Anda di halaman 1dari 17

Nama : Wijayanti Setioputri

Kelas/No : X2/36

BATAS WILAYAH LAUT INDONESIA


Batas wilayah laut Indonesia Luas wilayah laut Indonesia sekitar 7.900.000 km2.
Ini berarti luas wilayah laut tersebut lebih dari empat kali luas daratannya. Sesuai
dengan Hukum Laut Internasional yang telah disepakati oleh PBB tahun 1982, batas
wilayah perairan laut Indonesia dapat dibedakan atas tiga macam, yaitu: batas laut
teritorial, batas landas kontinen, batas zona ekonomi (ZEE),dan zona tambahan.

Batas laut teritorial adalah garis khayal yang berjarak dua belas mil laut dari garis
dasar ke arah laut lepas. Garis dasar adalah garis khayal yang menghubungkan
titik-titik dari ujung-ujung pulau. Jarak titik yang satu dengan lainnya tidak boleh
lebih dari 200 mil laut. Jika ada dua negara atau lebih menguasai suatu lautan,
sedang lebar lautan tersebut kurang dari dua puluh.

Perkembangan Wilayah Laut Indonesia


Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia. Garis pantainya sekitar
81.000 km. Wilayah lautnya meliputi 5,8 juta km atau sekitar 70% dari luas total
wilayah Indonesia. Luas wilayah laut Indonesia terdiri atas 3,1 juta km luas laut
kedaulatan dan 2,7 juta km2 wilayah Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia
(ZEEI).Wilayah laut Indonesia pertama kali ditentukan dengan Territoriale Zee en
Maritime Kringen Ordonantie (TZMKO) tahun 1939. Berdasarkan TZMKO tahun 1939,
lebar laut wilayah perairan Indonesia hanya meliputi jalur-jalur laut yang
mengelilingi setiap pulau atau bagian pulau Indonesia. Lebar laut hanya 3 mil laut.
Artinya, antar pulau di Indonesia terdapat laut internasional yang memisahkan satu
pulau dengan pulau lainnya. Hal ini dapat mengancam persatuan dan kesatuan
bangsa.

Pada tanggal 13 Desember 1957 pemerintah Indonesia mengumumkan Deklarasi


Djoeanda. Inti dari Deklarasi Djuanda, yaitu sebagai

berikut :

a. Laut dan perairan di antara pulau-pulau menjadi pemersatu karena


menghubungkan pulau yang satu dengan yang lain.

b. Penarikan garis lurus pada titik terluar dari pulau terluar untuk menentukan
wilayah perairan Indonesia.

c. Batas-batas wilayah Indonesia diukur sejauh 12 mil dari garis dasar pantai pulau
terluar.

Pemerintah mengumumkan bahwa lebar laut Indonesia adalah 12 mil. Selanjutnya,


dengan Undang-Undang No. 4/Prp Tahun 1960 tentang Wilayah Perairan Indonesia
ditetapkan tentang laut wilayah Indonesia selebar 12 mil laut dari garis pangkal
lurus. Perairan Indonesia dikelilingi oleh garis pangkal yang menghubungkan titik-
titik terluar dari pulau terluar Indonesia.Pada tahun 1982 Konvensi Hukum Laut PBB
memberikan dasar hukum bagi negara-negara kepulauan untuk menentukan
batasan lautan sampai zona ekonomi eksklusif dan landas kontinen. Dengan dasar
ini suatu negara memiliki wewenang untuk mengeksploitasi sumber daya alam
yang ada di zona tersebut.

Berbagai sumber daya alam seperti perikanan, gas bumi, minyak bumi, dan bahan
tambang lainnya dapat dimanfaatkan oleh negara yang bersangkutan. Berikut ini
adalah gambar pembagian wilayah laut menurut Konvensi Hukum Laut PBB.
1. Zona Laut Teritorial
Zona laut teritorial adalah jalur laut yang berjarak 12 mil laut dari garis dasar ke
laut lepas. Garis dasar adalah garis khayal yang menghubungkan titik-titik dari
ujung-ujung pulau. Sebuah negara mempunyai kedaulatan sepenuhnya sampai
batas laut teritorial. Akan tetapi, negara tersebut harus menyediakan jalur
pelayaran lintas damai baik di atas maupun di bawah permukaan laut. Batas
teritorial Indonesia telah diumumkan sejak Deklarasi Djoeanda pada tanggal 13
Desember 1957.

2.Zona Landas Kontinen (continental shelf)


Landas kontinen adalah dasar laut yang merupakan lanjutan dari sebuah benua.
Landas kontinen memiliki kedalaman kurang dari 150 meter. Landas kontinen diukur
dari garis dasar, yaitu paling jauh 200 mil laut. Penentuan landas kontinen
Indonesia dilakukan dengan melakukan perjanjian dengan negara-negara tetangga.
Pada tahun 1973 pemerintah Indonesia mengeluarkan Undang-Undang Nomor 1
Tahun 1973 tentang Landas Kontinen Indonesia. Indonesia terletak di antara dua
landas kontinen, yaitu Benua Asia dan Australia. Pada zona ini suatu negara
mempunyai kewenangan untuk memanfaatkan sumber daya alam yang ada di
dalamnya. Negara tersebut juga harus menyediakan jalur pelayaran yang terjamin
keselamatan dan keamanannya.

3. Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE)


Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) adalah jalur laut selebar 200 mil laut ke arah laut
terbuka diukur dari garis dasar. Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia (ZEEI)
diumumkan pada tanggal 21 Maret 1980. Di zona ini negara Indonesia memiliki hak
untuk melakukan eksplorasi, eksploitasi, konservasi, dan pengelolaan sumber daya
alam yang ada. Eksplorasi adalah penyelidikan tentang sumber daya alam yang ada
di suatu daerah. Eksploitasi adalah pengusahaan atau mendayagunakan sumber
daya alam yang ada di suatu daerah. Konservasi adalah upaya pemeliharaan atau
perlindungan sumber daya alam supaya tidak mengalami kerusakan. Di zona ini
kebebasan pelayaran dan pemasangan kabel atau pipa di bawah permukaan laut
tetap diakui sesuai prinsip hukum laut internasional.

4.Zona tambahan
Zona tambahan adalah wilayah tambahan pengelolaan sejauh 12 mil dari batas luar
garis laut teritoral.pada wilayah ini Indonesia memiliki wewenang untuk
melaksanakan pengawasan dan penyelidikan seperlunya.
Menjaga Kelestarian Laut
Banyak sekali manfaat yang diberikan laut kepada manusia. Oleh karena itu,
pemerintah dan seluruh masyarakat harus menjaga kelestarian laut. Usaha-usaha
yang dapat dilakukan untuk menjaga kelestarian laut, yaitu antara lain :

Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 1974 tentang pengawasan pelaksanaan


eksplorasi (penyelidikan demi ilmu pengetahuan) dan eksploitasi (pemanfaatan)
minyak dan gas bumi di daerah lepas pantai.

Melarang penangkapan ikan dengan alat yang dapat merusak ekosistem laut,
seperti pukat harimau dan bahan peledak.

Mencegah pencemaran laut dengan pelarangan pembuangan limbah berbahaya ke


laut dan melakukan budidaya ikan.Perlindungan terhadap hewan-hewan
langka.Menanam pohon bakau untuk mencegah abrasi (pengikisan batuan oleh air)
pantai.Membuat terumbu karang sebagai tempat perkembangbiakan hewan-hewan
laut

PERBATASAN

Indonesia merupakan negara kepulauan dengan garis pantai sekitar 81.900


kilometer, memiliki wilayah perbatasan dengan banyak negara baik perbatasan
darat (kontinen) maupun laut (maritim). Batas darat wilayah Republik Indonesia
berbatasan langsung dengan negara-negara Malaysia, Papua New Guinea (PNG)
dan Timor Leste. Perbatasan darat Indonesia tersebar di tiga pulau, empat Provinsi
dan 15 kabupaten/kota yang masing-masing memiliki karakteristik perbatasan yang
berbeda-beda. Demikian pula negara tetangga yang berbatasannya baik bila
ditinjau dari segi kondisi sosial, ekonomi, politik maupun budayanya. Sedangkan
wilayah laut Indonesia berbatasan dengan 10 negara, yaitu India, Malaysia,
Singapura, Thailand, Vietnam, Filipina, Republik Palau, Australia, Timor Leste dan
Papua Nugini (PNG). Wilayah perbatasan laut pada umumnya berupa pulau-pulau
terluar yang jumlahnya 92 pulau dan termasuk pulau-pulau kecil. Beberapa
diantaranya masih perlu penataan dan pengelolaan yang lebih intensif karena
mempunyai kecenderungan permasalahan dengan negara tetangga.

