Anda di halaman 1dari 5

Nama : Abdi Manaf langga

NIM : 714840114001

TUGAS METODOLOGI PENELITIAN

Tuliskan pengertian dan berikan contoh dari :

1. Sampel Non Probabilitas

a. Purposive Sampling
b. Quota Sampling
c. Aceidential Sampling

2. Sampel Probabilitas

a. Simple Random Sampling


b. Sistematic Random Sampling
c. Stratified Random Sampling
d. Cluster Sampling
e. Multistage Random Sampling

1. Sampel Non Probabilitas


Sampel non probabilitas adalah teknik pengambilan sampel yang tidak memberi
peluang/kesempatan sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi
sampel. Hal ini disebabakan oleh beberapa faktor yaitu: tidak mungkinnya diperoleh daftar
yang lengkap dari populasi, adanya kondisi yang tidak memungkinkan peneliti memilih
anggota populasi dengan cara memberikan kesempatan yang sama. Teknik sampel non
probabilitas terdiri dari:

a. Sampling Kuota
Sampling kuota adalah teknik untuk menentukan sampel dari populasi yang
mempunyai ciri-ciri tertentu sampai jumlah (kuota) yang diinginkan. Sebagai contoh,
akan melakukan penelitian tentang pendapat masyarakat terhadap pelayanan masyarakat
dalam urusan ijin mendirikan bangunan. Jumlah sampel yang ditentukan 250 orang.
Kalau pengumpulan data belum didasarkan pada 250 tersebut, maka penelitian dipandang
belum selesai, karena belum memenuhi kuota yang ditentukan. Bila pengumpulan data
dilakukan secara kelompok yang terdiri atas 5 orang pengumpul data, maka setiap
anggota kelompok harus dapat menghubungi 50 orang anggota sampel, atau 5 orang
tersebut harus dapat mencari data dari 500 anggota sampel.

b. Sampling Isidental
Sampling isidental adalah teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan yaitu
siapa saja yang secara kebetulan/isidental bertemu dengan peneliti dapat digunakan
sebagai sampel atau memilih responden yang pertama kali berhasil dijumpai, bila
dipandang orang yang kebetulan ditemui itu cocok sebagai sumber data. Keuntungan
penarikan sampel secara kebetulan ini adalah hemat waktu dan biaya.

c. Sampling Purposive
Sampling purposive adalah teknik penentuan sampel dengan pertimbangan
tertentu. Misalnya akan melakukan penelitian tentang kual;itas makanan, maka sampel
sumber datanya adalah orang yang ahli makanan, atau penelitian tentang kondisi politik
disuatu daerah, maka sampel sumber datanya adalah orang yang ahli politik.
Contoh: Penelitian tentang perilaku konsumen produk rokok, maka orang yang
dipilih dan akan diwawancarai atau calon responden adalah perokok atau yang
menghisap rokok. Sampel ini lebih cocok digunakan untuk penelitian kualitatif, atau
penelitian-penelitian yang tidak melakukan generalisasi. Pengertian sengaja atau
purposive adalah bahwa peneliti telah menentukan responden dengan anggapan atau
pendapatnya sendiri sebagai sampel penelitiannya.

2. Sampel Probabilitas
Sampel probabilitas adalah teknik pengambilan sampel yang memberikan peluang
yang sama bagi setiap unsur (anggota) populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel.
Teknik sampel probabilitas terdiri dari :

a. Simple Random Sampling


Dikatakan simple (sederhana) karena pengambilan anggota sampel dari populasi
dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi itu. Cara
demikian dilakukan bila anggota populasi dianggap homogen. Pada penarikan sampel
acak sederhana, sampel diambil sedemikian rupa sehingga setianp anggota populasi
mempunyai kesempatan yang sama untuk dipilih menjadi sampel.
Misal: N (Populasi) = 1000
n (Sampel) = 100
Besarnya kesempatan = n/N = 100/1000 = 0,1
Artinya setiap anggota populasi memiliki kemungkinan untuk dipilih sebagai
sampel sebesar 0,1. Beberapa teknik sampling acak sederhana yaitu dengan cara undian,
mengundi dengan bilangan random, serta berusaha sedapat mungkin dengan peluang
yang sama bagi setiang anggota populasi untuk diikutsertakan dalam sampel tetap
dipertahankan.

