Anda di halaman 1dari 10

LAPORAN PRAKTIKUM

Mata Kuliah : Komputasi Geodetik 1


Kode Kelas : 02
Nama Dosen : Dudy Darmawan Wijaya
Materi Praktikum : Pengenalan Matlab

NIM : 15115035 Nama : Irvan Syahroni

TEKNIK GEODESI DAN GEOMATIKA FAKULTAS

ILMU DAN TEKNOLOGI KEBUMIAN INSTITUT

TEKNOLOGI BANDUNG
1. Tujuan
Tujuan dari praktikum komputasi geodetik ini adalah :

a) Mengaplikasikan dasar-dasar dalam aplikasi Matlab dalam penyelesaian masalah


dalam Geodesi dan Geomatika.
b) Menentukan panjang radius lengkung meridian (M) dan radius lengkung
vertical utama (N) suatu titik dari berbagai macam datum.

2. Teori Singkat
2.1. Matlab
MATLAB (Matrix Laboratory) adalah sebuah lingkungan komputasi
numerikal dan bahasa pemrograman komputer generasi keempat. Dikembangkan oleh The
MathWorks, MATLAB memungkinkan manipulasi matriks, pem-plot-an fungsi dan data,
implementasi algoritma, pembuatan antarmuka pengguna, dan peng-antarmuka-an dengan
program dalam bahasa lainnya.

Beberapa penggunaan operator aritmatika antara dua operand (A dan B) ditunjukkan pada
tabel berikut ini :

Operasi Simbol
Penambahan +
Pengurangan
Perkalian *
Pembagian / atau \
Perpangkatan ^

Matlab dapat memiliki beberapa operator untuk penyelesaian matriks. Berikut adalah
beberapa operator dalam penyelesaian matriks.

Perintah Keterangan Contoh


Det Menghasilkan determinan matriks Det(A)
Size Menghasilkan ukura matriks Size(A)
+ Menjumlahkan matriks C=A+B
* Mengalikan matriks C=A*B
Mengalikan elemen dengan elemen, dengan ketentuan memiliki ukuran C = A .*
.* yang sama B
^ Memangkatkan matriks dengan suatu scalar C = A^ k
.^ Memangkatkan elemen per elemen matriks dengan scalar C = A .^ k
Transpose matriks A
./ Membagi elemen per elemen dengan ketentuan memiliki ukuran yang sama C = A ./ B
\ Menghasilkan solusi AX = B C=A\B
/ Menghasilkan solusi XA = B C=A/B
Menghasilkan invers matriks dengan ketentuan matriks merupakan matriks C=
Inv bujur sangkar Inv(A)
2.2. Garis Lengkung Meridian dan Garis Lengkung Vertikal Utama

Radius lengkung meridian adalah radius kelengkungan irisan normal di titik pada
permukaan bumi yang permukaan potongnya searah dengan garis meridian. Radius lengkung
meridian dapat dilihat pada gambar dibawah.

Radius lengkung meridian dapat dicari dengan persamaan berikut.

M

a 1 e2
1 e2 sin 2 2
3

Radius lengkung vertikal utama adalah radius kelengkungan irisan normal di titik pada
permukaan bumi yang permukaan potongnya tegak lurus dengan dengan garis meridian.
Radius lengkung vertikal utama dapat dilihat pada gambar 2.2
Radius lengkung vertikal utama dapat dicari dengan persamaan

a
N
1 e2 sin 2 2
1

3. Hasil dan Analisis


3.1. Hasil
Adapun hasil dari praktikum ini adalah sebuah program yang menghitung radius
lengkung meridian dan radius lengkung vertikal utama dari lintang yang sudah diketahui (
lintangnya yaitu 3 digit terakhir NIM = 350) dan dari beberapa referensi datum. Output dari
program ini yaitu matriks 2 kolom yang berisi radius lengkung meridian (M) dan radius
lengkung vertikal utama (N). Adapun hasil / output dari program yang dibuat adalah sebagai

berikut.
3.2. Analisis
Dari output / hasil yang telah dilampirkan diatas, dapat dilihat bahwa radius lengkung meridian dan
radius lengkung vertikal utama ditampilkan dalam bentuk matriks 2 x 1, dengan hasil = [ M N ]

a
N

1 Dapat dilihat bahwa M dan N dipengaruhi oleh variabel e, a, dan
2 2
1 e sin 2 a2
dimana e adalah eksentrisitas dan persamaannya adalah e =

M

a 1 e2 b 2
, a adalah jari jari a2

1 e2 sin 2 2
3

horizontal bumi, dan adalah lintang pada titik tertentu. Dari persamaan tersebut dapat
diketahui
bahwa untuk datum yang berbeda (a dan b yang berbeda) akan menghasilkan e yang berbeda
sehingga radius lengkung meridian (M) dan radius lengkung vertikal utama (N) juga akan
berbeda. Oleh karena itu, dapat dilihat pada hasil yang dilampirkan diatas bahwa M dan N
yang dihasilkan oleh datum yang berbeda menghasilkan M dan N yang berbeda. Adapun
editor / program untuk menghasilkan hasil yang sudah terlampir akan dibahas sebagai
berikut.