Peraturan Presiden Nomor 7 Tahun 2005 tentang Rencana Pembangunan Jangka


Menengah Nasional (RPJM-Nasional 2004-2009) telah menetapkan arah dan
pengembangan wilayah Perbatasan Negara sebagai salah satu program prioritas
pembangunan nasional. Pembangunan wilayah perbatasan memiliki keterkaitan
yang sangat erat dengan misi pembangunan nasional, terutama untuk menjamin
keutuhan dan kedaulatan wilayah, pertahanan keamanan nasional, serta
meningkatkan kesejahteraan rakyat di wilayah perbatasan. Paradigma baru,
pengembangan wilayah-wilayah perbatasan adalah dengan mengubah arah
kebijakan pembangunan yang selama ini cenderung berorientasi inward
looking, menjadi outward looking sehingga wilayah tersebut dapat
dimanfaatkan sebagai pintu gerbang aktivitas ekonomi dan perdagangan dengan
negara tetangga. Pendekatan pembangunan wilayah Perbatasan Negara
menggunakan pendekatan kesejahteraan (prosperity approach) dengan tidak
meninggalkan pendekatan keamanan (security approach). Sedangkan program
pengembangan wilayah perbatasan (RPJM Nasional 2004-2009), bertujuan untuk :
(a) menjaga keutuhan wilayah NKRI melalui penetapan hak kedaulatan NKRI yang
dijamin oleh Hukum Internasional; (b) meningkatkan kesejahteraan masyarakat
setempat dengan menggali potensi ekonomi, sosial dan budaya serta keuntungan
lokasi geografis yang sangat strategis untuk berhubungan dengan negara tetangga.
Disamping itu permasalahan perbatasan juga dihadapkan pada permasalahan
keamanan seperti separatisme dan maraknya kegiatan-kegiatan ilegal.

Peraturan Presiden Nomor 39 Tahun 2005 tentang Rencana Kerja Pemerintah Tahun
2006 (RKP 2006) telah pula menempatkan pembangunan wilayah perbatasan
sebagai prioritas pertama dalam mengurangi disparitas pembangunan
antarwilayah, dengan program-program antara lain : Percepatan pembangunan
prasarana dan sarana di wilayah perbatasan, pulau-pulau kecil terisolir melalui
kegiatan : (i) pengarusutamaan DAK untuk wilayah perbatasan, terkait dengan
pendidikan, kesehatan, kelautan dan perikanan, irigsi, dan transportasi, (ii)
penerapan skim kewajiban layanan publik dan keperintisan untuk transportasi dan
kewajiban layanan untuk telekomunikasi serta listrik pedesaan; Pengembangan
ekonomi di wilayah Perbatasan Negara; Peningkatan keamanan dan kelancaran lalu
lintas orang dan barang di wilayah perbatasan, melalui kegiatan : (i) penetapan
garis batas negara dan garis batas administratif, (ii) peningkatan penyediaan
fasilitas kapabeanan, keimigrasian, karantina, komunikasi, informasi, dan
pertahanan di wilayah Perbatasan Negara (CIQS); Peningkatan kapasitas
kelembagaan pemerintah daerah yang secara adminstratif terletak di wilayah
Perbatasan Negara.

Komitmen pemerintah melalui kedua produk hukum ini pada kenyataannya belum
dapat dilaksanakan sebagaimana mestinya karena beberapa faktor yang saling
terkait, mulai dari segi politik, hukum, kelembagaan, sumberdaya, koordinasi, dan
faktor lainnya.

Sebagian besar wilayah perbatasan di Indonesia masih merupakan daerah


tertinggal dengan sarana dan prasarana sosial dan ekonomi yang masih sangat
terbatas. Pandangan dimasa lalu bahwa daerah perbatasan merupakan wilayah
yang perlu diawasi secara ketat karena menjadi tempat persembunyian para
pemberontak telah menjadikan paradigma pembangunan perbatasan lebih
mengutamakan pada pendekatan keamanan dari pada kesejahteraan. Sebagai
wilayah perbatasan di beberapa daerah menjadi tidak tersentuh oleh dinamika
sehingga pembangunan dan masyarakatnya pada umumnya miskin dan banyak
yang berorientasi kepada negara tetangga. Di lain pihak, salah satu negara
tetangga yaitu Malaysia, telah membangun pusat-pusat pertumbuhan dan koridor
perbatasannya melalui berbagai kegiatan ekonomi dan perdagangan yang telah
memberikan keuntungan bagi pemerintah maupun masyarakatnya. Demikian
juga Timor Leste, tidak tertutup kemungkinan dimasa mendatang dalam waktu
yang relatif singkat, melalui pemanfaatan dukungan internasional, akan menjadi
negara yang berkembang pesat, sehingga jika tidak diantisipasi provinsi NTT yang
ada di perbatasan dengan negara tersebut akan tetap tertinggal.

Dengan berlakunya perdagangan bebas baik ASEAN maupun internasional serta


kesepakatan serta kerjasama ekonomi baik regional maupun bilateral, maka
peluang ekonomi di beberapa wilayah perbatasan darat maupun laut menjadi lebih
terbuka dan perlu menjadi pertimbangan dalam upaya pengembangan wilayah
tersebut. Kerjasama sub-regional seperti AFTA (Asean Free Trade Area), IMS-GT
(Indonesia Malaysia Singapura Growth Triangle), IMT-GT (Indonesia Malaysia
Thailand Growth Triangle), BIMP-EAGA (Brunei, Indonesia, Malaysia, Philipina-East
Asian Growth Area) dan AIDA (Australia Indonesia Development Area) perlu
dimanfaatkan secara optimal sehingga memberikan keuntungan kedua belah pihak
secara seimbang. Untuk melaksanakan berbagai kerjasama ekonomi internasional
dan sub-regional tersebut Indonesia perlu menyiapkan berbagai kebijakan dan
langkah serta program pembangunan yang menyeluruh dan terpadu sehingga
Indonesia tidak akan tertinggal dari negara-negara tetangga yang menyebabkan
sumberdaya alam yang tersedia terutama di wilayah perbatasan akan tersedot
keluar tanpa memberikan keuntungan bagai masyarakat dan pemerintah. Sarana
dan prasarana ekonomi dan sosial yang dibutuhkan dalam rangka pelaksanaan
kerjasama bilateral dan sub-regional perlu disiapkan. Penyediaan sarana dan
prasarana ini tentunya membutuhkan biaya yang sangat besar, oleh karena itu
diperlukan penentuan prioritas baik lokasi maupun waktu pelaksanaannya.