b. Stratifed random sampling


Merupakan suatu teknik sampling dimana populasi kita bagi kedalam sub
populasi(strata), karena mempunyai karakteristik yang heterogen dan heterogenitas
tersebut mempunyai arti yang signifikan terhadap pencapaian tujuan penelitian, maka
penelitian dapat mengambil dengan cara ini. Setiap stratum dipilih sampel melalui proses
simple random sampling.
Contoh: misalnya ada suatu manajer yang ingin mengetahui sikap manajer
terhadap suatu kebajikan. Dia menduga bahwa manajer tingkat atas memiliki sikap yang
positif terhadap kebajikan perusahaan. Agar dapat menguji dugaan teresebut maka
sampelnya harus terdiri dari manajer tingkat atas, menengah, dan bawah. Kemudian dari
masing-masing. Strata dipilih manajer dengan teknik simple random sampling.
c. Cluster Sampling
Teknik sampling daerah digunakan untuk menentukan sampel bila obyek yang
akan diteliti atau sumber data sangat luas, misalnya penduduk dari suatu Negara,
Provinsi, atau Kabupaten. Untuk menentukan penduduk mana yang akan dijadikan
sumber data, maka pengambilan sampelnya berdasarkan daerah populasi yang telah
ditetapkan, Contoh :
Di Indonesia terdapat 30 Provinsi, dan sampelnya akan menggunakan 5 provinsi,
maka pengambilan 5 provinsi itu diambil secara random. Karena provinsi-provinsi di
Indonesia itu berstrata (tidak sama) maka pengambilan sampelnya perlu menggunakan
stratifield random sampling. Propinsi di Indonesia ada penduduknya padat, ada yang kaya
bahan tambangada yang mempunyai hutan banyak. Karakteristik semacam ini perlu
diperhatikan sehingga pengambilan sampel menurut strata populasi itu dapat ditetapkan.
Teknik sampling daerah ini sering digunakan melalui dua tahap yaitu tahap pertama
mementukan sampel daerah, dan tahap kedua menentukan orang-orang yang ada pada
daerah itu secara sampling juga

d. Multi Stage Random Sampling


Teknik pemilihan sample yang dilakukan secara bertingkat dan biasanya
berdasarkan pembagian wilayah kerja suatu pemerintahan Misal: survey jamban di jawa
timur kita tentukan dulu berapa kabupaten/kota yang disampling berapa kecamatan
berapa desa berapa dusun berapa RW berapa RT. Metode sampling sangatlah
bermanfaat untuk sejumlah populasi yang banyak (biasanya lebih dari 100). Daripada
mengambil seluruh populasi untuk diteliti, akan lebih bermanfaat dari segi waktu maupun
biaya apabila peneliti menggunakan teknik pengambilan sampel. Probability Sampling
merupakan metoda pengambilan sampel secara acak (random) yaitu menjamin setiap
anggota populasi mempunyai peluang yang sama untuk dipilih menjadi anggota
sampel. Contoh penerapannya adalah pada arisan, pemilihan pemenang lotere, dan lain
sebagainya. Beberapa definisi yang digunakan dalam probability sampling adalah: N =
Jumlah kasus dalam kerangka pengambilan sampel n =Jumlah kasus dalam sampel NCn
= Jumlah kombinasi (himpunan bagian) n dari N f = n/N = fraksi sampel.
Multi-Stage Sampling adalah penggunaan berbagai metode random sampling
secara bersama-sama dengan seefisien dan seefektif mungkin. Cara ini digunakan pada
penelitian masalah sosial yang kompleks. Misalnya adalah dalam pengambilan sampel
penduduk Jakarta mengenai masalah sosial tertentu, dengan interview langsung. Pertama
pilih proses cluster sampling sebagai tahap pertama proses. Tahap berikutnya dapat
dipilih stratified sampling terhadap sampel cluster. Dengan mengkombinasikan beberapa
metode random sampling tersebut dihadapkan hasil yang diperoleh benar-benar qualified
dan bermanfaat.
Dalam sampel multistage random, area yang luas, seperti negara, pertama-tama
dibagi menjadi daerah yang lebih kecil (seperti negara), dan sampel acak dari daerah
dikumpulkan.Pada tahap kedua, sampel acak dari area yang lebih kecil (seperti
kabupaten) diambil dari dalam masing-masing daerah dipilih dalam tahap pertama.
Kemudian, di tahap ketiga, sampel acak dari daerah bahkan lebih kecil (seperti
lingkungan) yang diambil dari dalam setiap bidang yang dipilih pada tahap kedua. Jika
daerah ini cukup kecil untuk tujuan penelitian, maka peneliti mungkin berhenti pada
tahap ketiga. Jika tidak, ia mungkin terus sampel dari daerah yang dipilih pada tahap
ketiga, dll, sampai daerah tepat kecil telah dipilih.

e. Systematic random sampling


Merupakan sistem pengambilan sampel yang dilakukan dengan menggunakan
selang interval tertentu secara berurutan. Misalnya, jika ingin mengambil 1000 sampel
dari 5000 populasi secara acak, maka kemungkinan terpilihnya 1/5.Diambil satu angka
dari interval pertama antara angka 1-5, dan dilanjutkan dengan pemilihan angka
berikutnya dari interval selanjutnya.Kelebihan dari pengambilan acak secara sistematis
ini adalah lebih praktis dan hemat dibanding dengan pengambilan acak
sedderhana.Sedangkan, kekurangannya adalah tidak bisa digunakan pada penelitian yang
heterogen karena tidak mampunya menangkap keragaman populasi heterogen