Tahap diatas adalah tahap mendeklarasikan variabel beserta konstanta yang terkandung dalam
variabel tersebut. Adapun matriks a (15x1) yaitu matriks yang berisi jari jari a bumi yang berasal
dari beberapa datum referensi dan matriks b (15x1) berisi jari jari b bumi yang berasal dari beberapa
datum referensi. Serta pendeklarasian lintang titik yang kita ambil (yaitu 350). Datum referensi yang
dipakai adalah datum buatan dengan a = 6378035 dan b = 6356035 dan datum referensi yang lainnya
yaitu dapat dilihat pada gambar berikut.
Pada gambar diatas dapat dilihat bahwa penulis menggunakan operator .* dan ./ untuk
mengalikan atau membagi matriks per elemennya (sudah terjelaskan pada teori singkat). Setelah
langkah program menghitung formula yang telah dicantumkan dengan data atau variabel yang telah
dideklarasikan diawal, langkah selanjutnya yaitu menampilkan hasilnya. Hasil yang dihasilkan dalam
program ini yaitu berupa matriks (15x2) dengan kolom pertama yaitu berisi garis lengkung meridian
(M) dan kolom kedua berisi garis lengkung vertikal utama (N). Adapun sintask untuk memunculkan
hasil pada program adalah sebagai berikut.

Adapun program secara utuhnya adalah sebagai berikut.

disp('Program mencari radius lengkung meridian (M) dan radius lengkung


vertikal utama (N)');
format long g
a = [ 6377563 %Airy
6377276 %Everest
6377397 %Bessel
6378206 %Clarke
6379200 %Helmert
6378388 %Hayford
6378206.4 %NAD-27
6378245 %Krassovsky
6378165 %WGS-60
6378145 %WGS-66
6378160 %WGS-67
6378135 %WGS-72
6378137 %WGS-80
6378137 %WGS-84
6378035] %Dari 3 digit belakang NIM
b = [6356257 %Airy
6356075 %Everest
6356079 %Bessel
6356584 %Clarke
356818 %Helmert
6356912 %HAyford
6356912 %NAD-27
6356863 %Krassovsky
6356783.3 %WGS-60
6356760 %WGS-66
6356774.5 %WGS-67
6356751 %WGS-72
6356752 %WGS-80
6356752 %WGS-84
6356035] %Dari 3 digit belakang NIM
l=deg2rad(35)
disp('u = dari 3 digit NIM terakhir');
e = sqrt( (a.^2 - b.^2)./a.^2);
N = a ./ (1 - (e.^2)*((sin(l))^2)).^0.5;
M = (a.*(1.- (e.^2)))./ (1 - (e.^2)*((sin (l))^2)).^1.5;
disp('Hasil radius lengkung meridian (M)'); disp(M);
disp('Hasil radius lengkung vertikal utama (N)'); disp(N);

4. Kesimpulan
Adapun kesimpulan dari praktikum ini adalah :
1. Matlab dapat menghitung berbagai persoalan, termasuk persoalan dalam jurusan Geodesi dan
Geomatika . Dalam praktikum modul 1 ini, penyelesaian masalahnya yaitu menentukan nilai
radius lengkung meridian (M) dan garis lengkung vertical utama (N) dengan lintang 3 digit
terakhir NIM praktikan.
2. Dari hasil perhitungan menggunakan Matlab garis lengkung meridian (M) dan garis
lengkung vertikal utama (N)
Hasil radius lengkung meridian (M) Hasil radius lengkung vertikal utama (N)
6355932.7476566 6384572.28937799
6355752.5720381 6384250.74718438
6355754.53756049 6384410.23705078
6356254.24208327 6385319.24486633
6356474.91369674 6386563.2640109
6356584.79186321 6385453.21482435
6356587.95424258 6385211.87330833
6356537.42925587 6385279.29135465
6356457.7338936 6385199.19266035
6356434.37625696 6385180.27827092
6356448.86765661 6385195.4427579
6356425.39360468 6385169.94929754
6356426.37619809 6385172.27827068
6356426.37619809 6385172.27827068
6355698.6224541 6385272.5965376