Rencana Induk Pengelolaan Perbatasan ini diharapkan dapat memberikan prinsip-


prinsip pengembangan wilayah Perbatasan Negara sesuai dengan karakteristik
fungsionalnya untuk mengejar ketertinggalan dari daerah di sekitarnya yang lebih
berkembang ataupun untuk mensinergikan dengan perkembangan negara
tetangga. Selain itu, kebijakan dan strategi ini nantinya juga ditujukan untuk
menjaga atau mengamankan wilayah Perbatasan Negara dari upaya-upaya
eksploitasi sumberdaya alam yang berlebihan, baik yang dilakukan oleh masyarakat
maupun yang dilakukan dengan dorongan kepentingan negara tetangga, sehingga
kegiatan ekonomi dapat dilakukan secara lebih selektif dan optimal.

indonesia memiliki sekitar 17.504 pulau (menurut data tahun 2004; lihat pula:
jumlah pulau di Indonesia), sekitar 6.000 di antaranya tidak berpenghuni tetap,
menyebar sekitar katulistiwa, memberikan cuaca tropis. Pulau terpadat
penduduknya adalah pulau Jawa, di mana lebih dari setengah (65%) populasi
Indonesia. Indonesia terdiri dari 5 pulau besar, yaitu: Jawa, Sumatra, Kalimantan,
Sulawesi, dan Irian Jaya dan rangkaian pulau-pulau ini disebut pula sebagai
kepulauan Nusantara atau kepulauan Indonesia.

Peta garis kepulauan Indonesia, Deposit oleh Republik Indonesia pada daftar titik-
titik koordinat geografis berdasarkan pasal 47, ayat 9, dari Konvensi PBB tentang
Hukum Laut

Indonesia memiliki lebih dari 400 gunung berapi and 130 di antaranya termasuk
gunung berapi aktif. Sebagian dari gunung berapi terletak di dasar laut dan tidak
terlihat dari permukaan laut. Indonesia merupakan tempat pertemuan 2 rangkaian
gunung berapi aktif (Ring of Fire). Terdapat puluhan patahan aktif di wilayah
Indonesia.Daftar isi [sembunyikan]

Keadaan alam
Sebagian ahli membagi Indonesia atas tiga wilayah geografis utama yakni:

Kepulauan Sunda Besar meliputi pulau Jawa, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi.

Kepulauan Sunda Kecil meliputi Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.

Kepulauan Maluku dan Irian.

Pada zaman es terakhir, sebelum tahun 10.000 SM (Sebelum Masehi), pada bagian
barat Indonesia terdapat daratan Sunda yang terhubung ke benua Asia dan
memungkinkan fauna dan flora Asia berpindah ke bagian barat Indonesia. Di bagian
timur Indonesia, terdapat daratan Sahul yang terhubung ke benua Australia dan
memungkinkan fauna dan flora Australia berpindah ke bagian timur Indonesia. Pada
bagian tengah terdapat pulau-pulau yang terpisah dari kedua benua tersebut.

Karena hal tersebut maka ahli biogeografi membagi Indonesia atas kehidupan flora
dan fauna yakni:

Daratan Indonesia Bagian Barat dengan flora dan fauna yang sama dengan benua
Asia.

Daratan Indonesia Bagian Tengah (Wallacea) dengan flora dan fauna


endemik/hanya terdapat pada daerah tersebut.

Daratan Indonesia Bagian Timur dengan flora dan fauna yang sama dengan benua
Australia.

Ketiga bagian daratan tersebut dipisahkan oleh garis maya/imajiner yang dikenal
sebagai Garis Wallace-Weber, yaitu garis maya yang memisahkan Daratan
Indonesia Barat dengan daerah Wallacea (Indonesia Tengah), dan Garis Lyedekker,
yaitu garis maya yang memisahkan daerah Wallacea (Indonesia Tengah) dengan
daerah IndonesiaTimur.

Berdasarkan Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN) 1993, maka wilayah


Indonesia dibagi menjadi 2 kawasan pembangunan:

Kawasan Barat Indonesia. Terdiri dari Jawa, Sumatra, Kalimantan, Bali.

