Anda di halaman 1dari 7

1. Apa hubungan batuk malam hari dengan keluhan Tn.H ?

Batuk dan sesak nafas merupakan gejala klinis dari gangguan pernapasan. Keduanya
bukan merupakan suatu penyakit tetapi merupakan suatu manifestasi dari penyakit yang
menyerang saluran pernapasan.2
Serangan sesak napas berat dan batuk umumnya terjadi pada malam hari karena
depresi pusat pernapasan saat tidur dapat mengurangi ventilasi untuk menurunkan tegangan
oksigen arteri, terutama pada pasien dengan edem paru interstisial dan berkurangnya
kelenturan paru juga fungsi ventrikel lebih lanjut terganggu karena berkurangnya rangsangan
adrenergik pada fungsi miokard pada malam hari.1,4
Karena pada malam hari Tn.H tidur, posisi tidur adalah berbaring. Pada keadaan
berbaring sistem gravitasi akan berperan, yang menyebabkan redistribusi cairan dari
ekstremitas bawah ke dalam sirkulasi pusat. Karena sirkulasi pusat meningka tmaka
penumpukan cairan di paru akan semakin meningkat. Peningkatan edema pulmoner intertisial
menyebabkan resistensi saluran udara sehingga terjadilah batuk-batuk. Selain itu, pada posisi
berbaring juga akan terjadi penekanan arteri bronchial yang menambah faktor kompresi
saluran udara.4
2. Mengapa Tn.H merasa nyaman ketika memakai bantal tinggi ?
Karena saat berbaring tekanan di daerah tenggorokan lebih rendah dari tekanan di
paru-paru akibat akumulasi cairan, akibatnya cairan akan terdorong ke saluran pernapasan
bagian atas sehingga reseptor batuk terangsang menganggap benda asing dan terjadilah
refleks batuk.2 Dan juga selain batuk juga mengalami sesak nafas,karena perbedaan tekanan.
Sehingga Tn.H akan merasa lebih nyaman apabila memakai bantal yang lebih tinggi,yaitu
agar cairan turun ketempat yang lebih rendah (basal) karena gaya gravitasi sehingga sesak
nafas dan batuk berkurang.4
3. Apa makna klinis kedua kaki bengkak?
Penumpukan cairan (edema) di organ tubuh lain. Penumpukan darah akibat
kelemahan jantung di ventrikel kanan menghalangi sistem vena. Hal ini dapat memengaruhi
semua organ dan semua bagian tubuh. Akibatnya, mungkin terjadi perpanjangan vena central
atau akumulasi cairan di antara paru dan dinding dada. Ruang ini adalah rongga pleura.
Akumulasi cairan yang disebut efusi pleura ini menyebabkan nyeri dada dan sesak napas.
Kemacetan di perut dapat menyebabkan pembesaran hati (hepatomegali) dan mungkin
limpa (splenomegali). Hal ini menyebabkan keterbatasan fungsional organ-organ itu.
Seringkali, aliran empedu terhambat sehingga menimbulkan gejala penyakit kuning. Jantung
mungkin membesar. Dalam kasus yang parah, retensi cairan terjadi di dalam perut sehingga
membusung. Istilah teknis untuk ini adalah ascites. Retensi air juga mungkin terjadi di lengan
dan kaki,terutama pergelangan kaki dan tungkai bawah.
