Anda di halaman 1dari 6

Pertemuan Ke : 9 10

Judul Praktikum : Analisis 3-Dimensi


Hari / Tanggal : Senin / 18 April 2016
Tempat : Laboratorium
Nama Anggota : Zio Pardanu (F1D214006)
: Esa Habi Nugraha (F1D214028)

Prinsip Teori
3D analist merupakan salah satu modul yang ada pada software Arc View
fungsinya untuk melakukan analisis data berupa data yang berbentuk 3
dimensi.Analis 3D menyediakan alat untuk membuat, memvisualisasikan, dan
menganalisa data GIS dalam konteks tiga-dimensi (3D).
Kemampuan 3D dengan Analis :
Melihat data GIS pada dunia 3D menggunakan ArcGlobe.
Melihat data GIS dalam pandangan planimetrik 3D menggunakan Arc Scene.
Parameter GIS data menggunakan jarak 3D.
Membangun dan memelihara permukaan fungsional, seperti dataset medan
dibangun dari LIDAR.
Menganalisa permukaan, seperti kemiringan dan aspek.
Mengimpor data 3D dari berbagai sumber, seperti bangunan multipatch
dibangun di SketchUp.
Mengedit dan memelihara data vektor 3D, seperti membangun jaringan
transportasi interior.
Gunakan alat interaktif untuk membuat permintaan 3D, seperti mengukur
ketinggian dalam 3D.

Dalam GIS tiga dimensi, objek spasial oleh X, Y, Z tiga sumbu untuk
mendefinisikan, itu didefinisikan dengan tujuan GIS dua dimensi pada bidang dua
dimensi memiliki sifat yang sama sekali berbeda. Dalam GIS dua dimensi saat ini
dalam elemen-elemen yang ada ruang dimensi 0,1,2 harus ekspansi tiga-dimensi,
mengatakan peningkatan informasi tiga dimensi geometris, sementara meningkatkan
tubuh elemen tiga dimensi untuk mewakili target. Tujuan ditetapkan oleh koordinat
tiga dimensi ruang begitu berbeda dari hubungan GIS spasial dua dimensi, tingkat
kerumitan yang lebih tinggi. GIS Dua-dimensi untuk pesawat dengan ruang terbatas -
saling eksklusif - klasifikasi lengkap didasarkan pada permukaan divisi, GIS tiga-
dimensi untuk ruang tiga-dimensi terbatas - saling eksklusif - klasifikasi lengkap
didasarkan pada tubuh divisi, yang, melalui analisis (tunggal) dibagi struktur tiga-
dimensi dari vektor GIS hubungan topologi antara unsur-unsur geometris, Qing-Yuan
disederhanakan yang diusulkan lima topologi . Kinerja 3D visualisasi GIS jauh lebih
kompleks daripada GIS dua dimensi, sehingga ada visualisasi tiga-dimensi khusus
dari teori, algoritma dan sistem