Kawasan Timur Indonesia. Terdiri dari Sulawesi, Maluku, Irian/Papua, Nusa Tenggara
Barat dan Nusa Tenggara Timur.
Terdiri atas pulau-pulau utama: Sumatra, Kalimantan, Jawa dan Sulawesi dan
dengan ribuan pulau-pulau sedang dan kecil berpenduduk maupun tak
berpenghuni. Wilayah ini merupakan konsentrasi penduduk Indonesia dan tempat
sebagian besar kegiatan ekonomi Indonesia berlangsung.

Pulau Sumatra, berdasarkan luas merupakan pulau terbesar keenam di dunia. Pulau
ini membujur dari barat laut ke arah tenggara dan melintasi khatulistiwa, seolah
membagi pulau Sumatra atas dua bagian, Sumatra belahan bumi utara dan
Sumatra belahan bumi selatan. Pegunungan Bukit Barisan dengan beberapa
puncaknya yang melebihi 3.000 m di atas permukaan laut, merupakan barisan
gunung berapi aktif, berjalan sepanjang sisi barat pulau dari ujung utara ke arah
selatan; sehingga membuat dataran di sisi barat pulau relatif sempit dengan pantai
yang terjal dan dalam ke arah Samudra Hindia dan dataran di sisi timur pulau yang
luas dan landai dengan pantai yang landai dan dangkal ke arah Selat Malaka, Selat
Bangka dan Laut China Selatan.

Di bagian utara pulau Sumatra berbatasan dengan Laut Andaman dan di bagian
selatan dengan Selat Sunda. Pulau Sumatra ditutupi oleh hutan tropik primer dan
hutan tropik sekunder yang lebat dengan tanah yang subur. Gungng berapi yang
tertinggi di Sumatra adalah Gunung Kerinci di Jambi, dan dengan gunung berapi
lainnya yang cukup terkenal yaitu Gunung Leuser di Nanggroe Aceh Darussalam
dan Gunung Dempo di perbatasan Sumatra Selatan dengan Bengkulu. Pulau
Sumatra merupakan kawasan episentrum gempa bumi karena dilintasi oleh patahan
kerak bumi disepanjang Bukit Barisan, yang disebut Patahan Sumatra; dan patahan
kerak bumi di dasar Samudra Hindia disepanjang lepas pantai sisi barat Sumatra.
Danau terbesar di Indonesia, Danau Toba terdapat di pulau Sumatra.Kepadatan
penduduk pulau Sumatra urutan kedua setelah pulau Jawa.Saat ini pulau Sumatra
secara administratif pemerintahan terbagi atas 8 provinsi yaitu:
Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Bengkulu dan
Lampung dan 2 provinsi lain yang merupakan pecahan dari provinsi induk di pulau
Sumatra yaitu Riau Kepulauan dan Kepulauan Bangka Belitung.

Pulau Kalimantan (Borneo)

Kalimantan merupakan nama daerah wilayah Indonesia di pulau Borneo (wilayah


negara Malaysia dan Brunei juga ada yang berada di pulau Borneo), berdasarkan
luas merupakan pulau terbesar ketiga di dunia, setelah Irian dan Greenland. Bagian
utara pulau Kalimantan, Sarawak dan Sabah, merupakan wilayah Malaysia yang
berbatasan langsung dengan Kalimantan wilayah Indonesia dan wilayah Brunei
Darussalam; di bagian selatan dibatasi oleh Laut Jawa. Bagian barat pulau
Kalimantan dibatasi oleh Laut China Selatan dan Selat Karimata; di bagian timur
dipisahkan dengan pulau Sulawesi oleh Selat Makassar. Di bagian tengah pulau
merupakan wilayah bergunung-gunung dan berbukit; pegunungan di Kalimantan
wilayah Indonesia tidak aktif dan tingginya dibawah 2.000 meter di atas permukaan
laut; sedangkan wilayah pantai merupakan dataran rendah, berpaya-paya dan
tertutup lapisan tanah gambut yang tebal.

Pulau Kalimantan dilintasi oleh garis katulistiwa sehingga membagi pulau


Kalimantan atas Kalimantan belahan bumi utara dan Kalimantan belahan bumi
selatan. Kesuburan tanah di pulau Kalimantan kurang bila dibanding kesuburan
tanah di pulau Jawa dan pulau Sumatera, demikian pula kepadatan penduduknya
tergolong jarang. Pulau Kalimantan sama halnya pulau Sumatera, diliputi oleh hutan
tropik yang lebat (primer dan sekunder). Secara geologik pulau Kalimantan stabil,
relatif aman dari gempa bumi (tektonik dan vulkanik) karena tidak dilintasi oleh
patahan kerak bumi dan tidak mempunyai rangkaian gunung berapi aktif seperti
halnya pulau Sumatera, pulau Jawa dan pulau Sulawesi. Sungai terpanjang di
Indonesia, Sungai Kapuas, 1.125 kilometer, berada di pulau Kalimantan.