SUMBER 2:
Penyebab edema pada pergelangan kaki:
Edema pergelangan kaki terjadi akibat gagal jantung. Gagal jantung menyebabkan
pengaktifan sistem renin-angiotensin-aldosteron (RAA). Mekanisme ini akan menaikkan
tahanan vaskular sistemik tetapi menurunkan curah jantung. Terjadi peningkatan sekresi renin
di sel-sel juxta-glomerulus ginjal. Renin akan memecah angiotensinogen sirkulasi untuk
membentuk angiotensin I yang kemudian secara cepat dipecah oleh enzim konversi
angiotensin yang terikat pada sel endotel untuk membentuk angiotensin II, suatu
vasokonstriktor yang kuat. Dengan meningkatnya angiotensin II, terjadi vasokonstriksi
arteriol, tahanan perifer total meningkat, hal ini akan membantu mempertahankan tekanan
darah sistemik. Angiotensin II ini juga bekerja di korteks adrenalis untuk meningkatkan
sekresi aldosteron. Hormon aldosteron ini memacu reabsorbsi natrium natrium dan air dari
tubulus ginjal ke dalam sirkulasi dan membantu meningkatkan volume intravaskuler. Hal itu
menyebabkan terajdinya retensi air di nefron ginjal. Akibatnya, terjadi perpindahan cairan
dari darah ke ruang intertitial yang melebihi jumlah pengembalian cairan ke dalam pembuluh
darah dan aliran cairan ke sistem limfe maka akan terjadi edema pada daerah dependen.

Penyebab Edema bertambah pada siang hari dan berkurang pada malam hari.
Edema bertambah pada siang hari dan berkurang pada malam hari disebabkan karena
pada siang hari aktivitas sehari-hari yang menggunakan kaki lebih banyak dan sering
dilakukan dibandingkan pada malam hari.
4. Apa hubungan mengkonsumsi obat anti hipertensi selama 10 tahun secara tidak
teratur dengan keluhan Tn.H ?
Minum obat hipertensi yang tidak teratur menyebabkan tidak terkontrolnya tekanan
darah sehingga menyebabkan frekuensi kambuhnya hipertensi menjadi lebih besar. Hipertensi
dapat menyebabkan kelebihan beban tekanan pada jantung sehingga kerja jantung akan
meningkat dan terjadi stress pada dinding jantung juga meningkat sehingga memicu
terjadinya hipertrofi otot ventrikel kiri yang bias menyebabkan gangguan pompa jantung dan
gagal jantung.5
5. Peningkatan JVP?
Bendungan vena jugularis disebabkan oleh gagal jantung kanan. Gagal jantung kanan
menyebabkan darah di ventrikel kanan tidak dipompakan secara sempurna sehingga jumlah
darah yang tertinggal di ventrikel kanan lebih banyak dari jumlah yang normal. Hal ini
meyebabkan akan lebih banyak lagi darah yang dipompakan ventrikel pada fase sistol
berikutnya sehingga tekanan dalam ventrikel meningkat yang selanjutnya dapat
meningkatkan tekanan dan volume akhir diastol meningkat. Meningkatnya tekanan ventrikel
kanan menyebabkan meningkatnya tekanan dalam atrium kanan serta vena cava superior dan
inferior. Tekanan di dalam vena cava superior dan inferior disebarkan secara retrograd pada
pembuluh-pembuluh yang lebih kecil termasuk vena jugularis. Hal itu menyebabkan
terjadinya bendungan vena jugularis.
6. Penyebab sesak napas yang berhubungan dengan penyakit pada skenario?
Sesak napas (dispnue) merupakan keluhan subjektif yan dihubungkan dengan
kesukaran bernapas. Sesak napas ringan mungkin merupakan keluhan yang betul-betul
subjektif, tetapi bila sesak napas lebih berat maka keadaan tersebut mungkin disertai dengan
bukti objektif dengan adanya usaha meningkatkan frekuensi pernapasan. Keluhan dispnue
sangat penting. Pasien akan melukiskan bahwa ia sesak napas atau bahwa ia tidak
mendapat udara dalam jumlah yang cukup. Dispnue biasanya berhubungan dengan penyakit
jantung dan paru. Dalam kasus, sesak napas disebabkan oleh gagal jantung kiri. Gagal
jantung kiri ini menyebabkan darah di ventrikel kanan tidak dipompakan secara sempurna
sehingga jumlah darah yang tertinggal di ventrikel kiri lebih banyak dari jumlah yang normal.
