Anda di halaman 1dari 3

STANDAR KOMPETENSI KHUSUS KEGAWATDARURATAN

KODE UNIT KES.AGD.001.01


:
JUDUL UNIT Melakukan Tindakan Kegawatdaruratan pada
: Gangguan Airway dan Breathing
DESKRIPSI UNIT Kompetensi ini berkaitan dengan kemampuan
: perawat dalam melaksankan tindakan
kegawatdaruratan gangguan jalan nafas dan
pernafasan pasien.

ELEMEN KRITERIA UNJUK KERJA


1. Mengidentifikasi 1.1. Kondisi pasien diidentifikasi
masalah gangguan 1.2. Macam sumbatan jalan nafas diidentifikasi
airway.
2. Melakukan 2.1. Pembebasan jalan nafas dilakukan berdasarkan
pembebasan jalan macam sumbatan yang telah diidentifikasi.
nafas. 2.2. Jalan nafas dijaga dengan melalui pengelolaan
jalan nafas
2.2.1 Jalan nafas manual
2.2.2. Jalan nafas sementara
2.2.3. Jalan nafas definitif
2.3. Tindakan alternatif dilakukan jika pengelolaan
jalan nafas tidak berhasil.
3. Mengidentifikasi 3.1. Kondisi pernafasan pasien dinilai dan diperiksa
masalah 3.2. Masalah pernafasan pasien ditentukan.
pernafasan.
4. Melakukan 4.1. Pemberian oksigen diberikan dengan
pengelolaan menggunakan peralatan terapi oksigen yang
breathing. sesuai dengan kondisi pasien.
4.2. pemberian nafas buatan diberikan jika
pernafasan tidak adekuat dan henti nafas.
5. Melakukan 5.1. Keberhasilan Tindakan pembebasan Jalan
evaluasi nafas dan pernafasan pasien dievaluasi.
5.2. Tindak lanjut ditetapkan.
6. Melakukan 6.1. Tindakan pembebasan jalan nafas dan kondisi
pelaporan dan pernafasan dilaporkan kepada tim/rujukan.
pendokumentasian 6.2. Pendokumentasian dilakukan berdasarkan
aturan yang berlaku.

BATASAN VARIABEL:

1. Konteks variabel

Kondisi pasien : Sadar atau tidak sadar, suara nafas, sianosis, tanda
meliputi tercekik.

Macam : - Obstruksi total karena benda asing


sumbatan jalan -Obstruksi partial karena cairan (darah, sekret,
nafas bisa saja aspirasi lambung dan lainnya) atau pangkal lidah.

Pengelolaan : Tindakan untuk membebaskan dan


jalan nafas mempertahankan jalan nafas
adalah
Jalan nafas : - Meminta penderita batuk
manual meliputi -Back blow
-Abdominal thrust/Heimlich manuver
- Chest thrust
-Pediatric FBAO Treatment
-Suction
- Jaw trhrust
- Chin lift

Jalan nafas : -Naso pharingeal airway (NPA)


sementara -Oro pharingeal airway (OPA)
terdiri atas
Jalan nafas : - Naso tracheal airway
definitif terdiri -Oro tracheal airway
atas -Cricothyroidotomi/Trakheostomi

Jalan nafas : Look, listen, feel


dinilai dengan
cara
Jalan nafas : Inspeksi, auskultasi, perkusi, palpasi
diperiksa
Peralatan terapi : Nasal canule, face mask, non reabreathing mask,
oksigen ventury mask
Nafas buatan : Pernafaan mulut ke mulut atau menggunakan bag
dintaranya valve mask
(bagging)

Keberhasilan : Irama nafas, suara nafas, kedalaman nafas,


tindakan frekwensi nafas,
meliputi kesadaran pasien, perfusi jaringan, capilary refill.

2. Peralatan dan perlengkapan

Peralatan yang diperlukan diantaranya:


a. Sarung tangan
b. Alat suction dan canul suction soft
c. Oro Pharingeal airway
d. Endotracheal tube (ETT)
e. Needle cricothyroidotomi
f. Laringeal mask airway (LMA)
g. Peralatan terapi oksigen
h. Bag valve mask
i. Phantom

3. Peraturan yang diperlukan


a. UU Kesehatan
b. Permenkes no. 148 tahun 2011 tentang praktek perawat

4. Norma dan standar


a. SOP penatalaksanaan airway dan breathing
b. Etika Keperawatan
c. AHA 2010
d. ATLS American surgeon College
PANDUAN PENILAIAN:

1. Konteks penilaian
a. Penilaian dilakukan dalam lingkungan yang aman
b. Penilaian dilakukan dilingkungan yang disimulasikan

2. Persyaratan kompetensi yang harus dimiliki sebelumnya


a. Kes.PG01.007.01 Melakukan pengkajian keperawatan yang sistematis
b. Kes. PG02.035.01 Memfasilitasi pemenuhan kebutuhan oksigenasi

3. Pengetahuan yang harus dikuasai


a. Anatomi dan fisiologi jalan nafas
b. Pengertian airway dan breathing
c. Penyebab gangguan airway
d. Komplikasi intubasi endotrachea
e. Penyebab gangguan breathing

4. Keterampilan yang harus dikuasai


a. Melakukan tehnik manual menjaga airway pada bayi/anak dan dewasa
b. Tehnik menjaga airway dengan alat bantu sementara
c. Tehnik menjaga airway dengan alat bantu definitive
d. Cara penilaian pernafasan
e. Cara melakukan pernafasan buatan pada dengan atau dengan ETT
f. Pemberian oksigen tambahan pada pasien gawat darurat

5. Sikap Kerja yang harus ditampilkan


a. Teliti dan respon time
b. Ketepatan dalam menentukan tindakan

6. Aspek kritis yang menentukan keberhasilan pekerjaan


a. Ketepatan dalam menjaga/mempertahankan kepatenan jalan nafas
b. Ketepatan dalam memberikan dosis oksigen