Anda di halaman 1dari 3

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Kota Bandung merupakan kota metropolitan terbesar diProvinsi Jawa Barat,


dan merupakan kota terbesar ke tiga setelah Jakarta dan Surabaya menurut jumlah
penduduk. Bandung memiliki berbagi kelebihan, mulai dari alamnya yang masih
sejuk, seni dan budaya, kreativitas masyarakatnya, serta fashion nya, yang akhirnya
pada tanggal 25 september 2015, bandung ditetapkan menjadi kota wisata dunia oleh
UNESCO. Bandung memiliki memiliki citra kota untuk mengekspresikan
identitasnya yang banyak dikenal masyarakat dengan julukan Paris Van Java.
Julukan ini memperjelas bandung sebagai kota wisata terlebih lagi setelah dibukanya
Tol Cipulrang dan Cipali, sehingga Bandung menjadi tujuan utama dalam menikmati
setiap liburan akhir pekan.

Perbaikan infasutrukpun dilakukan guna mempercantik kota ini, selain buat


kenyamanan warganya ataupun para wisatawan yang berkunjung ke Kota Bandung,
contoh perbaikan sendiri seperti, trotoar, lampu kota, taman kota, maupun halte-halte
yang menjadikan tempat naik turunya penumpang. Halte sendiri sekarang jadi
polemik dikalangan masyarakat, karena Halte Bandung Juara seolah-olah dibiarkan
hancur begitu saja. Dulunya halte tersebut bernama halte kapsul yang dibangun tahun
2013, dengan dana sebesar 1,3 miliar rupiah. Pada kepemimpinan Ridwan Kamil
halte tersebut mengalami renovasi dan diganti nama menjadi halte juara. Namun kini,
Halte tersebut kembali rusak, kaca pecah, kursi tidak ada, maupu coretan tangan
nakal tak bertanggung jawab. Sampai kapan, halte-halte tersebut dibiarkan tak
terawat dan mengganggu pemandangan kota.
Konsep pemanfaatan haltepun kita pikirkan dengan mengadakan peta dan
membuat pamflet yang berisikan daftar destinasi wisata diKota Bandung. Karena
Bandung memiliki fungsi sebagai kota wisata. Sehingga kami harapakan ini dapat
berkontribusi dalam pertumbuhan dan perkembangan kota bandung.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang dibahas sebelumnya, dapat ditarik suatu


rumusan masalah yang akan dihadapi antara lain :

a. Bagaimana desain peta dan pamflet semenarik mungkin, sehingga menarik


perhatian masyarakat maupun wisatawan untuk membacanya.
b. Bagaimana menentukkan strategi supaya program ini tidak mengganggun
para pejalan kaki.
c. Bagaimana penerapan program ini, sehingga tidak melawan hukum karena
ini menyangkut sarana publik.

1.3 Tujuan Program

Adapun tujuan yang ingin dicapai yaitu :

a. Menumbuhkan jiwa cinta lingkungan lewat kreativitas sehingga apa yang


dilakukan dapat memberi manfaat kepada masyarakat.
b. Terciptanya program yang kreativ dan tepat guna.

1.4 Luaran Yang Diharapkan

Hasil dari program kreativitas mahasiswa perencanaan wilayah dan kota ini
adalah PAPADEWI (Peta dan Pamflet Destinasi Wisata) yaiu mengadakan
pemasangan peta dan membuat pamflet yang berisikan daftar destinasi wisata
di halte-halte yang sudah tidak berfungsi diKota Bandung yang bakal dibuat
semenarik mungkin.
1.5 Kegunaan Program

a. Bagi Mahasiswa
Dapat menumbuhkan semangat cinta lingkungan dan sensitif apabila terdapat
sesuatu yang tidak sesuai dengan prosedur.
b. Bagi Masyarakat
Diharapkan program ini dapat membantu masyarakat dan pemerintah dalam
penyelesaian masalah ini. Selain itu juga dapat menjadi bahan promosi apa
saja destinasi wisata yang ada diKota Bandung.