Hal ini meyebabkan akan lebih banyak lagi darah yang dipompakan ventrikel pada fase sistol
berikutnya sehingga tekanan dalam ventrikel meningkat yang selanjutnya dapat
meningkatkan tekanan dan volume akhir diastol. Meningkatnya tekanan ventrikel kanan
menyebabkan meningkatnya tekanan dalam atrium kiri dan vena pulmonalis. Tekanan di
dalam vena pulmonalis disebarkan secara retrograd pada pembuluh-pembuluh yang lebih
kecil dalam paru. Sebenarnya peningkatan tekanan pada pembuluh paru merupakan
mekanisme adaptif untuk melindungi paru dari kongesti. Akan tetapi hal itu tidak dapat
berlangsung lama. Akibat tekanan yang lebih negatif di daerah intersisial prebronkial dan
perivaskuler dan dengan peningkatan kemampuan dari intersititium nonalveolar ini, cairan
lebih sering meningkat jumlahnya di tempat ini ketika kemampuan memompa dari saluran
limfatik tersebut berlebihan. Apabila perpindahan cairan dari darah ke ruang intertitial atau ke
alveoli yang melebihi jumlah pengembalian cairan ke dalam pembuluh darah dan aliran
cairan ke sistem limfe maka akan terjadi kongesti vaskular paru. Kongesti vaskular paru akan
mengurangi kelenturan paru dan meningkatkan tahanan aliran udara sehingga kerja
pernapasan akan meningkat. Hal itu menyebabkan sesak napas.
7. Apa yang menyebabkan nadi irreguler dan meningkat?
Nadi meningkat karena kompensasi tubuh untuk melakukan peningkatan HR, akan
tetapi akibat adanya atrial fibrilasi yang terjadi karena hipertrofi atrium kiri menyebabkan
munculnya fokus ektopik. Atrial fibrilasi menyebabkan tidak semua kontraksi disampaikan
ke sistemik sehingga denyut jantung akan terdengar berbeda dengan denyut adi pada
perabaan.
8. Apa saja posisi tubuh yang dapat meringankan dyspnea?
Posisi fowler
Posisi fowler adalah posisi setengah duduk atau duduk, dimana bagian kepala tempat
tidur lebih tinggi atau dinaikkan. Posisi ini adalah posisi yang dipilih oleh orang yang
mengalami kesulitan bernapas dan beberapa orang dengan masalah jantung. Posisi fowler
yang paling umum adalah posisi semi fowler yaitu kepala dan tubuh ditinggikan 45-60
derajat. Sedangkan posisi fowler rendah ialah ketika kepala dan tubuh ditinggikan 15-45
derajat, dan posisi fowler tinggi pada 60-90 derajat.

Posisi orthopnea
Posisi ini merupakan penyesuaian dari posisi fowler tinggi. Pasien duduk di atas
tempat tidur atau di sisi tempat tidur dengan overbed table di atas pangkuannya. Posisi ini
memfasilitasi pernapasan dengan memungkinkan ekspansi dada maksimum. Posisi ini
terutama membantu pasien yang mempunyai masalah ekshalasi karena mereka dapat
menekan bagian bawah dada pada tepi overbed table.

Mengapa posisi semi-fowler bisa meringankan dyspnea? (ciput, kikai)


Karena dengan posisi ini, gravitasi menarik diafragma ke bawah sehingga
memungkinkan ekspansi paru yang lebih baik saat pasien berada pada posisi semi fowler atau
high fowler. Diafragma dapat mengembang sehingga membantu pernafasan. Posisi ini juga
mengurangi tengangan pada otot abdominal sehinnga membantu pernafasan.
