Anda di halaman 1dari 4

A.

Judul : Penggunaan Neraca


B. Tujuan : Terampil mengukur atau mengukur berat bedan dengan menggunakan berbagi
macam neraca
C. Dasar Teori :
Neraca adalah suatu alat untuk mengetahui suatu massa (berat) suatu benda dalam satuan
gram. Alat yang digunakan untuk mengetahui massa (berat) suatu benda dalam satuan ons, Kg,
Kw, dan ton, disebut timbangan, misal timbangan kue, timbangan kodok, timbangan lengan
(dacin), dan timbangan mobil. Neraca dapat dibedakan menjadi beberapa macam.
a. Berdasarkan cara kerjanya
1. Neraca mekanik : bekerja secara mekanik
2. Neraca elektrik : bekerja dengan menggunakan tenaga listrik
b. Berdasarkan kapasitas dan ketelitiannya
1. Neraca semianalitik (neraca kasar) : kapasitas sekitar 300 gram dan ketelitiannya
0.01-0.1 gram
2. Neraca analitik : kapasitas sekitar 10 gram dan ketelitian sampai dengan
0,0001 gram
c. Berdasarkan angka yang dilaporkan
1. Neraca digital : melaporkan angka digital
2. Neraca nondigital : melaporkan angka nondigital
d. Berdasarkan bentuk fisiknya
1. Neraca emas : untuk menimbang emas
2. Neraca hangingpan : miliki piring timbang
3. Neraca dua lengan : double beam
4. Neraca empat lengan : kuantle beam
5. Neraca portable
6. Neraca analitik

Akurasi dari masing-masing neraca harus ditera secara periodic (satu tahun satu kali).
Lembaga yang bertugas untuk menguji atau merena akurasi suatu neraca adalah Dinas
Meterologi. Macam dan karakteristik masing-masing neraca dapat diketahui ketika praktikum
penggunaan berbagai macam neraca. Kapasitas maksimal dan ketelitian suatu neraca biasanya
tercantum pada neraca tersebut.
D. Cara Penggunaan Neraca
Secara umum penggunaan neraca analitik sebagai berikut:
1. Bersihkan piring neraca dari debu atau sisa bahan
2. Aturlah agar posisi jarum neraca tepat seimbang (jarum menunjukkan skala nol)
3. Timbanglah tempat bahan (botol, cawan, serta timbangan)
4. Masukkan bahan dalam tempat bahan dan timbang sesuai keperluan
5. Setelah selesai menimbang bersihkan sisa bahan atau debu dan kembalikan neraca pada posisi
Semula (skala menunjukkan angka nol)
Catatan :
1. untuk neraca elektrik digital setelah menimbang tempat bahan neraca bisa dinolkan dengan
menekan tombol zero, kemudian langsung menimbang bahan sesuai yang diinginkan.
2. untuk mengaturt posisi neraca analitik perlu dilakukan langkah-langkah sebagai berikut.
a. pastikan neraca berada pada meja yang tidak bergoyang.
b. aturlah posisi neraca analitik dengan memutar baut pada kaki neraca dan memperhatikan
gelembung neraca pada waterpass tepat dalam lingkaran ( )
E. Kegiatan Praktikum Neraca
Alat : 1. Neraca Tiga Lengan (2 buah)
2. Neraca Empat Lengan (2 buah)
3. Neraca Portable (2 buah)
4. Neraca Elektrik Analitik (1 buah)
Bahan : 1. Tepung (100 gram)
2. Kertas timbang
3. Cincin
4. Bolpoin
5. Penggaris
6. Penghapus
F. Langkah kerja
1. lakukan pengamatan terhadap semua neraca yang disediakan, kemudian tentukan :
a. jenis/kategori neraca
b. ketelitian atau kepekaan neraca
c. kapasitas neraca
d. merk dan tipe neraca
e. catatlah hasil pengamatan dalam table pengamatan yang sesuai.
2. timbanglah 3 macam benda (penghapus, pensil, bolpoin) dengan menggunakan 3 macam
neraca yang sejenis. Bandingkanlah hasil penimbangan tersebut dalam suatu table yang sesuai.
3. timbanglah 0.2 gram serbuk amilum/tepung dengan neraca semianalitik atau neraca kasar.
Selanjutnya timbanglah bahan tersebut menggunakan neraca semianalitik yang lain, kemudian
dengan neraca analitik. Bandingkan hasil penimbangan tersebut dalam table yang sesuai.

