuat menggunakan
modeling compound stick, atau dgn material elastomer dgn viskositas medium-to-high.
SCP harus memiliki border 2 -3 mm di perluasan sulkus untuk memungkinkan functional
moulding dari border SCP

Hal-hal yg harus diperhatikan saat menggunakan elastomer:


Tersedia dalam 2 pasta atau sebuah pasta & liquid
Pasta yg berbeda warna dikeluarkan melalui spiral mixing tip atau dgn panjang yg
sama di atas mixing pad
Setting terjadi melalui kombinasi polimerisasi perpanjangan rantai & ikatan cross-
linking bisa dengan reaksi kondensasi/adisi
Setiap tipe material elastomer lebih jauh mjd 4 kelas: light body (fluid-like),
medium/regular body, heavy body (konsistensi lebih kental), dan putty (extra
heavy, bentuknya seperti adonan)
Sebagai tambahan, terdapat 3 tipe sistem untuk mencampur katalis & basis
hand mixing, static automixing, dan dynamic mechanical mixing
Viskositas yang digunakan tergantung konsistensi jaringan yg akan dicetak
semakin jaringanya unsupported & bergerak, semakin cair material yg digunakan
untuk meminimalisir distorsi pd jaringan bergerak tsb. Untuk mencetak jaringan
lunak pd pasien edentulous dibawah tekanan minimum, digunakan material free-
flow dgn viskositas minimal (co: polisulfid/silicon adisi/polieter).
Polieter memiliki konsistensi yang heavy, meskipun terdapat modifier yang dpt
digunan utk membuatnya mjd lebih cair. Namun, polieter tidak tersedia dlm bbrp
kisaran viskositas seperti produk PVS.
Seluruh tipe elastomer mengalami shrinkage selama polimerisasi, dan material
dengan reaksi produk sisa (co: silicon kondensasi), mengalami kontraksi
tambahan. Polisulfid & silicon kondensasi memiliki perubahan dimensional tertinggi
selama seting, diikuti silicon adisi & polieter
Polisulfid

Merupakan sistem 2 pasta yg tersedia dlm konsistensi low, medium & high dan terbuat
dari basis & akselerator/reactor. Ketika pasta dicampurkan, tjd polimerisasi yg
mengakibatkan perpanjangan rantai & cross-linking dengan peningkatan berat molekul.
Setting terjadi ketika warna pasta telah berubah mjd coklat tua/coklat keabuan. Warna
ini merupakan hasil dari adanya lead oxide.
Reaksi kondensasinya sedikit eksotermis & menghasilkan produk sisa berupa air. Reaksi
juga dipercepat dgn peningkatan temperature & adanya kelembaban. Oleh karena itu
hasil cetakan harus langsung dicor selama 1 jam utk meminimalisir perubahan
dimensional.
Polisulfid menghasilkan detail yg baik. Material ini memiliki working time yg panjang,
fleksibilitas yg baik, dan tear strength yg tinggi. Namun, sifatnya hidrofobik shg penting
untuk mengeringkan jaringan sblm pencetakan dimulai. Material ini berantakan, bisa
menimbulkan stain pada kain, dan baunya tidak enak

Silikon Kondensasi

Tersedia dalam sistem 2 pasta, atau pasta basis & katalis dgn viskositas rendah. Terseda
dlm konsistensi rendah & sangat tinggi.
Komponen dasar SK: polidimetilsiloksan. Elastomer ini dibentuk melalui ikatan cross-
linking antara grup terminal hidroksil polimer silicon & alkil silikat dlm adanya
stannous/tin octoate. Hal ini mengakibatkan pembentukan jaringan polimer 3 dimensi.
Sisa produknya: etil alcohol

Silikon Adisi (PVS)


Tersedia dlm konsistensi low, medium, high, dan very high.