PATOFIS CHD
Menurut Soeparman (2000) beban pengisian (preload) dan beban tahanan (afterload)
pada ventrikel yang mengalami dilatasi dan hipertrofi memungkinkan adanya peningkatan
daya kontraksi jantung yang lebih kuat, sehingga curah jantung meningkat. Pembebanan
jantung yang lebih besar meningkatkan simpatis, sehingga kadar katekolamin dalam darah
meningkat dan t erjadi takikardi dengan tujuan meningkatkan curah jantung. Pembebanan
jantung yang berlebihan dapat mengakibatkan curah jantung menurun, maka akan
terjadi redistribusi cairan dan elektrolit (Na) melalui pengaturan cairan oleh ginjal
dan vasokonstriksi perifer dengan tujuan untuk memperbesar aliran balik vena (Venous
return) ke dalam ventrikel sehingga meningkatkan tekanan akhir diastolik dan menaikkan
kembali curah jantung. Dilatasi, hipertrofi, takikardi , dan redistribusi cairan badan
merupakan mekanisme kompensasi untuk mempertahankan curah jantung dalam memenuhi
kebutuhan sirkulasi badan.
Bila semua kemampuan mekanisme kompensasi jantung tersebut diatas
sudah dipergunakan seluruhnya dan sirkulasi darah dalam badan belum juga tepenuhi, maka
terjadilah keadaan gagal jantung. Gagal jantung kiri atau gagal jantung ventrikel kiri terjadi
karena adanya gangguan pemompaan darah oleh ventrikel kiri sehingga curah jantung kiri
menurun dengan akibat tekanan akhir diastol dalam ventrikel kiri dan volume akhir diastole
dalam ventrikel kiri meningkat.
Keadaan ini merupakan beban atrium kiri dalam kerjanya untuk mengisi ventrikel kiri
pada waktu diastolik, dengan akib at terjadinya kenaikan tekanan rata - rata dalam atrium kiri.
Tekanan dalam atrium kiri yang meninggi ini menyebabkan hambatan aliran masuknya darah
dari vena - vena pulmonal. Bila keadaan ini terus berlanjut, maka bendungan akan terjadi
juga dalam paru - paru dengan akibat terjadinya edema paru dengan segala keluhan dan tanda
- tanda akibat adanya tekanan dalam sirkulasi yang meninggi. Keadaan yang terakhir
ini merupakan hambatan bagi ventrikel kanan yang menjadi pompa darah untuk sirkuit paru
(sirkulasi kecil). Bila beban pada ventrikel kanan itu terus bertambah, maka akan merangsang
ventrikel kanan untuk melakukan kompensasi dengan mengalami hipertropi dan dilatasi
sampai batas kemampuannya, dan bila beban tersebut tetap meninggi maka dapat terjadi
gagal jantung kanan, sehingga pada akhirnya terjadi gagal jantung kiri - kanan. Gagal jantung
kanan dapat pula terjadi karena gangguan atau hambatan pada daya pompa ventrikel kanan
sehingga isi sekuncup ventrikel kanan tanpa didahului oleh gagal jantung kiri.
Dengan menurunnya isi sekuncup ventrikel kanan, tekanan dan volum akhir diastole ventrikel
kanan akan meningkat dan ini menjadi beban atrium kanan dalam kerjanya mengisi ventrikel
kanan pada waktu diastole, dengan akibat terjadinya kenaikan tekanan dalam atrium kanan.
Tekanan dalam atrium kanan yang meninggi akan menyebabkan hambatan aliran
masuknya darah dalam vena kava superior dan inferior ke dalam jantung sehingga
mengakibatkan kenaikan dan adanya bendungan pada vena -vena sistemik tersebut
(bendungan pada vena jugularis dan bendungan dalam hepar) dengan segala akibatnya
(tekanan vena jugularis yang meninggi dan hepatomegali). Bika keadaan ini terus berlanjut,
maka terjadi bendungan sistemik yang lebih berat dengan akibat timbulnya edema tumit atau
tungkai bawah dan asites