Anda di halaman 1dari 2

2.

Asransi dapat mengelola resiko secara efektif, asuransi meningkatkan standar standa dengan
mening katkan standar standar yang ada dengan memberikan tekanan terhadap factor factor
yang mungkin menyebabkan ketidaknyamanan. Menurut Association Of British Insurens,
Asuransi memberikan lima keuntungan setrategis secara tidak langsung (indirectly) pada
masyarakat yaitu

Kebebasan dari hal yang dapat merusak struktur asset dan kewajiban seorang indifidu
maupun bisnis.
Keamanan di rumah dan tempat kerja dari ancaman kecelakaan.
Kesehatan yang lebih baik dari infestasi tambahan pada biata medis dan penekanan pada
rehabilitasi
Kekayaan melalui dukungan terhadap semangant entrepreneur, inovasi dan pengambilan
resiko.
Fleksibilitas dengan adanya kesesuaian dengan kondisi individu dan menghasilkan hidup
ekonomi dan sosil yang tidak terlalu tergantung pada tindakan pemerintah.

Dua masalah yang menghalangi perusahaan asuransi dari kerja yang sempurna adalah.

Masalah pertama adalah pemilihan yang tidak menguntungkan: orng yang meiliki resiko tinggi
lebih memilih untuk mengasuransikan dirinya dibandingkan dengan orang lain yang memiliki
resiko yang rendah.

Masalah kedua adalah bahaya moral : Setelah orang orang membeli asuransi mereka menjadi
kurang berhati hati mengenai prilaku beresiko

Perusahaan asuransi menyadari permasalahan tersebut dan harga asuransi menggambarkan resiko
aktual yang dihadapi oleh perusahaan asuransi . harga asuransi yang tinggi adalah alasan.
Khususnya bagi mereka yang mengetahui bahwa resiko mereka rendah, memutuskan untuk tidak
membeli asuransi dan malah menghadapi ketidakpastian dalam hidup dengan kemampuan
mereka sendiri.

3. Diversifikasi adalah pengurangn resiko yang dilakukan dengan menukarkan resiko tunggal
dengan jumlah resiko yang tidak berhubungan dalam jumlah yang besar.

Untuk portofolio dengan saham tunggal , standar defiasinya adalah 49 persen. Dari 1 saham ke
10 saham mengeliminasi sekita setengah resikonya. Dari 10 saham ke 20 saham mengurangi
resiko lainnya sebanyak 13 persen. Ketika jumlah saham meningkat, resiko terus menurun
walaupun pengurangan risiko setelah 100 atau 120 saham jumlahnya sangat kecil.

4. Saham sebagai instrument investasi memiliki resiko yang jauh lebih tinggi daripada obligasi,
dikarenakan bahwa nilai dari saham memiliki tingkat fluktuatif yang sangat tinggi (saham pada
jam pembukaan bursa efek dengan jam penutupan memiliki kemungkinan yang cukup besar
untuk mempunyai nilai yang berbeda) disebabkan oleh karena selain dipengaruhi oleh
perusahaan sendiri namun juga banyak faktor pasar lainnya yang menentukan fluktuasi dari nilai
saham itu sendiri, sementara obligasi memiliki tingkat fluktuatif yang relatif rendah karena
return yang diberikan juga tidak terlalu tinggi, berbeda dengan saham yang memiliki tingkat
return yang relatif tinggi.

Yang memberikan rata rata keuntungan lebih tinggi adalah saham karena selain deviden
keuntungan lain yang didapat oleh pemegang saham adala capital gain yaitu selisih harga jual
dengan harga beli apabila saham tersebut diperjualbelikan di pasar sekunder. Misal saham dibeli
dengan harga per lembar Rp 3000,- kemudian dijual dengan harga Rp 3.300,-.berarti investor
mendapat capital gain sebesar Rp 300,- atas saham yang telah dijualnya.

5. faktor faktor yang harus analis saham lakukan dalam menentukan nilai sebuah saham adalah

Kinerja perusahaan yang stabil dalam jangka panjang


memperkirakan berapa kira-kira pertumbuhan ekuitas dan laba bersih perusahaan
kedepannya,
perusahaan dengan track record kinerja yang bagus

6.