G. Bahan Diskusi

1. Proses penimbangan benda pada langkah ke 2 lebih mudah


daripadapenimbangan benda langkah ke 3. Beri penjelasan pada penyataan
tersebut ?
Jawaban:
Karena pada percobaan kedua menggunakan alat tulis
(bolpoin,pensil,penghapus) hanya perlu menimbang dan massa benda nya
tidak ditentukan.Sedangkan pada pecobaan ke tiga yang ditimbang adalah
tepung 0,2 gram pada proses ini kita harus menimbang tepung sehingga
mencapai massa yang ditentukan. Proses ini lebih sulit karena pada saat kita
mengukur tepung harus berhati-hati supaya massa tepung sesuai dengan
ketentuan.

2. Untuk menimbang 0.2 gram serbuk amilum/tepung dengan menggunakan


neraca semi analitik lebih mudah dari pada neraca analitik, mengapa
demikian?
Jawaban :
Untuk menimbang 0.2 gram serbuk amilum/tepung lebih mudah
mengguakan neraca semi annalitik karena pada neraca ini memiliki ketelitian
0,1 lebih rendah dari pada neraca analitik yang memiliki ketelitian 0,01 lebih
tinggi dari pada neraca semi analitik sehingga dalam hal ini untuk mengukur
berat benda kepekaan neraca analitik lebih tinggi dari pada neraca semi
analitik bahkan pada neraca analitik faktor udara dapat mempengaruhi berat
dari benda yang di ukur beratnya.
3. Mengapa hasil penimbangan benda yang sama dengan neraca yang sejenis
dapat menghasilkan massa yang berbeda?
Jawaban:
Karena neraca semi analitik yang digunakan (3L,4L dan Portable)
memilik ketelitian yang berbeda pada masing-masing neraca. Contohnya,
pada neraca 3L ketelitiannya 0,1.Pada neraca 4L ketelitiannya 0,01. Dan
pada neraca portable ketelitiannya 0,1 (sama dengan neraca 3L).Tiap-tiap
neraca selain memiliki ketelitian yang berbeda juga memiliki kapasitas berat
benda maksimum yang berbeda dan mungkin saja saat kita melakukan
percobaan ada kesalahan saat melakukan poses re-zero terjadi human error.
Maksudnya,saat melakukan percobaan meggunakan neraca 3L atau 4L
ketika kita melakukan re-zero titik kesetimbangannya belum tepat.

4. Manakah yang lebih besar antara hasil penimbangan suatubenda dengan


neraca semianalitik dan neraca analitik? Mengapa demikian?
Jawaban :
Hasil penimbangan lebih besar dengan mengguaka neraca analitik di
bandingkan dengan neraca semi analitik, dikarenakan ketelitian neraca
analitik lebih tinggi dari pada neraca semi analitik sehingga apabila kelebihan
berat benda sekecil apapun dapat di ketahui.

5. Apakah yang harus dpertimbangkan dalam memilih jenis neraca yang akan
digunakan untuk menentukan massa suatu benda?
Jawaban:
1. Merk dan tipe neraca (karena merk dan tipe pada neraca menunjukkan
kualitas bahan dasarnya dan kreadibilitasnya)
2. Ketelitian pada neraca (karena semakin tinggi ketelitian pada neraca
semakin teliti neraca tersebut)
3. kapasitas pada neraca (supaya kita tidak menimbang barang melebihi
kapasitas maksimum neraca tersebut )

6. Dalam suatu penelitian. Anda akan mengukur pertambahan berat anak ayam
setiap hari selama 10 hari, timbangan apakah yang paling tepat anda
gunakan? Berikan penjelesan!
Jawaban :
Untuk percobaan pada penelitian pertambahan berat anak ayam
setiap hari selama 10 hari ini kita dapat mengunakan neraca semi analitik 4
lengan. Hal ini karena disamping ketelitiannya yang cukup tinggi yakni 0,01
juga lebih aman di bandingkan neraca portable.