Anda di halaman 1dari 4

Penuntun Eksperimen Fisika 1

Laboratorium Fisika FMIPA UNM 2010/2011

UNIT VIII
INTERFEROMETER MICHELSON
A. TUJUAN
1. Mamahami prinsip dasar Interferometer Michelson.
2. Mengukur panjang gelombang () sumber cahaya yang digunakan.

B. ALAT DAN BAHAN


1. Basic Interferometer.
2. Laser He Ne.
3. Laser Alignment Bench.
4. Interferometer accessories, component holder, calibrated polarizers.

C. TEORI SINGKAT
Berkas cahaya pada hakekatnya merupakan osilasi gelombang dari medan
listrik dan medan magnet. Bila dua atau lebih berkas cahaya bertemu, kedua
medan tersebut bergabung menurut Prinsip Superposisi, yang diamati sebagai
gejala Interferensi.
Thomas Young adalah fisikawan pertama yang mendisain cara untuk
mengamati gejala interferensi berdasarkan prinsip superposisi. Beliau meloloskan
seberkas cahaya pada celah tunggal yang sempit dan jatuh pada dua celah yang
berdekatan. Di belakang celah, Young memasang layar. Percobaan tersebut
menegaskan bukti penting bahwa cahaya pada hakekatnya bersifat sebagai
gelombang (prinsip Huygens).
Tahun 1881, A. A. Michelson membangun Interferometer berdasarkan
prinsip percobaan Young. Gagasan utamanya adalah untuk menguji keberadaan
ether, media hipotetik tempat perambatan gelombang cahaya. Beliau bersama
Morley, membuktikan bahwa ether hanyalah angan-angan belaka.
Gambar 1 dan Gambar 2 memperlihatkan perangkat percobaan
Interferometer Michelson dan diagram interferometer Michelson. Dari gambar 2
tersebut nampak bahwa berkas cahaya laser menumbuk Beam-Splitter yang
memantulkan 50 % cahaya yang datang dan meneruskan 50 % sisanya.

Interferometer Michelson 44
Penuntun Eksperimen Fisika 1
Laboratorium Fisika FMIPA UNM 2010/2011

Gambar 1. Perangkat Percobaan Interferometer Michelson

Viewing Screen

Compensate M1
Beam Splitter
Plate

Laser
Lens
Movable Mirror

Adjustable
M2 Mirror

Gambar 2. Diagram Skematik Interferometer Michelson

Berkas cahaya pantul bergerak menuju M2, dan berkas cahaya transmisi bergerak
menuju M1. kedua cermin tersebut kemudian memantulkan kembali berkas cahaya
ke Beam-Splitter. Setengah dari masing-masing berkas cahaya pantul dari M1 dan

Interferometer Michelson 45
Penuntun Eksperimen Fisika 1
Laboratorium Fisika FMIPA UNM 2010/2011

M2 ditransmisikan ke Viewing-Screen, dan teramati dalam pola lingkaran gelap


terang konsentris.Oleh karena berkas cahaya interferensi bersumber dari berkas
yang sama, maka pada dasarnya sefase. Perbedaan fase relatif pada saat bertemu
bergantung pada panjang lintasan optiknya. Panjang lintasan optik berkas cahaya
pantul dapat diubah dengan menggerakkan M1. Karena berkas cahaya bergerak
antara M1 dengan Beam-Splitter dua kali, maka menggerakkan M1 sejauh
menuju Beam-Splitter akan mengurangi lintasan optik sebesar . Pada kondisi
tersebut, pola interferensi berubah, jari-jari maksimum menurun dan menempati
posisi minima sebelumnya.
Dengan menggerakkan cermin perlahan-lahan sejauh dm, dan menghitung
N, banyaknya pola interferensi yang kembali ke kondisi awal, maka panjang
gelombang cahaya dapat dihitung sebagai berikut.
2 dm
(1)
N

D. CARA KERJA
1. Atur posisi laser dan interferometer untuk modus Michelson (lakukan atas
bantuan pembimbing). Susunan yang benar seperti pada gambar 2.
2. Atur tombol micrometer pada penunjukan menengah (misalnya 50 m).
3. Putar tombol micrometer satu putaran berlawanan arah jarum jam hingga
titik nol pada micrometer sejajar dengan tanda indeks. Catat penunjukan
micrometer pada posisi tersebut.
4. Atur posisi viewing screen sehingga salah satu tanda pada skala millimeter
segaris dengan frinji pola interferensi.
5. Putar tombol micrometer searah jarum jam. Hitunglah jumlah frinji yang
melewati tanda referensi yang telah anda buat (minimal 20 frinji).
6. Catatlah dm. Ingat, setiap divisi kecil pada micrometer sebanding dengan
10-6 meter pada jarak gerakan cermin.
7. Catat N, jumlah transmisi frinji.
8. Ulangi langkah (3) sampai dengan (7) minimal 10 kali.
9. Buatlah tabel pengamatan anda.
10. Hitung dan rata-ratakanlah nilai yang anda peroleh.

Interferometer Michelson 46
Penuntun Eksperimen Fisika 1
Laboratorium Fisika FMIPA UNM 2010/2011

E. PERTANYAAN
1. Tuliskan dengan singkat bagaimana Interferometer Michelson digunakan
untuk membuktikan keberadaan ether.
2. Tuliskan penjabaran untuk membuktikan bahwa persamaan-persamaan
interferometer didasarkan pada prinsip superposisi gelombang celah
ganda Young.

Interferometer Michelson 47