Saat ini pulau Kalimantan secara administratif pemerintahan terbagi atas 4 provinsi
yaitu:

Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur.

Pulau Jawa
Pulau Jawa, merupakan pulau yang terpadat penduduknya per kilometer persegi di
Indonesia. Pulau melintang dari Barat ke Timur, berada di belahan bumi selatan.

Barisan pegunungan berapi aktif dengan tinggi di atas 3.000 meter di atas
permukaan laut berada di pulau ini, salah satunya Gunung Merapi di Jawa Tengah
dan Gunung Bromo di Jawa Timur yang terkenal sangat aktif. Bagian selatan pulau
berbatasan dengan Samudera India, pantai terjal dan dalam, bagian utara pulau
berpantai landai dan dangkal berbatasan dengan Laut Jawa dan dipisahkan dengan
pulau Madura oleh Selat Madura. Di bagian barat pulau Jawa dipisahkan dengan
pulau Sumatera oleh Selat Sunda dan di bagian timur pulau Jawa dipisahkan dengan
pulau Bali oleh Selat Bali.

Hutan di pulau Jawa tidak selebat hutan tropik di pulau Sumatera dan pulau
Kalimantan dan areal hutan dipulau Jawa semakin sempit oleh karena desakan
jumlah populasi di pulau Jawa yang semakin padat dan umumnya merupakan hutan
tersier dan sedikit hutan sekunder. Kota-kota besar dan kota industri di Indonesia
sebagian besar berada di pulau ini dan ibukota Republik Indonesia, Jakarta, terletak
di pulau Jawa. Secara geologik, pulau Jawa merupakan kawasan episentrum gempa
bumi karena dilintasi oleh patahan kerak bumi lanjutan patahan kerak bumi dari
pulau Sumatera, yang berada dilepas pantai selatan pulau Jawa.

Saat ini pulau Jawa secara administratif pemerintahan terbagi atas 6 provinsi yaitu:
Banten, Daerah Khusus Ibukota Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa -
Yogyakarta, dan Jawa Timur.

Pulau Sulawesi
Pulau Sulawesi, merupakan pulau yang terpisah dari Kepulauan Sunda Besar bila
ditilik dari kehidupan flora dan fauna oleh karena garis Wallace berada di sepanjang
Selat Makassar, yang memisahkan pulau Sulawesi dari kelompok Kepulauan Sunda
Besar di zaman es. Pulau Sulawesi merupakan gabungan dari 4 jazirah yang
memanjang, dengan barisan pegunungan berapi aktif memenuhi lengan jazirah,
yang beberapa di antaranya mencapai ketinggian di atas 3.000 meter di atas
permukaan laut; tanah subur, ditutupi oleh hutan tropik lebat (primer dan
sekunder).

Sulawesi dilintasi garis katulistiwa di bagian seperempat utara pulau sehingga


sebagian besar wilayah pulau Sulawesi berada di belahan bumi selatan. Di bagian
utara, Sulawesi dipisahkan dengan pulau Mindanao - Filipina oleh Laut Sulawesi dan
di bagian selatan pulau dibatasi oleh Laut Flores. Di bagian barat pulau Sulawesi
dipisahkan dengan pulau Kalimantan oleh Selat Makassar, suatu selat dengan
kedalaman laut yang sangat dalam dan arus bawah laut yang kuat. Di bagian timur,
pulau Sulawesi dipisahkan dengan wilayah geografis Kepulauan Maluku dan Irian
oleh Laut Banda.

Pulau Sulawesi merupakan habitat banyak satwa langka dan satwa khas Sulawesi;
di antaranya Anoa, Babi Rusa, kera Tarsius. Secara geologik pulau Sulawesi sangat
labil secara karena dilintasi patahan kerak bumi lempeng Pasifik dan merupakan
titik tumbukan antara Lempeng Asia, Lempeng Australia dan Lempeng Pasifik.Saat
ini pulau Sulawesi secara administratif pemerintahan terbagi atas 6 provinsi yaitu:

Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Gorontalo


dan Sulawesi Utara.
Kepulauan Sunda Kecil
Kepulauan Sunda Kecil merupakan gugusan pulau-pulau lebih kecil membujur di
selatan katulistiwa dari pulau Bali di bagian batas ujung barat Kepulauan Sunda
Kecil, berturut-turut ke timur adalah, pulau Lombok, pulau Sumbawa, pulau Flores,
pulau Solor, pulau Alor; dan sedikit ke arah selatan yaitu pulau Sumba, pulau Timor
dan pulau Sawu yang merupakan titik terselatan gugusan Kepulauan Sunda Kecil.