Tujuan Praktikum
1. Memahami cara melakukan analisis 3D pada suatu data spasial atau peta.
Metode Pelaksanaan Praktikum
1. Alat
Personal computer (PC)
2. Bahan
Shapefile Batas Area_studi dan data DEM SRTM Wilayah Provinsi Jambi
3. Prosedur kerja :
1. Potong data DEM SRTM Wilayah Provinsi Jambi dengan shapefile
Batas_Area_studi dengan cara: ArcToolbox Spatial Analyst Tools
Extraction Extract by Mask. muncul jendela Extract by Mask lalu
isi :
Input raster = srtm_57_13.tif
Input raster or feature mask data = Batas_Area_studi
Output raster = SRTM_batas_area_studi
Lalu ok.
2. Buat kontur dengan interval 25 berdasarkan data DEM SRTM Area_studi.
Data tersebut harus dalam sistem proyeksi yang sama yaitu Mercartor
(UTM_Zone_47S).
Lakukan trasformasi koordinat data raster dengan cara: ArcToolbox
Data Management Tools Projections and Transformations Raster
Project Raster muncul jendela Project Raster isi kolom/field
sesuai data yang diperlukan. OK.
Tutup semua project tanpa menyimpan dan buat New Map File dengan
memanggil srtm_57_13.tif. klik ArcToolbox Spatial Analyst Tools
Suface Contour muncul jendela Contour isi :
Input raster = srtm_57_13.tif
Output polyline features = (nama file baru hasil analisis kontur)
Contour interval = 25 lalu OK
3. Add shapefile kontur yang telah dibuat.
4. Aktifkan ekstensi 3D Analyst dengan mengklik Customize Ekstensions
beri centang pada 3D Analyst close. Selanjutnya klik Customize
Toolbars beri centang pada 3D Analyst.
5. Pada ArcToolbox klik 3D Analyst Tools TIN Management Create TIN.
Selanjutnya akan muncul jendela Create TIN.
Pada Output TIN isi nama file baru dan folder penyimpanan.
Pada Spatial Reference isi (Sistem Proyeksi Mercartor)
Pada Input Feature Class isi nama file dengan file kontur). Pastikan
pada height_field adalah CONTOUR
6. Selanjutnya klik OK, tunggu hingga proses selesai.
7. Tampilkan file TIN hasil analisis.
8. Untuk membuat tampilan 3-Dimensi dapat dilakukan dengan menjalankan
ArcScene yaitu dengan meng-klik icon
9. Jika view ArcScene telah muncul, Add data TIN yang telah dibuat tadi.
10. Data yang ditampilkan memiliki gradasi warna standar. Untuk merubah earna
dengan cara; klik kanan file TIN di Table Of Contens Properties. Di
jendela Properties Tab Symbology. Matikan centang Edge types dan Faces.
Klik Tab Add Face elevation with graduated color ramp Add close.
Jumlah kelas dan interval tiap kelas dapat diatur dengan mengklik Classify.
Kemudian klik Apply OK.
11. Beri kesan 3-Dimensi yang baik, dengan cara klik kanan Properties
masuk ke Tab Base Height. Pada Factor to convert layer elevation values
to scene units isi dengan nilai 3. Apply OK.
Hasil dan Pembahasan
A. Hasil
Hasil TIN dengan Edge

Hasil TIN dengan Elevasi

Hasil TIN 3D pada ArcSense


B. Pembahasan
Pada praktikum kali ini kita akan melakukan analisis 3 dimensi dimana kita dapat
melihat peta yg sebelumnya 2 dimensi menjadi 3 dimensi. Dalam membuat analisis 3
dimensi kita sebelumnya harus mempunyai data ketinggian atau data elevasi yang
akan kita analisis secara 3 dimensi.

Hal pertama yang akan kita lakukan adalah membuat kontur dari data ketinggian
yang kita miliki dan pastikan data tersebut berada dalam sistem proyeksi Mercartor.
Kemudian kita akan membuat file TIN (Triangulated Irregular Network) yang
merupakan struktur data digital yang digunakan untuk menyajikan bentuk permukaan
bumi secara 3 dimensi. Kemudian kita membuat data TIN dengan menggunakan
toolbox 3D Analyst Tools. Untuk menampilkan data 3 dimensi data TIN kita
menggunakan ArcSense. Dengan mengubah properties dari data TIN pada
symbology kita matikan Edges types and Faces. Klik tab add dan pilih face elevation
with graduated color ramp. Untuk memberikan kesan 3 dimensi maka kita dapat
melakukan pembesaran skala vertikal dengan mengubah properties, pada tab Base
Heigh ubah nilai Factor to Convert layer elevation value to scene unit menjadi 3.

Pada data yang kami analisis yaitu daerah kabupaten kerinci yang ada pada zona 47S
adalah merupakan daerah dataran tinggi dimana pada daerah ini terdapat bukit dan
pegunungan yang tinggi serta dataran di antara bukit. Dalam ilmu geologi daerah ini
merupakan daerah pegunungan dimana daerah ini dapat terbentuk akibat adanya
aktivitas tektobik lempeng.

Kesimpulan
Maka dari hasil praktium minggu lalu dapat disimpulkan bahwa dalam
membuat tampilan suatu data dalam bentuk 3D dapat menggunakan data kontur atau
data TIN, dimana data tersebut akan membentuk 3D berdasarkan ketinggian (elevasi)
data. Sehingga seseorang akan lebih mudah menginterpretasikan keadaan suatu
wilayah dalam bentuk 3D.
Saran
Praktikan terlebih dahulu harus memahami dan membaca langkah-langkah
membuat tampilan 3D. Agar praktikan dapat mengefisienkan waktu praktikum dan
praktikum dapat berjalan dengan baik.

Daftar Pustaka
Anonim. 2012. Wilmy nsoha .blogspot.com/2013/08pengelolahandata-sig-
mnggunakan-tiga.html?m=1

Anonim. 2012. 3d Analist http://anandaegiwulan.blogspot.co.id/2012/10/3d-


analist.html

(diakses online pada tanggal 21 April 2016)

Anda mungkin juga menyukai