Kepulauan Sunda Kecil merupakan barisan gunung berapi aktif dengan tinggi
sekitar 2.000 sampai 3.700 meter di atas permukaan laut. Diantaranya yang
terkenal adalah Gunung Agung di Bali, Gunung Rinjani di Lombok, Gunung Tambora
di Sumbawa dan Gunung Lewotobi di Flores. Kesuburan tanah di Kepulauan Sunda
Kecil sangat bervariasi dari sangat subur di Pulau Bali hingga kering tandus di Pulau
Timor. Di bagian utara gugus kepulauan dibatasi oleh Laut Flores dan Laut Banda
dan di selatan gugus kepulauan ini dibatasi oleh Samudera Hindia. Di bagian barat
Kepulauan Sunda Kecil dipisahkan dengan pulau Jawa oleh Selat Bali dan di bagian
timur, berbatasan dengan Kepulauan Maluku dan Irian (dipisahkan oleh Laut Banda)
dan dengan Timor Leste berbatasan darat di pulau Timor.

Berdasarkan kehidupan flora dan fauna maka sebenarnya pulau Bali masih
termasuk Kepulauan Sunda Besar karena garis Wallace dari Selat Makassar di utara
melintasi Selat Lombok ke selatan, memisahkan pulau Bali dengan gugusan
Kepulauan Sunda Kecil lainnya di zaman es.

Hutan di Kepulauan Sunda Kecil sangat sedikit, bahkan semakin ke timur gugus
pulau maka hutan telah berganti dengan sabana; demikian juga kepadatan populasi
di Kepulauan Sunda kecil sangat bervariasi, dari sangat padat di pulau Bali dan
semakin ke timur gugus pulau maka kepadatan penduduk semakin jarang. Secara
geologik, kawasan Sunda Kecil juga termasuk labil karena dilintasi oleh patahan
kerak bumi di selatan gugusan Kepulauan Sunda Kecil yang merupakan lanjutan
patahan kerak bumi diselatan pulau Jawa. Komodo, reptilia terbesar di dunia
terdapat di pulau Komodo, salah satu pulau di kepulauan Sunda kecil. Danau Tiga
Warna, merupakan kawasan yang sangat unik juga terdapat di Kepulauan Sunda
Kecil, yaitu di Pulau Flores.

Saat ini secara administratif pemerintahan Kepulauan Sunda kecil dibagi atas 3
provinsi yaitu: *Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.

Kepulauan Maluku dan Irian


Kepulauan Maluku dan Irian, terdiri dari 1 pulau besar yaitu pulau Irian dan
beberapa pulau sedang seperti pulau Halmahera, pulau Seram, pulau Buru dan
Kepulauan Kei dan Tanimbar serta ribuan pulau-pulau kecil lainnya baik berpenghuni
maupun tidak. Garis Weber memisahkan kawasan ini atas dua bagian yaitu Irian
dan Australia dengan kepulauan Maluku sehingga di kepulauan Maluku, flora dan
fauna peralihan sedangkan di Irian, flora dan fauna Australia.

Sebagian besar kawasan ini tertutup hutan tropik primer dan sekunder yang lebat,
kecuali di kepulauan Tanimbar dan Aru merupakan semak dan sabana. Gunung
berapi yang tertinggi di kepulauan Maluku adalah Gunung Binaiya, setinggi 3.039
meter; sedangkan di pulau Irian pegunungan berapi aktif memlintang dari barat ke
timur pulau, gunung yang tertinggi adalah Puncak Jaya setinggi 5.030 meter di atas
permukaan laut.

Pulau Irian juga merupakan pulau dengan kepadatan penduduk yang paling jarang
di Indonesia, yaitu sekitar 2 orang per kilometer persegi. Secara geologik, kawasan
Maluku dan Irian juga termasuk sangat labil karena merupakan titik pertemuan
tumbukan ketiga lempeng kerak bumi, Lempeng Asia, Lempeng Australia dan
Lempeng Pasifik. Palung laut terdalam di Indonesia terdapat di kawasan ini, yaitu
Palung Laut Banda, kedalaman sekitar 6.500 meter dibawah permukaan laut.

Saat ini secara administratif pemerintahan Kepulauan Maluku dan Irian dibagi atas:

Maluku Utara, Maluku, Papua Barat dan Irian Jaya

Iklim

Indonesia mempunyai iklim tropik basah yang dipengaruhi oleh angin monsun barat
dan monsun timur. Dari bulan November hingga Mei, angin bertiup dari arah Utara
Barat Laut membawa banyak uap air dan hujan di kawasan Indonesia; dari Juni
hingga Oktober angin bertiup dari Selatan Tenggara kering, membawa sedikit uap
air. Suhu udara di dataran rendah Indonesia berkisar antara 23 derajat Celsius
sampai 28 derajat Celsius sepanjang tahun.

Namun suhu juga sangat bevariasi; dari rata-rata mendekati 40 derajat Celsius pada
musim kemarau di lembah Palu - Sulawesi dan di pulau Timor sampai di bawah 0
derajat Celsius di Pegunungan Jayawijaya - Irian. Terdapat salju abadi di puncak-
puncak pegunungan di Irian: Puncak Trikora (Mt. Wilhelmina - 4730 m) dan Puncak
Jaya (Mt. Carstenz, 5030 m).
Ada 2 musim di Indonesia yaitu musim hujan dan musim kemarau, pada beberapa
tempat dikenal musim pancaroba, yaitu musim di antara perubahan kedua musim
tersebut.

Curah hujan di Indonesia rata-rata 1.600 milimeter setahun, namun juga sangat
bervariasi; dari lebih dari 7000 milimeter setahun sampai sekitar 500 milimeter
setahun di daerah Palu dan Timor. Daerah yang curah hujannya rata-rata tinggi
sepanjang tahun adalah Aceh, Sumatera Barat, Sumatera Utara, Riau, Jambi,
Bengkulu, sebagian Jawa barat, Kalimantan Barat, Sulawesi Utara, Maluku Utara dan
delta Mamberamo di Irian.

Setiap 3 sampai 5 tahun sekali sering terjadi El-Nino yaitu gejala penyimpangan
cuaca yang menyebabkan musim kering yang panjang dan musim hujan yang
singkat. Setelah El Nino biasanya diikuti oleh La Nina yang berakibat musim hujan
yang lebat dan lebih panjang dari biasanya. Kekuatan El Nino berbeda-beda
tergantung dari berbagai macam faktor, antara lain indeks Osilasi selatan atau
Southern Oscillation.

Data-data geografis
Lokasi: Sebelah tenggara Asia, di Kepulauan Melayu antara Samudra Hindia dan
Samudra Pasifik.

Koordinat geografis: 6LU - 1108'LS dan dari 95'BT - 14145'BT

Referensi peta: Asia Tenggara

Wilayah:

total darat: 1.922.570 km

daratan non-air: 1.829.570 km

daratan berair: 93.000 km

lautan: 3.257.483 km

Garis batas negara: SQZ

total: 2.830 km: Malaysia 1.782 km, Papua Nugini 820 km, Timor Leste 228 km

Negara tetangga yang tidak berbatasan darat: India di barat laut Aceh, Australia,
Singapura, Filipina, Vietnam, Thailand, Brunei Darussalam, Kamboja, Thailand,
Birma, Palau

Garis pantai: 54.716 km

Klaim kelautan: diukur dari garis dasar kepulauan yang diklaim


zona ekonomi khusus: 200 mil laut

laut yang merupakan wilayah negara: 12 mil laut

Cuaca: tropis; panas, lembap; sedikit lebih sejuk di dataran tinggi

Dataran: kebanyakan dataran rendah di pesisir; pulau-pulau yang lebih besar


mempunyai pegunungan di pedalaman

Tertinggi & terendah:


titik terendah: Samudra Hindia 0 m

titik tertinggi: Puncak Jaya 5.030 m

Sumber daya alam: minyak tanah, kayu, gas alam, kuningan, timah, bauksit,
tembaga, tanah yang subur, batu bara, emas, perak

Kegunaan tanah:
tanah yang subur: 9,9%

tanaman permanen: 7,2%

lainnya: 82,9% (perk. 1998)

Wilayah yang diairi: 48.150 km (perk. 1998)

Bahaya alam: banjir, kemarau panjang, tsunami, gempa bumi, gunung berapi,
kebakaran hutan, gunung lumpur, tanah longsor.

Lingkungan - masalah saat ini: penebangan hutan secara liar/pembalakan hutan;


polusi air dari limbah industri dan pertambangan; polusi udara di daerak perkotaan
(Jakarta merupakan kota dengan udara paling kotor ke 3 di dunia); asap dan kabut
dari kebakaran hutan; kebakaran hutan permanen/tidak dapat dipadamkan;
perambahan suaka alam/suaka margasatwa; perburuan liar, perdagangan dan
pembasmian hewan liar yang dilindungi; penghancuran terumbu karang;
pembuangan sampah B3/radioaktif dari negara maju; pembuangan sampah tanpa
pemisahan/pengolahan; semburan lumpur liar di Sidoarjo, Jawa Timur.

Lingkungan - persetujuan internasional:


bagian dari: Biodiversitas, Perubahan Iklim, Desertifikasi, Spesies yang Terancam,
Sampah Berbahaya, Hukum Laut, Larangan Ujicoba Nuklir, Perlindungan Lapisan
Ozon, Polusi Kapal, Perkayuan Tropis 83, Perkayuan Tropis 94, Dataran
basah.ditanda tangani, namun belum diratifikasi: Perubahan Iklim - Protokol Kyoto,
Pelindungan Kehidupan Laut

Geografi - catatan: di kepulauan yang terdiri dari sekitar 17.504 pulau


(6.000 dihuni); dilintasi katulistiwa; di sepanjang jalur pelayaran utama dari
Samudra Hindia ke Samudra Pasifik